Ceritasilat Novel Online

Pedang Bunga Mei 7

Eps 7 Pedang Bunga Mei - Gu Long

Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long

Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.

"Aku hanyalah seorang petani, walikota menginginkan adik perempuanku menjadi istri mudanya, tapi adikku tidak mau, akhirnya ayah dan ibuku dimasukkan ke dalam penjara. Kebetulan di kampung halamanku terjadi banjir, sawah dan ladang habis terendam air, maka aku pun pergi924 merantau dan sampailah di sini...."

Xin Jie ikut menarik nafas sambil melihat tukang perahu yang sedang duduk, yang sedang merindukan kampung halamannya, dalam hati Xin Jie mengeluh.

"Kami sama-sama orang susah, orang yang hidup senang di dunia ini memang ada, tapi kebanyakan malah hidup susah...."

Teringat pada nasibnya, wajah-wajah cantik dan peristiwa menyedihkan berkelebat di dalam otaknya, Xin Jie merasa ingin menangis, dia ingin menangis sepuasnya.

Tiba-tiba dia teringat pada Du Jun Jin Yi-peng, orang seperti dia pada saat ingin menangis, ingin bernyanyi, atau melakukan hal apa pun, dia bisa melakukannya, mungkin dia tidak mempunyai beban apapun.

Otaknya dipenuhi dengan sosok Jin Yi-peng, telinganya seperti mendengar tawanya yang seperti orang gila.

Setelah lewat beberapa lama, tawa itu berubah menjadi tawa dingin dan licik.

Tawa ini ternyata tawa Hai Tian Shuang-sha yang telah membunuh ayah dan ibunya.

Xin Jie melihat ke sekeliling, tidak ada bayangan Hai Tian Shuang-sha, dia tahu925 tadi hanya ilusinya.

Lalu hal-hal menyedihkan lewat satu per satu.

Sudah lama dia tidak memikirkan hal itu, bukan tidak dipikirkan, melainkan tidak berani memikirkannya, sebenarnya di lubuk hatinya yang terdalam, setiap menit setiap saat dia selalu mengingat semuanya, hanya saja sewaktu dia memikirkan hal-hal menyedihkan, dia akan mengalihkannya dengan memikirkan hal lain, sekarang pikiran sedihnya seperti mata air terus memancar keluar....

Dia teringat ibunya yang jatuh di tangan Shuang Jie, hidup tidak bisa mati pun tidak bisa, semua ini selalu diingatnya dengan jelas, dia tidak pernah melupakannya, kalau dia sedikit lupa dia merasa bersalah pada ayah dan ibunya....

Masa lalu bergulir di depan matanya, dia teringat sewaktu dia berlatih di pulau kecil itu, dia pernah menyanyikan sebuah lagu gagah, dia masih ingat dengan syairnya!

Karena itu dari posisi duduk bersila dia meloncat berdiri dan melihat air sungai yang mengalir.

Melihat gelombang putih terus bergulung-gulung, waktu itu di sungai926 ada sebuah batu, gelombang sungai seperti marah, mengalir lebih deras, dia melupakan kesedihannya dan bersiul panjang....

Suara siulannya terdengar besar, membuat lembah itu bergetar, gendang telinga tukang perahu itu pun sepertinya hampir pecah, lama dia bersiul, lalu tukang perahu berpikir.

"Suara Tuan ini sangat keras!"

Di kedua sisi sungai, burung-burung karena mendengar siulan ini langsung terbang keluar, jumlah mereka ada ratusan bahkan ribuan, dalam waktu bersamaan terbang membuat langit menjadi hitam karena tertutup oleh ribuan burung.

Keadaan ini benar-benar menakjubkan.

Xin Jie yang melihat keadaan itu, kesedihannya sementara terlupa, kesedihan hatinya mulai berkurang.

Tiba-tiba tukang perahu berkata.

"Tuan, kita hampir tiba di kota Cheng Jia!"

Ooo)*(ooO Hari baru saja terang, awan-awan baru bermunculan.

Xin Jie telah meninggalkan kota Cheng Jia, penduduk di daerah sana sangat padat.

Maka dengan terpaksa Xin Jie927 berjalan dengan perlahan, tapi hatinya masih merasa cemas.

Dia berjalan dengan perlahan, jarak dari kota Cheng Jia ke kota Ji Qing sekitar 150 kilometer, Xin Jie membutuhkan waktu 3 hari baru tiba di sana.

Pada saat memasuki gerbang kota Ji Qing, dia merasa aneh, karena di kota kecil ini banyak berlalu lalang orang persilatan, pada saat dia berbelok ke jalan raya, dia baru mengerti.

Karena saat dia berbelok, dia melihat ada sebuah papan nama berwarna kuning dan ditulis dengan huruf besar .

Cheng Xiang Biao Ju.

Mungkin mereka yang berdandan seperti orang persilatan itu mempunyai hubungan dengan kantor perjalanan itu.

Xin Jie memasuki sebuah rumah makan dan memilih meja yang sepi, dia siap memesan makanan, tiba-tiba tangga rumah makan itu berbunyi, ternyata yang datang adalah orang-orang yang bekerja di kantor perjalanan Biao, mereka duduk di depan Xin Jie.

Lalu mereka berteriak memesan arak, ada yang berteriak 5 kilogram, 10 kilogram daging, setelah itu mereka mulai mengobrol.928 Yang berada di sebelah kiri adalah seorang laki-laki bercambang.

"Kali ini kita benar-benar rugi, untung ketua sudah tahu terlebih dahulu kalau tidak barang bawaan akan diambil dan kita akan kehilangan pekerjaan."

Yang berada di sisi kanan adalah seorang laki-laki dengan perawakan kecil, sambil makan daging dia berkata.

"Suruh siapa kita bertemu dengan Shan Zuo Shuang Hao? Sekalipun kita semua bergabung, tetap saja kita akan kalah, apalagi katanya mereka telah bergabung dengan Guan Zhong Jin Hao!"

Begitu mendengar nama Shan Zuo Shuang Hao, Xin Jie berkonsentrasi penuh mendengarkan pembicaraan mereka.... Laki-laki gemuk itu berkata.

"Kalau saja kita mempunyai separuh ilmu dari Mei Xiang Shen Jian, Xin Jie, kita tidak perlu takut kepada Shan Zuo Shuang Hao."

Begitu mendengar nama Mei Xiang Shen Jian disebut, Xin Jie terkejut karena selama ini dia belum tahu kalau dia dijuluki Mei Xiang Shen Jian, apakah ada seseorang yang memberi nama ini untuk Xin Jie?929 Terdengar laki-laki pertama tertawa terbahak-bahak.

"Lao Li benar-benar tidak tahu malu, orang sepertimu walaupun berlatih 100 tahun lagi pun belum tentu bisa mendapatkan setengah ilmu dari Pendekar Xin, kau pikir Gou Lou Yi Guai, Wong Zheng orang seperti apa. Sewaktu di Shen Ting Ta dia bertarung dengan Pendekar Xin, Gou Lou Yi Guai yang begitu terkenal pun tidak bisa menerima 10 jurus dari Pendekar Xin...."

Laki-laki bercambang itu dengan bersemangat terus bercerita, seakan-akan dia menjadi Pendekar Xin. Xin Jie merasa terkejut lalu berpikir.

"Mereka sedang membicarakanku, mengapa pertarungan yang terjadi antara aku dan Gou Lou Yi Guai begitu cepat menyebar? Lucunya mereka menambah-nambahkan hal yang sebenarnya tidak terjadi."

Mereka seperti menganggap Xin Jie adalah orang yang turun dari langit. Laki-laki berjanggut itu masih bercerita dengan seru.

"Sewaktu Wong Zheng bertarung bertarung dengan Xin Jie pada babak kedua, ilmu pedangnya benar-benar sangat lihai, akhirnya Pendekar Xin hanya930 dengan 3 jurus berhasil membuat pedang Wong Zheng terbang, dan dia pergi begitu saja. Itu baru disebut pendekar besar!"

Dalam hati Xin Jie merasa marah, karena mereka terus bergosip macam-macam tentangnya, tapi lama-lama dia merasa senang juga. Terdengar orang yang pendek berkata lagi.

"Menurut Kakak Qian, Mei Xiang Shen Jian milik Xin Jie lebih kuat ataukah Wu Lin Zi Xiu lebih kuat?"

"Apakah Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong yang kau maksud?"

"Benar,"

Jawab orang yang pendek. Kata laki-laki berjanggut.

"Kedua pendekar ini sama-sama masih muda, sama-sama mempunyai ilmu silat yang tinggi, walaupun Pendekar Xin sangat lihai, tapi menurutku Pendekar Sun lebih hebat!"

Si gemuk terdengar tidak setuju, dan berkata.

"Siapa bilang?"

Laki-laki berjanggut berkata.

"Kalau aku menceritakan alasannya kau pasti akan mengerti, murid kesayangan Jin Yi-peng yang bernama Jin Qi, apakah kalian tahu tentangnya? Ilmu silatnya diturunkan langsung dari Jin Yi-peng, tapi setengah931 tahun lalu dia dipukul oleh Pendekar Sun Qi-zhong sampai mundur, bayangkan bagaimana tingginya ilmu Pendekar Sun."

Si pendek mengangguk.

"Yang mana yang salah yang mana yang benar kita tidak tahu, kurasa lebih baik kita minum arak saja!"

Mereka tertawa-tawa sambil makan. Mendengar mereka bercerita tentang 'Wu Lin Zi Xiu' Sun Qi-zhong, Xin Jie hanya terpaku.

"Mengapa di dunia persilatan dengan cepat telah muncul pesilat muda? Aku sendiri belum tahu, dia pasti muncul sewaktu aku berada di pulau kecil itu, dalam satu jurus bisa menggetarkan dan membuat Jin Qi mundur, dia benar-benar sangat hebat!"

Teringat pada Jin Qi, Xin Jie segera teringat pada wajah jeleknya yang telah dirusak seseorang, dan dia ingat waktu itu Jin Qi memeluk Wu Ling-feng dan terjun ke jurang.

Xin Jie menarik nafas panjang, apakah Jin Qi sama seperti gurunya Jin Yi-peng yang telah gila itu?

Setelah melihat orang-orang kantor perjalanan mulai mabuk, Xin Jie mengerutkan dahi segera dia membayar uang932 makan dan keluar dari sana.

Setelah berada di luar, dia merasa sedikit gelisah, dia mencoba menenangkan diri dan berkata.

"Yang terpenting aku harus pergi ke Kong-dong-pai dulu dan meminta pedangku kembali."

Xin Jie meninggalkan kota Ji Qing, saat itu hari sudah menjelang sore. Langit di sebelah barat tampak ada awan merah seperti api, dengan pelan Xin Jie berjalan. Dia berpikir.

"Dari pada malam ini harus menginap di penginapan lebih baik malam hari kugunakan untuk berjalan sambil menggunakan ilmu meringankan tubuh."

Tiba-tiba sudut matanya melihat ada seekor burung merpati terbang melewatinya, dengan teliti dia melihat, kaki merpati terikat dengan sehelai kain merah.

Di bawah pancaran sinar matahari yang akan terbenam terlihat sangat mencolok mata.

Xin Jie berpikir.

"Apakah merpati ini adalah merpati kemarin ini?"

Tiba-tiba daun-daunan di belakang Xin Jie bergoyang sedikit, tubuh Xin Jie berputar seperti angin, tapi dia tidak melihat sesuatu.933 Tapi dari pengalamannya selama ini Xin Jie tahu kalau tadi ada seseorang, Xin Jie berpura-pura berkata sendiri.

"Aku benar-benar gampang curiga, daun bergerak saja, aku langsung terkejut!"

Dia berpura-pura terus berjalan.

Dia yakin orang yang ada di atas pohon itu pasti akan mengikutinya, setelah dia berjalan 30 meter lebih tiba-tiba dia membalikkan badannya, di belakangnya tidak ada siapa pun.

Karena kesal, Xin Jie segera menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan berlalu dari sana.

tubuh seperti anak panah yang dilepas dari busur, hanya sebentar dia sudah berlari jauh.

Kali ini Xin Jie merasa ada yang menguntitnya dan ilmu meringankan tubuh orang itu ternyata sangat tinggi.

Dia selalu menguntit dan bersembunyi di belakang Xin Jie.

Xin Jie tertawa dingin, langkah kakinya dipercepat lagi.

Tapi keadaan masih berlangsung seperti itu, orang itu masih bisa mengikutinya tapi tetap menjaga jarak.

Xin Jie semakin marah, dia menapak ujung kakinya, dia sudah berada di934 ketinggian 20 meter lebih.

Ilmu meringankan tubuh 'An Xiang Lie Ying' dipakainya.

'An Xiang Lie Ying' adalah ilmu meringankan tubuh andalan dari Qi-mao Shen-jun.

Xin Jie menggunakannya dan dia berlari secepat kilat.

Orang dunia persilatan yang bisa lari begitu cepat, keberadaaan orang seperti itu masih bisa dihitung dengan jari.

Walaupun Xin Jie mengerahkan seluruh tenaganya, orang itu tetap tidak tertinggal jauh dari Xin Jie.

Tiba-tiba Xin Jie berlari dengan cepat ke depan kemudian memutar tubuhnya, membalikkan tubuh dan berlari lagi.

Penguntit itu tidak menyangka kalau Xin Jie akan berbuat demikian.

Orang itu terkejut.

Dia tidak bisa segera berhenti karena itu setelah beberapa meter lari ke depan, dia baru berhenti dan terpana.

Xin Jie melihat lawannya tidak bisa menghentikan laju tubuhnya tapi dia bisa terbang untuk menghentikannya, dengan jarak sejauh 15 meter.

Ilmu meringankan tubuh orang itu tidak berbeda jauh dengan Xin Jie.

Tiba-tiba dia menyapa dengan935 spontan.

"Apakah Tuan adalah pesilat yang dijuluki 'Wu Lin Zi Xiu'?" (angkatan muda persilatan) Orang itu berumur sekitar 27-28 tahun. Wajah terlihat ramah dan lucu. Mendengar Xin Jie bertanya padanya, dengan gugup dia menjawab.

"Nama itu diberikan oleh orang-orang dunia persilatan. Aku tidak berani menggunakan-nya, namaku adalah Sun Qi-zhong."

Xin Jie sedikit mengangguk dan bertanya.

"Pendekar Sun, sepanjang perjalanan terus menguntitku, apakah Tuan ingin memberikan petunjuk kepadaku?"

Sun Qi-zhong tampak bengong tidak bisa menjawab. Setelah lama dia baru bersuara.

"Jika aku tidak salah lihat, Tuan adalah 'Mei Xiang Shen Jian', Xin Jie...."

Xin Jie mengangguk. Sun Qi-zhong berkata lagi.

"Aku menguntit Tuan karena aku ingin meminta...."

Semenjak 'Mei Xiang Jian' menghilang, perasaannya tidak enak ditambah lagi dia selalu ingin menang, sekarang mendengar nada bicara Sun Qi-zhong seperti tidak menganggap Xin Jie, dia mulai marah dan tertawa dingin.

"Sejak tadi Tuan terus936 menguntitku ternyata hanya ingin memberi petunjuk. Aku sendiri bermaksud demikian...."

Tidak disangka, baru saja Sun Qi-zhong bicara beberapa kata, dia diajak bertarung, dia sendiri pun tidak ingin menjelaskan alasannya, tapi sekarang dia malah berdiri dengan bengong.

Kata-kata Xin Jie terakhir seperti memberi tanda kalau dia ingin bertarung untuk memperebutkan nama, akhirnya dia melangkah maju dan berkata.

"Jika Kakak Xin berniat seperti itu, aku akan mengikutinya."

Pelan-pelan dia mengeluar-kan pedangnya.

Xin Jie diam tidak berkata apa pun.

Melihat lawan mengeluarkan pedang, dengan cepat dia mengangkat tangan kanan.

Cahaya tampak berkilau, pedang sudah berada di tangan.

Melihat gerakan mencabut pedang, dapat diketahui kalau dia mempunyai seorang guru hebat!

Pedang ini dibelinya setelah Mei Xiang Jian dicuri darinya.

Pedang berada di tangan, dia terlihat bertambah gagah....

semenjak Xin Jie berkelana di dunia persilatan, pertarungan yang sudah dialami Xin Jie sudah banyak.

Apalagi selama937 beberapa kali dia telah bertarung dengan orang yang ilmu silatnya sebanding dengannya.

Karena itu menghadapi pertarungan ini, setidaknya dia sudah berpengalaman.

Sekarang yang ada di hadapannya adalah orang terkenal yang dijuluki 'Wu Lin Zi Xiu'.

Xin Jie tidak berani bertindak ceroboh.

Baju panjangnya sedikit diangkat supaya dia bisa bertarung lebih leluasa.

Dia mencabut pedang, membereskan bajunya, ditambah dia harus menggetarkan pedang dan mengeluarkan suara WENG.

Tapi semua ini sudah tidak asing lagi baginya.

Diam-diam dia tertawa sendiri.

Tidak sengaja dia ingin menggetarkan pedang dengan tangan kirinya agar pedangnya bergetar dan mengeluarkan 7 kuntum Mei-hua.

Gerakan ini pernah dilakukannya dulu....

waktu itu dia muncul dengan identitas sebagai Qi-mao Shen-jun.

Tiba-tiba Xin Jie merasa ada angin dari pedang menyerang wajahnya dan terdengar suara Sun Qi-zhong.

"Hati-hati!"

Xin Jie mulai bergerak dan pedang pun diayunkan.

Karena serangannya meleset, jurus belum diselesaikan, Sun Qi-zhong938 membalikkan tangannya dan menepis.

Satu jurus dengan 2 perubahan mulai menyerang Xin Jie.

Karena Sun Qi-zhong yang mendapatkan kesempatan terlebih dahulu, dengan terpaksa Xin Jie menunggu kesempatan menyerang.

Beberapa kali tusukan pedang Sun Qi-zhong tidak mengenai sasaran, kadang-kadang bisa ditahan oleh Xin Jie, kadang-kadang Xin Jie bisa menghindar.

Dua pedang tampak berkilau.

Dua angkatan sedang bertarung, sangat seru dan kedudukannya seimbang!

Xin Jie terus memperhatikan Sun Qi-zhong, tapi dia tidak dapat mencelakai lawannya, dia melihat ilmu pedang Sun Qi-zhong adalah ilmu asli dari Shao-lin yang bernama 'Ji Mo Shen Jian'.

Karena itu dia merasa harus lebih berhati-hati.

Beberapa kali Xin Jie dengan jurus keras berusaha mengurung pedang lawan supaya dia berkesempatan menyerang lawan.

Tapi dia melihat setiap jurus pedang yang dikeluarkan Sun Qi-zhong terdengar seperti ada suara guntur.

Berarti ilmu tenaga dalam lawan berada di atas rata-rata.

Xin Jie tiba-tiba teringat 'Mei Xiang Jian' nyayang menghilang, dia merasa cemas939 dan tidak ingin terus bertarung.

Dia berusaha mengeluarkan satu serangan.

Terlihat bayangan pedang seperti ulat sutra yang mengeluarkan benang sutra, dan tenaganya sangat dahsyat.

Sun Qi-zhong tidak bisa bertahan lagi dan serangannya sedikit terlambat.

Hal ini memberi kesempatan bagi Xin Jie....

Xin Jie ingin cepat-cepat menyelesaikan pertarungan ini dan tidak mau diperpanjang lagi.

Dia meraung.

"Terimalah jurusku ini!"

Saat itu, pedangnya telah mengeluarkan jurus 'Da Yan Shen Jian' yang pernah digunakan untuk mengalahkan Gou Lou Yi Guai di Shen Ting Ta.

Jurus ini bernama 'Fang Shen Bu Xi'.

Sun Qi-zhong terkejut karena Xin Jie terus mengeluarkan jurus yang aneh.

'Wu Lin Zi Xiu' mundur setengah langkah untuk menghindari jurus 'Da Yan Shen Jian', jurus keempat yang bernama 'Wu Huan Xing Yi' (barang bertukar bintang bergeser) dikeluarkan, dia berteriak.

"Berhenti!"

Xin Jie terpaku dan menarik kembali jurus yang akan dikeluarkan.

Sun Qi-zhong940 sepertinya ingin menyampaikan sesuatu tapi dia masih ragu untuk mengucapkannya.

Xin Jie merasa aneh.

Sun Qi-zhong berbicara lagi.

"Maaf! Kita bertemu di lain waktu."

Sun Qi-zhong terbang ke atas, hanya sebentar dia sudah berada beberapa puluh meter jauhnya.

Xin Jie masih terpaku.

Dia tidak mengerti apa maksud Sun Qi-zhong sebenarnya.

Sebenarnya kali ini Sun Qi-zhong mempunyai tugas berat.

Semua ini menyangkut masa depan dunia persilatan.

Tapi kita tidak akan membahas cerita ini dahulu.

Xin Jie menggeleng-gelengkan kepala dan berkata sendiri.

"Biarlah! Lebih baik aku jalan dulu!"

Dia segera menyelipkan pedangnya dan berlari lagi.

Tidak terasa satu jam lebih telah berlalu, dengan terpaksa dia berlari lebih cepat lagi.

Untung jalan yang dilalui kali ini lurus.

Sedikit lagi dia akan tiba di wilayah Gunung Kong-dong.

Seekor burung merpati dengan kaki yang diikat dengan pita merah terbang melewatinya lagi.

Xin Jie berhenti dan melihat ke arah mana burung itu terbang lalu dia memukul burung itu941 hingga terjatuh.

Setelah dia melihat dengan seksama, pita merah itu bergambar 2 tengkorak dan Xin Jie merasa sangat terkejut.

"HaiTian Shuang-sha!"

Ini adalah tanda dari 'Hai Tian Shuang-sha'. Xin Jie berpikir.

"Mengapa Hai Tian Shuang-sha mengumpulkan teman-temannya?"

Tiba-tiba di jalan terlihat bayangan orang dan tampak seorang berpenampilan biksu berdiri di tengah jalan. Dia berteriak.

"Apakah yang datang adalah Pendekar Xin?"

Xin Jie tidak menyangka di tempat terpencil seperti ini ada seorang guru yang mencarinya.

Dia merasa aneh, dia pun segera menghentikan laju tubuhnya.

Setelah berhenti dia baru mengangguk menjawab pertanyaan biksu itu.

Biksu itu masih muda usianya sekitar 30 tahun.

Dia memberi hormat, tangannya memegang sebilah pedang.

"Harap Tuan Xin memberi petunjuk...."

Pedang biksu itu telah menusuk Xin Jie.

Xin Jie benar-benar marah tapi juga ingin tertawa karena tiba-tiba ada biksu942 yang berniat bertarung dengannya.

Dari nada bicaranya, dia mengira Xin Jie adalah pesilat terkenal maka dia datang untuk mencoba jurusnya.

Xin Jie malas berkata panjang lebar lagi.

Tangan kanannya mencabut pedang dan langsung diayunkan.

Jurus 'Xian Yun Tan Ying' (awan berhenti bayangan danau) dilancarkan.

Xin Jie menyerang dengan ilmu 'Da Yan Shi Shi'.

Ilmu silat biksu muda ini benar-benar tinggi.

Dia terus melawan membuat Xin Jie harus terus bertahan.

Xin Jie terkejut jurus pedang biksu ini dengan jurus dari 'Wu Lin Zi Xiu' Sun Qi-zhong sama-sama berasal dari Shao-lin 'Da Mo Jian Fa'fhok.

Tat Mo Kiam Hoat).

Biksu itu sangat memperhatikan jurus-jurus Xin Jie, bisa dikatakan sejurus demi sejurus yang dilancarkan, setiap langkahnya sangat diperhatikan.

Tiba-tiba Xin Jie menyadari sesuatu, maka dia langsung mengubah jurusnya dari 'Da Yan Shen Jian' menjadi 'Qiu Zhi Jian Fa'.

4-5 jurus langsung dilancarkan.

Awalnya biksu itu masih dengan sepenuh hati memperhatikan kemudian wajahnya tampak berekspresi kecewa.

Dia943 menarik pedang dan berkata.

"Berhenti!"

Xin Jie melihat lawan berhenti menyerang, dia masih memikirkan ada keperluan penting lainnya, semakin cepat berhenti semakin baik, supaya dia bisa sampai di Gunung Kong-dong tepat waktunya.

Biksu muda itu berpikir sejenak kemudian berkata pada diri sendiri, seperti baru mengerti.

"Benar juga! Benar juga!"

Melihat Xin Jie masih berdiri di sisinya, dia merasa malu kemudian membalikkan badan dan pergi dengan cepat.

Xin Jie tertawa terbahak-bahak.

Walaupun dia tidak mengerti tapi dalam hati dia mengerti kalau Shao-lin sangat memperhatikan 'Da Yan Shi Shi', tapi ini bukan masalah penting.

Hatinya menjadi agak tenang.

Dia teringat lagi pada 'Mei Xiang Jian' dan dia cemas lagi.

Dia cepat-cepat pergi dari sana.

Jalan di pegunungan semakin berliku juga semakin terpencil.

Langit semakin gelap.

Sore sudah berlalu....

Bulan akan segera muncul.

Xin Jie selalu memikirkan 'Mei Xiang Jian'.

Langkahnya tenang dia sering meloncat dan bisa mencapai 6-7 meter.

Di944 bawah terpaan cahaya bulan terlihat ada bayangan orang yang bergerak.

Di depan sana adalah dataran tinggi yang tidak terlalu tinggi.

Dengan cepat Xin Jie berlari mendaki dataran tinggi itu.

Karena terlalu cepat berlari, bayangan tubuhnya seperti membentuk satu garis hitam.

Dengan hati yang cemas, dengan cepat Xin Jie berlari.

Dia hanya memikirkan Mei Xiang Jian yang bisa menahan Qi Hong Jian.

tubuhnya ringan, kakinya seperti tidak menapak bumi.

Tubuhnya bergerak seperti bola meloncat di udara, sedikit pun tidak terdengar suara angin, hanya ujung bajunya berkibar.

Di atas dataran tinggi itu sangat sepi.

Bayangan pohon menutupi tempat itu.

Tiba-tiba di salah satu pohon, tampak daun-daunannya bergoyang.

Perasaan dan pengalaman Xin Jie selama ini memberitahu Xin Jie akan terjadi sesuatu.

Hatinya cemas dan dia memutuskan untuk berhenti sejenak.

Dia berhenti tiba-tiba dengan tujuan untuk mencari tahu asal suara gemerisik daun-daunan.

Tapi di hutan tidak ada apa pun, hanya terdengar angin malam yang meniup945 daun-daunan.

Xin Jie tertawa sendiri.

Dia kembali berlari dengan kecepatan tinggi lagi.

Langkahnya mantap, gerakannya begitu indah.

Dataran tidak terlalu tinggi, tapi di sana banyak terdapat semak-semak.

Udara malam terasa dingin tapi karena berada di daerah selatan pepohonan di sana belum layu.

Di depan sana adalah tempat tertinggi.

Xin Jie menambah kecepatan berlarinya dan sekarang dia berada di tempat tertinggi.

Tiba-tiba dia merasa suasana di sana tidak seperti biasanya.

Pohon-pohonan di sana seperti bertambah banyak.

Tapi daun-daun tidak ada yang bergerak membuat Xin Jie bertambah waspada.

Dia melihat dengan teliti satu per satu pohon di sana, sepertinya pohon-pohon di sana terus berpindah-pindah ke arahnya....

Xin Jie baru berkelana selama 1 tahun di dunia persilatan tapi musuh yang ditemuinya selama ini adalah para pesilat tangguh, dia sering mendengar tentang banyak hal, maka pengalamannya cepat bertambah banyak.

Cara seperti ini adalah cara yang jarang ditemuinya, yang bernama946 'Man Tian Guo Hai' (menipu langit melewati laut).

Xin Jie dengan teliti melihat keadaan di sana, dia mengetahui kalau hal ini benar-benar tidak mudah dihadapi....

dia baru sadar dan menghentikan langkahnya lalu menginjak ke sisi kiri.

Tapi yang diinjaknya bukan tanah.

Dia terjatuh dan tubuhnya melesat turun.

Xin Jie sadar dia masuk ke dalam perangkap musuh.

Dengan cepat Xin Jie menunduk, tubuhnya yang terjatuh berusaha naik lagi 1 meter.

Kedua kakinya terus menendang.

Dengan posisi telentang akhirnya dia bisa keluar dari perangkap itu, tapi baru saja dia merangkak naik Xin Jie telah terkena jebakan kedua yang telah menghadang di depannya, dia tersandung.

Mengapa di tempat terpencil seperti ini ada begitu banyak jebakan menghalanginya?

Hal ini dengan cepat melintas di benaknya.

Ketika dia sedang berusaha mengimbangi tubuhnya, musuh telah mengeluarkan senjata rahasia.

Ternyata senjata rahasia itu hanya berjarak 1.50 meter dari Xin Jie.

Xin Jie yang mempunyai ilmu silat tinggi bisa terkena947 senjata rahasia itu.

Semenjak Xin Jie berkelana di dunia persilatan belum pernah dia tumbang seperti ini.

Sekarang dia belum sempat melihat bayangan musuh, dia telah terkena senjata rahasia.

Ada 2 senjata rahasia berbentuk seperti pisau dan menggores tubuh Xin Jie.

Hal ini membuatnya marah tapi setelah dicari-cari tidak terlihat sosok seorang pun.

Musuh berada dalam kegelapan, sedangkan Xin Jie berada dalam cahaya terang.

Keadaan ini membuat Xin Jie menjadi tegang.

Firasat buruk menghantuinya.

"Lari!"

Tiba-tiba pikiran ini melintas di benak Xin Jie.

Xin Jie merasa kalau senjata rahasia itu tidak mengandung racun tapi menancap sangat dalam, teknik melepaskan senjata musuh ternyata sangat tinggi.

Senjata rahasia hampir mengenai sasaran baru terdengar suara terbangnya.

Cara ini jarang terlihat di dunia persilatan.

Xin Jie menahan rasa sakit di punggungnya tiba-tiba dia berlari masuk ke dalam hutan sebelah kiri.

Dia bukan orang bodoh, walaupun tahu musuh berada di948 sekelilingnya tapi dia berusaha untuk terus mencoba....

Benar saja dari dalam hutan ada senjata rahasia menyerangnya lagi.

Untung Xin Jie sudah ada persiapan sebelumnya.

Di tengah udara Xin Jie melentingkan tubuhnya, arah senjata rahasia dengan arahnya berlari sebaliknya.

Cara ini adalah cara 'Ji Mo Bu Fa'.

Tapi senjata rahasia itu datang sangat cepat.

Posisi tubuh Xin Jie dengan bumi membentuk garis horisontal tapi senjata rahasia itu menggores dari bawah sepatunya.

Sebenarnya Xin Jie hanya mencoba tapi tubuhnya bergerak ke kanan.

Tiba-tiba dari hutan ada yang membentak kemudian sebuah tenaga telapak terjulur keluar dari hutan.

Xin Jie mengayunkan kedua tangannya tapi terasa sakit.

Senjata rahasia yang menancap di punggung membuat tangan kirinyakaku.

Dia berusaha membalas dengan telapaknya tapi tenaganya telah berkurang %.

Dua tenaga beradu.

Xin Jie tidak bisa bertahan, seperti ada pentungan yang memukulnya.

Xin Jie segera berputar karena949 dipukul oleh tenaga telapak milik orang lain, dia terjatuh.

Sejak tadi Xin Jie sadar seharusnya dia mundur.

Satu-satunya hal yang membuatnya merasa sedikit terhibur adalah dia berhasil memukul lawannya hingga terguling....

karena pada saat terguling orang itu terdengar merintih kesakitan.

Dia segera mencari tahu....

Musuh telah membuat jebakan di gunung terpencil ini dan jumlahnya ada puluhan!

Ternyata setelah orang itu bisa mencabut nyawa Xin Jie baru merasa puas!

....

Xin Jie sudah tidak bisa melarikan diri karena lukanya terasa semakin sakit.

Dia tidak memiliki cara lain lagi, tiba-tiba....

Daun-daun bergoyangan, 7-8 orang muncul di bawah sinar bulan, semua terlihat sangat jelas.

Orang yang berada paling depan adalah musuh bebuyutan Xin Jie, 'Hai Tian Shuang-sha' Jiao bersaudara.

Semenjak Xin Jie turun gunung, sudah 2 kali dia bertemu ketua Guan Zhong Jiu Hao, Hai Tian Shuang-sha, terutama di Gui Shan, Xin Jie pernah dipukul hingga950 terjatuh ke dalam jurang.

Sekarang mereka bertemu kembali, hatinya kembali panas karena dendam membara.

Jiao bersaudara seperti tidak terkejut, mungkin mereka tahu kalau Mei Shan-ming tidak mati walaupun sudah masuk jurang.

Xin Jie marah juga terkejut.

Dia melihat di antara sekelompok orang itu, dia kenal cukup banyak orang.

Mereka adalah Guan Zhong Jiu Hao yang berniat bangkit kembali.

Semua ilmu silat Jiao bersaudara pernah dicoba Xin Jie.

Satu lawan satu, atau satu lawan dua, Xin Jie masih bisa bertahan.

Tapi sekarang mereka bersembilan dan dia sedang terluka.

Firasat tidak enak muncul kembali di hati Xin Jie.

Jiao bersaudara terus melihat Xin Jie.

Terdengar Jiao bersaudara bicara sendiri.

"Wajahnya mirip, bisa dikatakan malah sama persis."

Kemudian dengan suara seram salah satu dari Jiao bersaudara berkata.

"Apakah kau mengerti maksud kami?"

Xin Jie tidak menjawab.

Dia adalah orang pintar.

Tentunya dia sudah tahu....951 Ternyata ketika berada di Gui Shan, Xin Jie terpukul hingga jatuh ke dalam jurang, penutup wajah terlepas dan waktu itu Shuang-sha tidak sempat melihat dengan jelas tapi mereka merasa mengenali orang ini.

Setelah Xin Jie berhasil mengalahkan Gou Lou Yi Guai, Wong Zheng, namanya menjadi sangat terkenal.

Hai Tian Shuang-sha pun mendengar berita ini.

Karena Xin Jie bermarga Xin, maka Shuang-sha merasa pemuda itu mirip dengan teman mereka yang bernama Xin Jiu Peng.

Setelah melihat dengan jelas, mereka sadar kalau anak ini dulu tidak mati terbanting oleh sapi besar itu.

Hati Shuang-sha memang sangat kejam.

Mereka bertekad membasmi akar keturunan Xin Jiu Peng sampai habis karena itu mereka membuat puluhan jebakan menunggu kedatangan keturunan Xin Jiu Peng.

Xin Jie terus berpikir.

Dia sadar mungkin saja hari ini dia akan mati karena itu dia membentak.

"Hai Tian Shuang-sha, kalian seharusnya tahu kalau hari ini adalah hari kematian kalian!"

Kata-kata terakhir terdengar sangat menggetarkan jiwa.

Mungkin karena dia952 sedang menahan kemarahannya!

SRANG!

Pedang dikeluarkan.

Xin Jie melihat pedangnya, pedang itu tampak berkilauan di bawah sinar bulan tapi pedang itu tidak sebagus Mei Xiang Jian.

Teringat kembali pada Mei Xiang Jian, dia merasa bingung lagi.

Dia berpikir.

"Pada pertarungan hari ini, kesempatan hidupku sangat kecil, kelak aku tidak akan bisa melihat Mei Xiang Jian lagi!"

Karena marah, dia bersiul panjang. Suaranya seperti naga tua berteriak. Dia bertekad untuk menang, untuk sementara dia harus melupakan rasa sakitnya. Xin Jie tertawa dingin.

"Ah! Ada 7 orang semuanya. Marga Jiao, Jiu Hao berjumlah 9 orang, 2 lagi berada di mana?"

Jiao-hua tertawa panjang.

"Kami bertujuh sudah cukup untuk mengambil nyawamu."

Dia benar-benar licik, sedikit pun tidak terpengaruh oleh kata-kata Xin Jie. Xin Jie tertawa.

"Baiklah, kita mulai sekarang!"

Dalam hati dia segera berpikir.

"Benar juga! Pasti merpati itu! Pasti Hai Tian Shuang-sha yang mengikat pita merah itu di kaki merpati. Selain itu berguna953 untuk mengumpulkan anggota mereka. Ada sekor merpati yang dipukulnya, sehingga anggota yang terkumpul kurang satu. Yang kurang adalah Han Xin Zhang. Sedangkan satu lagi belum terlihat."

Dia sedang berpikir, Shan Zuo Shuang Hao, Lin Shao Gao diam-diam mendekatinya.

Mata Xin Jie bisa melihat dengan pandangan luas, telinganya bisa mendengar hingga jauh.

Lin Shao Gao belum mendekat, senjata di tangannya telah bergerak....

Kaki Xin Jie terkena senjata rahasia, gerakannya jadi tidak lincah, pedang diayunkan diam-diam menusuk.

Walaupun Lin Shao Gao tidak mendapat kesempatan terlebih dulu, tapi dia meraung dan mundur ke pinggir setengah langkah.

Ujung pedang Xin Jie menyerang 5 orang lawannya.

Jiao bersaudara melihat ilmu pedangnya begitu hebat dan bagus.

Mereka berdua bersiap-siap untuk bertarung, 5 orang yang tersisa, semua adalah pesilat tangguh berpengalaman.

Begitu melihat Hai Tian Shuang-sha mengambil posisi, mereka segera mengambil posisi yang menguntungkan dan diam.

Tapi mereka954 bersama-sama mengeluarkan senjata.

Mereka mengepung Xin Jie.

Ooo)*(ooO BAB 28 Hai Tian Shuang-sha Perkumpulan Guang Zhong Jiu Hao yang sekarang lebih kuat dibandingkan Guang Zhong Jiu Hao yang lama.

Sekarang mereka dengan jumlah 7 orang mengepung seorang musuh, bisa dikatakan ini adalah untuk pertama kalinya terjadi di dunia persilatan.

Apalagi orang yang mereka kepung hanya seorang pemuda yang berumur 20 tahun lebih.

Xin Jie sudah tidak berpikiran kalau bahwa hari ini dia masih mempunyai kesempatan untuk terus hidup tapi dia tidak terlihat takut.

Tangan memegang pedang.

Jurus yang dikeluarkan adalah jurus andalannya....

Da Yan Shi Shi.

Senjata-senjata yang dipegang bersuara menggetarkan langit.

Untuk Xin Jie semua ini merupakan kekuatan musuh sekaligus ancaman kepadanya.

Tiba-tiba terdengar suara tajam.

Suara dari ujung pedang Xin Jie menutupi suara senjata mereka.

Pedangnya menggores955 membentuk sebuah lingkaran.

Ini adalah jurus pertama dari 'Da Yan Shi Shi' Fang Sheng Bu Xi.

Orang-orang Guang Zhong Jiu Hao pernah melihat jurus ini hampir semua Guang Zhong Jiu Hao pernah mencari tahu bagaimana memecahkan jurus Fang Sheng Bu Xi.

Tapi mereka tidak berhasil menemukan cara memecahankannya, mereka hanya bisa bertahan dan membela diri.

Begitu Xin Jie mengeluarkan jurus itu, mereka masing-masing mengeluarkan jurus-jurus andalan mereka....

Tapi Pin Fan Shang-ren memang pintar, jurus Fang Sheng Bu Xi adalah jurus terkuat dari semua jurus 'Da Yan Shi Shi'.

Perubahan yang terjadi sangat banyak.

Orang kuat seperti Xin Jie pun tidak bisa 100% menguasainya, mana mungkin mereka yang hanya pesilat tangguh biasa bisa gampang memecahkan jurus itu.

Terdengar pedang Xin Jie berbunyi kemudian ada yang berteriak.

Ternyata pundak Lu Fang terkena tusukan pedang Xin Jie.

Baju Bai Feng pun terpotong beberapa centimeter.

Xin Jie menyesal, kalau kakinya tidak terluka, paling sedikit dia bisa membunuh956 salah satu dari mereka.

Ada dua tenaga angin menyerangnya dari belakang.

Tidak perlu melihat pun, Xin Jie tahu angin itu datang dari Hai Tian Shuang-sha.

Dia tidak membalikkan tubuh tapi membalikkan tangan untuk menusuk.

Jurusnya tampak sangat lambat tapi padat.

Ini adalah 'Wu Huan Xin Yi' salah satu dari 'DaYan Shi Shi'.

Ilmu Jiao bersaudara sangat tinggi tapi begitu melihat jurus pedang yang aneh ini, mereka sempat sedikit terpaku.

Xin Jie dengan cepat mengubah jurusnya.

Setengah jurus 'Wu Huan Xing Yi' baru dikeluarkan, pedang berubah menyerang Lin Shao Gao yang berada di kiri, kemudian memotong serangan Si Kong Zhong yang dilakukan tiba-tiba.

Bai Feng membentak dan menyerang dengan satu tangan.

Hai Tian Shuang-sha mengambil kesempatan untuk menyerang.

3 tenaga kuat datang membuat Xin Jie harus mundur terburu-buru.

Lin Shao Gao dan Lu Fang mengayunkan senjata sambil terus maju.

Xin Jie tertawa dingin.

'Leng Mei Fei Mian' dari 'Qiu Zhi Jian Fa' dilancarkan....957 'Leng Mei Fei Mian' adalah serangan kilat yang sukar diduga arahnya.

Xin Jie menggunakan jurus ini sehingga membuat Lu Fang terpaku, tahu-tahu pedang sudah berada di depan mata.

Terdengar Xin Jie tertawa dingin.

Pedangnya tiba-tiba ditarik kembali.

Ternyata tenaga telapak kuat yang berasal dari Hai Tian Shuang-sha memaksa Xin Jie melepaskan kesempatan untuk membunuh Lu Fang.

Xin Jie menarik kembali pedangnya untuk membela diri tapi itu hanya berlangsung sebentar, jurus 'Da Yan Shi Shi' mulai dipergunakan lagi.

Jurus-jurus pedangnya mulai dikembangkan.

Guang Zhong Jiu Hao dengan sekuat tenaga menyerang Xin Jie.

Untuk sementara Xin Jie masih bisa bertahan....

Tapi semakin lama, Xin Jie merasa pedangnya semakin berat, menyerang musuhnya semakin melambat, tapi walaupun semakin lambat tapi dia berusaha dengan sepenuh hati melawan mereka.

Dia sadar jika tidak mengeluarkan semua tenaganya, maka tubuhnya akan enteng.

Tapi musuh akan dengan mudah mendekatinya dan saat itu akan terjadi pertarungan tanpa senjata....958 Luka Xin Jie terasa semakin sakit.

Dia berusaha menepis pedang lawan kesamping dua kali sambil berpikir.

"Jika terus berlangsung seperti ini, kecuali mati tidak ada jalan lain lagi. Lebih baik aku berusaha membunuh mereka, bisa membunuh satu pun cukup lumayan, bisa membunuh dua, sudah beruntung...."

Begitu sudah mengambil keputusan. Dia tertawa panjang. Dia jadi merasa sedikit tenang. Dalam hati dia berdoa.

"Ayah, ibu, lindungilah putramu ini untuk membalaskan dendam kalian!"

Pedang segera dikembangkan.

Semua serangan jurus 'Qiu Zhi Jian Fa' dikeluarkan dan menyerang Hai Tian Shuang-sha....

cara Xin Jie bertarung sangat mempertaruhkan nyawanya, jurusnya benar-benar sangat ganas.

Formasi pedang Guang Zhong Jiu Hao tampak menjadi kacau.

Tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu....

"Lari!" 'Leng Mei Fei Mian', 'Mei-huan Shan Long', secara bersama-sama digunakan untuk menyerang Hai Tian Shuang-sha. Tapi Xin Jie terus bergerak mundur. Dia menahan959 kakinya yang terasa sakit kemudian dia meloncat ke udara beberapa meter.

"Hantam!"

Anggota baru Jiu Hao, yaitu Shen Biao Yin Feng melepaskan senjata rahasianya.

Xin Jie tidak mendengar ada senjata rahasia datang.

Dia berpikir mungkin ini hanya akal-akalan Jiu Hao saja.

Tapi tiba-tiba dia teringat.

"Tadi ketika aku terkena senjata rahasia, senjata itu datang tanpa bersuara, mungkin senjata rahasia mereka berbeda dengan yang lain...."

Dengan cepat Xin Jie menunduk.

Ternyata benar saja ada senjata rahasia melewati bagian atas tubuhnya.

Senjata rahasia 'Yin Feng Shen Biao' Zuo Wang Chong berbeda dengan senjata rahasia lainnya.

Caranya melepaskan senjata rahasianya tidak mengeluarkan suara, begitu dekat dengan musuh dengan jarak sekitar 1.5 meter, kecepatan senjata akan bertambah.

Begitu musuh sadar dan ingin menahan, sudah tidak sempat.

Tadi Xin Jie juga telah terkena senjata rahasia dan dia terluka.

Xin Jie berguling-guling di tanah untuk menghindari serangan senjata rahasia.

Tapi luka yang tersenggol membuatnya mengerang kesakitan.

Xin Jie berusaha960 berdiri, tapi punggungnya terkena pukulan Jiao-hua.

Mata Xin Jie terasa gelap.

Darah menyembur keluar dari mulutnya....

Xin Jie berusaha mengambil nafas kemudian kedua kakinya diberdirikan.

Dia berusaha berdiri.

Sambil mengatur nafas, dia menekan darah yang masih menyembur.

Dia menyalurkan seluruh tenaganya di pedangnya.

Tangan kanan melayang, pedang menusuk.

Jurus 'Hai Mei Tu Rui' baru dilancarkan setengah jalan, dan lansung berubah menjadi jurus 'Mei Tu Qi Xiang'.

Pedang seperti bertambah kekuatannya.

Pedang Lin Shao Gao ditepis.

Tangan tergores oleh pedang dan mengeluarkan darah....

Lin Shao Gao tidak sempat mundur lagi.

Ujung pedang Xin Jie membawa cahaya menyilaukan menyerang Jiao bersaudara....

Si Kong Zhong dan Zuo Zhong Wang, dua-duanya menyerang dari pinggir.

Tapi Xin Jie tidak memperdulikan mereka.

Jurus 'Zuo Jing Mei Duo' menyerang dengan lurus menuju Jiao-hua....

Jiao-hua yang melihat Xin Jie bertarung mati-matian.

Dia sedikit terpaku.

Tangan Xin Jie seperti memanjang.961 TSSK.

Pundak Jiao-hua telah tertusuk dan Jiao-hua berteriak kesakitan.

Tapi Pedang Zuo Zhong Wang juga berhasil menggores dada Xin Jie beberapa centimeter....

Alisnya tidak berkerut, darahnya menetes dari luka, membuat baju Xin Jie dipenuhi dengan darah.

Xin Jie seperti mati rasa.

Tiba-tiba pedang diayunkan lagi.

Jurusnya lebih ganas lagi.

Dia bertekad mati bersama dengan mereka....

Pertarungan semakin seru dan sengit.

Darah bermuncratan kemana-mana.

Xin Jie merasa semakin melemah.

Dia terus mundur dan mundur.

Sekarang dia berada di puncak gunung....

Sinar bulan menjadi gelap.

Malam begitu sunyi dan terasa menyedihkan.

Angin terus berhembus.

Walaupun udara terasa dingin tapi tidak menusuk tulang, tubuh Xin Jie bergetar.

Bumi begitu tenang tapi sekarang tidak terasa lembut atau pun damai, malah sebaliknya, suasana benar-benar terasa tegang dan dipenuhi dengan aura membunuh.

Di atas gunung, terlihat 8 bayangan orang terus berloncatan.

Gerakan mereka962 secepat angin dan bunyi pedang terdengar SRAT, SRAT menambah suasana lebih seram.

Tiba-tiba punggung Xin Jie terkena pukulan lagi.

Luka dalam yang ditahannya sejak tadi tidak bisa dikuasai lagi.

Tubuhnya limbung.

Orang-orang di sana mengira dia akan roboh, tapi dia hanya bergoyang dua kali kemudian memuntahkan darah.

Lu Fang yang berada paling depan terkena semburan darah itu.

Darah mengenai wajahnya dan ketika dia menyeka wajahnya terdengar suara teriakan pilu dari Lu Fang, ternyata pedang lawannya telah menusuk ke dadanya....

Xin Jie tertawa panjang tapi suaranya serak dan tidak begitu terdengar jelas.

Dia tetap mengayunkan pedang mendekati mereka lagi.

Gerakannya masih secepat angin....

Semua anggota Guan Zhong Jiu Hao adalah iblis yang senang membunuh orang tanpa mengedipkan mata.

Melihat keadaan Xin Jie seperti ini, mereka jadi menghembuskan nafas panjang.

Guang Zhong Jiu Hao yang bertarung sambil mengeroyokan, membuat hati mereka sebenarnya merasa tidak enak dan hanya bisa terpaku melihat keadaan Xin Jie.963 Xin Jie mengambil kesempatan pada saat mereka terpaku dan mengganti posisi siap menusuk Jiao-hua dan Jiao-lao.

Mereka terpaksa mundur.

Xin Jie tidak peduli.

Dia membalikkan tangan dan menusuk Si Kong Zhong.

Si Kong Zhong berrteriak dan langsung ambruk, tubuhnya bersimbah darah!

Xin Jie menahan nafas kemudian dia memutar tubuhnya lalu mengayunkan pedang sekali lagi.

Jiao-lao membentak, kedua telapaknya dikeluarkan dan mendorong dengan menggunakan tenaga besar, Bai Fang membantu dengan menambahkan satu telapaknya lagi, Xin Jie berusaha memusatkan tenaganya, dia siap menggunakan pedangnya untuk menahan serangan tenaga dasyat itu, tapi tenaga Xin Jie telah terkuras habis.

Serangan tenaga yang datang hanya mampu ditahan setengahnya, sedangkan setengah lagi mengenai dadanya, dan dia terjengkang ke belakang....

Lin Shao Gao datang menghampiri mereka dan siap menusuk Xin Jie sampai mati, tapi tiba-tiba Xin Jie berdiri dengan meloncat, pedangnya berada di tangan kiri lalu dilemparkannya, pedang terlepas dari964 tangannya, dan dia membalikkan tubuhnya secepat angin dengan telapaknya dia menyerang Jiao-lao....

Lin Shao Gao yang menusuk Xin Jie dengan sekuat tenaga, dia berniat membuat tubuh Xin Jie hancur, tidak disangka Xin Jie malah melempar pedangnya dengan sekuat tenaga.

Dia menjadi kalang kabut pedang Xin Jie pun menusuk tenggorokannya dan menancap beberapa sentimeter dalamnya.

Lin Shao Gao langsung terjatuh.

Jiao-lao melihat Xin Jie sudah sekarat, serangan telapak Xin Jie sama sekali tidak bertenaga, dengan satu tangan dia berusaha menahan serangan Xin Jie.

Tapi serangan terakhir dari Xin Jie ternyata menggunakan seluruh sisa tenaganya, kelihatan seperti tidak bertenaga tapi sebenarnya tenaga itu merupakan tenaga keseluruhan.

Jiao-lao berteriak dan mundur beberapa meter, tulang tangannya hampir saja patah!

Akhirnya Xin Jie tidak kuat lagi dan dia pun roboh, tidak bangun lagi....

Lucunya Guan Zhong Jiu Hao yang berjumlah 7 orang mengeroyok Xin Jie yang hanya sendiri, ternyata 3 orang yang mati965 sedangkan yang lain terluka, walaupun Xin Jie telah ambruk tapi bisa dikatakan kedudukan mereka seimbang!

Hai Tian Shuang-sha dengan marah dan terkejut saling pandang, di Gunung Gui Shan mereka berdua bertarung dengan Xin Jie, saat itu walaupun ilmu silat Xin Jie tinggi tapi dia berhasil dipukul dan jatuh ke dalam jurang.

Selama beberapa bulan tidak bertemu, ternyata kemampuan dan ilmu Xin Jie maju dengan pesat!

Xin Jie ambruk ke bawah, tapi pikirannya masih jernih, hanya tubuhnya saja yang tidak sanggup berdiri.

Telinganya menempel dengan tanah, dia mendengar dengan jelas langkah yang semakin mendekatinya.

Apakah yang menghampirinya adalah Jiao-hua atau Jiao-lao, dia tidak tahu.

Dia berpikir.

"Kalau aku masih mempunyai sedikit tenaga, aku akau berusaha memukul kepalaku hingga mati supaya aku tidak jatuh ke tangan mereka...."

Tapi tenaga untuk menggerakan jarinya pun sudah tidak ada....

kematian akan segera datang.

Otaknya masih bisa berpikir jernih,966 bayangan yang dikenalinya satu per satu muncul di hadapannya, dendam orang tuanya, Paman Mei, Paman Hou....

Semua sudah selesai sekarang....

Terakhir dia teringat pada Wu Ling-feng....

Kakak Wu yang telah memberikan kehangatan seperti keluarga kepadanya, dia teringat lagi pada Nona Su yang cantik....

Dia membayangkan Nona Su sedang duduk di depan jendela, sambil menatap jalan berdebu menunggu kedatangan mereka....

dia percaya kalau Nona Su menunggu kedatangan Kakak Wu....

karena mereka telah berjanji akan datang menengoknya.

Dia memikirkan semua itu, tanpa terasa air matanya berlinang, Nona Su yang cantik.

Air matanya mengalir membasahi jalan yang penuh dengan debu....

"Kakak Wu sudah mati, kalau aku juga mati, Nona Su akan menunggu seumur hidup, dia pasti akan menunggu seumur hidup!"

Ada sesuatu yang membuatnya ingin bertahan hidup, dan hal ini telah timbul di dalam hati Xin Jie, ada suara yang berkata.

"Xin Jie, kau tidak boleh mati, kau harus tetap hidup di dunia ini, kalau kau mati kau tidak setia juga tidak menghormati orang tua,967 'kepercayaan' ini tetap harus kaujaga! Xin Jie, kau tidak boleh mati!"

Suara langkah kaki semakin mendekat, ternyata itu langkah Jiao-lao!

Tiba-tiba....

Tubuhnya Xin Jie seperti tersetrum listrik, tiba-tiba dia meloncat tinggi, tubuhnya bergerak seperti anak panah dan meluncur ke bawah gunung....

Semua orang hanya diam melihat bayangan seseorang di langit terbang 3 kali kemudian meluncur ke bawah gunung....

Ilmu meringankan tubuh yang sakti, membuat siapa pun yang melihatnya merasa takjub, seseorang yang sudah sekarat tapi masih mempunyai tenaga begitu hebat.

Dari pengalaman mereka selama ini, hanya ada satu alasan, seseorang sebelum mati pasti mempunyai tenaga terakhir, Xin Jie telah berlari menuruni gunung, tapi dia pasti akan mati di sana....

hal itu tidak dapat dipungkiri lagi.

Mereka mencoba menghibur diri.

Hai Tian Shuang-sha dengan cepat mengejarnya, tapi semua tempat di sana sangat gelap, mereka tidak berhasil menemukan mayat Xin Jie....

mereka tetap berkata.

"Pada saat Xin Jie terguling ke968 bawah gunung, dia pasti akan mati!"

Tapi Jiao-lao tetap merasa tidak tenang, dia tetap menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi berkeliling di sana dan terus mencari, tapi mayat Xin Jie tetap tidak berhasil ditemukan.

Bai Feng yang berada di atas berteriak.

"Lao-da, di bawah ada yang datang.... orang itu mempunyai ilmu meringankan tubuh yang bagus...."

Jiao-lao terkejut, dia merasa khawatir, kalau ada orang yang melihat keadaan Guan Zhong Jiu Hao seperti sekarang nama besar mereka akan hancur, maka dia segera memberi tanda kepada anak buahnya, dan dia segera meloncat ke tempat lebih tinggi.

Dari tempat tinggi mereka melihat ada seseorang dengan cepat berlari ke arah sana.

Ilmu meringankan tubuh orang itu benar-benar sangat bagus, sekali meloncat dia bisa mencapai beberapa meter, dan orang itu masih terlihat tenang.

Dalam hati Jiao-lao berpikir.

"Ilmu orang itu sangat bagus, tapi wajahnya masih asing bagiku, malam seperti ini dia malah969 datang ke sini, dia pasti musuh bukan teman...."

Dia melihat mayat yang bergelimpangan di sana, anak buahnya ada yang terluka dan juga kelelahan, sejenak dia berpikir lalu memberi perintah.

"Ayo kita pergi dari sini!"

Ooo)*(ooO Di bawah gunung banyak batu-batuan dan juga semak belukar, keadaan di sepanjang sungai pun seperti itu, walaupun banyak batu-batuan di sisi sungai, tapi rumput di sana belum terlihat menguning, walaupun sekarang udara terasa dingin.

Ini membuktikan kalau rumput liar adalah tumbuhan yang dapat bertahan hidup.

Di sisi sungai tampak seseorang yang sedang terbang, baju yang melekat di tubuhnya tampak compang camping, tubuhnya penuh dengan luka, dia sempat terguling saat melewati batu-batuan dan tumbuhan berduri.

Dia tidak bergerak lagi....

mungkinkah....

Tidak, dia belum mati, dia tidak lain adalah Xin Jie, dia mempunyai pertahanan tubuh yang kuat, semangatnya selalu970 membuatnya melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain....

Tapi, walaupun dia belum mati, tapi nafasnya terdengar lemah, dia terlalu banyak mengeluarkan darah, ditambah dia mengalami luka dalam yang berat, dia masih bernafas, tapi dia mulai sekarat.

Meskipun begitu saat itu otaknya masih bisa berpikir dengan sangat jernih....

mungkin saat itu seluruh tubuhnya telah mati rasa.

Dia tidak sedang memikirkan ayah dan ibunya, atau pun Paman Mei, yang dia pikirkan sekarang adalah pertarungan sengit yang baru saja dialaminya tadi, setiap jurus yang telah dikeluarkannya masih diingatnya dengan jelas.

Pikirannya mulai bisa bergerak dengan lincah, mungkin lebih dari keadaan biasa.

Jurus-jurusnya yang sengit satu per satu melintas di benaknya, tiba-tiba dia teringat pada jurus 'Da Yan Shi Shi' hatinya bergetar, banyak jurus baru yang tambah dimengerti olehnya sekarang, sejak bertarung dia jadi berpikir banyak, hal itu membantunya membuka pikirannya yang aneh.

Dia tidak merasa dia akan segera mati,971 karena dia sedang mengalami perubahan aneh dan menemukan teknik aneh dalam ilmu silat, hal ini telah memenuhi otaknya, memang dia sangat menyukai ilmu silat.

Setelah lama dia baru berkata.

"Kalau dari awal aku bisa memikirkan hal ini mungkin keadaan akan berbeda.... Da Yan Shi Shi benar-benar jurus aneh dan luar biasa...."

Xin Jie telah bertambah mengerti ilmu silat yang diajarkan Pin Fan Shang-ren sampai mendalam, sekarang kemampuan ilmu silat Xin Jie bertambah lagi....

Tapi sekarang bertambah pun apa gunanya?

Kecuali dia hanya bisa menghibur diri.

"Pagi menjelang, mati di malam hari pun tidak masalah...."

Dia sedang berjalan menuju kematian, dan semakin lemah....

Ooo)*(ooO Di atas gunung, Hai Tian Shuang-sha telah meninggalkan tempat itu, di sekeliling tempat itu kembali sunyi....

Tampak bayangan seseorang yang datang, ilmunya tinggi dan dia bergerak dengan lincah, hampir sama dengan kemampuan Hai Tian Shuang-sha.972 Dia bengong menatap mayat-mayat yang bergelimpangan di bawah, dia memegang sebuah pita merah.

Pita itu diambilnya dari kaki seekor burung merpati....

karena itu pula di antara Guan Zhong Jiu Hao, hanya ada Qi Hao yang datang.

Dia membalikkan tubuh sinar bulan menyinari wajahnya, matanya yang berkilau mengeluarkan sorot pintar.

Hidungnya mancung, lurus dan kuat.

Wajahnya tampan di bawah sinar bulan dia terlihat semakin tampan.

Dia adalah Wu Ling-feng, saat di Tai Shan dia terjatuh ke jurang Guan Re Feng dia duduk di bawah sebuah pohon dan tidak mengerti mengapa mayat-mayat itu bisa ada di sana.

Dia menarik nafas panjang, dia seperti bingung.

Tapi saat itu dia juga merasa berterima kasih kepada Tuhan dia harus bisa membunuh Jin Qi terlebih dulu, setelah itu dia baru bisa menutup mata dengan tenang.

Karena itu diam-diam tangan kanannya dikendurkan, lalu dengan tiba-tiba dia memukul kepala Jin Qi, ternyata Jin Qi pun berpikiran sama dengannya.

Kedua kepalan saling beradu di udara, pukulan mereka mengandung niat membunuh lawan.

Wu Ling-feng merasa darah dalam tubuhnya973 terus bergejolak, tangan kirinya yang memegang Jin Qi dilepaskan, tangan kanannya terasa sakit, karena tubuh mereka telah terpisah maka kecepatan jatuh Wu Ling-feng semakin kencang, begitu melihat ke bawah, hanya terlihat kabut berwarna putih, seberapa dalamkah jurang ini?

Dia tidak tahu, hanya saja dia segera melupakan rasa sakitnya, kedua tangannya berusaha menggapai dinding jurang, dia berharap bisa menggapai sesuatu yang bisa membuat laju tubuhnya tertahan, sekali pun itu hanya sebatang rumput kecil.

Tiba-tiba dia merasa laju tubuhnya berhenti.

Kakinya menginjak sesuatu.

Ini menyangkut hidup dan matinya, dia tidak berpikir panjang lagi lalu membenarkan pijakan kakinya.

Begitu dia memperhatikan dengan teliti ke bawah, segera dia merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada Tuhan, karena sejak tadi dia hanya memperhatikan dinding jurang tidak memperhatikan ke bawah, sekarang setelah dia melihat dengan benar, ternyata di bawahnya adalah sebuah pohon sebesar mangkuk yang tumbuh mencuat dari dinding jurang.

Dari perasaan putus asa tiba-tiba974 memperoleh sedikit harapan hidup, maka semangatnya bergelora lagi.

Dengan ringan dia berdiri di atas pohon kecil itu.karena masih menyayangi-nya.

Waktu itu Wu Ling-feng dipeluk oleh Jin Qi lalu jatuh ke dalam jurang.

Pikir Wu Ling-feng.

"Aku pasti akan mati!"

Tapi sebelum mati…....

Dia mengerti untuk sementara dia bisa tertolong, karena keadaannya sudah tidak terlalu tegang, maka dia mulai merasa darah di dalam dadanya turun naik, tidak lama kemudian dia memuntahkan darah.

Dia baru mengerti tadi dia dan Jin Qi saling memukul, membuat dia terluka dalam.

Karena sejak tadi tubuhnya terus meluncur turun dan tidak menapak tanah untuk mengatur nafas, mencegah agar lukanya tidak bertambah parah, maka sekarang setelah mengeluarkan tenaga, lukanya bertambah berat.

Tadinya pada saat dia jatuh ke dalam jurang, dia tidak berpikir ada kesempatan untuk hidup kembali, sekarang karena tubuhnya tertahan oleh sebuah pohon kecil maka dia pun tertolong, keinginan hidupnya muncul kembali.

Dia memejamkan matanya, lalu mulai mengatur nafas.

Tapi nafasnya975 tersendat-sendat di dalam dadanya dan tidak bisa naik.

Beberapa kali dia mencoba tapi selalu gagal, dengan kecewa dia menarik nafas.

Tangan kanannya semakin terasa sakit.

Kabut semakin menebal, langit pun semakin gelap, angin berhembus sangat dingin, kadang suara angin yang berhembus seperti suara teriakan harimau, atau seperti suara seseorang yang menangis.

Dengan menggunakan ilmu Qian Jin Duo, Wu Ling-feng dengan tenang duduk di atas pohon itu.

Tubuhnya seperti menyatu dengan pohon.

Dia mengikuti arah pohon bergoyang.

Pikirannya pun seperti pohon itu terus bergoyang....

masa kanak-kanak muncul di depan matanya.

Sungai kecil di bawah jembatan, gubuk yang berada di sisi jalan, rumput-rumput yang ada di sekeliling gubuk itu.

Di sana setiap hari dia berbaring untuk beristirahat, melihat awan yang berjalan di langit dan asap dari dapur pelan-pelan membumbung ke atas langit, berputar dan berputar, angin sepoi-sepoi berhembus meniup asap itu, membuat asap menyebar ke mana-mana.

Pintu gubuk terbuka, pelan-976 pelan muncul seraut wajah kecil yang cantik, kedua pipinya bersemu merah seperti apel, matanya bercahaya seperti bintang.

Sambil meloncat-loncat dia berjalan menghampiri Wu Ling-feng.

Kepang rambutnya ikut meloncat mengikuti gerakan tubuhnya, wajahnya tertawa lucu.

Setelah dekat, dengan cepat dia meloncat, lalu menuntun tangan kecil yang lembut dan halus lalu masuk ke dalam gubuk.

Bibi yang cantik dan lembut selalu duduk di sebuah kursi di dekat meja, sambil tersenyum dia melihat mereka berdua masuk.

Di atas meja sudah terhidang sayuran panas, selama dua bulan dia berkelana, dia telah mencoba berbagai macam jenis sayur, tapi bila dibandingkan dengan masakan bibi, sayur yang lain sepertinya tidak berasa....

Malam semakin larut, Wu Ling-feng mulai merasa dingin, mengingat dia sedang terluka berat, dan sekarang dia berada di tempat seperti itu, dia masih bisa mengingat masakan bibi, hal ini membuatnya ingin tertawa.

Sewaktu dia akan mengatur nafas untuk menahan rasa dingin, tiba-tiba dia mencium bau sesuatu, harum itu membuat977 dadanya terasa lebih enak, otaknya bisa berpikir lebih tenang.

Dengan sekuat tenaga dia berusaha mencium bau itu, dia merasa darahnya tidak terus naik, aliran udara semakin lancar masuk ke dalam paru-parunya.

Dia tahu kalau semua itu berkat harum yang tercium olehnya.

Karena itu dengan puas dia terus mencium bau itu.

Dia tidak berusaha mencari sumber wangi itu, dia memejamkan mata melakukan ilmu pengaturan nafas.

Mungkin karena udara yang mengaliri tubuhnya membuat dadanya terasa lebih lega.

Tangan kanannya yang sakit sudah mulai berkurang rasa sakitnya.

Dia membuka matanya dan berniat mencari sumber wangi itu, begitu dia melihat dia sangat terkejut.

Karena pohon yang tidak berdaun ini ternyata mengeluarkan dua pucuk daun kecil berwarna hijau.

Di antara kedua pucuk itu terlihat ada sebuah buah berwarna merah, karena angin berhembus ke arahnya, maka harum itu bisa tercium.

Harum itu semakin kental dan buah itu semakin memerah.

Pikir Wu Ling-feng.

"Buah in pasti buah obat."

Maka dia segera memanjat pohon itu dan pelan-pelan berniat meraih buah978 itu.

Dia melihat ranting pohon terlalu kecil dan takut tidak bisa menopang berat tabuhnya maka dia bergerak dengan pelan.

Pada saat jaraknya dengan buah itu sekitar 3 meter lagi dia tidak berani bergerak maju, dia melepaskan tangan kanannya dari pegangan, tangan kiri masih dengan erat mencengkram ranting pohon, tangan dijulurkan, akhirnya dia bisa meraih buah itu, karena dia menggoyangkan ranting, maka ranting pun bergoyang-goyang.

Wu Ling-feng dengan hati-hati kembali ke tempatnya tadi, lalu melihat buah itu, buah itu bentuknya lucu dan berwarna merah.

Buah itu masih terus membesar.

Wu Ling-feng merasa aneh dan terus melihat, buah itu sekarang telah berhenti membesar, tapi tiba-tiba terbelah.

Air buah itu menyembur keluar, Wu Ling-feng membuka mulutnya dan menyedot air itu, ternyata air buah itupun enak dan harum.

Melihat buah yang masih ada di tangannya, sekarang hanya tinggal kulit tipis, tapi tetap mengeluarkan wangi yang enak.

Wu Ling-feng merasa sayang membuangnya, maka dia sedang memikirkan wadah untuk menampungnya, tiba-tiba dia teringat botol979 kecil yang ada di sakunya, tiba-tiba dia memikirkan sesuatu, semua ini membuatnya bengong sesaat, hatinya pun menjadi dingin.

Tadinya dia telah putus asa, di dalam otaknya hanya ada warna putih, dia sama sekali tidak bisa berpikir.

Setelah lama dia seperti baru tersadar.

Dia teringat saat dia berumur 9 tahun, waktu itu musim panas, di suatu pagi yang panas, dia bermain air bersama dengan teman-temannya di sebuah sungai kecil.

Sejak kecil dia memang sudah pemberani, dia membawa anak-anak bermain ke sungai, karena mereka sering bermain di sana, maka mereka pun mahir berenang.

Mereka bermain semakin jauh, tiba-tiba ada seekor ikan berwarna kuning meloncat keluar dari dalam sungai, dengan cepat Wu Ling-feng menangkapnya, tapi terlambat, ikan kecil itu masuk kembali berenang ke dalam sungai.

Karena Wu Ling-feng sangat menginginkan ikan itu maka dia pun menyelam mencarinya.

Ikan itu tidak jauh darinya, dia berusaha menggapai ikan itu, ikan itu tidak berusaha melarikan diri darinya malah datang menghampiri Wu Ling-feng dan menggigitnya.

Wu Ling-feng980 berpikir hanya digigit ikan tidak akan menjadi masalah baginya, jarinya hanya terkena sedikit gigitan, setelah melihat dengan teliti ternyata itu bukan ikan melainkan seekor ular kecil.

Sifat Wu Ling-feng memang keras, dia masih menginginkan ular itu, dia mengambil nafas ke permukaan sungai dan siap menyelam lagi untuk menangkap ular itu.

Tapi sewaktu dia berada di permukaan sungai dia melihat tangan kanannya telah menghitam dan satu tangan itu mati rasa.

Dia baru sadar ternyata ular kecil itu beracun, dia tidak sempat pamit kepada teman-temannya, dan segera berlari pulang.

Di tengah jalan kepalanya terasa semakin pusing, dia berusaha untuk tetap bertahan.

Setelah tiba di rumah, karena tersandung batu kecil dia berteriak dan jatuh lalu segera pingsan.

Dia pun sadar dari pingsannya, setelah sadar dia pingsan lagi, lama dia tidak sadar, sampai hari sore kedua dia baru sadar.

Dia membuka matanya dan merasa tidak bersemangat.

Dia melihat mata bibi dan A Lan yang merah dan lesu, saat itu mereka sedang menatapnya, lalu masih terlihat Zhu981 Fu Zigurunya, gurunya pun hanya diam dan dengan serius menatapnya.

Kata pertama yag keluar dari mulutnya adalah 'air', tubuhnya terasa lemah tidak bertenaga.

Terlihat wajah bibi, A Lan, Zhu Fu Zi tersenyum, sepasang mata A Lan yang terang bertambah berkilau, dan terus menatapnya.

Sorot matanya memancarkan rasa sayang, dia menjadi bingung, dia berusaha membuka matanya yang berat untuk lebih jelas melihat A Lan.

Tiba-tiba wajah A Lan berubah dan jatuh ke tempat tidur, ternyata dia juga pingsan.

Semakin hari keadaannya semakin membaik, dia tahu kalau A Lan juga sakit, dua hari sekali Zhu Fu Zi datang menengok mereka.

Setiap kali setelah memeriksa nadi A Lan, wajahnya terlihat murung.

Bibi semakin hari terlihat semakin sedih, Wu Ling-feng tahu kalau penyakit A Lan semakin hari semakin berat.

Tapi dia sendiri pun sangat lemah dan tidak bisa bergerak.

Beberapa kali dia menanyakan keadaan A Lan, tapi bibi hanya menjawab dengan menghiburnya dan menyuruhnya supaya jangan merasa khawatir.

Suatu malam dia terbangun, mendengar bibi sedang982 mengobrol dengan Zhu Fu Zi, tadinya dia ingin membalikkan tubuh untuk mengubah posisi tidurnya, tapi dia mendengar ucapan mereka.

"Aku lihat sepertinya A Lan telah terkena racun ular emas, tapi mengapa dia bisa keracunan, benar-benar sulit dimengerti,"

Kata Zhu Fu Zi. Kata bibi.

"Kalau benar A Lan terkena racun ular emas (Jin She) apakah kecuali Xue Guo (buah darah), tidak ada obat lainnya?"

Jawab Zhu Fu Zi.

"Ular emas adalah jenis ular paling beracun, orang yang telah terkena racun ini, setelah lewat 8 jam tubuhnya akan terasa gatal dan sakit, benar-benar sangat menyiksa, sekalipun dia mempunyai iman yang teguh, terakhir dia pasti tidak akan tahan dan akan bunuh diri. Yang paling tidak kumengerti, racun ini hanya bisa dihilangkan dengan makan Xue Guo, racun dibuang melalui air kencing, tidak ada obat lainnya."

"Apakah A Lan bisa tertolong?"

Tanya bibi sambil menangis. Zhu Fu Zi hanya menarik nafas.

"Aku masih menyimpan setengah botol kecil air Xue Guo, tapi melihat A Lan terkena racun983 begitu berat, aku seharusnya langsung memberinya obat itu, karena waktu itu aku terburu-buru dan terkejut aku memberikan semuanya untuk Wu Ling-feng, air Xue Guo adalah semacam obat untuk mengobati berbagai macam racun ular, sebenarnya hanya dengan beberapa tetes saja sudah cukup, aku rasa karena hari itu A Lan panik dan terburu-buru, maka A Lan langsung menyedot racun yang ada di jari Wu Ling-feng, terakhir dia sadar kalau dia pun telah keracunan, dia berusaha menahan diri karena dia takut air Xue Guo tidak akan cukup untuk mereka berdua, kalau saja kita tahu dia juga terkena racun, aku akan membagi dua obat itu untuk Wu Ling-feng dan A Lan, mungkin dia takut akan mengganggu kesembuhan Wu Ling-feng kalau obat itu tidak cukup maka dia pun rela mengorbankan dirinya. Hhhh! Anak ini benar-benar sangat mencintai Wu Ling-feng, nyawa pun rela dia korbankan. Sekarang aku akan menggunakan cara lain untuk menutupi racun yang ada di tubuh Xiao Lan supaya tidak semakin menyebar, dia harus tetap tidur, itu akan mengurangi rasa sakitnya. Kalau besok racun telah mengumpul, aku984 akan menggunakan teknik akunpuntur supaya racun bisa keluar dari mata, hidung, dan telinga, untung racunnya tidak begitu banyak, mungkin masih ada sedikit harapan untuk sembuh, hanya saja.... hanya saja sepasang matanya akan buta."

Bibi terus menangis.

Ooo)*(ooO 10 tahun lebih telah berlalu, obrolan antara Zhu Fu Zi dan bibi tidak akan pernah dilupakan oleh Wu Ling-feng.

Setiap hari setiap malam dia teringat bagaimana dia mencari Xue Guo untuk menyembuhkan A Lan supaya bisa melihat kembali.

"Apakah pohon di mana aku duduki sekarang ini adalah pohon Xue Guo yang dimaksud oleh Zhu Fu Zi? Tapi Xue Guo yng dalam waktu seratus tahun baru berbuah sekali itu ada di mana sebenarnya?"

Dia merasa malu sekaligus marah, dia menyalahkan dewa dan Tuhan, mulutnya terus komat kamit.

"Wu Ling-feng, Wu Ling-feng, kau orang egois, demi mengobati luka dalammu, kau melupakan hal yang selama 10 tahun selalu kau ingat-ingat, kau benar-benar orang tidak tahu malu, orang yang tidak bisa mengembalikan budi kepada orang985 lain."

Semakin marah dia semakin sedih, akhirnya dia hanya bisa menangis sekeras-kerasnya. Setelah rasa sedihnya berkurang, dia berpikir.

"Mengapa Tuhan tidak adil? Sejak kecil aku sudah yatim piatu, dengan bersusah payah baru bertemu dengan orang baik dan menyayangiku seperti menyayangi putranya sendiri, tapi aku malah membuat putri semata wayangnya buta, siang malam aku selalu mencari Xue Guo, tapi aku malah memakan Xue Guo yang telah kutemukan, mengapa nasibku begitu sial? Orang yang telah berbuat baik kepadaku malah mendapatkan bencana. Menurut Zhu Fu Zi, ayahku seumur hidupnya berjuang untuk membela keadilan, beliau juga membunuh orang jahat, akhirnya beliau mati di gunung terpencil, mayatnya pun tidak berhasil ditemukan, apakah langit tidak berperasaan? Ibuku.... orang yang sangat dikagumi bibi, adalah seorang perempuan yang berbakat dalam ilmu sastra, lagu, puisi, catur, kecapi, melukis, menjahit, memasak, dan lainnya. Tapi setelah melahirkanku, beliau langsung meninggal dunia, di dunia ini apakah sesuatu yang mengandung perasaan tidak bisa bertahan lama?986 Setelah aku sembuh dari racun, bibi menceritakan riwayatku, dulu bibi selalu berbohong kepadaku, katanya ayah dan ibuku bersumpah harus bertapa selama 20 tahun di Tai Shan, aku selalu mempercayai ucapan bibi, setelah tahu kalau ayahku terbunuh karena diserang, aku seperti disambar petir, tadinya aku berharap beberapa tahun lagi aku bisa melihat wajah ayah dan ibu, harapanku langsung menjadi sirna, dan digantikan dengan kemarahan serta niat untuk membalas dendam. Zhu Fu Zi adalah kakak seperguruan ayah, beliau memberitahu siapa yang telah membunuh ayah, dan dengan telaten mengajarkan ilmu silat kepadaku, Zhu Fu Zi selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menguasai ilmu tinggi dan beliau takut membuatku tidak bisa maju, karena itu beliau hanya mengajarkan ilmu dasar dari perguruannya. Tapi suatu hari bibi mengeluarkan sebuah buku dan memberikannya pada Zhu Fu Zi, setelah Zhu Fu Zi membacanya beliau terkejut. Semenjak itu beliau mengajarkan ilmu silatnya kepadaku sesuai dengan petunjuk buku itu. Beliau mengatakan kalau buku itu adalah hasil jerih payah ayah987 selama hidupnya, semenjak itu siang dan malam aku terus berlatih ilmu silat dan membaca buku. Aku tidak berani meliha A Lan, matanya yang indah telah kehilangan cahaya, tapi bagiku tetap terlihat indah. Tapi di balik mata itu hanya bisa melihat kegelapan, aku bersumpah akan membuat A Lan bisa melihat kembali, apa pun akan kukorbankan untuknya. Sekalipun itu darah atau kepalaku. A Lan semakin melembut, dia tidak marah-marah lagi, dia selalu ramah mengajariku, menasihatiku, dan mengatakan kalau persoalan matanya jangan selalu diingat, kelak aku pasti bisa mendepatkan obat yang bisa membuat matanya melihat kembali, aku tahu harapannya sangat kecil, tapi aku merasa semakin tenang dan terus berlatih ilmu silat. Suatu hari aku pamit kepada guru, bibi, dan A Lan. Mata A Lan tampak berlinang dengan air mata, dia tertawa dengan terpaksa dan berkata, 'Kakak, kau akan berkelana di dunia persilatan, kau harus berhati-hati, hal membalaskan dendam ayahmu adalah nomor satu, kalau tidak bisa988 menemukan Xue Guo, jangan dipaksa!' Waktu itu aku terus menatapnya, entah apa yang harus kukatakan. 'A Lan, aku tahu kau tidak bisa melihatku, tapi kau pasti memiliki perasaan, kakakmu ini juga memberikan kasih sayang melalui matanya yang bodoh.' A Lan menyimpan rasa sedihnya dan tertawa manis lalu berkata, 'Sudahlah, Kak, pergilah dengan tenang!' Tawa itu terlihat begitu lembut, manis, dan penuh dengan kasih sayang, membuatku sempat terpana, dan aku berdiri cukup lama tidak tega meninggalkannya. A Lan! A Lan! Aku merasa kadang-kadang nyawaku tidak bisa menyaingi tawamu yang begitu penuh kasih sayang. 'Kalau kau mau aku mati, apakah aku sanggup menolaknya?' Guru memberiku botol kecil ini, lalu beliau berpesan kepadaku, 'Kalau menemukan Xue Guo segera masukkan ke dalam botol ini, Xue Guo akan mencair dengan sendirinya.' Aku pun bertekad dengan penuh harapan membawa pedang dan perbekalan, melewati gunung dan sungai, berkelana di989 gunung dan laut. Tetap saja aku tidak berhasil menemukan Xue Guo, dendam ayah belum terbalas, tapi aku merasa sangat beruntung bisa berkelana dengan seseorang yang sudah kuanggap sebagai saudara.... Xin Jie, seorang pemuda polos, pemberani, dan berlapang dada luas. Walaupun usianya lebih kecil setengah tahun dariku tapi dia masih sangat kekanak-kanakan. Dengan susah payah aku berhasil menemukan musuhku di rapat Tai Shan, dia adalah orang terkenal dunia persilatan aku berusaha ingin membalas dendam, tapi si jelek, si jelek yang gila itu entah apa alasannya memelukku dan kami pun masuk ke dalam jurang ini! Orang itu memang pantas mati mungkin dia sudah hancur di dasar jurang!"

Pikirannya terus mengembara, tidak terasa hari telah terang, matahari mulai muncul, kabut tebal mulai menipis, cahaya matahari bersinar melewati kabut tebal, terlihat wajahnya yang terkadang sedih, terkadang diam, akhirnya dia meloncat dan bersiul panjang, dengan ringan dia berdiri di atas ranting.

Ternyata dia telah melewati waktu990 lama memikirkan masa lalunya.

Pada saat melihat Xue Guo telah habis, dia seperti melihat A Lan yang putus asa, hampir saja dia tidak bisa menguasai diri dan ingin terjun ke dasar jurang.

Tapi pada saat dia melihat ke atas, kabut telah menyebar, matahari telah muncul, tiba-tiba dia mengerti.

"Walaupun kabut tebal, tapi pada saat matahari muncul, kabut akan menghilang, mungkin hidupku pun seperti itu, tapi apa yang akan menjadi matahari ku? Matahari dalam hidupku harus mengandalkan perjuangan dan keberanianku sendiri. Guru sering mengatakan, sejak dulu sampai sekarang orang yang sukses adalah orang yang kuat, apakah hanya karena mendapat sedikit kesulitan aku langsung putus asa?"

Dia berpikir dan mengukur kemampuan ilmu silatnya, sekalipun ada rumput atau pohon untuk memanjat naik, mungkin dia akan kesulitan naik.

Sekarang dia akan mencoba meloncat, dia mengatur nafas, mengayunkan dulu tangannya, merasa tangannya telah lancar bisa digunakan, rasa sakit sudah tidak ada, dia pun tersenyum,991 dia mengerti semua ini berkat Xue Guo.

Dia ingin melihat keadaan di bawah, karena itu dia mengaitkan kakinya di pohon dan tubuhnya bergelantung di udara.

Kabut di bawah sudah menghilang, maka Wu Ling-feng bisa melihat dengan jelas, antara pohon di mana dia tersangkut dengan dasar jurang masih sekitar 200 meter, dia berpikir.

"Kalau bisa mencari tempat untuk berhenti beberapa kali, aku bisa dengan aman tiba di bawah, tapi kalau hanya ada 2 atau 3 tempat untuk berpijak, aku tidak berani mengambil resiko, aku memang bisa sampai di bawah, tapi tubuhku pasti akan terbanting-banting."

Dia terus melihat ke bawah, akhirnya dia melihat ada batu gunung yang menonjol keluar, tempat itu hanya bisa memuat satu kaki, batu itu berjarak 20-30 meter dari dasar jurang, diamdiam dia berdoa.

"Ya Tuhan! Lindungilah aku, aku berharap batu itu batu padat!"

Dia mengumpulkan tenaga di tangan kanan, dengan ilmu Jin Gang Zhi dia menahan tenaga untuk turun.

Dia pun meloncat dengan cepat dan meluncur seperti bintang jatuh.

Tangan kanannya selalu992 mencengkram dinding jurang, batu yang dicengkramnya meninggalkan bekas jari yang dalam.

Sekarang jaraknya dengan batu itu tinggal 10 meter lagi, dia melihat tempat tujuannya, kedua kakinya ditarik dan bersalto untuk mengurangi kecepatan, kemudian satu kakinya berpijak pada batu itu.

Begitu dia merasa kalau batu itu cukup kokoh, dia baru berani menurunkan tubuhnya, dia berdiri dengan kaki sebelah.

Pada saat melihat ke bawah, kabut lebih menipis dan keadaan di bawah bisa terlihat dengan jelas.

Anehnya setiap jarak 15 meter pasti ada batu yang menonjol seperti sengaja dibuat seseorang.

Wu Ling-feng berpikir.

"Dari atas sampai bawah, setiap jarak 15 meter pasti ada batu untuk berhenti, kalau dari bawah naik ke atas, mungkin masih bisa dengan cara memanjat. Batu-batu itu pasti dibuat seseorang, apakah di dunia persilatan ada pesilat begitu tangguh?"

Karena dia ingin segera meninggalkan tempat berbahaya itu dia tidak mempunyai banyak waktu untuk berpikir, beberapa kali dia meloncat dan sekarang dia sudah berada di dasar jurang.

Terlihat batu di mana-993 mana, di sekeliling sana hanya ada gunung, hanya di bagian selatan bukan gunung.

Dengan ilmu meringankan tubuh dia berlari ke arah selatan dan menemukan sebuah jalan kecil yang berliku, dia menyusuri jalan kecil itu lalu memutari beberapa kali kelokan.

Tiba-tiba keadaan menjadi terang, karena di depannya sekarang terbentang hutan bambu hijau.

Ooo)*(ooO BAB 29 Dong Yu Shu Sheng Sewaktu dia sedang berpikir apakah dia harus melewati hutan bambu itu atau tidak, tiba-tiba dia mendengar ada suara seseorang sedang membaca buku.

Dengan berkonsentrasi penuh Wu Ling-feng mendengarnya, ternyata ada orang yang sedang membaca Kitab Nan Hua dengan suara besar.

Suaranya seperti suara batu yang beradu, setiap kalimat yang diucapkan terdengar sangat jelas.

Hal ini membuat Wu Ling-feng terpaku, dia berpikir.

"Orang itu bersuara dengan kecil tapi semua kalimatnya terdengar sangat jelas."

Suaranya menyebar ke seluruh hutan bambu, suara angin tidak membuat suara orang itu994 terpecah.

Orang itu seperti berada di depannya, ilmu silat orang itu pasti tinggi.

Karena ingin tahu Wu Ling-feng pun masuk ke dalam hutan bambu, sambil terus mengikuti suara itu, dia berputar-putar.

Suara itu terdengar semakin jauh, di depannya ada jalan bercabang dan semakin banyak.

Dia terkejut.

"Apakah aku telah terjebak ke dalam formasi musuh?"

Baru dia dengan teliti melihat, jarak antar pohon bambu sepertinya sama, setiap jarak terdiri dari 8 pohon bambu, mengambil posisi 8 arah dan membentuk Ba (delapan) Gua.

Dalam hati Wu Ling-feng berpikir.

"Apakah ini adalah formasi Ba Gua yang sering guru ceritakan? Formasi ini ditemukan oleh Wu Hou dan sudah lama tidak terlihat, apakah ada orang yang masih bisa menguasainya? Apakah tuan rumah memasangnya dengan tujuan supaya dia terlindung dari musuhnya? Kalau tuan rumah tidak senang aku masuk ke dalam formasi ini dan menyerangku di dalam, aku benar-benar tidak bisa keluar."

Dia berpikir seperti itu, tiba-tiba dia berpikir lagi, kemudian dia melipat tubuhnya, seperti seekor bangau dia terbang melejit ke atas, tadinya dia ingin terbang995 setinggi 8-9 meter, lalu meraih batang bambu, dan memanjat naik.

Tapi pada saat dia meloncat, tubuhnya ternyata sudah berada di ketinggian 15 meter dan dia hampir berada di pucuk pohon bambu.

Dia benar-benar kaget, tapi dia tidak mempunyai waktu untuk berpikir lebih lanjut, tangan kanannya langsung meraih pohon bambu, lalu naik lagi beberapa meter, kedua kakinya berada di atas pucuk pohon bambu.

Dari atas dia melihat ke bawah.

Tinggi bambu disana sama rata, di ujung hutan bambu adalah sebuah padang rumput hijau, di tengah padang rumput ada sebuah batu besar berbentuk seperti panggung.

Batu itu besar dan berwarna putih, sepertinya batu itu licin, di atasnya ada sebuah buku dan sebuah suling.

Wu Ling-feng berpikir.

"Tadi aku memperkirakan jarakku dengan orang yang sedang membaca buku kurang lebih 100 meter, tapi aku malah berputar-putar di dalam hutan, mungkin ada 10 kilometer, tapi aku tidak bisa keluar dari formasi bambu itu. Kelihatannya formasi itu sangat hebat, kalau aku meloncat beberapa kali aku bisa keluar dari formasi itu." 996 Tapi sewaktu dia melihat dengan lebih teliti, dia menjadi bingung, karena jarak antar bambu semuanya adalah 20 meter, Wu Ling-feng percaya dia bisa meloncat sejauh 15 meter, tadi dia baru tersadar kemampuan loncatnya bertambah. Ilmu silatnya bertambah maka rasa percaya dirinya pun timbul. Tapi dia harus meloncat dari ujung bambu yang lembut, itu tidak akan mungkin terjadi. Sewaktu dia sedang mencari akal, tiba-tiba di belakangnya terdengar suara besar dengan ramah berkata.

"Anak bodoh, cepat turun, dan ikuti aku!"

Di belakang tubuhnya, dengan jarak beberapa meter tampak berdiri seorang pak tua.

Dia berpakaian seperti pelajar, wajahnya berpenampilan seperti pelajar.

Hanya sekali melihat pak tua itu, Wu Ling-feng langsung menyukainya dan juga percaya kepadanya, dia tidak berpikiran kalau pak tua itu bermaksud jahat kepadanya.

Dia langsung turun.

Melihatnya meloncat turun dari ketinggian 15 meter dilakukan dengan ringan dan tanpa suara, pak tua itu mengangguk, wajahnya penuh tawa, dia berkata.

"Anak, ilmu silatmu lumayan997 tinggi, siapa gurumu? Mengapa kau bisa berada di sini?"

Dengan teliti Wu Ling-feng melihat pak tua itu, berhidung mancung dan berdahi lebar, rambutnya telah memutih, tapi wajahnya masih terlihat licin.

Sepertinya saat dia muda dulu dia adalah seorang laki-laki tampan.

Semakin dilihat Wu Ling-feng semakin menyukai pak tua itu.

Dia tidak berniat berbohong, lalu dengan sikap hormat dia menjawab.

"Namaku adalah Wu Ling-feng, aku adalah murid Tabib Zhu Jing Zi."

Pak tua itu tampak terkejut.

"Apa? Zhu Jing Zi adalah gurumu? Anak itu memang menyukai ilmu ketabiban, tapi bukankah ilmu silatnya tidak begitu tinggi, sedangkan ilmu silatmu adalah 'Pin Sha Luo Yan', apakah gurumu memang bisa ilmu ini?"

Pikir Wu Ling-feng.

"Usia guruku dan pak tua ini hampir sama, mengapa dia memanggil guru dengan sebutan anak?"

Mendengar pak tua itu memujinya, Wu Ling-feng merasa malu. Lalu dengan pelan dia menjawab.

"Ilmu silatku dilatih menurut buku peninggalan ayahku, guruku hanya memberikan petunjuk998 dari samping, tapi aku belum pernah melihat guru memperlihatkan ilmu silatnya."

Pak tua itu terdiam, kemudian dengan nada aneh dia berkata.

"Mengapa ayahmu bisa mengetahui ilmu silat perkumpulanku? Oh, kau tadi mengatakan kau bermarga Wu, apakah ayahmu adalah Wu Zhao Yuan?"

Wu Ling-feng mengangguk dan menjawab.

"Tapi ayahku telah meninggal."

"Mengapa dia bisa meninggal?"

"Ayahku adalah orang terkenal, dan orang-orang berhati kerdil iri kepadanya, maka ayah dibunuh oleh Kong-dong-pai, Li-e, Wu Dang, Pendeta Chi-yang, E Mei, An Shang-ren dan Dian Cang-pai, Xie Xing, mereka bergabung mengeroyok ayahku, dan ayah meninggal di gunung terpencil."

Wu Ling-feng bercerita dengan marah, tapi dia sudah tidak menganggap Kun-lun-pai, Pendekar Zao sebagai musuhnya lagi. Wajah pak tua itu pun tampak marah, dia berkata.

"Baiklah! Saat guru Li-e meninggal, beliau masih sempat menitipkan Li-e kepadaku. Hhhh! Sudah 30 tahun aku tidak berkelana di dunia persilatan, bocah itu berani membunuh keponakanku, hutang ini harus diperhitungkan, aku tidak peduli999 lagi dengan hubungan baik antara aku dan gurunya."

Dari kata-kata pak tua itu, Wu Ling-feng segera sadar kalau pak tua itu adalah tetua dari perkumpulannya, sekarang dia merasa lebih yakin lagi, dan berpikir.

"Guru Zhu sering berkata sewaktu Tai Ji Men diwariskan kepada gurunya ada dua orang murid berbakat, yang satu adalah ayahnya, sedangkan yang satu lagi adalah guru, mereka berdua berilmu silat tinggi, ilmu ketabibannya pun tinggi, bisa bersaing dengan Huo Duo (tabib terkenal di jaman Tiongkok kuno). Mungkin yang ada di hadapanku sekarang adalah Dong Yu Shu Sheng, Yun Bing Nuo!"

Wu Ling-feng segera berlutut dan memberi hormat.

"Feng Er memberi hormat kepada kakek guru."

Pak tua itu tertawa terbahak-bahak, kedua tanganya diayunkan, Wu Ling-feng merasa ada tenaga besar yang mengangkatnya berdiri. Kata pak tua itu.

"Anak, mengapa kau bisa tahu kalau aku adalah orang yang kau pikirkan?"

"Tadi aku hanya mendengar ucapan1000 Kakek Guru, aku segera tahu kalau Kakek adalah tetua perkumpulan kami, baju yang Kakek pakai seperti yang selalu diceritakan oleh guru, maka aku merasa yakin kalau Anda adalah kakek guruku."

Pak tua itu tertawa.

"Anak baik, kau memang pintar, tapi kau sama sekali tidak mirip ayahmu."

Begitu Wu Ling-feng dilahirkan, ibunya sudah meninggal, sewaktu dia berusia 3 tahun, ayahnya pergi dan tidak kembali, maka di pikirannya dia tidak terbayang wajah ibunya, sedangkan wajah ayahnya dia hanya ingat sedikit, ini adalah hal yang paling disesalinya.

Sekarang secara tidak sengaja pak tua itu telah mengungkitnya, Wu Ling-feng tidak tahan lalu tanpa terasa dia meneteskan air mata.

Pak tua melihat sikap Wu Ling-feng yang aneh, dia segera tahu kalau dia telah membuat Wu Ling-feng sedih, dia merasa tidak enak, dengan lembut pak tua itu berkata.

"Anak baik, jangan bersedih, Kakek akan mengajarkan satu ilmu kepadamu, nanti kau bisa membunuh semua musuhmu dengan ilmu ini."

Selama beberapa hari hatinya selalu1001 tersiksa, sekarang mendengar ucapan pak tua yang baik dan lucu ini, dia merasa terhibur dan timbul rasa hangat di hatinya.

Wu Ling-feng tidak tahan lagi, dia masuk ke dalam pelukan pak tua itu, lalu menangis sekeras-kerasnya.

Dong Yu Shu Sheng, Yun Bing Nuo telah 30 tahun meninggalkan Tai Shan, setiap hari dia hanya ditemani angin dan bulan, sekarang dia sedang memeluk seorang pemuda tampan, dia merasa senang dan berkata.

"Anak baik, jangan menangis, jangan menangis, Kakek akan membalaskan dendammu!"

Wu Ling-feng menghapus air matanya dengan kedua lengan bajunya, dan berkata.

"Kakek, Kakek lihat apakah dengan ilmu Feng Er sekarang ini bisa.... bisa berlatih hingga sebagus ayahku?"

Dia ingat sewaktu rapat di Tai Shan, Xin Jie dengan gagah dan wibawa berdiri di depan mereka, tadinya dia ingin bertanya apakah dia bisa sekuat Xin Jie, tapi setelah dipikir lagi apakah kakek tahu siapa Xin Jie.

Dong Yu Shu Sheng benar-benar terlihat menyayangi Wu Ling-feng, tanpa1002 banyak berpikir dia langsung menjawab.

"Tidak menjadi masalah! Tidak menjadi masalah! Tapi mengapa kau bisa berada di sini?"

Wu Ling-feng menceritakan semuanya bagaimana dia mengikuti rapat di Tai Shan, mengapa dia bisa sampai jatuh ke dalam jurang lalu nyawanya bisa selamat, semua diceritakannya dengan mendetil.

Dia memang orang yang pintar, maka semua ceritanya teratur dan tidak membosankan.

Pak tua dengan teliti mendengar semuanya, begitu mendengar Wu Ling-feng tidak sengaja memakan Xue Guo, wajah pak tua itu berubah tapi dia segera tertawa lagi.

Kata pak tua itu.

"Anak, hokimu benar-benar besar, pohon Xue Guo seratus tahun yang lalu ditanam dengan susah payah oleh seorang tetua. Tetua ini sangat menyukai tanaman, dia tahu pohon itu dalam seratus tahun hanya berbuah satu kali, karena tahu dia tidak mungkin sampai berumur ratusan tahun, dia tidak berpikir akan memakannya sendiri, dia hanya ingin membuktikan kalau dia seorang yang berbakat menanam bunga dan pohon. Aku kira pohon itu dalam waktu1003 setengah bulan lagi baru akan berbuah, saat itu aku baru akan menjaganya, tidak disangka 10 hari sebelum waktunya pohon itu telah berbuah, mungkin karena pohon itu menghisap udara yang kau keluarkan dan mengubah waktunya lebih cepat matang. Tetua yang menanam pohon itu adalah musuh Tai Ji Men, dia pasti tidak menyangka kalau buah dewa yang ditanamnya dengan susah payah akan dinikmati secara tidak sengaja oleh cucu Tai Ji Men. Ha ha ha!"

Pak tua berbalik untuk melihat wajah Wu Ling-feng yang terlihat sedih dan menyesal, dalam hati pak tua itu berpikir.

"Anak ini benar-benar jujur, bisa memakan buah dewa itu, dalam mimpi pun orang persilatan sangat menginginkannya, dia tidak sengaja telah memakannya, tapi dia malah terlihat menyesal dan tidak senang, dia mengira gara-garanya aku tidak bisa mendapatkan buah itu."

Dia sangat menyukai Wu Ling-feng, dia selalu berpikir positif, sebenarnya Wu Ling-feng memang merasa malu karena sudah memakan buah dewa yang selalu dijaga oleh kakek gurunya, tapi yang terpenting adalah dia teringat kalau buah dewa itu sulit1004 untuk didapatkan, harapan A Lan untuk bisa melihat kembali semakin menipis!

Pak tua itu tersenyum dan berkata.

"Aku tidak sengaja melihat pohon itu, aku juga tidak secara sengaja menjaganya, karena itu kau tidak perlu merasa tidak enak hati."

Wu Ling-feng tidak bisa berbohong, dengan malu dia menjawab.

"Yang Feng Er pikirkan adalah hal lain, karena itu hati ini merasa menyesal."

Wu Ling-feng melihat kakek gurunya menatapnya aneh, wajahnya sangat ingin tahu, Wu Ling-feng mulai bercerita tentang mata A Lan yang buta semua dikarenakan dirinya.

Dia bercerita dari awal hingga akhir, dan dia bercerita dia tidak sengaja memakan Xue Guo, maka harapan A Lan untuk melihat langsung sirna, dia menangis lagi.

Pak tua itu tersentuh mendengar cerita Wu Ling-feng, dia tampak berpikir sebentar lalu berkata.

"Sekarang aku belum bisa memikirkan cara yang baik, racun ular emas memang sangat ganas dan lihai. Hhhh! Kau lihat sendiri aku sudah mulai pikun, kita terus mengobrol di tengah hutan bambu, mari ikut aku ke dalam gua di mana aku tinggal." 1005 Wu Ling-feng berjalan mengikuti pak tua itu, hanya berbelok ke kiri lalu ke kanan beberapa kali, mereka keluar dari formasi bambu. Dia terus mengingat sepanjang jalan yang dilewatinya. Begitu tiba di batu besar itu, pak tua itu menunjuk ke belakang batu besar.

"Itu adalah gua di mana aku tinggal selama 30 tahun ini."

Wu Ling-feng berputar ke belakang batu setinggi 6 meter, terlihat ada sebuah mulut gua berbentuk bulat.

Di dalam sangat gelap, pada saat memasuki gua, di dalam terasa kering.

Batu dinding di dalam gua berwarna putih, keadaan di dalam gua sangat sederhana, hanya ada tempat tidur batu dan beberapa kursi yang terbuat dari batu.

Pikir Wu Ling-feng.

"Di lembah yang begitu sepi dan di sebuah gua yang gelap, kakek melewatinya selama 30 tahun, mengapa Kakek Yun menyiksa dirinya dengan cara seperti ini?"

Pak tua itu berkata lagi.

"Feng Er, kau semalaman tidak beristirahat, naiklah ke atas ranjang dan beristirahatlah dulu, kalau kau sudah bangun dan terasa lapar kau bisa keluar dari gua ini lalu ambil jalan lurus, itu jalan memutar ke belakang1006 gunung. Di sana banyak buah Zao yang manis, kakek mau berlatih ilmu silat dulu."

Wu Ling-feng merasa tubuhnya lemas, dia menuruti kata-kata kakeknya dan pergi tidur.

Saat terbangun, hari sudah siang, dengan cepat dia turun dari ranjang dan keluar dari gua.

Kakek Yun sedang duduk di atas batu besar itu, sambil menatap awan putih yang memenuhi langit.

Kakeknya terlihat santai tapi Wu Ling-feng tidak berniat mengganggu kakeknya, diam-diam dia pergi ke belakang gunung.

Dia berjalan terus ke depan, jalan semakin dalam dan semakin melebar, dia berbelok sedikit, tiba-tiba di sana menjadi terang, ternyata dia tiba di ujung gua.

Wu Ling-feng melihat di luar posisi tanah menjadi miring tapi penuh dengan pohon Zao (Hong Zao), setiap pohon dipenuhi dengan buah Zao berwarna merah, ada yang besarnya seperti kepalan tangan, Wu Ling-feng merasa aneh dia menuruni tanah miring itu, tanah semakin miring, tiba di ujung, ternyata adalah jurang, dia berpikir.

"Aku mengira aku sudah berada di kaki gunung, ternyata aku masih berada di tengah1007 gunung, entah kapan ada burung yang membawa biji buah Zao dan terjatuh di gunung ini, akhirnya malah menjadi kebun Zao."

Dia memilih buah Zao yang besar lalu memetiknya untuk dibawa ke gua.

Tiba-tiba terdengar suara seruling, dengan teliti Wu Ling-feng mendengarnya, suara seruling itu terdengar sedih, sepertinya semua hal yang tidak berkenan di hati datang menghampirinya.

Wu Ling-feng tidak tahan dia berlari sekencang-kencangya dan meloncat ke atas batu besar itu, dia memeluk Kakek Yun dan berkata.

"Kakek Yun, jangan meniup seruling lagi."

Karena tangannya terus memeluk kakek, maka buah Zao yang dibawanya jatuh ke atas permukaan batu itu. Kakek Yun tertawa terbahak-bahak, dengan lembut dia berkata.

"Baiklah! Baiklah! Kakek tidak akan meniup seruling lagi."

"Kakek, suara seruling itu begitu sedih, apakah semua itu mewakili kesedihan Kakek? Apakah Kakek bisa bercerita kepada Feng Er?"

Kakek Yun mengelus-elus kepala Wu Ling-feng sambil tertawa.

"Tidak ada hal1008 yang kakek sedihkan, kau salah tebak, mari kita bersama-sama berlatih silat."

Kakeknya tersenyum, tapi sudut matanya terlihat bekas air mata, Wu Ling-feng teringat pak tua ini seorang diri tinggal di gua, pasti dia merasa kesepian, maka dia pun berkata.

"Kakek, kalau semua hal sudah Feng Er bereskan, Feng Er akan menemani Kakek tinggal di sini."

Kakek Yun tertawa.

"Bagaimana dengan nonamu?"

"Dia.... dia juga akan kubawa ke sini."

"Kalau begitu, disini akan menjadi ramai. Ha ha ha....!"

Kemudian Kakek Yun dengan serius berkata.

"Ilmu perkumpulan kita yang terpenting adalah harus mengerti, kau anak yang pintar, pasti bisa belajar dengan baik, kebetulan kau pun sudah memakan Xue Guo, tenaga dalammu pasti sudah bertambah banyak, maka kalau kau ingin berlajar ilmu silatku, kau sudah memenuhi separuh syarat, sekarang aku akan mengajarkan kepadamu ilmu silat perkumpulan kita yang tertinggi kepadamu, tapi kau harus berjanji kau tidak boleh membunuh orang yang tidak berdosa dengan ilmu ini." 1009 Dengan serius Wu Ling-feng menjawab.

"Murid tidak berani membantah perintah Kakek."

"Dulu ayahmu baru lulus belajar ilmu silat, karena kakak seperguruanku belum mampu mengajari ilmu silat ini maka dia berjanji 10 tahun kemudian baru akan mengajarkan kepada-nya ilmu silat andalan Tai Ji Men yaitu 'Kai Shan San Shi Po Yu Quan', tidak disangka kakak seperguruanku meninggal setelah ayahmu meninggalkan perguruan 5 tahun kemudian, sedangkan aku tinggal di tempat terpencil seperti ini. Karena itu ayahmu tidak bisa belajar ilmu ini, kalau saja dulu ayahmu menguasai ilmu kepalan ini, walaupun belum tentu bisa mengalahkan Li-e dan kawan-kawan, tapi paling sedikit bisa menjaga dirinya. Hhhh! Sekarang aku akan mengajarkannya kepadamu!"

"Di dunia persilatan orang selalu menganggap ilmu Tai Ji Men sangat memperhatikan Yi Yi Zhi Dong' (dengan tidak gerak menahan gerak), mereka tidak tahu ilmu silat perkumpulan kita yang tertinggi adalah ilmu kepalan tangan keras. FengEr, kau perhatikan dengan teliti!" 1010 Dong Yu Shu Sheng memperagakan ilmu itu sejurus demi sejurus di atas batu besar itu. Jurus itu sangat keras, dengan bersemangat Wu Ling-feng memperhatikan gerakan kakeknya. Serangan Kakek Yun seperti Chang Jiang, seperti air sungai yang terus mengalir. Angin telapak terus berbunyi. Wu Ling-feng yang berdiri dengan jarak 5-6 meter dari sana masih bisa merasakan tekanan udara yang kuat, hampir membuatnya terjatuh. Saat memasuki jurus kedelapan, Dong Yu Shu Sheng membentak.

"Feng Er, lihat gerakan tubuhku!"

Terlihat gerakan Dong Yu Shu Sheng menjadi pelan, tangan kiri seperti menahan kalau ada serangan dari orang, posisi itu berubah menjadi bertahan, tapi tangan kanan menyerang dengan miring.

Tubuhnya maju selangkah, tangan kanan tiba-tiba ditarik kembali setelah sampai di depan dada didorong kembali keluar.

Separuh jalan tiba-tiba membentuk lingkaran, dia membentak, kedua telapaknya disatukan lalu didorong ke depan, terdengar pohon bambu yang ada di depan dengan jarak 4 meter tercabut dari akarnya.1011 'Kai Shan San Shi Po Yu Quan' yang diperlihatkan oleh Kakek Yun memang sangat dahsyat, Wu Ling-feng berpikir.

"Kalau ada 3-4 orang pesilat mengepung, aku hanya membutuhkan 3 jurus terakhir menghadapi mereka dan bisa menjaga diriku, selain itu aku juga bisa meloloskan diri dari kepungan mereka."

Kakek Yun telah menarik kembali semua jurusnya.

"Jurus-jurus kepalan tadi sangat sederhana, apalagi 3 jurus terakhir adalah jurus yang dilakukan secara beruntun. Tenaga akan semakin kuat bila kedua telapak disatukan lalu mendorong, mungkin orang yang sanggup menyambut serangan ini bisa dihitung dengan jari, ha ha ha!"

Melihat wajah kakeknya yang penuh kebanggaan, dan melihat tempat di mana kakeknya berdiri tampak ada bekas telapak kaki, maka dia merasa lebih hormat lagi kepada kakeknya dan juga bangga.

"Kakek, Feng Er akan mencoba memperagakan ilmu yang Kakek ajarkan tadi."

Wu Ling-feng sangat cepat mengerti, apalagi jurus-jurus tadi sangat sederhana,1012 hanya melihat satu kali, Wu Ling-feng bisa memperagakannya dengan sempurna.

Kakek Yun merasa senang dan tertawa lebar.

"Anak baik, kau benar-benar pintar, baiklah aku akan menyiapkan makanan untukmu."

"Biar Feng Er yang menyiapkannya."

"Kau berlatihlah di sini dengan baik, Kai Shan San Shi harus menggunakan tenaga dan teknik tinggi, kau harus berlatih beberapa kali, kemudian mencari tahu sendiri dengan cara apa supaya lebih baik lagi menguasainya."

Wu Ling-feng merasa sangat berterima kasih kepada kakeknya yang telah sepenuh hati melatihnya, jurus kepalan yang keras, sebenarnya harus menghabiskan tenaga besar.

Wu Ling-feng berlatih sebanyak puluhan kali, dia semakin bersemangat, dia berpikir.

"Xue Guo benar-benar buah sakti, dalam waktu satu hari satu malam, tenaga dan ilmuku maju pesat."

Kakek Yun membawa paha daging rusa yang diasinkan, tangan kanannya membawa botol arak Zao Zi lalu pelan-pelan keluar dari gua.

Terlihat Wu Ling-feng berdiri seperti Tai Shan, mengeluarkan kepalan1013 seperti angin, dia terlihat seperti seorang pesilat tinggi, tapi wajahnya yang tampan masih tampak kekanak-kanakan, dalam hati Dong Yu Shu Sheng berpikir.

"Ini adalah salah satu keanehan yang terjadi di dunia persilatan, sepertinya A Lan pun adalah seorang gadis cantik dan baik."

Karena dia menyukai Wu Ling-feng maka dia pun memberi perhatian kepada A Lan.

Kakek Yun meloncat ke atas batu besar itu, Wu Ling-feng mendekatinya lalu mereka duduk sambil mengobrol, suasana terasa damai dan rukun.

Tiba-tiba Kakek Yun berkata.

"Aku lihat gerakan tubuhmu sangat ringan, cocok untuk berlatih ilmu meringankan tubuh, dulu sewaktu aku masih berkelana di dunia persilatan, secara tidak sengaja aku menolong seorang biksu Tibet, setelah aku berhasil memukul mundur orang yang akan membunuhnya, sewaktu aku melihat biksu itu, ternyata dia sudah sekarat dan terluka parah, dia merasa sangat berterima kasih padaku, dan melihat aku tidak mirip dengan orang jahat, maka dia pun mengeluarkan sebuah buku rahasia dan memberikannya padaku, dengan bersusah payah dia menjelaskan padaku kalau di dalam buku itu1014 berisi ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi. Sebenarnya itu adalah ilmu rahasia perkumpulannya, karena dia terluka parah akhirnya dia tidak tahan, dia memejamkan mata lalu meninggal. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan btiku itu dan berpikir ilmu meringankan tubuh dari perkumpulan mana pun sama saja, kemudian aku tinggal di tempat terpencil ini, lalu aku menemukan batu-batu yang bisa menahan berat tubuh itu, setiap 30 meter pasti ada satu batu, lalu aku pikir ilmu meringankan tubuh yang paling bagus kalau sekali meloncat paling bagus bisa mencapai 10 meter lebih. Tapi batu-batu kecil itu pasti buatan tetua untuk berlatih ilmu meringankan tubuh. Sekali meloncat bisa mencapai 20-30 meter, mungkin itu adalah ilmu meringankan tubuh jenis lain! Aku jadi teringat kembali pada 'Mi Ji' yang telah diberikan oleh biksu Tibet lalu aku pun membaca buku itu dan menelitinya, tapi aku tidak mengerti bahasanya, aku membaca sini melihat sana, tetap saja tidak mengerti, kau lebih pintar dariku selain itu kau telah memakan Xue Guo, aku akan memberi-kan 'Mi Ji' itu1015 kepadamu, mungkin kau bisa mengerti apa yang tertulis di dalamnya dan kau bisa berlatih ilmu meringankan tubuh yang tinggi."

"Kakek benar-benar memperlakukanku dengan baik, dengan cara apa aku bisa membalasnya?"

Kakek Yun tertawa.

"Apa itu balas budi? Itu tidak perlu, asalkan kau menyuruh calon istrimu memasakkan sayur yang enak untuk aku cicipi, itu sudah cukup."

Mungkin Wu Ling-feng pernah memuji masakan A Lan yang enak di depan Kakek Yun, maka Kakek Yun bisa berkata seperti itu.

Yang satu mengajar yang satu belajar di lembah itu, guru berilmu tinggi murid yang pintar, yang mengajar semakin bersemangat, yang belajar semakin tertarik.

Kakek Yun telah mengajarkan ilmu tinggi kepada Wu Ling-feng.

Wu Ling-feng bisa menerimanya dengan sempurna.

Suatu malam, setelah makan malam, Wu Ling-feng duduk di atas batu besar untuk beristirahat, hatinya terasa tenang, apalagi batu itu bersih dia menatap langit melihat bulan purnama, Wu Ling-feng berpikir,1016

"Rapat Tai Shan telah berlalu pas satu bulan, hari-hari berlalu dengan cepat!"

Angin sepoi-sepoi menghembus wajahnya yang tampan. Dia berdiri lalu membereskan bajunya, melihat baju yang dipakainya, dia mengenakan baju pelajar, dia jadi ingin tertawa, dalam hati dia berpikir.

"Baju Kakek Yun yang kupakai terasa nyaman, kelihatannya sewaktu muda dulu Kakek Yun adalah orang yang sangat memperhatikan penampilan."

Begitu meloncat bajunya tertiup angin dan gerakannya terlihat luwes.

Tiba-tiba terdengar ada suara yang menangis, suara itu terdengar dari hutan bambu, sekarang tenaga Wu Ling-feng sudah kuat, telinganya menjadi tajam dan matanya menjadi jeli.

Begitu dia mendengar suara itu dia tahu kalau yang menangis adalah Kakek Yun, Wu Ling-feng berpikir.

"Akhirnya hal ini terjadi juga, selama beberapa hari ini aku melihat semakin hari kakek semakin tampak sedih, ada apa sebenarnya? Mengapa kakek menguburkan masa mudanya di tempat terpencil seperti ini?"

"Kalau ada hal yang menyedihkan, hal ini sudah lewat 30 tahun, seharusnya kakek1017 sudah melupakan kesedihannya."

Tangisannya terdengar semakin sedih, mengingat kebaikan Kakek Yun selama ini, melihat dia tersiksa seperti itu tanpa terasa Wu Ling-feng telah meneteskan air mata, dia berlari masuk ke dalam hutan, mencari suara tangisan kakeknya, dengan cepat dia sudah berada di belakang kakeknya, tampak Kakek Yun sedang menangis, punggungnya terguncang-guncang, tapi dia tidak tahu Wu Ling-feng sudah datang.

Sambil menangis, Wu Ling-feng berkata.

"Kakek Yun, jangan sedih, apa yang membuat Kakek merasa sedih? Ceritakanlah pada Feng Er, Feng Er akan membantu Kakek memecahkannya."

Kakek Yun terkejut, dia berhenti menangis, dia mengusap air matanya dengan lengan baju. Wu Ling-feng masih dengan lembut membujuknya.

"Kakek, apa yang telah terjadi 30 tahun lalu? Apakah Kakek tidak bisa melupakannya?"

Kakek Yun tidak menjawab, sinar bulan menyinari wajah Kakek Yun, Wu Ling-feng merasa Kakek Yun tiba-tiba tampak sangat1018 tua, tidak lama kemudian Kakek Yun seperti emosi berkata.

"Feng Er, kesedihan di dunia ini tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, hanya dirimu sendiri yang tahu. Apakah Feng Er mengerti? Kesedihan yang dalam tidak akan bisa kau lupakan, hanya saja kau harus belajar hidup bersama dengannya. Apakah kau mengerti, FengEr?"

Wu Ling-feng tidak mengerti, tapi melihat wajah Kakek Yun yang menunggu jawabannya, dia tidak tega menyakiti perasaan kakeknya, dia segera menjawab.

"Feng Er mengerti."

Perasaan Kakek Yun tampak lebih tenang, sikapnya pun terlihat jauh lebih tenang, tiba-tiba dia berkata.

"Hari ini bulan 8 tanggal berapa?"

Wu Ling-feng telah melihat goresan pisau yang ditorehkan di pohon bambu sebagai pengganti kalender, dia pun menjawab.

"Bulan 8 tanggal 14."

"Kau sudah ada di sini selama sebulan, semua kepandaianku sudah kuajarkan kepadamu, kau masih mempunyai banyak persoalan penting yang harus kau bereskan, sekarang sudah lewat Tong Qiu! Pergilah,1019 balaskan dendam ayahmu, setelah membalas dendam jangan lupa bawa A Lan kesini, aku akan memeriksa matanya."

Walaupun mereka baru berkumpul selama sebulan, tapi dia tidak tega meninggalkan Kakek Yun sendirian disini, tapi mengingat banyak hal penting yang belum dia selesaikan, dengan tegas dia berkata.

"Kelak, setelah aku membereskan masalahku, Feng Er akan kembali ke sini untuk menemani Kakek."

"Baiklah, sekarang hari sudah malam, istirahatlah!"

Wu Ling-feng masuk ke dalam gua, lalu berbaring di atas ranjang yang terbuat dari ranting kayu, dia terus memikirkan kata-kata Kakek Yun yang terngiang-ngiang di telinganya.

"Kesedihan yang dalam tidak akan bisa dilupakan, kau harus belajar hidup bersama dengannya."

"Kalau suatu hari.... suatu hari A Lan meninggalkanku selamanya.... apakah aku bisa bertahan hidup? Apakah aku memiliki keberanian hidup bersama dengan kesedihan ini?"

"Tidak, itu tidak akan terjadi. Oh Tuhan! Aku tahu Kau tidak akan berbuat1020 begitu kejam kepadaku."

Dia menghibur dirinya sendiri tapi jauh di lubuk hatinya dia mempunyai firasat tidak enak....

Hari ketiga pagi, dengan sedih Wu Ling-feng berpamitan kepada Kakek Yun, dia terus meminta agar Kakek Yun jangan terus merasa sedih dan keluar dari lembah ini untuk bermain.

Kakek Yun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, malah dia berpesan terus kepada Wu Ling-feng.

"Jangan lupa bawa A Lan ke sini!"

Wu Ling-feng menyimpan sejuta perasaan, dia berlari keluar lembah, sewaktu dia sedang berlari di jalan, Kakek Yun mengejarnya dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, tangannya membawa sebuah botol keramik, Wu Ling-feng berhenti dan bertanya.

"Kakek, apakah masih ada pesan yang ingin Kakek sampaikan kepada Feng Er?"

Jawab Kakek Yun.

"Gurumu memiliki ilmu ketabiban yang tinggi, tapi dia tidak begitu mahir menggunakan obat, sebenarnya sewaktu Jin She menggigit A Lan, dia hanya ingat bagaimana mengeluarkan racun tapi tidak ingat bahwa racun bisa dilawan dengan racun, racun Jin She dan racun kaki seribu1021 sama-sama ganas, racun mereka bisa saling menyerang, aku terpikirkan cara ini. Hanya saja kedua mata A Lan sudah buta, dan itu percuma, di dalam botol ini ada 'Wan Nian Wen Yu', air di dalam botol ini dulu aku mencarinya di gunung es, khasiatnya bisa menghilangkan infeksi dan bisa menumbuh-kan daging baru, juga bisa menolong orang yang terluka parah. Di dalam botol ini hanya ada 10 tetes, kau harus bisa memakainya dengan baik."

Wu Ling-feng mengucapkan terima kasih, kemudian dengan ilmu meringankan tubuh, dia berlari keluar lembah. Dia terus berlari, kemudian berpikir.

"Aku telah berjanji kepada A Lan bahwa dalam satu tahun aku akan kembali ke kampung halaman, sekarang aku masih mempunyai waktu setengah tahun lagi, lebih baik sekarang aku pergi ke Gunung Kong-dong untuk mencari Penjahat Li-e sekalian mencoba ilmu-ilmu yang telah diajarkan oleh Kakek Yun."

Setelah mengambil keputusan seperti itu, begitu tiba di sebuah kota, dia pun bertanya tentang jalan menuju Gunung Kong-dong, lalu melajutkan perjalanan ke1022 sana.

Hari itu dia melewati propinsi Shan Xi.

Hari telah sore, jalan semakin berliku dan di daerah sana tidak ada perkampungan, sewaktu dia merasa cemas tiba-tiba terlihat seekor merpati putih melewati kepalanya.

Melihat merpati itu sangat lucu dia pun mengejarnya lalu menangkapnya.

Ternyata dia menemukan sehelai pita merah di kaki merpati itu, karena merasa aneh dia pun membukanya.

Setelah gambar pita itu wajahnya segera berubah, lalu berkata pada dirinya sendiri.

"Dua orang kurang ajar, kejahatan apa yang akan mereka lakukan lagi? Kalau bertemu dengan mereka aku harus mencegah perbuatan mereka."

Ternyata pita merah itu terdapat lukisan tengkorak yang terlihat menakutkan, itu adalah tanda dari Hai Tian Shuang-sha. Wu Ling-feng berpikir.

"Ilmu silat Hai Tian Shuang-sha sangat lihai, mereka telah bertemu musuh kuat, seperti apakah musuh kuat mereka? Sampai-sampai mereka mengirimkan burung merpati pos untuk meminta bantuan, mereka ingin mengumpulkan Guan Zhong Jiu Hao lalu1023 menghadapi musuh mereka."

Tiba-tiba Wu Ling-feng berpikir lain.

"Hai Tian Shuang-sha adalah musuh Adik Xin, apakah mungkin Adik Xin ke sana untuk membalas dendam? Lalu mereka bergabung di sana dan menghadapi Adik Xin?"

Dia tahu kalau Xin Jie mempunyai ilmu tinggi, maka dia rasa semua itu memungkinkan.

"Ilmu silat Adik Jie memang tinggi, tapi dia belum tentu sanggup menahan keroyokan Jiu Hao, aku harus ke sana untuk membantunya, aku pun berniat membunuh mereka, tadi merpati pos itu datang dari arah selatan, mungkin mereka akan bertarung di gunung yang ada di selatan."

Dia segera berlari, hari sudah malam, di gunung banyak semak berduri dan tidak terlihat ada jalan.

Dengan ilmu meringankan tubuhnya Wu Ling-feng melakukan beberapa kali loncatan dan sudah berada di kaki gunung.

Telinganya mendengar suara senjata beradu, dengan terburu-buru dia berusaha mencari jalan naik ke atas.

Setelah tiba di tengah gunung, suara senjata beradu tidak terdengar lagi, dia1024 tahu di antara mereka sudah tampak siapa kalah dan siapa yang menang.

Kemudian terlihat beberapa bayangan orang berkelebat di gunung sebelah sana, dia menambah kecepatan larinya dun akhirnya tiba di puncak gunung.

Keadaan di sana sangat kacau, ada 3 mayat terbaring di sana, yang satu mati dengan cara aneh, pedang menancap di tenggorokannya.

Setelah dilihat dengan teliti ternyata dia adalah salah satu dari Jiu Hao yaitu Lin Shao Gao.

Sedangkan dua mayat lainnya dia pun kenal, yang satu adalah Lu Fang, sedangkan yang satu lagi adalah Si Kong Zhong....

Malam sangat sunyi dan sepi.

Burung gagak yang hinggap di atas pohon tidak bersuara mungkin karena mereka sedang tertidur.

Wu Ling-feng duduk di bawah pohon lalu berpikir, dia melihat keadaan di sana.

"Orang yang bisa membunuh San Hao di dunia persilatan ini tidak begitu banyak, orang itu pasti Adik Jie, tapi pedang terlepas dari tangannya, cara ini adalah cara mati bersama, apakah Adik Jie sudah.... sudah....!"

Semakin dipikir dia semakin takut, dan1025 dia pun melihat ke sekeliling sana, tapi malam itu tidak ada bulan, di sana yang terlihat hanya kegelapan.

Wu Ling-feng berjalan mondar mandir, mencari sesuatu yang mencurigakan, karena semenjak dia memakan Xue Guo, matanya bertambah jeli.

Tiba-tiba dia melihat sesuatu, di sana di balik semak-semak seperti bekas diinjak-injak.

"Adik Xin sifatnya keras, asalkan masih ada nafas, dia pasti akan berusaha melarikan diri, dia tidak mau jatuh begitu saja ke tangan musuh, mungkin dia sudah terluka lalu terguling jatuh ke bawah gunung, bayangan beberapa orang yang kulihat tadi mungkin sisa dari Jiu Hao yang masih hidup. Mereka tidak berhasil menemukan Adik Jie, dan melihat aku datang maka mereka pun meninggalkan tempat ini."

Wu Ling-feng memang sangat pintar, setiap langkah yang pernah dilakukan oleh Xin Jie ditelitinya, dan taksirannya tidak jauh dari kenyataan.

Dia menganggap Xin Jie masih berada di sekitar sana, karena itu dia pun meloncat turun gunung.

Wu Ling-feng mengikuti semak-semak yang terlihat berantakan bekas terinjak,1026 tidak lama kemudian semak-semak itu bertambah lebat dan tidak terlihat jejak apa pun.

Tiba-tiba dia mendengar suara rintihan dari depan.

Tidak diragukan lagi Wu Ling-feng berjalan mengikuti suara rintihan itu, Wu Ling-feng mendengar ada suara air, sepertinya di depan sana ada sungai, dan suara itu datang dari arah sungai.

Dia mengayunkan pedang untuk membabat semak yang menghalangi jalannya, tampak ada seseorang yang terbaring di sisi sungai.

Begitu mendekati orang itu dan melihat dengan teliti, ternyata orang itu adalah Xin Jie.

Xin Jie dalam keadaan pingsan, tubuhnya penuh dengan luka, tapi jantungnya masih berdetak dengan lemah.

Wu Ling-feng benar-benar sedih melihat keadaan Xin Jie yang sudah dianggapnya sebagai adik.

Xin Jie sedang sekarat, Wu Ling-feng adalah orang yang sulit mengungkapkan perasaannya, tapi begitu dia telah mengungkap-kan perasaaannya, seumur hidup tidak akan berubah.1027 Tiba-tiba dia teringat pada 'Wan Nian Ling Quan' yang diberikan oleh Kakek Yun, segera dia mengeluarkan botol itu dari balik dada-nya.

"Tubuh Adik Jie penuh dengan luka, tapi bukan luka yang serius, sedangkan nafasnya lemah mungkin karena luka dalam yang parah dan terlalu banyak mengeluarkan darah."

Tanpa ragu lagi dia membuka tutup botol lalu membuka mulut Xin Jie, memasukkan 3 tetes air itu ke mulut Xin Jie.

Kemudian dia menyimpan kembali botol itu, dia mulai memeriksa luka Xin Jie, hatinya bertambah sedih, dia terluka karena dipukul dengan telapak tangan, ada juga luka bacokan golok, luka karena senjata rahasia, luka tergores semak berduri, semua luka itu memenuhi tubuh Xin Jie.

Dia memotong baju Xin Jie yang lengket karena darah dengan pedangnya.

Pikir Wu Ling-feng.

"Lebih baik sebelum Adik Jie sadar, aku membungkus dulu luka-lukanya supaya dia tidak tersiksa karena kesakitan."

Dia mengambil air untuk membersihkan luka dari sungai.1028 Dia merobek salah satu baju salinnya untuk membungkus luka-luka Xin Jie, setelah selesai membungkus luka-luka itu, dia meletakkan tangannya di depan hidung Xin Jie, nafasnya masih ada, dia merasa agak tenang.

Bulan mulai muncul dari balik awan hitam, dengan bantuan cahaya bulan dia melihat wajah Xin Jie sangat pucat seperti orang mati.

Mengingat dulu Xin Jie dengan gagah dan luwes, perasaan Wu Ling-feng seperti diiris-iris oleh pisau.

"Aku berpisah dengan Adik Xin tidak sampai dua bulan, tapi perubahan yang terjadi begitu besar. Apakah suratan nasibku menggariskan selain berpisah dalam hidup juga berpisah karena kematian?"

Malam terasa dingin seperti air.

Suara angin terus terdengar.

Ooo)*(ooO BAB 30 Menggegerkan dunia persilatan Hari semakin terang, Wu Ling-feng menggosok-gosok matanya yang semalam tidak sempat dipejamkan.

Semalam dia bolak balik mencoba memberi nafas Xin Jie lewat hidungnya, Xin1029 Jie masih pingsan, tadinya Wu Ling-feng tidak percaya kepada mistis, tapi di tempat terpencil seperti itu, saat seseorang sedang sekarat, secara tidak bisa tidak dia hanya bergantung pada dewa dan Tuhan.

Diam-diam dia telah berdoa.

"Tuhan, Kau telah menciptakan Adik Xin begitu sempurna, jangan ambil dia dalam keadaan seperti sekarang ini!"

Tiba-tiba Xin Jie merintih, kemudian tubuhnya bergerak, Wu Ling-feng merasa sangat senang, dengan cepat dia bertanya.

"Adik Xin, apakah kau merasa lebih baik?"

Xin Jie seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya dia tidak jadi membuka mulut. Dengan pelan Wu Ling-feng berkata.

"Adik Jie, istirahatlah dulu, lukamu akan segera sembuh!"

Xin Jie mengangguk dan dia pingsan lagi.

Xin Jie sebentar pingsan, sebentar sadar, karena itu seharian Wu Ling-feng terus menjaganya, dia tidak berani meninggalkan Xin Jie sendirian.

Sore hari, suhu tubuh Xin Jie tiba-tiba meninggi, tubuhnya panas dan terus1030 mengigau, tapi tarikan nafasnya semakin kuat, hal ini membuat Wu Ling-feng merasa agak tenang.

Dia tahu, semua itu efek samping dari infeksi lukanya.

Wu Ling-feng teringat Kakek Yun pernah mengatakan air di dalam botol itu yang bernama Ling Yu Shen Quan dan bisa mengobati luka dalam dan luka luar.

"Kalau aku mencuci luka Adik Xin dengan obat ini, dia pasti akan cepat sembuh."

Segera dia mengambil secangkir air dari sungai, kemudian dia mengeluarkan dua tetes Wan Ling Quan dan membuka balutan luka Xin Jie, kemudian dengan perlahan dia mencuci luka Xin Jie dengan air itu.

Setelah lukanya dicuci Xin Jie merasa lukanya terasa dingin dan nyaman, matanya terbuka dan dia terus menatap Wu Ling-feng.

Melihat Xin Jie membuka matanya, Wu Ling-feng benar-benar merasa senang.

Tapi pandangan mata Xin Jie masih terlihat tidak bersemangat.

Sepertinya dia tidak mengenal Wu Ling-feng, dengan cepat Wu Ling-feng berkata.

"Adik Jie, aku adalah kakakmu, jangan terlalu banyak berpikir, kau harus1031 istirahat total."

Tapi Xin Jie seperti bicara sendiri, suaranya terdengar rendah, Wu Ling-feng tahu Xin Jie ingin menyampaikan sesuatu, maka dia pun dengan seksama mendengarkan-nya.

"Mei.... Ling.... Paman.... Hou.... Fang.... Shao.... Kun.... m ati.... mati...."

Wu Ling-feng terpaku.

"Siapayang mati?"

"Laut.... laut.... begitulah.... dia meloncat."

"Adik Jie, jangan terlalu banyak memikirkan hal ini."

"B e g i t u .... b e g i t u meloncat turun.... aku.... aku melihatnya, melihat gelombang.... gelombang menggulung...."

"Siapa yang meloncat masuk ke dalam laut?"

Tanya Wu Ling-feng.

"Fang.... Fang Shao-kun.... aku.... aku.... sangat sayang kepadanya, sangat menyayanginya!"

Melihat wajah Xin Jie yang sedih, Wu Ling-feng mulai mengerti dan bertanya.

"Apakah Fang Shao-kun adalah gadis yang bunuh diri dengan meloncat ke laut?"

Xin Jie tampak berpikir lama akhirnya mengangguk.1032 Dengan lembut Wu Ling-feng mencoba menghibur.

"Nona Fang pasti telah tertolong."

Xin Jie menggelengkan kepalanya dengan bingung, air matanya mengalir ke pipinya.

"Biasanya aku melihat Adik Xin adalah seorang yang naif dan nakal, dan aku tahu dia tidak pernah mengambil pusing dengan semua hal, tidak disangka karena 'cinta' dia menjadi kebingungan seperti ini."

Melihat Xin Jie tertidur lagi, hati Wu Ling-feng terasa agak tenang, dia masih terus membersihkan luka Xin Jie, sebenarnya Wu Ling-feng tidak tahu kalau Wan Ling Quan bisa digunakan untuk membesihkan dan mencuci luka.

Karena terburu-buru dan gugup maka setetes Ling Quan ditambahkan lagi ke air untuk mencuci luka.

Sebenarnya hanya dengan satu tetes saja sangat cukup untuk mencuci luka Xin Jie, bisa membersihkan nanah juga bisa menghilangkan luka bengkak, benar-benar obat yang sangat mujarab.

Hari kedua, Xin Jie mulai sadar, suhu tubuhnya mulai turun, makanan kering yang dibawa Wu Ling-feng sudah habis, melihat1033 luka Xin Jie tidak akan bertambah buruk, maka dia pun menggendong Xin Jie di punggungnya lalu mereka pun berjalan ke kota.

Setelah menyewa sebuah kamar di sebuah penginapan, dia meletakkan Xin Jie di atas tempat tidur, Wu Ling-feng sendiri pun langsung tertidur pulas karena kelelahan.

Wu Ling-feng yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena merasa ada udara panas berhembus, dia meloncat bangun, ternyata Xin Jie sedang meniup telinganya.

Dengan senang dia berteriak.

"Adik Xin, apakah keadaanmu sudah lebih baik? Kau benar-benar nakal, baru sembuh langsung bercanda, hari masih pagi, lebih baik kau tidur lagi."

Xin Jie tertawa.

"Apa? Masih pagi? Kau lihat sendiri...."

Begitu membuka jendela, Wu Ling-feng merasa malu, karena ternyata hari sudah siang, dia marah kepada dirinya sendiri karena sudah tidur seperti orang mati.

Xin Jie tahu kalau nyawanya telah ditolong oleh Wu Ling-feng, karena terus merawatnya Wu Ling-feng tidak sempat1034 beristirahat.

Melihat Xin Jie begitu bersemangat, kecuali wajahnya yang masih pucat karena kehilangan banyak darah, sepertinya dia sudah sembuh, hati Wu Ling-feng terasa lebih senang lagi dan berteriak.

"Adik Xin, kau...."

Dia melihat Xin Jie menundukkan kepalanya sedang berpikir, Wu Ling-feng bertanya.

"Kau sedang memikirkan apa?"

"Kakak, kau.... kau benar-benar sangat baik kepadaku, aku sedang berpikir mungkin tanggal dan tahun lahirku adalah waktu yang aneh, kalau tidak di dunia ini jika ada orang yang berbuat baik kepadaku, baik sangat baik sekali, dan orang yang jahat kepadaku, jahatnya sangat jahat sekali! Ah, aku lupa bertanya, bagaimana kau bisa menemukan aku? Bukankah waktu itu kau dan Jin Qi terguling dan masuk ke dalam jurang? Aku kira kau sudah mati dan karena Kakak pula aku pernah...."

Tadinya dia ingin mengatakan 'karena dirimu aku menangis' tapi karena malu maka dia enggan untuk meneruskan.

Wu Ling-feng tidak memperhatikan hal ini, dia menceritakan apa yang terjadi1035 padanya, setelah mendengar cerita Wu Ling-feng, Xin Jie berkata.

"Kakek Yun pasti orang yang sangat baik, kapan-kapan aku ingin bertemu dengan beliau."

"Ceritakan mengapa kau bisa terluka seperti ini, kalau bukan karena obat dari Kakek Yun, sekarang kau pasti sudah...."

"Guan Zhong Jiu Hao benar-benar hebat, mereka main keroyok, lain kali kalau aku bertemu dengan mereka, lihat saja...."

Kemudian dia menceritakan bagaimana dia bertarung dengan Gou Lou Yi Guai dan pedang Mei Xiang Jian nya yang hilang dicuri, setelah itu dia diserang oleh Guan Zhong Jiu Hao.

Wu Ling-feng tertawa dan berkata.

"Aku harus memberi selamat kepadamu, julukanmu sekarang pakai saja Mei Xiang Shen Jian, dan itu sangat bagus!"

"Tapi Mei Xiang Shen Jian milikku telah dicuri, kalau tenagaku sudah pulih aku akan pergi ke Kong-dong dan merebut kembali pedangku, apakah Kakak juga akan ikut pergi ke sana? Kakak juga harus memperhitungkan hutang-piutang kakak dengan mereka."

Hari kedua, luka Xin Jie sudah sembuh1036 total, di atas tempat tidur dia sedang mengatur nafasnya.

Wu Ling-feng masuk ke dalam kamar dan melihat wajah Xin Jie sudah tidak terlalu pucat, dengan senang dia berkata.

"Obat dari Kakek Yun benar-benar manjur, lukamu yang berat dan telah kehilangan banyak darah, dalam waktu dua hari sudah sembuh, untuk kebaikanmu lebih baik kau istirahat sehari lagi."

Mereka tinggal di kota itu selama 5 hari, sekarang Xin Jie sudah ribut ingin segera berangkat, karena itu mereka segera melunasi uang sewa kamar. Tiba-tiba Xin Jie berkata.

"Kakak, untuk sementara kitajangan pergi dulu ke Kong-dong...."

"Mengapa?"

"Bukankah kita telah berjanji kepada Nona Su kalau kita akan pergi menengoknya? Menurut dugaanku, kalau kita sengaja ingin mencari Li-e, sebagai ketua Kon Dong Pai dia pasti akan bersembunyi, dan enggan untuk menemui kita, karena itu lebih baik kita pergi dulu ke Shan Dong untuk menemui Nona Su...."

Begitu mendengar nama Nona Su disebut, Wu Ling-feng baru teringat pada1037 seorang gadis cantik bernama Su Hui Zi, mata indah Nona Su melintas didalam ingatannya.

"Mata Nona Su seperti mata A Lan dulu, tapi sekarang A Lan telah buta.... karena sepasang mata Nona Su, aku pernah tertarik padanya, sepertinya dia pun ada perasaan kepadaku, tapi beberapa kali aku terkena musibah atau bahaya, sekarang yang aku pikirkan hanya A Lan, yang lain aku tidak peduli. Apakah.... apakah aku tidak benar-benar suka kepada Nona Su?.... tapi matanya yang indah, kecantikannya yang luar biasa.... Ling Feng, Ling Feng, kau tidak boleh tenggelam dalam pesonanya.... sekarang apakah aku harus pergi ke sana untuk menengoknya? Pergi atau tidak? Tapi aku telah berjanji akan menengoknya, aku harus menepati janji."

Karena itu akhirnya mereka berjalan ke Shan Dong.

Ooo)*(ooO Sang Qiu adalah sebuah kota kuno dan sangat ramai, sinar matahari pagi menyinari jalan.

Di kedua sisi jalan terdapat toko-toko yang tersusun sangat rapi.

Kota itu terlihat damai tapi tidak sepi.1038 Jalan di kota itu tidak begitu bagus, saat kereta lewat debu-debu segera beterbangan.

Wu Ling-feng dan Xin Jie telah memasuki kota itu.

Mereka mencari sebuah rumah makan kemudian masuk ke sana.

Mereka memesan makanan karena sejak pagi mereka terus berjalan dan belum sempat makan.

Pelayan rumah makan membawakan nasi dan sayur.

Melihat mereka membawa pedang dan melihat Xin Jie yang terus menatapnya, segera dia tertawa ketakutan dan berkata.

"Apakah kedua pendekar diundang oleh Pendeta Chi-yang pergi ke Gui Shan?"

Xin Jie dan Wu Ling-feng terpaku lalu bertanya.

"Bagaimana kau bisa tahu Pendeta Chi-yang? Lalu ada apa di Gui Shan?"

"Ternyata kedua tuan ini belum tahu, peristiwa ini menyangkut masalah yang menge-gerkan dunia persilatan...."

"Hal apa yang bisa menggegerkan dunia persilatan?"

Tanya Xin Jie.

"Beberapa hari ini, ribuan pendekar datang dan lewat di kota ini, mereka akan pergi ke Gui Shan. Aku dengar dari cerita1039 para tamu, katanya Pendeta Chi-yang telah menyebarkan undangan meminta semua pendekar berkumpul di Gui Shan dan bergabung untuk menghadapi dua orang jago yang datang dari negara barat. Ini sangat aneh, hanya kedatangan dua orang bangsa barat mengapa harus mengumpulkan semua pendekar"

"Mereka bangsa apa?"

Tanya Xin Jie.

Sebenarnya pelayan itu pun tidak begitu tahu, begitu Xin Jie bertanya padanya, dia hanya mencakar-cakar rambutnya dengan bingung dan tidak bisa menjawab.

Tiba-tiba ada seseorang dari kalangan persilatan berjalan masuk, pelayan itu berteriak.

"Aku dengar dari tuan ini, kalian tanyakan saja kepadanya, semuanya akan lebih jelas."

Dan pelayan itu segera berlalu dari sana. Orang itu mendengar ucapan pelayan tadi, dia kebingungan, tapi begitu melihat Xin Jie dan Wu Ling-feng yang gagah, dia segera memberi hormat.

"Apakah Tuan ingin bertanya sesuatu padaku?"

Wu Ling-feng dengan cepat berdiri dan bertanya.

"Kami sedang membicarakan tentang dua orang bangsa barat yang tidak1040 tahu diri...."

Xin Jie memuji Wu Ling-feng yang cepat tanggap. Sebenarnya orang itu mengira kalau mereka juga akan pergi ke Gui Shan, lalu berkata.

"Benar, kali ini kalau kita kalah taruhan, orang dunia persilatan Zhong Yuan pasti akan mendapat malu...."

Xin Jie dan Wu Ling-feng seperti sudah tahu dan tidak merasa aneh, orang itu melanjutkan lagi.

"Coba pikir, dua orang bangsa barat ini ingin dunia persilatan Zhong Yuan mengakui mereka yang bernama Jin Bo-sheng Fo sebagai ketua dunia persilatan dan masih menginginkan 15 orang terkenal di dunia persilatan mengikuti mereka pulang ke negaranya, menyembah Jin Bo-sheng Fo. Mana mungkin hal ini boleh terjadi? Tapi menurut Pendeta Chi-yang, ilmu silat kedua orang barat ini sangat tinggi...."

Xin Jie sudah marah, tapi dia berusaha menahan diri dan berkata.

"Kedua orang itu pasti orang yang tidak tahu diri."

Yang satu bertanya yang satu menjawab, mereka seakan-akan hendak pergi ke Gui Shan, orang itu segera berkata,1041

"Kedua orang ini datang dari India mereka mengatakan di Zhong Yuan yang paling terkenal adalah He Luo Yi Jian, Wu Zhao-yun, sedangkan yang satu lagi adalah Qi-mao Shen-jun, Mei Shan-ming, sayangnya mereka sudah mati, kalau tidak mereka ingin kedua orang itu menyaksikan kehebatan ilmu silat dari India. Hhhh! Sayang sekali, kedua pesilat tinggi itu sudah mati, kalau tidak, kita bisa menyuruh kedua orang India itu melihat bagaimana hebatnya ilmu silat Zhong Yuan!"

Hati Xin Jie dan Wu Ling-feng bertambah panas, dengan cepat mereka membereskan rekeningnya dan keluar dari rumah makan itu. Di jalan, Xin Jie berkata.

"Kedua orang India itu benar-benar kurang ajar, lebih baik kita juga pergi ke Gui Shan dan suruh mereka mencoba ilmu He Luo Yi Jian dan ilmu Qi-mao Shen-jun."

"Beberapa hari ini kita selalu berada di daerah terpencil, apa yang telah terjadi di kota kita tidak tahu sama sekali."

Karena itu setelah menanyakan jalan menuju Gui Shan, mereka pun segera berangkat ke sana.1042 Di Gui Shan ada sebuah kuil yang berdiri dengan megah.

Gentingnya berbentuk seperti sirip ikan dan tersusun rapi.

Kuil itu adalah kuil terbesar di daerah utara, kuil itu kuil Wu Dang.

Di tengah ruangan ratusan orang sedang mengobrol dengan seru, mereka tidak lain adalah orang-orang persilatan terkenal, mereka diundang ke sana oleh Pendeta Chi-yang.

Jalan menuju kuil itu juga masih terlihat banyak orang, mereka semua sedang berjalan ke arah kuil.

Wu Ling-feng dan Xin Jie mengikuti kumpulan orang itu berjalan ke atas gunung.

Sebenarnya kedua orang India itu tidak mengatakan kalau mereka menginginkan 15 orang terkenal untuk ikut mereka pulang dan menyembah.

Mereka hanya mengatakan bahwa mereka menginginkan 5 ketua perkumpulan, tapi Pendeta Chi-yang bersikukuh menarik Guan Zhong Jiu Hao dan pemimpin dunia persilatan Feng Bo Yang yang ada di Guan Wai.

Feng Bo Yang dijuluki 'Pendekar Perbatasan'.

Karena itu jumlah mereka ada 15 orang.

Maksud mereka tidak lain adalah membuat orang persilatan Zhong1043 Yuan marah, dan kedua orang India itu tidak hanya akan menghadapi 5 ketua perkum-pulan saja.

Dia tahu 'Pendekar Perbatasan' Feng Bo Yang di Guan Wai membuat perkumpulan sendiri dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Zhong Yuan.

Tapi kalau Guan Zhong Jiu Hao datang maka kekuatan mereka akan bertambah, dia tidak tahu kalau Guan Zhong Jiu Hao telah dikalahkan oleh Xin Jie, ada yang mati ada juga yang terluka.

Sekarang Jiu Hao yang tersisa hanya adaLiu Hao!

Xin Jie pergi ke gunung Gui Shan bukan untuk membantu 5 perkumpulan itu, tapi karena dua orang India yang tidak tahu diri itu, orang India itu telah menghina He Luo Yi Jian dan Qi-mao Shen-jun.

Dia pun berpikir kalau 5 perkumpulan pasti akan hadir di sana.

Saat itu hutang piutang mereka bisa dibereskan supaya dia tidak perlu susah-susah mencari mereka.

Tidak lama kemudian mereka telah masuk ke sebuah ruangan yang disebut 'Wu Wei Ting', di sana Xin Jie melihat Pendeta Chi-yang dari Wu Dang, E Mei Pai Ku An Shang-ren, dan Luo Ying-jian, Xie Chang-1044 jin, tapi tidak terlihat Li-e yang telah mencuri pedang Mei Xiang Shen Jian.

Wu Ling-feng dan Xin Jie berbaur dengan banyak orang, mereka memilih tempat yang tidak mencolok, keadaan di sana kelihatan sangat kacau, sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka.

Xin Jie baru berkata.

"Kakak, apakah tadi kau lihat ada seseorang yang dari bawah gunung terus berlari ke atas gunung?"

"Benar, aku lihat ilmu meringankan tubuh orang itu sangat lihai, hanya saja tadi aku tidak leluasa bicara, makanya aku diam saja,"

Kata Wu Ling-feng.

"Aku lihat orang itu adalah Wu Lin Zi Xiu"

Kata Xin Jie. Wu Ling-feng pernah mendengar cerita Xin Jie tentang Wu Lin Zi Xiu dan juga biksu Shao-ling yang mengajak Xin Jie bertarung, dia berpikir.

"Pantas Wu Lin Zi Xiu bisa bertarung seimbang dengan Xin Jie, ilmu meringankan tubuhnya memang hebat.... Apakah dia juga diundang oleh Pendeta Chi-yang?"

Semenjak memakan Xue Guo ilmu meringankan tubuh Wu Ling-feng maju pesat,1045 sepanjang perjalanan dia bisa mengimbangi Xin Jie, Xin Jie senang kakaknya bisa berjodoh mendapatkan buah dewa tapi Xin Jie tidak tahu karena memakan buah dewa itu, Wu Ling-feng selalu menyalahkan dirinya sendiri, malah hampir bunuh diri.

Tiba-tiba masuk seorang pendeta muda, mungkin dia adalah murid Wu Dang, dia bicara dengan Pendeta Chi-yang, wajah Pendeta Chi-yang berubah, dia berdiri lalu berteriak.

"Harap diam sebentar...."

Tenaga dalamnya sangat kuat, maka suaranya pun lantang seperti dentang lonceng, membuat orang yang sedang mengobrol berhenti berbicara dan diam. Pendeta Chi-yang berkata.

"Pesilat dari India sudah hadir...."

Wu Wei Ting menjadi hening, Pendeta Chi-yang melambaikan tangannya, dua pendeta muda yang berada di pintu membukakan pintu, begitu pintu terbuka tampak dua orang yang bertubuh tinggi besar berjalan masuk, kedua orang itu seperti raksasa, yang berada di depan bertubuh sangat panjang, mungkin ada 1.50 meter, di tambah dengan kedua kakinya jadi tinggi keseluruhan adalah 2.5 sampai 31046 meter.

Orang yang berada di belakang juga tinggi dan berbahu lebar, tapi karena dia mengenakan baju pelajar dan wajahnya tidak bercambang maka dia terlihat lebih sopan.

Orang yang berada di depan berbaju aneh, dan kepalanya botak.

Begitu memasuki ruangan dia melihat kesekelilingnya seperti sedang mencari seseorang.

Tapi setelah melihat-lihat wajahnya tampak kecewa.

Dia membalikkan kepalanya dan berkata pada si baju pelajar dengan bahasa daerah mereka.

Suaranya seperti genderang rusak, membuat telinga setiap orang bergetar.

Orang-orang yang ilmu silatnya rendah merasa telinga mereka terus berdenging, dan tidak bisa mendengar suara lain.

Orang yang mengenakan baju pelajar menunjuk ke depan dengan maksud menyuruh orang itu mencari di depan.

Laki-laki itu menorobos kerumunan orang dan mendorong kesana sini, orang yang ditabraknya ada yang terguling ada juga yang merasa sakit, tapi laki-laki itu tidak peduli, dia masih berjalan bolak balik, dia benar-benar tidak sopan.

Saat dia berjalan di depan Wu Ling-feng, dia menekan kedua kaki Wu Ling-feng1047 orang itu tetap menabrak Wu Ling-feng, tapi saat dia menabrak tubuh Wu Ling-feng, dia merasa seperti menabrak setumpuk kapas, dia ingin menarik kembali tenaganya dan pergi dari sana, tapi terasa ada tenaga lembut yang memukulnya, dia berteriak seperti guntur di siang bolong.

Kemudian dia mengeluarkan telapak tangannya yang kuat, tapi tenaga lembut itu tiba-tiba menghilang, raksasa itu terjerumuk maju ke depan dua langkah baru bisa berdiri tegak.

Dia terus menatap Wu Ling-feng....

Xin Jie melihat Kakak Wu telah menguasai ilmu Tai Ji Men, dengan tenaga lembut mengalahkan kekuatan keras, Xin Jie ikut merasa senang.

Wu Ling-feng membalikkan kepala melihat Xin Jie, mereka saling pandang lalu tersenyum, kehangatan persahabatan mengalir melalui tawa mereka, diam-diam semua terlihat oleh lawan.

Orang yang mengenakan baju pelajar tertawa dan berkata.

"Tidak disangka, di Zhong Yuan masih ada orang berbakat...."

Katanya sangat fasih berbahasa Han. Saat matanya melihat wajah Wu Ling-feng dia terpaku, lalu berkata.

"Tidak1048 disangka di Zhong Yuan ada orang begini tampan...."

Karena dia selalu menganggap kalau dia tampan juga luwes, di negrinya di India dia memang seperti itu tapi kalau berhadapan dengan Wu Ling-feng, dia tampak menjadi biasa-biasa saja.

Pelajar itu menyuruh temannya kembali dan berkata.

"Kami berdua sudah lama mengagumi ilmu silat Zhong Yuan, hari ini semua orang dunia persilatan telah hadir, saat yang tepat untuk membuat kami membuka mata dan telinga, kami berdua siap bertarung di sini, kami akan bertarung dua kali, kalau kami kalah satu kali saja kami akan pergi tanpa syarat, tapi kalau dua kali kami menang. Ha ha ha! Apa yang akan terjadi nanti, aku telah memberitahu semuanya kepada Pendeta Chi-yang...."

Para pendekar di sana sangat marah tapi mereka pun melihat kalau kedua orang India itu mempunyai ilmu tinggi, kalau tidak mereka tidak berani bicara sombong seperti itu.

Pendeta Chi-yang berkata pada Xie Chang-jin dan Ku An Shang-ren.

"Hari ini adalah hari penentuan antara hidup dan mati dari 5 perkumpulan. Jika kami kalah....1049 Hhhh! Jangan mengatakan apa pun lagi!"

Mengingat seumur hidupnya sering melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain.

"Apakah nama Wu Dang Pai yang besar akan habis begitu saja?"

Pikir Pendeta Chi-yang. Ku An Shang-ren dari E Mei Pai terus membaca kitab Budha. Dengan marah dia berkata.

"Mungkin kita terpaksa harus melawan mereka sekarang. Walaupun kita sudah tua tapi kita adalah ketua 5 perkumpulan. Jika kita tidak bertarung terlebih dulu, semua pendekar hanya akan berdiam menunggu...."

Luo Ying-jian, Xie Chang-jin sepertinya sedang banyak pikiran. Dia tidak bersuara.

"Mengapa Kakak Li belum datang juga? Jika tidak Kong-dong Shen Jian miliknya bisa menahan dari awal dan bisa mengikis kesombongan kedua orang India itu,"

Kata Pendeta Chi-yang. Orang India berbaju pelajar berte-riak.

"Petarungan pertama akan dilakukan oleh kakak seperguruanku Katai. Siapa yang akan bertarung mewakili Zhong Yuan?"

Tenaga dalamnya sangat tinggi.

Begitu1050 kalimat pertama keluar dari mulutnya, membuat gendang telinga setiap orang bergetar.

Yang hadir di sana adalah orang kalangan persilatan.

Sekali mendengar mereka langsung tahu bagaimana hebatnya tenaga dalam mereka.

Walaupun dia hanya adik seperguruan orang India tinggi itu tapi ilmu silatnya pasti berada di atas Katai.

Li-e dari Kong-dong-pai sampai sekarang belum muncul.

Pendeta Chi-yang merasa cemas tapi dia malu kalau menyuruh Ku An Shang-ren bertarung terlebih dulu, dengan merasa terpaksa, dia bersiap untuk bertarung.

Tapi Ku An Shang-ren telah menarik baju Pendeta Chi-yang dan berkata dengan suara kecil.

"Lebih baik aku yang pertama menerima beberapa jurus mereka. Pendeta dan keponakan Xie biar menjagadipinggir saja...."

Karena posisi Ku An Shang-ren dan ayah Xie Chang-jin sejajar, maka dia memanggil Xie Chang-jin dengan sebutan keponakan. Pendeta Chi-yang berpesan.

"Pertarungan ini sangat penting. Jangan bertindak sungkan menghadapi mereka."

Ku An Shang-ren tidak menjawan.1051 Pelan-pelan dia berjalan ke tengah ruangan dan berkata.

"Aku adalah biksu dari E Mei, aku akan mencoba menerimajurus-jurus Tuan Katai."

Suaranya kecil tapi semua orang di sana bisa mendengar dengan jelas artinya tenaga dalam biksu tua ini sangat dalam.

Begitu Katai melihat Ku An Shang-ren, wajahnya berubah.

Dia membalikkan kepala dan bertanya kepada adik seperguruannya dengan bahasa mereka.

Adik seperguruannya melihat Ku An Shang-ren, dia menggelengkan kepala dan menjawab dengan bahasa mereka lagi.

Orang berbaju pelajar itu tampak kecewa.

Semua orang hanya mendengar dua kata dari ucapan mereka yaitu E Mei.

Mungkin Katai pernah mengatakan tentang Ku An Shang-ren dan adik seperguruannya memberikan jawaban tidak sama.

Para pendekar tahu pertarungan ini merupakan penentuan antara hidup dan matinya dunia persilatan, maka mereka berharap Ku An Shang-ren bisa memenangkan pertarungan ini.

Walaupun di antara para pendekar ada yang pernah berselisih dengan 5 perkumpulan, tapi dalam1052 keadaan seperti ini mereka berharap Ku An Shang-ren bisa menang.

Ku An Shang-ren sudah berdiri di depan Katai.

Kedua telapak tangannya dikatupkan menjadi satu.

Kedua matanya terus melihat lawan dengan konsentrasi penuh.

Katai tidak mengatakan apa pun.

Dia meraung kemudian menerjang dengan kepalannya, begitu raungannya berhenti, angin kepalan sudah sampai dan tampak sangat dahsyat.

Begitu mendengar angin serangan dari kepalan, Ku An Shang-ren tahu kalau Katai tidak biasa menggunakan kepalan.

Tapi tenaganya benar-benar besar, jarang ada orang yang memiliki kekuatan sebesar itu.

Di antara 5 perkumpulan, tenaga dalam Ku An Shang-ren termasuk paling tinggi.

Dalam hidupnya dia telah bertarung ratusan kali tapi musuh dengan tenaga dahsyat seperti Katai, baru pertama kali dia menghadapinya.

Ku An Shang-ren tidak bergerak tapi kedua kepalan tangannya melingkar siap menotok Katai....

Wajah Katai tampak kasar tapi dia bisa mengubah serangannya sangat cepat.1053 Sebelah tangan yang dibawah kemudian diangkat keatas lagi untuk menyambut serangan Ku An Shang-ren.

Katai meraung lagi, Ku An Shang-ren merasa kedua tangannya bergetar.

Dengan cepat dia maju setengah langkah untuk mengurangi tenaga serangan dari musuh.

Dalam hati dia merasa terkejut.

Jangankan Ku An Shang-ren, Xin Jie dan Wu Ling-feng juga terkejut.

Pikir Xin Jie.

"Orang India ini tidak biasa menggunakan kepalan.

Serangannya sangat keras tapi juga terasa ada tenaga lembut yang aneh.

Tenaganya menjadi kuat.

Pantas menurut kata orang-orang, ilmu silat India berbeda dengan ilmu Zhong Yuan, ternyata perkataannya tidak salah.

Wu Ling-feng pelan-pelan berkata kepada Xin Jie.

"Ilmu silat orang India ini sangat aneh. Aku yakin Ku An Shang-ren tidak akan sanggup menerima 100 jurusnya."

Terdengar suara raungan lagi, sepertinya setiap kali Katai mengeluarkan serangan, dia harus meraung. Suara raungannya membuat telinga setiap orang yang ada di sana terasa sakit.

"Daripada diserang terus, lebih baik1054 aku mencoba menggunakan tenaga dalam untuk mengalahkannya,"

Pikir Ku An Shang-ren.

Setelah mengambil keputusan, dia bersiul panjang.

Kedua telapaknya digerakkan dan dengan ilmu silat E Mei dia bertarung melawan Katai.

Jahe tua tetap terasa lebih pedas.

Kali ini Ku An Shang-ren mengambil keputusan benar.

Mereka bertarung seimbang.

Xin Jie berpikir.

"Taktik harus terus berubah. Seorang guru tidak bisa mengajarkan hal seperti ini...."

Katai sepertinya tidak menyangka kalau pesilat Zhong Yuan bisa begitu kuat.

Semakin bertarung, dia merasa semakin senang, wajahnya selalu tertawa ilmu telapaknya semakin ganas.

Suara raungannya semakin keras dan menggema, benar-benar seperti bunyi guntur, banyak orang tidak kuat hingga menutup telinganya.

Wajah Ku An Shang-ren tetap terlihat tenang.

Dia mengeluarkan ilmu yang telah dipelajarinya selama puluhan tahun.

Tapi dalam hati dia merasa semakin tidak sanggup menghadapi lawan....1055 Pendeta Chi-yang diam-diam merasa terkejut.

"Orang India ini benar-benar lihai. Untung bukan aku yang pertama bertarung dengan orang India itu, kalau tidak.... Benar-benar tidak terbayangkan akibatnya. Di antara 5 perkumpulan, hanya Ku An Shang-ren yang sanggup menahan serangan seperti itu...."

Mungkin Pendeta Chi-yang dan Shen Jian Li-e lebih memperhatikan jurus pedang dan jarang memperdalam ilmu kepalan tangan.

Orang India berbaju pelajar dengan santai melihat reaksi semua pendekar yang ada di depannya.

Pertarungan yang terjadi antara Ku An Shang-ren dan kakak seperguruannya, tidak diperhatikannya sama sekali.

Sepertinya dia sudah tahu siapa yang akan kalah dan siapa yang akan menang.

Setelah melewati ratusan jurus, Katai membentak dan berteriak aneh.

Bila kata-katanya diterjemahkan mungkin artinya adalah dia telah berhasil memukul....

Dia mengeluarkan pukulannya dengan posisi aneh.

Sepertinya Ku An Shang-ren akan terkena pukulan itu.

Tapi Ku An1056 Shang-ren yang telah berpengalaman selama puluhan tahun, dan dengan menggunakan ilmu langkah andalan E Mei, 'Shen Xing Mi Zhong Bu'.

Kakinya terus bergerak dan bisa menghindar dengan tepat.

Tapi tangan Katai terus menyerangnya.

Sebuah jurus aneh keluar dari tangannya....

Ku An Shang-ren mundur terus dia hanya bisa menghindar.

Katai terus menambah tenaga kepalannya dan menyerang lagi....

Tiga jurus dilancarkan berturut-turut, Katai berteriak 3 kali.

Sepertinya Ku An Shang-ren akan kalah, dia merasa cemas juga marah, tapi Katai selalu mengeluarkan jurus aneh.

Jangankan ingin menyerang, untuk menjaga diri pun terasa sangat sulit.

Setelah lewat 110 jurus, dalam sebuah serangan setelah kepalan tangan Katai dikeluarkan, kakinya menyapu 3 kali.

Ku An Shang-ren berusaha menghindar tapi baju biksunya telah tampak ada robekan besar.

Para pendekar terkejut dan berteriak, keadaan berubah menjadi hening seperti menghadiri upacara kematian.

Hati semua orang seperti tertindih oleh batu besi yang1057 amat berat.

Wajah Ku An Shang-ren sangat pucat, pelan-pelan dia berkata.

"Dalam pertarungan ini, aku mengaku kalah...."

Katai tidak mengerti bahasa Han dan dia mendengar pendekar-pendekar terus berteriak, dia mengira Ku An Shang-ren tidak mau mengaku kalah.

Dia marah dan berteriak, dengan sekuat tenaga dia memukul dada Ku An Shang-ren....

Karena Ku An Shang-ren telah kalah, dia hanya pasrah dan tidak melihat Katai yang sudah marah dan mengeluarkan kepalannya.

Dia mrasa dia tidak akan bisa menghindar lagi.

Tampaknya pukulan Katai akan segera mengenai....

Para pendekar yang menonton mengeluarkan teriakan dan juga marah....

Saat genting seperti itu, tiba-tiba pintu ruangan itu ditendang seseorang kemudian tampak sesosok bayangan datang seperti terbang.

Di tengah udara dia mengeluarkan kepalan tangannya dan menyerang Katai....

Terdengar BAG, Katai tergetar dan mundur 2 langkah.

Orang itu turun dengan jarak 5-6 meter di sudut ruangan!1058 Setelah para pendekar melihat orang yang datang, ternyata yang datang adalah seorang pemuda tampan dan gagah.

Tidak banyak yang tahu siapa dia sebenarnya, tapi sebagian orang langsung berteriak.

"Wu Lin Zi Xin!"

Ternyata yang datang adalah 'Wu Lin Zi Xin', Sun Qi-zhong, pendekar muda yang baru terkenal di dunia persilatan.

Para pendekar bersorak.

Walau pada pertarungan pertama Ku An Shang-ren kalah tapi pukulan Sun Qi-zhong membuat penonton menahan nafas.

Orang yang tidak mengenal Sun Qi-zhong tampak bertanya-tanya.

Mereka tidak menyangka kalau kepandaian 'Wu Lin Zi Xin' begitu tinggi, tapi orangnya masih begitu muda.

Ooo)*(ooO BAB 31 Pin Fan Shang-ren Wu Ling-feng belum pernah bertemu dengan 'Wu Lin Zi Xin'.

Diam-diam dia berkata kepada Xin Jie.

"Ilmu silat orang itu sangat hebat."

Xin Jie mengangguk.

"Benar, aku pernah bertarung dengannya...."

Dia teringat pertarungan yang terjadi barusan tiba-tiba1059 juga berhenti.

Dia ingin berjalan ke depan lalu menanyakan alasan Sun Qi-zhong dengan jelas.

Orang India berbaju pelajar itu berusaha menenangkan Katai yang marah katanya.

"Semua sudah melihat kakak seperguruanku yang menang, sekarang aku Jinlul yang akan bertarung pada babak kedua...."

Habis berkata tubuhnya bergerak, bajunya berkibar dan turun di luar ruangan sekitar 20 meter.

Begitu turun tampak ringan seperti daun.

Jatuh Begitu dia melangkah, di lantai terlihat jejak bekas kakinya sedalam 2 centimeter.

Orang-orang yang melihat jadi terkejut dan berteriak, tidak ada yang berani bertarung dengannya.

Pendeta Chi-yang dan Xie Chang-jin saling pandang kemudian menggelengkan kepala.

Mereka tidak berani keluar bertarung....

Jangankan mereka, Xin Jie pun merasa dia sendiri belum bisa mencapai taraf setinggi itu.

Usia Jinlul belum lewat dari 30 tahun tapi ilmu silatnya sudah begitu dalam.

Pantas dia sangat sombong....

Jinlul berteriak 3 kali, tapi tidak1060 ada seorang pun dari pendekar Zhong Yuan yang berani tampil.

Hal ini membuatnya bertambah sombong.

Semakin melihat orang India itu, Xin Jie semakin tidak suka, baru saja dia akan melangkah keluar, tiba-tiba tampak bayangan seseorang terbang ke tengah ruangan sambil bersuara.

"Aku, Sun Qi-zhong mohon pengajaran Tuan Jin yang perkasa."

Jurus Sun Qi-zhong yang telah menggetarkan Katai tadi memang sangat indah, tapi Jinlul sambil tertawa dingin berkata.

"Kau bukan lawanku!"

Kemudian dia menambahkan lagi.

"Kalau kau bertarung dengan Katai, itu baru seimbang!"

Sun Qi-zhong marah dan terkejut.

Dia tahu dia memang tidak akan sanggup melawan Jinlul, dan dia memikul tugas berat maka sekarang ingin maju tidak bisa mundur pun tidak bisa.

Dia merasa malu.

Darah Xin Jie menggelegak naik, dia ingin tampil ke tengah ruangan, tiba-tiba terdengar sebuah suara ramah.

"Anak, akhirnya aku berhasil mencarimu, hayo ikut aku...."

Suaranya terdengar kecil dan lemah1061 tapi sangat jelas terdengar oleh semua orang di sana.

Orang di sana memalingkan kepala melihat.

Ternyata ada seorang pak tua berambut putih sedang tertawa di belakang Xin Jie.

Wajah pak tua ini merah, dia tertawa, rambut di kedua sisi pelipisnya berubah dari warna putih menjadi krem.

Semua orang di sana merasa asing dengan pak tua itu.

Entah kapan orang itu bisa berada di dalam ruangan, tidak ada seorang pun yang melihatnya dia masuk.

Tapi Xin Jie tampak sangat senang.

Ternyata orang itu adalah salah seorang dari Hai Wai San Xian, Pin Fan Shang-ren.

Pin Fan Shang-ren berkata lagi.

"Anak! Ayo ikut aku!"

Xin Jie terpaku. Dalam hati dia berpikir.

"Kemana dia ingin mengajakku?"

Melihat Xin Jie seperti itu, tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata.

"Aku telah menciptakan satu jurus baru Da Yan Shi Shi dan jurus itu sangat bagus, ikut aku pulang sebentar, aku akan mengajarkannya padamu."

Xin Jie sangat menyukai ilmu silat.

Semenjak bertarung dengan Guan Zhong Jiu Hao, dia telah mendapatkan sebuah ilmu1062 lagi.

Sekarang begitu mendengar perkataan Pin Fan Shang-ren, dia merasa sangat senang....

Tapi orang di sisinya merasa aneh.

Terlihat mulut pak tua bergerak tapi tidak terdengar suara apa pun, ternyata ilmu yang digunakan oleh Pin Fan Shang-ren adalah ilmu 'Chuan Yin Ru Mi'.

Tapi mengingat pertarungan yang sedang terjadi antara pendekar Zhong Yuan dengan orang India itu yang belum selesai, dia berkata.

"Aku harus menyelesaikan urusanku di sini dulu baru...."

Pin Fan Shang-ren berteriak.

"Ada hal penting apa di sini? Cepat ikut aku, kalau tidak aku akan kalah dari Guru Hui...."

Mungkin dia telah membocorkan sebuah rahasia maka dia segera berhenti bicara, Xin Jie merasa aneh, dengan bengong terus menatapnya.

Para pendekar hanya melihat mulut Pin Fan Shang-ren bergerak membuka dan menutup, wajah Xin Jie kadang terlihat senang kadang terpana, membuat mereka menjadi bingung.

Pin Fan Shang-ren sepertinya sudah tidak sabar.

Dia lupa sedang menggunakan1063 ilmu 'Chuan Yin Ru Mi' dan berteriak.

"Ada perlu apa kau terus di sini?"

Kali ini semua orang bisa mendengar dengan jelas. Jinlul tidak senang diganggu oleh suara Pin Fan Shang-ren. Dengan dingin dia berkata.

"Pak tua tidak tahu diri, kau sedang membicarakan apa? Jangan ganggu kami!"

Sudah lama Pin Fan Shang-ren tidak pernah mendengar ada orang yang berani bicara seperti itu kepadanya. Dia merasa aneh dan berkata.

"Apakah kau bisa mengulangi kata-katamu tadi?"

Melihat Pin Fan Shang-ren yang lucu, para pendekar di sana tertawa. Tapi Jinlul tampak marah dan berkata.

"Aku mengatakan kalau kau itu cerewet, pergilah!"

Kata Pin Fan Shang-ren.

"Apakah kau ingin bicara denganku? Bicaralah!"

Tiba-tiba ada yang berteriak kaget.

"Kalian lihat! Kalian lihat!"

Orang yang sudah melihat ke arah yang ditunjuk segera berteriak.

"Ternyata bekas jejak kaki Jinlul sudah kembali seperti semula."

Pin Fan Shang-ren tersenyum tidak menga-takan apa pun.1064 Para pendekar tidak tahu dengan ilmu apa, batu yang melesak ke dalam tanah bisa kembali seperti semula.

Ilmu seperti ini lebih sulit dibandingkan ilmu mennghapus jejak kaki.

Jinlul benar-benar terkejut, dalam hatinya berpikir.

"Kali ini habislah aku! Tidak kusangka di Zhong Yuan ada orang yang mempunyai ilmu silat begitu tinggi."

Tapi dia adalah seorang yang licik, sekali memutar otaknya, dia sudah menyusun rencana lain.

"Usianya sudah tua, aku akan mencoba-coba membuatnya marah."

Dia segera berkata.

"Maaf, tadi aku sudah tidak sopan, harap Tetua sudi memaafkan! Aku dan kakakku datang ke Zhong Yuan karena diperintahkan oleh guru kami. Kami sangat mengagumi ilmu silat Zhong Yuan, aku dan para pendekar di sini telah berjanji akan bertarung."

Orang-orang yang mendengar semua merasa terkejut dan berpikir.

"Ilmu silat kedua orang India ini sudah begitu tinggi, bagaimana dengan gurunya?"

Tapi Pin Fan Shang-ren dengan senang berkata.

"Ternyata kalian ingin bertarung,1065 ini sangat baik. Ayo bertarunglah, supaya aku bisa melihatnya."

Jinlul sangat senang dan berkata.

"Kalau begitu, jika ada yang salah dengan ilmu kami, harap Tetua mau memberikan petunjuk...."

Dalam hati dia berpikir.

"Kalau aku bicara seperti tadi, si tua bangka ini pasti malu untuk bertarung denganku. Jika aku bisa memenangkan pertarungan ini, rencana kami tentu akan berhasil."

Kemudian dia menantang para pendekar bertarung, tapi Pendeta Chi-yang tidak berani keluar bertarung dengannya.

'Wu Lin Zi Xin' juga sedang berpikir dan menundukkan kepala tidak berani bicara apa pun.

Kaki Xin Jie bergerak ingin melangkah keluar, Wu Ling-feng diam-diam bertanya.

"Adik Jie, kau mau ke mana?"

Xin Jie mengangguk tapi Wu Ling-feng berkata lagi.

"Adik Jie, lebih baik aku dulu yang mencobanya...."

Pin Fan Shang-ren berkata pada Xin Jie dengan ilmu 'Mi Yin' (suara rahasia), terdengar ke telinga Xin Jie.

"Anak kecil, apakah kau percaya kau bisa menang? Ilmu1066 silat orang India ini sangat tinggi."

"Aku memang bukan lawannya...."

Jawab Xin Jie. Pin Fan Shang-ren terdengar marah.

"Apa katamu? Coba sekali lagi bicara...."

"Sepertinya aku bukan lawannya."

"Bukankah aku pernah mengajarkan ilmu silat padamu?"

Tanya Pin Fan Shang-ren.

"Tetua sudah mengajar ilmu silat padaku dan aku merasa sangat berterima kasih, aku tidak akan melupakannya."

"Itu sangat baik, berarti kau sudah menjadi setengah muridku. Coba kau pikir, masa murid Pin Fan Shang-ren tidak berguna?"

Xin Jie tidak bisa menjawab. Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren teringat maksud kedatangannya kemari. Dia tertawa misterius.

"Hei anak kecil, aku melihatmu sangat bersemangat, dan ilmumu sudah mengalami kemajuan dibandingkan ketika berada di pulau kecil itu. Coba kau pukul aku dengan sekuat tenaga, aku ingin tahu sekuat apa tenagamu? Ingat, harus dengan sekuat tenaga...."

Xin Jie tidak tahu apa maksud Pin Fan1067 Shang-ren, Xin Jie hanya ingin tahu apakah dia bisa mengalahkan Jinlul.

Dia segera mengumpulkan tenaganya.

Lalu dengan sekuat tenaga memukul....

Suara BUG terdengar keluar, pundak Pin Fan Shang-ren bergoyang, hampir dia tidak bisa berdiri tegak tapi Pin Fan Shang-ren malah dengan senang berkata.

"Cukup! Cukup!"

Xin Jie mengira tenaganya cukup untuk bertarung dengan Jinlul, dia merasa aneh.

Tapi yang lebih aneh lagi adalah para penonton, mereka tidak bisa mendengar suara Pin Fan Shang-ren, hanya melihat wajah Xin Jie berubah-ubah.

Kemudian dia memukul Pin Fan Shang-ren, benar-benar sangat aneh.

Katai dengan tubuh seperti raksasa sudah tidak sabar, dia terus bicara dengan bahasa India.

"Adik, tua bangka itu sedang apa?"

Pin Fan Shang-ren mengerti kata-kata Katai dan marah dengan bahasa India. Jinlul merasa sangat cemas karena Pin Fan Shang-ren sudah berkata.

"Kau berani marah-marah kepadaku, aku akan menghajarmu!"

Jinlul dengan bahasa Han segera1068 berkata.

"Tetua, Anda jangan marah dulu, guruku sudah beberapa kali berpesan kepadanya supaya jangan membuat pesilat Zhong Yuan marah. Dia hanya orang bodoh, harap Tetua sudi memaaf-kannya."

Kata-katanya mengingatkan pada semua orang kalau Pin Fan Shang-ren adalah seorang tetua dan dia juga seorang pesilat tangguh. Pin Fan Shang-ren berkata.

"Kau telah menghina kami, mengira orang Zhong Yuan tidak ada yang bisa berbahasa India. Hei, maksudmu aku menekan yang lebih muda. Bukankah sejak tadi kau yang terus mengajak mereka bertarung? Baiklah, muridku lah yang akan melawanmu."

Pin Fan Shang-ren melambaikan tangannya pada Xin Jie.

"Anak, kemarilah! Aku akan mengajarkan kepadamu satu jurus!"

Xin Jie merasa sangat senang, dia maju mendekati Pin Fan Shang-ren, lalu dengan berbisik dia memberitahu jurus itu kepada Xin Jie, sebuah jurus baru ciptaannya.

Hati Xin Jie berdebar-debar, karena jurus yang diajarkan Pin Fan Shang-ren sangat aneh, tapi masih berhubungan dengan1069 sepuluh jurus terdahulunya, membuat jurus-jurusnya bertambah sempurna, tapi baru saja memberitahu separuh jurus, Pin Fan Shang-ren berkata.

"Ada orang yang sedang mencuri dengar ketika aku mengajarkan jurus ini kepadamu, sekalian saja aku akan memberitahu padanya, aku ingin tahu apakah dia bisa mengalahkanmu?"

Wajah Jinlul menjadi merah, ternyata dialah yang mencuri dengar ucapan Pin Fan Shang-ren, yang sedang mengajar Xin Jie, lalu Pin Fan Shang-ren sengaja bersuara besar mengajar Xin Jie, biar semua orang di sana juga sekalian mendengarnya.

Semua orang yang berada di sana mendengar ucapan Pin Fan Shang-ren, tapi tidak ada seorang pun yang mengerti.

Tapi Xin Jie sangat senang, setiap kata Pin Fan Shang-ren diingatnya dengan baik.

Setelah selesai mengajar, Pin Fan Shang-ren berkata.

"Anak, sekarang bertarunglah dengan baik!"

Jinlul merasa Pin Fan Shang-ren memang mempunyai ilmu tinggi, tapi dia tidak percaya kalau dia tidak bisa mengalahkan Xin Jie. Karena itu dia pun menyindir.

"Kita akan bertarung dengan1070 senjata, dengan kepalan tangan, atau dengan kaki?"

Sifat Xin Jie sangat keras, melihat Jinlul begitu sombong, dia tidak berniat untuk menjawab, dia sudah mencabut pedangnya lalu menusuk dada lawannya....

Jinlul tidak menyangka kalau ada orang Zhong Yuan yang tidak tahu aturan, dia marah dari pinggangnya dia mengeluarkan sebuah tali yang bentuknya lemas.

Melihat Xin Jie bertarung dengan Jinlul, para tamu segera berkomentar, entah dari mana kabar tersebar, Xin Jie adalah orang yang telah mengalahkan Gou Lou Yi Guai, ruangan itu langsung menjadi gempar.

Tadinya Pendeta Chi-yang tidak melihat kedatangan Xin Jie, sekarang perasaannya berubah, dia takut Xin Jie akan memenangkan pertarungan kali ini, tapi di lain pihak dia juga berharap Xin Jie bisa memenangkan pertarungan ini....

mereka tahu sekarang kalau Xin Jie adalah orang yang memalsukan identitas Qi-mao Shen-jun.

Tali Jinlul berwarna hitam dan berkilau, entah terbuat dari apa, bisa berbentuk lemas juga bisa berbentuk kaku,1071 benar-benar sangat hebat.

Saat Xin Jie bertarung, dia menggunakan jurus 'Da Yan Shi Shi', berpuluh titik terang menyerang nadi-nadi penting Jinlul....

Tali Jinlul tampak dilayunkan, tali itu langsung berubah bentuk menjadi keras dan panjang lalu memukul pada 3 nadi Xin Jie, memang dia lebih lihai dari Katai.

Tali pun mengeluarkan suara karena diayun-ayunkan....

Xin Jie terkejut dan berpikir.

"Semenjak aku kembali dari pulau kecil itu, ilmuku terus bertambah, ujung pedangku bisa mengeluarkan bunyi nyaring, tapi bila ingin mencapai tingkat seperti dia, yang talinya bisa berbunyi dengan begitu ganas, aku tidak sanggup."

Karena dia merasa sedikit ragu, dia pun menarik kembali jurus-jurusnya yang akan dikeluarkan.

Jinlul adalah orang licik, dia sempat melihat keraguan Xin Jie, maka dia pun terus menggulung-gulung talinya dan mengambil kesem-patan masuk ke dalam pertahanan Xin Jie....

Jika dua pesilat tangguh bertarung, pemusatan pikiran tidak boleh terganggu1072 sama sekali, sebab itu akan mengganggu pertarungan yang sedang berlangsung, Xin Jie kehilangan kesempatan, sekarang dia berada dalam bahaya.

Jurus-jurus Jinlul sangat aneh, tidak ada duanya di dunia ini, apalagi tenaga dalamnya sangat tinggi, ujung talinya selalu mengeluarkan suara HU, HU, HU!

Xin Jie berada dalam posisi siap dipukul.

Wu Ling-feng sangat menyayangi dan melindungi adik angkatnya ini, melihat Xin Jie berada dalam bahaya, kedua tangannya terkepal kencang dan keringat dingin terus mengalir.

Penonton merasa tegang karena ini menyangkut hidup dan matinya dunia persilatan Zhong Yuan.

Jinlul terus mengeluarkan jurus-jurus aneh, tenaga dalamnya semakin kuat.

Kalau bukan karena ilmu silat Xin Jie selama beberapa hari ini mengalami kemajuan mungkin sejak tadi dia sudah kalah!

Xin Jie berada di bawah angin, tapi dia masih bisa bertahan hingga 15 jurus, setelah lewat dari 15 jurus tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berteriak.

"Orang India itu memang tidak berguna, kalau sejak tadi dia1073 mengubah caranya, maka dia bisa menang!"

Semua orang terkejut mendengar perkataan Pin Fan Shang-ren, mengapa Pin Fan Shang-ren malah membantu orang India itu? Beberapa orang yang sok pintar dengan suara kecil berkata.

"Mungkin tadi Pendekar Xin telah memukulnya, karena itu dia ingin membalas dendam dan berharap orang India itu bisa memenangkan pertarungan ini."

Buat Xin Jie yang mendengar semua kata-kata Pin Fan Shang-ren, dia seperti dipukul pentungan dan berpikir.

"Pin Fan Shang-ren seperti menunjukkan cara kepada Jinlul tapi sebenarnya Pin Fan Shang-ren ingin memberitahuku supaya jangan terus memakai cara ini, dan mengganti taktik bertarung. Oh ya memang benar! Mengapa hari ini aku bertarung tidak mengganti-ganti jurus?"

Terpikirkan kata-kata Pin Fan Shang-ren, Xin Jie segera mengubah jurus bertarungnya, pedang bergerak dari kiri ke kanan, ujung pedangnya digetarkan, ini adalah jurus 'Da Yan Shi Shi'.

Begitu ujung pedang menggores setengah jalan, tiba-tiba dia membalikkan pergelangan tangannya,1074 pedang berubah menu-suk ke pinggir, jurus 'Da Yan Shi Shi' segera berubah menjadi jurus 'Qiu Zhi Jian Fa'.

Setelah Pin Fan Shang-ren mengatakan jurus-jurus Xin Jie tidak mengalami perubahan, Xin Jie segera menggabungkan 'Qiu Zhi Jian Fa' dengan 'Da Yan Shi Shi', ternyata tenaga yang keluar memang lebih dasyat.

Jinlul terus mundur, ujung talinya terus menyerang Xin Jie, dia berusaha mencairkan serangan Xin Jie.

Akhirnya Xin Jie bisa keluar dari bahaya, walaupun dia sempat mundur satu langkah.

Tali kembali diayunkan oleh Jinlul ke wajah dan bagian atas tubuh Xin Jie, tapi Xin Jie bisa menghindar, tali panjang Jinlul ternyata meleset....

Di ruangan itu terdengar suara sorakan, jurus Xin Jie benar-benar sangat indah, itu adalah jurus 'An Xiang Lie Ying'....

Tapi Jinlul meneruskan serangannya yang meleset, tubuhnya bergerak ke depan, tangannya mengerahkan tenaga dan menyerang Xin Jie, tali ditarik kembali, terdengar suara besar, kemudian dia keluar1075 untuk memukul lagi, dan tepat mengarah tenggorokan Xin Jie.

Jurus itu benar-benar bagus, ini adalah jurus andalan Jinlul.

Diam-diam dia berpikir.

"Walaupun orang ini bisa menghindar tapi dia pasti akan kalang kabut dan dia akan mempermalukan dirinya sendiri."

Sekarang dia tidak berani menganggap remeh kepada Xin Jie.

Tali panjang itu kembali bersuara HU, HU, HU!

Tali seperti kilat terbang ke arah Xin Jie, tapi walaupun tali sudah terjulur hingga ke paling ujung, tetap saja serangannya meleset.

Tidak ada seorang pun yang melihat dengan cara apa Xin Jie bisa menghindar, hanya melihat Xin Jie telah berpindah tempat....

Pin Fan Shang-ren pun merasa terkejut, dia melihat langkah Xin Jie menghindar seperti jurus Guru Hui yang bernama Ji Mo Shen Bu'dia tidak tahu kalau Guru Hui telah mengajarkan kepada Xin Jie ilmu langkah sakti ini.

Begitu mendapatkan kesempatan, Xin Jie menggerakkan pergelangannya, suara1076 dari ujung pedang menutupi suara tali Jinlul.

Kemudian jurus 'Leng Mei Fei Mian' dikeluarkan....

Biasanya kalau pesilat tangguh bertarung, pasti akan mengerahkan tenaga sebesar 60% dan menarik tenaga sebesar 40%.

Tidak semua jurus memakai tenaga sepenuhnya, tapi karena Jinlul terlalu percaya diri maka dia terkenajurus Xin Jie.

Saat dia berusaha menegakkan kembali tubuhnya, pedang Xin Jie sudah sampai di depannya, terpaksa dia memainkan talinya kembali, lalu menyerang untuk menjaga keselamatannya.

Xin Jie tidak melepaskan kesempatan bagus ini, dia memutar pergelangan tangannya, dia berhasil menghindari totokan tali Jinlul, pedang panjangnya dikeluarkan, ujung pedang mengarah pada tulang rusuk Jinlul yaitu nadi 'Zang Men'.

Kali ini Xin Jie sendiri merasa aneh, tenaga lembutnya benar-benar sangat bagus, mungkin semua ini dikarenakan ilmunya telah maju pesat, karena itu dia bertambah semangat, Xin Jie bersiul panjang.

Tapi tali Jinlul yang tadinya lurus sekarang menggulung pergelangan tangan1077 Xin Jie.

Xin Jie sama sekali tidak menyangka kalau Jinlul akan mengeluarkan jurus begitu aneh terpaksa dia mengeluarkan langkah Ji Mo Bu Fa' dan mundur 2 langkah.

Walaupun Xin Jie mundur dengan cepat, tapi lengan bajunya berhasil tergulung dan sebagian lengan bajunya tampak sobek.

Kemarahan Xin Jie telah merubah rasa takutnya, tubuhnya digoyangkan, dia menerjang maju, pedangnya tampak berkilau, Xin Jie mulai menyerang.

Jinlul pun marah, tali panjangnya berganti jurus lagi.

Jurusnya sekarang bertambah aneh, saat menyerang terasa ada hawa sesat.

Xin Jie tidak merasa takut, 'Da Yan Shi Shi' dan 'Qiu Zhi Jian Fa' digunakan terus berganti-ganti, tidak lupa ditambah dengan langkah 'Ji Mo Bu Fa', ketiga macam ilmu ini diajarkan oleh 3 orang pesilat terkenal, dan sekarang dipergunakan oleh Xin Jie.

Hal ini membuat Jinlul yang berilmu silat tinggi tidak bisa menang dengan mudah.

Dalam 50 jurus pertama Xin Jie merasa semua serangannya belum begitu lancar tapi1078 setelah lewat dari 50 jurus dia semakin menguasai keadaan dan serangannya juga bertambah lancar.

Dua macam jurus pedang digabungkan, tenaga pancarannya memang dahsyat, semakin bertarung Xin Jie merasa semakin bersemangat.

Sebaliknya semakin Jinlul bertarung dia merasa semakin terkejut, terakhir dia mengubah jurusnya menjadi jurus keras dia ingin menang dengan cepat.

Para tamu tidak tahu kalau Xin Jie telah mencapai taraf sempurna, mereka hanya melihat tali Jinlul berbunyi semakin kencang, diam-diam mereka mulai mengkhawatirkan keadaan Xin Jie.

Pendeta Chi-yang dan Guru Ku An saling pandang dan terkejut, sebulan lebih mereka tidak bertemu, ternyata ilmu Xin Jie telah maju pesat.

Mereka berharap Xin Jie bisa menang, tapi akibat selanjutnya mereka akan lebih sulit menghadapi Xin Jie.

Seratus jurus telah berlalu, jurus pedang Xin Jie yang sakti dan aneh ternyata bisa menahan tenaga dalam Jinlul, tapi bila ingin memenangkan pertarungan, bukan hal mudah.

Xin Jie tidak memikirkan1079 hal ini, hati dia diam-diam sudah merasa sangat senang.

Baca Juga: Sukma Pedang 4

Baca Juga: Pendekar Riang 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert