Eps 5 Tiga Mutiara Mustika - Gan Kl
Baca online Tiga Mutiara Mustika - Gan Kl
Cersil Tiga Mutiara Mustika - Gan Kl.
"Dari pemeriksaan ternyata bahwa manusia siluman Ong Bing asalnya adalah Leng-khong-tju dari Khong-tong-san. Soalnya karena hartawan Ong Bing di dusun Tiang-sing-si, propinsi Kangsay, memiliki harta kekayaan luar biasa pada tahun itu telah mengundang Pek Ting-djoan dari Tjiok-ge-tjun untuk menjabat sebagai guru di rumahnya, kebetulan Lengkhong-tju mengembara sampai di situ, di tengah jalan ia dapat mengelabui Pek Ting-djoan dengan berbagai ancaman pancingan, akhirnya mereka bersama-sama menuju ke rumah Ong Bing dan kemudian hartawan ini mereka binasakan secara diam-diam. Sejak itu Leng-khong-tju lantas menyamar sebagai Ong Bing, dengan menggunakan nama Pek-lian-tjosu yang telah menjelma ke bumi ini untuk menolong sesamanya, dan dengan kepandaiannya dalam berbagai ilmu, ia membikin pengikutnya percaya. Hanya Pek Ting-djoan seorang saja yang mengetahui rahasianya, sejak itu pula ia lantas menggunakan harta kekayaan Ong Bing dan secara diam-diam memperluas pengaruh ajaran Pek-lian-kau, rakyat yang kena dikelabuinya tidak kurang dari beberapa juta orang. Kini berkat Thian yang maha murah dan di bawah perlindungan arwah leluhur, akhirnya penjahat utama dari Pek-lian-kau, Leng-khong-tju beserta begundal-begundalnya sudah kena diringkus semua sekaligus, dalam pemeriksaan terdakwa sudah mengakui dengan terus terang. Oleh karena itu Ong Bing alias Leng-khong-tju segera dihukum mati, ayah dan anak Pek Ting-djoan dan pengikut-pengikut yang lain terbukti melakukan kesalahan, karena itu dijatuhi hukuman mati juga dan selekasnya dilaksanakan."
Melihat Pek Eng-ji ternyata tidak mendapat pengampunan, seketika Hong-ko merasa tidak enak sekali.
Waktu ia kembali ke kediaman Nilan Yong-yo, baru Hong-ko mendapat tahu bahwa Hongte telah mengeluarkan firman juga yang banyak memuji jasa para imam dari Khong-tong-san dan dari kas negara dikeluarkan pula seratus ribu tail perak untuk memelihara rumah biara di gunung itu.
Sedang Boan-liong Kiamkhek dan lain-lain yang berjasa juga, semuanya tidak diusut perkara mereka yang dahulu dan dihapuskan dari tuntutan.
Kecuali itu Soatang Sunbu diperintahkan juga agar segera membebaskan Giam Tje-tjoan, kepada orang tua ini dibebaskan dari pajak selama sepuluh tahun sebagai tanda penyesalan kesalahan menangkap.
Kemudian diperintahkan pula agar 'Tjin-tju-goan', topi bertabur mutiara yang masih dalam simpanan Tam Ting-siang, pembesar ini sebenarnya tidak boleh memiliki harta benda asal rampasan dari Go Sam-kui, maka segera pembesar ini dipecat dari jabatannya dan selanjutnya akan dituntut.
Sedang mengenai ketiga mutiara mestika, di antaranya Pihwe-tju dihadiahkan kepada Go-bi-pay sebagai pusaka, Tinghong-tju diberikan pada Toh-hiap, dan yang terakhir Gi-hantju menjadi milik Teng Hong-ko.
Akhirnya tiba pada hari menjalankan hukuman mati bagi Pek Eng-dji, Hong-ko menemui gadis ini di tempat tahanan untuk penghabisan kalinya.
Pemuda ini menangis terharu sekali, sebaliknya Pek Eng-dji ternyata bersikap lain, mukanya sedikit-pun tidak berubah.
Sebelum Eng-dji digiring menuju ke lapangan untuk menjalankan hukuman penggal kepala, ia masih sempat memanggil Hong-ko.
"Kelak bila pemerintah menggeledah markas besar Peklian-kau, di dalam perut patung Tjosu terdapat sebuah kitab yang penuh berisi berbagai ilmu, dari sana kelak kau bisa mengembalikan paras muka Bun Sui-le ke asalnya, tetapi kitab itu telah banyak mengorbankan orang, hendaklah jangan kau simpan, tetapi bakarlah!"
Begitulah sehabis ia memberi pesan terakhirnya itu, digusurlah ia menuju ke lapangan dan dipenggal kepalanya, maka tamatlah riwayat gadis jelita ini.
Kemudian Hong-ko melaporkan apa yang Eng-dji katakan itu kepada Nilan Yongyo, ia minta diperbolehkan ikut utusan pemerintah melakukan penggeledahan ke pusat Pek-lian-kau di Kangsay.
Belakangan, betul juga Hong-ko berhasil menemukan kitab yang dimaksudkan Eng-dji, dalam kitab ini banyak berisi ilmu ajaran yang menyesatkan, Hong-ko hanya menyalin resep yang bisa menyembuhkan muka Bun Sui-le, habis itu ia lantas membakar kitab itu.
Dengan cintanya yang murni dan ditambah pula bantuan dari para pendekar kalangan Kangouw, akhirnya Hong-ko berhasil menemukan kembali Bun Sui-le di Hoa-san.
Pemuda ini mengobati kekasihnya ini menurut resep yang ia peroleh, ternyata resep itu sangat mustajab, pelahan demi pelahan, tidak sampai setengah tahun paras muka Bun Sui-le telah kembali seperti sediakala yang cantik molek.
Akhirnya ayah Hong-ko, Teng Ling pun dapat berkumpul kembali dengan puteranya ini.
Waktu nampak menantunya begitu elok menarik, orang tua inipun merasa gembira, maka berkumpul mereka sekeluarga dan hidup berbahagia!
TAMAT
Baca Juga: Lentera Maut 1
Baca Juga: Rahasia Kampung Setan 6