Eps 9 Kedele Maut - Khu Lung
Baca online Kedele Maut - Khu Lung
Cersil Kedele Maut - Khu Lung.
"Anggap saja aku memandang diatas wajah saudara Thian it, sobat lamaku itu dan membatalkan perjanjian kita tadi, tapi kau mesti ingat cepat atau lambat Kho Beng akan mendesakmu untuk mati."
"Jangan harap kau bisa membawa pergi Kho Beng dari sini"
Seru Ui sik kong sambil menahan geram.
"Tapi bagaimanapun juga aku tetap akan membawanya pergi"
Kata si kakek sambil menarik muka.
Ui sik kong tidak berkata kata lagi, mendadak dia membalikkan tangannya sambil melancarkan sebuah pukulan dahsyat ke tubuh Kho Beng.
Blaaaam Benturan yang amat dahsyat berkumandang memecahkan ke heningan, pasir dan batu beterbangan diangkasa.
Diatas permukaan tanah segera muncul sebuah liang raksasa yang luasnya mencapai beberapa depa.
Tampaknya dia bermaksud membunuh Kho Beng dengan gempuran dahsyatnya itu.
Namun ketika dia mencoba mengamati lagi dengan seksama, ternyata Kho Beng yang semula masih berbaring diatas tanah, kini telah berada dalam pangkuan kakek tersebut.
Tentu saja ui sik kong menjadi tertegun dan berdiri termangu-mangu.
Terdengar kakek itu tertawa terbahak-bahak sambil berkata .
"Haaahhh.haaahh..haaahhh mungkin kau telah melupakan sesuatu, ilmu meringankan tubuh serta kecepatan gerakku sudah tersohor didalam dunia persilatan sejak seabad berselang"
"Kalau begitu kau benar-benar adalah Naga terbang dari see ih, Kongci Cu yang asli?"
Kata ui sik kong sambil menghela napas sedih. Kembali Kongci Cu tertawa.
"Bukankah telah kukatakan sejak tadi, namun kau sendiri yang enggan percaya, apa yang mesti kuperbuat lagi?"
"Kalau kau benar-benar adalah Kongci Cu yang asli, kenapa sikapmu terhadapku sejelek ini, apakah."
Dengan penuh amarah dia menghela napas, lalu terusnya dengan suara yang berat lagi dalam .
"Apakah kau menyangkal pernah menjalin tali persahabatan dengan mendiang kakekku? Apakah kau berniat memusuhi keluarga ui kami?"
Kongci Cu menghela napas panjang.
"Berbicara sesungguhnya aku tak akan menjadi sahabat pun tak menjadi musuh kalian, sebab aku tak pernah melupakan persahabatanku dengan mendiang kakekmu dulu saudara Thian it. Akan tetapi aku pun tak ingin menyaksikan kalian membuat kejahatan dan menerbitkan keonaran dimana-mana, itulah sebabnya aku tak bisa berpeluk tangan belaka."
Kemudian sambil mengalihkan pandangan matanya kewajah Ui Sik kong, kembali dia menambahkan .
"Moga-moga saja kau tidak terjerumus kedalam lembah kehancuran, cepatlah menyadarkan diri atas segala perbuatanmu serta kembali kejalan yang benar. Nah jagalah dirimu baik-baik."
Usai berkata ia segera berkelebat pergi dari situ dan lenyap dari pandangan mata.
Mengawasi kepergian Kongci Cu sambil membopong tubuh Kho Beng, ui sik kong berdiri termangu-mangu, dadanya bagaikan tersumbat oleh sebuah batu cadas yang amat besar, seperti juga tersulut oleh api amarah yang membara.
Mendadak dia mengayunkan sepasang telapak tangannya dan secara beruntun melepaskan serangkaian pukulan yang amat gencar.
Biarpun perawakan tubuhnya kurus dan ceking, namun tenaga pukulannya betul-betul sangat dahsyat dan mengerikan hati.
Terdengar suara gemuruh yang memekikkan telinga bergema memecahkan keheningan, batang pohon bertumbangan saling menindih, hancuran batu beterbangan bagaikan hujan gerimis, sedemikian dahsyatnya gemurh suara disitu, sampai daerah sejauh sepuluh lipun bisa mendengar suara gemuruh tersebut secara jelas dan nyata.
Ia menyerang dan melepaskan serangan tiada hentinya, jelas jagoan tua dari keluarga Ui ini ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk melampiaskan keluar seluruh rasa kesal dan jengkelnya.
Hingga dia merasa amat penat dan kehabisan tenaga.
Ui Sik kong baru menghentikan perbuatannya, namun dalam kawasan seluas berapa li sudah tak Nampak sebatang pohon pun berada dalam keadaan utuh, tak sejengkal tanah pun berada dalam keadaan rata.
Akhirnya ia jatuh terduduk diatas tanah sementara air mata bercucuran membasahi wajahnya.
Apakah partai kupu-kupu yang telah hidup memencilkan diri selama seabad bakal mengalami nasib yang tragis kembali?
Apakah dia tak akan mampu mencapai apa yang dicita-citakan ketua partai mereka menjelang kamatiannya dibawah tebing hati duka?
Mendadak..
Tampak sesosok bayangan manusia berkelebat datang dengan kecepatan tinggi sambil meluncur tiba, serunya pelan .
"Ayah.."
Ternyata yang muncul adalah Dewi In Un. Dengan penuh kelembutan, perempuan tersebut duduk disamping ayahnya, lalu menegur lirih .
"Ayah, mengapa kau?"
Ui sik kong menghela napas panjang, ia tetap terbungkam dalam seribu bahasa.
Namun sorot matanya palan-pelan dialihkan kedepan sana.
Tampak ke empat tiang lo dari partai kupu-kupu, dua belas pengawal khusus serta keempat lengcu dari Dewi In Un sekalian, kini telah berdiri tegak pada lima kaki dihadapannya.
sekali lagi Ui sik kong menghela napas panjang tanpa berkatakata.
Menyaksikan hal ini, Dewi In Un segera bertanya lagi dengan sedih .
"Ayah, sebenarnya apa yang telah terjadi? Kekuatan apakah yang membuat dirimu berubah menjadi begini rupa?"
Akhirnya Ui sik kong buka suara, dengan nada yang sangat dalam dan berat dia berkata "Ketika partai kupu-kupu didirikan mendiang kakekku dulu, kita pernah menyapu seluruh jagat dan menaklukan banyak perguruan besar."
"Kemunculan partai kupu-kupu saat inipun akan berbuat yang sama membuat seluruh jagat tunduk dibawah perintah kita,"
Kata Dewi In Un cepat. Kembali ui sik kong menghela napas .
"Namun kejayaan yang dikecap waktu itu hanya berlangsung sesaat, menyusul hilangnya kitab pusaka Thian goan bu boh dan kekalahan tragis di tebing hati duka, menyebabkan mendiang kakekku tewas secara mengerikan , partai kita terpencil diwilayah yang jauh."
"Hutang darah tersebut wajib kita tuntut kembali, kita harus membalas dendam atas sakit hati tersebut "
Seru Dewi In Un sambil menggertak gigi kencang-kencang.
"Aaaaai, semenjak peristiwa itu partai kupu-kupu kita tak mampu bangkit kembali, lenyap bagaikan asap dipagi hari, terusir sama sekali dari percaturan dunia persilatan"
"Tapi sekarang kita toh sudah bangkit kembali"
Seru Dewi In un.
"Benar, dalam seabad terakhir ini kita melatih diri secara terus menerus selama tiga generasi, akhirnya partai kupu-kupu dapat bangkit kembali didalam dunia persilatan."
Sesudah menghembuskan napas panjang, dia melanjutkan .
"Memimpin pasukan menduduki daratan Tiong goan, membangun kembali kejayaan lama, inilah yang menjadi cita-cita partai kupukupu kita sekarang."
"Benar, kita mencuci dulu daratan Tiong goan dengan cucuran darah, menaklukan seluruh umat persilatan, kemudian setelah berhasil menduduki kursi pimpinan yang tertinggi dalam dunia persilatan, kita baru pergi membunuh keturunan tiga dewa untuk membalaskan dendam bagi leluhur kita dan sekarang segala sesuatunya hampir terwujud didepan mata"
"Tapi sekarang, kita telah menjumpai tantangan yang amat besar"
Bisik Ui sik kong sambil menghela napas.
"Ayah , sebenarnya apa yang telah kau alami?"
Buru-buru Dewi In un bertanya.
"Ayah, telah bertemu dengan ketua Siau limpa y, Phu sian si bajingan gundul itu sedang membawa Kho Beng yang terluka parah, didalam pertarungan tiga jurus secara mudah ayah berhasil mengalahkan phu sian serta merampas Kho Beng dari tangannya, tapi."
Sesudah menghela napas kembali ia menggigit bibir serta tidak melanjutkan kembali kata-katanya.
"Mana Kho Beng sekarang?"
Tanya Dewi In Un.
"Aaaai, ayah telah berjumpa lagi dengan orang lain, Kho Beng pun dirampas kembali oleh orang tersebut."
Dewi In Un menjadi sangat terperanjat, segera serunya .
"siapakah yang memiliki kepandaian silat sehebat ini, apakah ilmu silatnya masih jauh diatas kemampuan ayah?"
"Dengan pertarungan sebanyak tga jurus, orang itu berhasil mengungguli ayah"
Bisik Ui sik kong sedih.
"sebenarnya siapa sih orang itu?"
Desak Dewi In Un dengan perasaan amat gelisah. sekali lagi Ui sik kong menghela napas.
"Aaaaai..dia adalah naga terbang dari See ih, Kongci Cu"
"Haaaah"
Tak terlukiskan rasa kaget Dewi In Un setelah mendengar perkataan itu.
"tak mungkin hal ini bisa terjadi, siapa pula yang telah memerankan dirinya? Ayah, kau tentu belum lupa bukan dengan penuturanku tempo hari, dimana Kho Beng pun pernah menyamar sebagai Kongci cu?"
"Tiada orang yang menyamar sebagai dirinya. Dialah Kongci Cu y asli"
Dewi In un membelalakkan sepasang matanya bulat-bulat, serunya kurang percaya .
"Hal ini mana mungkin bisa terjadi? Kalau orang itu adalah Kongci Cu, seharusnya dia membantu pihak ayah. Selain itu, masa dia betul-betul bisa hidup selama dua abad lamanya?"
"Dalam jagad raya yang begini luas, tiada keajaiban yang tak mungkin terjadi, apa bila orang yang dapat hidup melebihi dua abad pun bukan hanya Kongci Cu seorang."
Sesudah berhenti sejenak, kembali serunya .
"Tentang apa sebabnya Kongci Cu tidak membantu pihak kita masih ada satu hal ayah tak pernah menceritakannya kepadamu."
"Tentang soal apa?"
Tanya Dewi In Un agak bimbang.
"Kongci Cu betul-betul adalah tuan penolong keluarga ui kita, tapi itupun hanya disebabkan dia telah mengurusi layon kakekku almarhum serta memiliki jalinan persahabatan yang cukup erat dengan kakekku dulu, sedang terhadap segala tingkah laku maupun sepak terjang partai kupu-kupu kita dia tak pernah mau tahu atau mencampurinya."
"Dia telah pergi kemana sekarang?"
Tanya Dewi In Un. Ui Sik kong tertawa getir.
"Entah, kemanapun dia pergi, yang pasti tak mungkin bisa kita temukan, ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya sangat hebat, apalagi merupakan kepandaian andalannya."
Setelah memancarkan sinar kebencian dari balik matanya, kembali dia melanjutkan .
"Padahal sekalipun kita berhasil menemukannya, apa pula yang dapat kita perbuat?"
"Dengan mengandalkan kekuatan partai kupu-kupu yang ada sekarang, kita bunuh tua Bangka tersebut, masa kita tak mampu melakukannya?"
Kembali Ui sik kong tertawa getir.
"Percuma, menurut apa yang kuketahui sekalipun seluruh kekuatan partai kita kerahkan pun belum tentu bisa menandingi kemampuannya"
"Kalau begitu, apa yang mesti kita lakukan sekarang?"
Tanya Dewi In Un terperanjat. Tapi kemudian seperti memahami akan sesuatu, kembali tanyanya .
"Aku mempunyai sebuah ide yang bagus sekali, apakah ayah menyetujuinya?"
"Apa idemu itu?"
"Kita ajukan rencana yang semula dengan melakukan pembantaian lebih awal terhadap umat persilatan didunia ini, kita harus melakukan pembantaian berdarah untuk menyapu serta menaklukan orang-orang itu"
Tapi Ui sik kong segera menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya .
"Cara tersebut bukan sebuah cara yang baik."
Kening Dewi In Un berkerut, segera serunya .
"Lalu ayah.."
Mendadak Ui sik kong merasakan semangatnya berkobar kembali, serunya cepat .
"Aku telah berhasil mendapatkan sebuah akal yang sangat bagus."
"Apa akalmu itu?"
Tanya Dewi In Un cepat.
"Tempat ini bukan tempat yang cocok untu berbicara, mari kita pulang dulu kebukit Cian san "
"Baik ayah, mari kubimbing dirimu"
Maka ayah dan anak pun saling berangkulan sambil melakukan perjalanan, dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka telah lenyap dikajauhan situ diiringi segenap jago-jago lihainya.
ooo)00000(ooo ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Kongci Cu benar-benar sangat lihai, dalam sekali lompatan dia berhasil mencapai jarak sejauh puluhan kaki, gerakannya begitu ringan seperti segulung asap lembut, dalam waktu singkat berpuluh li telah dilewati.
selama ini Kho Beng berada dalam keadaan sadar, meskipun rasa tentram telah menyelimuti perasaannya, namun persoalan lain membuat pikirannya terasa bertambah berat.
Berhubung gerakan tubuh dari Kongci Cu sedemikian cepatnya membuat Kho Beng hampir saja tak dapat membedakan jalan bukit atau jalan datarkah yang mereka lalui selama ini, tapi menurut perkiraannya paling tidak seratus li telah mereka lampaui.
saat itulah pelan-pelan Kongci Cu baru menghentikan larinya.
Kho Beng mencoba memperhatikan keadaan sekelilingnya secara diam-diam, ternyata mereka masih berada ditengah hutan yang lebat, namun dia tahu tempat tersebut bukan bukit Wang hu san , juga bukan bukit Cian san.
sambil membungkukkan badan Kongci Cu segera menegur sambil tertawa ringan.
"Kho Beng, apakah keadaanmu rada mendingan?"
Kho Beng mencoba menggerakkan bibirnya namun tak sepatah katapun yang sanggup diutarakan. sambil manggut-manggut Kongci Cu berkata lagi .
"Kondisi tubuhmu sudah lemah sekali, bila tidak diobati secepatnya, mungkin ilmu silatmu bakal punah sama sekali."
Sembari berkata ia segera membaringkan tubuh Kho Beng keatas tanah.
Tampak ia termenung sebentar, kemudian dari sakunya mengeluarkan sebutir pil berwarna merah dan dihadapankannya sebentar pada telapak tangannya, setelah itu baru katanya .
"Pil ini adalah pil mestika Giok ci sin wan terakhir yang kumiliki, cepatlah kau telan"
Tanpa peduli apakah Kho Beng setuju atau tidak, dia segera menekan jalan darah Coat ho hiat ditenggorokannya dan menjejalkan pil tersebut kedalam mulutnya.
Kho Beng tak bertenaga untuk menampik, terasa olehnya pil yang menggelinding masuk kedalam mulutnya itu segera menyebarkan hawa segar keseluruh badannya, bersamaan itu pula dia merasakan semangatnya kembali berkobar.
Tiba-tiba Kongci Cu berbisik d isisi telinganya .
"Usahakan sedapat mungkin untuk menghimpun kembali kekuatanmu serta mengatur napas."
Kho Beng menurut dan segera berusaha menghimpun kembali tenaga dalamnya.
Mungkin Karena bantuan sisa hawa murni yang dimilikinya, ternyata percobaan yang dilakukannya kali ini mendatangkan hasil yang diharapkan, segulung aliran hawa panas pelan-pelan muncul dari pusarnya dan menyebar keseluruh tubuh.
Kho Beng menjadi girang setengah mati, dengan cepat dia mengatur napas dengan penuh semangat, matanya dipejamkan rapat-rapat dan mulutnya membungkam dalam seribu bahasa.
sementara itu Kongci Cu duduk pula disisinya sambil memejamkan mata rapat-rapat, jelas diapun sedang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengatur pernapasan, lebih kurang sepertanak nasi kemudian Kho Beng telah membuka matanya kembali dan bangkit dari tidurnya.
Ia merasakan tubuhnya jauh lebih segar dan bertenaga, ketika mencoba bangkit berdiri ternyata usaha ini pun berhasil, buru-buru dia berlutut dihadapan Kongci Cu sambil serunya .
"Boanpwee mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan locianpwee"
Pelan-pelan Kongci Cu membuka matanya kembali, ia sama sekali tidak membangunkan Kho Beng, hanya ujarnya sambil tersenyum .
"Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Boanpwee telah merasakan kesehatan tubuhku jauh lebih sehat dan kuat."
"Bagus, bagus sekali"
Sorak Kongci Cu dengan gembira.
"hitunghitung aku telah melakukan suatu pekerjaan yang amat memuaskan hati."
"Benarkah cianpwee adalah Kongci cianpwee?"
Mendadak Kho Beng bertanya agak ragu-ragu. Kongci cu segera tertawa tergelak .
"Haaahh.haaahhh..haaahhh..masa kau tidak mendengar pembicaraanku dengan Ui Sik kong tadi?"
"jadi jadi kesemuanya ini sungguh-sungguh? Tapi Boanpwee pernah mendengar penuturan kakek tongkat sakti katanya cianpwee..sudah.."
"Sudah mati bukan?"
Sambung Kongci Cu sambil tertawa. Kho Beng jadi tergagap.
"Lantas cianpwee.."
Setelah menghela napas Kongci Cu berkata .
"Aaaaai, aku memang pernah mati sekali tapi waktu itu Cuma pura-pura mati, hal ini pun disebabkan masalah partai kupu-kupu"
"Boanpwee benar-benar bingung dan tidak memahami keterangan dari cianpwee, bersediakah cianpwee untuk menerangkan lebih jelas lagi?"
Pinta Kho Beng dengan wajah tak habis mengerti.
"Tentu saja."
Kongci Cu manggut-manggut.
"aku pasti akan memebritahukan kepadamu."
Sesudah berhenti sejenak. kembali dia melanjutkan .
"Tatkala aku menjalin tali persahabatan dengan Ui Thian it pendiri partai kupu-kupu, waktu itu usiaku masih amat muda, hal inipun bisa terjadi lantaran aku merasa berhutang budi kepadanya."
"Apakah dia pernah menolong cianpwee?"
Tanya Kho Beng . Dengan cepat Kongci Cu menggeleng.
"Dia pernah menolong ayahku almarhum, meskipun ayahku akhirnya mati karena lukanya yang parah, namun dia telah berusaha dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, oleh sebab itu aku merasa amat berterima kasih kepadanya hingga selanjutnya menjalin persahabatan yang sangat akrab. Tapi setelah persahabatan itu berjalan berapa tahun, aku mulai menemukan banyak kelemahan dan kesalahan yang dilakukan Ui Thian it didalam pelbagai tindakannya, misalkan saja dia amat berambisi, tidak mengenal perikemanusiaan, sadis, buas dan kadang-kadang pula menunjukkan sifat kemunafikannya."
"Mungkin disinilah letak perbedaan antara kaum pendekar dengan kaum sesat?"
Sela Kho Beng. Kongci Cu mengangguk.
"Yaa, boleh dibilang begitu, berhubung tabiatnya yang susah didekati itu maka lambat laun mulai menjauhkan diri dari pergaulan dengannya, namun berhubung aku merasa berhutang budi kepadanya, maka masalah ini selalu mengganjal didalam hatiku dan tak pernah dapat kulupakan."
"Disinilah letak kebesaran jiwa locianpwee"
Kata Kho Beng. Tiba-tiba Kongci Cu melototkan sepasang matanya bulat-bulat serunya sambil mendengus "Hmmm bocah muda, kau tak usah bermaksud menjilat pantatku"
Merah padam selembar wajah Kho Beng, namun ketika menyaksikan raut wajah Kongci Cu yang lucu, tak kuasa lagi dia tertawa geli.
Dia tahu manusia yang berusia hampir mendekati dua abad ini bukan saja gampang diajak bergaul, lagipula tak senang dengan segala macam tata cara pergaulan.
Terdengar Kongci Cu berkata lebih jauh.
"semenjak peristiwa itu, aku sering tak bertemu dengan Thian it sampai berapa tahun lamanya, namun setiap kali bertemu, hubungan kamipun sangat hangat dan akrab, aku masih ingat pada pertemuan kami yang terakhir, yaitu empat tahun sebelum dia mati ditangan tiga dewa. Waktu itu kitab pusaka Thian goan bu boh warisan leluhLimya telah hilang, ia sedang mempersiapkan diri untuk melakukan pembantaian secara besar-besaran didalam dunia persilatan. Aku berusaha membujuknya agar mengurungkan niatnya itu namun tidak berhasil, akhirnya a kupun terpaksa mohon pamit. Tapi sebelum pergi meninggalkannya diapun sempat mengajukan sebuah permohonan kepadaku."
Ketika berbicara sampai disini, ia segera termenung dan tidak melanjutkan kembali kata-katanya.
"Entah apakah permintaan itu?"
Tanya Kho Beng dengan nada menyelidik. sambil tertawa getir Kongci Cu berkata .
"Mungkin pada saat itu diapun sudah menduga kalau hari kiamatnya hampir tiba, ternyata sebelum itu dia telah meninggalkan pesannya, akupun menyanggupi permintaannya untuk berusaha dengan sepenuh tenaga melindungi keturunan dari partai kupukupunya sehingga tidak mengalami kemusnahan total"
Kho Beng segera manggut-manggut, katanya .
"Tindakan locianpwee memang sudah terhitung suatu bukti bagi kesetiaan kawanmu."
Lalu setelah berhenti sejenak. dengan nada menyelidik kembali dia berkata .
"Apakah locianpwee tidak merasa bahwa perbuatan cianpwee menolong boanpwee adalah suatu perbuatan yang salah?"
Kongci cu menggeleng.
"sudah kukatakan sedari tadi, setiap orang mempunyai cita-cita yang berbeda, walaupun aku telah menyanggupi permintaannya untuk melindungi keturunan dari partai kupu-kupu, namun secara diam-diam aku pun telah mengambil keputusan pula bahwa aku tak akan membiarkan partai kupu-kupu menerbitkan bencana bagi umat persilatan, apalagi menciptakan badai pembunuhan berdarah lagi."
Setelah berhenti sejenak. kembali dia berkata .
"Anak muda, apakah kau menyetujui pandanganku ini?"
Buru-buru Kho Beng menjawab .
"Boanpwee merasa kagum sekali dengan tindakan cianpwee, sebab apa yang dilakukan kau orang tua memang tepat sekali"
Kongci Cu menjadi kegirangan, serunya .
"Waaah..jilatan pantatmu betul-betul membuatku merasa nyaman.. dulu aku sengaja berlagak mati karena secara diam-diam aku hendak mengamati segala perbuatan serta sepak terjang dari ahli waris partai kupu-kupu. Ternyata selama tiga generasi mereka hidup mengasingkan diri dan tak pernah terjun kembali kedalam dunia persilatan, selama ini mereka selalu menekuni ilmu silat keluarganya."
"Bukankah hal semacam ini sudah menunjukkan dengan nyata bahwa mereka telah bersiap sedia melakukan pergerakan kembali untuk menuntut balas atas sakit hatinya dimasa lampau?"
Kata Kho Beng.
"Aku pun mengetahui akan hal ini,"
Kongci Cu manggut-manggut.
"sungguh beruntung aku memperoleh penemuan tak terduga sehingga menyebabkan hidupku juga lebih lama dari dugaan orang, selama ini pula aku melakukan pengawasan secara diam-diam."
Berbicara sampai disitu, dia menghela napas panjang.. selang berapa saat kemudian, ia kembali berkata .
"Tapi sayang walaupun aku diberkahi usia panjang, tapi sekarang telah tiba saat habisnya minyak lentera."
"Cianpwee, apa maksud perkataanmu itu,"
Sahut Kho Beng dengan perasaan amat terkejut. Kongci Cu tertawa .
"Maksudku sudah amat jelas, aku hampir mati"
"Bukankah locianpwee telah makan obat panjang usia? Mengapa kau menyinggung soal mati?"
Kho Beng sangat keheranan. Kongci Cu tertawa terbahak-bahak .
"Haaahh..haaahh..haaahhh..tiada obat yang benar-benar bisa membuat seseorang tak dapat mati didunia ini, cairan mestika Giok hu wan ci yang kebetulan kutemukan tak lebih hanya memperpanjang umurku selama enam puluh tahun, lagipula barusan aku telah dilukai Ui sik kong dengan serangan yang mematikan"
"Locianpwee benar-benar terluka?"
Tanya Kho Beng tercengang. Kongci Cu tertawa paksa.
"Jurus kedua yang kupergunakan tadi merupakan jurus berbahaya, kalau bukan begitu mana mungkin aku bisa mengunggulinya."
Kemudian setelah berhenti sejenak. dengan suara yang dalam dan berat dia meneruskan.
"Berbicara sesungguhnya, kepandaian silat yang dimiliki Ui sik kong telah mencapai tingkatan yang amat sempurna, rasanya tiada orang kedua dalam dunia persilatan saat ini yang sanggup menandingi kemampuannya itu"
Kontan saja Kho Beng merasakan hatinya jadi tenggelam, terasa beratnya bukan kepalang. sambil mengawasi pemuda tersebut, Kongci Cu berkata lagi sesudah termenung sebentar .
"Anak muda, sekarang marilah kita membicarakan persoalan antara kita berdua, kau apakah kau sudah mempunyai guru?"
Buruburu Kho Beng menyebut .
"Buwi lojin pernah mewariskan ilmu silat kepada boanpwee, namun tidak mempunyai hubungan sebagai guru dan murid."
Kongci Cu segera bersorak gembira .
"Bagus sekali, bersediakah kau mengangkat diriku sebagai gurumu?"
"Memang inilah yang sangat boanpwee harapkan."
Buru-buru pemuda itu bertekuk lutut dan telah menyembah diri, katanya pelan .
"suhu, silahkan menerima hormatku ini."
Menyusul kemudian dengan sikap yang serius dan hormat dia melakukan sembilan kali sembahan. sambil mengelus jenggotnya, Kengci Cu tertawa terbahak-bahak, katanya kemudian .
"Haaahhhaaahhh.hahhh setelah kau mengangkat diriku sebagai gurumu, berarti kau harus meneruskan cita-citaku."
"Tentu saja, silahkan suhu memberi petunjuk"
"Hutang budiku kapada Ui Thian it belum sempat dibayar, lagipula aku telah menyanggupi permintaannya untuk melindungi partai kupu-kupu dari kemusnahan, ini berarti kewajiban serta beban tersebut sudah jatuh ketanganmu"
Kho Beng jadi serba salah dibuatnya, agak sangsi dia berkata .
"Tapi tecu mempunyai dendam kesumat sedalam lautan dengan mereka, apalagi kaum sesat dan kaum lurus tak mungkin bisa hidup berdampingan, bagaimana"
"Itu mah soal gampang,"
Kata Kongci Cu sambil tersenyum.
"seperti contohnya tindakanku terhadap Ui sik kong tadi."
Sambil mengawasi wajah sianak muda itu lekat-lekat, dia melanjutkan .
"Apakah kau memahami maksudku?"
"Apakah kita wajib menghilangkan sifat sesatnya serta merubah kejahatannya menjadi perbuatan mulia"
Tanya Kho Beng dengan suara berat.
"Itu sih pandangan dan pengharapan yang paling tinggi, tapi aku rasa mustahil hal semacam ini dapat terlaksana, namun kalau bisa membuat generasi partai kupu-kupu tetap hidup didalam dunia persilatan dan menempati sebuah posisi tertentu yang tak berubah untuk selamanya, itu sudah lebih daripada cukup"
"Tecu mengerti sekarang"
Kata Kho Beng kemudian sambil manggut-manggut. Kongci Cu semakin gembira.
"Bagus sekali kalau begitu, dengan demikian biarpun aku berangkat kealam baka nanti, rasanya dapat pula kuberikan pertanggung jawab ku kepada saudara Thian it."
Setelah berhenti sejenak, kembali dia melanjutkan .
"Tak jauh dari sini terdapat sebuah goa, mari kita berangkat ketempat itu"
Tak selang berapa saat kemudian, mereka berdua telah duduk didalam sebuah ruang gua yang sangat luas. Dengan suara dalam dan berat Kongci Cu segera berkata .
"Dari sini sampai bukit Cian san kira-kira jaraknya mencapai seratus dua puluh li, bukit ini bernama Bi san dan mungkin merupakan tempat tinggalku untuk beristirahat untuk selamanya."
"suhu jangan mengucapkan kata-kata macam begitu. Kau orang tua toh."
Kongci Cu tertawa, tukasnya .
"Kalau lahir ada tempatnya, kalau matipun harus ada tempat juga, segala sesuatunya telah ditakdirkan sebelum kita dilahirkan didunia, lebih baik tak usah kita singgung kembali masalah ini."
Setelah terbatuk sebentar, katanya lebih jauh .
"Yang paling penting sekarang adalah mewariskan ilmu silat kepadamu, aku pernah menciptakan semacam kepandaian silat, meskipun belum dapat dibandingkan dengan ketangguhan ilmu silat dalam kitab pusaka Thian goan bu boh, namun kepandaian ini memiliki kelebihan lain."
"Kalau ilmu silat yang dimiliki Ui sik kong sudah mencapai tingkat kesempurnaan sehingga suhu pun bukan bandingannya, buat apa tecu."
"Apakah kau takut bukan tandingan Ui sik kong sehingga tak berani memikul tanggung jawab ini?"
Sela Kongci Cu.
"Tecu bukan tidak berani tapi kuatir mengecewakan pesan dari suhu itu"
Kata Kho Beng agak tergagap. Kongci cu segera tertawa terbahak-bahak .
"Haaahh.haaahhh..haaahh.tidak usah kuatir, aku dapat memastikan kalau ilmu silatmu dapat melampaui kemampuan Ui sik kong"
"Kenapa?"
Tanya Kho Beng tak habis mengerti.
"Bukankah kau sudah melatih ilmu silat yang tercantum didalam kitab pusaka Thian goan bu boh?"
Kho Beng segera mengangguk.
"Yaa benar, boanpwee pernah mempelajarinya tapi berhubung ilmu tersebut belum berhasil kukuasai dengan matang, maka susah bagiku untuk mewujudkan kedahsyatannya sebagaimana yang diharapkan dalam catatan ilmu silat tersebut."
"Biarpun aku kurang begitu memahami tentang ilmu silat yang tercantum dalam kitab pusaka Thian goan bu boh, namun bila kepandaianku ini bisa dikombinasikan dengan kepandaian yang tercantum dalam kitab pusaka Thian goan bu boh itu, aku percaya tentu akan menghasilkan kemampuan yang sama sekali diluar dugaan, bila hal ini berhasil dengan sukses, berarti Ui sik kong tak nanti sanggup menandinginya lagi."
Kho Beng menjadi sangat gembira, serunya segera .
"Kalau memang demikian, tecu pun tak usah merasa ragu-ragu atau sangsi lagi"
"Lukamu belum sembuh betul, kira-kira masih membutuhkan waktu selama tiga hari sebelum dapat pulih kembali seperti sedia kala, ditambah lagi dengan tujuh hari mempelajari ilmu silat berarti semuanya membutuhkan waktu sepuluh hari, aku percaya sepuluh hari kemudian kau pasti telah berubah menjadi seorang yang lain."
"Terima kasih atas bimbingan suhu,"
Cepat-cepat Kho Beng berseru. Kongci Cu menghela napas panjang .
"Aaaaai, biarpun jangka waktu sepuluh hari tidak terhitung panjang, namun cukup menimbulkan banyak perubahan dan Kejadian, mungkin juga."
Ia tidak melanjutkan perkataan itu, setelah menghela napas , desahan suara dalam dan berat dia tutup mulut rapat-rapat. Kho Beng menjadi sangat risau, katanya cepat .
"Kekalahan yang diderita Ui sik kong ditangan suhu mungkin akan memancing berkobarnya sifat buas orang tersebut, seandainya dia sampai melakukan tindakan untuk menyerbu berbagai partai didalam dunia persilatan, mungkin banjir darah akan melanda manusia dan mayat bergelimpangan memenuhi bumi, entah bagaimana nasib dari dunia persilatan selanjutnya?"
"Ya a, kemungkinan tersebut memang ada tapi semuanya terserah bagaimana kehendak tadir nanti, bila memang sudah ditakdirkan untuk mengalami Kejadian seperti ini, apalagi yang dapat kita katakana?"
Kho Beng menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. Kongci Cu menghela napas panjang, kembali ujarnya .
"Anak muda, sekarang berbaringlah baik-baik untuk melepaskan lelah, aku tak punya obat mestika yang lain untukmu lagi."
"suhu, yang paling penting kau harus mengobati luka yang kau derita lebih dulu."
Sambil tertawa getir, Kongci Cu menggeleng .
"Yang kuminta kepadamu untuk diperhatikan adalah keselamatan dari seluruh dunia persilatan serta bagaimana menghindarkan partai kupu-kupu dari kemusnahan, masalah yang lain tidak usah kau campuri"
Terpaksa Kho Beng mengiakan dan menurut saja, membaringkan diri untuk beristirahat.
Melihat Kho Beng telah memejamkan matanya, Kongci Cu segera menjatuhkan diri duduk bersila dan memejamkan mata pula untuk mengatur pernapasan.
Dalam waktu singkat, ruangan gua yang lebar pun pulih kembali dalam keheningan yang mencekam.
ooo)00000(ooo Fajar baru saja menyingsing, matahari pagi yang cerah menyinari lembah hati Buddha.
saat itu yang mendapat tugas untuk menjaga mulut lembah adalah Molim, Mokim,Rumang serta Hapukim.
Memandang sinar surya yang baru terbit, tiba-tiba rumang menghela napas sambil menggerutu .
"Kita betul-betul ketimpa sial tujuh turunan"
"Ya a betul"
Hapukim menyambung.
"kita datang gara-gara kitab pusaka Thian goan bu boh, tak dinyana bukan saja pusaka tersebut tak berhasil didapatkan, sebaliknya nyawa sendiri pun nyaris dibuat tanggungan"
"Walaupun sekarang kita belum kehilangan nyawa,"
Ucap Rumang lagi.
"namun jalan darah kita telah ditotok oleh si pelajar rudin Ho Heng dengan ilmu memotong nadi menyumbat jalan darah, seandainya Kho Beng si bocah keparat itu tak pernah kembali lagi, bukankah riwayat kita pun akan berakhir disini, mati secara konyol?"
"Aaaaai.inilah yang dinamakan nasib, apa lagi yang bisa kita perbuat selain pasrah?"
Kata Molim sambil menghela napas.
"sudah beberapa hari lamanya kita tak mendapat kabar, bila Kho Beng si bocah keparat itu betul-betul mampus, bukankah kita.."
"ssssst. .jangan berisik,"
Mendadak Molim memperingatkan.
"Ketiga orang she Kim itu datang"
Tampak tiga bersaudara Kim muncul dari balik lembah dan menuju kearah mereka dengan langkah lebar. Bersambung ke
Jilid -36
Jilid 36 Sambil maju menyongsong Molim segera menyapa .
"Selamat pagi tiga bersaudara Kim"
"Selamat pagi"
Sahut Kim lotoa seraya menjura. Dengan nada menyelidik Molim bertanya lagi .
"Mengapa sampai kini cukong belum mengirim berita? Kami berempat benar-benar telah rindu kepadanya."
Mendengar perkataan itu Kim loji segera tertawa.
"Aku rasa kalian bukan sungguh-sungguh kangen pada Kho sauhiap, tapi kuatir tak ada orang yang akan mengurutkan kalian, bukan?"
Jengeknya setengah menyindir. Kontan saja merah padam selembar wajah Molim, buru-buru dia berseru .
"Aaaah, Kim Ji hiap memang suka bergurau"
Kim lotoa segera menyambung .
"Barusan Ho cianpwee telah bilang, apabila Kho sauhiap tak bisa kembali tepat pada waktunya, maka dialah yang akan menggantikan sauhiap untuk mengurutkan nadi-nadi kalian"
Belum habis perkataan itu diucapkan, mendadak terdengar Kim Losam berseru .
"Sssst.ada orang datang"
Dengan cepat semua orang berpaling, terlihatlah ada dua sosok bayangan kuning muncul dari kejauhan sana dan bergerak mendekat dengan kecepatan tinggi.
Kim losam yang bermain tajam kembali berseru cepat .
"ooooh yang datang adalah dua orang hwesio"
Gerakan tubuh si pendatang tersebut cepat sekali, tak lama kemudian mereka telah tiba dimulut lembah.
"Ternyata mereka berdua adalah dua orang pendeta yang telah berusia lanjut."
Kim lotoa segera maju menghampirinya, ia menegur sambil memberi hormat .
"Locianpwee berdua berasal dari mana?"
Pendeta tua yang berjalan paling duluan segera berseru memuji keagungan sang Buddha.
"omitohud, aku adalah Phu sian dari siau lim si."
Tiga bersaudara Kim menjadi sangat terperanjat, sebab mereka tak pernah menyangka kalau pendeta tua yang berada dihadapannya sekarang dalah ketua siau limpay.
Mungkin disebabkan harus menempuh perjalanan cepat, saat itu wajah maupun pakaian Phu sian sangjin serta Hwee cuncu kotor oleh debu, keadaannya sedikit agak mengenaskan.
sesungguhnya peristiwa ini memang suatu kejadian yang luar biasa, bayangkan saja pendeta tua itu tak lain adalah ketua siau limpay yang mempunyai kedudukan sangat tinggi dan terhormat, namun nyatanya dia justru mendatangi lembah hati Buddha.
Boleh dibilang pada hakikatnya tiga bersaudara Kim tak pernah menyangka akan hal tersebut.
Buru-buru Kim lotoa memberi hormat, lalu sapanya .
"ooooh, kiranya lo siansu yang datang berkunjung, maaf kalau boanpwee kurang hormat."
"omotohud, apakah kalian bertiga adalah tiga bersaudara Kim?"
Tanya Phu sian sangjin sambil balas memberi hormat.
Tiga bersaudara Kim merasa sangat gembira walaupun mereka belum pernah berjumpa muka dengan ketua siau limpay ini, namun dalam sekilas pandangan saja ketua siau limpay ini bisa menduga identitas mereka yang sebenarnya, tentu saja kejadian ini sangat menggembirakan hati mereka semua.
Buru-buru Kim bersaudara menyahut hampir berbareng .
"Boanpwee sekalianlah yang dimaksud, entah losiansu.."
"Aku dengar Bu wi lojin bersama pendeta suci sekalian berkumpul ditempat ini, apakah berita itu benar?"
"Benar"
Sahut Kim lotoa cepat.
"Malah Ho locianpwee, ketua dari delapan rudinpun berada disini juga"
Phu sian sangjin segera bersorak gembira.
"Aku ingin cepat-cepat bertemu dengan mereka bertiga, apakah Kim sicu bersedia menghantar?"
Cepat-cepat Kim lotoa menyingkir kesamping, sahutnya .
"Mereka tiga orang tua berada didalam lembah, silahkan masuk lo siansu.."
Baru saja Phu sian sangjin hendak melangkah mendadak Molim memburu kedepan dan memberi hormat seraya berkata .
"Kami ingin bertanya kepada lo siansu akan suatu persoalan, apakah lo siansu telah bertemu dengan cukong kami Kho Beng?"
Mendengar pertanyaan itu, Phu sian sangjin merasa sangat terperanjat, agak tergagap segera sahutnya .
"Dia. dia telah ditangkap ketua partai kupu-kupu Ui sik kong"
Berita ini bukan saja membuat Molim sekalian berempat menjadi terkejut, tiga bersaudara Kim pun turut terkesiap dibuatnya. sementara itu Phu sian sangjin telah menghela napas, katanya kembali .
"Mari kita berbincang-bincang didalam lembah saja"
Dengan cepat dia meneruskan perjalanannya menuju kedalam lembah.
sementara itu Bu wi lojin telah menyelesaikan semedinya, kondisi tubuhnya juga telah pulih kembali seperti sedia kala.
Phu sian sangjin sebagai teman lama dari Bu wi lojin, Hwesio daging anjing serta Pelajar rudin Ho Heng tentu saja merasa sangat gembira dapat berkumpul kembali, sebab mereka tak mengira akan bertemu kembali disaat seperti ini.
sambil menghela napas panjang, Hwesio daging anjing berkata .
"Diantara kalian semua, aku si hwesio yang paling sial. Enak-enak hidup disana, eeeh tahunya aku justru datang kemari hanya mencari gara-gara..aaaai, bukan saja tiada arak, daging anjing pun seolaholah sudah menjauhi diriku."
Buru-buru Kim lotoa maju kedepan sambil berseru .
"Lo siansu, sudah semenjak tadi kami siapkan segala sesuatunya bagimu, bukan saja tiga guci arak wangi baru tiba, daging anjing pun sudah dipersiapkan satu kuali penuh dan kini telah siap dihidangkan. Kau orang tua tak usah kuatir pokoknya kami akan mengusahakan makan dan minum sebaik-baiknya untukmu."
Mendengar itu , si Hwesio daging anjing segera tertawa terbahakbahak .
"Haaaa..haaahhaaahhh.nah, kalian mesti begitu Jadi pengorbananku selama inipun tidak sia-sia. sejak budak Chin minggat tanpa pamit untuk menyusul Kho Beng, kalian bertigalah yang mengurusi makan minumku, sesungguhnya dalam hati kecilku merasa agak rikuh."
"Aaaah, itu sudah menjadi kewajiban kami, kau orang tua tak perlu sungkan-sungkan."
Sambil menyeka mulutnya Hwesio daging anjing kembali berkata .
"Bagaimana pun juga kami toh sudah bersahabat karib, tak usah kuatir, rokoknya aku si hwesio pasti tak akan merugikan kalian bertiga."
Berbicara sampai disitu, dia segera berpaling kearah Phu sian sangjin, ketua dari siau limpay itu seraya berkata .
"Benarkah situasi didalam dunia persilatan sedang mengalami perubahan besar?"
Phu sian sangjin hanya manggut-manggut saja tanpa menjawab. Tiba-tiba Hwesio daging anjing menghembuskan napas panjang, kembali ujarnya .
"Persahabatan diantara kita telah berlangsung hampir tiga puluh tahun lamanya, gara-gara urusan keluarga Kho, hampir saja kita berhadapan sebagai musuh, tapi urusan sudah berubah sekarang, aku kira kita tak usah saling gontok-gontokan sendiri, bukan?"
Merah jengah selembar wajah Phu Sian sangjin, setelah menghela napas ia berseru .
"Kesemuanya ini memang gara-gara ketidak becusanku"
Cepat-cepat si Pelajar rudin Ho Heng tertawa terbahak-bahak, sambil menukas .
"Menurut pengamatan aku sipelajar, yang aman bakal kacau, yang kacaupun akhirnya aman, sebab memang begitulah yang dikehendaki oleh yang kuasa, bukan kesalahan satu dua orang melulu."
Mendadak Bu wi lojin berpaling kearah Kim lotoa dan berseru .
"Tolong kalian minta kepada Mo bersaudara sekalian agar menyiapkan hidangan berpantang, kita harus mengadakan sedikit perjamuan untuk menyambut kedatangan kedua orang lo siansu ini."
"Tak usah locianpwee perintahkan, boanpwee bersama jite dan samte telah mempersiapkan segala sesuatunya"
Sahut Kim lotoa cepat.
Benar juga tak lama kemudian satu meja penuh hidangan berpantang telah disiapkan.
Hwesio daging anjing yang paling tidak tertarik dengan hidangan berpantang buru-buru pindah kemeja lain, seorang diri ia menikmati daging anjing sambil meneguk arak dengan sepuasnya.
setelah perjamuan berlangsung berapa saat, beberapa kali Phu sian sangjin nampak menggerakkan bibirnya seperti hendak mengucapkan sesuatu, namun niat tersebut selalu diurungkan kembali.
Bu wi lojin yang melihat kejadian ini menjadi keheranan, dengan perasaan yang tak habis mengerti segera tanyanya .
"Maaf kalau aku bertanya agak lancang, nampaknya lo siansu telah menjumpai suatu masalah yang amat pelik, entah masalah apakah itu?"
Phu sian sangjin segera menghembuskan napas panjang, katanya kemudian setelah termenung berapa saat .
"Terus terang saja, aku telah jatuh kecundang orang"
Semua orang menjadi tertegun sehabis mendengar ucapan tersebut. Sebelum orang lain sempat bertanya, sambil tertawa getir, phu Sian sangjin telah melanjutkan kembali kata-katanya .
"Atas dukungan dan kepercayaan para umat persilatan, kami siau limpay sudah bertahun-tahun lamanya dianggap sebagai pemimpin dari tujuh partai besar, aku sebagai ketua siau limpay pun tak berani terlalu meremehkan kepercayaan orang atas diriku, tapi aku."
Selapis perasaan duka yang amat sangat menghiasi wajahnya, dengan nada mendekati parau dia melanjutkan .
"Tapi kenyataannya ilmu silat yang dimiliki ketua partai kupukupu Ui sik kong memang luar biasa hebatnya, dalam suatu pertarungan yang baru saja terjadi, aku telah dikalahkan hanya dalam tiga gebrakan saja."
"Apa? Tiga jurus..hanya dalam tiga jurus?"
Teriak Hwesio daging anjing sambil membanting cawan araknya kelantai. Phu sian sangjin menghela napas panjang.
"Aaaaai..tegasnya saja. Andaikata dla ingin meraih kemenangan dalam satu jurus pun hasilnya tetap sama saja, mungkin dia masih ingin memberi muka kepadaku, maka aku baru dikalahkan dalam jurus yang ketiga."
Semua orang segera terbungkam dalam seribu bahasa, suasana hening luar biasa mencekam seluruh ruangan gua.
Kejadian ini betul-betul merupakan suatu peristiwa yang mengejutkan hati, sejak partai siau limpay didirikan oleh Tat mo cousu, pelbagai ilmu silat maha sakti boleh dibilang bersumber dari kuil siau lim si sebagai sumber dari segala macam ilmu silat.
Kini, Phu sian sangjin sebagai ketua siau limpay ternyata berhasil dikalahkan secara mudah oleh Ui sik kong hanya dalam tiga gebrakan saja, dari sini bisa disimpulkan bahwa kepandaian yang dimiliki Ui sik kong betul-betul sudah mencapai tingkatan yang luar biasa.
Maka secara ringkas ketua siau limpay ini menceritakan kembali tentang pengalaman yang telah dialaminya.
Bagaimana pun juga rupanya Phu sian sangjin amat mempercayai orang-orang yang hadir dalam gua itu, bukan saja ia tidak merahasiakan kejadian itu, bahkan setiap kejadian dijelaskannya secara terperinci, sebagai akhir kata dia berkata .
"Biarpun aku bukan seorang yang terlalu mempersoalkan tentang nama dan kehormatan, namun nama baik serta pamor siau limpay akan turut hancur dengan terjadinya peristiwa tersebut, aku merasa tidak pantas lagi untuk menjadi pemimpin dari rekan-rekan persilatan, itulah sebabnya"
"sebetulnya lo siansu mempunyai rencana untuk bertindak bagaimana?"
Tanya Bu wi lojin dengan suara dalam.
"omitohud, apabila rekan-rekan partai telah berkumpul semua, aku akan menceritakan kembali peristiwa yang kualami ini secara gambling, lalu akan kumohon kepada hadirin untuk memilih pemimpin yang baru yang lebih pantas, pokoknya aku beserta segenap anggota siau lim si akan mendukung serta menuruti semua perintah dari pemimpin baru ini untuk melanjutkan kembali perjuangan kita menumpas kaum durjana dari muka bumi."
"Lo siansu, pandanganmu ini keliru besar,"
Kata Bu wi lojin tibatiba dengan wajah serius. Dengan kening berkerut Phu sian sangjin bertanya .
"Apa yang lohiap maksudkan?"
Setelah tertawa getir, Bu wi lojin berkata .
"Kekalahan lo siansu ditangan Ui sik kong dalam tiga gebrakan sesungguhnya bukan menjadi kesalahan lo siansu, karena dalam kenyataannya kelihaian serta kesempurnaan ilmu silat yang dimiliki Ui sik kong memang tiada bandingannya didunia saat ini, entah siapa pun diantara ketujuh partai besar, aku yakin tak seorang pun diantara mereka mampu menahan tiga jurus serangan Ui sik kong, nah, mengapa lo siansu kelewat menyesali diri?"
"Tapi bila aku tetap menjadi pemimpin tertinggi dalam usaha menumpas kaum durjana ini, apakah orang lain tak akan mentertawakan diriku?"
Kata Phu sian sangjin serius. Pelajar rudin Ho Heng yang selama ini membungkam, tiba-tiba menjerit dengan suara lengking .
"Menang kalah adalah suatu kejadian yang lumrah dalam setiap pertarungan, apa yang perlu dirisaukan?"
Bu wi lojin segera berkata pula dengan serius .
"Bila losiansu tetap menolak jabatan tersebut, apakah tidak kau rasakan tindakan tersebut justru merupakan tindakan menghindari kenyataan? bisa jadi umat persilatan malah salah menganggap lo siansu sudah dibikin jera"
"soal ini.soal ini."
Untuk berapa saat Phu Sian sangjin menjadi tergagap dan tak mampu melanjutkan kata-katanya. setelah memutar biji matanya sebentar, Bu wi lojin berkata lebih lanjut .
"sudah terlalu lama partai siau limpay memimpin dunia persilatan, apabila dalam situasi musuh tangguh didepan mata ternyata lo siansu menyatakan pengunduran diri, maka kejadian ini bukan saja menunjukkan rasa takut danjeri lo siansu dalam menghadapi masalah tersebut, yang lebih gawat lagi adalah pengaruhnya terhadap semangat juang umat persilatan pada umumnya. Bila kabar sensasi menunjang pula berita itu, yang jelas perasaan hati setiap orang menjadi tak tenang, jadi berbicara dari sudut manapun lo siansu tidak seharusnya mengambil tindakan demikian "
"Betul"
Sambung Hwesio daging anjing setelah menegur araknya.
"aku rasa perkataan ini memang benar, aku si hwesio setuju seratus persen"
Sambil tertawa si Pelajar rudin Ho Heng berkata pula .
"Biar bukit Thian san runtuh didepan mata, wajah tak boleh berubah, biar air bah sungai Huang ho meluap disisi badan, hati tidak kaget. Inilah yang dibutuhkan seorang ksatria sejati. Lo siansu, kau seharusnya mengempos semangat, kobarkan hati setiap umat persilatan untuk bersama-sama menumpas segala macam kejahatan serta kedurjanaan dari muka bumi"
Setelah didesak sana sini, akhirnya Phu sian sangjin berseru memuji keagungan sang Buddha.
"omitohud, kalau toh anda sekalian telah mengatakan demikian, tentu saja aku akan menurut saja"
Bu wi lojin segera tertawa tergelak.
"Haaaahhaaah haaah kalau begitu masalahnya, urusan pun lebih mudah untuk diselesaikan, mari kita sekarang merundingkan tentang masalah besar"
Tapi kemudian dengan kening berkerut, dia melanjutkan .
"sayang sekali, dua bersaudara Kho telah terjatuh ketangan kaum iblis sehingga bagaimana nasibnya sukar diramalkan, sedang si kakek tongkat sakti serta nona Chinpun mungkin lebih banyak mengalami nasib buruk ketimbang nasib mujur. Apakah Ang hiappun sudah turun gunung?"
Tanya Phu sian sangjin agak tertegun.
secara ringkas Bu wi lojin menuturkan semua pengalaman Mo bersaudara kepadanya, tapi bagaimanakah akhir dari persoalan itu belum diketahui dengan jelas, karena Molim berempat mendapat perintah untuk segera meninggalkan bukit Ciansan.
setelah berpikir sebentar si Pelajar rudin Ho Heng berkata .
"Membawa pasukan menyebrang daratan tengah, membangun kembali kejayaan lama. Hmmm Besar amat ambisi si tua Ui itu"
"Benar"
Phu sian sangjin mengangguk.
"apa maksud dan tujuannya kini sudah menjadi jelas, dia memang berambisi menguasai seluruh daratan Tiongoan dan mengangkat diri sebagai pemimpin tertinggi umat persilatan, setelah ambisinya itu tercapai, dia baru berangkat ke pulau Bong lay untuk mencari keturunan dari tiga dewa serta membalaskan dendam bagi leluhurnya"
"sayang sekali dia tak menyangka kalau keturunan dari tiga dewa pun telah tiba didaratan Tionggoan,"
Sambung Bu wi lojin. Dengan kening berkerut, Phu sian sangjin segera berkata .
"Nona Beng gagah perkasa dan berjiwa ksatria, dia memang memiliki kewibawaan leluhurnya, tapi bagaimana dengan Thian dan oh dua orang keturunan tiga dewa yang lain, hingga kini rasanya persoalan tersebut menjadi tanda Tanya besar, lagi pula belum tentu nona Beng berhasil menemukan mereka."
"Lantas bagaimanakah janji lo siansu dengannya?"
"omitohud, padahal nona Beng yang berjanji kepadaku, katanya baik kedua orang empeknya berhasil ditemukan atau tidak. dalam waktu dekat dia pasti akan menyusul ke lembah hati Buddha"
"Bagaimana dengan rekan-rekan persilatan lainnya?"
Tanya Buwi lojin lagi.
"Aku telah memerintahkan anak muridku untuk segera menyebar surat undangan keseluruh partai dan perguruan besar agar mereka secepat mungkin mengirim utusan serta jago-jagonya menuju ke lembah hati Buddha karena kita akan merundingkan bagaimana caranya membasmi kaum durjana serta segala macam kejahatan dari muka bumi. Aku rasa dalam waktu singkat mereka telah berkumpul disini"
Mendadak si Pelajar rudin Ho Heng menggebrak meja, sambil berteriak aneh .
"Aduh celaka"
"Persoalan apa yang bakal celaka?"
Buru-buru phu sian sangjin bertanya dengan perasaan hari bergetar keras. sambil menggelengkan kepalanya dan menghela napas, Pelajar rudin Ho Heng berkata lebih jauh .
"Lembah hati Buddha merupakan suatu tempat yang sudah diketahui oleh Dewi In Un sekalian, masih mending kalau Ui sik kong tidak berambisi menguasai jagat, kini sudah jelas dia pasti akan mengalihkan sasaran yang pertama kepada kita, bukankah hal ini sama artinya kita sekalian sedang menunggu datangnya mulut golok mereka?"
"omitohud, berarti hal tersebut merupakan kecerobohanku"
Seru ketua dari siau lim pay itu cepat.
"Yaa benar"
Kata Bu wi lojin kemudian dengan wajah gelisah.
"kemungkinan besar kejadian semacam ini akan kita alami, kalau begitu kita mesti secepatnya meninggalkan tempat ini"
"Bukan cuma harus meninggalkan tempat ini, bahkan kita harus segera berangkat"
Sambung Pelajar rudin Ho Heng. Timbul perasaan serba salah diwajah Bu wi lojin, serunya agak tergagap .
"soal ini soal ini boleh saja kita tinggalkan tempat ini, tapi kalau harus berangkat sekarang juga, rasanya..rada sulit"
Sambil beranjak dari tempat duduknya, si Pelajar rudin Ho Heng segera berseru lagi .
"Coba anda bayangkan sendiri, hanya dalam tiga gebrakan Phu sian sangjin sudah menderita kekalahan ditangan Ui sik kong, andaikata ia menyerbu kemari dengan memimpin sejumlah jagojago lihainya, berapa orangkah diantara kita yang mampu lolos dari mulut harimau?"
"Hey pelajar rudin, kau jangan melemahkan semangat sendiri"
Teriak Hwesio daging anjing.
"aku si hwesio justru tak percaya dengan segala macam tahayul."
"Hmmm, tampaknya kau sudah mempunyai keyakinan untuk bisa mengungguli Ui sik kong?"
Dengus siPelajar rudin Ho Heng. Tiba-tiba Hwesio daging anjing tertawa .
"Keyakinan sih tak punya atau lebih tegasnya saja, bila aku disuruh melawan Phu sian sangjin, mungkin saja kemampuan kami berimbang tapi untuk menghadapi situa Ui sik kong mungkin tiada kesanggupan dariku."
"Nah, kalau memang tak mampu, kenapa tak segera angkat kaki?"
Seru si Pelajar rudin Ho Heng sambil tertawa dingin. Dengan cepat Hwesio daging anjing menggelengkan kepalanya berulang kali, ia berkata .
"Aku bukannya merasa keberatan untuk pergi dari sini, tapi tidak sepantasnya kalau kita angkat kaki secara tergesa-gesa begini sehingga memberi kesan kepada mereka, seakan-akan kita ini anjing yang kena digebuk lari terbirit-birit."
Kembali si Pelajar rudin Ho Heng tertawa dingin .
"Masalahnya sekarang adalah masalah taktik, lembah hati Buddha telah menjadi sasaran pertama dari orang-orang partai kupu-kupu, bila kita beberapa orang tua bangkotan sampai dihabisi mereka, bukankah sama artinya separuh dari kekuatan dunia persilatan telah punah?"
"Waaahh.waaahhh..begitu hebatkah kau menilai kemampuan sendiri?"
Seru Hwesio daging anjing sambil tertawa. Bu wi lojin yang melihat keadaan tersebut buru-buru melerai, katanya .
"Kalian berdua tak usah cekcok. meninggalkan tempat ini lebih cepat memang lebih baik, tapi.."
Sambil berpaling kearah Phu sian sangjin yang masih berdiri tak habis mengerti, dia melanjutkan .
"Bagaimana pula dengan janji kita dengan para jago persilatan serta nona Beng? soal ini masih bisa diatasi secara mudah,"
Buru-buru Phu sian sangjin berkata.
"Menurut perhitungan, murid-murid partai ku berada tak jauh dari sini, biar aku sebera mengutus sute ku untuk menghadang mereka serta meralat berita yang terlanjur dikirim, selain itu biar kukirim orang untuk melacak jejak nona Beng serta merubah tempat perjanjian dengannya."
"Ya a benar, tempat pertemuan harus pindah.."
Timbrung Pelajar rudin Ho Heng, setelah berhenti sejenak ia melanjutkan .
"Persoalan ini merupakan masalah yang terpenting, kalau toh tempat pertemuan kita hendak dirahasiakan, maka tempat tersebut selain letaknya terpencil, yang penting harus gampang ditemukan."
Bu wi lojin berpikir sebentar, lalu katanya .
"Aku mempunyai sebuah tempat yang rasanya sangat strategis, letaknya dipuncak Giok cing hong dibukit Tiong lam san. Diatas puncak itu terdapat sebuah kuil Leng thian siat wan, kuil itu sudah lama terbengkalai, hanya untung saja walaupun letaknya cukup tingi, sasarannya mudah ditemukan. Kalau begitu kita tetapkan dikuil Leng thian sian wan saja, entah bagaimana pendapat anda sekalian?"
Seru Phu sian sangjin kegirangan.
"Ya a, kita tak punya pendapat lagi"
Teriak Pelajar rudin Ho Heng.
"kalau ada maka usulku adalah cepat angkat kaki dari sini, daripada menderita pengorbanan percuma."
Phu sian sangjin segera berpaling kearah Hwee cuncu dan berkata .
"sute, tahukah kau apa yang mesti kau lakukan?"
"Aku mengerti"
Jawab Hwee cuncu dengan suara dalam.
"aku harus menjaga rahasia dan secepatnya menyebarkan berita ini keluar agar para ketua dari pelbagai partai serta jago-jago dari empat penjuru segera merubah arah perjalanan dan berkumpul semua di kuil Leng thian sian wan dipuncak Giok cing hong bukit Tiong lam san"
Phu sian sangjin manggut-manggut.
"Yang terpenting adalah menjaga rahasia rapat-rapat jangan sampai rahasia tersebut bocor keluar, kalau tidak maka posisi kita bakal sangat berbahaya."
"Aku pasti tak akan mengecewakan, harap ciangbun suheng berlega hati."
Setelah berpamitan dengan semua orang berangkatlah Hwee cuncu meninggalkan tempat itu. sepeninggal sutenya, Phu sian sangjin segera memandang sekejap para hadirin lalu berkata .
"Kita tak perlu menunda waktu lagi, mari berangkat sekarang juga"
Karena dalam gua memang tak terdapat lain, maka begitu keputusan berangkat diambil, serentak mereka beranjak meninggalkan lembah hati Buddha dan berangkat menuju kebukit Tiong lam san.
Dulu, kuil Leng thian sian wan dipuncak Giok cing hiong bukit Tiong lam san pernah menjadi sebuah kuil yang besar dan sangat megah, namun berhubung sedikitnya jemaah ya berkunjung ke situ, lambat laun kuil itu menjadi terbengkalai dan akhirnya terlantar.
Namun waktu itu, suasana disekitar kuil amat bersih dan teratur rapi, berapa puluh bangunan yang masih utuh mulai dibersihkan dan diatur segela sesuatunya, api lilin dan asap dupa pun mulai memenuhi ruangan utama kuil tersebut.
Disekeliling puncak Giok cing hiong telah diatur pula beberapa pos penjagaan, boleh dibilang puncak bukit itu sudah terkepung rapat dan berubah menjadi sebuah tempat yang amat rahasia.
Rupanya Phu sian sangjin sekalian telah tiba ditempat tujuan, maka untuk sementara waktu kelima pulu anak murid siau lim pay memikul tugas melakukan penjagaan serta perondaan disekitar sana.
Tapi yang membuat semua orang gelisah adalah kehadiran kawanan jago persilatan yang diundang datang, selain ketua Bu tong pay Hian im totiang yang datang dengan membawa delapan pelindung hokum serta empat puluh orang jago pedang kelas satunya, yang lain ternyata sama sekali tak ada kabar beritanya.
Apalagi Beng Gi ciu beserta Thian dan oh bertiga, yang menjadi keturunan tiga dewa, mereka lebih lebih tak ada kabar beritanya.
Hari itu adalah hari kedua belas sesudah Phu sian sangjin sekalian meninggalkan lembah hati Buddha, bisa dibayangkan betapa gelisahnya Phu sian sangjin sekalian sehingga tidak tahu apa yang mesti diperbuat.
Tiga bersaudara Kim beserta Molim, Mokim, Rumang serta Hapukim sekalian mendapat tugas melakukan patroli disekitar kuil serta menyampaikan berita yang tiba.
Dengan ditangkapnya Kho Beng oleh musuh, maka saat itu Molim sekalian berempat telah menganggap Pelajar rudin Ho Heng bagaikan dewa hidup, setiap waktu setiap saat mereka selalu mengawasi gerak gerik pelajar tersebut, seakan-akan mereka takut orang itu minggat tanpa sebab atau bahkan mati karena sakit sehingga akibatnya keselamatan jiwa mereka berempat pun turut terpengaruh.
selama ini Pelajar rudin Ho Heng pun sudah pernah satu kali menguruti nadi mereka berempat, untuk itu diwaktu-waktu yang senggang ia selalu memerintahkan keempat orang tersebut untuk mengambilkan air memasak dan lain sebagainya.
senja itu semua orang kembali berkumpul diruang tengah untuk mengadakan perundingan.
Mendadak ketua siau lim pay Phu sian sangjin mengeluarkan sepucuk surat undangan dari sakunya dan berkata dengan kening berkerut.
"Baru saja seorang murid partai kami mengirim berita kemari, dalam cerita tersebut disertakan pula sepucuk surat undangan."
"surat undangan dari mana?"
Tanya Hwesio daging anjing cepat.
"surat undangan itu bukan ditujukan kemari, tapi langsung disampaikan kealamat siau lim pay surat itu ditunda tangani oleh Ui sik kong."
"Haaaahhh"
Semua hadirin berteriak kaget setelah mendengar berita ini. Buliang siu hiap ketua Bu tong pay Hiam im totiang segera berseru.
"apa yang ditulis dalam surat tersebut?"
Dengan cepat Phu sian sangjin membacanya.
"Ditujukan kepada para ketua partai, perkumpulan, perguruan serta pemimpin dunia persilatan. Mengingat akhir-akhir ini dunia persilatan kita tak pernah tenang, yang kuat selalu menindas kaum lemah, yang kaya menindas yang miskin sehingga menyebabkan negeri kita yang tercinta ini selalu dilumuri darah, maka lama kelamaan partai kami merasa tak tega untuk duduk diam berpangku tangan belaka. Untuk mengatasi kejadian kejadian yang tak enak seperti apa yang kuungkapkan diatas tadi, sengaja kami membawa pasukan memasuki daratan Tionggoan ini. Untuk menjaga ketentraman dan keamanan bersama didunia persilatan, kuharapkan kedatangan anda sekalian dibukit Ciansan guna merundingkan kembali penghidupan dunia persilatan kita untuk masa mendatang. Kuberi batas waktu satu bulan kepada kalian, agar pelbagai partai dipimpin ketuanya masing-masing dan disertai sebuluh orang jagonya bersama-sama datang kebukit Cian san. Bila sampai waktunya ternyata ada yang tak hadir, kami akan perlakukan dia sebagai musuh dan jangan salahkan bila partai kami segera akan mengirim pasukan untuk menumpas dan menghancurkan kekuatannya. Agar tak menyesal dikemudian hari, kuharap kalian berpikir yang tenang dan matang serta segera datang berkumpul dibukit Cian san."
Dibawah surat itu dicantumkan pula tanda tangannya dengan nama ketua partai kupu-kupu angkatan ketiga, Ui sik kong. Mendengar isi surat undangan tersebut, Pelajar rudin Ho Heng segera berteriak .
"Waaah..tindakannya kali ini cukup hebat, tampaknya dia ingin menjaring seluruh umat persilatan agar tunduk kepada perintahnya"
Hwesio daging anjing berseru pula .
"Hmmm, mungkin diapun sudah tahu kalau para jago tak nanti akan memenuhi undangannya itu"
"Disinilah letak masalahnya sekarang,"
Kata Bu wi lojin pula dengan kening berkerut.
"Ui sik kong adalah seorang manusia yang licik, dia pasti tahu kalau para jago tak akan memenuhi undangannya, lantas dimanakah letak maksud serta tujuannya menyebarkan surat undangan tersebut?"
Tiba-tiba Hwesio daging anjing tertawa tergelak.
"aku si hwesio jadi teringat akan satu persoalan, kalau sewaktu berada dilembah hati Buddha tempo hari si Pelajar rudin Ho Heng kepanikan sampai sepatu pun hampir ketinggalan, rupanya Ui sik kong sama sekali tidak pernah mendatangi tempat itu"
"Mendatangi atau tidak adalah masalah lain"
Teriak Pelajar rudin Ho Heng penasaran.
"tapi tindakan kita untuk meninggalkan lembah hati Buddha merupakan tindakan yang perlu kita ambil, toh keputusan dari aku si pelajar sama sekali tidak keliru?"
Tiba-tiba Hwesio daging anjing berteriak sambil tertawa .
"Haaahh..haahhhhaaahhh kelihatannya di antara kita berdua memang tak pernah ada kecocokan satu sama lainnya"
Sambil meninggalkan tempat duduknya, Pelajar rudin Ho Heng berseru pula secara tiba-tiba .
"Yaa betul, aku sipelajar memang mempunyai perasaan yang sama, mungkin sekali nyawa kita seorang bernyawa air seorang bernyawa api, satu termasuk shio macan dan seorang lagi shio ayam"
"Aku si hwesio jadi ingin tahu sebetulnya, shio macan atau shio ayam yang lebih tangguh"
Teriak Hwesio daging anjing seraya berkata diapun ikut bangkit berdiri. Phu sian sang jin yang melihat gelagat kurang menguntungkan itu cepat-cepat bangkit berdiri untuk melerai.
"Buat apa sih kalian berdua ribut sendiri? Padahal musuh tangguh telah berada didepan mata sekarang untuk menanggulanginya saja sudah cukup memusingkan kepala, masa hanya dikarenakan urusan sepele orang sendiri malah ingin gontok-gontokan, sudahlah anggap saja tak pernah ada persoalan seperti ini"
Sambil tertawa Bu wi lojin menyambung pula.
"Kalian berdua sama-sama menjadi pendekar dari angkatan tua, maaf kalau kuucapkan perkataan sedikit kurang sedap didengar, bila kalian rebut sendiri, tidak kutirkah ulah kalian justru akan ditertawakan oleh mereka dari angkatan muda?"
Pelajar rudin segera tertawa terkekeh-kekeh .
"Heeeehhh.heeehhhheeehhh aku sipelajar adalah orang sekolahan, kenapa sama sekali tidak punya kesabaran untuk menahan diri? Yaa keliru besar,keliru besar"
Dengan cepat la duduk kembali ketempat duduknya semula. Dengan wajah merah padam karena jengah, Hwesio daging anjing berkata pula .
"Ya a, aku sudah kelewat banyak minum arak. sudah mabok"
Diiringi gelak tertawa yang keras, semua orang kembali ketempat duduknya semula.
sesudah suasana menjadi tenang kembali, Phu sian sangjin baru berbicara lebih lanjut.
Yang terpenting sekarang adalah merundingkan masalah yang pokok, karena surat undangan yang disebar luaskan Ui sik kong benar-benar mempunyai maksud tujuan yang sangat mencurigakan Hian im totiang dari Bu tong pay berpikir sebentar, kemudian katanya .
"Mungkin saja tindakannya itu hanya merupakan siasat melempar batu bertanya jalan, ia ingin mencoba mengetahui lebih dulu bagaimana reaksi dari para jago kemudian baru mengambil tindakan yang harus diambil"
Dengan cepat Buwi lojin menggeleng kepalanya.
"Kalau menurut pandanganku yang bodoh, maksud tujuan Ui sik kong pasti bukan begitu."
"Bagaimana menurut pandanganmu?"
Dengan wajah serius Bu wi lojin berkata .
"Ui sik kong cukup mengetahui batas kemampuan yang dimilikinya sendiri, dia tahu kalau berbicara dari masalah ilmu silat maka tak seorangpun diantara kawanan jago silat yang dapat menandinginya, jadi dia tak butuh mengetahui bagaimana reaksi dari para jago. Kalau mau, dia toh bisa langsung melakukan serbuan secara total serta menghancurkan setiap perguruan yang dilewati?"
"Ehmm, pendapat anda memang tepat sekali,"
Hian im totiang segera manggut-manggut.
"tapi..."
"Yaa betul"
Mendadak Pelajar rudin Ho Heng bertepuk tangan pula sambil berteriak.
"Hosicu, apakah kau mempunyai suatu pendapat?"
Buru-buru Phu sian sangjin bertanya.
Hwesio daging anjing yang berada disamping sebera mendengus dingin.
Dengan sorot matanya yang tajam, Pelajar rudin Ho Heng memperhatikan sekejap wajah hadirin, kemudian sambil tertawa nyaring katanya .
"Akhirnya aku sipelajar berhasil juga memahami sebuah teori, aku yakin maksud dan tujuan Ui sik kong tentu begini"
"Ho sicu, kau belum menjelaskan apa maksud tujuan yang sesungguhnya."
Tegur Phu sian sangjin dengan kening berkerut. Dengan perasaan bangga Pelajar rudin Ho Heng berkata .
"tak ada salahnya kalau kita berpikir untuk si tua Bangka Ui sik kong, apabila dia hendak menguasai jagat, tentu saja ia harus mengalahkan pelbagai partai, perguruan yang berada dalam dunia persilatan."
Setelah berhenti sejenak untuk mendehem, kembali dia melanjutkan kata-katanya .
"Tapi jarak antara partai yang satu dengan yang lain cukup jauh, para jago dengan pelbagai aliran juga tersebar luas diseluruh negeri, bila dia mesti menyerang kesana menyerbu kemari, pekerjaan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya didalam waktu setengah atau setahun, karenanya cara yang terbaik untuk ditempuh adalah mengumpulkan para jago dari seluruh jagat menjadi satu."
"omong kosong"
Tukas Hwesio daging anjing tak sabar. setelah berhenti sejenak, lanjutnya .
"Toh sudah disebutkan tadi, tak aka nada jago yang memenuhi undangannya, Ui Sik kong juga tahu kalau usahanya ini tak akan berhasil, apa gunanya kau mengulangi kembali perkataan tersebut?"
Kali ini Pelajar rudin Ho Heng sama sekali tidak marah, masih dengan senyuman dikulum katanya lagi .
"Kalau Cuma beberapa patah kata ini saja, tentu tiada berharga bagi aku sipelajar untuk menyinggungnya, perkataan yang terpenting justru berada dibelakangnya silahkan Ho sicu menerangkan lebih jauh"
Buru-buru Phu sian sangjin berseru. Dengan bangga Pelajar rudin Ho Heng melanjutkan.
"Itu kan reaksi dari para jago sesudah menerima undangan, apabila kita semua tidak berada disini dan kebetulan menerima surat undangan tersebut, bagaimana reaksi dan tindakan yang akan kita ambil?"
Ditatapnya wajah Phu sian sangjin lekat-lekat, kemudian katanya lebih lanjut .
"Lo siansu bukan saja merupakan ketua dari siau limpay, lagipula menjadi pimpinan tertinggi dari umat persilatan, tolong Tanya setelah kau menerima surat undangan tersebut maka tindakan apa yang selanjutnya kau lakukan?"
Phu sian sangjin berpikir sebentar, kemudian menjawab .
"oleh karena masalah ini menyangkut kepentingan seluruh umat persilatan, tentu saja aku akan segera menulis surat undangan dan mengumpulkan para pemimpin dari pelbagai aliran persilatan agar berkumpul serta merundingkan bersama persoalan ini"
"Nah, kalau sampai kau berbuat demikian, bukankah sama artinya semua pemimpin perguruan dan aliran persilatan di dunia ini telah terkumpul semua?"
Seru Pelajar rudin Ho Heng sambil tertawa.
Begitu ucapan tersebut diutarakan, semua yang hadir menjadi paham, bahkan Hwesio daging anjing pun sempat melempar kerlingan kagum kearah Pelajar rudin Ho Heng.
"Perkataan saudara Ho memang tepat sekali."
Buru-buru Bu wi lojin berseru. setelah memandang sekejap para hadirin dia meneruskan.
"Kalau begitu, Ui sik kong tentu sudah menduga bahwa para jago dari pelbagai perguruan pasti akan berkumpul untuk merundingkan persoalan ini dan diapun pasti sudah mempersiapkan pasukannya untuk menunggu sampai para jago telah berkumpul semua, mereka baru turun tangan untuk meringkus serta menumpas kita semua sekaligus"
"Yaa, memang begitulah maksudku."
Kata Pelajar rudin Ho Heng gembira.
"Persoalan segawat ini perlu kita tangani secara cermat dan berhati-hati, asal berita ini tak sampai bocor keluar, darimana pula dia bisa tahu tempat pertemuan yang kita pergunakan? Dan bagaimana pula dapat mempersiapkan tindakan berikutnya?"
"Aku rasa hal ini susah untuk dibicarakan sekarang."
Kata Pelajar rudin Ho Heng sambil menggeleng.
"perlu diketahui, makin banyak orangnya makin banyak pula mulut mereka, bila urusan menyangkut satu partai atau satu aliran persilatan saja, mungkin kita bisa menjaga rahasia secara ketat, tapi kalau sudah menyangkut seluruh dunia persilatan, itu mah susah untuk dikatakan"
"Kalau begitu bukankah tujuan kita untuk mengadakan perundingan ditempat ini pun menjadi sangat berbahaya?"
Tanya Phu sian sangjin dengan wajah murung. Bu wi lojin segera menanggapi dengan suara dalam .
"Kita membagi undangan kepada para jago lebih dulu, Ui sik kong menyebar undangan menyusul kemudian, dalam kenyataan kita sudah merebut posisi lebih menguntungkan, mungkin saja keadaannya menjadi sedikit berbeda. omitohud, moga-moga Buddha maha pengasih melindungi kita semua."
Belum habis perkataan itu diutarakan, mendadak terlihat Kim lotoa melangkah kedalam ruangan dengan langkah lebar, kemudian katanya lantang .
"Lapor cianpwee sekalian, ketua Hoa sanpay dengan mengajak tiga puluh orang jagonya telah sampai dipintu depan"
"Cepat silahkan mereka masuk"
Buru-buru Phu sian sangjin berseru sambil bangkit dari tempat duduknya.
Dengan cepat mereka muncul dari ruangan untuk mengadakan penyambutan.
Tampak seorang gadis berbaju hijau dengan memimpin tiga puluhan jago berusia lima puluhan tahun melangkah masuk kedalam halamann kuil.
Kehadiran gadis itu bukan saja membuat Phu sian sangjin jadi melongo,para jago lain pun turut tertegun dibuatnya, sebab ketua Hoa sanpay yang bernama Ngo Hoa sian adalah sahabat karib mereka, kenapa sekarang tak Nampak bayangan tubuhnya?
sementara semua orang diliputi perasaan tak habis mengerti, gadis berbaju hijau itu telah memberi hormat seraya berkata .
"Menjumpai ketua siau limpay"
Terpaksa Phu sian sangjin tampi kedepan sahutnya .
"Akulah orangnya, sicu."
Cepat-cepat gadis berbaju hijau itu berkata .
"siauli Ngo Can ki menjumpai lo siansu."
Kemudian setelah memberi hormat dia berkata lebih jauh.
"setelah menerima surat undangan dari lo siansu, siauli segera mengumpulkan kekuatan inti dari partai kami sebanyak tiga puluh orang untuk menempuh perjalanan siang dan malam, beruntung sekali kami bisa tiba ditempat tujuan tepat pada waktunya."
Dengan perasaan tak habis mengerti, kembali Phu sian sangjin berkata .
"Maaf bila aku terpaksa bertanya dengan lancang, anda adalah..."
Sambil menghembuskan napas panjang, Nao Cun ki berkata .
"sejak setengah bulan berselang siauli telah menerima jabatan mendiang ayahku untuk menjadi ketua partai Hoa san"
"Apa? Ayahmu Ngo hoa sian."
Phu sian sangjin sangat terperanjat. Dengan air mata bercucuran, Nao Cun ki berkata .
"sungguh tak beruntung ayahku almarhum telah menghembuskan napasnya yang penghabisan pada satu bulan berselang, namun berhubung situasi dalam dunia persilatan sedang kalut, kami sengaja tidak membuat upacara penguburan yang meriah."
"Aaaai..kematian sobat karib ini bukan saja merupakan kehilangan bagi partai Hoa san, juga merupakan kerugian yang amat besar bagi umat persilatan pada umumnya."
Kata Phu sian sangjin sambil menghela napas panjang. setelah berhenti sejenak, katanya .
"Ngo ciangbujin baru datang dari tempatjauh, cepat silahkan masuk kedalam ruangan untuk beristirahat."
Maka semua orang pun masuk kembali kedalam ruangan dan merundingkan bersama masalah besar yang sedang dihadapi.
Tapi belum lagi pembicaraan berlangsung lama, kembali terlihat Kim lotoa muncul dalam ruangan memberi laporan .
"Ketua Tay kek bun dengan membawa dua orang jagonya telah tiba"
Mendengar laporan tersebut semua orang menjadi tertegun, sebab Phu sian sangjin telah meminta para jago agar mengumpulkan kekuatan inti partainya, kenapa dari pihak Tay kek bun hanya mengajak dua orang?
Walaupun perasaan tak habis mengerti meliputi perasaannya, namun dengan cepat ia memburu kedepan untuk melakukan penyambutan.
Tapi setelah saling bersua muka, kembali semua orang dibikin tertegun.
Ternyata yang datang bukan ketua Tay kek bun sendiri yang bernama Cu sam liu melainkan seorang pemuda yang baru berusia tiga puluhan tahun.
Tampak dua orang yang mengikuti pemuda tersebut berusia lima puluhan tahun dan masing-masing membohong sebuah guci arak.
"sicu adalah.."
Phu sian sangjin kelihatan agak ragu. Buru-buru pemuda itu menjura seraya berkata .
"Aku yang muda Cu Giok long, sekarang menduduki jabatan ketua Tay kek bun"
"Tapi bukankah ketua Tay kek bun adalah Cu sam liu sicu, mengapa..."
Belum habis perkataan itu diucapkan, cu Giok long telah menyela dengan cepat .
"Dalam tahun-tahun belakangan ini ayah sering diserang penyakit, maka pada pertengahan bulan berselang, ayah telah menyerahkan kedudukan ketua partai kepadaku."
Sambil menghela napas Phu sian sangjin manggut-manggut .
"Yaa, ombak belakang sungai Tiankang memang selalu mendorong masuk didepannya, orang baru selalu menggantikan orang lama. Cu ciangbunjin silahkan masuk."
Cu Giok long tersenyum.
"Dari partai kami tidak mempunyai barang lain yang berharga, tapi arak Pek hoa siang dari leluhur kami sudah cukup terkenal didunia, hari ini sengaja kubawakan dua guci sebagai pengiring pembicaraan kita nanti."
Kepada dua orang pengiringnya, ia segera membentak .
"Cepat gotong masuk guci arak itu kedalam ruangan"
Kedua orang pengiringnya segera menyahut dan membawa masuk kedua guci arak itu kedalam ruangan. Hwesio daging anjing yang menyaksikan hal ini sebera bersorak gembira.
"Bagus sekali, arak Pek hoa siang dari Tay kek bun memang sudah termashur sejak banyak tahun, aku si hwesio hampir sepuluh tahun lamanya tak pernah mencicipi arak wangi itu."
Sambil berkata, hampir saja air liurnya jatuh bercucuran. sementara itu Phu sian sangjin telah berkata dengan suara dalam .
"Untuk menanggulangi situasi gawat yang berada didepan mata sekarang, aku telah berharap kepada Cu ciangbunjin untuk membawa serta jago-jago pilihan partai anda, tapi.."
"Aku telah melaksanakan sesuai dengan permintaan,"
Tukas Cu Giok long segera.
"kami telah siapkan tujuh puluh orang jago pilihan dari partai kami."
"Tapi mana orangnya?"
Tanya Phu sian sangjin sambil celingukan kesana kemari. Cu Giok long segera tertawa.
"oleh karena jumlah rombongan kami kelewat besar dan kuatir diketahui jejaknya pleh pihak partai kupu-kupu hingga menyebabkan suasana yang kurang sedap. maka sengaja aku telah membagi mereka jadi beberapa rombongan kecil, aku percaya dalam waktu tak lama mereka sudah akan berdatangan kemari secara berkelompok."
"ooooh, rupanya begitu."
Seru Phu sian sangjin kegirangan.
Tak lama kemudian jago-jago dari Kun lunpay dan Kiu kiong bun pun telah berdatangan semua.
seperti juga dengan partai Tay kek bun, ternyata dari kedua partai terakhir ini pun telah berganti ketua, partai Kun lun dipimpin pleh Hoa Bok totiang menggantikan kakak seperguruannya Hoa Thian totiang.
sedangkan dari partai Kiu kiong bun dipimpin oleh sinBeng menggantikan kedudukan ayahnya sin cu sim.
Menurut pengakuan, Hoa thian totiang telah meninggal dunia pada dua puluh hari berselang, sedangkan sin cu sim meninggal dunia pada setengah bulan berselang.
Berita yang datang saling menyusul ini tentu saja membuat para jago menjadi termenung masgul, mereka tak menyangka dalam waktu singkat ternyata sudah terjadi perubahan yang begitu menakutkan.
Ketua Kui kiong bun sin Beng datang hanya membawa dua orang pengawal, ketua Kun lun pay Hoa bok totiang juga hanya membawa dua orang pembantu, namun mereka datang dengan sepikul buah li yang khas hasil dari bukit Kun lun.
secikul buah li sebera digotong masuk kedalam ruang tengah dan diletakkan berjajar dengan dua guci arak Pek hoa siang tersebut.
Menurut pengakuan kedua orang ciangbunjin ini, seperti juga ketua Tay kek bun ternyata jago-jago pilihan mereka telah dibagibagi dalam kelompok kecil dan tak lama kemudian akan tiba disitu.
Dengan demikian suasana dalam ruang tengah pun berubah menjadi sangat ramai.
Dari tujuh partai besar, kini sudah enam partai yang hadir disitu, tinggal partai Go bi yang belum kelihatan wakilnya.
Phu sian sangjin yang duduk dikursi utama sebera berkata dengan gembira .
"Diantara saudara sekalian yang hadir saat ini, ada sebagian yang perguruannya baru mengalami musibah, ada pula yang belum lama menduduki jabatan ketua, namun begitu mendengar kabar ternyata kalian buru-buru berangkat kemari, hal ini menandakan kalau dari kelompok para jago kita masih memiliki jiwa persatuan yang sangat kuat, ini berarti usaha kita untuk menumpas kejahatan dari muka bumi pasti akan mencapai hasil dengan sukses"
"Tunggu dulu"
Teriak Hwesio daging anjing tiba-tiba.
"Apakah Beng ceng ada pendapat lain?"
Buru-buru Phu sian sangjin bertanya. Hwesio daging anjing tertawa lebar.
"Biarpun tiada pendapat lain, namun mempunyai sebuah usul.."
Sambil menjilat ujung bibirnya, kembali dia berkata .
"Kalau hanya duduk berbincang mulut rasanya kurang berarti, aku rasa arak dari Tay kek bun dan buah lidari Kun lun pai harus kita keluarkan untuk dinikmati bersama."
"soal ini."
Phu sian sangjin kelihatan agak ragu. Cu Giok long ketua Tay kek bun serta Hoa bok totiang ketua Kun lun pai cepat-cepat berseru .
"Ya a betul, memang seharusnya demikian"
Maka Phu sian sangjin sebera memerintahkan orang untuk mengambil mangkuk dan menyiapkan secawan arak dengan dua biji buah li didepan masing-masing orang. setelah itu dia baru berkata sambil tertawa.
"Inilah dari Hoa bok totiang serta Cu ciangbunjin, tapi karena masih banyak rekan-rekan persilatan yang belum hadir disini, sepantasnya kalau kita tinggalkan sebagian untuk mereka nikmati."
"Ya a, tentu saja"
Seru Hwesio daging anjing sambil tertawa. Dengan cepat dia mengangkat cawan dan siap meneguk habis isinya. Mendadak ketua Tay kek bun cu Giok long menghalanginya sambil berseru .
"Tunggu sebentar lo siansu"
"Ada apa?"
Dengan wajah tertegun Hwesio daging anjing menghentikan niatnya. sambil tertawa paksa Cu Giok long berkata .
"Aku mempunyai sebuah usul lain, entah lo siansu menerimanya atau tidak?"
"Cepat katakan, cepat katakan"
Setelah tertawa Cu Giok long berkata lebih jauh .
"Menurut tata cara kuno, sebelum minum arak kita wajib makan buah-buahan lebih dulu, bagaimana kalau kita makan buah li tersebut lebih dulu kemudian baru minum arak? Aku rasa arak Pek hoa siang pasti akan terasa lebih segar lagi."
"Ya a, betul juga perkataan itu"
Kata Hwesio daging anjing. Kembali Cu Giok long berkata .
"selama ini ketua siau lim pay dianggap semua orang sebagai pemimpin dunia persilatan, maka dalam minum arak nanti, kita pun sudah sepantasnya menghormati secawan arak kepadanya."
"Ehmmm, perkataan inipun masuk diakal juga"
Maka Cu Giok long segera mengambil sebiji buah li yang terletak dihadapannya. Tapi ketua Hoa san pay, Nao Cun ki berseru secara tiba-tiba .
"Tunggu sebentar"
Dengan kening berkerut Phu sian sangjin bertanya .
"Apakah Ngo ciangbunjin mempunyai pendapat lain?"
Sesudah tersenyum santai Ngo Cun ki berkata .
"Ada beberapa buah pertanyaan siauli ingin menanyakan dulu sampai jelas."
"Pertanyaan apakah yang hendak Ngo ciangbunjin ajukan?"
Dengan suara dalam Ngo Cun ki berkata .
"aku dengar ketua Tay kek bun, cu sam liu adalah seorang yang sehat dan selalu segar, mengapa secara tiba-tiba ia mengumumkan pengunduran dirinya? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan pertama yang ingin kuketahui sampai jelas"
Sambil tertawa Cu Giok long menjawab .
"Berbicara sejelasnya, ayahku sedang melatih sejenis ilmu toya yang maha sakti sehingga berniat mengundurkan diri dari jabatannya, agar dengan demikian beliau bisa memusatkan perhatiannya untuk menekuni kepandaian tersebut"
Berkilat sepasang mata Ngo Cun ki, tapi ia sebera manggutmanggut .
"Ehmmm, memang bisa diterima dengan akal sehat alasan tersebut"
Kemudian sambil berpaling kearah Hoa bok totiang dari Kun lunpay dan sin Beng dari Kiu Kiong bun dia berkata .
"Tapi setahuku usia Hoa thian totiang serta Sin Ca sim baru enam puluhan tahun, mengapa pula mereka berdua menyatakan pengunduran dirinya bahkan kejadian inipun berlangsung belum lama berselang? Persoalan inipun menjadi masalah yang ingin kuketahui"
Hoa bok totiang sebera tertawa dingin .
"Ngo ciangbunjin, sebenarnya apa maksudmu?"
"sudah kuterangkan sejak tadi, persoalan ini amat mencurigakan hatiku."
Kata Ngo Cun ki tersenyum. simBeng segera tertawa dingin, selanya .
"Maaf, kalau aku orang she sim balik bertanya kepadamu, usia Ngo Hoa sian ketua Hoa san pay juga tak terhitung kelewat tua, mengapa diapun meninggal dunia secara tiba-tiba?"
"sejak muda mendiang ayahku sudah mengidap semacam penyakit encok yang parah, persoalan ini diketahui setiap umat persilatan didunia, bisa hidup lebih dari enam puluh tahunpun sudah terhitung bagus sekali."
Kontan saja Hoa Bok totiang tertawa dingin .
"Hmmm. .siapa sih manusia didunia ini yang bisa menentukan mati hidup sendiri, aku rasa siapa saja tak bisa meramalkan nasib sendiri"
"omitohud"
Buru-buru Phu sian sangjin menukas.
"aku harap Ngo ciangbunjin tidak usah menanyakan persoalan ini lagi, seperti juga kita sendiri, siapakah yang bisa menduga sampai berapa lama kita bisa hidup didunia ini."
Kemudian sambil mengambil buah li yang berada dihadapannya, dia berkata lebih jauh .
"silahkan anda sekalian mencicipi buah khas dari bukit Kun lun ini"
Untuk meredakan suasana tak sedap dalam ruang sidang tersebut agaknya ketua dari siau lim pay ini sengaja berbuat demikian.
Tapi ketua Hoa san pay yang baru ini masih juga mengumbar napsunya, mendadak dia melompat bangun kembali lalu berteriak keras .
"Tunggu dulu"
Bersambung ke
Jilid 37
Jilid 37 Sesungguhnya tindakan yang diambil gadis cantik berusia dua puluh tahunan ini merupakan suatu perbuatan yang kurang sopan, apalagi biarpun Ngo cun ki adalah ketua Hoa san pay yang masih baru bagaimana punjuga usianya masih terlalu muda, jadi tidak sopan bila ia bersikap semacam ini dihadapan ketua Siau lim pay serta Bu wi lojin sekalian sebagai angkatan tua.
Akibatnya semua perhatian segera dialihkan kewajahnya.
Dengan suara dalam Phu sian sangjin segera menegur .
"Ngo ciangbunjin, tidakkah kau merasa bahwa perbuatanmu ini sedikit kelewat batas?"
"Ya a, akupun tahu kalau perbuatanku sedikit kelewat batas, namun terpaksa aku mesti berbuat demikian."
"omitohud, aku ingin mendengarkan penielasan dari Ngo ciangbudjin"
Tapi Ngo cun ki segera menggeleng.
"siauli tidak mempunyai penjelasan apa-apa."
Dengan wajah serius Phu sian sangjin segera menegur .
"Kalau tiada penjelasan berarti tindakanmu ini merupakan suatu perbuatan yang sengaja hendak melakukan pengacauan"
Jelas ucapan tersebut sudah mengandung nada marah. Ngo cun ki sama sekali tidak menjadi panik, dengan sikap yang tetap santai dia berkata .
"Biarpun siauli tidak mempunyai penjelasan, tapi mempunyai bukti yang nyata didepan mata."
"Kalau begitu kami semua ingin melihat bukti yang nyata tersebut"
Ngo Cun ki tertawa getir.
"Tapi bukti nyata yang siauli maksudkan itu tak dapat ditunjukkan sekarang juga."
"Lantas sampai kapan baru bisa diperlihatkan?"
Phu sian sangjin mulai tak senang hati.
"sebelum lo siansi menginginkan bukti tersebut, bolehkah siauli mengajukan sebuah permintaan dulu?"
Phu sian sangjin manggut-manggut.
"silahkan Ngo ciangbunjin utarakan"
"Harap lo siansu memperketat penjagaan dan melakukan perondaan seketat mungkin."
Phu sian sangjin tak dapat menahan diri lagi, dia segera tertawa .
"Ngo Ciangbunjin terlalu kuatir, aku bukannya tidak tahu tentang hal ini, masa penjagaan baru kumulai setelah ciangbunjin sekalian berdatangan kemari?"
"Kalau begitu lo siansu telah melakukan penjagaan yang cukup ketat disekitar tempat ini?"
"Biarpun belum bisa dibilang burung terbang diangkasa pun susah lewat, namun kami telah berusaha semaksimal mungkin."
"Ketua partai kupu-kupu adalah seorang manusia laknat yang berhati licik dan banyak akal muslihatnya, perbuatan macam apapun mampu dia lakukan, karena itu kita wajib berjaga-jaga agar tidak sampai diterobosi olehnya."
"Aku tahu."
Setelah berhenti sejenak. kembali ujarnya dengan suara dalam .
"silahkan Ngo ciangbunjin kembali ketempat duduknya semula."
Tapi Ngo Cun ki segera tertawa .
"Maaf bila siauli ingin bertanya sekali lagi, beranikah lo siansu menjamin bahwa setiap orang yang berada dalam ruangan sekarang, sama sekali tiada mata-mata pihak partai kupu-kupu yang turut menyelundup masuk?"
Begitu perkataan tersebut diutarakan, kembali Phu sian sangjin dibikin tertegun. Tapi dengan cepat dia telah berkata sambil tertawa .
"Ngo ciangbunjin terlalu banyak curiga"
"Apakah disekeliling kuil Leng thian sian wan ini sudah dilakukan penjagaan istimewa?"
Kembali Ngo Cun ki bertanya dingin.
"Boleh dibilang amat ketat bagaikan besi baja"
"Bagus sekali"
Seru Ngo Cun ki kegirangan.
"kalau begitu maaf kalau siauli akan berbicara secara langsung, besar kemungkinan diantara para hadirin sekarang telah terdapat mata-mata dari kawan"
Suasana menjadi amat gaduh setelah perkataan tersebut diutarakan, rasa tak tentram pun menyelimuti perasaan setiap orang. Dengan kening berkerut Phu sian sangjin segera berseru .
"Tanpa bukti yang nyata kita tak boleh sembarangan menuduh, ketahuilah..."
"siauli bersedia untuk memikul tanggung jawab atas perkataanku barusan"
Kata Ngo Cun ki dengan wajah serius.
"apabila mata-mata itu tak berhasil ditemukan, siauli pun bersedia menerima hukuman"
Ketua Tay kek bun, cu giok long segera berseru sambil tertawa .
"siapa tahu mata-matanya justru Ngo ciangbunjin sendiri, sebab hanya dengan berbuat demikian orang baru menaruh kepercayaan kepada dirimu"
Ngo Cun ki tertawa dingin .
"seperti apa yang kukatakan tadi, pada akhirnya aku bisa menunjukkan bukti-bukti nyata dan menyuruh mata-mata tersebut mengaku, namun mata-mata itu sangat tangguh, oleh sebab itu sebelum rahasianya kubongkar, kita harus mengadakan persiapan lebih dulu sebaik mungkin"
Phu sian sangjin, Bu wi lojin, Hwesio daging anjing maupun Pelajar rudin Ho Heng sekalian sama-sama tergerak hatinya setelah mendengar perkataan tersebut, sorot mata mereka mulai berputar kesekeliling ruangan, namun tak dapat meyakinkan diri atas kebenaran dari ucapan Ngo Cun ki tersebut, tentu saja mereka pun tak bisa menebak siapakah mata-mata itu?
Tentu saja orang yang paling mencurigakan diantara mereka yang hadir adalah ketiga orang ketua dari partai Kun lun, Tay kek bun serta Kiu kiong bun karena sebelum hari ini mereka tak pernah berkenalan dengan para jago yang hadir sekarang.
Namun ketiga orang itu duduk dengan sikap tenang , sikap mereka pun tak berbeda seperti pendekar sejati golongan lurus.
Phu sian sangjin segera berpikir sebentar, kemudian sahutnya .
"Baiklah"
Maka diapun menurunkan perintah .
"Kumpulkan semua jago dari pelbagai partai serta anak murid siau limpay untuk mengepung sekeliling gedung ini, jangan biarkan seorang manusiapun keluar dari sini"
Tak lama kemudian semua persiapan telah selesai diatur. Phu sian sangjin berkata kemudian .
"Ngo ciangbunjin sekarang kau boleh menunjukkan semua fakta yang ada"
Ngo Cun ki tersenyum.
"Kesatu, siauli belum pernah mendengar kalau dalam tata cara kuno ada keharusan makan buah-buahan lebih dulu sebelum minum arak. adakah saudara sekalian yang mengetahui hal ini?"
"oooh, rupanya Ngo ciangbunjin mencurigai aku?"
Ketua Tay kek bun Cu Giok long segera tertawa dingin. sertang Phu sian sangjin berseru pula .
"Persoalan semacam ini tak bisa dianggap sebagai bukti, Ngo ciangbunjin"
"Tentu saja soal ini bukan suatu bukti,"
Sahut Ngo Cun ki sambil manggut-manggut.
"Kedua, disaat Hwesio daging anjing hendak menegak arak tersebut, apa sebabnya kehendak itu dicegah oleh ketua Cu? Ketiga, mengapa pula Cu ciangbunjin menghendaki agar kita semua angkat cawan bersama-sama?"
Setelah berhenti sebentar, serunya .
"Keadaan sudah teramat jelas sekarang hal ini disebabkan dalam arak tersebut telah dicampuri sejenis racun yang amat jahat sehingga barang siapa meneguknya pasti akan segera mati, itulah sebabnya mereka minta kepada kita untuk angkat cawan bersamasama."
Jari tangannya segera diayunkan kedepan, segulung desingan angin tajam pun dengan cepat menyambar salah satu guci arak Pek hoa siang yang belum sempat dibuka hingga hancur seketika dan araknya mengalir keluar.
"Dan inilah pembuktianku yang terakhir"
Seru Ngo Cun ki lantang.
Namun cu Giok long, Hoa bok totiang serta sin Beng tetap duduk tak berkutik dengan senyum dingin menghiasi bibir mereka, sementara kedua orang pengawal mereka pun tetap berjaga dibelakang ketiga orang tersebut.
Tampaklah ketika arak wangi itu meleleh keluar dari guci, segera muncullah asap berwarna hijau yang mengepul keudara, keadaan seperti ini membuktikan kalau dalam arak tersebut memang mengandung racun yang sangat jahat sehingga barang siapa terkena pasti akan binasa.
suasana didalam ruangan gedung menjadi sangat kacau, dalam waktu singkat semua orang telah mengepung cu Giok long, Hoa bok totiang serta sin Beng bediga ditengah arena.
Namun ketiga orang tersebut tetap duduk setenang semula, seolah-olah tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun disana.
Bahkan keenam pengawal yang berada dibelakang tiga orang itupun tetap berdiri tak bergerak ditempat semula, sikap tenang dan mantap yang diperlihatkan orang-orang itu sungguh membuat hati para jago menjadi kagum.
sementara itu Phu sian sangjin telah berkata .
"Ngo ciangbunjin, maafkan kelancangan ku tadi, rupanya aku telah salah menuduhmu"
Hwesio daging anjing berteriak pula .
"Andaikata li pousat tidak membongkar siasat jahat ini, mungkin selembar nyawa aku si hwesio sudah habis semenjak tadi"
Dalam pada itu semua pintu dan jendela ruangan telah ditutup rapat, para jago pun telah mengepung Cu giok long sekalian ditengah arena, tampaknya suatu pertarungan sengit segera akan berlangsung.
Dengan nada cemas, Ngo Cun ki berseru .
"Berita kita sudah bocor, besar kemungkinan orang-orang dari Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun sudah dihadang pihak partai kupu-kupu, kalau tidak mengapa mereka menyusup kedalam tubuh kita? Aku rasa bala bantuan mereka pasti akan segera tiba."
Cu Giok long segera tertawa terbahak-bahak, selanya .
"Haaah.hahhhahhh..kalian tak usah kuatir, selain kami tiada bantuan lain yang bakal datang."
"Kalau begitu kalian sudah mengakui sebagai anggota partai kupu-kupu?"
Tegur Phu sian sangjin marah. Cu Giok long kembali tersenyum.
"Rahasia kami telah dibongkar budak tersebut, rasanya tidak mengaku pun tak ada gunanya lagi"
"Hmmm, tak disangka kalian cukup tahu diri, asalkan kalian bersedia membeberkan keadaan yang sebenarnya, kami pun tak akan terlalu menyusahkan kalian"
"Apa yang ingin kalian ketahui?"
Tanya Cu Giok long sambil tersenyum.
"Apa maksud tujuan kedatangan kalian kemari?"
Kali ini cu Giok long mendengus .
"Hmmm, pedanyaan semacam ini terlalu berlebihan, dalam buah li serta arak wangi itu masing-masing telah diberi racun yang berbeda, asal kalian memakannya, tanggung nyawa kalian pasti melayang Inilah maksud kedatangan kami"
"Tapi apakah kalian tak akan menemani kami untuk mendahar buah li serta minum arak wangi itu?"
Tanya Phu sian sangjin.
"Itu sih bukan masalah"
Kata Cu Giok long sambil tertawa.
"sebab sebelum kemari kami telah minum obat penawar racunnya jadi biar makan atau minum lebih banyak pun tak akan berpengaruh apa-apa terhadap kami."
"Hmmm, mengapa pula kalian menyaru sebagai ketua Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun?"
"Terus terang saja pihak Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun belum tiba disini, mereka pun tidak terjatuh ketangan partai kupu-kupu kami."
"Bagus sekali, kalau begitu tapi mengapa kalian begitu bernyali untuk menyaru sebagai mereka? Apakah kalian tak kuatir para ketua dari ketiga partai tersebut tiba pada saatnya serta merusak rencana kalian?"
Sambil tertawa Cu Giok long menggelengkan kepalanya berulang kali, dia berkata .
"Pedanyaan ini benar-benar merupakan suatu masalah yang menggelikan, kami belum pernah mengenal apa artinya takut, setiap persoalan kami hadapi menurut situasi dan kondisi, jadi bagaimana cara mengatasinya pun kami hanya carikan setelah keadaan didepan mata."
"Dimana sekarang Ui sik kong?"
Tanya Phu sian sangjin marah.
"Tentu saja masih berada dibukit Cian san, namun sepak terjang ciangbunjin kami ini sukar diramalkan dan lagi jejaknya pun tidak menentu, bisa jadi ia pun sudah bersedia disekeliling tempat ini."
Ucapan mana kontan saja membuat para jago menjadi terperanjat sekali.
Dengan cepat Phu sian sangjin berusaha untuk menenangkan hatinya, lalu bertanya lagi "Apa yang menjadi rencana partai kupu-kupu dengan kedatangannya ditempat ini?"
"Ketua partai kami telah mengumumkan keseluruh dunia bahwa dalam sebulan kalian semua harus sudah tiba dibukit Cian san untuk bersama-sama membicarakan masalah besar."
"Tak nanti ada jago dari dunia persilatan yang sudi mengunjungi bukit Cian san serta menyembah iblis sebagai pemimpinnya Ketua partai kami pun sudah tahu kalau tak bakal ada yang datang kesitu, tapi bila usaha kami pada hari ini berhasil dengan sukses, maka bagaimana keadaan selanjutnya pasti akan mengalami perubahan besar"
"sayang sekali usaha kalian gagal total"
Jengek Phu sian sangjin sambil tertawa dingin.
"mungkin Thian masih melindungi umat persilatan sehingga tak sampai menderita kehancuran total"
Cu Giok long segera tertawa tergelak .
"Haaahhhahhhhaaahhh..kau jangan terlalu yakin dengan kemampuan sendiri, ketahuilah bagaimana akhir dari situasi hari ini masih susah untuk diduga mulai sekarang"
Berkilat sepasang mata Phu sian sangjin setelah mendengar perkataan itu, hardiknya .
"Kalian harus memperhatikan dulu dengan seksama, setiap orang yang hadir disini sekarang adalah jago-jago kelas satu dari dunia persilatan, apakah kalian kira dengan kedudukan kalian bediga sebagai kaki tangan partai kupu-kupu bisa berbuat banyak terhadap kami."
"Aku sebagai murid Buddha tak ingin melanggar pantangan membunuh, bila kalian tidak terlalu memaksa."
"Kalau begitu kau tak berniat membunuh kami?"
Tanya Cu Giok long sambil tertawa.
"Kematian bisa dihindari, tapi ilmu silat mesti dipunahkan, daripada kalian membantu kaum durjana lagi untuk melakukan kejahatan serta mencelakai umat persilatan"
Lo siansu seru Pelajar rudin Ho Heng tiba-tiba.
"mengapa tidak kau tanyakan kepada mereka, apa kedudukannya didalam partai kupu-kupu?"
"Aku bisa memberitahukan kepadamu"
Sambung cu Giok long cepat.
"kami adalah sembilan orang pengawal khusus dari dua belas pengawal peribadi ketua partai kami ui sik kong"
Phu sian sangjin segera mengalihkan sorot matanya kewajah enam orang yang masih berdiri dibelakang ketiga orang itu, lalu bertanya lebih jauh .
"Apakah keenam orang itupun mempunyai kedudukan yang sama dengan kalian bediga? "
"Ya a, memang begitulah"
Cu Giok long membenarkan. Phu sian sangjin segera membentak .
"Aku tak peduli apakah kedudukan kalian dalam partai kupukupu, asal kamu semua bersedia menerima usulku, yakni memunahkan ilmu silat kalian semua, kalian pun boleh segera meninggalkan bukit Tiong lam san"
"sayang sekali kami tidak terlalu terburu-buru untuk meninggalkan tempat ini."
Kemudian dengan wajah serius dia pun berkata .
"Kami pun mempunyai usul, apakah kalian bersedia untuk mempertimbangkannya? "
"Cepat katakan"
Cu Giok long tertawa, katanya .
"Bila kalian yang hadir dalam arena sekarang bersedia memunahkan ilmu silat masing-masing, maka persoalan pada hari ini akan kami anggap selesai."
Kemudian sambil mengalihkan pandangan kewajah Ngo Cun ki dia melanjutkan .
"Tapi keadaan bagi budak ini sama sekali berbeda, kami hendak membawanya pulang dan diserahkan kepada ketua partai kami untuk dijatuhi hukuman"
Phu sian sangjin menjadi gusar sekali, segera bentaknya .
"Kematian sudah berada diambang pintu, masih berani amat kalian mengucapkan kata-kata sesumbar."
Lalu setelah berhenti sejenak, bentaknya keras-keras .
"Tangkap mereka semua"
Hiam im totiang, ketua Bu tong pay segera melompat maju kedepan seraya membentak .
"siluman bernyali gede, ayoh cepat menyerahkan diri untuk dibelenggu"
Tubuhnya segera beranjak cepat kedepan, kelima jarinya dipentangkan dan langsung mencengkeram bahu cu Giok long.
Tiba-tiba cu Giok long menarik tubuhnya kebelakang, lalu melepaskan sebuah pukulan kebawah.
Gerak serangan yang dilakukan olehnya ini teramat cepat, baru saja ancaman dari Hiam im totiang mengena pada sasaran kosong, tiba bagian tubuhnya tahu-tahu sudah terancam, bahkan jurus serangan yang dipergunakan lawan pun tangguh sekali.
Mimpi pun Hian im totiang tidak mengira kalau ilmu silat yang dimiliki Cu Giok long sedemikian lihaynya, tak terlukiskan rasa kaget yang mencekam perasaannya waktu itu.
Buru-buru dia menjejakkan kakinya keatas tanah melejit setinggi dua kaki ketengah udara, kemudian berjumpalitan beberapa kali dan balik kembali ketempat semula.
Baru menyerang telah dipaksa mundur kembali oleh musuhnya, mau tak mau Hian im totiang menjadi amat jengah hingga paras mukanya berubah menjadi merah, cepat-cepat dia mencabut pedangnya .
situasi didalam ruangan tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat besar, setelah berdiam diri sekian lama, akhirnya kesembilan orang partai kupu-kupu itu bangkit berdiri dan membentuk barisan sebuah lingkaran dengan punggung menempel pada punggung.
Masing-masing orang meloloskan pula senjata andalan masingmasing, diantaranya ada yang mempergunakan golok, ada yang memakai pedang, bahkan ada pula yang memakai sepesang poan koanpit.
Phu sian sangjin, Hian im totiang, Hwesio daging anjing, Bu wi lojin, Pelajar rudin Ho Heng serta ketua Hoa san pay Ngo Cun ki berdiri mengepung diluar lingkaran tersebut.
sementara tiga bersaudara Kim beserta Molim sekalian berempat dan puluhan pendeta sakti darisiau limpay mengadakan pengepungan dari lapisan terdepan, jelas suatu pertarungan sengit akan berlangsung.
setelah saling berhadapan berapa saat, Phu sian sangjin yang pertama-tama melancarkan serangan paling dulu, dengan senjata sekopnya dia melepaskan sebuah sapuan kilat.
Kesembilan orang jago dari partai kupu-kupu tidak mandah diserang dengan begitu saja, serentak mereka menggerakkan senjata masing-masing untuk menyambut datangnya ancaman tersebut, maka suatu pedempuran sengitpun segera berkobar.
selama pertarungan berlangsung, ternyata kesembilan jago daripartai kupu-kupu itu tidak bergeser dari posisinya semula, mereka bersembilan melalu membentuk satu posisi melingkar yang dipertahankan secara ketat sekali.
Ditambah pula kepandaian silat yang dimiliki orang-orang itu amat lihay, jurus serangannya juga amat tangguh, akhirnya yang terdesak mundur justru para jago dari golongan lurus.
Lambat laun perasaan phu sian sangjin mulai tak tenang, sebab bila keadaan semacam ini dibiarkan berlangsung terus entah sampai kapan menang kalah baru bisa ditentukan apalagi ditinjau dari kekuatan lawan yang begitu tangguh, rasanya mustahil bagi pihaknya untuk meraih posisi diatas angin.
Berpikir sampai disitu, tanpa terasa lagi dia berteriak keras .
"Tahan, tahan dulu"
Mendengar teriakan ini, serentak para jago menarik kembali serangannya dan melompat mundur kebelakang.
sementara itu paras muka di Hwesio daging anjing sekalian telah berubah menjadi murung dan sangat masgul, sebab mereka mendapat kenyataan bahwa ilmu silat yang dimiliki kesembilan anggota partai kupu-kupu tersebut sangat tangguh.
sambil tertawa terbahak-bahak, Cu Giok long menegur .
"Haaaahhh..haaahhhhhaaaahhhh apakah lo siansu berntat untuk menerima syarat kami?"
Air muka Phu sian sangjin pada waktu itu sudah berubah menjadi kaku seperti patung batu, setelah memuji keagungan sang Buddha, ia berkata .
"sejak dulu hingga sekarnag, kaum lurus tak nanti hidup berdampingan dengan kaum sesat, mustahil kami akan menerima syarat kalian"
"Haaahhh.haaahhhh..kalau begitu mari kita selesaikan persoalan ini melalui suatu pertarungan sengit, kenapa lo siansu tidak melanjutkan seranganmu?"
Phu sian sangjin mendengus dingin.
"Hmmm, kalian hanya mengambil posisi bertahan, sembilan orang turun tangan bersama memang agak sulit ditembusi, maka aku hendak mencari akal lebih dulu"
Sambil mengalihkan sorot matanya kewajah Ngo Cun ki, ia segera bertanya .
"Apakah Ngo ciangbunjin mempunyai sebuah pendapat?"
"Tempat ini adalah tempat penting bagi pelbagai perguruan besar untuk mengadakan perundingan rahasia, bila kesembilan manusia cecunguk yang berhasil menyelinap masuk kemari pun tak bisa kita tumpas, jelas kejadian ini merupakan suatu aib untuk kita semua, tapi berbicara sesungguhnya hal ini pun disebabkan kelicikan."
"Benar"
Phu sian sangjin menganguk.
"bila mereka bukan datang secara berkelompok, betapapun lihaynya ilmu silat yang mereka miliki, tak nanti sulit bagi kita untuk menumpasnya satu persatu"
"Namun bila keadaan seperti ini dibiarkan berlangsung terus,"
Kata Ngo Cun ki kembali.
"hal ini tak akan memberikan keuntungan bagi mereka, sebab betapapun tangguhnya ilmu silat yang mereka miliki, rasanya mustahil orang-orang itu bisa bertahan terus menerus selama sehari semalam tanpa berhenti."
"Hey budak busuk "mendadak Cu Giok long berteriak keras.
"aku hendak menguliti tubuhmu hidup,hidup"
Ngo Cun ki mendengus dingin, kembali ujarnya .
"Hmmm, dilihat dari sikapnya sudah jelas dia mempunyai pendukung yang lain."
Phu sian sangjin yang mendengarkan pembicaraan ini diam-diam menjadi amat terkejut, katanya kemudian .
"Kalau begitu mungkin mereka memang mempunyai bala bantuan yang segera akan sampai disini"
Tiba-tiba Cu Giok long mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak .
"Haaahhhh..hahhh.haaaahhhh..terus terang saja kuberitahukan kepada kalian, tak lama lagi ketua partai kami akan tiba disini"
Suasana tegang dengan cepat menyelimuti seluruh ruang kuil itu. Tiba-tiba Ngo Cun ki berbisik kepada Phu sian sangjin dengan ilmu menyampaikan suara .
"Dalam posisi semacam ini aku rasa terpaksa meski menggunakan cara kaum sesat untuk memberesi orang-orang tersebut"
"Maksudmu?"
Tanya Phu sian sangjin.
"partai kami mempunyai sejenis dupa pemabuk yang bernama An hun hiang, sesungguhnya dupa itu khusus dipakai untuk mengawetkan jenasah, setelah mayat diolesi dengan dupa itu maka dalam seratus tahun pun tak bakal rusak, namun dupa ini tak boleh diendus oleh manusia hidup,"
Setelah berhenti sejenak. kembali dia melanjutkan .
"Bagi mereka yang mengendus bau dupa ini, ia akan roboh tak sadarkan diri bahkan tiada obat penawar yang bisa memunahkan pengaruh dupa tersebut, akibatnya ia akan jatuh pingsan selama tiga hari lamanya sebelum secara pelan-pelan akan sadar kembali dengan sendirinya."
"Keadaan sudah bertambah gawat sekarang, tampaknya terpaksa kita harus mencobanya.."
Ujar phu sian sangjin cepat. Tapi setelah termenung kembali dia berkata .
"Kalau memang tak ada obat penawar bukankah kita semua pun."
"Itulah sebabnya aku minta kepada lo siansu untuk mengabarkan kepada rekan-rekan kita dengan ilmu menyampaikan suara agar mereka tutup pernapasan dengan cepat begitu dupa An hun hiang tersebut kusemburkan kedalam ruangan nanti"
"Baiklah kita bekerja secara terpisah, makin cepat makin baik."
Untuk berapa saat suasana didalam ruangan menjadi hening dan tak kedengaran sedikitpun suara meski kedua belah pihak masih saling berhadapan namun tak terjadi pertarungan apa-apa.
sementara itu Ngo Cun ki telah mendekati jendela, agaknya dia pun sertang memberitahukan rencana tersebut kepada para jago Hoa san pay yang mendapat tugas menjaga diluar gedung.
Melihat tingkah laku musuhnya, Cu Giok long segera menjengek sambil tertawa bangga .
"Hmmm, aku lihat gerak gerik mencurigakan, hayo rencana busuk apakah yang sertang dipersiapkan?"
Sambil tertawa si Hwesio daging anjing berkata .
"Ilmu silat yang kalian miliki memang betul-betul amat tangguh, bila kerjasama kalian dilangsungkan terus, kami sungguh menyerah dan tak tahu apa yang harus dilakukan lagi, itulah sebabnya kami hendak mencari jalan lain."
"Wah, tak nyana kau sihwesio cukup bersikap jujur, tapi setelah kami berani datang kemari, berarti permainan busuk macam apapun yang hendak kalian perbuat kami tak bakal memikirkannya didalam hati"
"Bagus sekali kalau begitu"
Seru si Hwesio daging anjing sambil tertawa.
"kita nantikan saja tanggal mainnya"
Cu Giok long berpikir sebentar, lalu katanya lagi .
"Dalam setengah jam kemudian ketua partai kami pasti sudah tiba disini, sampai waktunya nanti kalian semua bakal mampus tanpa liang kubur."
"aku rasa sulit untuk dibicarakan mulai sekarang"
Jengek si Pelajar rudin Ho Heng.
"apa pula yang dapat diperbuat oleh ketua partai kalian?"
"Ketua kami memang tak bisa berbuat banyak. namun paling tidak masih lebih dari cukup untuk menghabisi nyawa kalian semua"
Padahal waktu itu si Hwesio daging anjing mendapat perintah dari Phu sian sangjin untuk mengajak lawannya bercakap-cakap.
tentu saja tujuannya tak lain adalah untuk mengacau konsentrasi Cu Giok long sambil menunggu tibanya saat ketua Hoa san pay melepaskan dupa An hun hiang.
Kembali si Hwesio daging anjing berkata sambil tertawa terbahak-bahak .
"Haaaahh..haaahhhh.haaahhh.apakah kalian mempunyai pesan terakhir yang hendak disampaikan?"
Cu Giok long tertawa.
"Lucu benar kau si hwesio, siapa bakal mati siapa bakal hidup toh belum bisa ditentukan mulai sekarang, tidakkah kau merasa bahwa perkataanmu barusan sangat menggelikan?"
"seandainya aku si hwesio yang mati sudah pasti Buddha maha pengasih akan menyambut kedatanganku serta mengajak pulang kesurga loka, sebaliknya kalian yang mampus, sudah pasti iblis jahanam yang akan menjemput kalian pergi keneraka"
Mendadak Cu Giok long berpaling seraya berkata .
"Bila dugaanku tidak keliru, tampaknya kalian hendak melemparkan obat beracun terhadap kami"
Ucapan tersebut sangat mengejutkan hati Phu sian sangjin serta Hwesio daging anjing sekalian, tapi sambil tertawa terkekeh Ngo Cun ki berkata .
"Kelihatannya diantara dua belas pengawal khusus ketua partai kupu-kupu, mungkin kau adalah salah satu pengawal kesayangan majikanmu, sebab kau terlalu cerdik, tebakanmu memang tepat sekali"
"Aku kuatir usaha kalian itu bakal sia-sia belaka."
"omitohud"
Tukas Phu sian sangjin cepat.
"bagaimana pun juga toh."
Sambil tertawa tergelak Cu Giok long segera menukas .
"Haaahhh.haahhhhaaahhh.rencana kalian memang bagus sekali."
Kemudian sambil berpaling kearah Phu sian sangjin, katanya lebih lanjut .
"Ketahuilah, kami telah menelan obat penawar dari segala macam racun, terserah racun apa saja yang bakal kalian pergunakan aku rasa tak akan berguna sama sekali, lebih baik urungkan saja niatmu itu"
Mendadak..
Terdengar bunyi yang sangat nyaring disusul runtuhnya atap ruangan bagaikan hujan gerimis, dalam waktu singkat muncullah sebuah lubang besar diatas atap ruangan tersebut.
Bersamaan waktunya tersebar pula bubuk berwarna kuning keseluruh ruangan dan menyelimuti setiap ruang gerak yang ada.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Phu sian sangjin memutar senjata sekopnya sambil melancarkan serangkaian serangan gencar.
Hwesio daging anjing, Bu wi lojin serta Pelajar rudin Ho Heng sekalian tak berani berayal, masing-masing mengeluarkan ilmu simpanannya dan melancarkan serangkaian serangan gencar.
Cu Giok long sekalian bersembilan segera tertawa bergelak.
serentak mereka turun tangan melancarkan serangan gabungan yang sangat tangguh, bagaikan selapis dinding baja yang amat tebal, dalam waktu singkat tenaga serangan dari para jago sudah terbendung sama sekali.
Tapi kejadian tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat, tahu-tahu pintu dan jendela ruangan dibuka orang disusul kemudian satu persatu kawanan jago dari dunia persilatan berlompatan keluar meninggalkan ruangan kuil.
Berapa kali keluhan tedahan segera bergema dari dalam gedung.
Ketika diamati lagi dengan seksama, ternyata Cu Giok long sekalian bersembilan telah roboh terkapar diatas tanah.
Rupanya Ngo Cun ki telah berpesan kepada anak buahnya agar segera membuka pintu dan jendela agar rekan-rekan yang lain bisa berlompatan keluar dari ruangan begitu dupa An hun hiang disebarkan.
Tak lama kemudian Kabut kuning dalam ruangan pelanpelan membuyar dan para jago pun melangkah masuk kembali kedalam ruangan.
sambil tertawa terbahak-bahak Hwesio daging anjing berseru .
"Haaahhhaaahh.haaahh..bagaimana pun juga akal muslihat Ngo ciangbunjin jauh lebih ampuh, nyatanya kawanan siluman itu pada roboh tak sadarkan diri"
Tapi Ngo Cun ki tidak merasa bangga dengan hasil kerjanya itu, malah kepada Phu sian sangjin segera desaknya .
"Tempat ini tak bisa didiami lagi, kita harus segera meninggalkannya"
"Aaaaai, pihak Tay kek bun sekalian belum lagi sampai ditempat tujuan, tapi kita sudah tergopoh-gopoh harus pindah tempat, andaikata mereka"
Belum habis perkataan dari Phu sian sangjin diutarakan, dengan kening berkerut Ngo Cun ki telah menukas .
"Dalam situasi demikian ini kita tak sempat lagi memikirkan masalah seperti itu, ketahuilah bahwa perkataan dari beberapa orang siluman tadi bukan hanya gedak sambal belaka, besar kemungkinan Ui sik kong bakal sampai disini tak lama kemudian."
"Ya a, nampaknya terpaksa kita mesti berbuat demikian,"
Kata Phu sian sangjin murung, tetapi setelah memandang sekejap kearah sembilan orang anggota partai kupu-kupu yang tergeletak diatas tanah, ia berkata lebih jauh .
"Bagaimana dengan beberapa orang siluman ini?"
"sudah lama aku si hwesio tak pernah melanggar pantangan membunuh, lebih baik biar aku yang menjagal mereka sampai tuntas"
Teriak Hwesio daging anjing cepat.
"Kalau menurut pendapat boanpwee lebih baik kita punahkan saja ilmu silat yang mereka miliki"
Ucap Ngo Cun ki dengan kening berkerut. Phu sian sangjin segera manggut-manggut, katanya kemudian .
"Ya a, lebih baik kita turuti usul Ngo ciangbunjin saja, punahkan ilmu silat yang mereka miliki"
"Persoalan ini tak boleh ditunda lagi, kita harus cepat bertindak"
Desak Ngo Cun ki.
Sambil berkata kelima jari tangannya segera diayunkan untuk menotok keatas nadi penting ditubuh cu Giok long.
Mendadak.
Pada saat kelima jari tangan Ngo Cun ki hampir menghajar pada sasarannya, terdengar seseorang membentak dengan suara yang keras bagaikan geledek .
"Tahan"
Bersamaan waktunya terasa segulung desingan angin pukulan menyambar kedepan dan menghantam tubuh Ngo cun ki sehingga mencelat ketengah udara. Jeritan kaget seketika bergema memenuhi seluruh ruangan.
"Ui sik kong, ternyata kau betul-betul telah datang"
Ternyata dari atas lubang diatap ruangan telah melayang turun sesosok bayangan tubuh, orang itu berperawakan kecil lagi ceking, dia memang tak lain adalah ui sik kong, ketua partai kupu-kupu.
sambil tersenyum terdengar Ui sik kong berkata .
"Phu sian, tempo hari aku telah mengampuni selembar nyawamu, sudah sepantasnya bila kau tak membalas air susu dengan air tuba, sekarang mengapa kau justru menghimpun kekuatan dari pelbagai partai serta menyusun rencana untuk mencelakai kau."
Kemudian setelah berhenti sejenak. terusnya .
"Ketahuilah perbuatanmu tak lebih bagaikan belalang menahan pedati, mengadu batu dengan telur Hmm, kau hanya mencari kematian buat diri sendiri"
Merah padam selembar wajah Phu sian sangjin karena jengah, tapi sambil menggigit ujung bibir, ia segera berkata .
"sejak dulu hingga sekarang, kaum sesat tak nanti bisa menguasai kaum lurus, biarpun kau sekarang bernasib baik dan berhasil meraih kemenangan, tapi akhirnya kau toh akan mengalami nasib tragis yang sama tragisnya dengan nasib leluhurmy Ui Thian it di tebing hati duka"
Mendadak Hwesio daging anjing tampil kemuka lalu menegur sambil tertawa dingin .
"Bajingan tua Ui, kenal dengan aku?"
"Kenapa?Jadi kau menantangku?"
Jengek Ui sik kong sambil tertawa.
"Hmm, aku memang ingin mencoba kehebatan ilmu silat dari partai kupu-kupu mu."
"Tidakkah kau mendengar dari cerita Phu sian tentang kemampuanku? Yakinkah kau bisa menandingi diriku?"
Jengek Ui sik kong lagi dingin "Huuuh, bila yang datang hari ini cuma kau seorang, mungkin kau harus mengakui bahwa nasibmu bakal jelek."
"ooooh .sangat tidak beruntung, aku memang datang seorang diri"
Sahut Ui sik kong sambil tersenyum.
sementara itu sekeliling ruangan kuil telah dilapisi kawanan jago silat yang siap bedempur, mereka terdiri dari jago-jago lihay siau limpay, Bu tong pay dan Hoa sanpay.
Dari hasil laporan yang diterima dari mereka ternyata diketahui pula bahwa selain Ui sik kong memang tidak Nampak kehadiran jago-jago lainnya.
sementara itu Hwesio daging anjing telah berseru .
"Bajingan tua Ui sik kong, mari kita coba sampai dimanakah keampuhanmu itu"
Dengan cepat Ui sik kong menggeleng.
"Aku tidak biasa dengan system pertarungan semacam ini, kalau aku mesti bedarung satu lawan satu Huuuh, selain memakan waktu,juga tak berani sama sekali."
"Lantas pertarungan macam apakah yang kau inginkan?"
Tanya Hwesio daging anjing tertegun.
"Lebih baik kalian maju bersama-sama saja, agar akupun bisa menghemat banyak waktu dalam pekerjaan menghantar kalian pulang ke rumah nenek moyang ."
Perkataan tersebut benar-benar sombong dan takabur.
sebagaimana diketahui, jago-jago yang hadir dalam arena sekarang rata-rata adalah jagoan kelas satu dunia persilatan, kekuatan yang mereka miliki mana boleh dipandang enteng.
Tapi Phu sian sangjin cukup mengedi, dalam hati kecilnya dia percaya Ui sik kong memang memiliki kemampuan untuk menghadapi mereka secara bersama-sama.
Tampaknya Hwesio daging anjing merasa amat tersinggung dengan ucapan tersebut, dengan penuh amarah dia berteriak .
"Bajingan anjing, sombong amat kau, lihatlah bagaimana caraku untuk mencabut nyawamu"
Sambil menggerakkan tubuhnya dia siap melakukan terkaman maut kedepan. Tiba-tiba.
"Tunggu sebentar"
Kembali terdengar seorang berteriak keras.
Dari balik lubang diatas atap ruangan, lagi-lagi melayang turun sesosok bayangan manusia.
semua orang merasa terkejut sekali dengan kehadiran orang itu.
Pendatang baru ini memakai kain kerudung muka sehingga tidak terlihat jelas bagaimanakah raut mukanya.
Hal ini membuat para jago pun tak bisa menduga musuh atau temankah orang yang barusan datang ini?
Tampak Ui sik kong sendiripun turut tertegun, lalu tegurnya .
"siapakah kau?"
Manusia berkerudung itu tertawa sinis, jengeknya .
"siapakah aku tak usah ditanyakan dulu, sebentar kau toh bakal mengetahui dengan sendirinya"
Lalu kepada Hwesio daging anjing dia berkata .
"Bajingan tua ini memiliki ilmu silat yang sangat dahsyat, apa yang dikemukakan olehnya tadi memang bukan gedakan sambal belaka."
Hwesio daging anjing dibikin termangu-mangu oleh ucapan tersebut, dia segera menegur "sicu sebenarnya siapakah kau? Kalau toh bersedia membantu kami, mengapa kau tak muncul dengan wajah aslimu?"
Mendadak Bu wi lojin tampil pula kedepan, serunya dengan nada terkejut campur girang "Kau...kau adalah"
"Bocah keparat, rupanya kau yang datang"
Teriak Ui sik kong pula secara mendadak sambil menghentakkan kakinya keatas tanah.
Tanpa banyak bicara telapak tangannya segera diayunkan kedepan, melepaskan sebuah pukulan dahsyat ketubuh manusia berkerudung itu.
Manusia berkerudung itu tertawa nyaring, dia memutar tubuhnya dengan cekatan meloloskan diri dari ancaman Ui sik kong, kemudian tangannya merogoh kedalam saku dan mengeluarkan sepasang gelang surya rembulan.
Ketika serangannya gagal mencapai sasaran tadi, Ui sik kong sudah merasa terperanjat, apalagi setelah melihat munculnya sepasang gelang surya rembulan yang amat menyilaukan mata itu, dia makin terkesiap lagi sehingga paras mukanya berubah hebat.
Terjadinya peristiwa ini benar-benar diluar dugaan siapapun, baik ketua siau limpay Phu sian sangjin maupun jago-jago lainnya ratarata sudah tahu kalau Kho Beng telah terjatuh ketangan Ui sik kong sehingga mengira nasib yang dialaminya tak akan jauh berbeda seperti nasib Kho Yang ciu sekalian.
Dengan demikian mereka pun tak pernah menyangka kalau pendatang tersebut adalah Kho Beng, seandainya ada yang menduga kesitupun mereka tak bisa melegakan hatinya dengan begitu saja, sebab biarpun luka keracunan yang dialami Kho Beng telah sembuh, tak mungkin ilmu silatnya mampu menandingi kehebatan Ui sik kong.
Akan tetapi sekarang orang telah dibuat terbelalak matanya dengan mulut melongo, mereka dibuat kaget bercampur tercengang oleh kelincahan Kho Beng dalam menghindari datangnya serangan tadi, terutama sepasang gelang surya rembulan yang diloloskan dari sakunya itu.
Dalam pada itu Ui sik kong telah berseru sambil tertawa seram .
"Heeehh.heeehh.heeehhh bocah keparat, masih juga kau tidak memperlihatkan wajah aslimu?"
Dengan cepat Kho Beng melepaskan kain kerudung hijau yang menutupi wajahnya , sahutnya dingin .
"Aku memang tidak mempunyai kepentingan untuk merahasiakan identitasku"
Kenyataan yang terbentang didepan mata saat ini seketika membuat Phu sian sangjin sekalian menjadi tertegun saking kagetnya, sertangkan Molim, Mokim, Rumang serta Hapukim berempat yang berdiri disebelah sana segera berteriak bersama .
"Cukong, kau membuat hamba sekalian merasa panik sekali."
Bu wi lojin, Hwesio daging anjing beserta si pelajar rudin Ho Heng pun merasa sangat kegirangan, namun berada dalam keadaan seperti ini tak sempat lagi mereka untuk berbicara banyak.
Dengan perasaan terkejut bercampur girang, Hwesio daging anjing segera berteriak sambil tertawa .
"Hey anak muda, kau berani berebut pasar dengan daganganku?"
Buru-buru Kho Beng merangkap tangannya sambil memberi hormat, katanya lembut .
"saat ini tidak mungkin bagi boanpwee untuk memberi salam kepada cianpwee sekalian satu persatu, harap cianpwee sekalian sudi memaafkan."
"omitohud"
Seru Phu sian sangjin dengan perasaan gelisah.
"Kho sicu, kau mesti berhati-hati, ilmu silat yang dimiliki bajingan tua Ui sik kong amat luar biasa, kau.."
Tapi sebelum perkataan itu habis diucapkan, Hwesio daging anjing telah menarik ujung bajunya seraya berbisik .
"Yang datang tak akan bermaksud baik, yang berniat baik tak akan datang, aku lihat kemampuan si bocah muda itu agak berbeda daripada keadaan dimasa silam."
"Tapi toh kami baru berpisah selama beberapa hari."
Bantah Phu sian sangjin dengan kening berkerut.
"bagaimana mungkin.."
"Aaaah, biarpun baru berpisah tiga hari, dalam waktu yang begitu singkat toh bisa terjadi segala-galanya?"
Kata Hwesio daging anjing lagi seraya tertawa terkekeh-kekeh. Akhirnya Ui sik kong mangangguk.
"Ya a, perkataan anda memang benar."
Sambil mengalihkan perhatiannya ketengah arena, ketua siau limpay ini segera mundur tiga langkah kebelakang.
sementara itu, Ui sik kong dengan sorot matanya yang tajam masih juga mengawasi setiap gerak gerik Kho Beng dengan seksama tanpa berkedip.
sebaliknya kini Kho Beng telah berdiri angkuh ditengah arena, sepasang gelang surya rembulan yang berada digenggamannya telah siap melancarkan serangan mematikan, tiba-tiba dia menegur .
"Hey bajingan tua, kenapa kau tidak melancarkan serangan?"
Sambil tertawa dingin Ui sik kong menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya .
"Aku telah terjebak didaa m perangkap kalian yang diatur secara licik, pertarungan semacam ini sudah sama sekali tak berarti bagiku"
"Hmmm, itu kan hanya alasanmu serta usahamu untuk memfitnah orang lain semaunya sendiri"
Jengek Kho Beng dingini "Haaaahhhaaaahhhh..haaahhh.maaf kalau aku akan berbicara secara berterus terang."
Tiba-tiba Bu wi lojin berseru sambil tertawa tergelak. Buru-buru Kho Beng berseru .
"Tentunya cianpwee mempunyai suatu pandangan yang adil."
Bu wi lojin mengangguk. kembali katanya sambil tertawa .
"seandainya si tua Ui tidak menyinggung soal perangkap yang licik, sebetulnya akupun enggan banyak berbicara, tapi setelah dia mengemukakan hal semacam itu, aku jadi tak tahan untuk membungkam diri saja."
"siapa kau?"
Bentak Ui sik kong marah.
"Aku disebut orang Bu wi, selama ini dianggap orang sebagai salah satu diantara tiga tokoh aneh dunia persilatan, padahal aku merasa tak berkemampuan semacam itu."
Ui sik kong segera tertawa angkuh.
"Huuuh, dengan kemampuan macam dirimu dianggap sebagai satu diantara tokoh aneh didunia persilatan, aku lihat daratan Tionggoan memang benar-benar sudah tak ada orang pandai lagi."
"Kebesaran dan kehebatan ilmu silat dari pelbagai partai di daratan Tionggoan jauh sekali berbeda dengan kebusukan dan kelicikan partai kupu-kupu kalian, biarpun sekarang anda berniat menginjak-injak daratan Tiongoan kami dengan mengandalkan kelicikan dan keburukan tersebut, akhirnya toh partai anda tak akan lolos dari kehancuran dan kemusnahan total."
Sambil menggigit ujung bibirnya, Ui sik kong segera mendengus .
"siapa bakal menang dan siapa bakal kalah, kenyataan didepan matalah yang bakal menentukan, apa artinya berbicara kosong tanpa fakta?"
"Hmmm, mengunggul-unggulkan diri sendiri tanpa ada kenyataan hanya menimbulkan perasaan geli saja dalam hati kecilku"
Berkilat sepasang mata Bu wi lojin, segera katanya lagi .
"sekarang aku ingin membicarakan pihak manakah yang sebetulnya paling sering mempergunakan akal busuk untuk menjebak orang"
Setelah berhenti sejenak. dengan suara dalam hardiknya .
"Tujuh belas tahun berselang, siapakah yang telah menyamar sebagai diriku untuk mengadu domba pihak perkampungan Hui im ceng dengan pelbagai partai dalam dunia persilatan? Apakah perbuatan biadab semacam itupun bukan terhitung suatu tipu muslihat yang amat licik dan keji?"
Merah padam selembar wajah Ui sik kong karena jengah, ia segera tertawa seram .
"Heeeeeeehh..heeeeehh.heeehhhhh.aku belum pernah melangkah masuk kedaratan Tionggoa n, jangan lagi menyamar sebagai dirimu, bahkan siapakah kau si tua Bangka pun sama sekali tidak kuketahui?"
Bu wi lojin segera tertawa tergelak .
"Haaaaaahh..hahh.haaahh..betul, mungkin saja memang kau tidak kenal diriku tapi kau tak bisa melepaskan diri dari tuduhan sebagai dalang atau otak dari semua peristiwa yang telah terjadi, karena putrimu yang memimpin semua kejadian ini."
Sesudah berhenti sejenak, dengan suara berat kembali dia meneruskan .
"Membuang jauh persoalan yang telah silam, mari kita singgung kembali peristiwa yang terjadi hari ini."
Tiba-tiba Ui sik kong membentak marah .
"Lebih baik tutup bacotmu dan segera menggelinding pergi dari situ, kejadian apa yang bisa dibicarakan pada hari ini?"
Bu wi lojin tertawa dingin.
"Kau menjadi marah karena tak berani menghadapi kenyataan yang berada didepan mata."
Sambil menunding kearah sembilan orang yang tergeletak diatas lantai ia meneruskan .
"Bukankah mereka bersembilan adalah anggota partai kupu-kupu mu?"
"Ya a betul, mereka adalah sembilan diantara dua belas pengawal pribadiku."
Bu wi lojin kembali tertawa tergelak.
"Haaahhhaaahhhhaahh.asal kau bersedia mengakui saja sudah bagus, nah, coba kau perhatikan dandanan mereka itu. Hmmm Bukan saja telah menyamar sebagai ketua partai besar mereka pun berniat meracuni kami semua dengan arak serta buah li beracun. Apakah tindakan semacam ini bukan termasuk suatu perbuatan licik dan keji serta memalukan?"
"Aku tidak mengakui sebagai dalang dari peristiwa tersebut"
Bantah Ui sik kong sambil menggeleng.
"Heeeh.heehhheehh jadi kau berniat menyangkal kenyataan ini?"
Jengek Bu wi lojin sambil tertawa dingin.
"Aku sama sekali tidak menyangkal, tapi ide semacam ini bukan timbul dari benakku."
Setelah memandang sekejap sekitar ruangan, dia berkata lebih jauh .
"Perintah yang kuberikan kepada mereka adalah menawan hidup, hidup atau membunuh habis kalian semua, jadi serta mencampuri arak dengan racun hanya merupakan ide serta prakarsa dari mereka pribadi, malah untuk perbuatan tersebut akupun berniat menjatuhkan hukuman kepada mereka."
Mendadak pelajar rudin Ho Heng berseru kepada Bu wi lojin .
"orang ini sangat licik dan berakal busuk. perkataannya tak dapat dipercaya, apa gunanya anda banyak berbicara lagi dengannya?"
Bu wi lojin tertawa tergelak .
"Haaaahhhaahh.haaaahh perkataan ini memang sangat tepat, aku tak akan banyak berbicara"
Dalam pada itu Kho Beng telah menggetarkan sepasang gelang surya rembulannya sambil membentak pula .
"Bajingan tua, tibalah saatnya bagi kita untuk menentukan siapa yang lebih unggul diantara kita berdua"
Ui sik kong berpaling dan memandang sekejap kearah sembilan orang anak buahnya yang terkapar diatas tanah, lalu jawabnya seraya menggeleng .
"setelah ke sembilan orang anak buah kujatuh pecundang ditangan kalian, maka dalam peristiwa kali ini anggap saja partai kupu-kupu kami telah menderita sebuah kekalahan besar, pedikaian diantara kita berdua lebih baik diselesaikan lain waktu saja."
"Jadi kau bersedia mengaku kalah?"
Jengek Kho Beng sambil tertawa dingin. Ui sik kong tertawa getir.
"Aku bukan termasuk orang yang tak berani mengakui kekalahan, apalagi mereka bersembilan masih berada dalam keadaan tak sadar, biarpun aku enggan mengakui pun terpaksa harus mengakuinya juga"
"Kalau toh sudah mengaku kalah, berarti kau harus menerima syarat yang diajukan pelbagai partai besar."
Mendengar ucapan tersebut, Ui sik kong segera tertawa tergelak .
"Haaahhhaaahh.haaahh.kalau persoalan itu mah tak mungkin akan kulakukan, aku bisa mengaku kalah hanya disebabkab ke sembilan anak buahku telah jatuh tak sadarkan diri, tapi kalau aku harus menanda tangani surat perjanjian dengan para perguruan dan partai besar dari daratan Tionggoan, Hmmm Hal tersebut merupakan sebuah lelucon yang amat besar"
"Lantas apa yang kau kehendaki?"
Desak Kho Beng dengan suara dingin. Ui sik kong berpikir sebentar, lalu tanyanya .
"Racun apakah yang mengeram ditubuh kesembilan orang itu? Dan siapa pelakunya?"
Sambil tertawa dingin Ngo Cun ki segera menjawab .
"partai Hoa san pay yang telah melakukan hal tersebut, mereka sudah terkena dupa An hun hiang kami"
"partai Hoa san?"
Ui sik kong termenung sebentar.
"lantas apa kedudukanmu didalam partai Hoa san pay?"
"Terus terang saja aku katakan, nonamu adalah seorang ketua Hoa san pay saat ini"
Kata Ngo Cun ki tertawa hambar. Meledaklah gelak tertawa yang amat keras dari bibir Ui sik kong, serunya .
"Haaahh.haaahh.haaahhh.tak aneh kalau partai besar didaratan Tionggoan tak bisa berkembang dengan pesat. Hmmm, masa seorang budak ingusan pun diangkat sebagai ketua Hoa san pay, sampai dimanakah kemampuan partai besar yang ada, rasanya tanpa dilihatpun sudah jelas."
Ngo Cun ki sama sekali tidak menjadi gusar malah katanya lagi sambil tertawa .
"Ketika Hoa Bok lan memimpin pasukan perang, Liang Hong giok menjebol pertahanan musuh, bukankah mereka pun masih seorang budak ingusan? Tapi didalam kenyataannya mereka adalah pahlawan wanita yang mampu melakukan pekerjaan besar, tidakkah anda merasa bahwa ucapanmu tadi kelewat kasar dan takabur?"
Berkilat sinar tajam dari balik mata Ui sik kong setelah mendengar perkataan itu, ditatapnya wajah Ngo Cun ki tajam-tajam, lalu tegurnya sambil mendengus .
"An hun hiang termasuk dalam jenis racun yang mana?"
Ngo Cun ki tertawa tawa "sebetulnya dupa An hun hiang khusus dipakai untuk mengawetkan jenasah manusia, hanya disebabkan keadaan terpaksalah kami telah mempergunakannya tadi, padahal dupa tersebut sama sekali tidak mengandung racun, tapi berhubung bau harumnya memiliki ciri khas tersendiri maka orang yang menghirupnya akan akan menderita kebobolan didalam urat sarafnya, itulah sebabnya mereka baru akan mendusin tiga hari kemudian tanpa pengobatan apa-apa"
Ui sik kong tertawa paksa.
"Aku tak ingin menyelidiki soal ini lebih jauh, apa mereka bersembilan bisa diserahkan kembali kepadaku untuk dibawa pulang?"
Mendadak Kho Beng berseru .
"Biarpun bukan aku yang menawan kesembilan orang tersebut, tapi aku dapat berunding dengan para cianpwee dari partai-partai besar untuk menjamin keselamatan mereka hingga tiba dibukit Cian san, namun untuk itu kamipun mempunyai sebuah syarat."
Sambil menggigit bibir Ui sik kong berteriak .
"selama hidup belum pernah aku merasa diancam seperti ini, apa syaratmu itu, ayoh cepat katakan"
"Bebaskan enciku bersama kedua orang dayangnya dan nona Chin serta Kakek tongkat sakti sekalian"
Sambil tertawa Ui sik kong menggelengkan kepalanya berulang kali, dia berkata .
"Kesembilan orang ini tidak memcunyai nilai strategis setinggi orang-orang yang kau tuntut itu"
"Jadi kau menolak?"
Bentak Kho Beng gusar. Ui sik kong tertawa seram.
"Mereka bersembilan sesungguhnya telah melanggar peraturan partai kami. Kesatu, mereka berani membangkang perintah dengan melakukan tugas menurut ide sendiri Kedua, partai kami tidak memperkenankan anggotanya melakukan pekerjaan yang gagal, kegagalan mereka berarti kegagalan diri sendiri, karenanya biarpun aku membawa mereka pulang kemarkas, paling banter orang-orang itu hanya akan kuhukum mati saja. Tentu saja aku marasa rugi besar bila dipakai menukar encimu sekalian."
"Lantas apa yang kau kehendaki sekarang?"
Bentak Kho Beng. Pelan-pelan Ui sik kong maju dua langkah kedepan, bagaikan disekelilingnya tak ada orang lain dia berkata .
"Sekarang aku hendak menghukum kesembilan orang anak buahku lebih dulu menurut partaiku, kemudian kita baru menyelesaikan persoalan yang lain"
Begitu selesai berkata, sepasang telapak tangannya segera diayunkan bersama kedepan. Bersambung ke
Jilid 38
Jilid 38 Blaaamm Ditengah suara benturan yang sangat keras, deruan angin pukulan yang dihasilkan dari kedua belah tangannya itu sudah menghantam telak tubuh kesembilan orang tersebut.
Sedemikian hebat dan kuatnya tenaga serangan yang dihasilkan sehingga daerah seluas dua kaki persegi telah terkurung oleh desingan angin serangannya ini.
Dalam waktu singkat, Sembilan orang pengawal pribadinya itu sudah terhajar sampai remuk kepalanya, patah kaki dan tangannya dan tewas dalam keadaan yang sangat mengerikan.
Peristiwa ini betul-betul berada diluar dugaan siapa pun.
Rupanya Bu wi lojin sekalian berdiri agak jauh dari sana, sedangkan Kho Beng pun tidak menyangka akan terjadinya peristiwa ini.
Ketika Ui Sik kong melangkah maju dua tindak kedepan tadi, sesungguhnya ketua dari partai kupu-kupu ini sudah mencari tempat atau posisi yang strategis dan menguntungkan, dimana selain dia bisa melancarkan serangan secara langsung, pun membuat para hadirin tak akan mampu memberikan pertolongan.
Dengan perasaan geram, Kho Beng segera membentak .
"Bajingan tua, benar-benar perbuatanmu sangat keji dan tidak berperikemanusiaan"
"Padahal perbuatan inipun termasuk dalam rangka rencana busuknya,"
Sindir Ngo cun ki kemudian.
"rupanya dia takut kalau salah seorang dari kesembilan orang itu teratuh ketangan kita sehingga menyebabkan semua rahasianya terbongkar"
Ui sik kong tertawa keras.
"Haaaahh..haaahhhaahh boleh dibilang tindakanku ini merupakan tindakan tegas karena didesak situasi atau tegasnya saja biarpun mereka terhitung jago kelas satu dari partai kupu-kupu, namun dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan, mau tak mau terpaksa aku harus mengorbankan mereka semua."
Mengawasi mayat yang hancur dan berserakan diatas lantai, Kho Beng berseru sambil menggigit bibir .
"Bajingan tua Rasa benciku terhadapmu sudah merasuk sampai ketulang sumsum, kalau bisa aku ingin menghabisi nyawa anjingmu"
Ui sik kong tertawa dingin.
"sekarang memang tiba giliran kita untuk menyelesaikan persoalan yang ada silahkan saja melancarkan serangan"
Ui sik kong mendengus.
"Hmmm, selamanya aku lebih suka bekerja secara cepat dan membedakan urutan masalahnya hari ini, aku hanya akan menyelesaikan pertikaian diantara kita berdua sementara terhadap partai-partai lainnya, aku hanya akan mngulangi pemberitahuanku yang terdahulu, yaitu dalam batas waktu satu bulan kalian semua sudah harus tiba dibukit Cian san, barang siapa melanggar perintah ini dan tidak sampai ditempat tujuan pada batas waktu terakhir, kami akan menganggapnya sebagai musuh serta menumpasnya tanpa belas kasihan lagi."
Kho Beng tertawa dingin.
"Lanjutkan kata-katamu, bagaimana kita hendak menyelesaikan pertikaian ini?"
"setelah kau mengeluarkan sepasang gelang surya rembulanmu, nampaknya suatu pertarungan sengit tak bisa dihindari lagi, aku pun tak ada perkataan lain yang bisa diucapkan selain pernyataanku untuk mengiringi kehendakmu itu"
"Bagus"
Seru Kho Beng sambil manggut-manggut.
"bagaimanapun juga hari ini kita harus dapat menentukan siapa yang lebih unggul diantara kita berdua, hayo cepat kau lancarkan seranganmu"
Ui sik kong memandang sekejap sekeliling ruangan, lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak. aku tak ingin bertarung disini, bila kau berani menerima tantanganku, mari kita tinggalkan bersama tempat ini."
Pelajar Rudin Ho Heng yang mendengar perkataan tersebut segera berteriak keras .
"Hey anak muda, jangan kau termakan oleh siasat liciknya"
Kho Beng berpikir sebentar, kemudian menjawab "sesungguhnya boanpwee memang ingin menantangnya untuk beduel satu melawan satu."
"Tidak boleh tidak boleh.."
Seru pelajar rudin sambil menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Kho Beng tertawa getir.
"Boanpwee tidak mengemukakan alasan yang sebenarnya secara terperinci, tapi aku benar-benar mempunyai urusan yang penting untuk menantangnya berduel satu melawan satu."
Ui sik kong yang mendengar perkataan tersebut segera tertawa terbahak-bahak. katanya dengan cepat .
"Tidak kusangka dengan usiamu yang begitu muda ternyata berani mengambil keputusan dengan tegas, aku merasa amat kagum sekali"
"Nah itu dia, orang itu sengaja hendak menggunakan siasat licik untuk memanasi hatimu."
Kembali pelajar rudin berteriak. Bu wi lojin turur berseru pula dengan suara dalam.
"Kelicikan dan kebusukan hati orang ini tak mungkin bisa kau tandingi, lebih baik..."
Namun sebelum perkataan tersebut selesai diutarakan, Kho Beng telah menukas .
"Walaupun boanpwee tak ingin melanggar permintaan cianpwee sekalian, namun dalam persoalan hari ini terpaksa aku mesti membangkang, kuminta cianpwee sekalian sudi memaafkan"
Ui sik kong segera memandang sekejap wajah para jago yang hadir dalam ruangan lalu katanya sambil tertawa.
"Pertemuan pada hari ini benar-benar merupakan sebuah pertemuan yang tidak menyenangkan, kuharap dalam pertemuan kita berikutnya keadaannya bisa jauh lebih baikan, nah, saudara sekalian selamat tinggal"
Habis berkata, dia segera melejit keluar dari ruangan tersebut.
Tiada orang yang menghalangi, tiada pula yang melakukan pengejaran, semua orang hanya berdiri termangu menyaksikan kejadian kepergian tokoh sakti dari partai kupu-kupu itu.
Kho Beng sendiripun tidak banyak bebicara lagi, dia menjura keempat penjuru lalu bagaikan s eg ulung asap ringan segera menyusul dibela kang Ui sik kong.
Suasana hening segera mencekam ruangan kuil sampai berapa saat lamanya.
Para jagoan hanya bisa saling berpandangan dengan mulut melongo.
Akhirnya Phu sian sangjin berseru memuji keagungan sang Buddha, hanya suara pujian itu yang memecahkan keheningan.
Ketua Hoa sanpay Ngo Cun ki mengerling sekejap wajah para jago, lalu berkata .
"Peristiwa ini benar-benar sangat aneh, mengapa Kho sauhiap bersikeras hendak meninggalkan tempat ini dan melangsungkan pertarungan satu lawan satu dengannya."
Sejak Ngo Cun ki berhasil membongkar siasat busuk dari kesembilan pengawal pribadi Ui sik kong, pandangan semua orang terhadap gadis muda inipun otomatis turut berubah.
"omitohud"
Kata Phu sian sangjin.
"apakah Ngo ciangbunjin mempunyai suatu pendapat?"
Dengan kening berkerut, Ngo Cun ki berkata .
"Menurut penuturan losiansu tadi, benarkah Kho sauhiap telah menderita luka parah dan terjatuh ketangan Ui sik kong?"
"Benar"
Sahut Phu sian sangjin serius.
"Memang demikianlah kejadiannya, tapi barusan Kho Beng sama sekali tidak berkata apaapa, aneh, kejadian ini benar-benar sangat aneh dan tidak masuk akal"
Ngo Cun ki berpikir sebentar, lalu katanya lagi .
"Menurut pandanganku, kemungkinan besar diantara mereka berdua telah terjadi suatu peristiwa yang sama sekali diluar dugaan orang banyak. bukankah losiansu pernah bilang bahwa ilmu silat yang dimiliki Ui sik kong telah mencapai tingkatan yang luar biasa?"
Phu sian sangjin manggut-manggut .
"Aku tidak bermaksud meremehkan kekuatan sendiri, juga bukan berniat mengungguli kemampuan lawan, tapi dalam kenyataannya Ui sik kong memang luar biasa sehingga menyebabkan Kho Beng harus kuserahkan kepadanya."
"Tadi, aku rasa losiansupun dapat melihat dengan jelas, walaupun antara Kho sauhiap dengan Ui sik kong hanya bentrok satu kali, namun kelihatan jelas kalau posisi mereka tetap berimbang dan tidak Nampak siapapun lebih lemah dari lawannya."
"Yaa benar, inilah masalah yang membuat aku semakin bingung dan tidak habis mengerti"
Bu wi lojin menghembuskan napas panjang, mendadak dia menyela .
"Aku pernah mempelajari kitab pusaka Thian goan bu boh bersama Kho Beng dilembah, ilmu silat yang dimilikinya boleh dibilang aku paling mengetahui."
Buru-buru Ngo Cun ki bertanya .
"Apakah cianpwee berhasil menemukan sesuatu yang janggal?"
Walaupun dia adalah seorang ketua partai besar, namun karena pengaruh usia yang berbeda banyak maka dia selalu menghormati Bu wi lojin sebagai seorang locianpwee. Bu wi lojin berkata .
"Walaupun Kho Beng hanya berkelebat dalam sekali pintasan saja, namun aku dapat melihat dengan jelas bahwa kemampuan tersebut bukan ilmu yang dipelajarinya semula dan lagi yang membuat aku semakin tak mengerti adalah..."
Tiba-tiba ia berhenti berbicara dan membungkam, sementara sepasang matanya dipicing seakan-akan sedang memikirkan suatu masalah yang sangat pelik.
"Apakah cianpwee menemukan sesuatu yang tak jelas?"
Ngo Cun ki segera menyela. Pelan-pelan Bu wi lojin mendongakkan kepalanya, ditatapnya Ngo Cun ki sekejap lalu pelan-pelan memandang sekeliling ruangan setelah itu dia baru melanjutkan .
"Yang membuat diriku tak habis mengerti adalah tentang senjata andalannya. setahuku, selama ini Kho Beng mempergunakan sebilah pedang, karena bukan saja dia mengandalkan ilmu pedang Liu im kiam hoat yang pernah kuwariskan kepadanya. Ilmu silat yang dipelajarinya dari kitab pusaka Thian goan bu boh pun merupakan inti sari dari ilmu pedang, tapi kenyataan sekarang ia justru mengandalkan sepasang gelang surya rembulan sebagai senjata andalannya."
Termasuk Phu sian sangjin diantaranya dengan cepat mereka dibuat tertegun, terutama setelah membayangkan kembali bentuk aneh dari senjata gelang surya rembulan tersebut.
Ditengah keheningan yang mencekam seluruh ruangan, mendadak pelajar rudin Ho Heng berjalan menghampiri Molim sekalian berempat yang masih berdiri termangu disudut ruangan, lalu bentaknya .
"Hey, kalian cepat kemari"
Molim mengiakan,lalu bersama Mokim, Ha pukim serta Rumang berjalan mendekat dengan langkah lebar, serentak mereka berdiri berjajar dihadapan si pelajar rudin setelah memberi hormat kepadanya.
"sudah cukup lama kalian mengikuti Kho Beng, pernahkah kalian berempat melihat dia menggunakan senjata gelang surya rembulan?"
Tanya si pelajar rudin kemudian.
"sama sekali tidak pernah"
Jawab Rumang cepat.
"Atau mungkin senjata tersebut selalu disimpan dalam buntalannya sehingga kalian tidak pernah melihatnya?"
Kembali Rumang berseru .
"Jangan lagi buntalannya, bahkan setiap benda miliknya sudah pernah kami periksa secara diam-diam, namun tak pernah kami menjumpai sepasang gelang surya rembulan itu"
Sebenarnya Molim hendak mencegah Rumang untuk berbicara, namun jawaban Rumang kelewat cepat sehingga tak sempat untuk dicegah lagi. sambil menarik muka pelajar rudin segera membentak .
"Mengapa kalian melakukan pemeriksaan atas barangnya secara diam-diam?"
Rumang jadi tergagap .
"Waktu itu waktu itu kami sedang mencari kitab pusaka Thian goan bu boh miliknya tapi..."
Sambil mendengus pelajar rudin segera membentak .
"Mundur sana"
Merah padam selembar wajah Rumang karena jengah, namun dia tak berani berkata apapun, setelah hormat, bersama Molim bersaudara dan Hapukim segera mengundurkan diri dari situ.
sambil tersenyum Ngo cun ki segera berkata .
"sekarang keadaannya sudah jelas, ketika Kho sauhiap diculik oleh Ui sik kong tempo hari, mungkin dia segera direbut lagi oleh seorang yang lain? Tapi siapakah dia?"
Tak tahan Hian im totiang, ketua Bu tong pay itu bertanya. Mula-mula Ngo Cun ki melengak. tapi menyusul kemudian ia segera tertawa cekikikan.
"Pengetahuan boanpwee tentang tokoh persilatan sangat terbatas, darimana aku bisa tahu siapa orang itu? Tapi menurut penilaianku bisa jadi orang tersebut adalah seorang tokoh dunia persilatan yang berilmu sangat tinggi bahkan senjata andalannya adalah sepasang gelang surya rembulan."
"Maksud Ngo ciangbunjin ada orang yang telah menolong Kho Beng, menyembuhkan lukanya serta mewariskan ilmu silat kepadanya."
Sela Phu sian sangjin cepat. Ngo Cun ki sebera mengangguk.
"Ya a, memang begitulah menurut dugaan boanpwee"
"omotohud, bukankah hal ini berarti orang yang telah menolong Kho Beng adalah seorang tokoh silat yang memiliki ilmu silat jauh diatas Ui sik kong?"
"Kalau dilihat dari keadaannya, memang seharusnya demikian."
Tanpa terasa Phu sian sangjin menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal, gumamnya .
"seorang yang menggunakan sepasang gelang surya rembulan dan memiliki ilmu silat lebih hebat dari Ui sik kong."
Lama sekali dia termenung, kemudian sambil memandang sekejap wajah para jago dia melanjutkan .
"Aku benar-benar bodoh, aku betul-betul tak bisa membayangkan tokoh silat macam apakah itu dan siapakah dia?"
"Mungkin orang itu bukan jagoan dari angkatan sekarang."
Sela Bu wi lojin secara tiba-tiba.
"aku jadi teringat seseorang."
"Bu wi sicu, siapa yang kau maksudkan itu?"
Cepat Phu sian sangjin bertanya.
"Si naga terbang dari See ih, Kongci Cu, hanya dia seorang yang menggunakan senjata gelang surya rembulan."
"omitohud.mana mungkin hal ini bisa terjadi? Memangnya dia sudah makan obat panjang umur sehingga dapat hidup sampai sekarang? Disamping itu Kongci Cu adalah sahabat karib Ui Thian it pendiri dari partai kupu-kupu. Kenapa dia mesti menolong Kho Beng dan kenapa pula dia mesti mewariskan gelang surya rembulannya kepada Kho Beng?"
Dengan cepat Bu wi lojin menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya kemudian .
"Dalam dunia ini memang sering kali terjadi peristiwa yang tidak masuk diakal, bagaimanakah duduk persoalan yang sebenarnya, mungkin hanya Kho Beng sendiri yang bisa menceritakan dikemudian hari."
Ngo Cun ki segera berpaling kembali kewajah Phu sian sangjin, lalu berkata .
"aku rasa dalam situasi demikian bukan waktunya bagi kita untuk membicarakan persoalan tersebut, masih ada masalah lain yang lebih penting mesti lo siansu putuskan dengan cepat"
"Yaa,"
Phu sian sangjin manggut-manggut.
"sekarang kita sudah berada dalam keadaan yang amat berbahaya dan amat merikuhkan, sepantasnya bila persoalan semacam ini kita rundingkan bersamasama, sebab aku tak berani mengambil keputusan sendiri."
Mungkin dikarenakan bocornya rahasia pertemuan dibukit Tiong lam san sehingga hampir kecundang musuh, Phu sian sangjin menjadi kehilangan kepercayaan terhadap diri sendiri didalam kedudukannya sebagai pemimpin umat persilatan.
Bu wi lojin segera tertawa terbahak-bahak, katanya .
"Lo siansu tak usah terlalu berendah hati, apalagi merasa putus asa disebabkan suatu kegagalan yang tidak disengaja, yang terpenting buat kita sekarang adalah menanggulangi situasi yang sedang kita hadapi."
Hampir bersamaan waktunya ketua Bu tong pay berseru berbareng .
"Betul, sudah sepantasnya lo siansu tidak menampik kedudukan tersebut, kita anggap saja musuh yang sedang dihadapi memang jauh lebih licik dan berbahaya,"
Dalam keadaan demikian, kesatu, Phu sian sangjin merasa dirinya seperti lagi menunggang dipunggung harimau, kedua, karena hampir selama seribu tahun terakhir pihak siau limpay selalu menempati posisi sebagai pemimpin umat persilatan, tentu saja dia tak ingin menyaksikan pamor serta kedudukan partainya yang selalu dihormati orang selama ribuan tahun mesti hancur ditangannya?
Tapi, masalah yang dihadapi sekarang memang benar-benar merupakan suatu masalah yang pelik dan sukar diatasi.
Ia sadar kendatipun tanggung jawab tersebut dialihkan kepundak lain orang pun, mereka tetap akan merasa pusing dan kebingungan.
Akhirnya Phu sian sangjin pun mengambil suatu keputusan yang paling berani, paling terpaksa juga paling cerdik, Katanya dengan suara sangsi .
"Bila kita tinjau dari situasi yang terbentang didepan mata sekarang, bisa kita duga sendiri, perundingan rahasia yang kita selenggarakan ini mustahil bisa berlangsung terus."
"Perasaan Lo siansu memang benar"
Nao Cun ki yang pertamatama mengangguk lebih dulu.
"untuk mengumpulkan para wakil dari perguruan dan partai besar dari dunia persilatan untuk mengadakan perundingan rahasia memang juga tak mungkin bisa diselenggarakan lagi."
Phu sian sangjin menghela napas.
"Aaaai.oleh sebab itu aku berniat mengalahkan posisi kita dari gelap menjadi terang, kita umumkan secara luas kepada seluruh dunia persilatan agar mereka yang berhasrat untuk menumpas kaum iblis dari muka dunia agar datang berkumpul disiau limpay dan bersama-sama merundingkan cara penanggulangannya."
Tindakan semacam ini jelas merupakan suatu tindakan menyerempet bahaya, sebab andaikata partai dan jagorjago persilatan lainnya tak berani mencampuri urusan tersebut, sudah jelas siau limpay yang akan menjadi sasaran penumpasan yang nomor satu bagi partai kupu-kupu.
Lagipula biarpun para jago dari pelbagai partai datang memnuhi seruan tersebut, belum tentu kekuatan mereka mampu menandingi kekuatan partai kupu-kupu.
seandainya usaha ini mengalami kegagalan, maka yang sudah dapat dipastikan adalah kemusnahan partai siau limpay ditangan orang-orang partai kupu-kupu.
oleh sebab itulah keputusan yang diambil Phu sian sangjin saat ini boleh dibilang merupakan keputusan yang paling berani.
Dengan suara lantang Ngo Cun ki sebera berseru .
"Losiansu bersedia berkorban demi keselamatan seluruh umat persilatan, siauli merasa kagum sekali dengan keputusan tersebut, sebagai ketua Hoa sanpay, siauli bersumpah akan mendukung seluruh keputusan Lo siansu beserta segenap kekuatan yang ada"
"Terima kasih banyak untuk pernyataan Nao Cangbunjin.."
Bisik Phu sian sangjin terharu. Ia segera berpaling seraya berseru .
"sute berlima, kalian berada dimana?"
Lima rasul panca unsur segera tampil kedepan, sahutnya dengan wajah serius .
"Menjumpai ciangbun suheng, kami siap menantikan perintah"
Dengan suara dalam Phu sian sangjin segera bertanya .
"Bagaimanakah menurut pendapat sute berlima tentang keputusan yang telah kuambil?"
Kim cuncu sebagai pemimpin dari lima rasul panca unsur segera menyahut dengan cepat .
"omitohud Keputusan dari ciangbun suheng memang tepat sekali, partai kita sebagai pemimpin dari segenap partai yang ada sudah sewajarnya menerima seluruh pertanggung jawab ini, apalagi keselamatan dunia persilatan sudah menjadi tanggung jawab kita semua, apakah partai kita mesti mencuci tangan sambil berpeluk tangan saja?"
Phu sian sangjin segera manggut-manggut, katanya kemudian .
"Kalau memang begitu, harap sute berlima segera menggunakan segenap kekuatan dari partai kita untuk menyebar luaskan berita ini keseluruh dunia persilatan. Kesatu, segera beritakan keselurh dunia persilatan tentang kebulatan tekad partai kita untuk menumpas kaum iblis dari muka bumi serta niat kita untuk menghimpun seluruh kekuatan dunia persilatan untuk bersama-sama menanggulangi kesulitan tersebut. Kedua, segera mengirim berita agar pihak kita mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan rekan-rekan persilatan. Ketiga, melakukan penghadangan dan pencegatan ditengah jalan terhadap rekan-rekan persilatan yang masih berada diperjalanan agar merubah arah perjalanan mereka langsung menuju kebukit Ciong san."
"Terima perintah"
Sahut kelima rasul panca unsur itu serentak.
setelah mundur tiga langkah, mereka sebera membalikkan badan dan berlalu dari situ.
Maka para jago pun bangkit berdiri sambil mempersiapkan diri, sudah jelas mereka hendak berangkat kebukit siong sanpada malam itujuga.
Tiba-tiba Molim mendekati si pelajar rudin Ho Heng dan berbisik .
"Locianpwee, apakah kaukaujuga akan berangkat kesIau limpay?"
"Kalau semua orang pergi, tentu saja kita pun harus pergi,"
Jawab pelajar rudin sambil tertawa.
"kalau tidak. bisa jadi kita akan ditangkap oleh pihak partai kupu-kupu dan dibunuh tanpa liang kubur"
Dengan agak ragu Molim berkata .
"Tapi cukong kami telah pergi bersama situa Bangka itu, aku pikir lebih baik kita pergi membantunya saja"
"Percuma", pelajar rudin menggeleng.
"bukan aku sipelajar tak punya keberanian tapi yang pasti tak seorang pun mampu membantunya, paling tidak. semua yang hadir dalam ruangan saat ini bukan tandingan situa Bangka Ui sik kong"
Molim tidak berbicara lagi, padahal disinilah letak kelicikan Molim.
Berbicara tegasnya, ia sama sekali tak ambil peduli terhadap keselamatan Kho Beng, dengan perkataan tersebut tadi dia bermaksud merebut rasa simpati sipelajar rudin terhadap mereka.
namun pada saat itu para jago sudah bersiap-siap hendak berangkat inilah tiba-tiba tiga bersaudara Kim mengurungkan niatnya, dengan nada serius Kim lotoa berkata .
"Boanpwee sekalian bertiga memutuskan tak akan mengikuti cianpwee sekalian pergi ke siau limpay, Mengapa kalian bertiga mengambil keputusan itu?"
Tanya Bu wi lojin agak tertegun. Dengan wajah bersungguh-sungguh Kim lotoa berkata .
"Kami tiga bersaudara dapat menjalin tali persahabatan dengan Kho sauhiap karena kami merasa kagum atas wataknya. Itulah sebabnya kami bertekad akan mengikuti dirinya. sekarang Kho sauhiap telah menantang Ui sik kong untuk melangsungkan duel satu lawan satu. siapa akan hidup, siapa akan mati pun susah diketahui. Itulah sebabnya biarpun kami bertiga tak mempunyai kemampuan untuk membantunya, namun paling tidak kami ingin tahu bagaimanakah nasib Kho sauhiap selanjutnya"
Mendengar ucapan tersebut, Bu wi lojin segera menghela napas .
"Aaaai, setiap orang memang mempunyai cita-cita yang berbeda dan tidak bisa dipaksakan, kalau toh kalian bertiga sudah memutuskan demikian, tentu saja kami puncak dapat terlalu memaksa."
Kim lotoa segera bertukar pandangan sekejap dengan Kim loji serta Kim losam lalu sambil menjura katanya lagi .
"Kalau memang begitu, maaf bila boanpwee sekalian akan berangkat lebih dulu."
Kembali suasana hening mencekam seluruh ruangan.
sementara tiga bersaudara Kim telah beranjak meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah lebar.
sampai lama kemudian , Bu wi lojin baru bergumam sambil menghela napas panjang .
"Aaaai.tak nyana, sungguh tak nyana."
Penolakan Kim bersaudara untuk berangkat ke siau lim si sama sekali tidak mempengaruhi rencana para jago, dibawah pimpinan Phu sian sangjin berangkatlah kawanan jago tersebut meningalkan kuil Leng thian sian wan."
Kuil kuno yang sudah lama terbengkalai itupun pulih kembali dalam keheningan, yang berbeda adalah disisi kuil bertambah dengan sebuah gundukan tanah baru.
Itulah kuburan dari kesembilan pengawal pribadi Uisik kong yang tewas ditangan majikan sendiri Disaat rombongan jago hendak berangkat meninggalkan tempat itu.
Phu sian sangjin telah menurunkan perintah agar mengubur jenasah orang-orang tersebut.
ooooooo Uisik kong berlarian sangat cepat sekali sementara Kho Beng mengikuti dibelakangnya dengan ketat.
setelah berlarian lebih kurang dua puluh li kemudian sampailah mereka berdua diatas sebuah tebing kecil, disitu mereka berdua sama-sama menghentikan langkahnya.
Dengan sinar mata yang hijau menggidikkan hati ui sik kong mengawasi pemuda kita lekat-lekat, lalu tegurnya sambil tertawa dingin .
"Kho Beng, apakah dia telah mampus?"
Kho Beng agak terperanjat, tapi ia segera bertanya .
"siapa yang telah mati?"
"Heeehh.heeehhh..heeehh..siapa lagi? Tentu saja si naga terbang dari see ih, Kengci Cu?"
Berubah paras muka Kho Beng, tapi sahutnya sambil menggigit bibir.
"Benar, dia sudah mati darimana kau bisa tahu?"
Ui sik kong segera mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak .
"Haaaahh.haaahh.haaahh..biarpun aku berhasil dikelabui saat itu, namun setelah kejadian itu aku segera mengerti kalau bajingan tua itu pasti sudah menderita luka dalam yang mematikan, kalau tidak dia tak akan mempunyai kesempatan untuk mengungguli diriku."
"Hmmm, guruku adalah sahabat kakekmu almarhum,"
Kata Kho Beng dingin.
"Ini berarti dia telah mati ditanganmu sendiri, apakah kau tak merasa beriba hati karenanya?"
"Gurumu?"
Ui sik kong berseru keheranan.
"Apakah dia telah menerima mu sebagai muridnya menjelang ajalnya tiba?"
"Benar, disaat ajal hampir merenggut nyawa guruku, dia telah menerimaku sebagai muridnya, tapi kematian guruku bukan disebabkan oleh seranganmu yang berat itu?"
"Hmmm, lantas apa sebabnya?"
"Kesatu, daya kasiat cairan mestika Giok hu wan ci yang dimakan guruku telah lewat masa kerjanya. Kedua, guruku telah mewariskan sisa tenaga dalam yang dimilikinya kepadaku dengan menggunakan ilmu Kay teng ci hoat."
"Heeehh..heeehhheeehh.klau begitu mujur amat nasibmu,"
Jengek Ui sik kong sambil tertawa dingin.
"Tapi bayang biarpun kau berhasil mendapat penemuan aneh, hari ini kau telah bersua denganku, ini berarti semua penemuan tersebut tak akan berguna lagi untukmu, apakah kau telah memikirkan hal ini?"
Kho Beng segera menghela napas panjang, katanya .
"Berbicara yang sesungguhnya, ilmu silat yang kumiliki memang bukan tandinganmu, kepandaian sakti yang dimiliki mendiang guruku belum tentu dapat berbuat banyak terhadapmu, tapi ada satu hal yang tak akan kau duga sama sekali"
"Hmmmm, soal apa yang tak kuduga itu?"
Dengus ui sik kong.
"Bila kukombinasikan ilmu silat dari mendiang guruku dengan ilmu silat dari kitab pusaka Thian goan bu boh, maka akan timbullah daya kekuatan yang tak akan kau duga sama sekali."
Ui sik kong jadi tertegun, tapi setelah tertawa dingin serunya .
"sekalipun apa yang kau katakana memang merupakan kenyataan, namun dengan jangka waktu setengah bulan yang begini singkat berapa banyakkah yang berhasil kau serap."
"Hmmm, sampai dimanakah kepandaian silat yang berhasil kuserap dan bergunakah kepandaian tersebut, akan kugunakan dirimu sebagai kelinci percobaan sekarang juga."
Ui sik kong menjadi teramat gusar, bentaknya .
"Hari ini adalah saat kematian bagimu, aku tak bakal membiarkan kau tetap hidup terus didunia ini"
Kho Beng tertawa seram .
"Heeehh.heeehh.heeehh.apabila kau benar-benar membunuhku, mungkin kitab pusaka Thian goan bu boh tak pernah akan terjatuh kembali ketanganmu, apakah kau sudah tidak menginginkannya lagi?"
"Kitab pusaka Thian goan bu boh adalah warisan mestika partai kupu-kupu kami, siapa bilang aku sudah tidak menghendakinya lagi."
Kemudian setelah menatap wajah Kho Beng sekejap dengan mimik yang menyeramkan, dia berkata lebih jauh "Tapi hal tersebut adalah persoalan disaat ajalmu sudah hampir tiba nanti, sebab orang yang akan mati biasanya berbicara jujur, siapa tahu kalau sampai saatnya nanti kau akan berbicara terus terang?"
Kontan saja Kho Beng tertawa dingin .
"Heeehh..heeeehh.heeehhh.kalau memang begitu kau boleh sebera turun tangan"
Ui sik kong memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu, kemudian bentaknya keras-keras .
"Kho Beng coba kau rasakan jurus Guntur menggoncangkan seisi bumi ini"
Ditengah bentakan keras dengan suatu gerakan yang cepat ia telah meloloskan ruyung lemasnya dari pinggang dalam waktu singkat cahaya kuning telah menyelimuti seluruh angkasa bagaikan sebuah payung raksasa saja dengan cepatnya mengurung kacau disekitar situ Kho Beng tidak berdiam diri saja, segera bentaknya pula .
"Coba kau lihat jurus Angin menderu awan menggulung aku ini segera akan mematahkan seranganmu."
Sepasang gelang surya rembulannya serentak digetarkan keatas menciptakan lapisan cahaya kuning yang menyambar diangkasa.
Dalam waktu singkat, cahaya kuning telah menyeliuti seluruh angkasa dan menggulung bayangan tubuh kedua orang tersebut.
Tapi peristiwa ini hanya berlangsung dalam sekejap mata, menyusul lenyapnya cahaya kuning itu, mereka berdua masih tetap berdiri diposisi semula.
Namun dari perubahan wajah kedua orang itu dapat diketahui siapakah yang lebih tangguh.
sambil menggigit bibir Ui sik kong berkata .
"Kau tidak terluka?"
"Tentu saja tidak"
Jawab Kho Beng sambil tertawa angkuh.
"bagaimana dengan kau sendiri?"
Ui sik kong tidak menjawab pertanyaan itu, sambil menarik muka kembali ia menegur .
"Jurus serangan apakah yang kau pergunakan?"
"Bukankah telah kujelaskan tadi,jurus tersebut bernama Angin menderu Awan menggulung?"
"Jurus Guntur menggoncangkan seisi bumi merupakan jurus yang paling tangguh, belum pernah ada jurus serangan apapun yang mampu mematahkannya, hmmm.jurus Angin menderu Awan menggulungmu itu terhitung gerak serangan macam apa?"
Sambil tertawa tergelak. Kho Beng segera menyela .
"Kalau begitu aku perlu memberitahukan kepadamu, walaupun serangan tadi nampaknya eperti satu jurus, padahal dalam kenyataannya terdiri dari dua gerakan yang berbeda, atu adalah gerakan Angin langit menderu-deru dari kitab pusaka Thian goan bu boh, ementara gerakan yang lain adalah jurus ciptaan mendiang guruku sendiri yang bernama Awan tertutup surya menghilang, andaikata kedua jurus serangan itu dipergunakan secara terpisah, mungkin saja aku telah terluka diujung seranganmu sedari tadi."
Kemudian sambil menatap wajah lawannya dia meneruskan .
"Namun jika kedua jurus itu dikombinasikan menjadi satu, bukankah segera terwujud kekuatan yang sama sekali tak terduga?"
Ui sik kong segera menghembuskan napas panjang .
"Huuuhhaku benar-benar amat benci"
"Apa yang kau benci?"
Kho Beng keheranan.
"Aku benci dengan Kongci Cu, tapi benci pula kepada diri sendiri"
Sambil tertawa Kho Beng menggelengkan kepalanya berulang kali, ucapnya .
"susah bagiku untuk mencerna makna dari perkataanmu ini."
Dengan penuh kebencian Ui sik kong berseru .
"Aku benci kepada Kongci Cu karena dia tidak cukup setia kawan, akupun membenci diriku sendiri karena tidak memunahkan ilmu silatmu sedari dulu"
Kho Beng kembali menggelengkan kepalanya.
"Lambat laun kau bakal memahami bahwa mendiang guruku tak pernah melakukan tindakan yang menyalahi keluarga Ui kalian, tentang mengapa kau tidak memunahkan ilmu silatku setelah kau berhasil merampas diriku dari tangan Phu sian sangjin tempo hari, hal tersebut adalah menjadi urusanmu sendiri"
Kemudian dengan suara dalam dia melanjutkan .
"Barusan kita baru bertarung satu jurus, aku rasa dalam gebrakan berikut belum tentu ada yang roboh diantara kita berdua, nah kau boleh melanjutkan seranganmu lagi."
Tapi Ui sik kong segera menggelengkan kepalanya berulangkali, ujarnya .
"Aku tak ingin bertarung melawan orang yang memiliki ilmu yang seimbang denganku."
Kho Beng segera tertawa tergelak .
"Biarpun kau sangat licik, namun akupun bukan seorang manusia bodoh,"
"sebetulnya apa yang hendak kau utarakan, mengapa tidak disampaikan secara blak-blakan?"
Bentak Ui sik kong marah.
"sebetulnya sangat sederhana, kau membenciku setengah mati, boleh dibilang rsa bencimu itu sudah merasuk sampai ketulang sumsum, jadi tiada alasan bagimu untuk menolak suatu pertarungan melawanku, tapi hingga sekarang kau enggan bertarung hal ini hanya dikarenakan sebuah alasan saja.."
"Apa alasannya?"
Teriak Ui sik kong.
"Karena kau sudah menderita luka dalam, bila pertarungan ini dilanjutkan maka belum sampai tiga gebrakan kau tentu sudah roboh terjengkang mencium tanah"
Mula-mula Ui sik kong merasa amat gusar, tapi dengan cepat dia berhasil menenangkan kembali hatinya, terus terang dia berkata .
"Dugaanmu memang tepat sekali, tapi luka yang kuderita hanya dikarenakan aku terlalu memandang remeh kekuatanmu, kuakui bahwa kau adalah musuh tangguh yang pertama pernah kujumpai."
Namun setelah tertawa seram, lanjutnya .
"Kho Beng, apabila kau hendak menyerangku dengan sepenuh tenaga, mungkin aku benar-benar akan jatuh pecundang ditanganmu, marilah, inilah kesempatan terbaik bagimu."
Tapi sambil tertawa Kho Beng sebera menggeleng .
"Aku bukan manusia yang senang memanfaatkan kesempatan disaat orang lain sedang mengalami kesulitan, kalau memang kau sudah terluka, biar kita sudahi saja pertarungan hari ini sampai disini saja."
Agaknya ucapan ini sama sekali diluar dugaan Ui sik kong, serunya dengan cepat .
"Aku rasa kau bukan orang yang terlalu berbelas kasihan kepada lawannya bukan?"
"Ya a benar, disamping aku tak ingin memanfaatkan kesempatan dikala orang sedang sakit, akupun masih mempunyai alasan yang lain"
"Hmmm, apa alasanmu yang lain?"
"Kalau begitu kita boleh berbincang-bincang bukan?"
Tanya Kho Beng sambil tertawa. sambil berbicara ia segera mengambil tempat duduk diatas sebuah batu cadas. Ui sik kong memutar biji matanya sejenak. namun akhirnya diapun duduk sambil berkata.
"Bila ingin membicarakan sesuatu, katakanlah sekarang dengan blak-blakan.."
Kho Beng berpikir sejenak. lalu ujarnya .
"Pertama-tama aku ingin bertanya dulu tentang atu hal, benarkah kitab pusaka Thian goan bu boh adalah mestika turun temurun dari partai kupu-kupu kalian?"
Agak emosi Ui sik kong menjawab .
"setiap umat persilatan mengetahui akan persoalan ini, aku tak ingin banyak berbicara lagi."
Kho Beng manggut-manggut, ujarnya kemudian .
"Aku bukannya merasa curiga tapi hanya tak habis mengerti. ilmu silat yang tercantum dalam kitab pusaka Thian goa bu boh kebanyakan adalah ilmu pedang, mengapa orang-orang partaimu justru menjadi kesohor karena senjata panji kupu-kupunya, sedang anda sendiripun lebih suka mengandalkan ruyung emas."
Ui sik kong tertawa tergelak .
"Haaaahh.haaahh.haaahh..andaikata partai kami hanya mengandalkan jurus pedang dari kitab pusaka Thia goan bu boh belaka, mungkin kejayaan dan pengaruh kami didalam dunia persilatan tak akan seluas dan sebesar ini, apalagi kitab pusaka tersebut telah lenyap sejak seabad berselang, sisa peninggalan kepandaian tersebut pun sudah tak lengkap."
"Lantas dari sumber manakah ilmu silat yang diandalkan partai anda?"
Tanya pemuda kita sambil berkerut kening.
"Tentu saja dari kitab pusaka Thian goan bu boh"
Kho Beng berpikir sebentar, dengan cepat ia pun menjadi paham dengan duduk persoalan yang sebenarnya, katanya kemudian .
"ooooh, rupanya kau menggunakan kepandaian dari kitab pusaka Thia goa bu boh sebagai dasar dengan mencampurkan kepandaian lain kedalamnya sehingga tercipta sejenis kepandaian manunggal yang khusus?"
"Cara tersebut persis seperti apa yang kau lakukan sekarang,"
Kata Ui sik kong sambil tertawa seram.
"tapi aku percaya jurus serangan yang berhasil kuciptakanjauh lebih hebat daripada mu."
"Hmmm, itu kan dikarenakan kau kelewat tinggi menilai kemampuan sendiri,"
Jengek Kho Beng sambil tertawa dingin. Dengan geram Ui sik kong berseru .
"selewatnya hari ini bila kita sampai bertemu kembali, saat itulah aku akan menyuruh kau tahu dengan pasti, siapakah diantara kita yang lebih tangguh"
Kho Beng tertawa riang.
"selama seabad terakhir ini mendiang guruku sudah menciptakan beratus-ratus jenis ilmu silat yang tangguh, aku rasa dalam masa hidupmu sekarang tak nanti kau punya kesempatan lagi untuk angkat kepala dihadapanku"
Berubah hebat paras muka Ui sik kong setelah mendengar perkataan itu, namun sambil menggigit bibir ia berseru .
"Kho Beng, kau cukup mengingat satu hal saja, yaitu dalam suatu pertarungan yang berlangsung, belum tentu menang kalah ditentukan oleh tangguh tidaknya jurus serangan yang dimiliki, tapi terpengaruh pula oleh kerja sama dalam bidang lainnya."
Kho Beng tersenyum.
"sejak hari ini kau boleh saja berupaya dengan segala cara untuk mencelakai aku, tapi yang hendak dibicarakan hari ini bukan lah masalah tersebut."
"Apa yang hendak kau bicarakan?"
Tanya Ui sik kong keheranan.
"Apabila kitab pusaka Thian goan bu boh benar-benra merupakan benda mestika dari partai kupu-kupu, akupun bersedia untuk menjelaskan kepada para pemimpin dari partai agar mengembalikan kitab pusaka tersebut kepada anda."
Ui sik kong berpikir sebentar, lalu serunya .
"Aku tak percaya kalau kau memiliki tujuan sebaik ini."
"Ya a, tentu saja kitab tersebut tidak dikembalikan dengan Cuma-Cuma, aku mempunyai syaratnya."
"Lanjutkan perkataanmu"
Pinta Ui sik kong sambil memejamkan matanya.
"Mendiang guruku adalah sobat karib kakekmu almarhum, bahkan kakekmu pernah melepaskan budi kepada leluhur guruku, karena pikiran tersebut maka menjelang ajalnya ia telah berpesan kepadaku agar tetap memelihara keutuhan dari keturunan partai kupu-kupu."
"omong kosong"
Teriak Ui sik kong sambil menggigit bibir.
"kau anggap siapakah aku ini? Memangnya aku bisa dipermainkan anak kecil macam kau ini?"
Dengan kening berkerut, Kho Beng berseru pula dengan marah .
"kau tak perlu membangkitkan amarahku dengan cara demikian, kau harus menerima kenyataan ini, meski usiaku jauh lebih muda darimu, tapi dalam tingkat kedudukan masih lebih tinggi darimu,"
Lagipula setelah tertawa dingin Lanjutnya .
"Berbicara dari soal ilmu silat, akupun masih jauh lebih tangguh daripada kepandaianmu"
Ui sik kong mendengus dingin "Hmmm, seandainya aku tidak memandang terlalu enteng kekuatanmu, siapa menang siapa kalah belum tentu bisa diketahui."
Kho Beng tertawa dingin, tukasnya .
"Lebih baik anda mendengarkan dulu perkataanku hingga selesai, ketahuilah mendiang guruku adalah manusia yang bertanggung jawab dan amat setia kawan, ia bisa membedakan mana yang lurus dan mana yang sesat secara jelas. Ketika beliau merasa tak puas dengan kebiadaban kakekmu dulu, ia pernah membujuknya secara baik-baik,"
"Hmmm, justru disinilah letak kemunafikannya"
Tukas Ui sik kong sambil mengigit bibir.
"sekarang aku sudah menganggapnya sebagai musuh yang paling kubenci, cepat atau lambat suatu ketika aku pasti akan menggali kuburnya dan melecuti mayatnya dengan cambuk"
Sambil menghela napas, Kho Beng menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya .
"Tampaknya pengorbanan guruku almarhum tak mungkin bisa memperoleh pengertian darimu, tapi akupun merasa berkewajiban untuk menjelaskan dulu persoalan ini kepada mu, justru karena guruku tak ingin melupakan hubungan persahabatannya dimasa lalu, maka selama seabad lamanya dia tak berhubungan dengan partai kalian, padahal secara diam-diam setiap saat setiap waktu dia orang tua selalu memperhatikan sepak terjang kamu semua."
"Hmmm, mungkin saja dia sedang mencari kesempatan untuk membokong kami "
Jengek Ui sik kong sambil tertawa dingin "Kalau toh kitab pusaka Thian goan bu boh merupakan benda mestika dari partai kupu-kupu, maka setelah aku mendapatkan pengertian dari para jago pelbagai partai besar, kitab pusaka segera kuserahkan kembali kepadamu, tapi kaupun harus memenuhi juga syaratku ini .
Kesatu, partai kupu-kupu harus segera mengundurkan diri dari daratan Tionggoan dan mulai saat ini tak akan melangkah masuk kewilayah orang lain lagi, kalianpun tak boleh mengandalkan ilmu silat untuk menguasai seluruh jagat.
Kedua, segera bebaskan kakek tongkat sakti, nona chin, ciciku bersama kedua orang dayangnya, Ketiga, serahkan orang yang telah menyamar sebagai Bu wi lojin pada tujuh belas tahun berselang, karena orang itulah biang keladi dari peristiwa berdarah diperkampungan Hui im ceng, sebab dia pula yang harus bertanggung jawab atas tujuh puluh lembar jiwa keluarga Kho kami yang terbunuh secara mengenaskan"
Ui sik kong termenung sebentar, lalu sahutnya .
"Aku tak ingin menerima perjanjian semacam ini."
"Hmmm, kalau toh kau tetap tak mau sadar, terpaksa aku harus menggunakan cara yang lain"
"Apa caramu?"
"Biarpun mendiang guruku berpesan demikian, namun dia orang tua pun sudah cukup menyelami watak dari keluarga Ui kalian, ia tahu bahwa kemungkinan seperti ini tak bisa terwujud, Itulah sebabnya diapun telah berpesan kepadaku, apabila keadaan sudah terpaksa, aku boleh menumpas partai kupu-kupu sampai keakarakarnya."
Lalu dengan suara dalam ia menambahkan.
"maka dari itu aku berpendapat, bila kau enggan menerima syaratku yang semula dan keadaan benar-benar sudah terpaksa, aku akan menuruti pesan dari guruku ini dengan membasmi partai kupu-kupu dari muka bumi, agar keturunan kalian turut tertumpas habis"
Berubah hebat paras muka Uisik kong, sambil menggigit bibir dia berseru .
"Hal ini sudah berada dalam dugaanku."
Dalam waktu yang relatif singkat ini, paras muka Ui sik kong beberapa kali berubah, tapi akhirnya dia menghela napas sedih, katanya .
"Bila hal ini sampai terjadi, riwayat hidup partai kupu-kupu pasti akan punah sama sekali."
Dengan cepat Kho Beng menggeleng, katanya .
"Aku toh sudah menegaskan tadi, partai kupu-kupu tak bakal musnah, tapi kalian harus merubah sepak terjang kalian selama ini, yang terpenting adalah padamkan ambisi kalian untuk menguasai jagat"
Ui sik kong menghela napas panjang, mendadak katanya .
"Daripada cita-citaku berantakan, toh lebih baik aku mati saja."
"Hmmm, hal itu hanya disebabkan pandangan yang berbeda, bila setiap partai yang ada didalam dunia persilatan mempunyai ambisi yang sama untuk menguasai jagat, lantas kapankah dunia persilatan menjadi aman dan tentram? Yang penting adalah kau dapat mengendalikan ambisi sendiri"
Lama sekali Ui sik kong termenung tanpa berbicara, akhirnya ia mendongakkan kepalanya dan tertawa seram .
"Haaaahh.haahhhaaahhh..hari ini aku sudah dipecundangi habishabisan olehmu, aku merasa tak punya muka lagi untuk hidup dldunia ini sudahlah.sudahlah.."
Mendadak dia mengayunkan telapak tangan dan dihantamkan keatas ubun-ubun sendiri.
Kho Beng sangat terkejut, cepat-cepat dia melompat kedepan sambil mencengkeram urat nadinya.
Tapi sayang dia tak tahu kalau perbuatan itu sebenarnya merupakan siasat licik dari Uisik kong untuk menjebaknya, disaat kelima jari tangan Kho Beng hendak mencengkeram diatas nadinya itulah, mendadak ia melepaskan sebuah tendangan keras kedepan.
Tendangan itu dilepaskan Ui sik kong dengan sepenuh tenaga, lagipula dilancarkan pada saat Kho Beng tidak bersiap sedia sama sekali, tak ampun lambung pemuda itu terhajar telak.
Duuukkk Tubuh Kho Beng tertendang sampai mencelat keudara dan terjatuh pada tiga kaki dari posisi semula.
Ui sik kong tertawa seram, sambil memburu kedepan serunya kepada Kho Beng sambil tertawa dingin .
"Bukankah sedari tadi aku sudah bilang dalam menghadapi pertarungan bukan hanya keampuhan jurus yang diandalkan, tapi tergantung pula pada situasi dan kondisi, tadi kau menyombongkan diri dihadapanku, katanya ilmu silatmu lebih tangguh daripada kemampuanku. Tapi sekarang..heeeehh..heeehhh..yang bakal mampus ditengah bukit bukanlah aku, tapi kau si bocah keparat"
Darah segar menyembur keluar dari mulut, dengan geram pemuda itu berteriak .
"Bajingan tua, akupun menyesal mengapa tidak memunahkan ilmu silatmu tadi"
Ui sik kong tertawa bangga.
"Haaahh.hahhhhhaaahhh..Kho Beng, tahukah kau apa yang paling kubutuhkan sekarang? Kitab pusaka Thian goan bu boh.tapi jangan harap tujuanmu ini tercapai."
"Tebakanmu salah besar,"
Seru Ui sik kong sambil tertawa seram.
"bagiku lebih baik tidak mendapatkan kembali kitab pusaka Thian goan bu boh dari pada membiarkan kau hidup terus didunia ini, sebab kau sudah menjadi ancaman yang terbesar bagi kesuksesan cita-cita partai kupu-kupu kami."
Sambil meng kertak gigi Kho Beng membungkam dalam seribu bahasa, sepasang matanya segera dipejamkan rapat-rapat.
Ia cukup mengetahui sampai dimanakah kekejaman serta kebuasan bajingan tua itu, ia telah kena bokong hingga terluka parah, rasanya tak mungkin lagi baginya untuk lolos dari kematian.
sambil tertawa seram Ui sik kong mengangkat telapak tangannya keatas.
Dengan menghimpun tenaga dalamnya sebesar sepuluh bagian, ia siap menghaar tubuh Kho Beng hingga hancur berantakan.
Mendadak Pada saat telapak tangannya hampir diayinkan kebawah itulah, terdengar suara desingan tajam bergema lewat, disusul munculnya sebutir batu kerikil yang menghantam jalan darah Cun hiat dilengan kanannya.
seketika itu juga Ui sik kong merasakan lengannya menjadi linu dan kesemutan, jalan darahnya segera tertotok.
Kejadian ini seketika membuatnya tertegun, buru-buru dia mengerahkan tenaga dalam ditangan kirinya lalu mencoba membebaskan jalan darahnya yang tertotok itu.
Tapi kenyataan segera membuat hatinya terkejut sekali, siapakah orang yang memiliki ilmu silat begitu tinggi?
Hanya dengan sebutir kerikil saja jalan darahnya sudah tertotok?
Mungkinkah didunia ini masih terdapat Kho Beng kedua atau Kongci Cu kedua?
Ketika ingatan tersebut masih melintas dalam benaknya, tahutahu saja sesosok bayangan biru berkelebat lewat dan dihadapan mukanya telah berdiri seorang kakek berjenggot putih .
"siapa kau?"
Ui sik kong segera membentak. Kakek berbaju biru itu tertawa dingin, dengusnya .
"Aku tak sudi menyebutkan namaku terhadap manusia licik dan berhati busuk macam kau"
"Kalau begitu lebih baik kau mampus saja"
Bentak Ui sik kong dengan marah. sambil berkata dia berusaha meloloskan ruyung lemas yang melilit dipinggangnya. Buru-buru kakek berbaju biru itu mengoyangkan tangannya berulang kali, seraya berseru .
"Lebih baik kau jangan turun tangan, apakah kau tak sadar bahwa isi perutmu sudah terluka parah?"
Ui sik kong betul-betul sangat terkejut, dengan mata melotot penuh amarah, teriaknya "Jadi apa yang terjadi tadi telah kau saksikan semua?"
Kakek berbaju biru itu tertawa tergelak .
"Haaaahh..haaahhh.haaahh..terus terang saja kukatakan, apa yang telah terjadi tadi memang telah kulihat semua, yaa, pertunjukkan tersebut memang sangat menarik hati"
"sebenarnya apa maksudmu?"
Tegur Ui sik kong kemudian sambil menggigit bibir.
"Menegakkan keadilan dan kebenaran memberantas segala hal yang tak adil merupakan prinsip hidupku yang terutama."
Setelah berhenti sejenak, dengan suara dalam ia berkata lebih jauh .
"Bila berbicara dari semua sepak terjangmu, maka biar dijatuhi hukuman mati pun rasanya belum bisa menebus semua kesalahanmu itu, namun aku betul-betul merasa terharu oleh ucapan Kho sauhiap tadi, kalau toh dia pun bersedia menyingkirkan masalah dendam keluarganya untuk mempertahankan generasi penerus partai kupu-kupu, mengapa aku sekalian harus membunuhmu?"
Tiba-tiba Ui sik kong tertegun .
"Apa maksudmu mengucapkan kata-aku sekalian-?"
"Masa kau tidak memahami arti perkataan tersebut?"
Tanya kakek berbaju biru itu sambil tertawa.
"Maksudmu, kau masih mempunyai teman?"
Ui sik kong bertanya dengan nada menyelidik.
"Memang begitulah maksudku"
Si kakek berbaju biru itu sebera mengangguk.
"itulah sebabnya kuanjurkan kepadamu agar tidak membuat rencana yang jahat lagi."
"Hmmm, dimanakah orangnya?"
Ui sik kong bertanya. Mendadak kakek berbaju biru itu menggapai ke belakang sambil serunya keras-keras .
"saudara Kui sam, situa Bangka Ui ingin cepatcepat bertemu denganmu"
Dari atas sebatang pohon besar yang tumbuh takjauh dari situ segera terdengar seseorang menjawab dengan suara nyaring .
"Beritahu kepada orang she Ui itu, aku ingin memberi hadiah tiga macam kepadanya"
Ui sik kong merasa amat terperanjat setelah mendengar perkataan itu, dengan cepat la mengalihkan pandangan matanya kemuka.
Terlihatlah bayangan sinar berkelebat lewat, diiringi desingan suara yang amat tajam tampak sebuah senjata rahasia telah dibidikkan kearahnya.
Ui sik kong tak berani berayal, cepat-cepat dia mengayunkan pula telapak tangannya untuk menghalau ancaman tersebut.
Ternyata senjata rahasia itu adalah sebutir batu yang sangat kecil, sewaktu terkena tenaga serangannya itu segera terpental kesamping.
"Haaahh.haaahh.haaahhh.sebuah gerak serangan yang amat bagus"
Puji kakek yang berada diatas pohon itu sambil tertawa tergelak.
Menyusul kemudian batu kedua dan ketiga pun meluncur datang susul menyusul.
Biarpun Ui sik kong merasa terkejut namun diapun sedikit kegelian, sebab ilmu melepaskan senjata rahasia yang dipergunakan kakek itu tidak terhitung hebat, maka sebuah pukulan kembali dilontarkan kedepan.
Bersambung ke
Jilid 39
Jilid 39 Tenaga pukulannya dengan cepat menyelimuti daerah seluas berapa kaki, sudah dapat dipastikan kedua butir batu kecil itu sudah pasti akan terhalau kembali.
Siapa tahu kenyataannya sedikit agak diluar dugaan, biarpun batu kedua berhasil pula dihalau hingga runtuh ketanah, namun batu yang terakhir justru memiliki sisa kekuatan yang cukup tangguh walaupun sudah termakan oleh tenaga serangannya.
Setelah membentuk busur lingkaran, bukan bertambah lemah kekuatan batu kerikil tadi, malah sebaliknya daya luncur benda itu makin bertambah cepat lagi.
Duuuukk Tahu-tahu batu kerikil itu sudah menghajar telak jalan darah ci ti hiat dilengan kanan Ui Sik kong.
Tak terlukiskan rasa kaget Ui Sik kong menghadapi kejadian ini, cepat-cepat tangan kirinya ditepuk untuk membebaskan kembali jalan darah sendiri yang tertotok.
Terlihat sesosok bayangan hijau berkelebat lewat, tahu-tahu seorang Kakek berbaju hijau telah berdiri bersanding dengan Kakek berbaju biru itu.
Kejut dan gusar Ui Sik kong segera menegur .
"Siapa kau?"
Kakek berbaju hijau itu tertawa bergelak .
"Aku merasa amat kagum dengan caramu membebaskan totokan jalan darah pada tubuh sendiri, itulah sebabnya aku ingin menyaksikan lebih dari satu kali."
Kemudian sambil berpaling kearah Kakek berbaju biru itu, kembali dia berkata .
"Kita harus membandingkan gerakan tersebut dengan apa?"
Kakek berbaju biru itu berpikir sebentar, lalu sambil ketawa tergelak katanya .
"Aku telah menemukannya, gerakan itu rasanya mirip orang yang tersengat lebah saja."
"Ya betul, tepat sekali"
Seru Kakek berbaju hijau itu bertepuk tangan sambil tertawa tergelak.
"memang mirip sekali dengan orang yang tersengat lebah"
Rupanya gerakan Ui sik kong untuk membebaskan diri dari pengaruh totokan memang amat menggelikan, kesatu karena perawakan tubuhnya kecil pendek, kedua berhubung rasa tegang karena jalan darahnya tertotok.
maka sambil melompat tangan kirinya segera mana bok lengan kanan sendiri, begitu kerasnya tabokan ini sampai jenggotnya ikut bergoncangan.
Tak salah lagi kalau gerakan tersebut dibilang seperti orang yang tersengat lebah, sebab memang amat menggelikan.
Ui sik kong benar-benar sangat gusar, bentaknya dengan keras .
"Huuuh, sungguh menjengkelkan"
Sepasang lengannya segera direntangkan dengan ruyung ditangan kanan dan serangan kosong disebelah kiri secara terpisah dia menyerang kedua orang kakek itu pada saat yang hampir bersamaan.
Agaknya kedua orang kakek itupun cukup mengetahui kelihaian lawannya, mereka tak berani memandang enteng, cepat-cepat telapak tangan kanannya diayunkan kedepan untuk menyongsong datangnya ancaman tersebut, terdengar suara desingan tajam menderu-deru, pasir dan batu beterbangan diangkasa membuat suasana disekeliling tempat itu menjadi amat mengerikan.
Namun disaat angin pukulan itu sudah berhembus lewat ternyata kedua orang kakek itu masih tetap berdiri tegak ditempat semula, sebaliknya Ui sik kong justru tergetar mundur sejauh dua langkah, napasnya rada tersengal-sengal.
Dengan cepat dia mengayunkan tuyung lemasnya sambil berseru dengan penuh kebencian .
"sebenarnya siapakah kalian?"
"Eeeeh.eeeehh jangan kelewat emosi"
Seru si Kakek berbaju hijau sambil mengoyangkan tangannya berulang kali. Kakek berbaju biru itu berseru pula sambil tertawa.
"jangan lupa, isi perutmu sudah terluka parah"
Akhirnya Ui sik kong berhasil juga menenangkan kembali hatinya, namun rasa gusar dan pedih sempat menghiasi wajahnya, sudah jelas kekalahan secara beruntun yang dideritanya membuat ia sangat emosi.
Kembali Kakek berbaju biru itu mengejek sambil tertawa.
"Nah, begitu baru benar, selama bukit nan hijau kenapa kau mesti takut kehabisan kayu bakar? Bila ingin mempertaruhkan selembar nyawa sendiri, waaahh.bagimu tak akan mendatangkan manfaat yang besar"
"Cepat katakan siapa kalian dan apa maksud kedatanganmu berdua?"
Teriak Ui sik kong sambil menggigit bibir. Kakek berbaju biru itu mengerling sekejap kearah Kakek berbaju hijau lalu katanya.
"Baiklah, tak ada salahnya kalau kami beritahukan kepadamu identitas kami, sebenarnya aku bernama Thian cun yang sedang dia bernama oh Kui sam"
Bagaikan tersengat listrik bertegangan tinggi, Ui sik kong berseru kaget lalu teriaknya keras-keras .
"Rupanya kalian berdua, jadi kalianpun telah datang kedaratan Tiongoan?"
"Benar"
Jawab Thian cun yang gamblang.
"Pertama suasana didaratan Tionggoan cukup ramai, kedua kamipun ingin datang menghantar diri daripada akhirnya kau mesti bersusah payah datang mencari kami"
"Jadi kalian ingin mengulangi kembali peristiwa tragis dibawah tebing hati duka pada seratus tahun berselang?"
Dengan cepat Thian cun yang menggeleng.
"Biarlah dendam kesumat leluhur kita diselesaikan sendiri oleh leluhur kita itu, kami tak ingin mengulangi kembali tragedy dibukit hati duka, namun tentu saja hal ini tergantung pada pilihanmu sendiri"
Ui sik kong memandang sekejap sekeliling arena, lalu serunya sambil menggigit bibir .
"sejak seabad berselang partai kupu-kupu berusaha hidup sambil menahan malu, tahukah kau apa tujuannya? Tak lain adalah untuk balik kembali dari liang kuburan serta membalas dendam atas sakit hati."
"Mungkin kau pun sudah dapat merasakannya sekarang bahwa untuk mencapai kedua hal tersebut, paling tidak kalian mesti berlatih lagi selama seabad"
Ujar Thian cun yang sambil tertawa.
"Hmmm, bagiku selama hayat masih dikandung badan, aku tetap akan berupaya mewujudkan kedua harapan tersebut, kalau tidak, aku lebih suka menghabisi hidup sendiri"
"Huuuh, kalau begitu kau memang ditakdirkan untuk mampus"
Jengek Thian cun yang.
"jadi, begitukah tujuan kalian itu?"
Ui sik kong menghembuskan napas panjang. Cepat-cepat Thian cun yang menggoyangkan tangannya sambil tertawa. Katanya .
"Tidak. buat hari ini, asal kau bersedia meninggalkan Kho Beng disini, maka kau boleh meninggalkan tempat ini dengan segera"
Dengan pandangan penuh kebencian Ui sik kong mengerling sekejap kearah Kho Beng yang tergeletak ditanah serta Thian cun yang dan oh Kui sam, setelah itu serunya .
"Kalian tak akan melarikan diri keujung langit, bukan?"
"Haaahhaaahhhaaahhh.perkataanmu tersebut kurang tepat, buat apa kami mesti melarikan diri?"
"Tapi mungkin juga begitu,"
Sambung oh Kui sam sambil tertawa bergelak .
"tapi hasil ini tergantung bagaimana kau si tua Bangka, asal kau bisa bertobat serta kembali kejalan yang benar, otomatis kami jadi menganggur, daripada diundang sana dipanggil kemari oleh rekan-rekan persilatan, lebih baik kami kabur saja keujung langit"
Ui sik kong tak ingin mendengar kata-kata sindiran dari kedua orang itu lagi, setelah mendengus dingin, dengan membawa luka dibadan ia segera berlalu dari situ.
Memandang bayangan punggung Ui sik kong yang menjauh, tanpa terasa kedua orang itu menghembuskan napas panjang.
Lama kemudian, akhirnya oh Kui sam berkata .
"Mari kita memeriksa dulu bagaimana keadaan luka dari bocah anak muda she Kho itu"
Mereka berdua segera bersama-sama mendekati Kho Beng.
sementara itu noda darah telah membasahi mulut dan hidung Kho Beng, tendangan dari Ui sik kong terbukti memang sangat keji dan mengerikan sekali, kini isi perutnya telah menderita luka yang sangat parah.
Thian Cun yang yang berjongkok untuk memeriksa keadaan Kho Beng kemudian tegurnya .
"Hey anak muda, apakah kau masih bisa mendengar suara kami?"
Pelan-pelan Kho Beng membuka sepasang matanya lalu menjawab lemah .
"Cianpwee berdua, terima kasih banyak."
Biarpun suaranya amat lemah, namun setiap patah kata masih dapat terdengar dengan jelas sekali.
Untuk kesekian kalinya Thian cun yang memeriksa keadaan Kho Beng dengan seksama, mendadak ia mendongakkan kepalanya dan berkata kapada oh Kui sam dengan serius .
"Tenaga dalam yang dimiliki bocah ini benar-benar amat sempurna, padahal denyut nadinya telah tergetar sehingga berdetak dengan lemah, kesadarannya pun hampir hilang, tapi kenyataannya masih bisa bertahan dengan bagus sekali, kalau dilihat dari tenaga dalam yang dimilikinya paling tidak telah mencapai seratus dua puluh tahun hasil latihan."
"Waaah kalau begitu kan jauh lebih tangguh dari pada kita berdua?"
Bisik oh Kui sam.
"sssst, jangan keras-keras"
Bisik Thian Cun yang pula.
"buka aku sengaja melemahkan semangat sendiri, kalau dibandingkan kita berdua, dia memang lebih tangguh, kenyataan berkata demikian"
Mendadak.
Disaat dua orang tersebut sedang berbisik-bisik, tampak dua sosok bayangan manusia kembali berkelebat datang dengan kecepatan tinggi, sewaktu bayangan tersebut semakin dekat, terlihatlah mereka adalah dua orang gadis muda yang tak lain adalah Beng Gi ciu serta siau wan.
Thian Cun yang nampak gembira sekali, teriaknya .
"ooooh, ternyata keponakan kita telah datang, hey kenapa kedatanganmu begitu kebetulan?"
Buru-buru Beng Gi ciu memberi hormat kepada dua orang kakek itu, sahutnya .
"sesungguhnya keponakan memang sedang mencari empek berdua, tapi selama ini usahaku tak pernah berhasil, dalam kecewanya aku mendengar Phu sian sangjin sekalian para jago hendak mengadakan pertemuan dipuncak Giok cin hong dibukitTiong lam san, maka keponakan pun menyusul kesitu, siapa tahu ternyata mereka pun telah pergi dari situ, karena nya terpaksa keponakan meninggalkan tempat itu dan berkeliaran disekitar sini, tadi keponakan malah sempat mendengar teriakan dari empek berdua."
"Apakah kau mengetahui peristiwa yang barusan terjadi?"
Tanya Thian cun yang kegirangan.
"Keponakan sendiripun kurang jelas, sekarang hendak kutanyakan persoalan ini kepada empek berdua."
Baru saja Thian cun yang hendak menjawab, mendadak terdengar siau wan berteriak keras .
"Nona.. celaka Kho kongcu."
Rupanya Thian cun yang dan oh Kui sam telah berdiri dihadapan Kho Beng sehingga dalam pembicaraan tadi Beng Gi ciu sama sekali tidak menjumpai kehadiran Kho Beng disitu.
Teriakan kaget dari siau wan membuat Beng Gi ciu menjadi sangat terperanjat, buru-buru dia menyelinap kedepan.
Betul juga, ia menemukan Kho Beng sudah tergeletak tak berkutik dengan tubuh penuh berlepotan darah, keadaannya tak berbeda seperti orang mati.
Tak terlukiskan rasa terperanjat Beng Gi ciu menghadapi kejadian seperti ini.
Tanpa ambil peduli dengan kehadiran Thian Cun yang serta oh Kui sam lagi, buru-buru dia berjongkok disamping Kho Beng sambil teriaknya .
"Kho kongcu, kenapa kau?"
Tanpa disadari saking paniknya air mata sampaijatuh berceceran membasahi pipinya. Thian Cun yang yang melihat kejadian ini, buru-buru menarik tangan oh Kui sam sambil bisiknya .
"Waaah, kelihatannya keponakan kita ini rada kurang beres"
"Apanya yang kurang beres?"
Tanya oh Kui sam agak tertegun.
"Masa tidak kau lihat apa yang sedang diperbuat oleh nya?Jangan lagi berada dihadapan kita berdua, sekalipun tidak berada dihadapan kita pun sikap dan tingkah lakunya yang diperbuatnya sekarang sedikit kelewat batas."
"Betul, memang rada kurang beres,"
Sahut oh Kui sam. Kemudian seperti baru menyadari akan sesuatu. setelah memutar biji matanya, dia berkata lagi agak keheranan.
"Padahal keponakan kita ini belum lama datang ke daratan Tionggoan, mengapa perkembangan salam soal ini berlangsung begitu cepat.ini namanya apa? orang menyebutnya sebagai..ehmmm betul, orang menyebutnya sebagai cinta dalam pandangan pertama"
"sssst. .jangan keras-keras"
Bisik Thian Cun yang sambil menarik ujung bajunya.
"mari kita rundingkan persoalan ini."
Dalam pada itu Beng Gi ciu dan siau wan sedang berjongkok disisi Kho Beng bertanya ini itu, tentu saja mereka tidak menaruh perhatian terhadap kedua orang kakek tersebut, atau pada hakekatnya mereka tidak mendengar apa saja yang dibicarakan kedua orang tua tersebut.
sebaliknya Thian Cun yang dan oh Kui sam yang telah mundur dua langkah dan merundingkan masalah itu dengan suara lirih.
Kata oh Kui sam .
"Beng toako sudah berangkat duluan, itu berarti kita dua orang tua Bangka ini tak bisa berpeluk tangan saja terhadap masalah yang dihadapi keponakan kita ini"
"Ya a, bocah muda she Kho ini mempunyai pengalaman yang luar biasa, masih muda tampan lagi, tak heran kalau keponakan kita itu segera tertarik dan jatuh cinta padanya, coba kau lihat dia masih juga menangis dengan begitu sedihnya."
Ternyata Beng Gi ciu memang sedang menangis tersedu-sedu karena terharu menyaksikan keadaan Kho Beng yang mengenaskan. sambil menghela napas kembali oh Kui sam berkata .
"Aaaai, kalau berbicara sejujurnya, bocah muda itu memang bagus sekali, bahkan aku sendiripun amat suka kepadanya."
Lalu setelah berhenti sebentar, tambahnya .
"Masih berkasiat kah pil sim mia wan mu itu?"
Thian Cun yang segera tertawa.
"Dia kan Cuma menderita luka dalam yang biasa, bukan dilukai oleh racun jahat atau tenaga pukulan yang aneh, tentu saja obat tersebut akan berkasiat sekali, kujamin dalam tiga hari lukanya sudah akan sembuh seperti sedia kala."
"Kalau memang begitu, hayolah cepat kita obati luka itu"
Sorak oh Kui sam dengan gembira.
"Tunggu sebentar"
Tiba-tiba Thian cun yang mencegah.
"dibalik kesemuanya ini masih ada persoalan lain?"
"Masih ada persoalan apa?"
"Persoalan besar sekali, kesatu keponakan kita tampak begitu mencintainya hingga seakan-akan ia sudah begitu pasrah kepadanya, tapi apakah bocah muda itupun menyukai keponakan kita? Hal ini belum ada kepastian secara khusus. Kedua, siapa tahu bocah muda itu mempunyai kekasih hati lainnya atau mungkin sudah beristri,"
"lantas bagaimana baiknya?"
Dengan kening berkerut, oh Kui sam berkata .
"Ya a, hal ini memang merupakan sebuah masalah yang pelik, Beng toako sudah lama meninggal dunia, andaikata kita tak bisa menyelesaikan persoalan dari keponakan kita dengan sebaikbaiknya, seratus tahun kemudian dengan muka apakah kita akan menjumpai Beng toako dialam baka?"
Thian Cun yang berpikir sebentar, kemudian katanya .
"Kau tak perlu kuatir, aku mempunyai ide yang sangat bagus."
"oya? Apa idemu ? cepat katakanlah agar kita dapat merundingkannya secara baik-baik,"
"Tidak. rahasia langit tak boleh dibocorkan,"
Ujar Thian Cun yang sambil menggeleng.
"pokoknya asal urusan dari keponakan kita gagal total, minta saja pertanggungan jawab kepadaku"
"oh"
Kui sam menatap wajah rekannya sebentar, lalu katanya .
"Baiklah, akan kulihat bagaimana kau menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya."
Maka dengan langkah lebar mereka pun berjalan menuju kedepan, setelah mendehem, Thian cun yang segera menegur .
"Keponakanku, apakah kau kenal dengannya?"
Merah padam selembar wajah Beng Gi ciu karena jengah, buruburu ia bangkit berdiri sambil menjawab .
"Ya a, kami memang saling mengenal."
"oya? Aku dengar dia adalah keturunan dari perkampungan Hui im ceng, masih muda, ganteng lagi. Betul-betul seorang pemuda yang menarik hati."
Kepala Beng Gi ciu ditundukkan makin rendah, bisiknya lirih .
"Apakah empek berdua dapat menolongnya."
Oh Kui sam sebera berteriak keras .
"Tentu saja, Pil si mia wan milik empek Thian mu khusus untuk mengobati luka dalam,kujamin dalam tiga hari saja luka yang dideritanya sudah akan sembuh kembali seperti sedia kala."
Mendengar perkataan itu buru-buru Beng Gi ciu berseru kepada Thian Cun yang.
"empek Thian kumohon kepadamu agar bersedia mengobati lukanya."
"Heh, aneh betul dirimu ini, mengapa sih kau menaruh perhatian yang begini besar kepadanya?"
Tegur Thian cun yang sambil tertawa. sekali lagi paras muka Beng Gi ciu berubah menjadi merah padam, agak tergagap dia berkata .
"sebab..sebab dia dalah orang yang berilmu sangat tinggi dan amat mempunyai perasaan, aku lihat dia adalah pendekar sejati yang jujur, suka menegakkan keadilan dan merupakan kekuatan yang tak boleh dianggap enteng dalam usaha menumpas kaum iblis dari muka bumi."
Oh Kui sam segera mengacungkan ibu jarinya.
"Waaah.waaahhh keponakan memang benar-benar seorang wanita luar biasa, tak nyana kau menaruh perhatian yang begitu besar terhadap keselamatan dunia persilatan, tak kusangka kaupun menaruh simpati terhadap tokoh hebat seperti ini."
Paras muka Beng Gi ciu berubah semakin merah lagi, kepalanya tertunduk rendah-rendah dan tak sepatah kata pun sanggup diucapkan lagi. Thian Cun yang kembali tertawa tergelak .
"Haaahhh.haaahhh.haaahhhh Kui sam jangan banyak berbicara lagi, cepat lepaskan kantung airmu"
Sementara berbicara ia telah merogoh keluar sebuah botol kecil dari sakunya.
oh Kui sam pun sudah melepaskan kantung airnya dan diserahkan kepada rekannya itu.
Tanpa ragu-ragu Thian Cun yang membuka penutup botol itu dan mengeluarkan sebutir pil berwarna merah yang segera dijejalkan kemulut Kho Beng.
Buru-buru oh Kui sam meloloh anak muda tersebut dengan air.
Kemudian sambil tersenyum, Thian Cun yang berkata lagi .
"Tak jauh dari sini terdapat sebuah rumah penduduk milik pemburu Lan, dia sangat ramah dengan tamunya, selama inipun kami sudah dua hari menginap dirumahnya, untuk menyembuhkan luka dari Kho Beng bagaimana kalau kita berdiam berapa hari lagi disitu?"
"Terserah empek yang mengatur."
Buru-buru Beng Gi ciu berseru. Lalu sambil berpaling kembali katanya .
"Tapi pantaskah keponakan ikut menginap disitu?"
"Tentu saja"
Thian cun yang tertawa.
"pemburu Lan punya anak istri, kau toh bisa menginap bersama mereka."
Dengan cepat oh Kui sam membopong tubuh Kho Beng dan dibawah petunjuk Thian cun yang sebera berangkat menuju kebawah tebing sana.
Pemburu Lan memang seorang yang sangat ramah, dia melayani tamu-tamunya secara ramah dan hangat, untuk keperluan tempat penginapan malah dia menyisihkan dua buah kmar kosong bagi tamu-tamunya itu.
sebuah untuk tempat mondok Beng Gi ciu dan siau wan, sedang yang lain untuk merawat luka yang diderita Kho Beng serta tempat beristirahat dua orang kakek itu.
Untung Kho Beng memiliki dasar tenaga dalam yang amat sempurna, dua hari kemudian kesehatan badannya telah pulih kembali seperti sedia kala, tentu saja dalam jangka waktu sesingkat ini dia telah menceritakan semua pengalamannya kepada Beng Gi ciu sekalian.
Pada hari ketiga, pagi-pagi sekali selesai duduk bersemedi, Kho Beng merasakan tubuhnya menjadi amat segar, tenaga dalamnya pun telah pulih kembali seperti sedia kala, tanpa terasa dia berdiri dari semedinya, untuk mencari udara segar.
Didalam muka rumah ia menjumpai Thian cun yang berdua sedang melakukan senam untuk melemaskan otot.
Maka cepat-cepat dia memberi hormat kepada mereka berdua sambil sapanya .
"selamat pagi cianpwee berdua"
"Bagaimana keadaanmu hari ini?"
Tanya Thian cun yang sambil tertawa.
"Boanpwee merasa kesehatan badanku telah pulih kembali seperti sedia kala, aku jadi tak mengerti bagaimana harus membalas budi kebaikan atas pertolongan dari cianpwee berdua."
"Haaah..haaahhh.haaahh justru persoalan inilah yang hendak kami bicarakan,"
Kata oh Kui sam cepat sambil tertawa terkekehkekeh. Thian Cun yang melirik sekejap ke arah kamar tidur Beng Gi ciu yang tertutup rapat, lalu setelah tertawa misterius, ajaknya .
"Kho Beng, mari kita berbincang-bincang disana saja."
Dengan dicekam perasaan tak mengerti, Kho Beng mengikuti kedua orang kakek itu menuju kehalaman belakang.
Halaman belakang rumah adalah sebuah kebun sayur, aneka bunga tumbuh disekelilingnya membuat suasana disitu terasa tenang dan nyaman.
Waktu itu hari masih amat pagi, keluarga pemburu Lan belum ada yang bangun, maka mereka bertiga pun duduk diatas undakundakan batu.
setelah termenung sejenak dengan wajah tertegun, Thian cun yang mulai bertanya.
"Kho Beng, selanjutnya apa rencanamu?"
Kho Beng agak tertegun, tetapi segera jawabnya .
"Tentu saja banpwee akan mengiringi cianpwee berdua membasmi kaum iblis dari muka bumi"
"setelah itu?"
Desak Thian cun yang. sekali lagi Kho Beng dibuat tertegun.
"Bila segalanya berjalan lancer dan partai kupu-kupu berhasil dihancurkan, boanpwee ingin hidup bersama cici ku ditempat yang sepi, membereskan pusara orang tua ku dan membangun kembali kejayaan nama keluarga kami."
"setelah semua urusan itu beres?"
Kho Beng tidak habis mengerti, terpaksa katanya agak tergagap.
"Boanpwee akan . Akan membaktikan diri demi kepentingan dunia persilatan membantu yang lemah dan membasmi yang jahat, menegakkan keadilan serta kebenaran dalam dunia persilatan"
"Hmmm, cita-cita yang amat luhur,"
Puji Thian Cun yang sambil mengacungkan kembali ibu jarinya.
"tapi"
Oh Kui sam yang tidak sabar, cepat-cepat menukas.
"Kalau pingin bertanya lebih baik tak usah berputar-putar dulu. Kho Beng, biar aku saja yang bertanya kepadamu, apakah kau tak mempunyai rencana bagi diri sendiri. Apakah selama hidup kau tak akan kawin?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Kho Beng merasakan hatinya bergetar amat keras, sementara paras mukanya berubah menjadi merah padam.
Pertanyaan yang diajukan oh Kui sam terlalu blak-blakan dan langsung menuju kesasaran, hal ini membuat anak muda kita menjadi gelagapan dan tak tahu yang mesti dikatakan.
Akhirnya dengan wajah bersemu merah padam, pemuda itu menjawab .
"Tentang persoalan ini aku rasa .. aku rasa bukan masalah yang perlu dibicarakan sekarang kekacauan didalam dunia persilatan belum lagi mereda, dendam sakit hati belum terbalas, mana berani boanpwee membicarakan soal perkawinan?"
"Tidak bisa"
Kata oh Kui sam dengan suara dalam.
"perkataanmu toh hanya alasan yang dibuat-buat dengan maksud untuk mengulur waktu, tidak bisa kita terima sebagai alasan yang sesungguhnya, menentramkan dunia persilatan yang sedang kalut dan menuntut balas sakit hati memang termasuk pekerjaan besar. Tapi belum tentu orang mesti membujang terus, bila ditemui kesempatan yang baik dan tepat, apalah salahnya kalau persoalan tersebut dibicarakan?"
"Betul"
Dukung Thian Cun yang.
"Disaat untuk berbincangbincang memang tak ada salahnya kalau masalah perkawinan pun di bicarakan, nah Kho Beng, apakah kau mempunyai rencana dalam hal ini?"
Cepat-cepat Kho Beng menggeleng.
"Setiap hari boanpwee harus berkelana dari timur kebarat, dari utara ke selatan, masih hiduppun menjadi tanda Tanya besar, belum pernah kulewatkan hari-hari dengan tenang, bayangkan saja, mana mungkin aku sempat memikirkan persoalan seperti ini?"
"Kalau begitu, paling kau belum pernah bertunangan, bukan?"
Tanya oh Kui sam lagi sambil tertawa gembira.
"Tentu saja belum"
Thian cun yang segera berpikir sebentar, lalu katanya .
"Perkawinan adalah suatu kejadian besar dalam kehidupan manusia, kau harus menerangkan dulu kepada kami, apakah dalam hati kecilmu mempunyai bayangan seseorang yang kau cintai? Atau mungkin kau pernah menaruh kesan dalam terhadap seorang wanita?"
Tanpa disadari Kho Beng segera teringat akan chin sian kun, paras mukanya seketika berubah makin merah, buru-buru sahutnya .
"Belum belum pernah ada yang kucintai"
"Bagus sekali"
Sorak Thian cun yang sambil bertepuk tangan.
"kalau begitu biar aku langsung membicarakan soal pokoknya, kau toh mengerti bahwa keponakan perempuanku Beng Gi ciu adalah keturunan dari Kim Ka sian pemimpin dari tiga dewa, ia pun terhitung jagoan yang cukup tangguh didalam dunia persilatan."
Oh Kui sam ikut menimbrung tapi segera dicegah Thian cun yang dengan pelototkan matanya, setelah itu sambil tersenyum dia berkata lebih lanjut .
"Aku dengar, ia pernah menyelamatkan dirimu dibela kang lembah bukit Cian san, apakah benar demikian?"
Dengan cepat Kho Beng menyadari apa yang menjadi maksud kedua orang tua tersebut, ia sadar masalah tersebut memang sebuah masalah yang amat pelik, tapi setelah mendengar pertanyaan itu terpaksa dia harus menjawab .
"Yaa benar"
"Beruntung sekali kami berdua pun telah menolongmu lagi dari situa Bangka Ui,"
Kata Thian cun yang sambil tertawa ,"Itu berarti kau memang sangat berjodoh dengan kami keturunan dari tiga dewa, bukankah demikian?"
"Boanpwee merasa amat berhutang budi, selama hayat masih dikandung badan tak akan kulupakan budi kebaikan ini."
"Itu sih tak perlu."
Cepat-cepat Thian cun yang menggoyangkan tangannya berulang kali.
"kalau toh kita memang berjodoh, ini berarti pula segala sesuatunya telah diatur oleh yang kuasa dilangit karenanya kami berniat mempererat hubungan tersebut, menjadi lebih akrab lagi."
Sesudah berhenti sebentar, tanyanya kemudian .
"Bagaimana pendapatmu tentang keponakan perempuanku ini?"
"Cianpwee"
Kho Beng menjadi serba salah .
"Hayo jawab pertanyaanku"
Seru Thian cun yang sambil menarik muka. Pelan-pelan Kho Beng mengangguk. katanya .
"Nona Beng adalah keturunan orang termasyur, wajahnya cantik, kepandaiannya pun tinggi, boleh dibilang dia adalah seorang nona yang sangat menawan hati."
jawaban itu diutarakan dengan perasaan yang sejujurnya. oh Kui sam yang turut mendengarkan dari samcing menjadi amat kegirangan sambil mengerakkan tubuhnya yang gemuk pendek. dia berseru .
"Hey anak muda, aku pingin bertanya kepadamu, seandainya kau bisa mendapatkan nona seperti itu sebagai istri, tentunya kau merasa tidak sia-sia bukan hidup didunia ini?"
Kho Beng menundukkan kepalanya semakin rendah lagi .
"Ucapan cianpwee memang benar"
Saking gembiranya oh Kui sam segera berteriak .
"Nah, anak muda kami dua orang tua berniat menjodohkan keponakan perempuan kami itu kepadamu"
Kho Beng menjadi tertegun, meski sejak tadi ia telah menduga akan hal ini, agak tergagap serunya kemudian .
"soal ini . soal ini .. boanpwee .."
Sampai setengah harian lamanya ia tak mampu melanjutkan perkataannya, namun dia pun tidak mengutarakan keputusannya, setuju atau tidak.
Thian Cun yang dan oh Kui sam sebera menarik wajah masingmasing, sambil mendengus oh Kui sam sebera berseru .
"Aku anggap kejadian ini merupakan sebuah berita gembira yang luar biasa, mungkin kau bisa semaput saking girangnya tapi kenyataannya, kenapa kau justru tergagap seperti tak mampu mengemukakan pendapat? Apakah kecantikan dari keponakan kami ini belum bisa memenuhi harapanmu?"
"Ya a betul, apakah kau menganggapnya tak pantas menjadi binimu?"
Sambung Thian cun yang. Buru-buru Kho Beng menggoyangkan tangannya berulang kali seraya berseru .
"Harap cianpwee berdua jangan salah paham, kecantikan dan kepandaian nona Beng menawan hati, lagi pula dia berasal dari keturunan keluarga termasyur, apa lagi yang kurang begiku? Akan tetapi.."
"Akan tetapi kenapa?"
Dengus oh Kui sam. setelah berpikir sebentar, Kho Beng berkata .
"Boanpwee rasa dalam situasi seperti ini, kita tak seharusnya membicarakan persoalan macam itu, sebab cici ku masih berada dalam kesulitan, perkampungan Hui im ceng masih berupa puingpuing yang berserakan, sedang arwah orang tua kami pun masih gentayangan di alam baka dengan penasaran, boanpwee ."
"Ya a, aku tahu, ucapan mu memang benar sekali, tapi bukan merupakan sebuah alasan yang kuat,"
Kata Thian cun yang tertawa.
"Aku mempunyai sebuah usul bagus, bagaimana kalau kita atur dulu soal ikatan jodoh ini, kemudian setelah dunia persilatan tenang kembali dan dendam kesumat Hui im ceng sudah dituntut balas, upacara perkawinan baru diselenggarakan?"
"Betul, cara ini bagus sekali."
Sambung oh Kui sam.
"bagaimana kalau kita tentukan demikian saja?"
Dengan kening berkerut Kho Beng sebera berkata .
"Boanpwee Cuma manusia biasa yang tak berkemampuan apaapa, mungkin juga nona Beng tak akan setuju."
Oh Kui sam sebera tertawa terbahak-bahak .
"Haaahh .. haaahhh .. haaahhh .. kau tak usah rikuh, padahal wajahmu tampan, tubuhmu tegap. berulang kali mendapatkan penemuan aneh membuat kemampuanmu mencapai tingkatan yang luar biasa sekali. Kecuali kau, siapa lagi yang pantas menjadi suami keponakan perempuan kami itu?"
"Ya a benar, kujamin dia pasti setuju,"
Sambung Thian cun yang sambil tertawa pula. Kho Beng berpikir sebentar kemudian katanya.
"Walaupun orang tua boanpwee telah tewas namun ciciku masih segar bugar, boanpwee rasa masalah perkawinanku ini lebih baik dibicarakan dulu dengannya, apalagi ciciku toh sebagai pengganti orang tua."
Dengan cepat oh Kui sam menarik muka, tegurnya .
"Hey bocah muda, kenapa sih kau berulang kali menolak"
"Kho Beng biar kutanggung masalah tersebut,"
Kata Thian cun yang tiba-tiba.
"bila kami telah bersua dengan cicimu nanti, akan kusinggung masalah perkawinanmu itu, aku percaya dia tak akan keberatan."
Mendengar perkataan ini terpaksa Kho Beng berseru .
"Jangankan cianpwee berdua telah melepas budi pertolongan kepada boanpwee, dilihat dari tingkatan kedudukan cianpwee berdua pun cici pasti tak akan keberatan."
"Kalau begitu urusan menjadi beres"
Seru Thian cun yang sambil bertepuk tangan.
"nah, dengarkan baik-baik Kho Beng, dalam soal perjodohanmu dengan keponakan perempuan kami ini, anggap saja akulah yang telah memaksamu, setelah cicimu lolos dari bahaya nanti, akulah yang akan menjelaskan semua persoalan ini kepadanya."
Kho Beng segera menunduk tanpa berbicara, bukannya dia merasa keberatan.
Berbicara dari kecantikan dan keluwesan Beng Gi ciu, ia memang seorang calon istri yang sangat ideal malah baginya bagaikan pucuk dicinta ulam tiba.
Tapi ia pun merasa tidak pantas untuk mengikat tali perkawinan disaat dendam sakit hatinya belum terbalaskan, encinya pun masih berada dalam keadaan berbahaya.
Baca Juga: Pendekar Kembar Gan Kl
Baca Juga: Pedang Kiri Pedang Kanan 11