Ceritasilat Novel Online

Pendekar Bunga 4

Eps 4 Pendekar Bunga - Chin Yung

Baca online Pendekar Bunga - Chin Yung

Cersil Pendekar Bunga - Chin Yung.

"Hemmm... bagaimana penawaranku mengenai bocah itu?! Kalau memang kau mau memberikan secara baik-baik, tentu jiwamu akan kuampuni. Tetapi jika kau berkeras, biarlah aku membinasakan kau dulu, baru aku mengambil bocah itu! Bagiku kedua-duanya jalan yang sama dan tidak membawa kerugian apa-apa!!"

Muka hantu hitam saat itu telah berobah pucat pias, walaupun wajahnya itu masih tampak mengerikan bukan main, dia telah mengeluarkan suara teriakan yang keras bukan main, maksudnya ingin melancarkan serangan pula kepada lawannya.

Namun hantu putih itu telah mengangkat tangannya sambil bentaknya .

"Tahan.... kau pikirlah dua kali dulu sebelum melancarkan serangan, karena hanya akan membahayakan dirimu sendiri..."

Hantu hitam rupanya mendengar juga bentakan dari hantu putih. Dia memang telah berpikir, jika dia berlaku nekad memang sudah tidak ada gunanya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Maka dari itu, dengan sendirinya, di samping segalanya itu, dia telah membendung tenaga dalamnya dan telah menahan tenaga yang hampir dipergunakannya itu.

Dengan cepat dia menatap kearah si hantu putih.

"Apa maksudmu sesungguhnya?"

Tegur si hantu hitam dengan suara yang bengis.

"Hemmm, aku bermaksud untuk mengambil bocah itu!"

Katanya.

"Tidak bisa!"

"Mengapa tidak bisa?!"

"Itu hak aku, aku yang akan mengambilnya!"

"Tetapi aku hanya minta ijinmu untuk mendidik bocah tersebut menjadi muridku! Jika kau mau, kau juga boleh menjadi guru si bocah......! Bukankan ada baiknya jika kita menurunkan dan mewariskan seluruh kepandaian kita kepada bocah itu, dengan digabungnya dua kekuatan kepandaian kita pada bocah itu, kelak si bocah akan menjadi manusia yang paling tangguh dipemukaan bumi ini!"

Mendengar uraian dari si putih, si hitam jadi berdiri bimbang. Tampaknya dia sangat ragu-ragu sekali. Dipandangnya hantu putih itu agak lama, sampai akhirnya dia mengangguk.

"Baiklah.... jika memang kau bermaksud akan mengambil bocah itu menjadi muridmu, akupun tidak berkeberatan sama sekali! Kita akan menurunkan kepandaian kita bersama-sama dan si bocah akan menjadi murid kita berdua, bukan?"

Si hantu putih itu telah mengangguk.

"Benar! Tepat sekali!"

"Bagus! Sekarang kita harus bertanya pada bocah itu apakah dia bersedia menjadi murid kita! Kita melakukan hal ini, karena sejak tadi si bocah seperti mau melarikan diri belaka dari kita....!"

Saat itu Eng Song telah mendengar percakapan kedua hantu itu.

Dia juga mendengar perihal dirinya ingin diangkat menjadi murid dari kedua hantu itu.

Si bocah jadi berpikir di dalam hatinya, entah bagaimana rasanya menjadi seorang murid dari kedua hantu tersebut?

Tentu saja dia masih merasa ngeri.

Walaupun Eng Song mendengar maksud dari kedua hantu itu yang tidak bermaksud jahat padanya, tetapi setidak-tidaknya tetap saja Eng Song merasa ngeri.

Maka dari itu, Eng Song tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Ketika kedua hantu itu menghampiri kearahnya, Eng Song juga masih duduk di tempatnya.

Waktu kedua hantu ini mengawasi padanya, Eng Song malah merasakan hatinya seperti mau copot saking merasa ngeri.

Dia mengeluh.

Entah kedua hantu ini ingin memperlakukan dirinya bagaimana.

"Hei bocah, siapa namamu?"

Tegur si hantu putih.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Eng Song menyebutkan namanya. Suara Eng Song terdengar agak gemetar, sehingga kedua hantu itu saling pandang dan telah tersenyum. Tampaknya mereka menganggap sikap Eng Song cukup lucu.

"Hemmm, suaramu tergetar, rupanya kau merasa ngeri dan jeri pada kami, bukan?"

Tegur si hantu putih sambil tersenyum.

Mungkin juga si hantu putih itu bermaksud untuk bersenyum ramah, namun di mata Eng Song senyum dari hantu berpakaian putih itu sangat menyeramkan sekali, mulutnya yang lebar seperti juga menyeringai.

Tentu saja Eng Song jadi tambah menggidik ngeri, dia cepat-cepat telah menundukkan kepalanya tidak mau melihat bibir hantu putih yang tengah menyeringai seperti itu.

"Hemmmm bocah..... kami Hek Pek Siang-sat (Dua Momok Putih dan Hitam) ingin mengangkat kau sebagai murid kami, apakah kau bersedia mengangkat kami menjadi gurumu?"

Ditanya begitu, Eng Song telah mengangkat kembali kepalanya.

Dia mengawasi kedua hantu itu dengan sorot mata yang ragu-ragu.

Disamping itu, memang kenyataannya Eng Song juga tengah diliputi perasaan takut.

Setelah mengawasi cukup lama akhirnya Eng Song berkata juga .

"Kalian..... kalian sesungguhnya hantu atau manusia biasa?!"

Ditanya oleh Eng Song seperti itu, kedua hantu itu tampak melengak. Mereka berdua kemudian saling tatap sejenak, sampai akhirnya keduanya telah tertawa geli.

"Lucu! Lucu!"

Mereka tertawa tidak hentinya.

Tentunya hal ini membuat Eng Song jadi tersinggung dan juga merasa takut.

Dia menyangka hantu itu mentertawai dirinya disebabkan dia telah bertanya apakah kedua hantu ini manusia atau memang hantu.

Dan tentu saja hantu-hantu tersebut jadi merasa lucu dan telah tertawa geli begitu.

Disaat itulah, dengan cepat sekali, tampak si hantu hitam telah menyahuti .

"Tentu saja kami manusia biasa... sama seperti kau!"

Katanya.

"Hah?"

Eng Song jadi kaget sekali.

"Kau... kalian manusia biasa?!"

Kedua hantu itu telah menganggukkan kepala mereka dengan cepat.

"Tepat! Memang kami ini manusia biasa."

"Tetapi...."

"Kenapa?"

"Mengapa kalian bisa terbang?"

"Terbang?"

"Ya, tadi waktu kau bertempur, telah saling terbang begitu ringan!"CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Mendengar perkataan Eng Song yang terakhir ini, kedua hantu, atau tepat nya memang kedua manusia biasa yang bergelar Hek Pek Siang-sat itu, telah tertawa gelak-gelak dengan suara yang geli.

"Kami bukannya terbang, namun disebabkan Gingkang (ilmu meringankan tubuh) kami memang telah sempurna, dengan sendirinya kami dapat bergerak ringan dan sekehendak hati kami belaka.........!!"

"Oh begitu?"

Eng Song setengah mempercayainya.

"Masih tidak percaya?"

"Tetapi..... mengapa tadi kau telah keluar dari peti mati itu....! Jika memang engkau sugguh-sungguh seorang manusia, tentu tidak nantinya mau tidur didalam peti mati seperti itu!"

Kembali hantu hitam telah tertawa dengan suara yang tawar.

"Kami memiliki persoalan yang sangat panjang sekali jika hendak diceritakanya maka dari itu, mau tidak mau memang kami harus dapat untuk menyembunyikan --SEBAGIAN TEKS TELAH HILANG --Tecu telah bersumpah untuk taat pada setiap perintah dari jiwi suhu!"

Hek Pek Siang-sat tampaknya girang mendengar sumpah dari si bocah.

"Bagus! Bagus! Cuma saja sumpahmu itu terlalu berat sekali! Sudahlah! Mari kau ikut dengan kami! "

Kata Hek Pek Siang-sat.

Maka mulai saat itu, memang Ma Eng Song telah menjadi murid kedua orang yang mirip-mirip hantu itu.

Sesungguhnya Hek Pek Siang-sat merupakan dua orang jago yang luar biasa sekali.

Mereka memiliki kepandaian yang bukan main tingginya dan juga merupakan dua orang jago yang memiliki kepandaian yang tidak ada tandingannya.

Setiap mereka terjun kedalam rimba persilatan, Hek Pek Siang-sat merupakan pasangan suami isteri yang ditakuti penjahat.

Namun naas, pada suatu hari, dimalam hari yang sunyi, Hek Pek Siang-sat telah menciptakan semacam obat.

Yaitu obat untuk mempercantik diri selamanya, secara abadi.

Namun apa lacur, justeru disebabkan kelebihan semacam ramuan, maka ketika Hek Pek Siang-sat telah mempergunakan obat itu, justeru muka mereka telah berobah buruk sekali, dengan daging-daging muka mereka yang telah lumer dan membuat muka mereka itu bagaikan muka hantu.

Tentu saja kedua pendekar ini jadi merasa malu.

Namun jika sang suami disebabkan oleh seorang lelaki, masih suka keluyuran, tetapi si Hitam itu, yang telah jadi buruk, sebagai seorang wanita jelas merasa rendah diri.

Dia sengaja telah bersembunyi didalam sebuah peti mati tidak mau berjumpa dengan orang.

Dan urusan ini tentu saja merupakan pertentangan yang tidak ada habisnya diantara pasangan suami isteri tersebut.

Akhirnya mereka jadi sering bentrok dan satu dengan yang lainnya sering kali bertandin.

Namun tidak ada kesudahannya, sebab kepandaian mereka berimbang.

Dengan sendirinya semakin lama hal ini membuat si isteri yang memang telah tergempur jiwanya disebabkan mukanya yang telah rusak, tambah penasaran.

Cepat sekali mereka berjanji untuk melakukan pertandingan pula.

Dan kebiasaan bertanding seperti itu telah dilakukannya berulang kali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Namun tetap saja mereka berimbang.

Dan terakhir kalinya, memang kebetulan sekali Eng Song telah berteduh dikuil rusak tersebut, sehingga Ma Eng Song dapat menyaksikan pertandingan yang tengah berlangsung antara Hek Pek Siang-sat.

Siapa nyana, nasib Eng Song rupanya mulai baik, karena tanpa diduga-duga, pasangan suami isteri yang kosen ini telah menaruh simpati padanya dan juga telah mengangkatnya menjadi murid dari kedua orang tersebut.

Sejak hari itulah, Eng Song telah menerima didikan dari pasangan suami isteri Hek-pek Siang-sat, sehingga didalam waktu, yang sangat singkat sekali, Eng Song telah memiliki kepandaian yang sangat tinggi sekali.

Apa lagi memang Eng Song memiliki kecerdasan yang bukan main, dengan sendirinya pula setiap pelajaran yang diturunkan oleh kedua gurunya itu dapat diterimanya dengan mudah.

Dia telah mempelajari, seluruh ilmu yang diturunkan oleh sepasang suami isteri tersebut.

Sesungguhnya kepandaian Hek Pek Siang-sat masing-masing telah tinggi bukan main.

Apa lagi sekarang, dikala kepandaian mereka telah digabung menjadi satu dan diolah agar Eng Song dapat menggabungkannya.

Dengan sendirinya, ilmu yang dimiliki oleh Eng Song jadi jauh lebih hebat.

Dua macam kepandaian yang luar biasa dari pasangan suami isteri itu telah dilebur menjadi satu dan merupakan kepandaian yang sulit diukur sampai dimana kehebatannya.....

Hari demi hari telah lewat dan juga bulan demi bulan telah berlalu.

Tanpa terasa, Eng Song telah dididik selama tujuh tahun oleh kedua gurunya.

Dengan pesat Eng Song telah menjadi seorang pemuda yang tampan dan memiliki kepandaian yang luar biasa.

Mungkin sulit mencari duanya kepandaian setinggi yang di miliki Eng Song........

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 11 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ SEEKOR kuda tampak berlari perlahan-lahan dilereng pegunungan Po-ling-san.

Yang menunggangi kuda itu adalah seorang pemuda yang berusia diantara sembilan belas tahun, tuhuhnya tegap, wajahnya tampan dan juga dia begitu tenang, disamping sepasang matanya yang bersinar.

Ternyata pemuda tampan tersebut tidak lain dari Ma Eng Song, yang telah menjelang dewasa.

Ma Eng Song yang sekarang berbeda dengan Eng Song tujuh tahun yang lampau.

Karena Ma Eng Song sekarang telah memiliki kepandaian yang bukan main.

Dan dia juga memiliki kepandaian yang sangat tangguh sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Disamping itu, memang Ma Eng Song juga merupakan seorang pemuda yang telah berhasil menerima seluruh kepandaian yang diwariskan gurunya, yaitu Hek Pek Siang-sat, pasangan suami isteri yang kosen itu.

Cepat sekali Ma Eng Song telah menjadi seorang pemuda yang tangguh.

Dan dia telah diperintahkan oleh gurunya untuk turun gunung guna melakukan pekerjaan mulia menolongi si lemah memberantas si jahat.

Hal ini disebabkan Hek Pek Siang-sat telah melihatnya bahwa kepandaian yang dimiliki oleh Eng Song telah sempurna.

Eng Song girang bukan main, bercampur perasaan berduka harus berpisah dengan kedua orang gurunya yang baik hati itu.

Girang, karena dengan memiliki kepandaian yang demikian tinggi, tentunya ia bisa mencari pembunuh Ang Sam Kay.

Urusan Ong Peng Hin telah dianggapnya selesai, karena gurunya telah menyelidikinya, betapa waktu penyerbuan ke Gobie Pay oleh Ong Peng Hin dan orang-orangnya, Ong Peng Hin sendiri ternyata telah terbinasa.

Maka sekarang tugas Eng Song hanyalah mencari jejak dari pembunuh Ang Sam Kay.

Dan ciri dari pembunuh Ang Sam Kay itu telah diketahuinya, yaitu memiliki hanya empat jari belaka di tangan kirinya, karena jari kelingkingnya telah kutung.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini memang kenyataannya tugas Eng Song cukup berat, dia harus mencari jejak pembunuh itu.

Didalam waktu yang sekejap mata saja, memang Eng Song telah berkelana dibeberapa kota, dan hari ini dia baru tiba di gunung Po-ling-san.

Saat itu udara sangat cerah dan pemandangan di Po-ling-san memang sangat indah sekali.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini telah membuat pemuda tersebut menikmati pemandangan yang ada disekelilingnya.

--SEBAGIAN TEKS TELAH HILANG --Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini memang terlihat jelas sekali, betapa diantara berkesiuran angin serangan itu, mata golok telah terjepit oleh kedua telapak tangan Eng Song.

Dan golok itu tidak bisa meluncur turun lebih jauh.

Orang yang melancarkan serangan membokong itu jadi terkejut bukan main.

Saking kagetnya orang itu sampai mengeluarkan suara seruan kaget.

Dia berusaha untuk menarik pulang goloknya, namun dia gagal.

Dan tenaganya seperti tidak mencukupi menarik pulang senjatanya itu.

Saat itu pula sosok bayangan yang tadinya bermaksud membokong merasakaan dari goloknya itu meluncur hawa yang panas bukan main.

Rupanya Eng Song telah mengerahkan semangat dan tenaga dalamnya, sehingga tersalurkan semacam hawa murni bersifat Yang (panas), sehingga mau tidak mau orang yang tadinya mau membokong Eng Song harus melepaskan cekalan pada goloknya itu.

Sedangkan dia sendiri telah melompat kebelakang dan mengawasi Eng Song dengan sorot mata yang bengis.

Eng Song telah dapat melihat tegas orang yang ingin membokongnya itu.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Ternyata seorang lelaki dengan tubuh yang tinggi besar dan juga memiliki wajah yang bengis sekali.

Dia tengah memandang kearah Eng Song dengan sorot mata yang bengis dan kejam.

Usia orang ini mungkin baru empat puluh tahun dan bajunya juga ketat sekali.

"Siapa kau? Mengapa engkau ingin membokongku?"

Tegur Eng Song dengan suara yang dingin.

"Aku............?"

Tanya orang itu dengan suara mengejek.

"Akulah Houw Sian Po Ling (Dewa Harimau dari Po-ling-san) Bwee Sian Kwan!"

"Hemmmm.......... mengapa kau bermaksud membokong diriku?"

Tegur Eng Song lagi. Orang yang menamakan dirinya sebagai Houw Sian Po Ling Bwee Siang Kwan telah tertawa dingin dengan sikap yang mengejek.

"Hemmmmm......... kalau memang nasibmu baik, tentu kau tidak akan mampus ditanganku! Tadinya aku ingin membinasakan saja kau karena korban-korbanku yang lainnya juga telah mengalami hal seperti itu! Aku bermaksud untuk membinasakan engkau! Nah cepat engkau serahkan barang-barangmu itu, jika engkau menginginkan jiwamu tetap berada dan menjadi milikmu!"

Mendengar perkataan orang itu, wajah Eng Song telah berobah dingin.

"Kau dusta!"

Bentaknya.

"Engkau bukan perampok yang sewajarnya!"

Mendengar bentakan Eng Song seperti itu, orang yang mengakui dirinya bernama Bwee Siang Kwan, telah berobah mukanya.

"Hemmm....!"

Akhirnya dia telah mendengus dengan suara mengejek.

"Jika memang aku ini perampok kau mau apa, jika bukan, juga engkau mau apa! Yang terpenting kalau memang engkau ingin selamat dan hidup terus, maka baik-baiklah kau serahkan barangmu itu! Tetapi jika tidak, hemmm, hemmm, memang aku harus membinasakan dirimu! Tidak ada seorang korban dari Houw Sian Po Ling yang dapat hidup terus jika membandel atas perintah-perintahku!!"

Dan setelah berkata begitn, Bwee Siang Kwan telah tertawa gelak-gelak.

Tampaknya dia sangat bengis sekali dan meremehkan Eng Song.

Saat itu Eng Song telah tertawa dingin.

Tahu-tahu kedua telapak tangannya yang telah menjepit golok milik dari orang she Bwee itu telah digerakkan.

Batang golok itu telah terlepas dan meluncur dengan gerakan yang terlalu cepat sekali, dan mata golok telah menancap dalam sekali dibatang pohon.

Gerakan yang dilakukan Eng Song luar biasa cepatnya.

Bukan hanya mata golok itu saja yang menancap pada batang pohon, melainkan telah menancap dalam-dalam sampai kebatang golok.

Tentu saja hal seperti ini telah membuat orang she Bwee itu terkejut bukan main.

Dia sampai mengeluarkan suara seruan yang nyaring dan sepasang matanya terpentang lebar-lebar karena terkejut.

Dia tidak menyangka bahwa Eng Song yang masih berusia muda begitu, telah dapat memiliki kepandaian dan tenaga yang demikian hebat.

Tetapi belum lagi she Bwee itu menyadari apa yang tengah terjadi, disaat itulah Eng Song menjejakkan kedua kakinya.

Gerakan Eng Song luar biasa cepatnya, tubuhnya telah mencelat begitu cepat.

Didalam waktu yang sekejap mata saja, telah menyebabkan orang she Bwee terpekik kaget, karena pada baju bagian dadanya telah terkena dicengkeram oleh Eng Song.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Baru saja Bwee Siang Kwan ingin memberikan perlawanan, disaat itulah, tampak Eng Song telah menggerakkan tangan kanannya.

Dia telah melancarkan totokan yang telak sekali menghantam jalan darah Sui-liong-hiat dari orang she Bwee tersebut.

Kontan tubuh dari Bwee Siang Kwan telah terkulai lemas tidak bertenaga.

Waktu Eng Song melepaskan cekalannya, maka tubuh orang she Bwee itu telah terkulai rubuh diatas tanah, dan tidak dapat berkutik disebabkan totokan itu.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang di dalam hal ini telah membuat Eng Song dengan mudah menaruhkan telapak sepatunya didada orang itu.

"Cepat engkau katakan yang sejujurnya, apa maksudmu ingin membokongku?"

Jilid 9 DI TEGUR BEGITU, orang she Bwee itu telah memperlihatkan wajah yang tetap bengis.

"Cepat kau buka totokanmu sebelum aku bergusar!"

Bentaknya.

"Bergusar?"

Tanya Eng Song dengan suara yang mengandung ejekan.

"Ya!"

"Kenapa begitu?"

Sebelum aku bergusar lebih baik kau cepat-cepat mambuka totokanmu, mungkin juga aku masih bisa mengampumi jiwamu! Tetapi kalau memang kau membandel, hemmmm, hemmmm, jangan menyesal nantinya!!"

Setelah berkata begitu, Bwee Siang Kwan telah memandang dengan sorot mata yang sangat tajam sekali dan juga telah mangeluarkan suara dengusan yang dingin.

Di antara semua itu, memang Eng Song sesungguhnya ingin mempermainkan dulu orang she Bwee itu, itulah sebabnya dia tidak bersikap serius.

Dengan cepat sekali dia telah berkata dengan suara yang tawar .

"Hemmm, kalau memang kau dalam keadaan tertotok seperti ini, apa yang dapat engkau lakukan? Kalau memang engkau telah bergusar dan dalam keadaan tetap tertotok ini, tentu saja engkau tidak bisa melakukan sesuatu apapun juga! Maka dari itu, engkau tidak perlu bicara tarkebur, karena dengan hanya sekali menggerakkan sepasang kaki atau tanganku, jiwamu akan kukirim keneraka!"

Mendengar perkataan Eng Song, orang she Bwee ini tetap saja memperlihatkan sikap mengandung kemarahan yang sangat.

Dia tampak mendesis dengan penuh kegusaran, seakan juga ingin menerjang kearah Eng Song.

Tentu saja sikap orang she Bwee itu membuat Eng Song jadi naik darah.

Tahu-tahu kaki kanannya itu telah bergerak, dia telah menyepak tubuh orang she Bwee itu, yang seketika juga jadi terpental keras sekali.

Lalu kecemplung kedalam air kolam yang sejuk.

Tentu saja orang yang bernama Bwee Siang Kwan itu kaget setengah mati.

Dia mengeluarkan suara seruan yang keras dan telah cepat-cepat meronta untuk melepaskan diri dari pengaruhnya ilmu totokan Eng Song.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Namun Bwee Siang Kwan mana sanggup untuk membuka totokan pada dirinya.

Karena dia memiliki kepandaian yang tidak begitu tinggi dengan sendirinya dia jadi gelapan waktu air kolam itu telah menutupi hidungnya dan mulutnya.

Dia tergagap dan mengeluarkan suara jerit ketakutan.

Eng Song yang melihat hal ini telah mengeluarkan suara tertawa mengejek.

Kemudian terlihat betapa Eng Song telah mengulurkan tangannya, dia menyambar pergelangan tangan dari orang she Bwee tersebut.

Sekali gentak, tubuh Bwee Siang Kwan telah dapat ditarik dan melembungkannya ketengah udara.

Tubuh dari Bwee Siang Kwan telah ambruk diatas tanah dengan keras sekali, sehingga dia menderita kesakitan yang sangat.

Untung saja dia terbanting tidak dengan batok kepala terlebih dahulu.

Setidak-tidaknya jiwanya terancam bahaya yang tidak kecil kalau saja batok kepalamu itu tidak patah dan hancur....!"

Namun kalau dibandingkan dengan kecebur didalam kolam dalam keadaan tertotok itu, sehingga Bwee Siang Kwan tidak dapat menggerakkan sepasang tangan dan kakinya.

Saat itu, Eng Song telah menghampiri korban totokannya.

Dia telah mengeluarkan suara ejekan padanya.

"Hemmm.... sekarang jika kau membandel, aku masih memiliki banyak sekali siksaan buat orang-orang bandel seperti kau! Berterus-teranglah!!"

Tetapi Bwee Siang Kwan tetap rebah di tanag dengan sepasang mata yang mengawas mendelik lebar-lebar kepada Eng Song. Sorot matanya menakutkan sekali, seperti juga makhluk peminum darah.

"Hemmm, engkau memang terlalu bandel!!"

Kata Eng Song mendongkol. Dan dengan penuh kemendongkolan, dia telah menggerakkan kaki kanannya itu.

"Bukkk!"

Perut orang dari she Bwee itu telah diinjaknya keras-keras.

Orang she Bwee itu mengeluarkan suara jerit kesakitan, dia merintih, karena merasakan dadanya seperti juga akan hancur kena jejak dari kaki Eng Song....!

Tentu saja Bwee Siang Kwan menderita kesakitan yang bukan main, dia teraduh-aduh.

Tetapi Eng Song berulang kali telah menginjak perut orang she Bwee.

Malahan telah menggunakan telapak dari sepatunya untuk menindih paha dari orang she Bwee itu.

Karuan saja disebabkan pahanya diinjak begitu keras oleh Eng Song, seperti juga akan mematahkan tulang pahanya, membuat Bwee Siang Kwan menjerit-jerit seperti juga babi yang akan dipotong.

Dia telah mengeluarkan suara seruan yang keras bukan main dan telah jatuh pingsan.

Eng Song telah berhenti menginjak paha orang she Bwee tersebut.

Diawasinya orang she Bwee itu.

Dia melihat betapa Bwee Siang Kwan memang benar-benar jatuh pingsan.

Maka Eng Song telah menendang salah satu jalan darah ditubuh orang she Bwee tersebut.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Apa yang dilakukannya itu cepat sekali, dan kekuatan tenaga dalam yang telah tersalur kedalam kakinya.

Seketika itu juga Bwee Siang Kwan telah tersadar dari pingsannya.

Dia telah merintih dengan suara yang menyayatkan hati, karena perasaan sakit pada perut dan juga pahanya begitu menyengat dan membuat dia menderita kasakitan yang tidak ringan....!

"Hemmm, sekarang engkau mau mengatakan atau tidak perihal maksud yang sebenarnya!

Menyamar sebagai seorang perampok, tidak akan membawa hasil yang baik buatmu!

Cepat engkau mengakui apa maksudmu sesungguhnya.

Ingin membokongku!

Jika engkau tidak mau mengatakannya, biarlah aku akan menghajar hancur batok kepalamu, biar engkau tidak menjadi manusia lagi!"

Mendengar ancaman dari Eng Song, maka Bwee Siang Kwan jadi begitu terkejut.

Dia juga merasa ngeri dan bengis sekali, karena orang she Bwee ini segera menyadarinya bahwa Eng Song ternyata seorang yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali.

Saat itu, tampak jelas sekali wajah dari Bwee Siang Kwan pucat pias.

Dia benar-benar sangat menderita perasaan sakit yang bukan main.

Dan juga rupanya dilihatinya telah diliputi oleh perasaan ngeri dan takut.

Maka dari itu, akhirnya dia tampak bimbang bukan main, sorot matanya sudah tidak sebengis dan segalak seperti semula tadi.

"Cepat kau katakan!"

Bentak Eng Song yang telah melihat keraguan orang yang menguasai diri dari Bwee Siang Kwan. Bwee Siang Kwan telah berdiam diri.

"Hemmm... memang kalau kau tetap berkepala batu, biarlah aku akan mempergunakan kekerasan!!"

Kata Eng Song mendongkol.

"Biarlah kepalamu itu akan kuinjak sampai hancur!"

Mendengar ancaman Eng Song, tentu saja dia jadi terkejut sekali, karena dilihatnya Eng Song telah menghampirinya.

Dan juga dilihatnya kaki kanan dari Eng Song telah diangkatnya, akan diinjakkan pada kepalanya.

Bwee Siang Kwan memang menyadarinya bahwa dia dengan Eng Song tidak tersangkut hubungan apapun juga, dengan sendirinya bisa saja Eng Song membuktikan ancamannya itu tanpa ragu-ragu.

Karena biarpun Bwee Siang Kwan menemui ajalnya, tokh Eng Song memang tidak merasa rugi sesuatu apapun juga.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Bwee Siang Kwan tampak ragu-ragu bukan main.

"Kau mau mengatakannya atau tidak?"

Bentak Eng Song waktu telapak sepatunya itu telah melekat dikening dari orang she Bwee tersebut. Bwee Siang Kwan telah berdiam diri saja.

"Hemmm........ baiklah!"

Kata Eng Song.

"Kau terlalu bandel dan juga terlalu berkepala batu!"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat Eng Song mengerahkan tenaganya pada telapak kakinya itu, dia menginjak agak keras.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tentu saja Bwee Siang Kwan menderita kesakitan yang bukan main. Dengan cepat sekali, dia telah menjerit .

"Tunggu dulu....! Tunggu dulu!!"

"Kau mau mengakui apa sesungguhnya maksudmu?"

Bentak Eng Song.

"Mau! Aku akan menceritakan segalanya!!"

Kata Bwee Siang Kwan dengan suara yang setengah berteriak, karena dia takut justeru Eng Song keterlepasan menginjak batok kepalanya, tentu batok kepalanya itu akan hancur berantakan.

Maka dari itu, mau tidak mau dia harus cepat-cepat untuk membuka mulut.

Eng Song telah mengangkat telapak sepatunya itu dari kening orang she Bwea tersebut.

"Cepat engkau katakan, apa maksudmu yang sesungguhnya?!"

Bentak Eng Song. Bwee Siang Kwan telah menghela napas, untuk sejenak dia tidak berkata-kat2 dulu. Keringat telah nampak menitik keluar dari seluruh keningnya.

"Hemmm.... rupanya memang kau ini seorang yang terlalu senang mengulur-ulur waktu!!"

Memaki Eng Song yang menjadi mendongkol sekali.

"Sebenarnya.... sebenarnya....!"

Kata Bwee Siang Kwan dengan suara yang terbata-bata.

"Aku.... aku bermaksud tidak akan membinasakan engkau.... karena apa yang kulakukan itu hanya sekedar untuk menerima upah belaka..... aku hanya menjalankan perintah!"

"Perintah yang bagaimana bentuknya?"

"Aku harus membinasakan seluruh orang-orang yang berlalu lalang digunung Po-ling-san ini!"

Kata orang she Bwee itu kemudian dengan suara yang agak tergetar.

"Hemmm.... mengapa begitu?"

"Ini hanya perintah belaka..."

"Siapa yang telah mengeluarkan perintah seperti itu! Katakan namanya!"

"Dia she Ciang dan bernama Ku Su!"

Menjelaskan Bwee Siang Kwan dengan suara yang tersendat.

"Hemmm, mengapa dia memerintahkan kau untuk membinasakan seluruh orang-orang yang memakai jalan ini!?"

"Karena Ciang Ku Su tidak meninginkan ada orang lewat dijalan ini!"

"Sebabnya?"

"Aku tidak tahu!"

"Pasti ada sebabnya! Cepat katakan sebelum aku naik darah...!"

Muka Bwee Siang Kwan jadi berobah pucat seketika itu juga, namun akhirnya dia telah menyahuti .

"Karena...... karena Ciang Ku Su memiliki daerah tambang emas disekitar pegunungan Po-ling-san.... dan tambang emas itu merupakan tambang emas yang sangat besar, maka dari itu, Ciang Ku Su tidak mau ada orang yang melalui di daerah ini... semua orang yang lewat ditempat ini harus menemui kematiannya!"

"Hemmmm... kedengarannya lucu! Apakah orang she Ciang itu takut kalau-kalau nanti ada orang yang ingin memperebutkan daerah ini?"

Bwee Siang Kwan telah menggelengkan kepalanya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

"Entahlah, aku hanya orang upahannya belaka dan hanya menjalankan perintah! Masih banyak pula pos-pos yang akan kau lalui jika mengambil jalan dipegunungan Po-ling-san ini..... dan kalau memang kau mengambil kearah selatan, dibagian perkampungan yang ada dikaki pegunungan kau akan selamat. Hanya bagian itu satu-satunya yang telah dibuka untuk membiarkan orang lewat.... tanpa ada penjaga yang khusus memandangi jalan itu, guna mengintai dan membinasakan orang-orang yang lewat dijalan itu!"

Setelah menceritakan segalanya itu, orang she Bwee tersebut menghela napas.

Tampaknya dia menceritakan segalanya itu dengan sikap yang takut-takut.

Jika sampai Ciang Ku Su mengetahui dia telah mengkhianatinya dengan menceritakan segala urusan penting dari Ciang Ku Su, niscaya dia akan menerima hukuman mati...!

"Hemmm...

tegasnya kau ingin mengatakan bahwa dirimu hanya diperalat belaka, bukan!"

Tanya Eng Song kemudian dengan suara yang dingin. Orang she Bwee telah mengangguk dengan wajah yang agak pucat dia mengiyakan. Kemudian malah telah manyahuti .

"Benar.... memang apa yang kau katakan itu tepat! Cuma saja, tegasnya aku hanyalah orang yang menerima gaji belaka, dengan sendirinya, aku harus mematuhi perintah dari majikanku....!"

Mendengar perkataan orang she Bwee tersebut, tentu saja Eng Song jadi mendongkol bukan main. Dia telah tertawa dingin.

"Hemmm.... kalan begitu jika kau dimintanya mati sekarang juga, kau bersedia, bukan!"

Tanya Eng Song kemudian dengan suara yang tawar.

"Heh?"

Orang she Bwree itu jadi kaget sendirinya mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Eng Song, mukanya juga jadi berobah pucat seketika itu juga.

"Bukankah tadi engkau mengatakan bahwa dirimu hanyalah orang bayaran belaka, hanya menerima gaji belaka dan majikanmu orang ahe Ciang itu, bukan? Nah.... disebabkan itulah, kalau sekarang kau harus mati demi majikanmu, bukankah kau rela? Bukankah dari arti perkataanmu tadi kau seperti mau mengartikan pekerjaan apa saja akan kau lakukan asal majikanmu mau membayarnya, bukan?"

Muka Bwee Siang Kwan berobah tambah pucat saja, dia tidak menyangka bahwa Eng Song akan mengajukan pertanyaan seperti itu.

Dengan sendirinya, karena disanggahi begitu oleh Eng Song, orang she Bwee ini jadi kaget dan memandang bengong saja pada Eng Song.

Eng Song telah tertawa dingin lagi, kemudian dengan cepat telah meneruskan perkataannya.

"Hemmm... memang engkau ini hanyalah seorang manusia rendah! Baiklah! Sekarang kau ceritakan letak tempat persembunyian dari orang she Ciang itu!!"

Bwee Siang Kwan telah menceritakan kepada Eng Song segalanya mengenai tempat tinggal dari orang she Ciang itu, majikannya.

Dan Eng Song telah mengingatnya baik-baik.

Namun Eng Song juga mengerti, jika dia membebaskan orang she Bwee ini begitu saja dalam keadaan utuh, niscaya orang semacam Bwee Siang Kwan akan melakukan kejahatan pula?!

Eng Song juga teringat akan kata-kata Konghucu yang berbunyi .

"Warna hitam walaupun dilabur dengan warna putih, tetap dasarnya akan hitam juga, dan hanya tersembunyi dibalik warna putih!"

Dan kata-kata itu seperti juga ingin mengatakan bahwa orang yang semulanya bertabiat jahat, tetap saja jahat, walaupun dia berusaha menutupi kebusukan hatinya denganCHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

sikap yang lemah lembut dan senyum simpul... atau perbuatan baik, karena memang dasar hatinya yang telah "hitam"...!"

Berpikir begitu, tanpa banyak pikir lagi, Eng Song telah menggerakkan kaki kanannya, dia telah menyepak keras sekali jalan darah Liang siu-hiatnya orang she Bwee tersebut.

Seketika itu juga Bwee Siang Kwan telah mengeluarkan suara jerit kesakitan, mukanya pucat bukan main.

Dia telah jatuh pingsan.

Dan tidak lama lagi nanti, dia akan siuman sendirinya, namun dengan tubuh bercacat, yaitu dengan tubuh yang mati sebelah dan musnah seluruh kepandaian silat yang pernah dipelajarinya itu, hanya akan merupakan kenangan belaka!

Setelah menotok jalan darah orang she Bwee dengan ujung sepatunya, segera Eng Song meninggalkan begitu saja.

Dia menaiki punggung kudanya dengan gerakan yang sangat lincah, dan melaratkannya, untuk mencari rumah orang yang bernama Ciang Ku Su itu, yang tadi telah diberitahukan oleh Bwee Siang Kwan.....

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 12 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ SEBUAH BANGUNAN gedung yang sangat megah dan besar sekali terdapat dilereng gunung Po-ling-san merupakan suatu hal yang cukup ganjil dan aneh sekali, karena biasanya bangunan di lereng-lereng gunung yang sunyi hanyalah terbuat dari bahan-bahan yang sederhana.

Namun gedung yang ada dilereng gunung Po-ling-san mungkin memiliki gaya bangunan yang jauh lebih indah dari rumah-rumah di kota-kota besar"

Maka dari itu, betapa janggalnya keadaan seperti itu.

Apa lagi memang letak dari gedung mewah itu terpencil sendiri, tidak berdekatan dengan rumah penduduk, menambah keanehan keadaan gedung tersebut.

Eng Song telah melaratkan kuda tunggangannya itu dan telah sampai dimuka gedung yang aneh ini.

Dia telah mencari gedungnya Ciang Ku Su menuruti petunjuk yang tadi diberikan oleh Bwee Siang Kwan.

Ternyata akhirnya dia berhasil juga menemui gedung ini.

Diperhatikannya baik-baik keadaan gedung itu.

Sebuah gedung yang sangat angker sekali dan megah, lagi pula memang sangat mentereng dengan dua buah singa-singa batu berwarna hijau batu pualam, berjongkok disisi kiri kanan dari pintu yaug berwarna hitam itu.

Dengan sendirinya mau tidak mau memang hal seperti ini menambah keangkeran gedung itu.

Juga memang disaat Itu, Eng Song telak melihatnya bahwa gedung ini memiliki tingkat dua...

disamping juga ada dinding temboknya yang mengelilingi dan mengurung bangunan itu, adalah tembok yang sangat tingsi sekali, kurang lebih setinggi delapan tombak.

Itulah sebuah dinding tembok yang jarang sekali terdapat pada gedung-gedung lainnya.

Maka tidak mengherankan jika pada saat itu Eng Song jadi berdiri agak lama diatas punggung kudanya itu, memandangi bangunan gedung itu.

Tetapi disaat itulah, tiba-tiba sekali dari arah belakang Eng Song mendesir angin serangan yang lembut sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Eng Song tahu bahwa angin yang menyambar kearah tengkuknya bukanlah angin yang sewajarnya.

Dia telah mengibaskan lengan bajunya yang berwarna putih itu.

Seketika itu pula terdengar suara gemerincing dari jatuhnya beberapa batang jarum.

Rupanya yang tadi menyambar kearah tengkuk Eng Song adalah jarum-jarum Bwee hoa-ciam ini.

Tentu saja Eng Song jadi mendongkol sekali dibokong demikian.

Dia telah menoleh membalikkan kudanya dan menghadap kearah samping gedung itu, dari arah mana tadi jarum-jarum itu datang menyambar.

Dilihatnya tidak ada seorang manusiapun disekitar tempat tersebut.

Eng Song tambah penasaran saja, dia memajukan kudanya untuk menghampiri tempat itu, dilihatnya serimbunan pohon-pohon bunga dan beberapa pohon bambu tumbuh ditempat tersebut.

Di saat itulah, baru kuda Eng Song beberapa langkah kedepan untuk menghampiri tempat tersebut, di saat itu pula telah mendesir angin serangan yang lembut pula, dan suara desiran angin serangan itu sama lembutnya dengan angin yang bersilir biasa.

Namun Eng Song telah terlatih oleh Hek Pek Siang-sat, tentu saja dia memiliki pendengaran yang sangat tajam dan dapat membedakan mana angin yang sesungguhnya dan mana angin yang tidak sewajarnya.

Dengan mendegus dingin Eng Song telah mengibaskan lengan jubahnya.

Dia telah mengibas jatuh belasan batang jarum Bwee hoa-ciam.

Dan ketika jarum-jarum itu berjatuhan diatas tanah, maka Eng Song telah melihatnya, betapa jarum-jarum itu memang berwarna kehijau-hijauan, maka jelas jarum itu memang mengandung racun yang hebat.

Darah Eng Song jadi meluap, dia semakin diliputi kemarahan yang sangat.

Biar bagaimana, dia mana mau melihat musuhnya berulang kali membokong dirinya?

Dengan cepat dia telah melompat turun dari kudanya.

Namun baru saja kedua kakinya itu menginjak tanah, di saat itu pula dari balik rerumputan yang tumbuh lebat ditempat tersebut, telah mencelat sesosok bayangan.

Gesit sekali sosok bayangan itu bergerak, dan ditangannya telah tercekal sebatang pedang, yang berkelebat menikam dada Eng Song.

Tentu saja hal ini tidak dipandang sebelah mata oleh Eng Song.

Dia telah menyentilnya.

Namun lawannya juga bukan merupakan orang yang berkepandaian lemah.

Karena dengan cepat dia telah menarik pulang pedangnya, sehingga tidak sampai disentil oleh jari tangan Eng Song.

Maka dari itu, di saat Eng Song tengah dalam posisi mengulurkan tangannya untuk menyentil tempat kosong itu, pedang ditangan sosok tubuh itu telah bergerak lebih cepat lagi, menikam kearah perut Eng Song.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main cepatnya, dan juga memang memiliki daya serang yang tinggi dan liehay sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang Eng Song harus melompat menepi menghindarkan diri dari tikaman tersebut.

Maka, di saat itulah, diantara mendesisnya angin serangan pedang itu, maka terlihat jelas sinar yang berkilauan dan diantara semua itu, dengan diantar suara "tringgg"

Yang nyaring, ternyata Eng Soag telah berhasil menyentil pedang lawannya.

Celakanya lagi, justeru pedang itu telah menjadi patah dua oleh sentilan Eng Song, sehingga orang yang muncul melancarkan serangan mombokong ini jadi mengeluarkan seruan kaget dan cepat melompat mundur, lalu membalikkan tubuhnya ingin kabur...!

Eng Song mana mau membiarkannya begitu saja dia angkat kaki.

Cepat Eng Song mengeluarkan suara bentakan, dengan dua kali jejakkan kakinya, tubuhnya telah terapung mengejar orang itu.

Dan didalam waktu yang sekejap mata saja, Eng Song telah berhasil manyandak orang tersebut.

Dengaa mengeluarkan seruan yang nyaring, Eng Song telah mengulurkan tangannya.

Dia telah menotok punggung orang itu, keras sekali totokan yang dilakukannya itu.

Sehingga dengan sendirinya, totokan tersebut mengandung kekuatan yang bukan main kuatnya.

Dan orang itu tampak telah terjungkal rubuh terguling diatas tanah.

Namun tampaknya orang ini kedot sekali, sebab dia masih juga bisa meloloskan diri dari totokan yang dilancarkan oleh Eng Song dengan jalan menyalurkan tenaga dalamnya dan membuka jalan darahnya yang tertutup itu.

Dengan kesempatan yang bukan main dia telah bangkit untuk menghantamkan telapak tangannya kearah Eng Song, yang kala itu telah menghampiri dekat sekali.

Tentu saja Eng Song kaget bukan main, karena biar bagaimana dia tadinya menduga orang itu telah berhasil ditotoknya.

Maka dia tidak bersiap-sedia sama sekali.

Namun siapa sangka, justeru orang ini telah melancarkan serangan seperti itu, maka dengan cepat sekali, telah menyebabkan dia mau tidak mau harus menangkisnya jika tidat mau kena dihantam oleh serangan telapak tangan dari orang tersebut.

Kenyataan seperti ini telah membuat Eng Song mengerahkan tenaga dalamnya cukup banyak.

Dia telah melancarkan serangan dengan kedua tangan dirangkapkan dan saling susul.

Sekarang berbalik lawannya Eng Song yang terkejut, karena tadinya dia bermaksud membokong dengan serangan telapak tangannya itu dikala Eng Song tengah lengah.

Dia yakin pasti akan berhasil dapat merubuhkan Eng Song.

Namun siapa sangka, disamping serangannya dapat ditangkis oleh Eng Song, malah Eng Song telah membalas dengan serangan yang sangat kuat sekali.

Mau tidak mau, didalam hal ini orang itu telah terperanjat sekali.

Dia sampai mengeluarkan suara seruan yang mengandung rasa terkejutnya.

Cepat-cepat dia melompat mundur.

Namun terlambat, dia telah kena dihantam telak sekali dadanya oleh pukulan telapak tangan Eng Song, sampai menimbulkan suara yang nyaring sekali.

Tubuh orang itu juga telah terpental keras sekali dan telah bergulingan diatas tanah, dia telah memuntahkan darah segar.

Muka orang itu pucat pias dan tubuhnya gemetaran keras.

Tampaknya orang ini memang tengah menderita luka yang cukup parah akihat serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Ma Eng Song tidak mau membuang-buang waktu lagi, dengan cepat dia telah menjulurkan tangannya mencengkeram orang itu.

Ternyata orang tersebut adalah seorang laki-laki yang berwajah cukup menyeramkan, matanya mengawasi mendelik kearah Eng Sorg dengan sorot yang bukan main tajamnya.

Tampaknya dia gusar dan penasaran sekali.

Wajahnya jadi lebih mengerikan karena dibibirnya berlepotan darah merah.

Eng Song telah mencengkeram jalan darah Pay-siang-hiatnya, lalu tegurnya dengan suara yang dingin .

"Mana Ciang Ku Su...?"

Tiba-tiba Eng Song bertanya begitu, tentu saja mengejutkan orang ini. Wajahnya juga berobah, tidak terlepas dari tatapan mata Eng Song.

"Hemmm, kau tidak perlu pura-pura denganku! Ciang Ku Su si manusia jahat itu selalu meminta korban yang tidak sedikit, hanyalah untuk melindungi daerah tambang emasnya? Cepat kau katakan, sekarang, ini orang she Ciang itu bersembunyi dimana?"

"Aku.... aku.... tidak tahu!"

Menyahuti orang itu dengan suara yang tergagap. Eng Song tertawa dingin.

"Jangan sampai memaksa aku turunkan tangan bengis untuk memaksa kau membuka mulut!"

Ancamnya.

"Sungguh.... aku tidak kenal dengan orang yang bernama Ciang...... Ciang Ku Su itu!"

Menyahuti orang tersebut dengan suara tergagap. Eng Song sangat gusar tahu-tahu tangan kanannya telah menempiling keras wajah orang itu.

"Plakkkk! Ploookkk !"

Keras bukan main, orang itu menderita kesakitan yang bukan main.

Dia juga telah mengeluarkan suara kesakitan bukan main, apa lagi memang cekalan tangan Eng Song pada jalan darahnya itu diperkeras, sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya.

"Ini...... ini...."

Suaranya bukan main tergagapnya.

"Hemmm.... katakan, dimana Ciang Ku Su!!"

Kata Eng Song dengan suara yang dingin.

"Aku.... oooh, jangan menyiksaku... aku akan mengatakan!!"

Sesambatan orang itu, yang rupanya tidak bisa mempertahankan diri pula dari cekalan tangan Eng Song yang keras bukan main.

"Cepat katakan dimana orang she Ciang itu berada!"

Bentak Eng Song.

Muka orang itu pucat sekali, tampaknya dia kesakitan bukan main.

Butir-butir keringat juga memenuhi wajahnya.

Terlihat jelas bahwa dia bimbang bukan main, namun akhirnya dia telah berkata .

"Ciang.... Ciang Ku Su berada.... berada.... aaakkkkhhh!"

Belum lagi dia dapat menyelesaikan perkataannya itu, orang tersebut telah mengeluarkan suara jerit mengerikan sekali.

Terlihat jelas sekali, sebatang pisau pendek telah menancap tepat diulu hatinya.

Seketika itu juga orang ini menemui kematiannya.

Eng Song melepaskan mayat orang tersebut, dan memutar tubuhnya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Belum lagi Eng Song sempat menegur, seorang lelaki gemuk pendek, telah menegur dengan suara yang menyeramkan .

"Ada urusan apa kau mencari majikan kami?"

Suara tegurannya itu tawar dan tidak mengandung perasaan, sehingga terdengar begitu menakutkan sekali.

Sedangkan dibelakang orang itu telah mengikuti enam orang lainya, yang kesemuanya berpakaian busu, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki Boge, apa lagi sinar mata mereka memang memancarkan sinar yang sangat tajam sekali.

"Hemmmm..... memang didalam hal ini kalian merupakan serigala-serigala bermuka manusia!"

Kata Eng Song dengan mendongkol.

"Sampai kawan seadiri juga tega kalian bunuh begitu saja!"

Si pendek gemuk itu telah tertawa dingin, katanya tawar .

"Bocah..... engkau terlalu banyak berkata dan mementang mulut! Juga engkau telah terlalu usil ingin mencampuri urusan kami...!"

Dan membarengi dengan habisnya perkataan orang tersebut, maka terlihat jelas sekali dia telah menggerakkan tangan kanannya.

Gerakan yang dilakukan itu bukan main kuatnya, dan juga mengandung kekuatan yang dahsyat sekali.

Dengan sendirinya, Eng Song terperanjat, karena orang bertubuh pendek gemuk itu memiliki kekuatan tenaga dalam yang kuat sekali.

Di kala Eng Song melompat kesamping mengelakan serangan itu, maka tenaga serangan si gemuk tidak berhasil mengenai sasaran itu, telah menghantam sebungkah batu besar.

Dan hebatnya, batu itu telah muncrat sehingga menjadi puing-puing kecil.

Hal itu telah memperhatikan betapa tangguhnya kekuatan tenaga lwekang orang bertubuh gemuk itu.

Dan jika tubuh seorang manusia terhajar telak oleh serangan tersebut, bisa dibayangkan, akan hancur lumat!

Sedangkan batu yang keras saja telah hancur berantakan.

Disaat itulah, orang bertubuh pendek gemuk itu jadi sangat murka.

Dengan penasaran dia telah mengeluarkan suara bentakan lagi.

Dan dia telah melancarkan serangan yang lebih kuat lagi.

Kali ini orang yang bertubuh pendek gemuk itu sekaligus melancarkan serangan dengan dua jurus, kekiri dan kekanan seperti juga akan mengurung agar Eng Song tidak memiliki kesempatan buat dapat menghindarkan diri.

Saat itu Eng Song yang melihat tangan si gemuk pendek yang telengas seperti itu, tentu saja jadi murka.

Kali ini Eng Song tidak melompat mundur atau berusaha mengelakkan diri.

Dia telah mengempos semangatnya dan telah melancarkan tangkisan dengan mengerahkan sebagian besar dari tenaganya pada kedua telapak tangannya.

"Plakkkkkk!!"

Terdengarlah suara bentrokan antara dua kekuatan tenaga dalam yang bukan main, disusul oleh suara seruan tertahan dari orang bertubuh pendek gemuk itu, karena dia telah terhuyung-huyung akan rubuh.

Eng Song tidak mau membuang-buang waktu.

Dengan mengeluarkan suara seruan nyaring, dia telah melompat menerjang maju kearah si gemuk pendek itu sambil melancarkan serangan lagi.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tentu saja kegesitan yang diperlihatkan oleh Eng Song telah membuat si gemuk pendek jadi terperanjat bukan main, dia tengah terhuyung begitu akan rubuh, mana dia memiliki posisi yang baik dalam keadaan demikian?

Jika dia memaksakan diri untuk merangkis, tentunya akan membuat dia rubuh terjungkel dan menderita luka didalam yang tidak ringan.

Sedang si gemuk terkejut begitu, tiba-tiba berkelebat beberapa sosok bayangan.

Rupanya keenam kawan dari si gemuk pendek itu telah melancarkan serangan untuk menangkis serangan yang dilancarkan Eng Song.

Dan tangkisan mereka itu benar-benar sangat kuat, disamping dua orang diantara mereka telah melancarkan serangan kearah jalan darah mematikan dipunggung Eng Song.

Tentu saja mau tidak mau memang Eng Song harus menarik pulang serangannya jika dia tidak mau terserang olch terjangan keenam kawannya si gemuk pendek.

Dan dia telah melompat mundur kebelakang, untuk membebaskan diri dari kepungan keenam orang itu.

Dengan cara begitu, si gemuk pendek juga telah tertolong oleh kawan-kawannya.

Dia telah berhasil diselamatkan dari serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.

Kenyataan seperti ini tentu saja telah membuat Eng Song jadi mendongkol sekali.

Dengan mengeluarkan seruan keras, dia telah menekuk sedikit kedua lututnya.

Tahu-tahu kedua tangannya telah digerak-gerakkannya dengan kuat sekali.

Dari kedua telapak tangannya itu telah rneluncur keluar angin serangan yang kuat bukan main.

Dan bagaikan angin puyuh, tampak tubuh keenam kawan si gemuk telah terlontarkan, terpelanting diatas tanah, kejengkang dalam keadaan pingsan!

Semangat si gemuk pendek tentu saja jadi terbang bagaikan meninggalkan raganya.

Karena biar bagaimana memang dia telah melihatnya bahwa kepandaian Eng Song luar biasa sekali.

Seperti tadi sekali menggerakkan sepasang tangannya, dia telah berhasil untuk merubuhkan keenam orang kawan-kawannya.

Tentu saja hal itu merupakan suatu kejadian yang sangat langka, apa lagi mengingat keenam orang kawannya itu masing-masing memang memiliki kepandaian yang cukup tinggi.

Si gemuk bertubuh pendek, tanpa berpikir dua kali telah membalikkan tubuhnya.

Maksudnya akan mengangkat kaki seribu untuk kabur meninggalkan tempat itu menyelamatkan jiwanya.

Namun apa celaka, Eng Song yang memang tengah berada dalam keadaan gusar sekali, telah mengeluarkan suara bentakan nyaring.

Dan sepajang tangannya itu kembali telah bergerak melancarkan serangan kepada si gemuk pendek.

Telak sekali serangkum angin serangan yang meluncur keluar dari kedua telapak tangannya itu menghantam punggung si gemuk pendek, maka tanpa ampun tubuhnya yang gemuk pendek itu telah terjungkel ngusruk, dan telah mencium tanah, lalu pingsan tidak sadarkan diri!

Eng Song telah berdiri tegak seperti semula, dia telah menghela napas.

"Hemmm... ternyata kepandaian mereka hanya kepandaian bangpak belaka!!"

Kata Eng Song mengumam seorang diri saking mendongkolnya.

"Ya... memang anak buahku itu tidak punya gunanya!"

Kata suara yang telah mengejutkan Eng Song, karena terdengar begitu tiba-tiba sekali.

"Mereka memang tidak memiliki kepandaianCHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

apa-apa.... tetapi apakah aku boleh mengetahuinya mengapa kau telah begitu bernafsu untuk mencari diriku?"

Eng Song membalikkan tububnya, dia melihatnya seorang lelaki bertubuh tinggi kurus, dengan wajah yang pucat dan sepasang mata yang cekung dan rambut yang jarang.

Hanya dari matanya yang cekung itu memancarkan sorot yang sangat tajam sekali.

Dengan sendirinya memperlihat kewibawaan dari orang itu, mau tidak mau memang terlihat agung dan angker sekali, penuh kewibawaan, karena dari sorot matanya yang tajam itu memperlihatkan bahwa dia memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi dan tenaga dalam yang sangat sempurna sakali.

"Siapa kau?"

Tanya Eng Song dengan suara yang dingin.

"Aku orang yang sedang kau cari!"

Menyahuti orang yang kurus itu.

"Ihhh, engkaukah Ciang Ku Su?"

Tegur Eng Song tambah terkejut.

Karena tadi saja dia memang telah terkejut, sebab dia telah melihatnya betapa memang kenyataannya Eng Song tidak dapat mengetahui kapan orang itu berada ditempat tersebut, hal itu memperlihatkan bahwa ginkang (ilmu peringan tubuh) dari orang itu sangat tinggi sekali.

"Benar! Tepat sekali!"

Kata orang yang ternyata Ciang Ku Su.

"Akulah orang yang kau cari! Ada urusan apakah sehingga engkau begitu bernafsu untuk bertemu denganku?"

"Aku ingin menanyakan juga kepadamu, mengapa setiap orang yang lewat dipegunungan Po-ling-san harus dibinasakan? Bukankah kalau aku memiliki kepandaian yang rendah, akupun telah terbinasa ditangan orang suruhanmu, Bwee Siang Kwan?"

Mendengar perkataan Eng Song, wajah Ciang Ku Su tampak berobah, sepasang matanya tampak agak menyipit, namun akhirnya tampak biasa lagi, wajahnya pulih seperti semula dan telah tersenyum tawar.

"Itu merupakan peraturanku!"

Katanya kemudian dengan suara yang hambar.

"Peraturan yang gila!"

"Hemmm, setiap peraturan harus ditaati dan dilaksanakan.

"Tetapi kukira Po-ling-san bukan milikmu!"

Kata Eng Song.

"Hemmm, walaupun begitu, namun kenyataannya memang sangatlah menarik sekali jika ada orang yang membandel melewati jalan itu dan menemui kematian! Coba kau bayangkan, bukankah itu merupakan suatu hal yang menarik sekali! Aku telah mengeluarkan sejumlah yang tidak sedikit, maka dari itu, peraturan yang diadakan memang harus dilaksanakan!"

Dan setelah berkata begitu, Ciang Ku Su telah tertawa dingin berulang kali.

Seperti juga dia tengah meremehkan Eng Song.

Tentu saja Eng Song tambah gusar saja melihat sikap orang she Ciang yang ugal-ugalan ini.

"Hemmmmm....... jika begitu, manusia sebangsa kau ini memang harus dibasmi!!"

Kata Eng Song dengan suara yang tidak kalah dinginnya.

"Dan juga memang harus dapat pula kau pertanggung jawabkan segala kejahatan yang telah kau lakukan!"

Dan setelah berkata begitu, tahu-tahu tangan kanan Eng Song bergerak secepat kilat, disusul suara bentakannya .

"Jaga serangan.....!"

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song sesungguhnya merupakan serangan yang bukan main kuatnya, dan mengandung tenaga serangan yang dahsyat.

Tetapi Ciang Ku Su hanya tampak berdiri tenang-tenang saja ditempatnya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Waktu serangan yang dilancarkan oleh Eng Song hampir tiba, dengan cepat sekali dia telah menggerakkan tangan kanannya, menyentil keras.

"Trakkkkkk!!"

Jari tangannya berhasil menyentil telapak tangan Eng Song.

Aneh!

Dan memang cukup luar biasa.

Begitu telapak tangan Eng Song kena disentil oleh Ciang Ku Su, tubuh pemuda ini tergetar, dia merasakan seperti ada serangkum angin serangan yang terlalu kuat merangsek pada dirinya.

Tentu saja Eng Song jadi merasa kaget bukan main, dia segera menyadari bahwa Ciang Ku Su memang memiliki kepandaian yang sangat tangguh dan tidak bisa dibuat main.

Tetapi Ciang Ku Su juga tidak kurang perasaan kagetnya, karena dia merasakan tangannya itu sakit bukan main.

Tenaga serangan dari Eng Song juga telah menggetarkan kuda-kuda kakinya.

Kalau memang sejak tadi Ciang Ku Su tidak bersiap sedia dengan kepandaian dan tenaga yang dikerahkan, tentunya kuda-kuda kedua kakinya itu akan tergempur dan dia akan terhuyung.

Karena peristiwa tersebut, dengan sendirinya Ciang Ku Su jadi kaget dan menduga-duga entah siapa pemuda yang tangguh ini.

Dan juga Ciang Ku Su telah memperhatikan tadi cara menyerang dari Eng Song, namun ia tidak berhasil menemui siapa sesungguhnya guru dari pemuda dihadapannya ini, dan juga dari aliran mana.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, disaat itu Eng Song cepat bukan main telah melancarkan serangan lagi.

Gerakan yang dilakukannya itu mengandung tenaga serangan yang dahsyat.

Sepasang tangannya telah bergetak berbareng, dan tangan kanannya itu menyilang didepan dadanya, kaki kirinya dimajukan dua dim dan ditekuk sedikit, lalu tubuhnya doyong kesebelah kanan, setelah itu Eng Song mengeluarkan suara bentakan keras, dengan mengibaskan kedua tangannya itu sekaligus.

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song ini bukan main kuatnya.

Dan segera juga terlihat angin serangan yang menyambar kearah Ciang Ku Su telah membuat tubuh orang she Ciang itu bergoyang-goyang.

Hal ini menunjukkan bahwa tenaga serangan yang dilancarkan oleh Eng Song bukan main kuatnya.

Di samping itu, tampak juga betapa serangan yang terlalu hebat itu, juga di samping tenaga yang ampuh, dan juga di samping kekuatan yang dilancarkan oleh Eng Song, telah membuat terkejut orang she Ciang itu.

Setidak-tidaknya, dengan adanya kejadian seperti itu telah membuat Ciang Ku Su mengeluarkan seruan keras dan cepat-cepat mengerahkan tenaga dalamnya, disalurkan pada kedua tangannya lalu menangkis.

Dengan cara demikian, berarti dia telah mempengunakan keras dilawan dengan keras.

Dan biasanya jika keras dilawan dengan kekerasan, maka disaat itulah merupakan suatu penentuan untuk dua orang jago yang masing-masing memiliki tenaga lwekang yang sangat kuat.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dan bertempur dengan mempergunakan mengadu kekuatan tenaga dalam seperti malah lebih berbahaya jika dibandingkan dengan cara bertempur mempergunakan senjata tajam.

Karena jika ada salah seorang diantara kedua orang yang tengah mengadu kekuatan yang lebih lemah tenaga dalamnya, tentu akan membuat lawan tersebut rubuh terguling dan juga akan binasa dengan luka yang berat.

Atau seringan-ringannya akan menderita luka didalam yang parah dan menyebabkan tubuhnya menjadi bercacad.

Di antara semua itu tampak jelas sekali, bahwa segalanya yang ada telah menyebabkan kedua orang itu telah melakukam tindakan untuk saling gempur.

Begitu juga halnya dengan Eng Song dan Ciang Ku Su.

Kedua orang ini telah melancarkan tenaga dalam mereka masing-masing.

Terdengar suara benturan yang keras kembali.

Namun disaat itulah Ciang Ku Su mengeluarkan suara seruan keras, karena tubuhnya seketika itu pula telah kejengkang disampok oleh kekuatan tenaga dalam yang berada diluar dugaannya.

Ternyata Eng Song yang tengab bergusar, telah mempergunakan ilmu simpanannya.

Dia telah melancarkan serangan dengan pukulan yang luar biasa kuatnya.

Di antara mendesirnya angin serangan yang kuat itu, maka tubuh Ciang Ku Su telah terpelanting.

Dengan penuh kemurkaan, dengan cepat Ciang Ku Su telah mencelat bangun.

Dan telah melompat akan melancarkan serangan lagi kepada Eng Song dengan murka.

Namun Eng Song mana mau memberikan kesempatan kepada Ciang Ku Su?

Begitu melihat Ciang Ku Su melompat bangkit, dia telah melancarkan serangan lagi.

Malah serangan yang dilancarkannya bukan main kuatnya.

Tenaga dalam yang bukan main kuatnya, sehingga membuat tubuh Ciang Ku Su bergetar keras sekali.

Namun Ciang Ku Su juga bukan orang sembarangan.

Tidak percuma dia telah memiliki anak buah yang masing-masing memiliki kepandaian yang tinggi.

Maka dari itu, disaat tubuhnya tengah bergoyang-goyang seperti akan rubuh itu, dia telah mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur, lalu tangan kanannya dihantamkan keras sekali, dan tangan kirinya dengan jari tangan terpentang akan menghantam batok kepala Eng Song.

Gerakan yang dilakukan oleh Ciang Ku Su ini sangat nekad sekali.

Karena dia sudah tidak memperdulikan serangan Eng Song pada dirinya.

Yang diinginkan olehnya asal dapat menghantam telak batok kepala Eng Song.

Tentu saja hal ini telah mengejutkan Eng Song, sebab pemuda ini menyadari betapa hebatnya tenaga serangan yang pergunakan oleh Ciang Ku Su.

Dan yang paling berbahaya adalah tengan kiri dari Ciang Ku Su, yang telah meluncur akan menghantam batok kepalanya.

Dengan mengeluarkan seruan keras, Eng Song menarik pulang tangan kanannya, dia akan mengibaskan tangan kanannya itu untuk menangkis.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dan disaat itulah, Eng Song yang mengangkat kepalanya untuk menangkis serangan tangan kiri Ciang Ku Su, jadi mementang matanya karena dia sangat terkejut bukan main.

Dilihatnya tangan kiri dari Ciang Ku Su hanya memiliki empat jari belaka, sebab jari kelingkingnya telah terputuskan!

Tentu saja apa yang dilihatnya ini tidak pernah diduga sebelumnya.

Dengan mengeluarkan suara raungan Eng Song menangkis keras.

Tubuh Ciang Ku Su terpental keras dan ambruk bergulingan ditanah.

Namun sebagai seorang yang memiliki kepandaian yang bukan main tingginya, dia telah melompat bangun kembali tanpa kurang suatu apapun juga.

Saat itu Eng Song telah berdiri tegak dengan sikap yang bengis sekali.

"Hemmm.... kiranya engkau! Kebetulan sekali, memang aku tengah mencari-cari engkau! Siapa tahu Ciang Ku Su ternyata adalah musuh besarku juga!!"

Mendesis Eng Song dengan suara yang dingin.

Ciang Ku Su sebetulnya tengah murka sekaIi karena dirinya bisa dirubuhkan begitu rupa oleh lawannya, dia bermaksud akan melancarkan serangan lagi dengan gerakan yang cepat.

Namun mendengar perkataan Eng Song, dia jadi melengak kaget dan heran.

"Hemmm, siapa kau sesungguhnya?"

Bentak Ciang Ku Su bengis.

"Aku she Ma dan bernama Eng Song! Namun keluargaku tidak memiliki sangkut paut apa dengan peristiwa ini! Namun engkau ingat tidak dengan Ang Sam Kay? Pengemis tua yang malang dan telah kau hadiahi dengan telapak tangan kirimu didadanya itu setelah kau membinasakan kedelapan hweshio pengurus kuil Ban song sie?"

Mendengar perkataan Eng Song, muka Ciang Ku Su berobah hebat.

Dia sampai mengeluarkan seruan terperanjat dan undur kebelakang beberapa langkah.

Tampaknya dia terkejut bukan main dan telah memandang dengan sorot mata bertanya-tanya.

"Hemmmm.... engkau ada sangkut paut dan hubungan apa dengan Ang Sam Kay?!"

Tegurnya kemudian dengan suara yang bengis.

"Aku adalah orang yang pernah ditolong oleh paman Ang Sam Kay, maka dari itu, akupun sekarang harus membalaskan sakit hatinya! Ohhh, Thian sungguh memiliki mata, sehingga aku telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan pernbunuh Ang Sam Kay!"

Muka Ciang Ku Su berobah lagi, tampak tubuhnya juga agak tergetar.

Saat itu Eng Song yang telah yakin bahwa orang ini adalah yang telah membinasakan Ang Sam Kay, telah mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main.

Tampak tubuhnya telah mencelat tinggi sekali, dia telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kedua telapak tangannya.

Karena mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya sebagai lawan ini adalah orang yang tengah dicari-carinya yang telah membinasakan Ang Sam Kay, maka Eng Song melancarkan serangan yang jauh lebih hebat dari serangannya yang semula.

Cepat sekali serangan Eng Song menyambar datang, dan tenaga serangan itu menderu-deru keras bukan main.

Di saat itulah, terlihat sesuatu hal yang sangat mengerikan sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dengan cepat bukan main, Ciang Ku Su tidak mau diam.

Dia juga telah menangkisnya.

Biar bagaimana kagetnya Ciang Ku Su, tetap saja dia harus menangkisnya, karena dia menyadarinya bahwa tenaga-tenaga serangan yang dipergunakan oleh Eng Song merupakan serangan yang mematikan.

Maka dari itu, Ciang Ku Su tidak mau jika harus bercelaka dibawah tangan Eng Song.

Itulah sebabnya dia telah menangkisnya.

Dia melakukan tangkisannya itu dengan mengerahkan hampir seluruh kekuatan tenaga lwekangnya.

Dan terjadilah bentrokan yang hebat sekali.

Celakalah buat Ciang Ku Su!

Karena begitu tenaga mereka saling bentrok dengan keras, disaat itu pula telah terjadi benturan yang tidak kepalang tanggung.

Dan tampak jelas sekali, tubuh dari Ciang Ku Su telah terpental keras.

Sedangkan Eng Song telah berdiri tegak dengan tubuh yang kaku, mengandung kekuatan tenaga dalam yang melindungi seluruh tubuhnya itu.

Mata Eng Song juga telah memandang dengan sorot mata sangat tajam sekali.

Tampakaya dia begitu bernafsu sekali untuk turun tangan mencabut nyawa dari orang yang telah membinasakan Ang Sam Kay.

Memang dihadapan kuburan Ang Sam Kay, Eng Song pernah bersumpah bahwa ia akan membalaskan sakit hatinya.

Maka dari itu, sekaranglah saatnya.

Melihat Ciang Ku Su telah rebah terguling-guling ditanah begitu rupa, dia telah mendengus dengan suara mengejek.

"Hemmmm....!"

Dengusnya.

Dan juga Eng Song telah menggerakkan kedua tangannya dengan cara terbuka, dia menggerakkan perlahan-lahan, seperti sedang menebarkan sesuatu!

Dan tampaklah, dikedua telapak tangan Eng Song berbintik-bintik merah, sehingga tampaknya bagaikan ada cairan darah yang memenuhi kedua telapak tangannya itu.

Dan yang mengejutkan hati Ciang Ku Su, dia telah melihatnya, betapa dari kedua telapak tangan Eng Song seperti mengalir keluar angin serangan yang berkelompok kecil-kecil, sehingga menyerupai bunga-bunga tenaga gempuran.

Ciang Ku Su mengeluh.

Namun biar bagaimana memang Ciang Ku Su memiliki kepandaian yang tinggi, dia mana mau dicelakai begitu rupa oleh lawannya.

Dengan cepat telah melompat berdiri, berusaha untuk menjauhkan diri.

Namun serangan gelombang dari tenaga dalam dari yang telah mengalir keluar itu bagaikan bunga-bunga yang telah berguguran mengurung diri Ciang Ku Su.

Merasakan betapa tekanan dari gelebung tenaga serangan itu bukan main hebatnya, menimbulkan perasaan sakit dan napasnya menyesak, Ciang Ku Su mengeluarkan suara jeritan kaget, lalu berusaha menyalurkan seluruh kekuatan yang ada padanya.

Disertai oleh gerangannya yang menyeramkan, dia telah menggerakan kedua tangannya dengan sekaligus juga mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Maka disaat itulah telah terjadi suatu hal yang sangat mengejutkan.

Karena begitu tenaga dalam yang disalurkan oleh Ciang Ku Su itu menyambar datang, maka itulah telah terdengar suara bentrokkan yang keras sekali.

Disusul juga oleh terpentalnya tubuh Ciang Ku Su keras sekali.

Dia telah terguling-guling ditanah dan mengeluarkan suara erang kesakitan.

Tampaknya akibat bentrokan tenaga dalam diantara mereka berdua, maka Ciang Ku Su merasakan tenaga dalamnya itu telah bergolak, sehingga hawa murni ditubuhnya telah tergempur dan dia telah menderita luka yang tidak ringan.

Sedangkan Eng Song sendiri juga terkejut sekali, karena waktu tenaganya saling bentrok dengan tenaga serangan Ciang Ku Su, dia merasakan pergelangan tangannya nyeri dan napasnya menyesak.

Dia cepat-cepat mengerahkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya.

Untuk memulihkan goncangan yang diterimanya.

Dengan cepat sekali, dia telah mengeluarkan bentakan lagi dan melancarkan serangan pula.

Gerakan yang dilancarkan oleh Eng Song merupakan serangan yang mengandung tenaga menggempur yang bukan main hebatnya, sehingga tubuh dari Ciang Ku Su telah bergoyang-goyang akan rubuh.

Ciang Ku Su mati-matian telah berusaha mempertahankan diri dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada padanya, namun dia gagal.

Tubuhnya telah terpental lagi.

Ketika ambruk diatas tanah, dia telah memuntahkan darah segar.

Tentu saja hal ini mau tidak mau memang membuat Ciang Ku Su jadi pecah nyalinya.

Tadinya dia menyangka bahwa pemuda ini tentunya tidak sehebat apa yang dilihatnya sekarang.

Setidak-tidaknya usia Eng Song yang masih begitu muda, tentu hanya memiliki kepandaian biasa saja.

Maka dari itu, tadi dia telah memandang sebelah mata dan meremehkannya.

Namun siapa sangka, sekarang Ciang Ku Su telah melihatnya bahwa tenaga serangan Eng Song luar biasa.

Malah yang hebat, dia telah berulang kali dirubuhkan oleh Eng Song.

Inilah suatu hal yang belum pernah terjadi seumur hidupnya, mau tidak mau mengejutkan hatinya.

Apa lagi sekarang ini memang dia telah memuntahkan darah.

Dengan murka dia memandang bengis kepada Eng Song, biar bagaimana dia jadi kalap dan nekad dan bermaksud akan mengadu jiwa dengan Eng Song untuk mati bersama-sama.

Hal itu disebabkan karena Ciang Ku Su merasa malu telah dirubuhkan berulang kali oleh lawannya.

Maka dari itu, dengan sendirinya dia telah bermaksud menebus rasa malunya itu.

Dia bertekad biar bagaimana memang harus dapat membinasakan Eng Song.

Namun kenyataannya, Eng Song terlalu tangguh.

Dengan tenang, Eng Song juga telah membalas tatapan Ciang Ku Su.

Sikap Eng Song tenang dan menanti saja.

Dia telah tersenyum mengejek juga.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dengan tubuh gemetaran karena mengerahkan dan menyalurkan seluruh tenaga yang ada padanya, Ciang Ku Su tahu-tahu telah menjejakan kakinya.

Tubuhnya telah mencelat ketengah-tengah udara dengan gerakan yang cepat sekali.

Dia telah melancarkan serangan yang luar biasa bukan main, mengandung kekuatan yang mematikan.

Di saat itulah, dengan cepat Eng Song mengempos semangatnya.

Dia menangkis lagi.

"Bukkkkkkk!!"

Buyarlah gelembung-gelembung dari tenaga dalam Eng Song, karena bentrokan yang terjadi.

Tetapi tenaga yang bergelembung dan telah buyar itu bukan untuk lenyap.

Melainkan telah mengurung diri Ciang Ku Su, lalu menimpah dari berbagai arah.

Dengan cepat sekali terdengar suara jeritan yang keras, disertai oleh tubuh Ciang Ku Su yang telah berguling-guling ditanah.

Dengan sendirinya, hal ini memperlihatkan bahwa Ciang Ku Su menderita sekali.

Maka dari itu, tidak membuang kesempatan yang ada, Eng Song kembali telah mengempos semangat dan tenaga dalamnya, dia telah melancarkan serangan lagi dengan gerakan yang luar biasa kuatnya.

"Bukkkkk!"

Tubuh Ciang Ku Su telah dihantam telak sekali oleh tenaga serangan Eng Song.

Tubuh Ciang Ku Su telah melambung ketengah udara dengan cepat, dan tampaknya akan terbanting keras ditanah.

Namun Ciang Ku Su benar-benar kedot.

Sebelum tubuhnya terbanting ditanah, dia telah berjumpalitan dengan tubuh yang mengejang kaku, dan bagaikan selempeng papan, tubuh itu meluncur turun.

Ketika kedua kakinya hinggap diatas tanah, maka secepat kilat dia telah melancarkan serangan dengan kekuatan tenaga dalam yang bukan main hebatnya.

Rupanya Ciang Ku Su selain bersakit hati juga penasaran sekali.

Maka dari itu, tanpa memperhitungkan kembali bahaya yang bisa menimpah dirinya, dia telah melancarkan serangan yang begitu hebat.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main kerasnya dan mengandung tenaga serangan yang dahsyat sekali, sehingga terlihat betapa kedua tangannya itu seperti bertambah panjang beberapa dim, dan telah terjulurkan akan mencengkeram berbareng menghantam dada Eng Song.

Eng Song mendengus tertawa dingin mengejek, tahu-tahu tubuhnya telah berputar.

Dengan cara berputar begitu, maka tenaga serangan dari Ciang Ku Su telah di lenyapkan.

Dan membarengi dengan lenyapnya tenaga serangan tersebut.

Eng Song telah membarengi dengan menghantamkan kembali pukulan gelembung Bunganya itu.

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song bukan main dahsyatnya.

Jilid 10 HAL ITU disebabkan Eng Song telah berpikir, dia tidak boleh terlalu berayal lagi menghadapi lawannya ini.

Dan dia memang tidak boleh terlalu lama memberikan kesempatan pada Ciang Ku Su hidup terus, berarti hanya akan merongrongnya belaka.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Itulah sebabnya kali ini Eng Song telah melancarkan serangan yang menentukan.

Selain tenaga serangannya itu telah semakin keras dan kuat, juga telah mengincar bagian yang sangat berbahaya sekali ditubuh Ciang Ku Su.

Ciang Ku Su yang melihat serangannya itu dapat dielakkan oleh lawannya, jadi murka.

Dia tidak memperdulikan ancaman tenaga serangan Eng Song, melainkan telah melancarkan pukulan berikutnya pula dengan nekad.

"Braakkkkkk! Bukkkkk!"

Terdengar dua kali suara benturan yang keras.

Dan tampak tubuh Ciang Ku Su terpental keras.

Dan tampak tubuh Ciang Ku Su telah terpental keras, begulingan ditanah setelah terbanting dengan keras.

Begitu juga Eng Song, pemuda berbaju putih ini telah terlempar dan rubuh diatas tanah.

Namun dengan cepat Eng Song bangkit kembali, cuma kepalanya dirasakan agak pening akibat gempuran tenaga dalam Ciang Ku Su.

Sedangkan Ciang Ku Su sendiri merasakan dunia seperti berputar dan langit seperti runtuh menimpah kepalanya.

Dia mengeluh.

Namun sungguh luar biasa Ciang Ku Su ternyata seorang yang kedot sekali.

Dia dapat berdiri kembali, walaupun tidak segesit Eng Song.

Diam-diam Eng Song jadi merasa kagum juga melihat kekedotan lawannya itu.

Ciang Ku Su telah diserangnya berulang kali dengan hantaman yang keras dan mematikan.

Namun selama itu Ciang Ku Su masih juga dapat untuk berdiri pula dengan memberikan perlawanan yang gigih pada Eng Song.

Itulah suatu daya tahan yang sangat mengagumkan sekali.

Namun Eng Song teringat juga bahwa lawannya ini adalah manusia yang telah membunuh Ang Sam Kay, dan merupakan musuhnya.

Mau tidak mau, biar bagaimana Ciang Ku Su harus dibinasakan.

Maka dari itu, dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main, tampak Eng Song telah melompat pula dengan gerakan tubuh yang ringan, badannya telah melambung ditengah-tengah udara, disamping itu kedua tangannya telah digerakkan dengan cepat sekali, dia telah menghantam.

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song telah mengejutkan Ciang Ku Su.

Dia merasakan semangatnya terbang meninggalkan raganya.

Nyalinya telah pecah disaat itu juga.

Biar bagaimana Ciang Ku Su seorang manusia juga, walaupun dia merupakan seorang jago yang memiliki kepandaian yang luar biasa.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika disaat menghadapi bahaya kematian seperti itu, dia jadi menggidik ngeri juga.

Dan segera pula dia jadi terpikir untuk melarikan diri saja.

Cepat bukan main, dia telah mengeluarkan suara teriakan yang keras sekali.

Tahu-tahu tangannya itu telah digerakkan untuk menangkis.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Namun kali ini Ciang Ku Su menangkis dengan mempergunakan siasat.

Waktu dia menangkis, seakan juga dia telah mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya.

Dan setelah itu, disaat tenaga mereka akan bentrok.

Ciang Ku Su telah menarik pulang tenaga dalamnya dan telah meminjam tekanan tenaga dalam dari Eng Song, sehingga tubuhnya telah mencelat sejauh belasan tombak!

Karena Ciang Ku Su juga telah membarengi dengan jejakkan kakinya, membuat tubuhnya dapat melambung begitu jauh.

Setelah kedua kakinya menginjak tanah, dia memutar tubuhnya untuk kabur.

Eng Song terkejut melihat tubuh Ciang Ku Su yang terpental sampai belasan tombak dia memandang kesima.

Tetapi akhirnya pemuda ini tersadar apa yang telah terjadi, maka dengan penuh kegusaran Eng Song telah membentak dengan suara yang nyaring sekali .

"Hendak kabur kemana kau?"

Teriaknya dengan suara yang bengis.

Dan suara bentakannya itu bukan main bengisnya, tubuhnya juga dengan cepat telah mencelat dan mengejar lawannya itu.

Ciang Ku Su mengempos seluruh sisa tenaganya, dia telah berusaha untuk melarikan diri.

Namun biar bagaimana dia juga agak kuatir kalau-kalau dirinya dapat dikejar oleh lawannya.

Dia memiliki pikiran dan kekuatiran seperti itu, karena Ciang Ku Su melihatnya Eng Song mengejarnya dengan gerakan yang ringan dan cepat sekali.

Ciang Ku Su jadi mengeluh sendirinya.

Tetapi dia juga terus pula mengerahkan seluruh sisa tenaganya, berusaha melarikan diri menjauh dari lawannya itu.

Apa yang dilakukannya itu untuk melepaskan diri dari kejaran yang dilakukan oleh Eng Song.

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 13 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ ENG SONG gusar sekali melihat kelicikan lawannya itu, karena tadi dia telah mengerahkan tenaga dan meminjam tenaga serangan Eng Song untuk melepaskan diri.

Dengan cara begitu Ciang Ku Su telah memperlihatkan kelicikannya dan untuk menyelamatkan jiwanya.

Tetapi Eng Song mana mau melepaskan lawannya begitu saja?!

Dengan cepat dia telah mengempos seluruh kekuatan yang ada padanya, dia telah mengejarnya seperti juga tubuhnya itu terbang.

Sepasang kakinya bagaikan tidak menginjak tanah, dan didalam waktu yang sangat singkat sekali dia telah dapat memperpendek jarak mereka, hanya terpisah beberapa tombak lagi saja.

Di saat itulah Eng Song telah memperhitungkannya masak-masak.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang keras, dia telah mengayunkan sepasang tangannya yang didorongnya kemuka, dan bentaknya .

"Rubuhlah kau!!"CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Saat itu Ciang Ku Su tengah berlari-lari dengan perasaan takut mulai menguasai jiwanya.

Tiba-tiba dia merasakan punggungnya seperti juga dihantam keras sekali oleh sesuatu, dia mengeluarkan seruan kaget dan telah terguling rubuh ditanah.

Pandangan matanya juga seketika itu pula telah gelap, dan dia telah gemetaran diatas tanah.

Hal itu disebabkan yang dihantam oleh kekuatan tenaga lwekang Eng Song adalah jalan darah Pian-sian-hiatnya Ciang Ku Su.

Dengan sendirinya, dia jadi begitu menderita kesakitan.

Dengan cepat Eng Song telah tiba didekatnya.

"Hemmmm....... biar bagaimana hari ini engkau tidak mungkin lolos dari kematian!!"

Kata Eng Song dengan suara yang dingin.

Dan sambil berkata begitu, Eng Song telah mengayunkan tangan kanannya, tenaga dalamnya telah disalurkan pada telapak tangannya itu.

Karena dia bermaksud akan menghajar hancur batok kepala lawannya.

Tentu saja hal ini telah membuat Ciang Ku Su ketakutan bukan main.

Dia merasakan menyambarnya angin serangan yang kuat.

"Tahan!"

Teriaknya gugup. Eng Song menahan telapak tangannya itu.

"Hemmmmmm, kau takut mampus?"

Bentak Eng Song dengan suara mengejek.

"Aku ingin mengatakan sesuatu!"

Kata Ciang Ku Su kemudian.

"Cepat katakan!"

"Yang membunuh......... yang membunuh........"

Tetapi Ciang Ku Su tidak sempat meneruskan perkataannya itu.

"Engkau ingin mengatakan bahwa kematian Ang Sam Kay bukan disebabkan tanganmu, bukan ?"

Tegur Eng Song dengan suara yang dingin. Ciang Ku Su mengangguk cepat. Wajahnya tampak pucat pias sekali.

"Benar!"

"Hemmmmm, apakah kau anggap aku ini anak bayi yang bisa didustai oleh kau?"

Tanya Eng Song dengan suara yang mengejek.

Namun belum lagi Eng Song sempat untuk meneruskan perkataannya itu, tampak pemuda ini jadi mengeluarkan seruan tertahan, karena dengan tiba-tiba sekali Ciang Ku Su yang dalam keadaan terdesak dan terjepit seperti itu telah menjadi nekad dan menghantamkan telapak tangannya kearah perut Eng Song.

Hal itulah yang telah membuat Eng Song mengeluarkan suara teriakan kaget.

Namun pemuda ini memiliki mata yang jeli, dia dapat melihat gerakan lawannya, maka dia berhasil untuk mengelakkan serangan tersebut dengan mengempiskan perutnya dan melompat mundur kesamping.

Gerakannya itu menyebabkan serangan Ciang Ku Su jatuh ditempat kosong.

Dan tanpa membuang-buang waktu lagi Eng Song telah mengayunkan tangan kanannya.

Dihajarnya telak sekali batok kepala Ciang Ku Su keras bukan main.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

"Plakkkkkk!"

Pecahlah batok kepala dari orang she Ciang tersebut.

Segera pula darah bercampur poloh telah mengalir keluar.

Di antara semua itu, tanpa dapat megeluarkan suara jeritan lagi, tampak tubuh Ciang Ku Su telah terguling diatas lantai.

Dia menggeletak tanpa bernyawa lagi......!

Melihat Ciang Ku Su berhasil dirubuhkannya, Eng Song berdiri sejenak sambil menghela napas.

Dia merasa puas dan berduka.

Karena dia merasa telah dapat menunaikan sumpahnya, dapat membalas sakit hati Ang Sam Kay.

Tetapi berduka, karena Eng Song merasakan bahwa didalam rimba persilatan selalu terjadi kekerasan.

Siapa yang kuat pasti akan menang.

Hal inilah yang tidak menggembirakan hati Eng Song, mau tidak mau hal seperti ini telah membuat Eng Song jadi berduka sekali.

Dengan cepat sekali, dia telah menyusutkan telapak tangannya yang berlumuran darah lawannya itu pada bahu mayat Ciang Ku Su.

Setelah itu Eng Song menghela napas, dia menengadah kelangit.

"Paman pengemis Ang Sam Kay dan delapan pendeta yang telah terbunuh ditangan Ciang Ku Su ini, semoga arwah kalian menjadi tenang dengan terbayarnya sakit hati kalian dengan kematian orang she Ciang ini......! Dan berulang kali Eng Song telah menghela napas panjang. Di putar tubuhnya melangkah kecil-kecil dengan sikap lesu akan meninggalkan tempat itu. Tetapi baru melangkah beberapa tindak, disaat itulah dia mendengar suara orang berkata dengan suara mengandung ejekan .

"Hemmmmmm, kepandaian yang kau miliki itu bukanlah suatu kepandaian yang berarti dan tidak bisa dibuat bangga!!"

Suara itu nyaring sekali.

Baru saja Eng Song ingin membalikkan tubuhnya untuk melihat orang yang mengeluarkan kata-kata itu, tiba-tiba dia merasakan mendesirnya angin dingin dibelakang punggungnya.

Eng Song mendengus penuh kegusaran, karena segera juga dia menyadari bahwa dirinya tengah diserang dengan cara membokong oleh seseorang.

Tanpa menoleh, Eng Song telah mengulurkan tangan kanannya kebelakang.

Dia menyentilnya.....

Trikkkkksss!"

Dan seketika itu juga Eng Song merasakan sekujur tubuhnya seperti dikurung oleh hawa dingin yang bukan main, seperti menyusut kedalam tubuhnya.

Tentu saja hati Eng Song jadi tercekat kaget, cepat-cepat pemuda ini telah mengempos tenaga dalamnya, dia menyalurkan kesekujur tubuhnya.

Dan hawa dingin itu dapat diusirnya.

Namun belum lagi pemuda ini sempat melihat orang yang melancarkan serangan itu, telah dirasakannya menyambar kembali serangan gelap itu.

Kembali Eng Song menangkisnya.

Dan kembali pula Eng Song merasakan serangan hawa dingin yang bukan main.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Seketika itu juga si pemuda telah teringat kepada seseorang yang memiliki senjata yang demikian.

Dan Eng Song segera teringat bahwa senjata yang disentilnya itu pasti Sin Tan, peluru ajaib yang dimiliki oleh Cu Sing Hong.

Teringat kepada gadis yang berpakaian serba putih itu, Eng Song jadi mendengus mendongkol.

Entah apa maunya gadis itu mempermainkan dirinya?.

Maka dari itu, sambil mengerahkan tenaga murni ditubuhnya, Eng Song telah membalikkan tubuhnya.

Dan dilihatnya seorang wanita yang cantik bukan main, dengan pakaian serba putih, tengah berdiri dijarak kejauhan dengan dirinya.

Gadis itu tampak tenang sekali, dia tengah memandang kearah Eng Song dengan seulas senyum tersungging dibibirnya, senyuman mengejek.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal ini telah membuat Eng Song jadi tambah mendongkol.

"Hemmm, kiranya Cu Sing Hong Kouwnio! Apa maksudmu melancarkan serangan gelap padaku?"

Tegur Eng Song dengan suara yang tawar. Muka gadis itu tampak berobah hebat waktu Eng Song menyebut namanya. Tampaknya dia kaget sekali pemuda ini mengenali dirinya dan tahu namanya.

"Siapa engkau?"

Tegurnya dengan suara dingin.

"Mengapa kau mengetahui aku bernama Cu Sin Hong. Eng Song tertawa dingin.

"Engkau belum menjawab pertanyaanku, maka mana ada bagusnya jika aku menjawab pertanyaanmu itu?"

Ejek Eng Song. Muka si gadis telah berobah dengan hebat, dia memandang dengan sorot mata yang tajam bukan main.

"Hemmmmm... kau terlalu kurang ajar pemuda ceriwis!"

Katanya.

"Memang aku telah melihat sejak tadi, bahwa engkau bukanlah sebangsa manusia baik-baik!"

Tetapi Eng Song telah tertawa dingin.

"Hemmmm, engkau belum menjawab pertanyaan yang tadi!"

Katanya memperingati si gadis. Si gadis mendengus, lalu katanya .

"Aku menginginkan jiwamu!"

"Tentu harus ada sebabnya!"

"Karena engkau telah membinasakan Ciang Ku Su..."

"Hanya itu saja?!"

"Ya!"

"Dan..... apa hubunganmu dengan Ciang Ku Su?"

Tanya Eng Song lagi.

"Tidak perlu kau tahu! Sekarang kau beritahu kepadaku, dari mana engkau mengetahui namaku?!"

Bentak si gadis dengan suara yang dingin.

"Apakah kau lupa tempo hari pada seorang bocah yang bersama Ang Sam Kay?"

Tanya Eng Song dengan suara yang tawar.

"Itulah aku!"CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

"Ohhh...! si gadis telah mengeluarkan suara seruan tertahan. Memang dia mengenal Ang Sam Kay, maka diingatkan dengan pengemis tua yang telah almarhum tersebut, mau tidak mau dia telah teringat kembali pada bocah yang bersama pengemis itu. Namun disaat itu, si bocah masih terlalu kecil, sedangkan sekarang telah menjadi seorang pemuda yang demikian tampan.

"Ohhh, kiranya engkau!!"

Kata gadis itu kemudian dengan sikap yang dingin sekali.

"Tidak tahunya hanyalah bekas pengemis cilik belaka!"

Mendengar disebut dirinya bekas pengemis cilik, hati Eng Song mendongkol juga.

"Sekarang, apa maksudmu melancarkan serangan membokong pudaku?"

Tegur Eng Song kemudian.

"Hemm, aku tidak membokong, kalau aku mau, akupun dapat melancarkan serangan dengan cara berterang."

"Jelaskanlah, apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku ingin main-main dengan kau beberapa jurus!"

"Boleh! Boleh! Akupun ingin mengetahui kehebatan ilmumu!"

Dan setelah berkata begitu, Eng Song telah bersiap-siap untuk menghadapi gadis cantik tetapi memiliki kepandaian yang tinggi dan Sin Tan yang sangat sakti menimbulkan hawa dingin yang bukan main.

Dengan sendirinya, disamping itu juga, diantara keheningan yang ada pada mereka, terlihat jelas sekali, betapa Cu Sing Hong telah bersiap-siap melancarkan serangan.

Gadis cantik itu telah berdiri dengan sikap yang angker sekali, dia telah memandang tajam pada Eng Song dan tangannya terangkat perlahan-lahan.

Dan Eng Song juga yang mengetahui bahwa gadis ini sangat tinggi kepandaiannya, dengan sendirinya tidak mau meremehkannya.

Eng Song juga telah cepat-cepat bersiap-siap untuk menghadapi serangan yang bagaimana bentuknyapun dari gadis tersebut.

"Nah, kau terimalah seranganku ini!!"

Kata C u Sing Hong dengan suara yang nyaring.

Membarengi dengan suara bentakannya itu, tampak dia telah mendorong dengan mempergunakan kedua telapak tangannya.

Eng Song merasakan samberan serangkum angin serangan yang bukan main hebatnya.

Dan tenaga serangan itu menderu-deru keras sekali, menimbulkan tekanan pada jalan pernapasannya.

Cepat-cepat Eng Song telah mengerahkan tenaga dalamnya, dia menyalurkan enam bagian tenaga murninya dan kemudian telah mengeluarkan suara seruan, dia menangkis serangan dari Cu Sing Hong.

"Bukkkkk......!"

Keras bukan main telah terjadi benturan ditengah udara.

Tubuh Eng Song tahu-tahu telah terpental!

Inilah suatu kejadian yang tidak pernah diduganya, karena dia telah terpental begitu keras dan juga terlontarkan bagaikan tubuhnya seperti daun kering belaka.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tentu saja Eng Song jadi kaget bukan main, karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa kekuatan tenaga serangan gadis yang bertubuh lemah gemulai itu ternyata luar biasa kuatnya.

Mau tidak mau memang dia jadi terperanjat dan cepat-cepat berusaha mengembalikan keseimbangan tubuhnya dengan jalan berjumpalitan ditengah udara, sehingga waktu tubuhnya meluncur turun ditanah, dia telah turun dengan kedua kakinya terlebih dulu.

Di antara menderu angin serangan si gadis, maka Eng Song, juga merasakan betapa tekanan pada beberapa jalan darahnya.

Segera pula pemuda ini menyadarinya bahwa telah terjadi penekanan oleh tenaga tersembunyi dari si gadis pada beberapa jalan darahnya.

Cepat-cepat Eng Song telah mengempos semangatnya, dia menyalurkan tenaga murninya.

Di antara suara bentakan yang dikeluarkannya, maka kedua tangan Eng Song telah bergerak-gerak.

Dari kedua telapak tangannya telah mengalir keluar bungkah-bungkah tenaga dalam yang bergelembung, bagaikan titik-titik bunga yang berguguran.

Tentu saja si gadis Cu Sing Hong jadi terperanjat bukan main.

Dia heran berbareng kaget, sampai mengeluarkan seruan nyaring dan cepat menarik pulang tenaga maupun kedua tangannya.

Hal ini disebabkan dia merasakan gelembung-gelembung dari tenaga dalam Eng Song telah mengurung dirinya.

Dengan mengeluarkan suara tertawa dingin, tampak Cu Sing Hong telah menggerakkan kedua tangannya, berulang kali.

Dengan cepat pula dia telah melancarkan serangan membalas, dia telah melancarkan serangan-serangan dengan mempergunakan tenaga dalam yang tinggi sempurna.

Tetapi Eng Song tadi kena dilontarkan begitu disebabkan kurang waspada.

Sekarang dia telah bersikap jauh lebih tenang dan waspada.

Dengan sendirinya serangan si gadis Cu Sing Hong yang kali inipun telah dapat dihadapinya.

Dia telah berusaha untuk dapat membendung meluncurnya tenaga serangan yang tengah menyambar kearahnya tidak hentinya itu.

Di antara semua itu, di antara mendesirnya angin serangan yang demikian hebat, telah membuat punah seluruh kekuatan yang ada pada tenaga serangan Cu Sing Hong.

Namun si gadis cantik yang berpakaian serba putih itu jadi sangat penasaran sekali.

Dia telah mengeluarkan suara seruan yang keras sekali.

Dan di antara semua itu, dia telah melancarkan pukulan-pukulan yang mematikan.

Setelah beberapa kali serangannya dapat digagalkan, maka kali ini Cu Sing Hong melancarkan serangannya sambil dibarengi dengan melepaskan beberapa Sin Tannya.

Dia telah menyentilnya.

Dengan cepat beberapa buah peluru saktinya itu telah menyambar kearah Eng Song.

Eng Song terkejut, karena merasakan dirinya di serang hawa dingin yang bukan main.

Dan hawa dingin itu seperti juga telah menyelinap kedalam tulang sumsumnya.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tentu saja Eng Song cepat mengempos semangat dan tenaga dalamnya.

Biar bagaimana dia tidak mau jika harus mengalami nasib harus menderita kedinginan disebabkan peluru sakti itu.

Dia juga telah mengeluarkan suara keras, lalu cepat-cepat memutar-mutar kedua tangannya, tidak hentinya, untuk melindungi tubuhnya.

Dengan cara demikian memang Eng Song berhasil juga untuk melindungi dirinya dari serangan hawa dingin yang luar biasa.

Di antara semua itu, Eng Song terpaksa telah mengeluarkan ilmu simpanannya.

"Jagalah serangan!"

Berseru Eng Song dengan suara yang bengis.

Karena Eng Song sangat gusar sekali melihat kelicikan gadis itu, dia tidak berlaku shejie lagi, telah melancarkan serangan dengan mempergunakan tenaga yang sangat kuat sekali, dan tenaga dalamnya itu telah meluncur cepat sekali menyambar kuat kearah si gadis Cu Sing Hong.

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song benar-benar merupakan gerakan yang sangat mematikan.

Tentu saja Cu Sing Hong juga menyadari hal itu, maka dengan cepat dia telah melompat mundur.

Mereka berhadap-hadapan tidak melancarkan serangan dulu.

Setelah saling tatap seperti juga saling menakar kekuatan lawan masing-masing, tahu-tahu secara berbareng keduanya telah melompat menyerang maju sambil melancarkan serangan yang bukan main hebatnya.

Apa lagi memang Eng Song juga memiliki kepandaian yang bukan main tinggi yang diterima dari kedua gurunya yang merupakan tokoh rimba persilatan.

Dengan sendirinya si gadis cantik yang bernama Cu Sing Hong berulang kali harus menderita rasa keterkejutan yang tidak kepalang.

Saat itu, di antara menderunya angin serangan yang luar biasa kuatnya, tampak tubuh kedua orang ini telah berkelebat-kelebat dengan gerakan yang cepat sekali.

Dan Cu Sing Hong jadi penasaran bukan main.

Tidak biasanya dia begini sulit untuk merubuhkan seorang lawan saja.

Apa lagi memang Cu Sing Hong melihat lawannya ini hanyalah seorang pemuda yang berusia masih muda.

Cepat-cepat Cu Sing Hong telah merobah cara bersilatnya, dia telah mengeluarkan suara siulan yang sangat tinggi sekali, melengking nyaring, lalu dibarengi dengan kedua tangannya yang telah digerakkan untuk melancarkan serangan yang luar biasa kuatnya.

Serangan yang dipergunakan oleh si gadis ini menyambar bagaikan gelombang badai yang menerjang kearah Eng Song, memaksa Eng Song mau tidak mau melompat mundur untuk menjauhkan diri sementara dari si gadis.

"Hemmm, jangan harap kau dapat meloloskan diri dari seranganku!"

Mengejek Cu Sing Hong dengan suara yang nyaring sekali.

Si gadis juga bukan hanya sekedar membentak belaka, karena dengan cepat dia telah melancarkan serangan yang beruntun dan dahsyat.

Eng Song merasakan semakin lama semakin bertambah kuat saja.

Sedangkan Cu Sing Hong penasaran karena dia melihat Sin Tannya tidak memberikan hasil sama sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Initah yang telah membuatnya jadi begitu mendongkol bukan main.

Dengan cepat dia telah melancarkan serangan belasan jurus.

Tetapi tidak satu juruspun yang memberikan hasil padanya.

Tentu saja Cu Sing Hong tambah penasaran saja menghadapi kenyataan seperti ini.

Dengan cepat bukan main, dia telah mengulangi beberapa jurus serangannya.

Dan setiap serangannya memang ditambahi tenaga serangan yang lebih dahsyat.

Setelah bertempur sekian lama, akhirnya Eng Song merasakan bahwa telah cukup dia mengalah menerima serangan-serangan dari si gadis she Cu tersebut.

Dengan cepat, dikala dia berhasil mengelakkan serangan si gadis yang terakhir, dia telah mementang kedua tangannya, lalu dia telah mementangnya dengan mengeluarkan suara bentakan keras.

Dengan dibentangnya kedua telapak tangannya itu, maka meluncur serangan tenaga dalam yang berkelompok-kelompok kearah Cu Sing Hong.

Serangan seperti ini merupakan serangan yang sangat berbahaya sekali, sebab dengan adanya serangan seperti ini telah membuat si gadis seperti juga telah terkurung oleh angin serangan Eng Song.

Kembali tenaga dalam mereka telah saling bentur satu dengan yang lainnya.

Dan tampak juga betapa angin serangan yang terjadi bergulung-gulung begitu keras dan kuat saling bentur ditengah udara telah buyar.

Tetapi Eng Song tidak mau menyudahi sampai di situ, dengan beruntun dia telah menyusuli pula dengan serangan-serangan berikutnya.

Pukulan-pukulan yang dilancarkannya itu bukan main kuatnya dan mengandung tenaga yang mematikan.

Cu Sin Hong sendiri menyadarinya, jika dia bertempur terus menerus dengan pemuda ini mempergunakan cara demikian, tentu dirinya suatu saat akan menderita kerugian yang tidak kecil.

Karena memang Cu Sing Hong telah melihatnya bahwa kepandaian yang dimiliki Eng Song merupakan kepandaian yang bukan sembarangan.

Maka dari itu, mau tidak mau ia harus bersungguh-sungguh melancarkan serangan berusaha untuk merubuhkan lawannya ini.

Di saat itulah, dengan sikap yang agak kalap, Cu Sing Hong telah melancarkan serangan disertai timpukan Sin Tannya lagi.

Dengan mempergunakan dikala Eng Song mengerahkan tenaga dalamnya untuk melawan hawa dingin yang datang begitu deras, maka tampak si gadis telah melancarkan serangan dengan telapak tangannya.

Gerakan yang dilakukannya itu demikian hebatnya, sehingga telak sekali dada Eng Song telah kena dihajar oleh telapak tangannya.

"Bukkkkk!"

Tubuh Eng Song terhuyung kebelakang. Tetapi dia tidak rubuh, sedangkan telapak tangan si gadis tetap melekat di dada Song.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Hal ini disebabkan Eng Song saat itu tengah mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya untuk melindungi tubuhnya dari serangan hawa dingin Sin Tan si gadis.

Siapa tahu, telapak tangan si gadis berhasil singgah didadanya, sehingga telapak tangan itu telah melekat, karena kedua kekuatan dari kedua orang yang tengah saling tempur ini telah saling tarik menarik.

Tentu saja Cu Sing Hong jadi kaget setengah mati, dia sampai mengeluarkan seruan tertahan.

Wajah Cu Sing Hong juga telah berobah hebat, karena dia telah beberapa kali berusaha menarik pulang tangannya, namun selalu gagal.

Apa lagi waktu Eng Song terhuyung itu akibat terpukul telapak tangannya, si gadis cantik Cu Sing Hong harus maju juga kedepan.

Tubuhnya jadi doyong, namun melihat keadaan sudah menjadi demikian rupa, maka Cu Sing Hong tidak memiliki pilihan lainnya.

Dia terpaksa mengerahkan tenaga dalamnya untuk membinasakan Eng Song dengan mempergunakan kekuatan tenaga dalamnya itu untuk menindih kekuatan murni ditubuh Eng Song.

Kenyataan seperti ini tentu saja telah membuat Eng Song jadi terperanjat.

Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, dan membusungkan dadanya.

Maksud Eng Song ingin membuat telapak tangan si gadis terlepas dari dadanya.

Namun telapak tangan Cu Sing Hong tetap juga melekat keras-keras didadanya, dan malah telah dirasakan oleh Eng Song, dari telapak tangan gadis itu telah meluncur keluar kekuatan yang bukan main.

Dengan cara demikian, Eng Song jadi tersadar, jika dia tidak cepat-cepat memberikan perlawanan dengan mempergunakan tenaga murninya, tentu dirinya akan dicelakai oleh Cu Sing Hong.

Apa lagi memang Eng Song mengenal gadis ini sebagai seorang gadis yang memiliki adat begitu telengas.

Cepat-cepat Eng Song telah mengempos semangatnya, dia menyalurkan pada dadanya.

Maka biarpun tubuh Eng Song maupun Cu Sing Hong masing-masing berdiam saja, kenyataannya mereka tengah mengadu kekuatan tenaga dalam yang dahsyat sekali.

Cu Sing Hong semakin lama tambah penasaran ssja, dia sampai mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, dan menambahkan kekuatan tenaga lwekangnya pada telapak tangannya itu.

"Rubuhlah kau!!"

Bentak Cu Sing Hong waktu dia melampiaskan kemendongkolannya dengan mengerahkan pula tenaga yang jauh lebih besar pada telapak tangannya.

Tetapi Eng Song tetap berdiri tegak ditempatnya semula.

Malah dia telah tertawa mengejek, dengan suara yang dingin .

"Hemm, apa yang rubuh? Bayangannya?"

Ejekan dengan mata mengawasi angker sekali kepada Cu Sing Hong. Muka Cu Sing Hong jadi berobab merah padam, dia gusar bukan main diejek demikian oleh Eng Song.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Di antara mendesirnya angin serangan yang kuat bukan main, maka tampaklah Eng Song juga tidak mau kalah dibandingkan si gadis.

Cepat-cepat Eng Song telah menyalurkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya untuk menindih telapak tangan si gadis.

Kenyataannya telah terjadi suatu persoalan yang dahsyat.

Dengan mengeluarkan suara raungan yang melengking nyaring, tampak si gadis Cu Sing Hong yang tengah penasaran bukan main, telah melancarkan pukulan-pukulan yang luar biasa kuatnya.

Mau tidak mau Eng Song memang harus mengelakkan diri dari tekanan tenaga dalam gadis itu, karena dia merasakan napasnya mulai sesak.

Cu Sing Hong telah mengeluarkan suara bentakan juga, lalu melompat turun ditanah, disaat telapak tangan Cu Sing Hong terbuka juga akhirnya.

Dengan sepasang mata masing-masing terpentang lebar-lebar mereka saling mengawasi.

Maka tampak jelas sekali, betapa dari mata mereka memancarkan sinarnya yang sangat kuat sekali mengancam dan mengandung hawa pembunuhan.

Eng Song yang tengah mendongkol sekali, diam-diam terpaksa harus mengakui bahwa gadis yang menjadi lawannya ini memang sesungguhnya merupakan lawan yang tangguh dan berat sekali.

Di saat itu, cepat bukan main Cu Sing Hong yang tidak mau membuang-buang waktu, telah meloncat tinggi sekali, dia telah melancarkan serangan dengan kedua telapak tangannya yang diputar-putar di tengah udara.

Gerakan yang dilakukan oleh Cu Sing Hong ini sesungguhnya diambil dari jurus ilmu simpanannya.

Jika memang dia tidak sedang berhadapan dengan lawannya yang tangguh, tentunya dia tidak akan mempergunakan gerakan seperti ini.

Eng Song menangkisnya lagi.

"Brakkkk...!"

Bentrokan yang terjadi keras bukan main. Dan meminjam tekanan tenaga serangan Cu Sing Hong, Eng Song telah melompat kebelakang lagi.

"Tahan dulu.....!"

Teriak Eng Song dengan suara yang nyaring.

"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu!"

Dan dengan cepat sekali, dia telah mengeluarkan suara siulan untuk membuang tekanan tenaga dalam yang ada pada dadanya. Sedangkan Cu Sing Hong sendiri telah mengeluarkan bentakan yang keras sekali .

"Apa yang kau ingin katakan?"

Tanyanya.

"Hemmm... memang harus kuakui, kepandaianmu sangat tinggi! Antara dirimu dengan diriku tidak terdapat bentrokan suatu apapun juga, maka dari itu, untuk apa kita saling tempur dengun cara demikian? Bukankah tidak ada artinya?"

Tetapi Cu Sing Hong telah tertawa dingin.

"Hemmm... enak saja kau bicara!"

Katanya dengan suara yang tawar.

"Setelah kau membuat aku letih demikian rupa, apakah dengan mudah begitu saja kau mau menyudahi urusan sampai disini saja!"

Dan setelah berkata begitu, Cu Sing Hong mengambil sikap seperti juga ingin melakukan penyerangan lagi.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tentu saja Eng Song jadi terkejut, dan bersiap-siap? untuk menyambuti jika memang Cu Sing Hong melancarkan serangan padanya.

"Jadi apa yang kau inginkan sebenarnya?"

"Jiwamu!"

"Mengapa?"

"Jelasnya kau harus mampus!"

"Mengapa begitu?"

"Kau harus mampus. Titik."

Berseru Cu Sing Hong dengan suara mendongkol dan gusar bukan main.

"Dan... terimalah serangan dariku!"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat sekali, Eng Song telah diserang oleh Cu Sing Hong kuat sekali, angin serangan yang kali ini menyambar memiliki kekuatan yang tidak kepalang.

Dan Eng Song mana berani meremehkan dan memandang enteng pada serangan yang dilancarkan oleh gadis tersebut?

Cepat-cepat dia telah menggerakkan kedua tangannya, dia telah menangkisnya.

"Bukkkkk!"

Keras bukan main tenaga bentrokan itu. Tetapi di saat keadaan disekitar tempat tersebut tengah tergetar. Eng Song telah berkata lagi .

"Apa gunanya lagi semua ini? Bukankah kita sudah melihat bahwa kepandaian kita berimbang! Tidak mungkin salah seorang diantara kita keluar sebagai pemenang, setidak-tidaknya kita akan binasa bersama!"

"Cissss......!"

Meludah Cu Sing Hong dengan suara yang dingin mengandung kemarahan.

"Engkau ingin mati bersamaku? Hemmmmm...... yang jelas engkau yang harus mampus!"

"Kau terlalu berkepala batu, nona!"

Kata Eng Song yang kembali jadi naik darah dan telah mengeluarkan suara seruan nyaring.

"Baiklah! Jika memang kau masih ingia meneruskan semuanya ini, biarlah kita melanjutkannya"

Setelah berkata begitu, Eng Song telah barsiap-siap untuk menerima serangan.

Dia telah mengambil keputusan, memang biar bagaimana dia harus juga menghadapi gadis ini.

Maka dari itu, mau tidak mau memang Eng Song juga harus mempergunakan seluruh ilmu yang dimiliktnya.

Biar bagaimana Cu Sing Hong adalah seorang gadis.

Dia begitu murka ketika mendengar perkataan Eng Song seperti mengandung tantangan.

Dengan tidak mengucapkan sepatah perkataanpun juga, dia telah mengempos semangatnya.

Maka dengan cepat sekali dia telah melancarkan serangan pula.

Sekaligus dia telah melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan empat jurus.

Mau tidak mau Eng Song memang harus menghadapinya baik-baik, karena biar bagaimana serangan serupa ini merupakan serangan yang sangat berbahaya.

Sekali saja dia tekena serangan, berarti yang akan menerima bahayanya dan dirinya akan terbinasa ditangan tersebut.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Maka, dengan cepat dia juga telah mengeluarkan suara bentakan dan telah mempergunakan ilmu simpanannya.

Dan dua buah kekuatan yang bukan main kuatnya, telah saling bentur lagi.

Kali ini Eng Song tidak setengah hati, dia telah bersungguh-sungguh.

Maka dari itu tidak mengherankan jika tenaga saling bentrok ditengah udara juga terlalu hebat.

Mau tidak mau memang terlihat sekali bahwa kekuatan mereka hampir berimbang dan juga kepandaian mereka sama tingginya.

Hanya bedanya kalau Eng Song memiliki kemantapan dan Cu Sing Hong memiliki kelincahan.

Maka mereka telah saling tempur, tubuh mereku telah berkelebat-kelebat dengan cepat sekali.

Dan tubuh mereka seperti dua sosok bayangan yang telah saling berkelebat kesana-kemari.

Tetapi Cu Sing Hong sendiri yang merasakan tekanan tenaga dalam yang dilancarkan oleh serangan yang bukan main hebatnya dari Eng Song, telah mengeluh juga didalam hatinya.

Dia merasakan betapa kepandaian dari pemuda yang menjadi lawannya ini sangat tangguh sekali.

Maka dari itu dengan cepat sckali dia telah menyalurkan seluruh persediaan tenaganya untuk dapat menghadapi tekanan dari tenaga serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.

Gerakan dari si gadis she Cu ini bukan main gesitnya.

Dengan mengandalkan kegesitan yang dimilikinya, dia telah berusaha beberapa kali untuk melontarkan peluru saktinya, yaitu Sin Tan.

Namun usahanya untuk menerima bantuan dari hasil peluru esnya itu, tidak membawa hasil sama sekali.

Karena Eng Song ternyata memiliki lwekang yang sangat tinggi bukan main.

Dengan sendirinya hawa dingin yang terpencar dari butir-butir es kecil itu tidak ada artinya sama sekali.

Seluruh hawa dingin itu telah buyar......

Semakin lama Cu Sing Hong merasa semakin penasaran dan dikala mereka telah bertempur hampir lebih dari seratus jurus dan dia masih juga belum berhasil untuk merubuhkan Eng Song, hampir saja si gadis menangis.

Dengan cepat dia telah mengeluarkan seluruh kepandaiannya.

Tetapi Eng Song selalu dapat menghadapinya dengan baik.

Didalam waktu yang sangat singkat, sudah dilewatkan pula beberapa jurus dengan kekuatan yang bukan main tingginya.

Dan juga kekuatan yang dimiliki oleh Eng Song sangatlah mengejutkan hati si gadis.

Karena beberapa kali tubuh dari Cu Sing Hong bergoyang-goyang seperti juga akan rubuh terkulai ditanah.

Untung saja, selalu pula Cu Sing Hong masih sempat untuk memunahkan tekanan tenaga dari Eng Song, sehingga dia tidak perlu untuk rubuh begitu saja.

Dan Eng Song sendiri juga mengalami terpental sampai beberapa kali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Namun disebabkan dia memang memiliki kepandaian yang tinggi, Eng Song tidak sampai terbanting diatas tanah.

Dan jelasnya, memang tampak tegas sekali, bahwa kepandaian yang dimiliki kedua orang yang tengah saling tempur dengan hebat ini berimbang dan sama liehaynya.

Maka dari itu, walaupun pertempuran diantara mereka berdua telah berjalan begitu lama, tetap saja belum terlihat tanda-tanda akan ada yang kalah dan rubuh salah seorang diantara mereka........!

Lama kelamaan Eng Song jadi habis sabar.

Dengan nekad pemuda ini telah tidak mengelakkan serangan Cu Sing Hong.

Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang bukan main kerasnya sambil menggerakkan kedua tangannya sekaligus.

Juga dari kedua telapak tangannya itu telah mengalir keluar kekuatan yang bukan main dahsyatnya.

Cu Sing Hong yang menyaksikan kenekadan Eng Song jadi terperanjat bukan main.

Dan saking kagetnya dia sampai mengeluarkan suara seruan keras.

"Ihhhhhh.....!"

Dan gadis ini telah melompat mundur kebelakang.

Wajahnya jadi berobah agak pucat, karena Eng Song ternyata tidak mau melepaskannya dan telah menerjang lagi melancarkan serangan.

Dengan kemarahan yang sangat gadis itu telah menghajar kearah batok kepala Eng Song.

Namun pemuda ini tetap saja tidak mau mengelakan diri, hanya kedua tangannya diteruskan untuk menghajar dada dari si gadis cantik Cu Sing Hong.

Mau tidak mau Cu Sing Hong harus membatalkan serangannya, menarik pulang serangannya itu, dan dengau cepat dia telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah melompat mundur kebelakang.

Di dalam waktu yang singkat mereka telah terpisah didalam jarak yang cukup jauh.

Namun Eng Song yang saat itu telah murka dan penasaran bukan main, mana mau menyudahi begitu saja?!

Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara seruan dan telah menerjang lagi.

Cara dia menyerang seperti juga seperti kerbau yang menyeruduk, tidak memperdulikan keadaan dirinya atau keselamatan jiwanya.

Tentu saja gadis Cu Sing Hong jadi kewalahan bukan main.

Dia telah berulang kali melompat mundur uatuk menyelamatkan jiwanya.

Satu kalipun si gadis jadi tidak memiliki kesempatan untuk membalas melancarkan serangan kepada lawannya itu.

Di saat itu Eng Song berulang kali telah mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main, dia telah melancarkan serangan itu dengan disertai oleh kekuatan tenaga yang bukan main.

Eng Song sengaja melakukan tindakan seperti ini, karena biar bagaimana memang dia ingin memperlihatkan kepada si gadis bahwa jika mereka bertempur terus menerus begitu, tentu tidak akan ada gunanya.

Tetapi rupanya Cu Sing Hong malah salah terima dan telah merasa penasaran bukan main.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dia telah mengelakkan diri beberapa kali, dan setelah merasa posisi dirinya agak baik, dia menantikan terjangan dari Eng Song lagi.

Di kala pemuda yang bernama Eng Song ini menerjang lagi, maka Cu Sing Hong telah mengeluarkan suara siulan yang tinggi sekali.

Dan sepasang tangannya telah dilingkari menjadi satu, kemudian tubuhnya mendoyong kekiri dan kekanan seperti orang yang tengah menari-nari.

Dengan sendirinya gerakan silat yang diperlihatkan oleh gadis itu lucu sekali.

Tetapi Eng Song yang jadi terperanjat bukan main.

Karena seluruh kekuatan tenaga dalam serangan dari Eng Song seperti lenyap tidak berhasil untuk mengenai sasaran yang tepat.

Dan disaat si pemuda she Ma ini tengah bingung dan kaget, disaat itulah si gadis Cu Sing Hong telah melancarkan serangan dengan tendangan kaki kanannya.

Tendangan yang dilakukan oleh Cu Sing Hong ini bukanlah serangan yang sembarangan.

Karena tendangan ini selain disertai oleh kekuatan tenaga lwekang yang bukan main, juga memiliki kecepatan yang bukan main.

Di samping itu, didalam saat-saat seperti ini, didalam keadaan demikian, Eng Song menyadari bahwa tendangan dari Cu Sing Hong sedikitnya akan dapat menghancurkan batu gunung yang bagaimana kerasnya sekalipun juga.

Di saat itu, diantara berkesiuran angin serangan dan tendangan diantara kedua orang yang tengah saling bertempur ini, maka tampaklah keringat-keringat telah mengaliri tubuh mereka masing-masing.

Tampaknya mereka sangat letih sekali.

Sementara itu, Cu Sing Hong tampak telah memutar otak untuk mencari jalan bagaimana caranya agar dapat secepat mungkin merubuhkan Eng Song.

Dan begitu pula halnya dengan Eng Song, pemuda ini juga telah berpikir keras untuk berusaha dapat merubuhkan Cu Sing Hong.

Begitulah, kedua orang ini telah tenggelam didalam suatu pertempuran yang tidak berakhiran.

Di saat kedua orang ini tengah saling tempur dengan saling serang menyerang, tiba-tiba telah terdengar orang berkata dengan suara yang nyaring.

"Ohhh, mengapa mereka jadi bertempur!?"

Lalu tampak dua sosok tubuh.

Gerakan kedua tubuh itu sangat cepat sekali, sehingga langkah kaki mereka tidak menimbulkan suara sedikitpun juga.

Dan di dalam waktu yang sangat singkat sekali, kedua sosok tubuh itu telah sampai didekat kedua orang yang tengah saling serang itu.

Di saat itulah, di saat Eng Song dan Cu Sing Hong tengah saling terjang, kedua sosok bayangan itu telah menyelak di antara Cu Sing Hong dan Eng Song.

"Jangan bertempur...!"

Dan serangkum kekuatan yang bukan main kuatnya telah menyebabkan Eng Song dan Cu Sing Hong terhuyung mundur.

Eng Song mendongkol sekali, begitu juga Cu Sing Hong, jadi gusar bukan main.

Dengan cepat mereka telah menoleh kepada kedua orang yang telah memisahkan mereka.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Tetapi di saat mereka melihat kedua orang yang memisahkan mereka, di saat itulah sepasang mata Eng Song dan Cu Sing Hong telah terpentang lebar-lebar.

"Suhu?"

Berseru Eng Song.

"Suhu.....?"

Begitu juga Cu Sing Hong telah mengeluarkan seruan.

Ternyata kedua orang yang baru tiba itu adalah dua orang yang berpakaian satu putih dan yang seorang lagi berpakaian hitam.

Muka mereka menakutkan sekali, menyerupai muka hantu penasaran.

Mereka tidak lain dari Hck Pek Siang-sat!

Dan Eng Song telah cepat-cepat berlutut memberi hormat kepada kedua gurunya.

Begitu juga halnya dengan Cu Sing Hong, telah memeluk kedua kakinya, dia telah memberi hormat dengan berlutut pula.

Tentu saja Eng Song dan Cu Sing Hong jadi sama-sama terkejut dan terheran-heran.

Karena mereka telah sama-sama mengakui Hek Pek Siang-sat sebagai guru mereka.

Saat itu Hek Pek Siang-sat telah berkata sambil tertawa.

"Kalian sesungguhnya merupakan suci dan sute!"

Kata si Pek, si putih, sambil tertawa.

"Mengapa justeru kalian berdua telah saling tempur seperti ingin mengadu jiwa? Apakah memperebutkan harta warisan?"

Di tegur begitu kembali Eng Song dan Cu Sing Hong jadi kaget setengah mati.

Mereka telah disebut sebagai suci (kakak seperguruan perempuan), dan Eng Song sebagai sute (adik seperguruan).

Tentu saja kenyataan ini membingungkan mereka berdua.

Dengan sorot mata tertanya-tanya mereka telah memandang kepada Hek Pek Siang-sat.

Sedangkan si Hek, si hitam, telah berkata dengan sabar .

"Songjie, sebelum aku menerima engkau menjadi murid kami, aku telah menerima Cu Sing Hong mendjadi muridku...! Hemmmm, aku juga telah menurunkan seluruh ilmu silatku dan beberapa pelajaran yang sangat berarti sekali, merupakan pelajaran yang sangat antik didalam rimba persilatan, yaitu cara mempergunakan inti es! Kalian berbeda usia sebanyak sepuluh tahun.... karena memang kami mengambil kalian juga setelah berselang sepuluh tahun! Mendengar keterangan gurunya, Eng Song jadi kaget. Cepat-cepat dia telah berlutut memberi hormat kepada Cu Sing Hong.

"Suci.... maafkanlah kelancanganku yang selalu bersikap kurang ajar padamu..... harap kau mau mengampuni adik seperguruanmu yang kurang ajar ini....!"

Cu Sing Hong yang telah mengetahui bahwa Eng Song sesungguhnya adalah sutenya, maka dia telah tertawa lebar.

"Kita baru mengetahuinya sekarang ini bahwa di antara kita berdua sesungguhnya merupakan orang sendiri dari satu pintu perguruan! Untung saja di antara kita berdua belum ada yang cidera....!"

Dan setelah berkata begitu, Cu Sing Hong telah membangunkan Eng Song dari berlututnya. Mereka dengan gembira telah bercakap-cakap bersama guru mereka, yaitu Hek Pek Siang-sat.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Sedangkan Hek Pek Siang-sat telah menjelaskan bahwa mereka sesungguhnya telah lama hidup mengasingkan diri dan tidak pernah mencampuri urusan di dalam rimba persilatan!

Tetapi setelah berselang puluhan tahun, akhirnya timbul juga perasaan ingin tahunya dan juga ingin berkelana.

Secara kebetulan sekali di saat mereka tiba ditempat ini, justeru mereka telah melihat Eng Song dan Cu Sing Hong tengah bertempur dengan sikap mengadu jiwa.

Mereka jadi terkejut dan cepat-cepat datang untuk memisahkan kedua orang ini yang tengah bertempur hebat, karena mereka segera mengenalinya bahwa orang yang tengah bertempur itu tidak lain dari kedua orang murid mereka.

Setelah bercakap-cakap, akhirnya Eng Song melanjutkan perjalanannya, sedangkan Cu Sing Hong telah ikut kedua gurunya karena kata kedua gurunya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya........

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 14 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ KAMPUNG Tiang-ko-cung merupakan sebuah perkampungan yang cukup luas dan juga padat penduduknya.

Tetapi dimalam itu, tampak keadaan perkampungan Tiang-ko-cung agak sepi, karena jarang sekali orang yang berlalu lalang, walaupun belum begitu terlalu larut malam benar.

Eng Song tampak tiba dikampung tersebut.

Segera juga pemuda ini telah mencari rumah penginapan untuk bermalam.

Dan sebelumnya Eng Song telah bersantap diruangan makan rumah makan itu.

Semuanya berjalan lancar dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan.

Namun menjelang tengah malam, Eng Song jadi terbangun dari tidurnya dengan terkejut.

Karena dia mendengar suara jeritan yang melengking tinggi sekali.

Dengan sendirinya, dia telah melompat turun dari pembaringannya.

Dan suara jeritan itu tetap saja terdengar mengerikan bukan main.

Tubuh Eng Song yang mendengarnya sampai menggidik, sebab suara jeritan itu merupakan suara jeritan kematian dari seseorang.

Dengan cepat Eng Song telah merapihkan bajunya, dia telah keluar dari kamarnya itu melalui jendela.

Tubuhnya melesat keluar bagaikan terbang.

Dengan ringan Eng Song telah melompat keatas genting.

Jilid 11 GERAKANNYA itu bukan main cepatnya, dan disaat itulah suara jeritan yang mengandung kengerian tersebut lenyap sama aekali. Sekitar tempat itu jadi sunyi kembali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Eng Song mementang sepasang matanya.

Di saat itulah matanya yang jeli dapat melihat sesosok bayangan tengah berlari-lari diatas genteng dengan gerakan yang cepat bukan main.

Eng Song cepat-cepat menjejekkan kakinya.

Tubuhnya bagaikan terbang telah mencelat mengejar orang itu.

Gerakannya bukan main cepatnya.

Di dalam waktu yang singkat sekali mereka telah berlari-lari di atas genteng saling kejar.

Orang yang memakai baju hitam singsat itu, telah mengetahui bahwa dirinya tengah di kejar.

Maka dari itu, dia segera juga mengetahuinya bahwa dia harus mempecepat larinya.

Dengan tidak membuang waktu, dia telah mencelat-celat dari genteng yang satu ke genteng yang satu.

Namun ketika dia tengah melompat ke genteng yang satunya dari salah seorang rumah penduduk, di saat itulah tahu-tahu dihadapannya telah muncul sesosok bayangan putih.

Tentu saja dia jadi merandek.

"Ihhh?!"

Berseru orang berpakaian hitam tersebut. Dipentang matanya, sehingga dia melihatnya yang menghadangnya itu seorang pemuda yang tampan dan memakai baju yang putih mulus.

"Siapa kau? bentak orang berpakaian hitam dengan muka yang bengis. Memang wajahnya telah bengis bukan main dengan berewok yang kasar. Pemuda tampan itu telah tersenyum sabar dan tenang bukan main. Dia telah berkata .

"Aku she Ma dan bernama Eng Song. Di malam buta ini engkau telah menjadi seorang pembunuh! Apa kesalahan penduduk yang engkau bunuh itu?!"

Muka lelaki berewok itu telah berobah seketika itu juga, tampaknya dia terkejut. Namun dengan cepat ketenangannya telah pulih kembali, diapun telah berkata dengan suara yang dingin .

"Hemmmm... setiap penduduk harus menyediakan aku empat ratus tail perak sebulannya sebagai pajak mereka tinggal dikampung ini! Tetapi ternyata masih ada yang suka membandel juga. Dan salah seorang yang membandel itu adalah orang yang baru saja kubunuh tadi....! Tidak ada yang hidup jika berani menentang perkataan Sam-tauw Kiehiap (Pendekar Tiga Kepala....)!"

Mendengar perkataan orang itu, Eng Song tersenyum tidak senang. Orang seperti ini merupakan penindas yang paling jahat. Maka Eng Song berpikir, manusia seperti ini tidak boleh diberi ampun.

"Baiklah! Aku jadi ingin melihat barapa tinggi kepandaian dari Sam-tauw Kiahiep!"

Kata Eng Song.

Tentu saja Sam-tauw Kiehiap jadi murka bukan kepalang mandengar perkataan Eng Song.

Dengan mengeluarkan suara erangan, tahu-tahu dia telah melompat melancarkan serangan.

Pukulan yang dilancarkannya itu merupakan serangan yang mengandung serangan tenaga Gwakang yang bukan main kuatnya.

Namun Eng Song tetap tenang-tenang saja.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Diawasinya tangan orang yang tengah meluncur kearahnya. Dan waktu dia melihat tangan itu telah dekat, dengan cepat dia telah menggerakkan tangannya.

"Tappp...!"

Dia sudah menangkap pergelangan tangan orang tersebut.

Maka dari itu, disebabkan cekalan tangan Eng Song, tangan orang itu tidak bisa maju dan tidak bisa ditarik pulang.

Eng Song telah mencekalnya keras bukan main.

Dibarengi dengan suara bentakannya, orang yang bergelar Sam-tauw Kiehiap itu telah menarik pulang tangannya, tetapi entah mengapa, tenaganya jadi tidak ada artinya, tangannya itu tidak bisa ditarik pulang.

Dia telah mengerang dan menarik pulang pula tangannya.

Namua selalu gagal.

Dengan sendirinya, mau tidak mau di dalam hal ini telah membuat orang yang bergelar Sam-tauw Kiehiap jadi penasaran sekali.

Apalapi dia melihatnya betapa Eng Song berdiri dengan bibir tersenyum seperti mengejek.

Dengan mengeluarkan suara raungan yang keras dan bengis sekali, dia telah melancarkan serangan pula dengan tangan kirinya.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main cepatnya.

Maka disaat itulah, Eng Song telag bertindak.

Dia telah menggerakkan tangannya dibarengi dengan suara bentakannya .

"Rubuhlah engkau!!"

Begitu tangannya digerakkan dengan cara menghentak, maka tubuh orang yang bergelar Sam-tauw Kiehiap telah terpental melayang ditengah udara.

Dengan diiringi suara jeritannya, dia telah ambruk diatas tanah dengan keras.

Sam-tauw Kiehiap mengerang kesakitan, namun dia telah bangkit untuk melancarkan serangan pula kepada Eng Song.

Namun pemuda she Ma ini dengan ringan telah melayang turun dari atas genteng.

Tanpa memberi kesempatan pada Sam-tauw Kiehiap, dia telah menggerakkan kedua tangann.

"Bukkk! Bukkkk!"

Baberapa kali pukulan terdengar keras, diiringi oleh suara jeritan Sam-tauw Kiehiap.

Segera juga terlihat, betapa tubuh Sam-tauw Kiehiap telah terpental keras bukan main.

Maka, disaat itu pula tampak tubuh Sam-tauw Kiehiap mengejang kaku, gemetaran diatas tanah.

Tampaknya dia menderita rasa sakit yang bukan main.

Ternyata pukulan yang dilancarkan oleh Eng Song adalah pada jalan-jalan darah Su-tiang-hiat dan Ma-siang-blat.

Kedua jalan darah itu telah ditotoknya sehingga pecah, dan telah menyebabkan Sam-tauw Kiehiap untak selamanya menjadi manusia bercacad.

Inilah yang sangat mengejutkan sekali, namun kenyataan seperti ini, mau tidak mau memang membuat Sam-tauw Kiehiap jadi ketakutan.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Apa lagi dia merasakan betapa tubuhnya lemas tidak bertenaga sama sekali.

Dengan mengeluarkan suara raungan yang keras, dia telah berusaha untuk berdiri.

Namun gagal, sehingga pecahlah nyalinya dan lenyaplah keberaniannya.

Dia telah berlutut.

"Ampunilah aku Tayhiap (Pendekar besar)...!"

Katanya cepat.

"Hemmmm, seharusnya manusia seperti engkau harus dibinasakan, karena hanya dapat membikin susah orang belaka! Namun karena aku masih mengingat kau hanya melakukan semuanya ini hanya demi harta belaka, maka jiwamu masih kuampuni!"

Tetapi, disamping aku telah mencabut kepandaianmu, sehingga engkau menjadi manusia yang bercacad dan seumur hidup tidak bisa bersilat lagi, maka engkau juga harus berjanji untuk menjadi manusia baik-baik!"

"Aku berjanji Tayhiap... aku akan hidup secara baik!!"

"Hemmm, syukurlah kalau kau memang masih mau merobah tabiatmu yang buruk itu!!"

"Siapakah gelaran Tayhiap untuk kenang-kenanganku?"

Tanya Sam-tauw Kiehiap.

"Aku tidak memiliki gelaran...!"

Dan membarengi dangan habisnya perkataannya itu, Eng Song telah menjejakkan kakinya, tubuhnya dengan cepat bukan main telah mencelat ditengah udara, kemudian dalam sekejap telah lenyap dari pandangan mata Sam-tauw Kiehiap.

Sam-tauw Kiehiap memandang dengan perasaan kagum bukan main.

Dia heran sekali, pemuda yang berusia muda dan tampan bukau main, ternyata memiliki kepandaian yang bukan main tingginya.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini membuat Sam-tauw Kiehiap merasa kagum sekali.

Eng Song sendiri telah kembali kerumah penginapannya, lalu tidur dengan nyenyak.

Dengan perbuatannya itu, tanpa disadari oleh Eng Song, dia telah menyelamatkan kampung tersebut dari gangguan Sam-tauw Kiehiap.

Keesokan paginya, Eng Song telah melakukan perjalanan lagi.

Dan selama itu, banyak peristiwa yang tidak adil telah diselesaikannya.

Dan setiap ada orang yang lemah dan tertindas, selalu ditolong oleh Eng Song.

Sehingga dengan cepat orang mengenal pemuda yang gagah ini.

Karena Eng Soag belum memiliki gelaran, dengan sendirinya orang-orang yang pernah ditolongnya itu, dan melihat Eng Song sering mempergunakan gerakan dengan mementang kedua tangannya, lalu dari kedua telapak tangannya itu keluar gelembung-gelembung tenaga dalam, dengan sendirinya dia diberi gelaran sebagai PENDEKAR BUNGA, karena gelembung-gelembung dari tenaga dalamnya itu bagaikan bunga-bunga yang tengah berguguran...!

Cepat sekali gelaran Pendekar Bunga itu dikenal orang, karena Eng Song banyak sekali melakukan perbuatan mulia dan membantu si lemah.

Dan juga hal itu disebabkan kepandaiannya yang bukan main, dengan sendirinya menyebabkan penjahat-penjahat selalu dirubuhkannya dengan mudah.

Dan Eng Song membenci kejahatan seperti membenci musuh buyutan.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dengan sendirinya, jika penjahat mendengar namanya, tentu akan menggigil ketakutan.

Selama itu, entah sudah berapa puluh urusan penasaran yang diselesaikan oleh Eng Song.

Dan selama itu pula Eng Song telah berkelana didalam rimba persilatan......!

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 15 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ PAGI ITU Eng Song tengah melangkah perlahan-lahan menyusuri jalan kecil yang terdapat dipegunungan Wu-cie-san.

Keindahan alam dipegunungan tersebut benar-benar menarik hati disamping udaranya yang sejuk sekali.

Eng Song melihat betapa batang-batang pohon yangliu yang memang banyak bertumbuhan lebat disekitar pegunungan ini, bergerak-gerak dipermainkan oleh hembusan angin.

Tampaknya indah sekali.

Dan kenyataan ini telah membuat Eng Song jadi memandang dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

Tetapi, mendadak sekali Eng Song melihat sesuatu dihadapannya sehingga dia merandek melangkah.

Diperhatikannya benda yang menggeletak ditengah jalan dan diam tidak bergerak.

Hati Eng Song jadi tercekat.

"Mayat!"

Berseru Eng Song.

Ya, memang sosok tubuh itu tidak lain dari mayat dari seorang yang telah mati dengan cara yang mengerikan bukan main.

Kematian orang itu dengan menderita luka pada kedua tusukan pedang didadanya, dengan leher yang setengah putus seperti juga leher itu akan copot dan batok kepalanya tergontai-gontai.

Tentu saja Eng Song sangat gusar melihat cara pembunuhan yang kejam seperti ini.

Dia memeriksa keadaan mayat itu, lalu setelah itu Eng Song menggali tanah untuk menguburnya.

Selesai mengubur mayat itu Eng Song melanjutkan perjalanannya.

Namun, berjalan belum begitu jauh, dihadapannya menggeletak lagi sesosok mayat!

Tentu saja Eng Song menjadi kaget dan terlebih kaget lagi waktu melihat mayat yang ada sekarang ini mati seperti mayat yang telah dikuburnya.

Dengan gusar Eng Song telah mangawasi sekitar tempat itu.

Dan tubuh Eng Song agak gemetar mengandung kemarahan yang sangat.

Di saat-saat seperti itu, mau tidak mau memang Eng Song merupakan seorang pendekar yang selalu berdiri dalam garis-garis keadilan.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Maka melihat kejadian ini dia telah mengambil keputusan untuk menyelidiki pembunuhan ini.

Lebih-lebih ketika dia melihat langkah-langkah kaki bertapak diatas tanah, karena bekas tapak kaki itu merupakan tapak kaki berdarah.

Dengan cepat dia telah mencelat kedepan.

Berlari belum begitu jauh, dia telah melihat pula dua sosok mayat menggeletak ditengah jalan.

Dan ketika Eng Song terus maju kedepan, dia telah menjumpai empat mayat lainnya.

Tentu saja hal ini telah membuat Eng Song jadi kaget bukan main.

"Inilah pembunuhan besar-besaran!!"

Katanya didalam hati. Dan dia telah maju terus. Ketika itu dia tiba didekat lereng gunung, disaat disebuah tikungan, telah melompat sesosok bayangan dengan gerakan yang gesit sekali.

"Berhenti!"

Bentak sosok bayangan itu.

Eng Song menghentikan larinya, dia telah memperhatikan orang yang menghadangnya.

Seorang lelaki bertubuh tinggi besar, dengan badan yang tegap dan wajah yang bengis.

Ditangannya mencekal sebatang pedang.

"Siapa engkau? Mengapa berkeliaran disini?"

Tegurnya dengan suara yang bengis.

"Aku she Ma bernama Eng Song. Secara kebetulan saja lewat ditempat ini....!!"

"Hemmm.... tentunya kau ingin menyelidiki segala apa yang telah terjadi itu, bukan?"

Tegur orang yang bersenjata pedang itu dengan suara yang dingin.

"Cepat kau menggelinding enyah dari tempat ini sebelum kau menemui kematian seperti orang-orang itu, karena kau masih terlalu muda!"

Eng Song bersikap tenang sekali, dia telah tersenyum manis.

"Mengapa orang-orang itu telah menemui kematiannya dengan cara yang begitu mengenaskan sekali?"

"Hemmm, itu urusanku!"

"Engkau yang telah membunuhnya?!"

"Bukan!"

"Lalu siApa pembunuhnya?"

"Guruku!"

Menyahuti orang itu dengan suara mengandung rasa bangga.

"Hmmm.... dimana gurumu?"

"Sedang pergi! Maka dari itu, kuanjurkan agar kau cepat-cepat meninggalkan tempat ini! Karena jika guruku telah kembali tentu engkau akan dibunuhnya seperti orang-orang itu."

Eng Song merasa berterima kasih juga.

Dia melihat lelaki bertubuh kasar ini bukan sebangsa manusia yang bengis, karena dia masih bisa merasa kasihan pada Eng Song dan menganjurkan untuk cepat-cepat berlalu.

Maka dari itu, Eng Song telah memutuskan untuk tidak membinasakan lelaki ini.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

"Mengapa gurumu membunuh-bunuhi orang-orang itu?"

Tanya Eng Song lagi.

"Mereka telah diwajibkan untuk datang menghadap pada guruku dengan membawa seorang gadis peranti menjadi selir dari guruku! Namun, kenyataannya mereka tidak mau, maka dengan sendirinya mereka telah dibinasakan!"

"Hemmmm, kalau begitu gurumu terlalu gila paras cantik!"

Kata Eng Song.

"Karena guruku tengah melatih ilmu yang luar biasa, yang membutuhkan darah perawan....!"

Mendengar perkataan lelaki ini, tubuh Eng Song jadi menggidik.

Dia merasa ngeri sendirinya.

Dengan cepat dia telah memandang sekeliling tempat itu.

Namun disaat itulah Eng Song yang memiliki pendengaran yang sangat tajam, dapat merasakan betapa datangnya serangan angin halus dari belakangnya.

Tentu saja pemuda ini jadi gusar dan kaget, dengan cepat dia telah menggerakkan tangan kanannya menyampok dengan kuat.

"Bukkk!!"

Terdengar suara benturan yang keras sekali.

Namun kesudahannya Eng Song terkejut, karena tubuhnya terpental keras, dan punggungnya menghantam batu gunung, untung saja tubuhnya tidak sampai terjungkel masuk dalam jurang.

Dengan gusar Eng Song telah berdiri.

Ternyata ditempat itu telah tambah seorang yang memelihara jenggot dan kumis sangat tebal dengan wajah yang kurus kering.

Usia orang itu mungkin telah mencapai enam puluh tahun.

Sedangkan lelaki yang tadi telah bercerita mengenai gurunya, telah melangkah maju, memberi hormat kepada lelaki tua itu.

"Suhu....!"

Panggilnya.

"Hemmm......!"

Orang tua itu hanya mendengus belaka. Dan mata lelaki tua itu lelah memandang tajam sekali pada Eng Song.

"Pemuda yang sombong, engkau tentunya yang bergelar sebagai Pendekar Bunga, bukan?"

Ditegur begitu oleh orang tua tersebut, Eng Song telah mengangguk.

"Tepat! Memang tidak salah!"

Katanya.

"Bagus! Hari ini aku bisa bertemu dengan kau! Aku ingin memperlihatkan kepadamu kepandaian yang sesungguhnya tinggi!"

Dan membarengi dengan habisnya perkatannya itu, dengan cepat orang ini telah menggerakkan sepasang tangannya, dia telah melancarkan serangan yang bukan main cepatnya.

Dan yang mengejutkan Eng Song, adalah kekuatan tenaga dalam yang bukan main, yang menerjang kearah Eng Song dengan pukulan yang dahsyat sekali.

Tetapi Eng Song juga bukannya berkepandaian lemah.

Dia telah mengeluarkan suara seruan keras, dan kemudian telah menangkisnya.

"Bukkk!!"CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Dua kekuatan yang bukan main kerasnya telah saling bentur.

Karena kali ini Eng Song menangkis dengan mempergunakan kekuatan yang terhitung dan juga memang dia telah berlaku waspada, maka tubuhnya tidak sampai terpental.

Namun biarpun begitu, Eng Song cukup terkejut sekali, karena dia merasakan betapa tubuhnya gemetaran ketika menerima serangan lelaki tua ini.

Dia merasakan bahwa tenaga serangan lelaki tua tersebut sangat tangguh sekali.

Dengan sendirinya, Eng Song juga telah mengambil keputusan untuk dapat menghadapi dengan berhati-hati, karena jika dia berlaku lengah, niscaya dia akan menghadapi bahaya yang tidak kecil.

Cepat sekali, orang tua yang sangat kejam wajahnya itu telah melancarkan serangan-serangannya lagi.

Dia rupanya sangat penasaran sekali melihat serangan-serangannya itu gagal.

Namun saat ini, karena Eng Song telah mengetahui bahwa orang tua ini adalah manusia jahat, maka Eng Song telah mementang kedua tangannya.

Dan disertai oleh suara bentakannya yang nyaring, dia telah mementang kedua tangannya.

Dan suatu kejadian yang hebat bukan main, telah terjadi disaat itu.

Karena tubuh lelaki tua itu telah terpental keras sekali, membentur dinding gunung.

Dan celakanya, tubuh lelaki tua ini melesak menembus kedalam batu.

Dan waktu tubuhnya rubuh binasa ditanah, tubuhnya tercetak diatas batu itu.

Dengan sendirinya, hal ini membuktikan betapa hebatnya kekuatan tenaga dalam yang dimiliki oleh Eng Song.

Eng Song masih berdiri tegak ditempatnya.

Sedangkan murid si lelaki tua itu yang melihat ini jadi memandang bengong.

Dia seperti juga merasakan tenaganya dan semangatnya terbang meninggalkan raganya.

Dan juga, disamping itu memang dia merasakan bahwa ia telah lemas tidak bertenaga sama sekali.

Dengan cepat dia telah berlutut mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Ampunn.... ampun Kiehiap (pendekar).... ampunilah jiwaku!!"

"Bangunlah!"

Kata Eng Song waktu dia melihat lelaki ini sesambatan.

"Aku mengampuni jiwamu, karena kulihat engkau bukan sebangsa manusia jahat! Tadi saja engkau masih bisa menganjurkan aku agar meninggalkan tempat ini, hal itu membuktikan hatimu tidak terlalu jahat-jahat amat! Tetapi sejak sekarang, kau harus merobah cara hidupmu, tidak boleh meneruskan pekerjaan jahatmu ini! Kau harus hidup baik-baik....!"

"Baik Kiehiap.... aku akan mengingat seluruh perkataan Kiehiap!"

Kata lelaki itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dalam berlututnya itu.

"Nah pergilah....."

Kata Eng Song.

Setelah mengucapkan terima kasih, lelaki itu telah pergi dengan cepat.

Eng Song pun telah meninggalkan tempat itu, sedangkan mayat orang tua yang ganas itu menggeletak diatas tanah dan diatas batu gunung tampak bentuk tubuhnya tercetak dalam sekali.....CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

--ooo O ooo --ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ 16 ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ PERKAMPUNGAN Su-san-cung merupakan sebuah perkampungan yang sangat besar dan ramai, padat penduduknya.

Dan juga merupakan kampung yang mirip-mirip sebuah kota, disebabkan bangunannya yang sangat besar-besar dan megah-megah.

Di samping itu, perkampungan Su-san-cung ini memiliki empat buah rumah makan yang sangat besar-besar dan juga sangat mewah, selalu ramai dikunjungi oleh tamu-tamunya.

Di antara keramaian yang ada itu, tampak jelas sekali tamu-tamu dari berbagai golongan yang manghadiri rumah-rumah makan tersebut.

Salah satu rumah makan yang paling ramai dikunjungi pengunjungnya adalah rumah makan Pha-song-tiam.

Rumah makan ini memiliki bangunan dua tingkat dan selalu meja-meja penuh terisi tamu yang datang untuk bersantap, maka dengan sendirinya, mau tidak mau hal itu telah membuat segalanya diliputi kesibukan yang sangat.

Belasan orang pelayan juga telah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Meraka telah melayani para tamu dengan gesit dan ramah sekali.

Tetapi di antara keramaian yang ada tiba-tiba telah terjadi suatu peristiwa dirumah makan ini.

Karena disaat itu terdengar suara bokhie diketuk berirama dan rumah makan ini telah didatangi oleh seorang hweshio yang bertubuh gemuk pendek.

Ditangannya tampak teecekal sebuah bokhie yang diketuk-ketuknya tidak hentinya.

Dia telah memukul-mukul bokhie itu dengan berirama.

Dan juga segera terlihat betapa hweshio tersebut telah duduk melintang menghadang dimuka pintu.

Tentu saja hal ini membuat panik orang-orang didalam rumah makan itu.

Tamu-tamu yang ingin keluar atau datang tidak dapat melalui pintu itu.

Dan dengan sendirinya, telah menyebabkan keadaan jadi ribut sekali.

Namun hweshio tersebut seperti sengaja tidak mengacuhkan dan tidak memperdulikan keadaan yang mulai ribut itu, dia telah terus juga memukuli bokhie ditangannya dengan berirama.

Seorang pelayan yang bertubuh tinggi besar telah menghampirinya.

"Taysu.... mengapa kau duduk melintang dipintu, bukankah itu akan mengganggu orang-orang yang ingin keluar dan masuk kemari!"

Tegur si pelayan.

"Aku meminta derma!!"

Kata si hweshio menyahut dengan suara yang dingin. Dan tangannya terus juga memukuli bokhie ditangannya itu.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA

Kolektor E-Book

Si pelayan tampak mendongkol bukan main.

Baca Juga: Kemelut Kerajaan Mancu 3

Baca Juga: Pendekar Sakti 2

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert