Ceritasilat Novel Online

Raja Naga Tujuh Bintang 3

Eps 3 Raja Naga Tujuh Bintang - Khu Lung

Baca online Raja Naga Tujuh Bintang - Khu Lung

Cersil Raja Naga Tujuh Bintang - Khu Lung.

Gadis kecil itu terkikik geli "jika kau merasa tidak ada perempuan yang bersedia menjadi istrimu, kau salah besar.

Aku setiap saat siap menjadi istrimu.

Tadi sewaktu kau mandi sambil tidur, aku sudah tahu kalau aku sudah suka padamu."

Perkataan seperti itu bagaimana mungkin bisa keluar dari mulut seorang gadis kecil? Yuan Bao tertawa pahit.

"Apakah aku tidak salah dengar? Kau sama sekali tidak mengucapkan kata-kata tadi, hanya telingaku saja yang punya masalah."

"Telingamu sama sekali tidak ada masalah, aku bisa menjamin sekujur tubuhmu dari atas sampai bawah sama sekali tidak ada masalah, bahkan sangat kuat seperti seekor sapi". gadis kecil ini masih saja tertawa.

"Aku juga bisa melihat bahwa kau sudah bukan anak kecil lagi, sudah bisa meminang istri, bahkan 3-5 istri pun tidak akan jadi masalah."

Mukanya sama sekali tidak memerah, juga tidak ada tampang malu sama sekali.

Dia bahkan duduk di pinggir tempat tidur, bahkan sepertinya sudah siap untuk berbaring kapan saja.

Yuan Bao juga bukanlah pemuda yang mudah merasa malu, berani, dan bermuka tebal.

Tapi sekarang dia justru mundur ke sisi tempat tidur bagian dalam, ingin menghindari pertanyaan dari gadis kecil yang mukanya jauh lebih tebal dibandingkan dirinya.

Apakah sekarang hari akan segera terang?

Dari luar jendela memang terlihat ada seberkas cahaya, seperti di waktu subuh saja.

"Hari memang akan sebera terang,"

Kata gadis kecil itu.

"Paling banyak 12-14 jam lagi matahari akan terbit."

"12-14 jam lagi?"

Yuan Bao terkejut.

"Apakah sekarang hari baru mulai gelap? Apakah aku sudah tidur seharian?"

"Apakah sedikit pun kau tidak menyadarinya?"

Gadis kecil itu mulai tertawa.

"Aku memandikanmu sedikitnya dua jam baru bisa membuatmu bersih."

Dia lagi-lagi menyinggung tentang hal ini, Yuan Bao cepat-cepat mengalihkan pembicaraan.

"Bagaimana aku bisa berada di sini?"

Tanya Yuan Bao.

"siapa yang membawaku kemari?"

"seseorang yang sangat...sangat... menakutkan, bahkan aku sendiri juga takut padanya."

Dia benar-benar takut sekali menyinggung tentang orang ini, gadis kecil ini sama sekali tidak bisa tertawa.

"siapa nama orang itu?"

"Aku tidak bisa memberitahumu, biar dipukul sampai mati pun tidak bisa kukatakan."

"Mengapa?"

"Karena dia menyuruhku untuk tidak memberitahukannya, kalau aku membocorkannya, dia bisa setiap saat memotong hidungku untuk dijadikan makanan kucing."

Yuan Bao bisa melihat bahwa apa yang dikatakannya sama sekali bukan bohong, karena sekarang seluruh wajahnya berubah menjadi pucat.

Yang menakutkan dalam diri orang itu, Yuan Bao juga pernah mengalaminya.

Bila sekarang dia teringat akan sepasang tangan yang dingin seperti es serta bau badan yang seperti baU orang mati itu, dia masih bisa merasakan tubuhnya gemetaran.

"Dia menangkapku dengan sekali gerakan dan melemparkan tubuhku keluar, tapi dia juga yang menangkap tubuhku yang terlempar, siapa yang tidak takut pada orang seperti itu"

Yuan Bao menghembuskan nafasnya.

"Aku hanya tidak bisa mengerti mengapa dia membawaku ke tempat ini, mengapa tidak melemparkan aku ke dalam selokan saja?"

"Karena dia juga menyukaimu."

Gadis kecil itu tertawa lagi.

"Di sini paling tidak lebih wangi sedikit dibandingkan di dalam selokan."

"Ini tempat apa? Jauh tidak jaraknya dari rumah judi Ru Yi Du Fang?"

Yuan Bao bertanya lagi.

"Tidak jauh."

"Tidak jauh itu seberapa jauh?"

"Mengapa kau ingin tahu sejelas itu?"

"sekarang ini menggerakkan kaki untuk berjalan keluar saja tidak bisa,"

Kata Yuan Bao.

"Aku ingin meminta bantuanmu untuk pergi ke tempat itu untuk mencari tahu sesuatu."

"Mencari tahu apa?"

"Apa yang terjadi di tempat itu kemarin malam setelah semua lentera padam?"

"Aku hanya tahu ada orang yang membunuh orang di tempat itu, juga ada orang yang dibunuh orang, hal lain selain itu aku tidak tahu."

Gadis kecil ini berkata.

"Aku juga tidak ingin mengetahuinya."

Dia lalu dengan tiba-tiba tertawa dengan gembira.

"Tapi jarak dari tempat ini ke rumah judi Ru Yi Du Fang benarbenar tidak bisa diukur, karena tempat ini adalah Ru Yi Du Fang."

Yuan Bao terpaku.

"Tempat ini berada di halaman belakang tepat di belakang ruangan besar yang kau masuki kemarin, merupakan tempat di mana bos besar Tang tinggal. Aku adalah anak angkat bos besar Tang, margaku Cai, orang-orang biasanya memanggilku Xiao Cai (Cai kecil)."

Yuan Bao tertawa lagi.

"Xiao Cai itu masakan kecil (Xiao cai) yang seperti apa? masakan daging atau masakan sayuran?"

Dia tertawa.

"Begitu mendengar namamu perutku langsung lapar, masakan seperti apa pun bisa kumakan, bahkan seekor kuda pun bisa kumakan habis."

Kali ini Xiao Cai sama sekali tidak tertawa, lama menatap tajam pada Yuan Bao, tiba-tiba wajah mulus yang putih bagaikan saiju itu mendekat ke hadapan Yuan Bao.

"Baiklah, kau makanlah. Aku memberikannya padamu untuk dimakan."

Yuan Bao tidak bisa mengeluarkan tawanya.

Kali ini dia tidak bisa tertawa, bukan dikarenakan dia takut pada gadis kecil ini yang apa pun juga bisa diperbuatnya.

Kali ini dia tidak tertawa karena dia tiba-tiba teringat akan suatu hal, Suatu hal yang sangat penting .

"Tadi kau yang membantuku mandi, bukan?"

Tanya Yuan Bao pada Xiao Cai.

"Kau juga yang menanggalkan pakaianku?"

"Tentu saja."

Xiao Cai sengaja mengeluarkan mimik wajah yang membuat orang lain tidak tahan.

"Bagaimana mungkin aku membiarkan orang lain menanggalkan pakaianmu?"

"Di mana pakaianku?"

"Sudah dibakar,"

Kata Xiao Cai.

"Bahkan mainan anak-anak yang ada di dalam baju itu juga ikut dibakar."

"Apa katamu?"

Teriak Yuan Bao.

"Bagaimana boleh kau membakar barang milikku?"

"Mengapa aku tidak boleh membakarnya? Besi rongsokan saja bisa membunuh orang satu rumah, mengapa aku harus tinggal menjadi orang bodoh?"

Yuan Bao tidak bisa berkata-kata, ekspresi wajahnya seperti orang yang sudah dilempari telur bebek sebanyak 89 buah, mulutnya berkata sambil berguman.

"Kau membuatku celaka, kau benar-benar mencelakai aku."

Xiao Cai menghela nafasnya dengan perlahan.

"Tapi aku belum sepenuhnya mencelakaimu."

Lalu tiba-tiba dia berubah sikap, mengambil sebuah kantong bersulam bunga dari tubuhnya dan bertanya.

"Lihatlah, ini apa?"

Yuan Bao segera seperti hidup kembali, segera merenggut kantong itu Xiao Cai merapatkan mulutnya tertawa dingini "Kelihatannya kau itu orang yang pintar, mengapa kau memperlakukan sebuah kantong kecil seperti benda kesayangan saja layaknya?

Apakah kau tahu apa yang ada di dalam kantong ini?"

"Bagaimana mungkin aku tahu? Aku kan sama sekali tidak melihatnya."

Xiao Cai berkata.

"Aku tidak punya kebiasaan untuk mencuri lihat barang milik orang lain."

"Kau adalah gadis yang baik,"

Yuan Bao kembali bersenang hati.

"Kebiasaan jelek seperti itu tentu saja tidak mungkin ada."

"Tapi kalau kau memperbolehkan aku melihatnya, aku juga tidak akan menolaknya. ,"

"Aku belum tentu akan memperlihatkannya padamu."

Yuan Bao segera berkata.

"Aku juga tahu kau belum tentu ingin melihatnya. Apa yang enak dilihat dari benda yang dimiliki oleh seorang pengemis kecil?"

"jika aku memaksamu untuk memperbolehkan aku untuk melihatnya?"

"Aku tahu kau tidak akan berbuat demikian,"

Kata Yuan Bao.

"Kau bukan orang seperti itu."

"Aku sekarang baru tahu kalau aku adalah orang yang seperti itu,"

Kata Xiao Cai.

"Aku benar-benar seorang yang sangat bodoh."

Xiao Cai sengaja menghela nafasnya.

"Biarpun aku tidak sampai hati membakar kantong itu, tapi aku kan bisa saja menyembunyikannya, mengapa harus mengembalikannya padamu?"

"Kalau aku bukan orang bodoh lalu apa?"

Yuan Bao berpikir dan berpikir, lalu tiba-tiba berkata.

"Kata-katamu benar, aku akan memperlihatkannya padamu."

"sebenarnya yang ada di dalam kantung itu juga bukan benda berharga, hanya tujuh buah bintang saja. Tidak akan ada orang yang mengganggap ketujuh buah bintang itu sebagai benda berharga, bahkan anak yang berumur tiga tahun pun tidak akan. Ketujuh buah bintang ini sama sekali tidak menarik, terserah bagaimana caramu melihatnya, pasti tidak akan terlihat apapun pada benda itu yang menjadikannya layak dijadikan benda berharga jika ada orang yang hendak memberikannya padamu, kau pasti tidak akan mau jika tidak sengaja menemukannya, juga pasti akan melemparkannya secara sembarangan ke dalam selokan. Karena ketujuh buah bintang ini bukan terbuat dari bahan yang bagus, diantaranya biarpun ada yang mirip seperti dari giok tapi yang enam lainnya sama sekali bukan. Mereka hanya terbuat dari kayu, bahkan ada satu yang terbuat dari kertas tebal. Tapi di permukaan setiap bintang itu terdapat tulisan,"

Sebelum Xiao Cai bisa melihat dengan jelas tulisan apa itu, Yuan Bao sudah bertanya padanya.

"sekarang kau sudah melihatnya kan?"

"Menurutmu bagus atau tidak?"

"Tidak bagus."

"Karena tidak bagus,"

Yuan Bao segera menyimpan kembali benda-benda itu, tertawa sambil mengeluarkan lesung pipinya dan berkata.

"Aku sudah memberitahukanmu sebelumnya, barang milik seorang pengemis kecil tidak mungkin ada yang menarik." ,Xiao Cai juga mengeluarkan lesung pipi yang dalam.

"Kalau begitu kau berikan saja satu buah dari bintang milikmu itu untukku."

Senyumnya sangat manis sekali.

"Cukup berikan saja bintang yang terbuat dari kayu itu untukku."

"Langit menurunkan bintang keberuntungan, mengubah besi menjadi emas. Dia tahu tentang bintang ini, apakah dia juga tahu apa yang terjadi setelah semua lentera padam kemarin malam?"

Yuan Bao ingin bertanya tetapi tidak bertanya.

Mulutnya tiba-tiba seperti yang telah dijahit rapat oleh seseorang, bahkan satu perkataan pun tidak ada yang keluar, karena dia tiba-tiba menyadari ada orang yang berdiri di kepala tempat tidurnya memperhatikan dirinya.

Kapan orang ini datang?

Datang dari mana?

Dia sama sekali tidak mengetahuinya.

Dia hanya tahu barusan di dalam kamar itu sama sekali tidak ada orang lain, tapi dalam sekejap mata orang ini telah berdiri di kepala tempat tidurnya.

orang ini seorang wanita, tapi tidak ada orang yang bisa menggambarkan dengan jelas dia itu wanita yang seperti apa.

Di dunia ini, wanita seperti dia tidaklah banyak.

Dahinya agak terlalu lebar sedikit, tulang pipinya agak ketinggian sedikit, mulutnya juga agak terlalu besar, membuat orang yang melihatnya merasa hormat, tidak bisa mendekatinya.

Tapi bibirnya sangat lembut dan indah, sudut bibirnya agak ke atas dan selalu dipenuhi oleh senyuman yang hangat dan manis, ang membuat orang ingin mendekatinya .

Matanya tidak besar tapi amat sangat terang dan penuh dengan kearifan yang membuat orang merasa ada permasalahan apa pun bisa dibicarakan dihadapannya, karena dia pasti bisa mengerti.

Usianya sudah tidak bisa dibilang muda dan tampangnya pun tidak bisa dibilang cantik, Tapi Yuan Bao langsung terpaku begitu melihatnya, bahkan kapan Xiao Cai bangkit dari tempat tidurnya pun dia tidak tahu.

Lagipula dadanya sedang berdebar dengan kencang, berdebar jauh lebih cepat daripada biasanya.

Tidak peduli di masa yang lalu atau di masa yang akan datang, di dunia ini tidak akan ada wanita kedua yang bisa membuat dada Yuan Bao berdebar dengan kencang.

Yuan Bao biasanya tidak pernah peduli dengan urusan orang lain, apa pun yang telah terjadi dia tidak pernah peduli.

Dia lebih tidak peduli lagi akan pandangan orang lain terhadap pandangannya, pikirannya, dan perbuatannya .

Tapi terhadap wanita yang baru sekali ditemuinya ini, dia sepertinya peduli.

Dia justru tidak bisa membiarkan wanita ini memandangnya sebagai pengemis kecil yang dungu dan bodoh, karena itu dia sengaja menghela nafasnya.

"Mengapa datang lagi satu perempuan? Apakah semua laki-laki yang ada di tempat ini semuanya bersembunyi dan tidak berani menemuiku?"

"siapa yang kau inginkan untuk menemuimu?"

Suara wanita ini sangat lembut dan merdu, seperti seorang guru musik yang sedang mengingat akan kenangan tentang kekasihnya dan menuangkannya melalui alunan musik pada kecapi.

"Bos besar Tang,"

Kata Yuan Bao sambil terbatuk dua kali.

"Aku ingin sekali bertemu dengan majikan di sini, bos besar Tang."

Wanita ini tertawa dan pada saat tertawa sudut mulutnya tertarik ke atas, di tengah senyumannya yang hangat dan manis tetap saja membawa perasaan yang dingin dan tidak berbelas kasihan.

"Kau sudah bertemu dengan bos besar Tang,"

Kata wanita ini.

"Akulah bos besar Tang."

Dia bertanya kepada Yuan Bao sambil tersenyum.

"Apakah kau kira kedudukan bos besar di seluruh dunia ini hanya diperuntukan bagi laki-laki?"

Bersambung-07. baru memberitahu aku siapa orang yang telah membawa aku ke tempat ini. Xiao Cai tidak bisa menerimanya, berkata dengan memburu.

"Mengapa kami harus meniamumu makan dan minum arak? Atas dasar apa kami harus menemanimu makan?"

"Tidak ada dasar apa-apa."

Yuan Bao berkata.

"Tetapi jika kau tidak meniamuku makan, kau harus mengembalikan hutangmu padaku."

"Kapan aku pernah berhutang padamu?"

"Kau berhutang satu kali mandi padaku."

"Berhutang satu kali mandi?"

Xiao Cai tidak mengerti Apa maksudnya itu? Bersambung-07 . Jilid-07

"Maksudnya adalah kau sudah memandikan aku sekali, jika kau tidak menjamuku makan maka aku harus memandikanmu sekali."

Yuan membalikkan mukanya dan berkata dengan sungguhsungguh "Aku bukan sebuah sayuran atau anggur, jika kau ingin memandikanku, aku akan membiarkanmu memandikan aku.

Aku bukanlah manusia yang bisa dimandikan seenaknya oleh orang lain,"

"jika kau boleh memandikanku maka aku juga boleh memandikanmu."

Xiao Cai yang mendengarnya menjadi terpaku, menatap tajam pada Yuan Bao, menatapnya dengan marah.

"Yang kau ucapkan itu apakah ucapan manusia? Apakah kau itu sedang kentut?"

Dia menghadap bos besar Tang.

"ibu, kau lihat muka si bocah tengik ini tebal atau tidak? Perkataan yang tidak sopan seperti itu pun bisa diucapkannya."

Bos besar Tang malah tertawa.

"Dia sepertinya memang sedikit tidak sopan, tapi sepertinya kau tidak berbeda jauh dengan dirinya."

Xiao Cai merapatkan mulutnya dan menyapitkan matanya seperti yang hendak menangis. Dia tidak menangis karena tiba-tiba dia teringat akan satu alasan.

"Aku kan perempuan, perempuan sejak lahir boleh berlaku tidak sopan. Kalau dia atas dasar apa boleh berlaku tidak sopan?"

Yuan Bao menarik nafas, menggeleng kepala sambil tertawa pahit.

"Aku mengaku kalah padamu, yang bisa mengeluarkan hal yang masuk akal seperti itu, bagaimana mungkin aku tidak puas?"

Dia berkata.

"Aku sudah tidak perlu kau jamu lagi."

Bos besar Tang tertawa.

"Kau tidak menjamu dirimu, aku yang menjamu."

Yuan Bao bergembira lagi.

"Kau memang berpandangan luas, biasanya mau menjamu tamu seperti aku pun tidak mudah."

Masakan yang enak-enak dan indah serta arak telah memenuhi meja, setiap macamnya sangat sesuai dengan selera Yuan Bao.

Dia sudah sangat lapar sampai meja pun bisa dia makan, tapi anehnya bahkan sumpit pun tidak disentuhnya.

Dia juga tidak menggunakan tangannya untuk mengambil makanan.

Dia hanya duduk terpaku di sana memandangi sambil mengeluarkan air liurnya.

Gadis pelayan kecil yang berdiri di belakang punggungnya tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.

"sayur sudah mulai dingin, mengapa kau tidak makan?"

Yuan Bao berkata dengan suara keras.

"Hari ini aku adalah tamu, juga bukan datang untuk mengemis makanan, jika pemiliknya tidak menemaniku makan, bagaimana aku bisa memakannya?"

Dengan keras kepala dia berkata.

"Aku tidak mau makan, biar sampai mati kelaparanpun aku tidak akan makan."

Walaupun sekujur tubuhnya tidak bertenaga sedikit pun, tapi dalam hal membuat keributan sama sekali tidak berkurang, suaranya pada saat berbicara tidak ada orang yang tidak bisa mendengarnya.

oleh karenanya dia segera melihat bos besar Tang memasuki ruangan, mukanya bersemu merah segar, tampang seperti orang yang baru saja selesai mandi dengan air panas.

Rambutnya yang hitam pekat tergelung membentuk sanggul dan memakai pakaian dari sutera yang ada belahannya, sehingga kakinya bisa keluar masuk.

Tungkai kakinya sangat indah dan mulus, seperti pahatan pada sebuah giok putih yang seputih lemak kambing.

Yuan Bao tiba-tiba merasa dadanya berdebar lagi dengan kencang.

"Aku datang untuk menemanimu,"

Kata bos besar Tang.

"Tapi aku tidak akan makan, hanya akan menemanimu minum sedikit arak saja."

"sedikit arak itu seberapa banyak?"

Bos besar Tang memandangi pemuda remaja ini dan tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa, yang membuatnya kelihatan jauh lebih muda.

"Kau benar-benar bisa minum arak?"

"Mengapa tidak mencobanya?"

"Baik."

Bos besar Tang duduk.

"Kau bisa minum berapa banyak?"

"aku akan minum berapa banyak"

"Benarkah?"

"Mengapa aku harus menipumu?"

Bos besar Tang berkata dengan manis.

"orang dewasa tidak akan membohongi anak kecil, orang dewasa yang bisa menipu anak kecil pasti bukan orang baik-baik, apakah menurutmu aku kelihatan seperti orang jahat?"

Yuan Bao menggelengkan kepalanya dan berkata dengan serius.

"Kau bukan orang jahat dan aku juga sudah bukan anak kecil lagi."

Lalu mendadak dia mengubah topik pembicaraan.

"siapa orang jahat itu?"

"orang jahat yang mana?"

"orang jahat yang telah membuatku pingsan dan membawaku kemari serta membuat sekujur tubuhku tidak bertenaga sedikit pun."

Dia mengibaskan tangannya menyuruh gadis pelayan kecil keluar, lalu menuangkan secangkir arak untuk dirinya dan Yuan Bao.

Gerak tubuhnya pada saat meminum arak sangat gemulai dan indah, sama seperti orangnya.

"Lebih dari 20 tahun yang lalu, di tengah dunia persilatan ada sebuah organisasi rahasia yang bernama Tian Jue Di Mie karena yang mendirikan organisasi rahasia ini ada dua orang, yang satu bernama Gao Tian Jue, yang satu lagi bernama Guo Di Mie."

Bos besar Tang berkata.

"Mereka mendirikan organisasi ini dengan satu tujuan."

"Tujuan apa?"

"Mengejar dan menangkap pencuri dan penjahat, jika belum tertangkap maka tidak akan menyerah."

"organisasi ini tidak jahat,"

Kata Yuan Bao.

"Mengapa aku tidak pernah mendengar organisasi ini sebelumnya?"

"Karena kau lahir terlalu lambat."

Bos besar Tang berkata.

"Kira-kira delapan belas sampai sembilan belas tahun yang lalu, Guo Di Mie tiba-tiba menghilang dan kabarnya telah tewas di tangan Da Xiao Jiang jun, sedangkan Gao Tian Jue juga lengan sebelah kirinya tertebas sampai putus. sejak saat itu organisasi ini tidak pernah terdengar kabarnya lagi."

Dia menghela nafasnya.

"Tidak disangka belakangan ini mereka muncul kembali diJi Nan, bahkan kekuatannya lebih besar dibandingkan dulu."

Yuan Bao tentu saja tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Apakah mereka datang demi Li Jiang Jun?"

"Tentu saja,"

Kata bos besar Tang.

"13 orang yang tangan kiri buntungnya menggunakan jepit baja adalah anak buah organisasi itu."

"Apakah Gao Tian Jue juga datang?"

Bos besar Tang mengangguk-anggukkan kepalanya .

"Justru dia yang membawamu ke sini, karena dia tidak ingin kau terlibat dalam pembunuhan dan dendam ini. Di tempatku ini, kau tidak hanya aman jUga tidak akan diketemUkan orang."

Yuan Bao berkata dengan suara keras.

"Gao Tian Jue benar-benar orang yang aneh, mengapa dia harus mengurusi apakah aku aman atau tidak aman, aku mati pun bukan urusannya."

Bos besar Tang setuju dengan Yuan Bao.

"Dia memang orang aneh"

Kata bos besar Tang.

"orangnya aneh, prilakunya aneh, ilmu silatnya makin aneh. Walaupun Guo Ti Mie hidup lagi juga sudah bukan tandingannya."

"Jadi dia membawaku kemari, kau pun hanya bisa menerima."

Yuan Bao sengaja tertawa dingin.

"Aku yakin kau tidak akan berani membiarkanku pergi dari sini."

"Aku memang tidak berani."

Bos besar Tang sama sekali tidak ada niat untuk membantahnya.

"Aku masih belum mau mati."

Yuan Bao menghela nafasnya.

"Sebenarnya aku juga belum mau mati"

Jika seorang pengemis kecil saja tidak ingin mati, apalagi bos besar? Dia minum lagi secangkir arak dengan sekali teguk, lalu bertanya lagi padanya tentang sesuatu yang sangat ingin diketahuinya.

"Yang terjadi kemarin malam di dalam rumah judimu, sebenarnya siapa saja yang membunuh siapa saja?"

Ooo)o(ooo BAB XIII PEMAKAMAN YANG SEPI Tanggal 16 bulan 4, tengah malam....

Yuan Bao sedang menikmati makanan dan arak yang enak di buah ruangan milik bos besar Tang.

Xiao Jun juga sedang makan di sebuah kedai kecil di pinggir jalan yang hanya diterangi oleh satu buah lentera saja.

Dia sedang makan nasi yang digoreng dengan minyak babi dan dua telur ayam.

setiap orang harus makan, tidak peduli dia suka atau tidak suka, karena kalau tidak makan bisa mati.

Ada banyak hal di dunia ini yang seperti itu, kau harus mengerjakannya tidak peduli suka atau tidak suka.

Xiao Jun pada umumnya tidak terlalu mementingkan makanan, asalkan bisa dimakan dia pasti makan, sebagian besar dia sama sekali tidak tahu bagaimana rasa makanan yang dimakannya, bahkan ada kalanya apa yang dimakannya pun dia tidak tahu.

Karena dia tidak sama dengan sebagian besar orang yang ada di dunia ini, biasanya jika mulut sedang bergerak, maka otak hanya sedikit bergerak.

Tapi Xiao Jun tidak sama.

Pada waktu dia makan, biasanya dia akan memikirkan banyak hal dan banyak masalah, apalagi sekarang dia sedang memikirkan suatu masalah yang sangat aneh.

Dia terus berpikir, mengapa aku belum mati?

Dia terus memikirkan masalah ini sejak kemarin malam, karena dia sudah memastikan bahwa dirinya pasti mati.

Pada saat semua lentera di Ru Yi Du Fang serentak padam untuk kedua kalinya itu, dia sudah memegang sebuah gagang yang panjangnya 1 chi 3 cun, yang dibuat oleh pengrajin ternama dengan menggunakan besi murni yang dibuat meniru pedang pendek untuk memukul tempat persembunyian ikan.

Pada saat itu dia sudah melesat ke depan sepanjang 1 zhang 3 chi, mata pedang pun sudah terhunus keluar.

Tenggorokkan Wu Tao seharusnya berada tepat di depan mata pedangnya karena tadi dia sudah menghitung posisi dan jarak di antara mereka.

Dia yakin perhitungannya tidak mungkin salah.

Kecepatan gerakannya serta hunusan pedangnya pasti tidak akan lebih lambat dibandingkan yang lainnya.

Tapi tusukan pedangnya tidak hanya seperti itu, sekali pedang terhunus,jarak 2zhang di sekitarnya sudah masuk area jangkauan pedang itu.

Dia sudah mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya, ajaran, kerja keras, dan pengalamannya dalam serangan itu.

Tapi dia masih saja gagal.

semuanya tiba-tiba menjadi kosong, hampa, semua menjadi tidak ada.

Tidak ada kejayaan, tidak ada kemampuan, tidak ada reaksi, tidak ada hasil, semuanya tidak ada.

saat itu, perasaan Xiao Jun seperti orang yang jatuh dari bangunan yang tingginya ada ratusan Zhang dan masuk ke dalam jurang keputusasaan yang tidak berakhir, bahkan untuk mengeluarkan tenaga sedikit cun tidak bisa.

Hal ini adalah hal yang paling menakutkan.

Kekuatan penuhnya tiba-tiba menjadi kosong.

Pada saat itu, dia tiba-tiba dibuat tidak berdaya oleh sebuah kekuatan luar biasa yang misterius dan tak terbayangkan.

Di saat seperti itu, seorang anak kecil pun bisa memukul jatuh dia.

Dia belum pernah merasakan perasaan seperti itu.

Dia tahu bahwa dia sudah berhadapan dengan lawan yang sangat menakutkan, bahkan jauh lebih menakutkan dibandingkan dengan mimpi buruk yang bisa dimimpikan oleh seseorang.

Yang lebih menakutkan lagi, dia sudah bisa merasakan ada orang yang sudah siap melancarkan pukulan yang mematikan kepada dirinya.

Dia sama sekali tidak bisa menahan juga mengelaknya.

Ajaran dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun dan pengalaman yang didapatnya dari pertempuran antara hidup dan mati selama ini, semuanya mendadak menjadi hampa, benar-benar hilang.

Dalam keadaan seperti itu, yang bisa dilakukannya hanyalah mati, menunggu kematian.

Tapi Xiao Jun tidak mati.

Di saat nyawanya berada di ujung tanduk itu, pada saat hawa membunuh orang itu sudah membaur dengan nafasnya, di saat dia merasa sudah pasti mati tanpa ada jalan keluar, tiba-tiba ada seseorang yang menolongnya.

Dengan menggunakan sepasang tangan menolongnya.

sepasang tangan itu seperti angin saja, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana datangnya angin itu dan tidak ada yang tahu tangan itu datang dari mana.

sepasang tangan ini datang dari seorang jagoan misterius yang tiba-tiba mencengkram bahunya dan memberikan kekuatan yang aneh padanya.

Tiba-tiba tubuhnya sudah melayang di udara, menghindari serangan mematikan yang itujukan kepadanya.

Pada saat dia sudah mendarat, dia tetap tidak tahu di mana orang itu berada, hanya terdengar sebuah suara di tengah hembusan angin di kegelapan malam.

Pakaian dengan cepat membawa suara angin, senjata gelap memecahkan suara angin, mata golok dan mata pedang membelah di tengah suara angin, juga membawa suara lengkingan marah yang seraki sayu, nyaring, menyedihkan, kejam dan ganas.

Tidak ada orang yang melukiskan suara yang barusan didengarnya itu sebenarnya suara yang seperti apa?

Jika tidak mendengarnya sendiri, sama sekali tidak bisa membayangkannya Jika kau tidak beruntung bisa mendengarnya dengan telinga sendiri, maka seumur hidup kau tidak akan pernah melupakannya.

Xiao Jun sudah tidak dapat menahan diri untuk muntah.

Dia tidak jadi muntah karena semua suara tadi tiba-tiba lenyap dalam sekejap.

Lenyap setelah terdengar suara tawa tiga kali.

Bumi tiba-tiba berubah menjadi sunyi senyap.

ruangan besar yang megah, mewah, dan penuh cahaya tiba-tiba berubah menjadi sebuah kuburan.

Untung sekali jantung Xiao Jun masih berdebar.

Dia hanya bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri Dong...dong...dong...

Berdetak perlahan dengan lama, tiba-tiba did ala kegelapan ada seberkas cahaya sebuah cahaya api yang berasal dari sebuah pemantik.

Pemantik itu berada di tangan Tian Ji Zi.

Tian Ji Zi masih duduk di tempat yang sama seperti tadi, seperti yang tidak bergerak sedikit pun, tapi juga seperti yang ingin bergerak tapi tidak bisa bergerak.

Di sampingnya ada tambahan satu orang.

Tidak tahu sejak kapan, tuan besar Tian sudah duduk di kursi di sebelahnya, menggunakan sepasang tangannya untuk memetik San Xian yang tidak ada suaranya.

San Xian itu tidak berbunyi karena senarnya sudah putus.

Kecapi yang tidak berbunyi, orang tua yang sudah uzur, walaupun san Xian tidak berbunyi, tetapi lebih sayu dibandingkan bunyi apapun.

Karena lagu yang dimainkan oleh orang tua adalah lagu sepi.

Lagu sepi tentu tidak berbunyi karena memang tidak untuk didengar orang.

Tian Ji Zi menyalakan sebuah lentera yang tadi diambil Wu Tao dari atas.

sesudah lentera bersinar terang, dia baru memandang kepada Xiao Jun .

Xiao Jun sama sekali tidak memandangnya, yang dipandanginya adalah orang yang sudah tergeletak di atas tanah.

Dai Tian chou, Tu Qu E, danJin Lao Zong, semuanya sudah tergeletak di atas tanah.

Pernafasan mereka sudah terputus, mayatnya pun sudah dingin.

Ilmu silat shi san Tai Bao Heng Lian yang sudah bertahun-tahun dipelajari dengan susah payah oleh Dai Tian chou, sudah dikalahkan.

senjata Jin Zhong Zhao dan baju besi Tie Busan ternyata bukan tidak bisa dihancurkan.

Darahnya masih mengalir tidak berhenti dari belakang telinga kirinya.

Bagian ini adalah titik lemahnya, bagian yang paling lemah dari seluruh tubuhnya, juga merupakan rahasia terbesarnya.

orang yang berilmu silat seperti dia tidak akan pernah memberitahukan kelemahan sendiri kepada orang lain.

orang yang membunuhnya ini bagaimana bisa tahu akan rahasianya?

sebenarnya dengan menyalakan 196 buah lentera baru bisa menerangi seluruh ruangan besar itu, tapi sekarang hanya ada satu lentera yang menerangi tempat itu.

sinar dari lentera itu menerangi muka pucat Xiao Jun dan delapan buah mayat yang ada tergeletak di bawah.

selain mereka bertiga, masih ada lima orang lagi yang mati.

Xiao Jun mengenali empat diantaranya, empat orang itu adalah pesilat tangguh tingkat atas di dunia persilatan, bahkan diantaranya ada yang pendekar, tokoh besar, juga perampok besar.

Pada awalnya niat mereka adalah untuk mencabut nyawa seseorang, tapi sekarang justru mati di tangan orang itu.

Dilihat dari luka mereka, setiap orang mati dengan sekali pukulan.

Dilihat dari wajah mereka, kulit wajah mereka semuanya mengerut karena ketakutan dan kaget.

Mereka pasti tidak pernah menyangka bahwa mereka bakal mati dengan begitu cepat dan menggenaskan.

Tian Ji Zi tiba-tiba mengeluh.

"Aku sudah menghitung dari tadi, sejak semua lentera padam sampai aku menyalakan pemantik, hanya menghitung dari satu sampai delapan puluh delapan saja."

Menghitung dari satu sampai delapan puluh delapan sangatlah cepat, waktu yang digunakan juga sangat singkat.

Dalam waktu yang sesingkat itu dapat merenggut nyawa delapan orang pesilat tangguh dari dunia persilatan, ilmu silat seperti itu benar-benar sangat menakutkan.

orang yang membunuh mereka sudah pergi.

Wu Tao sudah pergi.

"sekali pukul langsung merenggut nyawa, melukai delapan orang, suara tawa tiga kali, lalu pergi begitu saja. Kepandaian yang seperti apa ini? semangat yang seperti apa ini?"

Tian Ji Zi memandang kepada Xiao Jun lalu menghela nafasnya.

"Aku masih hidup hanya karena tuan besar sudah datang.Kalau kau?"

Katanya.

"Tadinya aku mengira bahwa orang yang pertama kali mati adalah kau. Mengapa kau belum mati?"

Xiao Jun sendiri tidak habis pikir akan hal ini.

Mengapa dia belum mati?

siapa yang telah menolongnya?

Mengapa menolongnya?

-ooo00000ooo-Arak yang sudah diminum tidaklah sedikit, kedua pipi bos besar Tang sudah terlihat kemerah-merahan, tapi matanya terlihat makin terang.

Dia menarik nafas dengan perlahan dan memberitahu Yuan Bao.

"Karena itu kita sudah bersiap untuk meliburkan sementara bisnis ini selama setengah bulan untuk membereskan dan mengganti seluruh isi ruangan besar itu, setelah itu baru mulai buka lagi."

Dia berkata.

"orang yang gemar berjudi kebanyakkan sangat percaya takhayul. siapa yang berani masuk ke tempat di mana 7-8 orang serentak mati mendadak?"

"orang yang mati semuanya ada 8 orang. selain Dai Tian Chou, Tu Qu E, dan Jin Lao Zong, siapa yang lima orang lagi?"

"Aku juga tidak begitu jelas,"

Kata bos besar Tang.

"Aku hanya mendengar salah satu diantaranya adalah pendekar pedang dari perguruan WuTang, tuan Ming Su Zhong.Juga ada paman seperguruan Qiu Bu Dao yang juga salah satu murid luar kuil Xiao Lin yang memiliki kedudukan yang tinggi."

Dia menghela nafasnya lagi.

"orang yang dalam sekejap bisa membunuh delapan orang pesilat tangguh seperti itu, ilmu silatnya pasti tinggi dan jurusnya sangat ganas, benar-benar menakutkan."

Tiba-tiba Yuan Bao memukul meja dengan sekuat tenaga.

"Aku tidak percaya. Dia berkata dengan suara keras, Biar dipukul sampai mati pun aku tetap tidak percaya."

"Apa yang tidak kau percaya?"

"Aku tidak percaya mereka semua mati di tangan Wu Tao seorang"

Kata Yuan Bao.

"Dia bukan seorang yang kejam dan berdarah dingin seperti itu."

"selain dia, siapa lagi?"

Kata bos besar Tang.

"siapa lagi yang memiliki ilmu silat yang begitu menakutkan selain dia?"

"Jika aku bisa melihat mayat kedelapan orang itu, siapa tahu aku bisa mengetahuinya."

"Kau bisa mengetahui apa?"

"Mengetahui cara apa yang dipakai oleh pembunuh itu, apakah cara yang digunakan Wu Tao untuk membunuh orang?"

Kata Yuan Bao.

"Pokoknya waktu itu semuanya serba tidak kelihatan, jadi siapa pun yang membunuh pasti bisa melemparkan tuduhannya kepada Wu Tao agar dia menjadi kambing hitam."

"Perkataanmu ada benarnya juga,"

Kata bos besar Tang.

"sayangnya, kau sudah tidak bisa melihat mereka lagi."

"Karena waktu itu tuan besar Tian langsung mengambil semua mayat mereka,"

Kata bos besar Tang.

"sekarang tubuh mereka sudah dimasukkan ke dalam peti, peti mati pun sudah dipaku, siapa pun tidak ada yang bisa melihat mereka lagi."

Sepasang mata besar Yuan Bao menyipit, seperti yang menangkap sesuatu.

"Mengapa tuan besar Tian begitu terburu-buru mengambil mayat mereka? Apakah takut diketahui oleh orang lain karena dari luka mereka bisa diketahui bahwa mereka tidak sepenuhnya mati di tangan Wu Tao? Apakah sengaja agar keluarga, famili, murid, dan teman dari kedelapan orang yang mati itu pergi mencari Wu Tao untuk membalas dendam?"

Bos besar Tang tertawa, memandang Yuan Bao dengan sepasang matanya yang jernih seperti air di musim semi sambil menuangkan lagi arak ke dalam cangkirnya.

"Walaupun usiamu masih muda, pengetahuanmu benar-benar tidak sedikit. Bagaimana kau bisa terpikirkan sampai ke sana?"

Dia berkata.

"orang seperti tuan besar Tian, mana mungkin melakukan hal seperti itu?"

"Mengapa tidak mungkin?"

Tanya Yuan Bao.

"Di antara kedelapan orang itu, mungkin saja ada 2-3 orang yang merupakan musuhnya. Dia sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh mereka."

Dia berpikir lagi lalu berkata.

"Aku dibawa kemari oleh Gao Tian Jue dan pada saat itu dia juga ada di sana, yang membunuh mungkin dia orangnya. Dengan ilmu silat yang dimilikinya, jika ingin membunuh 7-8 orang tidaklah sulit. si kakek tua Tian mungkin saja adalah teman baiknya dan mungkin agak sedikit takut padanya, demi dia si kakek tua Tian bisa saja melakukan hal seperti itu"

Bos besar Tang menatapnya lama, lalu dengan tiba-tiba bertanya padanya.

"Apakah kau benar-benar sekitar 17-18 tahun?"

"Kurang lebih."

"Aku melihat umurmu paling sekitar 17-18 tahun, tapi ada kalanya aku merasa kau seperti orang tua yang sudah berumur 70-80 tahun."

"Mengapa ?"

"Karena hanya orang tua saja yang memiliki penyakit suka curiga sepertimu."

Yuan Bao juga menatapnya lama, lalu dia merendahkan suaranya dan berbisik padanya.

"Apakah kau mau kuberitahu sebuah rahasia?"

"Rahasia apa?"

"sebenarnya umurku sudah 77 tahun."

Yuan Bao berkata dengan serius.

"Aku selalu menjaga tubuhku sehingga sehingga terlihat jauh lebih muda."

Bos besar Tang tertawa lagi sampai perutnya sakit, lalu berkata "Jika demikian, aku si nenek tua ini harus benar-benar menuangkan beberapa cangkir arak lagi untuk si kakek tua."

Orang yang mati sudah dimasukkan ke dalam peti dan peti pun sudah dipaku, gubuk kayu besar yang terdapat di belakang perusahaan kayu sen Ji bertambah lagi delapan buah peti mati.

Tuan besar Tian sudah duduk di sana sejak pagi sampai malam hari.

Dia sama sekali tidak makan sebutir nasi pun, tidak minum setetes air pun, tidak minum arak sedikitpun, bahkan tidak berbicara sedikitpun.

Tian Ji Zi belum pernah melihat ayahnya mengalami masalah seberat itu.

sampai ada orang yang membawakan lentera, malam sudah semakin larut, barulah tuan besar Tian bertanya kepada Tian Ji Zi.

"Apakah kau bisa mengetahui bagaimana mereka mati?"

"sedikit,"

Kata Tian Ji Zi.

"Kelihatannya mereka mati dengan sekali pukul, bahkan sepertinya menggunakan jurus yang aneh, dalam sekejap semua urat nadi dan pembuluh darah mereka putus, seperti kita menggunakan jari kita untuk mematahkan arang."

"Apakah kau bisa melihat jurus apa sebenarnya yang digunakan orang itu?"

"Aku tidak tahu."

Tian Ji Zi berkata.

"Aku sudah banyak melihat orang mati karena pembuluh darah dan urat nadinya putus, tapi jurus yang digunakan orang ini sama sekali tidak sama."

"Tentu saja kau tidak bisa melihatnya,"

Kata tuan besar Tian sambil menghela nafas.

"Karena di dunia ini hanya ada satu orang yang bisa menggunakan jurus ini untuk melukai orang."

"Apakah Li Jiang Jun?"

"Bukan."

"Kalau bukan dia, lalu siapa?"

"orang yang jauh lebih menakutkan daripada dia,"

Kata tuan besar Tian.

"Tindak tanduknya jauh lebih kejam, jauh lebih tidak berperasaan, dan apa pun yang dilakukannya jauh lebih sadis."

"Siapa orang yang sadis seperti itu?"

Gao Tian Jue.

Jalan kecil yang terpencil, kedai pinggir jalan yang sederhana, dan lampu minyak yang remang-remang.

seorang tua yang wajahnya hitam terkena asap minya ki datang dan bertanya kepada Xiao Jun yang baru saja selesai makan sepiring nasi goreng dengan telur.

"Apakah kau mau minum kuah bening? Tidak dipungut biaya."

Xiao Jun menggelengkan kepalanya dan perlahan bangkit berdiri.

Wajah putih pucat yang tidak ada warna darah dan tanpa ekspresi itu, tiba-tiba terlihat ekspresi yang menakutkan, ekspresi takjub.

Jika tidak melihatnya sendiri, pasti tidak akan pernah menyangka bahwa wajah seseorang bisa tiba-tiba mengalami perubahan yang besar.

orang tua yang berdagang nasi itu yang melihatnya.

Tamu yang sangat sedikit berbicara dan juga makan nasinya sangat lambat ini, mengapa bisa tiba-tiba berubah seperti itu.

Tapi dia segera mengerti.

Karena begitu menoleh, dia melihat apa yang dilihat oleh Xiao Jun , sesuatu yang membuat orang yang melihatnya bisa kaget setengah mati.

sebenarnya di sekitar tempat berjualan kedai kecil ini bahkan bayangan hantu pun sama sekali tidak ada, tapi sekarang justru ada seseorang.

seseorang yang seluruh tubuhnya mengenakan pakaian serba hitam.

Penutup kepala hitam, mata yang hitam, mantel hitam.

Hitam yang bukan sembarang hitam.

Lebih terang daripada cat, lebih kental daripada tinta, sama dengan warna seperti waktu sebelum subuh yang ini membawa perasaan tidak enak bagi orang yang melihatnya.

Mantel hitamnya panjang sampai menyentuh tanah, seperti mantel yang dikenakan oleh Xie Yao Mo dalam legenda.

Tapi wajahnya sangat pucat.

Bukan pucat yang biasa, juga tidak pucat seperti orang mati seperti wajah Xiao Jun .

Wajahnya lebih menakutkan dibandingkan dengan orang mati.

Wajahnya sangat dingin seperti perak yang putih pucat, seperti perak yang dilelehkan dan dijadikan topeng, benar-benar putih yang terang juga bukan sembarang terang.

Terangnya seperti orang yang menjelang ajalnya biasanya wajahnya memancarkan terang.

Walaupun terang tetapi tetap saja membuat orang merasakan sedih, derita, ketakutan, dan putus asa yang sukar untuk dikatakan.

Tidak ada yang tahu kapan orang ini datang dan datang dari mana.

Mungkin hanya Xiao Jun yang tahu.

Dia sepertinya mengenal orang itu, begitu melihatnya dia seperti arak kecil yang melihat hantu dan setan dalam mimpi buruknya, tenggorokkannya juga seperti yang dicekik oleh setan itu dengan kedua tagannya, lewat waktu yang lama baru bisa keluar suara.

"Kau."

"Ya, aku."

Orang itu berkata dengan nada penuh tawa.

"Tak sangka kau masih ingat padaku."

Xiao Jun tentu saja ingat.

Walaupun dia hanya pernah bertemu satu kali dengan orang ini, dia tidak akan dapat lupa seumur hidupnya.

Walaupun barang siapa yang pernah bertemu satu kali dengan orang ini pasti tidak akan bisa melupakannya, tetapi reaksi siapa pun terhadap orang ini pasti tidak akan seperti Xiao Jun yang penuh dengan derita yang sangat dalam.

Ini adalah kejadian puluhan tahun yang lalu.

Ingatan Xiao Jun akan kejadian itu paling jelas dibandingkan orang lain, di saat malam bulan purnama 13 tahun 3 hari yang lalu.

sebilah golok yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, dia hanya bisa melihat sinar goloknya saja.

Tapi sinar itulah yang telah memotong lengan kirinya sampai putus Xiao Jun tidak pernah tahu siapa orang ini sebenarnya, lebih tidak tahu lagi mengapa orang ini menebas putus lengan kirinya.

sebelum malam itu, dia belum pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya, sesudahnya juga tidak pernah bertemu lagi.

Tak disangka ternyata orang ini sekarang muncul di depan matanya.

ooo)o(ooo BAB XIV TOPENG PERAK Tanggal 18 bulan 4, tengah malam.....

Malam inijuga terdapat bulan purnama, topeng perak itu bersinar terkena cahaya bulan dan sepertinya tidak ada bedanya dengan malam bulan purnama 13 tahun yang lalu.

sebuah topeng tidak akan pernah menjadi tua dan tidak akan pernah berubah.

Tetapi manusia bisa berubah.

Xiao Jun yang mulanya hanyalah salah satu murid perkumpulan pengemis (GaiBang), sekarang telah menjadi salah satu tetua di perkumpulan itu, dari seorang anak muda yang bersemangat dan pemberontak menjadi orang yang pendiam dan dingin.

Jika lengannya tidak putus, mungkin dia tidak akan menjadi seperti ini.

Wajah sebenarnya orang ini pun tidak pernah dilihatnya, tetapi dia telah merubah seluruh hidupnya.

Perubahan ini sebenarnya merupakan keberuntungannya atau bukan?

Dia sendiri tidak tahu.

orang yang bersembunyi di balik topeng perak dan mantel hitam itu sebenarnya orang yang seperti apa?

Mengapa dia sampai memotong lengannya?

Xiao Jun juga tidak mengerti.

selama 13 tahun ini, di setiap malam di bulan purnama, dia selalu bertemu dengan orang ini dalam mimpi buruknya dan setiap kalinya terbangun dengan sekujur tubuh yang basah oleh keringat dingin.

Dia setiap kali bertanya pada dirinya sendiri, Mengapa?

.....

Mengapa?

.....

Mengapa?

orang yang bisa menjawabnya sekarang telah muncul di hadapannya seperti dalam mimpi-mimpi buruknya.

Pada saat itu, pakaian yang dikenakannya sudah basah kuyup oleh keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya.

otaknya pun seperti yang sudah beku saja, tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.

orang yang bertopeng perak itu sudah duduk di hadapan tempat duduk yang tadi diduduki Xiao Jun sewaktu makan dan berkata dengan datar.

"Kau tentu saja tidak akan melupakan aku."

Dia berkata.

"orang yang memutuskan lenganmu 13 tahun yang lalu adalah aku."

Suaranya tidak misterius dan menakutkan seperti orangnya .Jika kau belum pernah bertemu dengan orangnya dan hanya mendengar suaranya saja, pasti akan mengira dia adalah orang yang sangat lemah lembut.

Baru kali ini Xiao Jun mendengar suaranya.

suaranya sangat lembut dan hangat.

Pada saat dia berbicara dengan Xiao Jun , dia seperti seorang ibu yang hangat sedang menyanyikan lagu pengantar tidur untuk anaknya.

Tapi dia dapat setiap saat memotong lengan Xiao Jun yang satunya lagi.

"13 tahun yang lalu, kau yang belum pernah bertemu denganku dan aku yang juga belum pernah bertemu denganmu tapi sudah memotong sebelah lenganmu sehingga membuatmu cacat seumur hidup."

Orang bertopeng perak itu berkata.

"Selama 13 tahun ini, aku tidak pernah lagi mencarimu dan kau juga tentu saja tidak punya cara untuk menemukan aku."

Katanya.

"Tapi sesudah lewat 13 tahun yang panjang ini, ternyata aku mencarimu lagi, tahukah kau apa alasannya?"

Xiao Jun menggelengkan kepalanya. orang bertopeng perak itu bertanya lagi.

"Apakah kau ingin mengetahuinya? "

Xiao Jun menganggukkan kepalanya. orang bertopeng perak itu perlahan-lahan membalikkan badannya.

"Kalau kau ingin tahu, kau harus ikut pergi denganku.Jika kau tidak ingin ikut, aku juga tidak akan memaksamu."

Tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asalnya orang itu, juga tidak ada yang tahu ke mana dia hendak pergi.

Xiao Jun ternyata benar-benar ikut pergi dengannya, seperti yang terkena sihir saja.

Bahkan jika orang ini hendak membawanya ke neraka sekalipun, sepertinya Xiao Jun tetap akan mengikutinya.

suara orang ini seperti memiliki kekuatan untuk menarik dirinya.

Baru pertama kali ini dia mendengar suaranya, tapi seperti yang sudah mendengarnya berkali-kali.

Mengapa bisa begitu?

Xiao Jun sendiri tidak dapat menjelaskannya.

Malam itu penuh kabut.

Mantel hitam itu berkibar ditiup angin malam, orang ini dalam kabut terlihat seperti hantu.

orang itu berada di muka dan gerakannya tidaklah cepat, sedangkan Xiao Jun mengikutinya dibelakang dan jarak antara mereka tidak jauh.

Xiao Jun masih mempunyai sebuah pedang.

sebuah pedang pendek yang khusus untuk membunuh orang jika Xiao Jun mengeluarkan pedang itu, mungkin pedang itu bisa menembus jantung orang itu dari belakang.

Tapi Xiao Jun tidak mengeluarkan pedangnya.

Walaupun dia belum pernah melukai orang dari belakang, tapi orang ini adalah pengecualian.

Dia juga tahu jika sudah menyia-nyiakan kesempatan sekali maka kesempatan itu tidak akan datang kembali.

Kesempatan seperti itu tidak akan ada dua kali.

Dia sudah bertahun-tahun menunggu kesempatan seperti ini, sekarang kesempatan itu datang rapi mengapa dia masih belum mau bertindak?

Tiba-tiba dari dalam kabut terlihat seberkas cahaya, cahaya dari api lentera yang terapung-apung di atas air.

Bunga teratai di empat sisi, pohon pillow di tiga sisi, selalu hebat di tengah dunia persilatan.

Danau besar Ming tiba-tiba sudah berada di hadapan Xiao Jun .

Lentera itu berada di atas sebuah perahu yang terapung di atas air danjarak dari tepi danau kira-kira ada 8-9 zhang.

sebuah riak air di danau yang indah, sebuah perahu yang indah.

orang bertopeng perak itu berhenti di pinggir danau dan bertanya kepada Xiao Jun .

"Kau bisa tidak naik ke atas perahu itu?"

Xiao Jun tiba-tiba mengeluarkan pedangnya dan memotong batang pohon pillow menjadi tiga bagian lalu melemparkannya ke tengah air.

Batang pertama berjarak 3 zhang dari pinggir danau, batang kedua 5 zhang, dan batang ketiga 7 zhang.

Begitu sinar pedang itu menghilang, Xiao Jun sudah berada di atas batang kayu yang pertama.

Begitu batang kayu itu masuk ke dalam air, orangnya sudah terbang ke batang berikutnya, dengan kaki kiri mendarat di atas batang yang kedua dan mendarat dengan kaki kanan di batang yang ketiga.

Begitu batang kayu itu timbul lagi di atas air, Xiao Jun sudah berada di atas perahu.

Ini adalah hasil latihannya selama bertahuntahun, dia percaya ilmu meringankan tubuhnya termasuk 10 besar di dunia persilatan.

Tapi baru saja kakinya mendarat di atas lantai kayu perahu, orang bertopeng perak itu sudah berada di sana dan dengan perlahan masuk ke dalam melalui pintu yang digantungi tirai dari untaian mutiara.

Tirai dari untaian mutiara itu berbunyi ditiup angin.

Batang kayu pohon pillow tadi masih terapung di air, tapi hati Xiao Jun sepertinya tenggelam semakin dalam.

seumur hidupnya, hanya ada dua orang yang paling dibencinya, dan alasannya untuk hidup justru demi mencari kedua orang ini untuk balas dendam.

sekarang dia sudah menemukannya .

Tapi sekarang dia sudah menyadari bahwa dia masih belum memiliki kesempatan dan juga belum memiliki kekuatan untuk bisa mengalahkan kedua orang ini.

Kedua orang yang berpakaian abu-abu itu berada di luar pintu kabin sambil memandangnya, wajah kedua orang itu seperti batu saja, tidak ada warna darah dan tidak ada ekspresi.

Lengan kanan mereka mengangkat untaian tirai itu sedangkan lengan kiri mereka dimasukkan ke dalam lengan baju mereka, seperti yang tidak ingin diperlihatkan kepada orang lain.

Karena lengan ini merupakan senjata rahasia mereka yang digunakan untuk membunuh orang, bukan untuk diperlihatkan orang.

Xiao Jun sudah pernah bertemu dengan orang seperti itu.

Mereka masing-masing memiliki sebuah jepit baja untuk mengambil nyawa orang, mereka memiliki 999 buah nyawa.

semua nyawa mereka berada di tangan orang yang misterius ini.

Perahu itu tidak bisa dikatakan besar, orang bertopeng perak itu duduk di sebuah kursi yang besar.

salah seorang yang memakai pakaian abu-abu itu sedang menghidangkan teh.

Nada bicara orang bertopeng perak itu sangat biasa dan hal yang dibicarakannya adalah hal yang umum sekali.

Jika bukan karena wajahnya masih mengenakan topeng perak yang menakutkan itu, semua orang pasti mengira dia mengundang Xiao Jun kemari hanya untuk minum teh yang bagus saja.

"Aku tidak pernah minum araki hanya minum teh, aku lebih cenderung menyukai kepada teh."

Orang bertopeng perak itu berkata lagi.

"orang yang minum teh selalu jauh lebih sadar dibandingkan orang yang minum arak."

Xiao Jun berdiri di depan jendela, melihat bayangan gunung yang hitam di kejauhan, lalu tiba-tiba bertanya kepada padanya.

"Di mana lengan mereka?"

"Lengan siapa?"

"Lengan orang-orang ini,"

Kata Xiao Jun.

"orang yang memiliki 999 buah nyawa ini."

Dia bertanya lagi.

"Mereka sebenarnya satu orang memiliki 999 buah nyawa atau 999 orang yang masing-masing memiliki satu nyawa?"

Orang bertopeng perak itu berkata dengan dingin.

"sebenarnya kau itu menaruh perhatian pada nyawa mereka atau pada tangan mereka?"

Dia tertawa.

"Tidak peduli berapa banyak orang dan berapa banyak nyawa, sebenarnya sama saja."

"sama? Bagaimana mungkin bisa sama?"

"Karena mereka semua adalah milikku, nyawa mereka juga milikku,"

Kata orang bertopeng itu.

"Aku bisa menyuruh mereka melakukan apa pun untukku kapan saja, juga bisa menyuruh mereka mengantar nyawa mereka kapan saja."

Nada suaranya masih tetap lembut dan tenang.

"Lengan mereka semua sama denganmu, aku yang memotongnya, aku yang memotong lengan mereka satu persatu."

Ternyata ada orang yang bisa membicarakan hal yang begitu menakutkan dengan suara yang begitu lembut, benar-benar tidak bisa dibayangkan orang.

"Tapi mereka tidak sama denganmu,"

Kata orang bertopeng itu lagi.

"walaupun aku yang memotong lengan mereka, tapi mereka sama sekali tidak membenciku."

"oh"

"Karena aku juga telah memberikan mereka sebuah lengan, lengan yang lebih hebat daripada yang sebelumnya."

Tiba-tiba dia memerintah orang yang berpakaian abu-abu yang sedang menyeduh teh itu.

"Mengapa tidak kau perlihatkan pada tetua Xiao lengan yang kuberikan padamu itu?"

Orang itu segera berdiri tegak dan menggulung sedikit lengan baju kirinya untuk memperlihatkan jepit baja itu.

"Ini sama sekali bukan lengan,"

Kata Xiao Jun .

"ini adalah sebuah jepit."

"Ini adalah sebuah lengan,"

Kata orang bertopeng itu "Apa pun yang bisa dilakukan orang lain dengan menggunakan tangan, tangan inijuga bisa melakukannya."

Air di dalam teko sudah panas, mangkuk teh pun sudah disediakan di atas meja.

"Mengapa kau tidak membantu tetua Xiao untuk menuangkan teh ke dalam mangkuknya?"

Orang yang berpakaian abu-abu itu mengangkat teko teh dan menuangkan semangkuk teh untuk Xiao Jun dengan menggunakan jepit bajanya.

Gerakannya dalam bekerja dengan menggunakan jepit baja itu sangat terampil, benar-benar tidak pernah bisa terbayangkan oleh orang lain sebelumnya.

sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh tangan biasa, juga bisa dilakukan oleh tangan ini.

orang bertopeng itu memerintah lagi.

"Tetua Xiao mungkin masih tidak percaya, mengapa tidak kau coba peragakan supaya dia bisa melihatnya?"

Begitu terdengar suara dari jepit baja itu, teko teh yang terbuat dari baja itu segera terbelah dua seperti dipotong oleh sebuah pisau sebegitu mudahnya. orang bertopeng itu berkata kepada Xiao Jun .

"Apakah ada orang lain yang dapat melakukan hal seperti ini?"

Xiao Jun merapatkan mulutnya. Dia berkata dengan nada penuh kesombongan.

"Tangan ini bukan hanya bisa melakukan hal ini, tapi juga bisa dengan sekejap memenggal kepala orang, menahan serangan golok orang, mendongkel pintu orang lain, dan memutuskan kawat besi Jika bergelantung di balok penyangga atap. mungkin bisa bergelantung lebih lama karena tangan seperti ini tidak akan pernah pegal dan tidak akan putus."

Xiao Jun tidak bisa tidak mengakuinya, hal ini bukan hal yang dapat dilakukan oleh tangan manusia biasa.

"Jika ada orang yang hendak memutuskan urat nadi tangan inL maka orang itu melakukan kesalahan yang besar, karena tangan seperti ini sama sekali tidak memiliki pembuluh nadi."

Orang bertopeng itu berkata lagi "Jika kaujuga memiliki tangan yang seperti itu dan menggunakannya untuk menghunus pedang, maka tidak akan ada seorang pun yang bisa merebut gedang itu dari tanganmu."

Dia lagi-lagi bertanya kepada Xiao Jun .

"Apakah kau mau memiliki tangan yang seperti ini?"

Xiao Jun tetap menutup mulutnya, tapi dia juga tidak bisa tidak mengakui bahwa hatinya sedikit tergerak. orang bertopeng itu sepertinya bisa melihatnya.

"Walaupun kau sama sekali tidak mengenalku, tapi aku mengetahui segala sesuatu tentang dirimu dengan sangat jelas."

"oh?"

"Kau adalah seorang anak yatim piatu, umurmu belum sampai 6 tahun, ibumu telah meninggal dunia."

Orang bertopeng ini berkata.

"Kau belum pernah bertemu dengan ayah kandungmu, bahkan sekalipun belum pernah."

Hati Xiao Jun tiba-tiba terasa sakit, seperti ada sebuah jarum yang tiba-tiba menusuk dadanya.

Ini adalah rahasia yang melalu disimpannya rapat-rapat di dalam hatinya, tidak disangka sekarang ada orang asing yang tiba-tiba mengatakannya.

orang bertopeng itu berkata lagi.

"sejak kecil kau sudah diasuh oleh ketua Ren, ketua perkumpulan pengemis terdahulu yang sudah meninggal dunia, tuan Da Bei. sayangnya, bahkan dia pun tidak pernah memberitahukan tentang asal usulmu padamu, lagi pula dia sangat baik terhadapmu."

Raut wajah Xiao Jun tiba-tiba berubah, mukanya yang putih pucat tiba-tiba terdapat semburat warna kemerahan.

"Bagaimana kau bisa tahu akan hal ini?"

"Aku tahu, tentu saja aku tahu."

Nada suara orang bertopeng itu tiba-tiba berubah menjadi aneh.

"Aku juga tahu bahwa orang yang paling kau benci bukanlah aku, melainkan Li Xiao."

"Li Xiao?"

San Xiao Jing Hun Li Jiang Jun, Li Xiao. Tidak ada seorang pun yang mengetahui nama asli dari Da Xiao Jiang jun, bahkan Xiao Jun pun baru kali ini mendengarnya.

"Aku tahu orang yang paling kau benci adalah dia,"

Kata orang bertopeng itu.

"Karena walaupun tuan Da Bei belum pernah menyinggung tentang asal usulmu, tetapi begitu mendengar orang menyebut nama Da Xiao Jiang jun, hatimu langsung tidak tenang. ini adalah kenyataan. Tuan Da Bei mempunyai kebencian yang sangat mendalam kepada Da Xiao Jiang jun, kau juga sama."

Orang bertopeng itu berkata.

"Karena aku tahu tuan Da Bei pasti pernah memberitahumu bahwa orang tuamu mati di tangan orang ini, bahkan mati dengan sangat mengenaskan."

"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"

"Tentu saja aku tahu."

Nada suara orang bertopeng itu semakin aneh.

"Aku tahu banyak tentang hal yang tidak diketahui orang lain, tapi aku juga ada masanya membuat kesalahan."

Dia menghembus nafasnya panjang-panjang, dari suara hembusan nafasnya tersirat penyesalan.

"Aku tidak seharusnya memotong lenganmu,"

Kata orang bertopeng itu "Aku berbuat seperti itu karena aku menganggapmu sebagai orang lain."

Dia tidak membiarkan Xiao Jun membuka mulut.

"sekarang aku sudah tahu salah, karena itu aku tidak hanya akan membayarnya, juga akan memberikan sebuah lengan padamu, juga memberikan satu kali lagi kesempatan."

"Kesempatan apa?"

"Kesempatan untuk membalas dendam."

Orang bertopeng itu berkata.

"Aku akan membiarkanmu membunuh Li Xiao dengan tanganmu sendiri"

Dia berkata dengan yakin dan pasti.

"Bahkan aku berani jamin kau pasti bisa membunuhnya ."

Xiao Jun merapatkan mulutnya lagi, tapi dia sudah tidak dapat menerima semua penjelasannya dengan kepala dingin.

Dia bangkit, lalu duduk kembali, dari duduk lalu bangkit berdiri lagi, lalu mulai berjalan kesana kemari tanpa henti di dalam ruangan di atas perahu itu.

Dia tidak mau menerima budi baik dari orang bertopeng ini, tapi dia juga tidak mau melepaskan kesempatan ini.

Dia tidak akan pernah lupa sewaktu ayah angkatnya, tuan Da Bei, menyinggung tentang Li Xiao, suaranya penuh dengan kebencian dan dendam.

"Bagi orang dunia persilatan, dendam setinggi langit seperti ini baru bisa bersih jika dimandikan dengan darah. Bukan darah musuhi tapi darahnya sendiri"

Xiao Jun akhirnya berhenti lalu berhadapan dengan orang bertopeng itu.

"Mengapa kau mau memberikan kesempatan seperti ini padaku?"

"Karena Li Xiao juga musuhku,"

Kata orang bertopeng itu.

"Aku juga mempunyai saudara yang mati ditangannya."

Nada suaranya tiba-tiba berubah sama seperti sewaktu tuan Da Bei menyinggung tentang Da Xiao JiangJun, penuh dengan kebencian dan dendam.

"Jika kau begitu membencinya, mengapa kau tidak turun tangan sendiri untuk membunuhnya?"

Tanya Xiao Jun .

"Aku hanya menginginkan kematiannya, tidak peduli dia mati di tangan siapa."

Orang bertopeng itu berkata.

"Tidak peduli sekalipun jika dia mati diterkam anjing gila."

Topeng perak itu bersinar di bawah sinar lentera, Xiao Jun tidak bisa melihat wajahnya, tapi dia menyadari bahwa dendam di antara Li Xiao dan dirinya jauh lebih dalam dari yang disangka orang.

"Aku memberikan kesempatan ini padamu karena kesempatanmu lebih bagus dari padaku,"

Kata orang bertopeng itu.

"Mengapa?"

"Karena dia tidak memandang sebelah mata pun pada mu, tidak menganggapmu sama sekali, maka dari itu kau baru bisa memiliki kesempatan."

Orang bertopeng itu berkata.

"Tidak peduli siapa yang ingin membunuhnya, harus berada pada situasi seperti itu baru memiliki kesempatan. Jika tidak, walaupun pendekar harum yang tampan, chu Liu Xiang, muncul juga tidak akan bisa melukainya seujung rambut pun"

Bersambung 08. Jilid-08

"Kalau kau?"

"Aku juga tidak bisa."

Orang bertopeng itu menghela nafasnya.

"Dalam 50 jurus, dia bisa membunuhku dengan goloknya, kalau pun dia tidak menggunakan goloknya, dia bisa memenggal kepalaku dengan tangan kosong ."

Dia bukan orang yang suka merendahkan dirinya, dia bisa mengeluarkan perkataan seperti itu pasti bukan bohong.

"Jadi kau harus bisa membunuhnya dengan satu pukulan"

Kata orang bertopeng itu "Jika tidak kau pasti bakal mati."

Dia berkata dengan sungguh-sungguh.

"Kau harus ingat yang satu ini, begitu ada kesempatan kau harus langsung menyerang, serangan yang langsung bisa merenggut nyawa."

"Tapi apakah benar aku bisa memiliki kesempatan walau sedikit?"

Xiao Jun sangat ingin bertanya, tapi tidak jadi bertanya. Walaupun hanya ada satu kesempatan saja, dia juga harus mencobanya.

"Kesempatanmu sangat bagus,"

Kata orang bertopeng itu.

"Dia mengganggap enteng dan mengabaikan dirimu, ini semua adalah kesempatan yang bagus untukmu, lagi pula dia tidak akan menyangka bahwa kau sudah bertambah satu tangan lagi."

"Aku bertambah satu tangan lagi?"

"Aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan mengembalikan sebelah tanganmu,"

Kata orang bertopeng itu.

"Jadi kau juga harus berjanji padaku untuk membunuhnya dengan tangan ini."

Yang dia berikan kepada Xiao Jun tentu saja bukanlah tangan yang sesungguhnya, yang dia berikan kepada Xiao Jun adalah sebuah jepit baja.

Jepit baja yang dipasang pada bagian bahu dengan kencang bisa menjadi lengan yang bergerak.

Tapi waktu menggunakannya sangat praktis.

orang bertopeng itu memasangkan jepit baja itu di bahu Xiao Jun.

"Karena dagingmu di bagian ini masih belum mati, masih bisa menyalurkan tenaga dalammu dan menggabungkannya. Kau bisa menggunakan alat ini dan menggunakan pedang pendekmu untuk membunuh."

Dia membesarkan hati Xiao Jun.

"Dengan kepandaian serta kekuatanmu, ditambah dengan keahlian yang kau miliki, dalam waktu 2 jam kau pasti sudah bisa menguasainya."

Tangan itu disambungkan dengan menggunakan 6 buah tulang baja yang tipis, jadi sewaktu dimasukkan ke dalam lengan baju, lengan baju itu kelihatannya seperti masih kosong, sama sekali tidak ada apa-apa.

"Asalkan kau sedikit waspada, Li Xiao tidak akan curiga Jadi begitu tangan ini keluar dari lengan bajumu, maka kematiannya sudah tiba."

Xiao Jun tidak ingin menggunakan cara seperti itu untuk membunuh orang.

Tapi orang yang hendak dibunuhnya adalah orang yang tidak bisa tidak dibunuhnya, kesempatan ini mungkin adalah kesempatan satu-satunya yang ia miliki.

Dia sepertinya sudah tidak ada jalan untuk kembali.

Tapi masih ada beberapa hal yang harus dia ketahui.

"siapa kau?"

Xiao Jun bertanya pada orang bertopeng ini.

"Bukankah sekarang sudah waktunya untuk memberitahuku, siapa sebenarnya dirimu?"

"sebenarnya mungkin kau sudah pernah mendengar namaku sebelumnya."

Orang bertopeng ini berkata.

"Akulah Gao Tian Jue." -ooo00000ooo-Kepala Yuan Bao sudah sedikit pusing, lidahnya juga sudah sedikit membesar, sepasang mata yang pada dasarnya tidak bisa dibilang kecil kelihatannya lebih besar dari biasanya, biji matanya yang bergerak juga sudah tidak bercahaya lagi. Untungnya, dia sedang tidak ingin menggerakkan biji matanya, karena dia pada dasarnya hanya ingin melihat satu orang saja. Dalam pandangan matanya, di dunia ini sudah tidak ada orang yang lain dan tidak ada hal lain yang lebih enak dilihat dibandingkan dengan orang ini. Bos besar Tang sejak berumur 13-14 tahun sudah dilirik banyak orang penjudi, pemabuk, dan laki-laki mata keranjang. Dia sudah terbiasa dilihat orang. Tapi sekarang sepertinya dia agak sedikit malu dilihat oleh bocah ini.

"Apa yang kau lihat?"

"Kau."

"Aku sudah nenek-nenek begini, untuk apa kau lihat?"

Yuan Bao sengaja menghela nafasnya.

"Aku sudah menjadi seorang kakek kakek jika tidak melihat nenek-nenek lalu melihat siapa?"

Bos besar Tang sebenarnya tidak ingin tertawa, tapi dia tidak bisa menahan tawanya.

Dia tiba-tiba menyadari betapa manisnya bocah ini.

Ini adalah masalah yang sangat membahayakan.

seorang wanita yang berumur 34 tahun, wanita yang berumur 34 tahun yang selalu kesepian, jika tiba-tiba merasa seorang laki-laki itu manis, tidak peduli laki-laki itu orang yang seperti apa, juga tidak peduli berapa usia laki-laki itu, ini adalah hal yang sangat berbahaya.

Bukan hanya berbahaya, tapi juga menakutkan.

Jika dia sama seperti Gao Tian Jue, yang memiliki sebuah topeng perak, dia pasti akan segera memakaikannya di wajahnya.

Karena dia sudah menyadari bahwa bocah yang manis ini sudah sedikit membahayakan, dia tidak ingin bocah ini tahu bahwa dia menganggapnya manis.

Tapi sayangnya dia tidak punya satu pun, baik topeng perak atau topeng apapun.

Karena itu ketika Yuan Bao menanyakan sesuatu yang lebih berbahaya lagi, kata-kata yang lebih menakutkan, dan tentu saja membuat bos besar Tang kaget setengah mati.

ooo)o(ooo BAB XV DANAU MING DI KEGELAPAN MALAM Tanggal 19 bulan 4, sebelum subuh.....

Angin tenang air tenang, bulan muncul bintang muncul.

sinar lentera justru semakin terang.

Dalam saat yang paling gelap sesaat sebelum menjelang subuh, hanya sinar lentera yang paling terang.

Karena dia membakar diri sendiri Dia membakar diri sendiri untuk menerangi orang lain.

Manusia Juga demikian.

Jika dia terus menyala untuk dirinya sendiri, dalam situasi yang suram, dia akan bercahaya dengan sendirinya.

Gao Tian Jue, ternyata orang ini benar-benar adalah Gao Tian Jue.

Tian Jue Di Mie, bunuh sampai tak tersisa.

orang ini adalah orang misterius yang hanya ada dalam legenda, tetapi orang ini saat ini sedang duduk dihadapannya.

Pada saat Xiao Jun yang yatim piatu itu lahir, Gao Tian Jue sudah menjadi salah satu orang dunia persilatan yang paling menakutkan.

Di antara mereka seharusnya sama sekali tidak ada hubungan apa-apa, tapi sekarang takdir mereka sepertinya telah diikat menjadi satu oleh Suatu alasan yang aneh.

Gao Tian Jue tiba-tiba bertanya kepada Xiao Jun.

"Apakah kau ingin menanggalkan topengku untuk melihat orang yang seperti apa aku ini?"

"sebetulnya aku tadi memang ingin melakukannya."

"Lalu sekarang?"

"sekarang aku sudah tidak ingin lagi."

Xiao Jun berkata.

"Karena aku sudah mengetahui satu hal."

"Hal apa?"

"Walaupun aku tidak bisa melihat wajahmu, tapi kau juga tidak bisa melihat wajahku,"

Kata Xiao Jun.

"Tadi waktu dijalan, kau berjalan sangat lambat karena kau tidak bisa melihat apa pun."

Jika orang lain ingin menggenakan topeng pasti pada topeng itu terdapat dua lubang untuk mata supaya bisa melihat.

Pada topeng perak ini hanya terdapat satu lubang saja, tapi bukan pada bagian mata, melainkan pada bagian mulut.

oleh karena itu dia bisa minum teh tapi tidak bisa melihat.

Hanya orang yang buta saja yang mengenakan topeng seperti itu, orang hebat seperti Gao Tian Jue mengapa bisa berubah menjadi seorang yang buta?

Xiao Jun tidak menanyakan hal itu.

Dia percaya bahwa masalah ini pasti merupakan masa lalu yang menyakitkan bagi Gao Tian Jue.

"Karena aku tidak bisa melihat jadi kau sudah tidak ingin melihatku lagi."

Gao Tian Jue bertanya lagi pada Xiao Jun.

"Apakah menurutmu begitu yang baru bisa disebut adil?"

"Kalau begitu aku akan beritahu lagi, ada satu yang lebih adil lagi,"

Kata Gao Tian Jue.

Xiao Jun tidak lagi bertanya apa-apa.

Dia sudah menyadari bahwa lengan kirinya selalu tertutup dibalik mantel hitam yang dikenakannya, sekali pun tidak pernah dikeluarkannya .

sekarang Gao Tian Jue tiba-tiba mengeluarkannya.

Yang dia keluarkan jUga bukan sebuah tangan, yang dikeluarkannya adalah sebuah jepit baja yang berkilauan diterpa sinar.

"Aku sudah memotong sebelah lenganmu, lenganku ini juga telah dipotong oleh orang lain."

Nada suara Gao Tian Jue membuat siapa pun yang mendengarnya dapat merasakan kepedihan yang sangat mendalam. Bukankah ini juga adil? Xiao Jun tidak menjawab, malah balas bertanya.

"Apakah tampang orang yang memotong lenganmu itu sangat mirip denganku sehingga kau memotong lenganku?"

Gao Tian Jue tiba-tiba tertawa keras.

Tertawa sebenarnya merupakan satu hal yang menyenangkan, tidak hanya membuat diri sendiri senang tapi juga bisa membuat orang lain menjadi senang.

Tapi wajah bawahannya yang berbaju abu-abu itu tiba-tiba mengeluarkan ekspresi yang menakutkan.

Ini karena mereka semua mengetahui bahwa suara tawanya tidak mengandung hal yang menyenangkan, melainkan bencana.

Telapak tangan Xiao Junjuga sampai mengeluarkan keringat dingin.

Hatinya juga tiba-tiba merasakan ketakutan yang sukar untuk dikatakan, bukan karena dia tidak pernah mendengar suara tawa yang seperti itu, melainkan karena dia pernah mendengarnya.

Dia memang pernah mendengarnya.

Pada saat itu, dia jadi teringat akan banyak hal, seperti kenyataan juga seperti mimpi buruk, Apakah benar-benar mimpi, dia juga tidak bisa membedakannya.

saat itu, tawa Gao Tian Jue tiba-tiba terhenti, ekspresi wajah para bawahannya tiba-tiba menjadi kaku, Xiao Jun juga tiba-tiba tersadar dari lamunan masa lalunya.

Di atas perahu itu tidak terjadi perubahan sedikit pun, danau Ming di luar perahu itu juga tetap sunyi dan tenang.

Tapi dalam perasaan mereka, semua yang ada di dunia ini sepertinya tiba-tiba berubah, di dalam hati mereka semua terdapat tekanan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.

Di atas perahu itu tidak ada angin yang bertiup, Gao Tian Jue juga tidak bergerak sama sekali, tetapi mantel hitam yang melekat di tubuhnya tiba-tiba mulai berkibar seperti ombak.

Tutup mangkuk tehnya tiba-tiba melayang setinggi 3 zhi, lalu terdengar suara bo, ternyata tutup itu hancur berkeping-keping di udara.

selanjutnya terdengar suara peng jendela yang tadinya terbuka tiba-tiba menutup dengan sendirinya, kertas jendela yang ditempel di atasnya juga tiba-tiba hancur dan beterbangan di udara lembar demi lembarnya seperti kupu-kupu yang sedang menari.

seperti kupu-kupu yang keluar dari neraka yang tak terhitung banyaknya.

Kecapi yang berada di atas meja kecil di pojok ruangan tiba-tiba berbunyi, tirai jendela juga tiba-tiba bergerak mengeluarkan bunyi seperti bunyi kecapi.

Lalu tiba-tiba ada suara jiang, tujuh senar kecapi putus dan bunyi tiba-tiba berhenti, tirai mutiara di jendela seperti air mata tiba-tiba jatuh ke lantai, kedua orang yang berbaju abu-abu yang tadi berdiri di depanjuga sudah tidak ada.

Haluan di depan sudah tidak ada orang, tidak ada yang tahu mengapa perubahan yang menakutkan ini bisa terjadi.

Hanya Gao Tian Jue yang tahu.

Dia datang.

Gao Tian Jue tiba-tiba menarik nafas dalam-dalam dan berkata dengan terpatah-patah, Dia sudah datang.

-ooo00000ooo-Bos besar Tang membelalakkan matanya yang besar, merapatkan mulutnya, menatap Yuan Bao dengan seksama.

Matanya pada dasarnya memang tidak kecil dan sekarang sepertinya membesar dua kali lipat dari biasanya, mulutnya pada dasarnya tidak lebar dan sekarang sepertinya bisa memasukkan dua buah telur sekaligus.

Bos besar Tang tahun ini sudah berumur 34 tahun, sudah banyak menjumpai berbagai macam kejadian, tapi sekarang seperti seorang gadis kecil berumur 7-8 tahun yang kaget.

Perkataan yang baru saja diucapkan Yuan Bao benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.

"Kau tidak mengatakannya,"

"aku sendiri yang mengira aku mendengarnya, padahal kau tidak mengatakan apa-apa."

"sebenarnya aku sudah mengatakannya."

Yuan Bao membalikkan wajahnya.

"Aku sudah mengatakannya dengan jelas, bahkan mengucapkan setiap katanya dengan jelas. Tapi aku benar-benar tidak mendengarnya."

"Kau mendengarnya."

"Aku tidak mendengarnya"

"Padahal kau benar-benar mendengarnya."

"Aku benar-benar tidak mendengarnya,"

Kata bos besar Tang.

Yuan Bao menatapnya dengan tajam lalu dengan tiba-tiba dia mengatakan lagi kalimat yang tadi diucapkannya dengan suara yang digunakan orang yang hampir mati ketika berteriak minta tolong.

"Aku ingin kau menikah denganku."

Bos besar Tang lagi-lagi terkejut, benar-benar dibuat terkejut setengah mati oleh bocah tengik ini sampai jiwa pun serasa hilang.

"oh, Tuhanku,"

Erangnya.

"oh, Tuhanku."

"Kali ini kau bisa mendengarnya kan?"

Tanya Yuan Bao.

"Apa perlu aku mengatakannya sekali lagi?"

"Aku mohon padamu, tolonglah."

Sudah tidak terlihat lagi tampang seorang bos besar pada diri bos besar Tang "Jika kau mengatakannya sekali lagi maka aku akan terjun ke sungai."

"Mengapa harus terjun ke sungai?"

"Kata-kata yang barusan kau ucapkan bahkan orang tuli di lima sudut jalan yang ada di luar juga bisa mendengarnya dengan jelas."

"Lalu apanya yang tidak baik?"

Yuan Bao membelalakkan matanya.

"Aku tidak pernah takut jika perkataanku sampai didengar oleh orang lain."

"Kau tidak takut tapi aku takut."

"Takut apa?"

Yuan Bao menepuk dadanya dengan sekuat tenaga.

"Ada aku di sini, apa yang kau takutkan?"

Bos besar Tang mengerang lagi, kelihatannya seperti yang ingin segera bersembunyi di bawah meja saja.

"Kau tahu tidak usiaku sudah berapa?"

Dia berkata.

"Aku bisa dikatakan lebih pantas menjadi nenekmu."

Ternyata Yuan Bao segera menganggukkan kepalanya.

"Betul...betul...betul..., kau memang sudah pantas menjadi nenekku, nenekku sendiri tahun ini sudah berusia 101 tahun."

Dia sengaja bertanya padanya.

"Lalu kau?"

"Walau aku tidak setua itu, hanya 30 tahun lebih, paling tidak sudah pantas menjadi ibumu."

"Menjadi ibuku? Ha..ha...ha...ha... Apa maksudnya ha..ha..ha..?"

"Ha..ha.ha., itu artinya aku sudah dibuat jengkel setengah mati olehmu."

Yuan Bao berkata.

"Bahkan kakak perempuan keempatku saja tahun ini sudah berumur 30 tahun lebih, tapi kau malah mau menjadi ibuku, menurutmu apakah kau tidak sedang membuatku jengkel setengah mati?"

"Aku tidak."

"Kalau begitu akan kuberitahu, bahkan kakak perempuan tertuaku saja sudah pantas menjadi ibumu."

Yuan Bao berkata dengan sangat serius.

"satu-satunya yang bisa kau lakukan begitu sampai di rumahku hanyalah menjadi istriku, bahkan tidak bisa tidak menjadi istriku."

Bos besar Tang sebera menutup kedua telinganya dengan tangannya.

"Aku tidak mendengarnya,"

Katanya.

"Kau sama sekali tidak berkata apa pun, aku juga tidak mendengar apa pun."

"Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakannya sekali lagi padamu."

Dia bahkan menggunakan suara yang lebih keras satu kali lipat dibandingkan tadi untuk mengatakannya.

"AKU INGIN KAU........"

Kali ini dia hanya mengatakan setengahnya saja, karena bos besar Tang sudah menghambur ke depan dan membekap mulut Yuan Bao dengan kedua tangan yang tadi digunakannya untuk menutup kedua telinganya.

..tangannya sangat hangat dan lemah.

Dia pun menjadi lemah.

Karena begitu dia menghambur ke depan, Yuan Bao segera mendekapnya, dia ingin melepaskan diri tapi dia tidak bisa.

"Dasar bocah tengiki kau bukan benda yang bagus."

"Aku memang pada dasarnya bukan benda, aku manusia."

Yuan Bao berkata.

"seorang laki-laki dewasa."

"Juga seorang laki-laki dewasa yang kurang ajar, sedikitnya aku lebih tua 10 tahun darimu."

"Kakak iparku yang ketiga dan kelima lebih tua 10 tahun dari kakak perempuanku, jika laki-laki yang berumur 30 tahun bisa memperistri perempuan yang berumur belasan tahun, mengapa perempuan yang berumur 30 tahun tidak bisa menikah dengan lakilaki yang berumur belasan tahun?"

"Kau sudah mabuk."

"Aku tidak mabuk."

"Kau memang sudah mabuk."

"Aku tidak mabuk.....tidak mabuk,...." -ooo00000ooo-Dia siapa? Siapa yang telah datang? Tiba-tiba ada ombak putih yang membelah air danau Ming yang tenang dan jernih. Seorang yang tinggi besar dan berbaju hijau dengan kedua tangannya berada di belakang punggungnya, berdiri di atas sebuah perahu dan bajunya berkibar ditiup angin. Bintang sudah menghilang, bulan pun sudah tenggelam. Sekarang adalah saat dunia yang paling gelap, tidak ada yang bisa melihat dengan jelas wajah dan rupa orang itu, tapi semua orang yang sudah melihatnya pasti merasakan wibawa dan keagungannya. Di atas perahu yang ringan itu tidak ada orang lain, tidak ada yang mengayuh, tidak ada yang mendorong galah, tidak ada yang memegang dayung, dan tidak ada yang mengemudikan. Gao Tian Jue bertanya dengan suara periahan kepada Xiao Jun.

"Kau tahu yang datang itu siapa?"

"Li Xiao"

"Betul, dialah orangnya."

"Li Xiao. San Xiao Jing Hun Li Jiang Jun, Li Xiao."

Xiao Jun tentu saja tahu bahwa Li Xiao adalah Wu Tao, tapi sekarang di tubuh orang ini sama sekali tidak ada bayangan wu Tao sedikitpun.

Dia sudah berubah total menjadi orang lain, karena dia sudah tidak perlu lagi menutupi identitas dirinya.

Perutnya yang besar sudah tidak ada, semua bagian tubuh yang tadinya dipenuhi oleh lemak dan daging sudah lenyap.

Dahinya sudah berubah menjadi lebar dan cerah, muka lusuhnya juga sudah berubah menjadi lebih bercahaya.

"Apakah dia benar pedagang biasa yang dompetnya sudah dicuri orang tapi tidak sadar itu?"

Xiao Jun tidak percaya.

Dia memang tidak pernah percaya bahwa di dunia ini ada ilmu merubah wajah yang begitu luar biasa, juga tidak percaya seseorang bisa berubah dengan begitu menakjubkan.

Tapi sekarang dia sudah tidak bisa tidak percaya.

orang ini adalah orang yang hendak dibunuhnya, tapi pada saat itu justru timbul perasaan kagum dan hormat yang sukar untuk dikatakan, seperti seorang anak muda yang tiba-tiba bertemu dengan pahlawan idolanya.

Xiao Jun sendiri tidak tahu mengapa dirinya bisa memiliki perasaan seperti itu, tapi dia sudah menyadari akan satu hal.

Di dalam hatinya sepertinya akan selalu ada dua orang yang berperang dengan menggunakan dua buah golok yang cepat, tusukan golok itu datang dan pergi serta setiap tusukannya menusuk tepat mengenai dadanya.

oleh karena itu hatinya akan selalu penuh dengan rasa pedih dan sakit.

"Begitu ada kesempatan, kau harus segera bertindak, sekali bertindak harus tepat mengenai sasaran."

Xiao Jun tidak pernah melupakan perintah yang dikatakan Gao Tian Jue.

Tapi begitu kesempatan datang, apakah dia akan bertindak?

Dia sendiri tidak berani menjamin.

Perahu ringan itu mengapung di atas air di danau Ming, sedangkan orangnya sudah berada di atas perahu Gao Tian Jue.

Sesaat tadi jarak antara perahu ringannya dengan perahu Gao Tian Jue sangatlah jauh.

sekarang orang itu sudah berada di dalam perahu dan Xiao Jun akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah dan rupa orang itu.

Garis wajahnya tegas seperti yang terdapat pada ukiran batu giok, dahinya lebar, hidung mancung, mulutnya seperti sedang mengejek,Matanya bersinar tajam, tapi juga muram dan penuh dengan penderitaan.

Postur tubuhnya tegak seperti lembing.

Kehebatannya, kekuatannya, kesabarannya, di muka bumi ini juga sangatlah sukar dicari orang yang kedua seperti dia.

orang yang seperti dia mengapa menunjukkan raut wajah yang begitu suram?

Apakah di dalam hatinya juga sama dengan Xiao Jun, penuh dengan kepedihan dan penderitaan?

Gao Tian Jue sama sekali tidak melihat orang ini karena dia tidak bisa melihat apa pun.

Tapi anehnya, sepertinya apa yang dilihatnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.

Yang lebih aneh lagi, orang lain tidak bisa melihat wajah Gao Tian Jue tapi orang ini sepertinya bisa melihatnya.

Mereka berdua saling berhadapan, saling menatap.

seperti yang bisa melihat lawannya satu sama lain.

Topeng perak yang dikenakan Gao Tian Jue mengeluarkan cahaya perak di bawah sinar lentera.

sebuah topeng sebenarnya tidak memiliki perasaan dan juga ekspresi, tapi sekarang sepertinya terlihat ada ekspresi yang tidak akan ada seorang pun yang dapat mengerti selain mereka berdua, bahkan terang dari jepit baja itu sepertinya juga berubah menjadi lidah api yang membakar.

Dari awal wajah Li Jiang Jun memang memiliki ekspresi yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain, tapi ekspresi itu menghilang dengan tiba-tiba seperti yang tiba-tiba mengenakan topeng yang dingin tanpa ekspresi.

"Ternyata memang benar kau orangnya,"

Akhirnya Li Jiang Jun membuka suara.

"Aku sudah tahu cepat atau lambat kau pasti akan menemukanku."

"Kau yang mencariku,"

Balas Gao Tian Jue.

"Aku sama sekali tidak pergi mencarimu. Karena kita sudah bertemu, siapa yang mencari siapa sudah tidak ada bedanya lagi."

"Ada bedanya."

"oh"

"Karena aku tidak mencarimu juga tidak melihatmu,"

Kata Gao Tian Jue.

"Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku sudah tidak ingin bertemu denganmu seumur hidupku."

"Karena itu kau mengenakan topeng yang seperti itu."

"Betul."

"Jika aku memaksa ingin melihatnya?"

Gao Tian Jue tertawa dingin.

"Kau tidak akan bisa melihatnya."

Li Xiao menatapnya dengan dingin, lalu tubuhnya tiba-tiba melesat keluar.

Li Jiang Jun sama sekali tidak memperhatikan Xiao Jun, bahkan tidak memandangnya sekejap mata pun, seperti yang tidak menyadari bahwa di dalam ruangan itu ada orang yang seperti itu hadir.

Xiao Jun sedang memperhatikan mereka berdua dari tadi, memperhatikan perubahan ekspresi pada wajah mereka juga pembicaraan mereka.

Dia sedang menunggu kesempatan datang.

Walaupun dia sendiri masih belum tahu apakah sewaktu kesempatan itu datang dia akan bertindaki atau masih tetap menunggu, Dia tidak memiliki kesempatan.

Li Xiao selalu berdiri diam di sana, tidak ada gerakan apa pun juga tidak ada pertahanan diri Benar-benar seperti orang-orangan yang terbuat dari kayu saja.

Tapi orang dari kayu ini sudah pasti orang-orangan dari kayu yang dipahat dengan sempurna dan sangat indah.

setiap pahatannya sangat tepat di setiap bagiannya.

seluruh tubuhnya tidak ada kekurangan sedikit pun.

Jadi walaupun orang ini tidak bergerak dan tidak ada pertahanan diri, tapi seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah tidak ada kelemahan sedikit pun.

Bergerak berarti tidak bergerak, tidak bergerak berarti bergerak, orang lain tidak bergerak kita tidak bergerak, sekali gerak langsung mengeluarkan jurus yang mematikan.

Inilah yang disebut jurus bertapa.

Walaupun Xiao Jun ingin menyerang, dia juga tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang, tapi dia menyadari satu hal yang aneh.

Antara mereka berdua, di masa lalu pasti tidak hanya kenal tapi kemungkinanjuga merupakan teman dekat, tetapi sepertinya juga terdapat dendam yang tidak terselesaikan di antara mereka berdua.

sebenarnya musuh atau teman?

Tidak ada seorang pun yang tahu.

Di saat itu, Li Jiang Jun yang tadinya tidak bergerak tiba-tiba bergerak.

Tidak ada yang bisa melukiskan gerakan ini.

Gerakannya sangat lamban tapi juga sangat cepat sampai tidak ada orang yang bisa melihatnya dengan jelas, gerakannya sangat canggung tapi indah.

Gao Tian Jue sangat ingin menghabisinya dengan segera, tapi dia sepertinya tidak.

Dia hanya ingin menyingkap topeng perak yang tidak menarik, Indah, misterius, dan juga menakutkan itu.

Gao Tian Jue tidak akan membiarkan Li Xiao mendapatkan keinginannya.

Gao Tian Jue juga bergerak.

Dua orang yang tadinya diam, tiba-tiba serentak bergerak.

Hati Xiao Jun serasa jatuh.

selama ini dia mengira dirinya pasti bisa dihitung sebagai salah satu pendekar tingkat tinggi di dunia persilatan, pendapat orang lain juga pasti sama dengannya.

Tapi sekarang dia baru mengetahui bahwa pemikiran seperti itu sangat menggelikan.

Ilmu silatnya sama sekali tidak layak untuk diperbandingkan dengan ilmu silat kedua orang itu.

Dia tidak pernah mengira di dunia ini ada orang yang bisa melatih ilmu silat seperti mereka.

sekarang dia sudah melihatnya dengan mata kepala sendiri Bagaimana dia bisa bertindaki bagaimana dia bisa mempunyai kesempatan untuk menyerang?

Bayangan orang terus bergerak, api lentera terus membakar.

Tapi masa yang paling gelap sudah lewat, sinar pagi hari sudah mulai menerangi danau besar Ming.

Dua bayangan orang yang beterbangan dan saling mengejar itu tiba-tiba terpisah, Li Jiang Jun tiba-tiba sudah berada di hadapan Xiao Jun dan bergerak secepak kilat menahan lengan kanannya, lengan satu-satunya.

Xiao Jun sama sekali tidak ada niat untuk melawan, hanya mendengar Li Jiang Jun berkata dengan suara rendah.

"Kau tidak bisa diam di tempat ini, cepat kau ikut denganku."

Perkataan ini belum selesai diucapkan, tubuh Xiao Jun sudah meninggalkan tanah, dia sudah terbang keluar mengikuti Li Jiang Jun.

Dia tidak boleh membantah.

Tapi pada saat mereka melesat keluar dari ruangan yang ada di atas perahu itu, dia tiba-tiba melihat suatu kesempatan.

Pada saat itu, sinar pagi tepat menyinari punggung atas Li Jiang Jun.

Punggung belakangnya sangat terbuka, ini adalah pertama kalinya dia memperlihatkan tempatnya yang terbuka kepada orang lain, mungkin ini juga yang terakhir kalinya.

Dia tidak menyangka Xiao Jun akan menyerangnya dan lebih tidak menyangka kalau Xiao Jun sudah bertambah satu lengan lagi.

Xiao Jun tidak berpikir panjang lagi.

Pada waktu dia melihat punggung Li Jiang Jun yang disinari mentari pagi, dia sudah menghunus pedang pendeknya dengan menggunakan jepit baja itu dan menusuk jantung Li Jiang Jun melalui bahu kirinya.

Gerakan ini sama seperti orang yang segera menarik tangannya begitu terkena api, sama sekali tidak menggunakan nalarnya.

orang ini adalah musuhnya dan kesempatan ini adalah kesempatan satusatunya, oleh karena itu dia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.

Pemikiran seperti itu sudah tertera di dalam hatinya, oleh karena itu dia tidak pikir panjang lagi dan langsung menyerang.

Dia akhirnya bisa mengambil kesempatan ini, karena pengalamannya sudah cukup banyak dan reaksinya juga cukup cepat.

Ini didapatkannya dari pengalaman pertempuran yang sulit yang tidak terhitung banyaknya, yang dilatih dari pengalaman pahit yang tidak terhitung banyaknya.

Dia seharusnya puas diri akan tindakannya ini.

Tapi semenjak itu, setiap kali dia mengingat akan hal ini, hatinya pasti akan merasa sakit.

Tusukan pedangnya kali ini, walaupun yang ditusuk sebenarnya adalah Li Jiang Jun, tapi sepertinya pedang itu menusuk ke dadanya sendiri Kilasan cahaya pedang langsung menghilang.

sekujur tubuh Li Jiang Jun seketika terasa sakit.

Pada saat itu, dia sudah membalikkan wajahnya menghadap Xiao Jun dan sinar pagi menyoroti wajahnya.

Pada wajahnya tidak terlihat sama sekali rasa takut menjelang ajal, juga tidak ada perasaan marah karena diliciki, tapi justru penuh dengan kesedihan dan penderitaan.

Xiao Jun sudah melihat wajahnya.

Xiao Jun tidak akan bisa melupakan ekspresi yang terdapatpada wajah Li Jiang Jun.

Ketika darahnya menetes di atas papan, tubuh Li Jiang Jun sudah mendarat di atas air danau dan masuk ke dalam air.

Di atas air danau itu terdapat gelembung-gelembung udara yang setiap gelembungnya terdapat darah Lo Jiang Jun.

sebelum gelembung itu hilang, Xiao Jun sudah mendengar suara tawa Gao Tian Jue.

Dia tentu saja tertawa.

Akhirnya Li Jiang Jun mati dan matinya sesuai dengan apa yang telah direncanakannya, dia pasti sangat puas akan dirinya sendiri Tapi suara tawanya sama sekali tidak terkandung arti menang, tapi tawanya justru penuh dengan penderitaan dan kesedihan.

Ini mengapa lagi?

suara tawa yang sayu dan nyaring seperti itu tidak akan pernah Xiao Jun lupakan seumur hidupnya.

ooo)o(ooo BAB XVI PENGALAMAN BOS BESAR TANG Tangga l9 bulan 4, dini hari.....

sinar mentari pagi baru saja masuk melalui jendela sehingga bos besar Tang dapat melihat wajah Yuan Bao dengan jelas.

Yuan Bao sudah mabuk, dia jatuh tertidur pada saat dia mengatakan.

"Aku tidak mabuk,.."

Waktu tertidur, dia benar-benar kelihatan seperti seorang anak kecil.

Dia pada dasarnya memang seorang anak kecil yang pintar, nakal, manis, dan juga menyebalkan, sama seperti anak laki-laki yang dikenalnya sewaktu dia masih kecil.

Dia memanggilnya kakak kecil dan anak itu memanggilnya adik, bahkan benar-benar menganggapnya adik laki-laki kecil.

sepanjang hari dia membawanya pergi mendaki gunung, memanjat pohon, memarah, orang, berkelahi, menunggang sapi, mengejar anjing, menghela bebeki dan memancing ikan.

semua hal yang tidak dilainkan orang dewasa untuk dilakukan oleh anak-anaki tidak ada yang tidak diajaknya untuk dilakukan.

semua permainan yang dimainkan anak laki-laki, tidak ada yang dia tidak bisa.

Bahkan dirinya sendiri sepertinya lupa bahwa dirinya adalah seorang anak perempuan.

Pada suatu tahun di musim panas, dia lagi-lagi membawanya ke sungai kecil di tengah hutan yang ada di belakang gunung untuk bermain air.

Cuaca hari itu sangat panas danpada saat itu dia mengenakan pakaian dari kain untuk di musim panas.

Air sungai itu sangat jernih.

Kedua anak itu saling menjerit, berteriaki bising dan ribut di dalam air.

Pakaian yang dikenakannya sudah basah seluruhnya.

Pakaiannya pada dasarnya memang sudah tipis dan matahari di siang haridi musim panas menyoroti tepat di tubuhnya.

Tiba-tiba dia menyadari kalau anak itu sudah tidak berteriak dan ribut lagi, tiba-tiba berubah seperti seorang idiot saja, menatapnya dengan sepasang mata yang terbelalak.

Pada saat itu anak itu baru menyadari bahwa dia bukanlah seorang anak laki-laki, bahkan sudah dewasa.

Dia ditatapnya sampai malu.

Dia juga melihat perubahan pada tubuh anak itu, perubahan yang menakutkan, dia ingin lari tetapi kedua kakinya sepertinya tiba-tiba menjadi lemas, sangat lemas.

Hari itu pada waktu mereka pulang ke rumah, hari sudah mulai gelap.

orang-orang di rumah pun semuanya sudah makan malam.

sejak hari itu, walaupun dia masih memanggilnya adik, tapi tidak pernah lagi mengajaknya bermain bersama dengan anak laki-laki yang lain.

sejak hari itu, dia menjadi miliknya seorang.

sampai saat dia hendakpergi mengembara, dia tetap tidak memperbolehkannya untuk pergi bermain dengan anak laki-laki yang lain dan dia ingin dia menunggunya pulang.

Tapi dia tidak pernah kembali.

Pada waktu itu dia baru berumur 17 tahun, tahun ini dia sudah berumur 34 tahun.

selama 17 tahun ini, dia tidak pernah memiliki laki-laki yang lain dan tidak ada laki-laki lain yang bisa menggerakkan hatinya.

Dia tidak pernah menyangka setelah melewati masa 17 tahun yang panjang, ternyata dia bertemu lagi dengan anak laki-laki yang seperti itu, begitu pintar, nakal, manis, dan juga menyebalkan.

Ternyata hatinya bisa juga tergerak.

Tadi saat Yuan Bao memeluk dirinya, dia merasa hangat dan bergejolak sama seperti di senja hari 17 tahun yang lalu itu.

Jika Yuan Bao tidak mabuk dan tertidur, entah apa yang bakal terjadi?

Dia tidak berani memikirkannya.

Mengapa bocah ini sampai melakukan hal seperti itu, mengapa hendak menyakiti orang sampai seperti itu?

Walaupun baru bulan 4, tetapi cuaca sepertinya telah mulai panas, malah panasnya sampai membuat orang tidak tahan.

Dari tadi dia terus mengeluarkan keringat dan sampai sekarang belum berhenti.

Dia tidak bisa terus menunggu sampai bocah itu terbangun dan dia tidak bisa membiarkan bocah itu mendesaknya, menekannya, dan menyakitinya lagi.

seorang perempuan seusia dirinya sudah tidak boleh melakukan hal yang bodoh seperti itu.

Dia dengan diam-diam menenteng sepasang sepatu yang berada di bawah tempat tidur, lalu dengan diam-diam membuka pintu tapi kemudian kembali lagi ke dalam dan menutupi tubuh Yuan Bao dengan selembar selimut, barulah kemudian dengan diam-diam keluar dari kamar.

Di dalam taman yang sunyi dan udara yang dingin dan lembab, ada seseorang yang duduk di atas kursi batu di dalam sebuah beranda panjang yang beratap di depan kamar itu sambil melipat tangan dan mata yang menatap tajam padanya.

"Xiao Cai."

Bos besar Tang sangat terkejut.

"Mengapa kau duduk di sini? Mengapa sampai sekarang masih belum tidur?"

Xiao Cai tidak mempedulikan dirinya, kedua matanya yang besar itu menatap sepasang sepatu yang ditenteng itu tanpa berkedip sedikit pun.

Bos besar Tang tiba-tiba mengerti apa yang ada dalam benak Xiao cai.

Gadis kecil ini sudah mulai dewasa, sudah mulai belajar berpikir yang tidak-tidak, malah masalah yang seharusnya tidak boleh dipikirkan malah semakin dipikir, bahkan berpikirnya sampai ke tempat yang jauh.

Dia tahu bahwa gadis kecil ini pasti berpikiran ke sana tetapi dia sendiri tidak punya akal untuk menjelaskannya.

Jika seorang perempuan berada di dalam kamar seorang laki-laki sepanjang malam dan setelah matahari terbit baru menampakkan ujung kepalanya sambil menenteng sepasang sepatu, bahkan berbau aroma arak.

Dia bisa membiarkan orang lain berpikiran seperti itu?

Dia bisa berbuat apa?

"Cepat pergi ke kamarmu dan tidur."

Dia hanya bisa menyembunyikan wajahnya dan berkata dengan suara yang tenang kepadanya.

"Kau seharusnya sudah tidur sejak tadi."

"Benar, aku memang seharusnya sudah kembali ke kamar dan tidur, tapi kau?"

Xiao Cai menatap tajam padanya sambil berkata.

"Mengapa kau semalam tidak kembali ke kamarmu?"

Bos besar Tang lagi-lagi tidak bisa berkata apa-apa. Xiao Cai tertawa dingin.

"Aku sarankan lebih baik kau segera mengenakan sepatumu, berjalan dengan kaki telanjang bisa membuat kakimu kedinginan."

Selesai mengucapkan kalimat itu, Xiao Cai segera bangkit berdiri dan pergi tanpa menoleh lagi, seperti yang tidak sudi melihatnya lagi.

Bos besar Tang berdiri terpaku di atas lantai batu yang dingin seperti es yang dinginnya terasa dari telapak kaki sampai ke dalam jantung.

Dia sama sekali tidak bersalah, sedikit pun tidak bersalah, tetapi dia tahu bahwa dia telah menyakiti hati gadis kecil itu.

Dia mengeluh di dalam hatinya dan bersiap untuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba dia menyadari bahwa di dalam taman itu telah ada satu orang lagi yang sedang menatapnya dan sedang duduk di kursi batu yang jadi diduduki oleh Xiao Cai yang menatapnya sambil melipat tangannya.

Yang tidak sama adalah orang ini Sama sekali bukan seorang gadis kecil, melainkan seorang kakek tua.

seorang kakek tua yang sangat aneh dan misterius.

Bos besar Tang tidak mengenal kakek tua itu, dia juga tidak pernah menjumpai seorang kakek tua yang seaneh dia, bahkan dirinya sendiri tidak pernah menduga bakal bertemu dengan orang yang seperti itu.

Kakek tua ini tidak hanya kelihatan sangat tua, tapi juga sangat kecil, ada beberapa tempat yang kelihatannya jauh lebih tua jika dibandingkan dengan orang lain, ada beberapa tempat juga yang kelihatannya jauh lebih kecil dari orang mana pun.

Rambut di kepalanya sudah hampir habis, hanya tersisa beberapa helai rambut putih saja yang masih bertengger di atas kepalanya seperti yang ditempelkan dengan lem sehingga sepertinya jika ada angin kencang yang bertiup pun tidak akan dapat menggoyahkannya.

Giginya juga hampir habis, dua baris gigi dari atas, bawahi kiri,dan kanan hampir semuanya habis, hanya tersisa sebuah gigi seri saja, tetapi gigi ini tidak sama seperti gigi kakek tua lainnya yang begitu kuning dan kotor.

Giginya ini ternyata sangat putih dan bersih bahkan putihnya sampai bersinar.

Dia sebenarnya sudah amat sangat tua, tetapi kulit wajahnya seperti kulit bayi saja layaknya, putih kemerah-merahan dan lembut seperti tou fu (tahu, makanan yang dibuat dari kacang kedelai).

Pakaian yang dipakainya ternyata pakaian yang berwarna merah keemasan yang umumnya dikenakan oleh pemuda-pemuda dari keluarga kaya.

Apakah menurutmu kakek tua yang seperti ini tidak aneh?

Bos besar Tang hampir saja menyemburkan tawanya.

Dia tidak jadi tertawa karena di sekitar taman ini depan, belakang, kiri, dan kanan, memang pada dasarnya tidak ada orang yang seperti ini.

Tapi sekarang justru ada orang yang seperti itu sedang duduk di hadapannya sambil menatap dirinya dengan tatapan kagum, mimiknya sama seperti laki-laki yang berumur 30-40 tahun ketika sedang memandanginya.

Untungnya bos besar Tang memiliki pembawaan yang tenang, walaupun sepasang kakinya tidak mengenakan sepatu dia tetap tenang, oleh karena itu dia masih bisa menganggukkan kepala padanya sambil tertawa.

"Apa kabar?"

"Aku sangat baik,"

Sahut kakek tua kecil itu.

"Amat sangat baik, luar biasa baik, siapakah namamu (gui Xing) dan ada keperluan apakah hingga datang ke tempat ini?"

"Margaku bukan Gui dan aku datang kemari sama sekali tidak ada keperluan apa-apa,"

Jawab kakek tua itu.

"Aku datang ke tempat ini hanya untuk melakukan sesuatu hal yang tidak ada perlunya sama sekali."

"Hal apa?"

"Coba kau tebak."

Kakek tua itu mengedipkan matanya seperti anak kecil saja.

"Jika kau bisa menebaknya maka aku akan bersujud padamu sebanyak 3600 kali."

Bos besar Tang menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bersujud sebanyak itu pasti akan sangat melelahkan,"

Katanya.

"Aku tidak ingin kau bersujud padaku dan aku juga tidak bisa menebak apa maksud tujuanmu datang ke tempat ini."

"Tentu saja kau tidak bisa menebaknya,"

Kata kakek tua itu sambil tertawa keras.

"Kau tidak akan bisa menebaknya seumur hidupmu."

"Kalau begitu mengapa tidak kau sendiri yang mengatakannya?"

"Walaupun aku mengatakannya, kau juga pasti tidak akan mempercayainya."

"Coba saja."

"Baiklah, akan kukatakan,"

Jawab kakek tua itu.

"Kedatanganku kemari hanya karena istriku ingin melepaskan pakaianmu dan melihat sendiri tubuhmu."

Bos besar Tang tertawa.

sebenarnya dia seharusnya marah, tetapi dia malah tertawa karena dia belum pernah mendengar hal yang gila dan lucu seperti itu sebelumnya.

Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan mendengar hal yang seperti itu.

Kakek tua itu menghela nafasnya.

"Aku tahu bahwa kau tidak akan percaya, aku sudah menduganya bahwa kau tidak akan mempercayainya."

Pada saat dia menghela nafasnya itu, tubuhnya sudah melayang di udara sambil berguling-guling tanpa henti, seperti seorang anak kecil yang dilemparkan oleh orang dewasa ke udara.

Bos besar Tang bukanlah orang yang mudah untuk dipermainkan.

seorang wanita yang bisa diakui oleh orang banyak sebagai seorang bos besar, tentu saja bukan orang yang mudah untuk dipermainkan.

Dia pernah mempelajari ilmu silat dan ilmu silat yang dipelajarinya bermacam-macam, ada sebagian yang dipelajarinya dengan mengangkat guru dan ada sebagian lagi diberikan oleh para laki-laki demi mendekati dirinya, menjilatnya, menyenangkan dirinya, dan mendapatkan dirinya.

Tinju Bunga Terbang (Fei Hua Juan), sepasang Tapak Terapung (Xuang ping Zhang), ilmu Belalang sembah (Tang Lang Gong), cakar Angin Terbang (Fei Feng Zhi), Tapak Menangkap Besar dan Kecil (Da Xiao Qin Zhang), 36 jurus tinju (36 Lu Zhang Juan), 72 jurus tendangan (72 Lu Tan Jiao),........

Ilmu silat yang dikuasainya paling sedikit ada 30-40 macam, tapi di hadapan kakek tua ini tidak ada satu pun yang bisa dikeluarkannya.

Di udara masih ada orang yang sedang bergulingguling, tapi sudah bukan kakek tua itu melainkan bos besar Tang.

Dia sendiri tidak mengerti bagaimana sampai bisa terlempar ke udara dan berguling-guling.

Dia benar-benar tidak tahu.

Dia hanya tahu begitu tubuh kakek tua itu menyentuh tanah, dia langsung terlempar ke udara.

Lalu dia mulai berguling-guling tanpa henti di tengah udara kosong di kegelapan subuh.

Kemudian dia tidak sadarkan diri Pada saat itu Yuan Bao sudah sadar dari mabuknya.

Tadinya dia tertidur seperti sebongkah batu saja layaknya, walaupun ada orang yang melukainya dengan dua tapak tangan dan mematahkan kakinya, dia juga tidak akan terbangun.

Tapi dia tibatiba terbangun dan pada saat dia terbangun, matahari sudah bersinar tepat dijendela kamar di hadapannya.

Yuan Bao mengeluarkan suara erangan dan segera menarik selimut untuk menutupi wajahnya, jika terlambat sedikit saja matanya sepertinya bisa menjadi buta oleh sinar mentari yang terik itu dan kepalanya serasa terbelah menjadi dua bagian.

seorang yang mabuk karena arak begitu tersadar untuk pertama kalinya dan berada dalam ruangan yang penuh dengan sinar matahari, sepertinya akan merasa seperti itu.

Tapi tidak lama kemudian, Yuan Bao perlahan-lahan mengeluarkan kepalanya dari balik selimut.

Karena sebelum matanya tertutup karena silau tadi, dia sepertinya melihat ada seseorang dalam ruangan itu.

seseorang yang pasti bukan bawahan bos besar Tang.

Dia tidak salah lihat.

orang ini mengenakan pakaian serba hitam dan mengenakan sebuah topeng perak, walaupun seluruh ruangan dipenuhi oleh sinar mentari tapi orang ini seperti bagaikan bayangan hantu di malam hari.

Yuan Bao tertawa.

selama ini dia tidak pernah takut pada orang yang menakutkan, semakin menakutkan orang itu, dia semakin tidak takut.

"Muka aneh yang terpasang di wajahmu benar-benar menarik,"

Kata Yuan Bao.

"Bisakah kau pinjamkan pada ku selama 2 hari sehingga bisa kupakai untuk menakut-nakuti orang?"

"Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menakutimu,"

Gaya bicara orang ini sangat lembut.

"Aku sudah tahu, semenjak kecil kau memang sudah memiliki keberanian yang sangat besar."

"Kau tahu siapa aku?"

"Aku tahu."

Yuan Bao tertawa lagi.

"Untung saja aku tahu siapa dirimu, kalau tidak, aku yang rugi dong."

"siapa aku?"

"Kau adalah Gao Tian Jue,"

Kata Yuan Bao.

"orang yang membuat semua persendianku kaku dan seluruh badanku gemetaran, lalu setelah itu membawaku ke tempat ini."

"Benar,"

Gao Tian Jue sama sekali tidak menyangkalnya.

"Akulah orangnya."

"Jika kau sudah tahu siapa diriku, kau masih berani berbuat seperti itu padaku?"

Yuan Bao tiba-tiba berubah menjadi galak.

"Apakah kau tidak takut kalau keluargaku akan mencarimu untuk membalas dendam?"

"Mereka tidak akan mencariku."

"Mengapa?"

"Karena mereka tahu bahwa aku tidak bermaksud jahat padamu,"

Jawab Gao Tian Jue.

"Aku rasa kau sendiri pasti mengerti."

"sayangnya aku tidak mengerti sedikit pun."

"orang-orang seperti kami adalah orang yang selamanya tidak akan bisa melihat terang, bahkan seharusnya sudah mati dari dulu."

Gao Tian Jue berkata.

"orang-orang seperti kami ini akan selamanya membawa benci dan dendam dalam tubuh."

Walaupun suaranya tetap lembut tetapi nada bicaranya membuat orang yang mendengarnya merinding sampai ke tulang, suatu hal yang menguntungkan.

"karena kami selalu membawa pembunuhan, bau darah, dan bencana."

"siapa pun yang berjumpa dengan orang seperti kami pasti bukanlah....."

"Kami?"

Tanya Yuan Bao.

"Kalian itu siapa?"

"Mungkin kami tidak bisa dihitung sebagai manusia, hanya saja roh kami masih belum menjadi roh yang jahat,"

Kata Gao Tian Jue.

"oleh karena itu aku tidak ingin kau juga masuk ke dalam perselisihan dan dendam kami."

"Jadi maksudmu, kau tidak menginginkan aku turut campur dalam urusan kalian?"

"Benar,"

Jawab Gao Tian Jue.

"Karena jati dirimu tidaklah sama dengan kami, makanya aku membawamu ke tempat ini."

"Jika tidak, kepalaku ini pasti sudah sejak semula kau penggal."

"Aku tidak akan memenggal kepalamu,"

Kata Gao Tian Jue dengan dingin "jika ingin membunuh orang tidak selalu harus dengan memenggal kepalanya, ada banyak cara untuk membunuh orang dan ini adalah cara yang paling bodoh.

Cara apa yang biasa kau pakai untuk membunuh orang?"

"Cara yang paling menyakitkan."

"Cara yang paling menyakitkan?"

Tanya Yuan Bao.

"Yang membuat orang lain menderita atau yang membuat diri sendiri menderita?"

Gao Tian Jue tiba-tiba terdiam.

"Cara itu tidak baik,"

Sahut Yuan Bao lagi.

"Karena orang yang ingin kau bunuh sudah mati sehingga tidak akan menderita, yang menderita tentunya adalah kau sendiri karena hanya orang yang masih hidup saja yang bisa merasakan penderitaan. Bersambung-09 Jilid-09 Gao Tian Jue tidak mengeluarkan suara juga tidak bergerak, tetapi mantel yang dikenakannya berkibar seperti ombak di pantai yang ditiup oleh angin. Yuan Bao berkata lagi.

"Ada suatu hari aku merasa sangat bahagia, seperti layaknya ada sebuah bapau berisi daging yang tibatiba jatuh dari langit dan langsung masuk ke dalam mulutku, benarbenar bahagia yang tak terlukiskan."

Dia berkata.

"Oleh karena itu orang yang bersamaku pada hari itu juga ikut merasa bahagia yang amat sangat."

Dia menghela nafas.

"Penderitaan juga demikian, kau membuat orang lain menderita, diri sendiri juga tentu tidak akan merasa nyaman."

Sebelum perkataan ini selesai diucapkan, sudah ada sebuah tangan yang mencekik tenggorokkannya .

Pada saat itu bos besar Tang sudah siuman.

Di saat dia siuman, dia sama sekali tidak melihat sinar matahari.

Tetapi dia pun sama dengan Yuan Bao, berharap dirinya tidak pernah siuman, berharap dirinya lebih baik mati saja.

ooo)O(ooo BAB XVII UCAPAN SELAMAT Tanggal 19 bulan 4.

Bos besar Tang sudah siuman dan sudah membuka matanya, tetapi yang ada di hadapannya hanyalah kegelapan, tidak terlihat apa pun, tidak ada bedanya dengan sewaktu dia menutup matanya.

Dia sudah tidak sadarkan diri berapa lama?

sekarang ini jam berapa?

Tempat apa ini?

Untuk apa kakek tua yang aneh itu membawanya ke tempat ini?

Dia sama sekali tidak tahu.

Dia hanya tahu bahwa jalan darah utamanya sudah ditotok orang dengan menggunakan ilmu yang tidak lazim, walaupun tidak sampai melukai pembuluh darahnya tetapi tetap saja membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.

Jika kakek tua itu lebih muda sedikit, dia pasti langsung bisa menduga apa yang hendak dilakukan kakek tua itu terhadapnya, pasti langsung terpikirkan akan hal itu.

Tetapi kakek tua itu sudah terlalu tua bahkan tuanya sampai bisa membuat dirinya menghibur diri sendiri.

Dia tidak mungkin berbuat hal seperti itu, dia tidak akan tertarik dengan wanita seperti diriku ini karena dia pasti tidak akan tahan.

Walaupun kakek tua itu benar sedang mencari wanita, pasti akan mencari gadis kecil yang masih polos.

Dia terus menghibur dirinya seperti itu dan ada kalanya pemikiran yang seperti itu membuatnya merasa jijik, Untung sekali dia masih bisa mendengar.

Tidak lama setelah dia siuman, dia mendengar suara dua orang sedang berbicara.

orang yang pertama adalah seorang wanita, tenggorokannya pasti panjang dan kecil sehingga suaranya tinggi seperti menganggap orang lain semuanya tuli.

orang yang kedua bicaranya sangat lambat dan anehi benarbenar kakek tua yang menakutkan itu.

"Apakah kau sudah membawa pulang perempuan itu?"

"Tentu saja aku sudah membawanya pulang,"

Kata kakek tua itu.

"Tugas yang kau perintahkan untuk kukerjakan tentu saja harus berhasil dan barang langsung sampai ke tangan."

"Aku tahu kau paling senang mengerjakan tugas seperti ini."

Suara wanita itu semakin tinggi.

"dasar kau pantat tua, setan tua mata keranjang. siapa yang suka melakukan pekerjaan seperti ini, kau yang menyuruhku pergi untuk melakukannya.Jika orang lain yang meminta, walaupun bersujud memohon padaku pun aku tidak akan mau."

"Pantat ibumu sudah mendapat keuntungan besar masih saja pamer."

"siapa yang dapat untung?"

"Kau, aku sudah menduga kau pasti sudah menyentuhnya."

Lalu terdengar 'plak' suara kakek tua itu ditampar dan dia berkata dengan suara keras.

"Aku tidak bersalah... aku tidak bersalah....."

"Kau masih berani bilang begitu? Kau berani bilang bahwa kau tidak pernah menyentuhnya?"

"Hanya bajingan yang berani menyentuhnya."

"Kau memang pada dasarnya seorang bajingan, dasar bajingan tua"

"Kalau aku seorang bajingan,"

"lalu kau apa?"

"Cepat kau menyingkir jauh dari sini, semakin jauh semakin baik, sebelum aku memanggilmu kembali kau tidak boleh kembali."

"Baiklah."

Kakek tua itu menghela nafasnya dan berkata sendiri dengan menggerutu.

"sudah hidup selama 70-80 tahun tapi masih saja cemburuan seperti seorang gadis kecil, coba katakan bingung atau tidak?"

Suara kakek tua itu tiba-tiba menjauh seperti yang takut ditampar lagi.

sekarang dia bisa merasakan bahwa wanita yang bersuara tinggi itu dan kakek tua itu pasti adalah sepasang suami istri.

saat ini yang laki-laki sudah pergi, yang tinggal hanya yang wanita yang bahkan sudah berusia 70-80 tahun.

Apa yang bisa dilakukan seorang nenek yang sudah setua itu terhadapnya?

situasi yang sekarang jauh lebih baik dari situasi yang dibayangankannya semula.

Pada saat dia mulai merasa bahwa dirinya bisa merasa tenang, tiba-tiba lentera menyala dengan terang.

Begitu lentera menyala, ruangan yang tadinya dipenuhi kegelapan tiba-tiba menjadi terang benderang, tentu saja mata siapa pun tidak ada yang tahan.

Bos besar Tang mengejap-ngejapkan matanya, sebentar membuka matanya dan sebentar menutup matanya, tapi tetap saja tidak bisa melihat apa pun dengan jelas, hanya bisa melihat beberapa buah lentera yang jauh lebih terang dari lentera yang ada di rumah judinya.

Semuanya tergantung di atas tiang-tiang penyangga atap di atas kepalanya, semua lenteranya menyoroti dirinya sehingga bagian yang lainnya tetap saja gelap.

Dia melindungi matanya sedikit dari sinar lentera yang terang dengan menggunakan bulu matanya dan melihat dari balik bulu matanya, tetapi hanya bisa melihat sebuah bayangan seseorang.

orang ini memang benar seorang perempuan dan sepertinya orangnya sangat kurus dan tinggi.

sebenarnya bos besar Tang bukan benar-benar melihat perempuan ini tetapi hanya melihat pakaian yang dikenakannya saja.

sehelai rok panjang berwama putih yang indah yang sebenarnya tidak pantas dipakai di tubuh seorang nenek tua yang telah berusia 70-80 tahun.

Hanya dengan melihat pakaian ini, bos besar Tang bisa merasakan bahwa orang ini pasti jauh lebih tinggi dari semua yang pernah dilihat oleh bos besar Tang.

Karena pakaian yang dikenakannya jauh lebih panjang dari yang pernah dilihatnya dikenakan oleh orang lain, bahkan sangat sempit.

Pakaian yang dikenakan oleh bos besar Tang pada saat berusia 13 tahun saja jauh lebih lebar dari ini.

Wanita yang seperti apa yang bisa mengenakan pakaian seperti itu, dia sendiri benar-benar tidak bisa membayangkannya.

Wanita ini juga sedang memperhatikannya, bahkan memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan seksama.

setelah melihatnya lama, barulah bertanya padanya dengan menggunakan suaranya yang tinggi dan melengking itu.

"Apa margamu? Siapa namamu? Berapa usiamu tahun ini? Apakah kau sendiri yang membuka rumah judi Ru Yi Du fang itu?"

Bos besar Tang menolak untuk menjawab. Wanita ini tidak punya hak untuk bertanya padanya dan dirinya pun tidak harus menjawabnya . Dia malah balas bertanya.

"Apa margamu? Siapa namamu? Berapa usiamu tahun ini? Mengapa bukan kau yang teriebih dulu memberitahukannya padaku?"

"Aku bisa mengatakannya padamu,"

Kata wanita ini.

"Margaku Lei, orang-orang memanggilku nona besar Lei."

"Kalau begitu aku juga bisa mengatakannya padamu, margaku Tang, semua orang memanggilku bos besar Tang."

"Berapa usiamu tahun ini?"

"Apakah kau sendiri sudah memberitahuku berapa usiamu tahun ini?"

"Belum."

"Kalau begitu mengapa aku harus mengatakannya padamu?"

"Kau boleh tidak memberitahuku, benar-benar boleh,"

Kata nona besar Lei dengan dingin.

"Aku suka akan sifatmu yang satu ini, sifat yang tidak mau rugi sampai mati, karena sifatku juga sama demikian."

"Baguslah kalau begitu."

"Tapi sayangnya, antara kau dan aku masih ada yang tidak sama."

"Di mananya?"

Nona besar Lei tidak berkata lebih lanjut tapi justru mengeluarkan sebelah tangannya danplak memberikan sebuah tamparan kepada bos besar Tang.

Gerakan pada saat dia mengeluarkan tangannya sangatlah lambat, tapi sebelum bos besar Tang dapat melihat dengan jelas tangan itu seperti apa, pada wajahnya telah mendarat sebuah telapak tangan dan tangan pun sudah ditarik kembali.

Tamparan ini datangnya sangat cepat.

"Aku bisa memukulmu, tapi kau justru tidak bisa memukulku. inilah perbedaan yang ada di antara kita."

Nona besar Lei berkata.

"Apakah sekarang kau sudah mengerti?"

Bos besar Tang menutup mulutnya.

"Aku tidak hanya bisa menamparmu, tapi juga bisa melakukan banyak hal yang lain,"

Kata nona besar Lei lagi.

"Hal apa pun yang terpikirkan olehmu, aku juga sama bisa melakukan semuanya."

Dia berkata dengan sombong.

"Bahkan hal yang tidak terpikirkan olehmu pun bisa kulakukan."

Hati bos besar Tang semakin tenggelam.

Dia sadar bahwa perkataan nona besar Lei ini bukan untuk menakuti orang.

Persoalan yang timbul di antara perempuan biasanya lebih menakutkan daripada laki-laki.

Dia sudah terpikirkan hal-hal yang menakutkan.

Nona besar Lei menghela nafasnya.

"Aku percaya sekarang kau sudah mengerti sepenuhnya apa maksudku."

Dia bertanya.

"Apakah sekarang kau bisa memberitahukanku siapa namamu sebenarnya?"

"Tang Lan Fang."

"Berapa usiamu?"

"34 tahun."

"Hanya 34 tahun? Baguslah, masih terhitung seorang gadis kecil, masih sepadan."

Seorang perempuan berusia 34 tahun masih dikatakan seorang gadis kecil, lalu berapa usia nona besar Lei ini?

Bos besar Tang benar-benar ingin melihat wajahnya, ingin tahu seperti apa tampang orang ini.

"Usiamu tidak terlalu tua, tampang juga lumayan, walaupun sifatnya tidak begitu baik, tapi juga tidak bisa dikatakan jelek."

Nada bicara nona besar Lei tiba-tiba berubah menjadi hangat.

"sejujurnya, aku sudah sangat puas terhadapmu, hanya saja aku tetap ingin melihatmu secara pribadi."

"Melihatku secara pribadi?"

Jerit Tang Lan Fang.

"Mengapa kau ingin melihatku secara pribadi?"

Dia tiba-tiba berteriak karena dia tiba-tiba teringat akan satu hal yang lebih menakutkan dari hal apa pun. Dia tiba-tiba teringat akan perkataan kakek tua tadi.

"Kau pasti tidak akan percaya pada apapun yang aku katakan, aku datang kemari hanya karena istriku ingin melepaskan pakaianmu, melihat sendiri tubuhmu."

Pada saat itu dia merasa sangat geli, bahkan sampai mengeluarkan tawa, karena dia belum pernah mendengar hal yang gila seperti itu.

sekarang tawanya tidak bisa keluar.

Pada saat itu dia memang tidak percaya bahwa kakek tua itu berkata yang sebenarnya.

sekarang dia percaya.

Tangan nona besar Lei terjulur lagi, tapi kali ini bukan untuk menamparnya tetapi untuk melucuti pakaiannya.

semua pakaian yang dikenakan oleh bos besar Tang dibuat oleh penjahit ternama, tidak hanya mahal, juga sangat pas di badan, bahkan ada ciri khas tertentu.

Kancing pakaiannya dibuat khusus.

Walaupun dia tidak bisa bergerak, orang lain juga sukar untuk melepaskan pakaiannya.

Ini bukan karena banyak laki-laki yang sering melepaskan pakaiannya, bahkan walaupun ada yang dalam hatinya ingin berbuat demikian juga tidak akan berani benar-benar melakukannya .

Ini hanyalah kebiasaannya saja.

Dia selalu berpendapat bahwa kancing baju pada pakaian seorang perempuan sama seperti pos penjagaan di garis depan, jika bisa menjaga sedikit lebih ketat maka harus menjaga sedikit lebih ketat.

Tapi sekarang penjagaan di garis depan ini dengan segera bisa diatasi, dalam sekejap telah diatasi oleh jari-jari nona besar Lei.

Bos besar Tang belum pernah melihat jari tangan orang secekatan jari tangan nona besar Lei.

Tangan Gao Tian Jue dingin seperti es seperti jepit baja yang terpasang pada lengannya yang putus.

Siapa pun yang tenggorokannya dicekik oleh tangan seperti itu, jika tidak mati karena kaget tentunya kaget setengah mati.

Tetapi sama sekali tidak tersirat ketakutan sedikit pun di wajah Yuan Bao, malah sebaliknya memandangi Gao Tian Jue dengan sinar mata yang gembira, bahkan menghela nafas dan menggelengkan kepalanya sambil berkata.

"Kau benar-benar orang yang patut dikasihani, aku benar-benar merasa kasihan padamu."

Dia malah masih bisa mengasihani orang lain, seperti yang tidak tahu bahwa orang yang patut dikasihani ini setiap saat bisa membuat tenggorokannya putus.

"Kau kasihan padaku?"

Gao Tian Jue tidak dapat menahan dirinya untuk bertanya.

"Mengapa merasa kasihan padaku?"

"Karena kemungkinan besar hidupmu sudah tidak lama lagi."

Nyawanya sendiri berada di tangan orang lain, malah mengatakan bahwa hidup orang itu sudah tidak lama lagi, bahkan nada bicaranya sangat serius.

Gao Tian Jue yang sudah malang melintang di dunia persilatan selama 20-30 tahun, belum pernah menjumpai orang seperti ini.

"Yang hidupnya tidak lama lagi itu kau atau aku?"

Tanyanya pada Yuan Bao.

"Tentu saja kau."

"Mengapa hidupku tidak akan lama lagi?"

"Karena kau sakit, kata Yuan Bao. Bahkan sakitnya sangat parah."

"oh?"

"Jika aku adalah kau, pasti sudah dari tadi pulang ke rumah dan minum semangkuk besar sup. menggunakan selimut 2-3 lembar, dan tidur nyenyak selama 3 hari,"

Kata Yuan Bao dengan sungguhsungguh .

"Jika kau mendengarkanku dan melakukan apa yang tadi kukatakan, mungkin masih bisa tertolong."

Gao Tian Jue sepertinya sudah cukup mendengar perkataan Yuan Bao, bola mata Yuan Bao berputar-putar lalu dengan tiba-tiba menangkap tangannya.

"Coba kau raba betapa dinginnya tanganmu, benar-benar lebih dingin daripada tangan orang mati."

Dia lagi-lagi menghela nafas.

"Makanya aku sarankan kau dengarkan baik-baik perkataanku dan cepatlah pulang."

Tangan Gao Tian Jue dingin seperti es sampai ke tulang. Dia menggunakan kedua belah tangannya untuk menahan tangan Gao Tian Jue dan berkata dengan lembut.

"orang sepertimu harus baik-baik menjaga diri, jika diri sendiri tidak bisa menjaga diri dengan baik, siapa lagi yang akan menjagamu?Jika kau mati, mungkin orang yang bakal meneteskan air mata pun tidak ada."

Dia tidak tertawa.

Perkataan ini sepertinya benar-benar keluar dari lubuk hatinya yang terdalam.

Dia berharap Gao Tian Jue merasa terharu.

Dia terkadang ingin membuat orang lain merasa terharu karena dia juga sering dibuat terharu oleh orang lain.

sepertinya susah mencari orang yang kedua yang mudah terharu seperti dirinya.

Gao Tian Jue sama sekali tidak ada reaksi sedikit pun, tetapi dia juga tidak melepaskan tangannya dari tangan Yuan Bao.

Ini saja sudah reaksi yang sangat aneh.

Jika ada orang lain yang berkata seperti itu dihadapannya, lidah orang itu pasti sudah dipotongnya .Jika ada orang yang berani menyentuh tangannya, seluruh tubuh orang itu pasti sudah tidak ada lagi tulang yang utuh.

Yuan Bao sudah menunggu lama tetapi tetap tidak melihat tampang yang terharu sedikit saja dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk mencoba bertanya.

"Apakah kau mendengar perkataanku?"

"Aku mendengarnya,"

Gao Tian Jue ternyata menjawabnya.

"Aku mendengarkan setiap katanya dengan jelas."

"Apa kau sudah bersiap-siap untuk pulang?"

"Tidak."

"Lalu kau bersiap-siap untuk apa?"

"Bersiap-siap untuk membunuhmu,"

Kata Gao Tian Jue dengan dingin.

"Pertama-tama kupotong dulu lidahmu, lalu kuputuskan tanganmu, kemudian baru membunuhmu untuk dijadikan makanan anjing."

"Mengapa?"

Yuan Bao sepertinya sangat heran.

"Aku begitu baik padamu, mengapa kau ingin membunuhku?"

"Karena aku tahu tidak ada satu pun perkataanmu yang sungguhsungguh,"

Kata Gao Tian Jue sambil tertawa dingin.

"Kau hanya memanfaatkan kata-kata seperti itu untuk membuatku terharu sehingga melepaskanmu pergi."

Yuan Bao sama sekali tidak ada niat untuk membantahnya, hanya menghela nafas dan tertawa pahit sambi berkata.

"Kelihatannya tidak mudah untuk membohongimu."

"Kau mengakuinya?"

"Jika tidak bisa membohongimu, mau tidak mengaku pun tidak bisa,"

Kata Yuan Bao.

"Bunuhlah aku."

"Aku memang pada dasarnya ingin membunuhmu."

"Kau sudah menyiapkan cara apa untuk membunuhku?"

Tanya Yuan Bao.

"Bisakah membunuhku dengan menggunakan tangan ini?"

Tangannya masih menahan tangan Gao Tian Jue, lalu tiba-tiba dia mencium tangan yang dingin seperti es itu dengan lembut dan hangat.

"Kata orang, tahanan hukuman mati di dalam penjara boleh mengajukan permintaan terakhir sebelum dia dipenggal,"

Kata Yuan Bao.

"Ini adalah permintaanku yang terakhir, kau harus mengabulkannya padaku."

Setelah berkata begitu, Yuan Bao segera memejamkan matanya menunggu kematiannya.

Bos besar Tang tidak menangis.

Tidak ribut, tidak menjerit, tidak melawan, dan juga tidak menangis.

Karena dia tahu semua itu akan sia-sia saja.

Dia lebih baik mati saja sekalian, jika tidak mati, bisa pingsan juga bagus.

sayangnya, dia tidak hanya tidak mati bahkan sangat sadar.

Jadi dia hanya bisa berbaring di sana membiarkan orang melihatnya, berbaring di bawah sorotan lentera dan membiarkan nona besar Lei yang sama sekali tidak mirip seorang nona itu melihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki sampai puas.

Payudaranya penuh, kakinya panjang dan langsing, seluruh tubuhnya tidak terdapat bekas luka sedikit pun, juga tidak ada kulit yang kelebihan daging, benar-benar tidak ada bedanya dengan sewaktu dia berusia 17 tahun.

Bagi seorang wanita yang berusia 34 tahun untuk menjaga bentuk tubuh seperti itu sangatlah tidak mudah, ini adalah hasil dari latihannya selama bertahun-tahun, ini adalah hal yang paling diperhatikannya.

Di malam di musim semi, selesai Tang Lan Fang mandi, pada waktu mengenakan pakaian di hadapan cermin di malam tanpa ada satu orang pun, pada saat terbuai mimpi di musim semi, dia pasti secara tidak sadar mengingat sesuatu yang tidak boleh diingat, membayangkan ada seseorang yang menyentuh dan meraba tubuhnya yang indah.

sama seperti malam di musim semi 17 tahun yang lalu, seperti pada saat pertama kali dia mempersembahkan dirinya.

Dia benar-benar berpikir demikian, dia percaya ada banyak wanita yang juga akan berpikir demikian.

ooo)o(ooo BAB XVIII RAMBUT PUTIH YANG DISELIPKAN BUNGA MERAH Mereka tidak berani makan ini dan tidak berani makan itu, begitu melihat daging berlemak seperti yang melihat hantu yang hidup saja.

Mereka mati-matian berjuang menjaga postur tubuh mereka, apakah hanya demi untuk dikagumi orang lain?

Tetapi saat ini dia justru ingin sekali mencungkil mata orang yang sedang mengagumi postur tubuhnya ini.

Yang paling membuatnya tidak tahan adalah nona besar Lei ini bukan hanya matanya saja yang tidak berhenti melihat tetapi juga mulutnya tidak berhenti berguman sendiri "Tidak jelek, perawatannya sungguh tidak jelek, sama sekali tidak ada kelebihan lemak, kelihatannya juga tidak ada kelainan apapun.

lagi pula pastinya sanggup melahirkan anaki di kemudian hari pasti akan memiliki banyak keturunan."

Bos besar Tang akhirnya benar-benar sudah tidak tahan lagi, akhirnya tidak dapat menahan untuk berteriak.

"Di antara kita sama sekali tidak ada benci dan dendam, mengapa kau memperlakukanku seperti ini?"

Dia berteriak keras.

"siapa kau sebenarnya? Mau apa sebenarnya? Bisakah kau memberitahukannya padaku?"

Siapa yang bisa menjelaskan kejadian yang tidak masuk akal seperti ini?

siapa pula yang bisa mengerti?

Nona besar Lei tidak hanya tidak menjelaskannya, malah mengatakan perkataan yang makin tidak masuk di akal.

Dia tiba-tiba menggunakan nada suara yang gembira berkata kepada Tang Lan Fang.

"Kuucapkan selamat padamu"

Tanggal 19 bulan 4, sebelum tengah hari......

Yuan Bao sedang menunggu kematiannya, tetapi sesudah menunggu lama tetap saja belum kunjung mati.

Tangan Gao Tian Jue masih tetap ditahan oleh kedua tangannya tetapi tangan yang sedingin es itu perlahan-lahan mulai mengendur.

seperti sebuah gunung es yang berada di tengah laut dingin di kutub utara yang perlahan-lahan mulai mencair.

Jika gunung es saja bisa mencair, apalagi seorang manusia yang memiliki darah dan daging.

Yuan Bao tertawa.

"Aku sudah tahu kalau kau tidak akan tega membunuhku,"

Katanya.

"Mana mungkin kau sampai tega melakukannya pada orang yang semanis diriku ini."

Gao Tian Jue masih tetap tidak bergeming.

Dia orangnya pada dasarnya sudah tidak ada di sini lagi tetapi sudah jatuh ke dalam lubang perangkap yang dalam, rahasia, dan gelap.

seseorang yang mengubah mimpi di masa lalu menjadi sebuah jebakan.

Yuan Bao mengusap-usap tangannya dan menghela nafas.

"Tangan yang sebagus ini sebenarnya bisa melakukan banyak ...banyak.. hal yang bisa membuat orang lain dan dirimu sendiri merasa bahagia, tetapi mengapa kau justru menggunakannya sebagai alat untuk membunuh? "

Dia tiba-tiba bertanya kepada Gao Tian Jue.

"Mengapa kau tidak bisa seperti wanita yang lain, melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh wanita?"

Tangan dan tubuh Gao Tian Jue tiba-tiba berubah menjadi dingin dan kaku.

"Kau tahu aku adalah seorang wanita?"

"Tentu saja aku tahu,"

Kata Yuan Bao.

"sudah dari semula aku tahu."

Gao Tian Jue tiba-tiba mengganti tangannya dan menahan pembuluh nadinya, lalu berkata dengan suara keras.

"Kau sudah tahu kalau aku ini adalah seorang wanita tapi masih berani berbuat seperti itu terhadapku?"

Dia tiba-tiba berubah lagi menjadi orang yang setiap saat bisa membunuh orang, tangannya juga tiba-tiba berubah lagi menjadi alat pembunuh yang setiap saat bisa membunuh orang.

Tapi Yuan Bao tidak takut sedikit pun.

"Justru karena aku tahu bahwa kau sebenarnya adalah seorang wanita maka aku baru memperlakukanmu seperti itu."

Yuan Bao berkata.

"selama ini aku selalu menaruh simpati padamu."

"Kau simpati pada ku?"

Nada suara Gao Tian Jue sudah berubah menjadi berang danparau.

"Kau berani menaruh simpati padaku?"

"Mengapa aku tidak boleh menaruh simpati padamu?"

Yuan Bao berkata.

"Kau tidak memiliki saudara ataupun teman, kau beberapa tahun belakangan ini jauh menderita dan kesepian dibandingkan dengan orang lain."

Dia menghela nafasnya.

"sejujurnya, aku tidak hanya simpati padamu, tetapijuga menyukaimu."

Gao Tian Jue justru seperti orang yang ditusuk oleh pisau, jari tangan yang sedingin es itu sudah menusuk daging Yuan Bao sampai menembus pembuluh darahnya.

"Apa katamu?"

Kata Gao Tian Jue dengan suara keras.

"Apa yang sedang kau katakan?"

"Aku sedang mengatakan bahwa aku menyukaimu."

Yuan Bao sepertinya juga sudah mulai marah.

"Kata siapa aku tidak boleh menyukaimu? siapa yang membuatmu merasa bahwa dirimu sudah tidak pantas untuk disukai oleh orang lain?"

Dia semakin lama semakin marah.

"Apakah kau mengira bahwa aku sedang menebarkan pesonaku? sedang menggodamu?Jika kau berpikir demikian, lebih baik segera saja membunuhku. Jika hari ini kau tidak membunuhku maka kau adalah seorang brengsek."

Siapa yang berani berkata seperti itu dihadapan Gao Tian Jue?

Bahkan Yuan Bao sendiri tahu tidak akan ada yang berani.

oleh karena itu dia menutup lagi matanya bersiap-siap untuk menyambut kematiannya.-"selamat padaku?

Kau sedang menyelamati aku?"

Bos besar Tang tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak keras sampai teng gorokan serasa mau copot. Nona besar Lei tetap berkata dengan nada suara yang gembira.

"Aku sedang menyelamatimu."

Lalu dia mengulangi lagi perkataannya.

"selamat, selamat, selamat berbahagia."

Tang Lan Fang sudah hampir pingsan karena saking marahnya.

"Aku baik-baik saja berada di dalam rumah sendiri lalu tiba-tiba dibawa pergi seenaknya ke tempat ini oleh seorang kakek tua yang kurang ajar, lalu dengan seenaknya dilucuti pakaiannya oleh seorang nenek tua yang kurang ajar, membuatku setengah mati setengah hidup, kau sekarang malah memberiku selamat?"

Dia bertanya sambil mengerang.

"Apakah kalian ini punya kelainan?"

Nona besar Lei ternyata tidak marah.

"Kami tidak mempunyai kelainan, kau juga tidak."

Dia berkata.

"Aku berani jamin sekujur tubuhmu sama sekali tidak ada kelainan apa-apa."

"Aku memang pada dasarnya tidak memiliki kelainan apa-apa."

"Justru karena kau tidak ada kelainan apa-apa aku baru memberimu selamat."

Nona besar Lei berkata.

"Karena kami ingin melihat apakah kau punya kelainan atau tidak, makanya kau kami bawa ke tempat ini."

"Entah ada berapa banyak orang yang ada di atas bumi ini, lalu mengapa kalian tidak memeriksa apakah mereka memiliki kelainan? Mengapa justru memilihku?"

"Karena kau bukan orang lain."Jawaban nona besar Lei semakin hebat."Justru karena kau bukan orang lain, makanya kami memilihmu."

"Aku punya kelainan atau tidak, apa urusannya dengan kalian?"

"Tentu saja ada."

"Di mananya?"

"Karena tuan muda ke-9 kami menyukaimu dan hendak melamarmu menjadi istrinya,"

Kata nona besar Lei.

"oleh karena itu tentu saja kami harus melihatmu dengan seksama, orang yang memiliki kelainan mana mungkin bisa masuk ke dalam keluarga Long kami?"

Tang Lan Fang akhirnya mengerti, tapi tetap saja tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.

"Tuan muda ke-9 kalian itu apakah barang berharga yang hidup (Huo Bao) itu?"

"Bukan Huo Bao, tetapi Yuan Bao,"

Kata nona besar Lei sambil tertawa.

"Yuan Bao yang dikasihi oleh banyak orang."

Wajah bos besar Tang menjadi merah dan panas.

"Dari mana kalian tahu kalau dia hendak melamarku? "

Dia mengeluarkan keberaniannya untuk bertanya.

"Bagaimana kalian bisa tahu?"

"Bagaimana mungkin kami tidak tahu?"

Tawa nona besar Lei semakin senang.

"Apa yang kalian lakukan di dalam kamar kemarin malam, kami sudah mengetahuinya."

Wajah Tang Lan Fang semakin merah dan panas.

Bagaimana mungkin membiarkan orang lain sampai tahu tentang apa yang kemarin malam mereka katakan dan lakukan di dalam kamar itu?

"Kami bukannya suka mencampuri urusan orang lain, kami sudah puluhan tahun tidak turut campur urusan orang lain."

Nona besar Lei berkata "tetapi urusan tuan muda ke-9 kami harus turut campur, bahkan tidak bisa tidak turut campur."

"Mengapa?"

"Karena kami berhutang budi pada ayahnya."

Bos besar Tang mulai marah lagi.

"Di luaran dia ugal-ugalan dan membuai gara-gara, tapi mengapa kalian membiarkannya?"

"Untuk soal yang seperti itu, kami memang tidak pernah turut campur."

Nona besar Lei berkata.

"Untuk yang satu itu bahkan ayahnya sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun kami ingin turut campur pun sama saja tidak bisa berbuat apa-apa."

Nada bicaranya sansat tegas sekali "Asalkan tidak ada yang berbuat sewenang-wenang terhadapnya, apapun yang dilakukannya, kami tidak akan peduli."

"Jika dia berbuat sewenang-wenang kepada orang lain bagaimana?"

"Dia adalah seorang anak yang baik, orangnya baik, hatinyapun baik, bagaimana mungkin dia berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain?"

Dalam nada suara nona besar Lei penuh dengan rasa kasih sayang.

"jika benar dia berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain juga tidak akan jadi masalah."

Dia berbicara semakin tegas.

"Jika dia bisa berbuat sewenangwenang kepada orang lain, kami akan pura-pura tidak tahu dan membiarkan dia berbuat semaunya Jika dia tidak bisa berbuat seperti itu, maka kami akan membantunya."

Bos besar Tang terkejut mendengarnya. Dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana seseorang bisa mengeluarkan perkataan yang tidak masuk di akal seperti itu.

"sekarang aku sudah tahu bahwa kau sama sekali tidak ada kelainan apa pun, sudah cukup layak untuk menikah dengannya, tentu saja aku akan menyelamatimu"

Nona besar Tei bertanya.

"Apakah sekarang kau sudah mengerti?"

"Tidak mengerti."

"Kau masih tidak mengerti?"

Nona besar Lei sangat heran.

"Apakah kau itu seorang idiot?"

"Aku bukan idiot,"

Kata Tang Lan Fang.

"Hanya saja aku ini sudah menjadi seorang nenek-nenek."

"Kau sedikit pun tidak terlihat tua."

"Aku sedikitnya lebih tua darinya belasan tahun."

"Apa hubungannya?"

Tanya nona besar Lei dengan polos dan sungguh-sungguh.

"suami istri dan teman sama saja, dua orang bersama-sama asalkan keduanya merasa bahagia, perbedaan usia sedikit apalah artinya?"

Tang Lan Fang terpaku.

Kalimat yang diucapkan tadi, dia juga sama sekali tidak pernah mendengar ada orang yang pernah mengatakannya.

Hatinya tibatiba mulai berdegup kencang.

Dia juga mendengar suara kakek tua itu bertanya dari luar.

"Apakah aku sudah diperbolehkan masuk?"

"Coba kalau berani"

Kata nona besar Lei dengan keras "Jika kau berani masuk ke dalam, aku akan mencukil keluar biji matamu."

Kakek tua itu sepertinya mengeluh di luar, sedangkan nona besar Lei berguman sambil memaki.

"Dasar playboy tua, dasar setan tua."

Sambil memaki, sambil memakaikan pakaian pada Tang Lan Fang, lalu berseru dengan suara keras.

"Kau masuklah."

Baru sekarang Tang Lan Fang bisa melihat dengan jelas kedua orang suami istri itu.

sang suami sangat aneh, misterius, kurus dan pendek.

sang istri lebih aneh, lebih misterius, kurus seperti batang bambu, tapi lebih tinggi satu kali lipat dibandingkan suaminya.

Usianya pun sudah bukan lagi usia seorang nona besar, usianya sudah bisa membuatnya menjadi ibu bagi nona besar mana pun.

Tapi pakaian yang dipakainya memang pakaian yang biasa dipakai oleh para nona besar, bahkan jauh lebih modern dibandingkan yang biasa dipakai oleh para nona besar.

Mukanya yang keriput masih memakai make up dan rambutnya yang telah memutih diselipkan sebuah bunga merah.

Tang Lan Fang belum pernah bertemu dengan orang yang begitu lucu, tetapi dia tidak sampai mengeluarkan tawanya.

Dia tidak bisa tertawa.

Kakek iua itu malah tertawa terkikik sambil memandanginya.

"Kau tahu tidak mengapa tadi istriku mengeluarkan perkataan seperti itu padamu?"

Tanyanya pada Tang Lan Fang.

"Mengapa suami istri berbeda usianya sedikit tidak masalah?"

Dia langsung menjawab sendiri pertanyaan tadi, seperti yang takut istrinya tidak memperbolehkannya membicarakan hal ini.

"Karena umur istriku juga lebih tua belasan tahun dariku."

Tang Lan Fang terheran-heran.

Dia heran bukan karena perkataan tadi, tapi karena dia tidak ditampar karena perkataan tadi.

Nona besar Lei tidak hanya tidak mengeluarkan tangannya, malahan memandang pada suaminya itu dengan pandangan yang hangat.

shio-nya kambing dan selama ini mengira bahwa shio-kujuga kambing, mengira aku hanya lebih tua darinya 12 tahun.

Dia berkata.

"sebenarnya shio-ku macan, sehingga aku jauh lebih tua darinya 17 tahun."

"Kau kira aku tidak tahu?"

Kakek tua itu tertawa.

"Kau kira kau bisa menipuku?"

"Kau tahu?"

"Tentu saja aku tahu."

Kakek tua itu berbangga hati.

"Aku sudah mengetahuinya sebelum kau menikah denganku."

"Lalu mengapa kau masih memohon padaku untuk menikah denganmu?"

"Karena aku suka padamu."

Kakek tua itu memandang pada istrinya dengan pandangan matanya yang juga penuh dengan kehangatan.

"Meskipun kau jauh lebih tua dariku 70 tahun sekalipun, aku tetap memintamu menikah denganku."

"Benarkah?"

"Kapan aku pernah membohongimu?"

Kakek tua itu mengejapngejapkan matanya.

Baca Juga: Pendekar Gelandangan 4

Baca Juga: Laron Pengisap Darah 2

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert