Eps 8 Pedang Bunga Mei - Gu Long
Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long
Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.
"Kalau bukan karena sekarang bertarung, mana mungkin aku bisa menggabungkan kedua ilmu hebat ini?"
Suara Jinlul semakin keras, setelah lewat seratus jurus lebih, ternyata Xin Jie tidak kalah, para pendekar melihat apa yang sebenarnya terjadi....
Semakin lama Xin Jie melihat Jinlul menyerang dengan ganas, tapi bagian bawah tubuhnya jarang digunakan, terutama kakinya, dia berpikir....
"Benar, ternyata bagian kakinya adalah kelemahannya, dan jurus 'Ji Mo Bu Fa' sangat baik digunakan untuk menyerang kakinya...."
Tangan Xin Jie telah mengeluarkan jurus 'Fang Sheng Bu Ji' jurus ini adalah salah satu dari 'Da Yan Shi Shi' bagian terlihai.
Kaki Xin Jie diluncurkan dia menyerang kaki Jinlul, Xin Jie memaksa lawannya mundur 3 langkah.
Sewaktu jurus 'Fang Sheng Bu Ji' akan diganti, Xin Jie tiba-tiba teringat pada jurus yang baru diajarkan Pin Fan Shang-ren, segera dia memikirkan hal ini,1080
"Ternyata Pin Fan Shang-ren telah melihat kelemahan Jinlul, maka dengan cepat dia mengajarkan jurus ini kepadaku, kali ini kau tidak akan bisa lolos dari pedangku...."
Karena merasa senang, tangannya sedikit terlambat bergerak, tali panjang Jinlul telah menggulung lengan bajunya, lalu dengan jurus 'Ji Mo Bu Fa' Xin Jie mundur beberapa langkah....
Semua orang melihat gerakan Xin Jie, mereka melihat Xin Jie berada di pihak yang dirugikan tapi wajahnya malah berseri-seri, ini benar-benar aneh!
Hanya Pin Fan Shang-ren yang tertawa, dia meletakkan tangannya di belakang punggung, diam-diam dia memuji Xin Jie, baru satu kali diajarkan dia bisa mempraktekkannya.
Xin Jie melayangkan pedangnya, dia siap menusuk nadi Jinlul.
3 jurus berturut-turut dikeluarkan, semua adalah jurus dari 'Da Yan Shi Shi', Jinlul terpaku, karena jurus yang dikeluarkan Xin Jie, dari jurus aneh berubah menjadi jurus serius.
Xin Jie telah mengeluarkan 10 jurus, semua adalah jurus 'DaYan Shi Shi', semenjak dia dikeroyok oleh Guan Zhong Jiu1081 Hao, dia bisa mengerti lebih dalam lagi tentang 'Da Yan Shi Shi' dan tenaganya pun bertambah, dengan cemas Jinlul berkata dalam hati.
"Ilmu pedangnya memang sangat bagus, sebenarnya aku bisa bertahan menghadapi jurus pedangnya, mengapa tiba-tiba ilmunya berubah lagi?"
Xin Jie mulai menyerang kakinya. Jinlul berpikir.
"Habislah aku, dia tahu kalau bagian bawahku adalah kelemahanku...."
Dengan cepat dia mundur lagi.
Tiba-tiba pedang Xin Jie membentuk layar pedang yang tampak berkilau, semua ini adalah jurus yang baru diajarkan oleh Pin Fan Shang-ren kepada Xin Jie tadi!
Tali Jinlul menyerang ke bawah, dia tampak sedang memusatkan serangannya, Xin Jie berteriak.
"Kena!"
Pundak Jinlul tertusuk....
Para pendekar hanya melihat kilauan pedang dan tubuh mereka yang bergerak ke sana kemari, terdengar teriakan Xin Jie, kemudian terlihat dua tubuh terpisah, Xin Jie berdiri dengan tegak dengan posisi pedang horisontal di depan dadanya.
Baju Jinlul tampak sobek sana sini,1082 darahnya menetes.
Setelah tersadar dari rasa terpukau mereka, para pendekar di sana baru bersorak, suara mereka seperti guntur yang masuk ke balik awan!
Wajah Jinlul tampak pucat, dia mencengkram tangan Katai dan dengan cepat meninggalkan tempat itu, para pendekar bersorak lagi!
Xin Jie berhasil mengalahkan Jinlul.
Dia tampak kebingungan melihat orang bersorak sorai.
Pin Fan Shang-ren tertawa dan berkata.
"Anak, kali ini kau akan menjadi orang terkenal.... aku lupa ada hal penting lainnya, ayo pergi...."
Tanpa menunggu persetujuan Xin Jie, dia menarik tangan Xin Jie, seperti seekor burung besar mereka terbang melewati kepala beberapa orang lalu pergi dari sana.... Wu Ling-feng berteriak.
"Adik Jie.... Tetua, tunggu sebentar...."
Dia keluar dari ruangan itu tapi bayangan Pin Fan Shang-ren dan Xin Jie hanya terlihat berupa sosok yang kecil.
Wu Ling-feng sangat menyayangi Xin Jie, seperti menyayangi adik kandungnya1083 sendiri, dia pun tahu kalau Pin Fan Shang-ren menaruh harapan besar kepada Xin Jie.
Dengan ilmu meringankan tubuh, dia mengejar mereka....
Dia lupa kalau ilmu meringankan tubuhnya tidak secepat Pin Fan Shang-ren, dia juga lupa kalau di ruangan itu masih ada musuh yang telah membunuh ayahnya....
Pendeta Chi-yang dan Ku An Shang-ren.
Dalam pikirannya sekarang hanya ada satu yang harus dilakukan yaitu mengejar Adik Jie.
Tapi bila berhasil mengejar mereka pun apa gunanya....
Wu Ling-feng melihat biksu tua itu telah membawa Xin Jie pergi, dia berusaha mengejar, ketika dia sedang bingung, tiba-tiba dia merasa di belakangnya terdengar kelebat angin, tampak bayangan seseorang melewatinya, dia bergerak sangat cepat, ternyata dia adalah pemuda yang menyambut pukulan orang India tadi....
Wu Lin Zi Xiu, Wu Ling-feng terkejut.
"Semenjak aku makan Xue Guo, ilmu meringankan tubuhku maju pesat, aku tahu kecuali Adik Jie, jarang ada orang yang bisa bersaing denganku, tapi tidak kusangka pemuda ini, paling-paling usianya lebih tua dariku beberapa tahun, tapi tenaga dalamnya1084 sudah sangat tinggi, begitu juga dengan ilmu meringankan tubuhnya."
Karena tidak bisa menerima keadaan ini maka dia pun mengejar pemuda itu, dia merasa kecewa.
Pemuda itu melihat Wu Ling-feng mengejarnya karena dia juga tidak bisa mengejar Pin Fan Shang-ren, maka dengan marah dia berkata.
"Mau apa kau?"
Wu Ling-feng melihat pemuda ini berkulit putih dan lembut, bisa dikatakan dia adalah seorang pemuda ramah, walaupun wajahnya dilipat tapi masih terlihat tawanya, dia tidak terlihat ada wibawa, karena itu dia langsung suka pada pemuda ini.
Walaupun Wu Ling-feng tidak membenci pemuda itu tapi dia tidak mau kalah, dengan santai Wu Ling-feng berkata.
"Aku mengira kau bisa mengejar Adik Jie dan biksu tua itu!"
Pemuda itu tahu kalau Wu Ling-feng menyindirnya, dia marah.
"Lalu, apakah kau tidak suka?"
Dengan santai Wu Ling-feng menja-wab.
"Tidak juga!"
Pemuda itu masih marah dan berkata,1085
"Orang sombong, aku ingin tahu sampai di mana kemampuan ilmu silatmu!"
Wu Ling-feng tertawa.
"Baiklah, aku siap menerima tantanganmu!"
Kedua tangan dikepal, pemuda itu sudah mendorong tangannya, Wu Ling-feng tahu itu adalah ilmu Shao-lin yang bernama 'Bai Bu Shen Quan', dia tidak berani bertindak ceroboh, dengan jurus Liu Ding Kai Shan, dia menyambut serangan pemuda itu.
Karena mereka berdua tidak berniat melukai lawan maka mereka tidak mengeluarkan jurus mereka sebenarnya, begitu kedua telapak saling beradu, mereka pun bergerak mundur, Wu Ling-feng memuji pemuda itu.
"Ilmu yang hebat!"
Pemuda itu pun diam-diam mengagumi ilmu silat Wu Ling-feng yang tinggi, mendengar Wu Ling-feng memujinya segera dia berkata.
"Aku masih mempunyai hal penting, tidak bisa lama-lama di sini, kalau kita berjodoh kita akan bertemu lagi, saat itu kita akan bertarung lagi!"
Setelah berkata seperti itu dia pun meninggalkan Wu Ling-feng yang belum sempat menjawab.
Wu Ling-feng tidak berniat jahat1086 kepadanya, maka dia pun tidak menghalangi kepergian pemuda itu.
Begitu teringat musuh yang telah membunuh ayahnya masih ada di dalam ruangan itu, dia segera berlari dan kembali ke tempat tadi.
Begitu memasuki ruangan, ternyata ruangan itu telah kosong, hanya tersisa beberapa orang yang tidak dikenal Wu Ling-feng.
Ternyata saat dia mengejar Xin Jie hampir semua pesilat Bu, dia merasa sangat senang.
Zhong Yuan pergi dari sana, dia tidak melihat musuhnya dan berpikir.
"Semua musuhku adalah orang terkenal, kelak kalau aku datang untuk menagih utang pada mereka, mereka pasti tidak berani bersembunyi lagi, aku pasti bisa menemukan mereka."
Kemudian dia berpikir lagi.
"Ilmu silat biksu tua itu benar-benar sangat tinggi, dia kenal dengan Adik Jie, mungkin dia adalah salah satu dari Hai Wai San Xian yang sering diceritakan oleh Adik Xin, kelihatannya dia sangat menyukai Adik Xin. Sekarang Adik Xin dibawa pergi, pasti Adik Xin akan memperoleh banyak ilmu dari biksu tua itu!"
"Aku telah berjanji kepada Nona Su untuk datang menengoknya, aku harus menepati janjiku."
Karena itu dia segera berangkat ke Shan Dong.
Ketika tiba di propinsi Shan Dong, di sepanjang jalan dia melihat banyak orang yang memapah orang tua, menggendong anak, dan juga membawa barang berat, wajah mereka terlihat lelah, seperti sedang mengungsi karena peperangan.
Dia merasa aneh, Wu Ling-feng berpikir.
"Sekarang negara sedang aman, mengapa mereka seperti sedang mengungsi?"
Dia bertanya pada seorang pak tua. Pak tua itu mendengar Wu Ling-feng bicara dengan logat sana, pak tua itu tahu kalau Wu Ling-feng baru kembali ke kampung halamannya, pak tua itu menarik nafas.
"Sebulan lalu, karena terus hujan, air sungai Huang He terus naik, akhirnya desa Fang tenggelam, desaku dengan desa Fang hanya berjarak 50 kilometer, karena itu aku membawa seluruh keluargaku meninggalkan desa."
Wu Ling-feng bertanya lagi.
"Pak, bagaimana dengan desa Lin?"1088
"Apakah desa Lin yang dekat dengan Desa Guo? Mungkin sekarang sudah menjadi danau."
Wu Ling-feng berterima kasih kepada pak tua itu lalu dia melanjutkan perjalanan ke arah timur.
Dia teringat pada bibinya dan A Lan, kalau banjir begitu hebat, mereka begitu lemah, pasti terkena bencana itu.
Hatinya terasa panas seperti api, dia berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, walaupun dengan resiko dilihat orang lain dia tidak peduli.
Sejak pagi Wu Ling-feng berlari hingga sore, siang pun tidak sempat makan, sepertinya orang yang mengungsi semakin banyak, hati Wu Ling-feng pun menjadi panas.
Setelah jarak dengan desa Lin kurang lebih 50 kilometer lagi, dia bertanya-tanya dan baru tahu kalau semalam desa Lin pun telah terendam air sungai Huang He.
Kabar seperti itu bagai petir menyambar di siang bolong, Wu Ling-feng terpaku, otaknya seperti beku tidak bisa berpikir, dia menahan kesedihan dan mencari cara bagaimana menolong bibinya dan A Lan.
Gubuk bibi dibangun di gunung1089 seharusnya letak gubuk agak tinggi, kalau diam di atap rumah dalam waktu setengah hari air tidak akan merendam sampai ke sana.
Jalan menuju desa Lin harus dilalui melalui jalan air, Wu Ling-feng merasa lebih baik menyewa perahu dan berangkat dari sini.
Dengan harga tinggi dia menyewa sebuah perahu dan berjalan melawan arus air.
Air mengalir dengan cepat, dengan sekuat tenaga tukang perahu terus mendayung, tapi perahu tetap berjalan dengan lambat.
Wu Ling-feng benar-benar cemas, dia meminjam sebuah dayung dari tukang perahu itu dan dengan tenaga dalam dia mendayung terus.
Karena mendayung dengan tenaga dalam maka perahu berjalan cepat.
Kurang lebih 3 jam melakukan perjalanan, tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul satu malam.
Tukang perahu sudah merasa kelelahan dan tidak bisa mendayung lagi.
Dan dia bersikukuh mendarat dulu untuk beristirahat, tapi Wu Ling-feng tidak setuju, akhirnya dia memutuskan mendayung sendiri.1090 Baru saja perahu berjalan sebentar, tiba-tiba luas air melebar, sekarang untuk membedakan mana sungai dan mana daratan yang terendam air tidak terlihat batasnya, yang terlihat sekarang air sangat banyak seperti laut.
Wu Ling-feng tahu mereka telah tiba di tempat banjir.
Dan letaknya tidak jauh dari desa Lin, karena itu dia mendayung semakin cepat.
Pedesaan di sepanjang jalan telah terendam banjir, banyak orang desa berada di atap rumah, ada pula yang berada di atas pohon.
Mereka memegang obor begitu melihat perahu Wu Ling-feng mereka menggerak-gerakkan obor dan berteriak minta tolong.
Mengingat kalau bibinya dan A Lan berada dalam bahaya, dengan terpaksa Wu Ling-feng pura-pura tidak mendengar teriakan minta tolong mereka.
Semakin mendekati desa Lin hati Wu Ling-feng semakin tegang, tangannya terus berkeringat dingin.
Wu Ling-feng berpikir.
"Kalau mereka bisa.... bisa naik ke atap rumah, pasti tidak akan terjadi sesuatu pada mereka."
Perahu kecil itu memasuki desa Lin!
Jantung Wu Ling-feng berdebar1091 semakin kencang seperti akan meloncat dari rongga dadanya, dia terus melihat ke sekeliling, yang terlihat hanya air dan tidak ada batas mana darat dan mana air.
Semua bangunan di desa Lin telah terendam air, hanya beberapa pohon di sisi sungai yang terlihat keluar dari permukaan air, tapi itu pun hanya ujung daunnya saja.
Hati Wu Ling-feng semakin dingin, dia telah mendayung sehari semalam, tenaganya telah terkuras habis, harapan yang masih membuatnya bersemangat sekarang telah sirna.
Dia merasa tubuhnya lemas, dia sudah tidak sanggup mengangkat dayung, dan terdengar suara 'DAG', dayungnya terjatuh ke lantai perahu, dan dia purrambruk di sisi dayung.
Sejak kecil Wu Ling-feng sudah yatim piatu, dia selalu menganggap bibinya sebagai pengganti ibunya.
A Lan adalah gadis tercantik dan ter sempurna yang ada di dalam hatinya.
Walaupun mereka berdua tidak pernah mengucapkan kalimat 'aku mencintaimu' tapi di antara mereka selalu tersimpan perasaan dan pengertian yang dalam.
Semua ini lebih dalam dibandingkan kalimat 'aku mencintaimu'.1092 Sifatnya memang sederhana, seumur hidup harapan terbesarnya adalah bisa membalaskan dendam ayahnya, mencari Xue Guo untuk A Lan supaya dia bisa melihat kembali, dan....
Kemudian membawa bibinya dan A Lan ke suatu tempat yang indah....
tapi bagaimana sekarang?
Bagaimana dengan cita-citanya yang indah?
Semuanya telah hancur, sirna!
Wu Ling-feng merasa dadanya panas, kemudian mendingin, seperti ada yang meneteskan darah, mungkin jantungnya sedang meneteskan darah, dia juga seperti mendengar ada ledakan, mungkin jantungnya sekarang telah meledak.
Dia menarik nafas dalam-dalam, lalu berpikir.
"Hidup di dunia, hal yang menyedihkan lebih banyak dibandingkan dengan hal yang menyenangkan, kecuali hidup terpisah, kematian, kekecewaan, rasa sakit, masih ada hal apa lagi?"
Dia meraa di dunia ini dia tidak memiliki apa-apa lagi, pikirannya telah mengembara ke dunia lain....
Di sana tidak ada kesedihan, tidak ada perpisahan, hanya ada kegembiraan, rasa1093 gembira yang abadi.
Di sana ada bunga, di balik pagar putih ada seorang gadis cantik, dia sedang merindukan Wu Ling-feng, air mata kerinduan setetes demi setetes mengalir seperti mutiara lalu jatuh ke atas bunga, membuat bunga itu mekar lebih indah.
Wu Ling-feng terus berkata.
"A Lan, A Lan, jangan menangis, Kakak akan datang menemanimu!"
Sewaktu dia sedang berpikir, tiba-tiba di belakangnya ada yang mendorong, membuatnya terbangun dari mimpi, setelah dia melihat ternyata orang yang mendorongnya adalah tukang perahu.
Ternyata sewaktu dayungnya jatuh ke lantai perahu, karena terkejut tukang perahu itu terbangun, dia menyalakan obor dan melihat wajah Wu Ling-feng yang sudah berubah, wajahnya pucat, tampak sedang duduk dengan bengong, dia ingin memanggil Wu Ling-feng, tapi tiba-tiba Wu Ling-feng tertawa sendiri lalu mulutnya komat kamit, segera dia mendorong Wu Ling-feng karena merasa aneh melihat kelakuan Wu Ling-feng.
Karena terkejut pikiran Wu Ling-feng segera kembali ke alam nyata, tapi dia merasa sangat sedih dan tidak bisa berpikir1094 lebih jauh.
Hari mulai terang, dia berpesan kepada tukang perahu untuk kembali ke tempat semula.
Perahu berjalan mengikuti aliran sungai, otomatis laju perahu lebih cepat.
Tidak lebih dari 2 jam, mereka telah tiba di darat.
Dengan bingung Wu Ling-feng turun dari perahu, dia mulai mencari-cari bibi dan A Lan di antara orang-orang yang sedang mengungsi, tapi tidak melihat A Lan dan bibi.
Dia memutuskan kalau A Lan dan bibi telah hilang terbawa banjir.
Karena merasa sangat kecewa dia tidak ingin berjalan bersama dengan orang-orang yang mengungsi, yang tampak kacau balau.
Dia ingin menyendiri mengenang masa lalunya, mengingat semua kenangan tentang bibinya dan A Lan.
Ooo)*(ooO Bersambung....
Jilid ke tiga BAB 32 Dua gadis satu percintaan Wu Ling-feng tidak ingin berjalan melalui jalan besar, dia selalu memilih jalan pegunungan yang kecil, tanpa tujuan dia terus berjalan.
Kalau merasa lapar dia memetik sayuran liar bila haus dia akan minum air dari mata air.
Jalan di pegunungan panjang dan berliku-liku, seperti tidak ada ujungnya.
Wu Ling-feng berpikir.
"Biarlah ujung jalan gunung ini juga menjadi ujungjalan hidupku!"
Seperti itulah dia terus berjalan, beberapa hari telah berlalu dan dia tampak kusam.
Hari ini dia berjalan melewati gunung, di depannya adalah sebuah jalan besar menuju Ji Ning.
Dia terkejut karena Nona Su tinggal di Ji Ning.
"Lebih baik aku pergi ke Ji Ning untuk menengoknya, setelah itu aku baru akan mencari penjahat tua itu untuk membalas dendam, kemudian...."
Selanjutnya dia pun tidak bisa memutuskan apa yang akan dia jalani di masa depan nanti.
Wu Ling-feng berjalan memasuki kota.1096 Setelah melewati dua jalan, dia melihat pintu yang dicat hitam, di depan pintu ada dua orang pengawal yang sedang berjaga, dia tahu kalau itu adalah kediaman walikota, dia pun bertanya.
"Apakah di sini adalah kediaman walikota? Aku adalah Wu Ling-feng, apakah Nona Su ada?"
Melihat tampang Wu Ling-feng begitu kusam dan kotor, bajunya juga compang camping, tapi dia berhidung mancung dan tampan, dia tampak gagah.
Dan orang ini menanyakan tentang anak angkat walikota, kedua pengawal itu tahu kalau orang yang ada di hadapan mereka bukan orang sembarangan, maka mereka segera masuk dan melapor ke dalam.
Tidak lama kemudian seseorang seperti pengurus rumah dengan hormat menyapa-nya.
"Tuan Wu, silakan masuk! Nona berada di ruang tamu sedang menunggu Tuan."
Wu Ling-feng balas memberi hormat lalu mengikuti pengurus itu masuk, sepanjang jalan menuju ruang tamu Wu Ling-feng melihat taman yang dipenuhi dengan bunga, bunga-bunga itu mekar dengan indah.
Baru saja dia berjalan sebentar, Su Hui Zhi datang sambil tertawa1097 menyambutnya.
Tawa Su Hui Zhi seperti sekuntum bunga, dia terlihat sangat gembira.
Wajahnya yang dulu terlihat kekanak-kanakan sekarang berkurang, dan dia terlihat semakin cantik.
Wu Ling-feng memberi hormat.
"Apa kabar, Nona Su? Tadinya Adik Jie ingin datang bersamaku, tapi di tengah perjalanan dia dipanggil oleh seorang tetua, dia ingin aku mewakilinya menyampaikan permintaan maafnya."
Dengan lembut Su Hui Zhi berkata.
"Tuan Wu, silakan masuk. Semenjak kita berpisah, aku selalu merindukan kedatangan kalian, dan berharap kalian bisa segera datang menengokku...."
Karena merasa malu wajahnya yang putih perlahan mulai memerah, dia pun tidak meneruskan perkataannya.
Melihat mata Nona Su yang besar dan jernih seperti air, Su Hui Zhi teringat lagi pada A Lan, dalam hati dia mengeluh.
"Mereka benar-benar mirip, yang satu bernasib baik, sedangkan yang satu bernasib menyedihkan. Tuhan, Tuhan! Mengapa Kau begitu tidak adil?"
Su Hui Zhi melihat Wu Ling-feng1098 tiba-tiba menjadi bengong dan tampak aneh, tampak begitu kelelahan, hatinya ikut menjadi sakit. Dengan lembut Su Hui Zhi berkata lagi.
"Tuan Wu, apakah kau dari tempat yang terkena banjir?"
Wu Ling-feng mengangguk.
"Sungai Huang He setiap tahun memang selalu mendatangkan banjir, pejabat yang mengurus masalah sungai tahunya hanya korupsi, begitu air bah datang, mereka malah lari paling duluan. Kalau sebelumnya sudah ada persiapan, tidak akan terjadi hal seperti ini. Karena itu ayah angkatku marah besar, dia pergi menemui gubernur untuk meminta petunjuk."
Wu Ling-feng ingin menanyakan sesuatu, tapi melihat Su Hui Zhi bersemangat menceritakan hal yang terjadi setelah mereka berpisah, Wu Ling-feng tidak jadi bertanya.
Ternyata Su Hui Zhi mendatangi salah satu anak buah ayahnya yang telah menjadi waikota, walikota itu bermarga Jin, dia diangkat menjadi walikota oleh ayah Su Hui Zhi.
Sehingga dia sangat menyayangi dan melindungi Su Hui Zhi.
Dia tahu kalau ayah1099 Nona Su adalah seorang yang berpandangan lurus, seluruh hidupnya diabdikan untuk negara, dia mati di tangan penjahat karena itu dia merasa sangat sedih.
Walaupun Walikota Jin telah berusia 50 tahun tapi dia tidak mempunyai anak, melihat Tuan Jin tidak mempunyai anak, maka Su Hui Zhi pun sangat baik kepadanya.
Maka dia memanggil Tuan Jin dengan sebutan ayah angkat dan Tuan Jin juga merasa mendapatkan benda berharga.
Tadinya Wu Ling-feng hanya akan mampir sebentar, tapi melihat Su Hui Zhi begitu bersemangat, dia pun tidak tega membuka mulut untuk berpamitan.
Su Hui Zhi terus bercerita, Wu Ling-feng mendengarnya dengan penuh perhatian, Su Hui Zhi terlihat sangat gembira.
"Tuan Wu, kau lihat karena senang aku menjadi pikun, kau telah menempuh perjalanan panjang tentu merasa lelah dan pasti juga belum makan, sebaiknya kau ganti baju dulu dan beristirahatlah, setelah itu kita bisa mengobrol lagi."
Dia segera menyuruh pelayan menyiapkan air mandi, terpaksa Wu Ling-feng menuruti keinginannya.1100 Setelah membersihkan tubuh dan mengganti dengan baju bersih, dia merasa lebih nyaman.
Tapi ini hanya sementara, di lubuk hatinya terdalam sebenarnya dia merasa ada beban berat!
Su Hui Zhi telah menunggunya lalu membawanya ke sebuah kamar.
"Kau boleh tidur sebentar untuk beristirahat, kalau makan malam telah tiba aku akan datang ke sini dan memanggilmu."
Sore hari begitu lampu dipasang, Wu Ling-feng mengikuti pelayan berjalan ke ruang makan, ada pintu yang berbentuk bulat, pelayan memberi-tahu.
"Di sana adalah tempat di mana Nona Su tinggal."
Setelah memasuki pintu bulat itu, tercium harum yang enak, ternyata kebun itu dipenuhi dengan bunga melati.
Di balik gunung buatan ada sebuah air mancur, di bawah sinar bulan butiran air tampak berkilau, benar-benar pemandangan yang indah.
Su Hui Zhi telah menunggunya di sebuah meja.
Di atas meja telah terhidang beberapa macam sayur, dengan tidak enak hati Wu Ling-feng berkata.
"Apakah Nona sudah lama menunggu?"1101 Su Hui Zhi tertawa.
"Tuan Wu, Anda jangan merasa sungkan, mari kita minum arak dulu."
Sewaktu dia menyebutkan 'kita', Su Hui Zhi terlihat sedikit malu-malu.
Tapi Wu Ling-feng tidak memperhatikan sikapnya, dia mengambil sebuah cangkir lalu menghabiskan arak di dalam cangkir.
Su Hui Zhi terus menuangkan arak, karena pikiran Wu Ling-feng sedang kacau dan sedih, maka dia ingin minum banyak untuk melupakan kesedihannya dan kegalauan hatinya, maka dia pun terus memasukkan secangkir demi secangkir arak ke dalam perutnya.
Su Hui Zhi hanya minum secangkir arak, tapi wajahnya sudah menjadi merah.
Di bawah sinar lampu, kulitnya yang putih dan pipinya yang bersemu merah membuatnya terlihat seperti sekuntum bunga yang baru mekar.
Tiba-tiba Su Hui Zhi berkata.
"Waktu itu aku mendengar kalau Tuan Xin memanggilmu kakak, aku merasa iri mendengarnya. Aku.... aku ingin suatu hari nanti juga bisa memanggilmu kakak."
Melihat Su Hui Zhi yang telah minum1102 arak menjadi lucu, polos, dan manja, Wu Ling-feng berkata.
"Aku pun ingin mempunyai adik perempuan sepertimu."
Su Hui Zhi benar-benar merasa senang.
"Apakah itu benar, Kak? Jangan memanggilku dengan sebutan Nona Su lagi, ibuku memanggilku Xiao Hui, kau juga harus memanggilku seperti itu!"
Dia berkata lagi.
"Kakak, semenjak kau pergi, aku benar-benar rindu padamu, setiap hari aku menghitung hari, aku tahu kau pasti akan kemari untuk menengokku, tadi pagi aku mendengar burung berkicau, aku tahu Kakak pasti akan datang."
"Adik Hui, aku.... aku."
"Kakak tidak perlu bicara banyak, aku tahu kau pun pasti merindukanku!"
"Ayah angkatku melihat setiap hari aku merasa sedih, dia mengira aku sakit, sebenarnya aku sedang mengkhawatirkan keadaan Kakak, makan tidak bisa tidur pun tidak nyenyak. Kakak, jangan tinggalkan aku lagi!"
"Kakak, aku tahu kau tidak ingin tinggal di sini, kau masih ingin berkelana di dunia persilatan, apakah aku bisa ikut dengan Kakak?" 1103 Melihat Su Hui Zhi berbicara dengan penuh perasaan, Wu Ling-feng pun terpengaruh, Su Hui Zhi duduk sangat dekat dengannya, dia benar-benar cantik. Sebenarnya Wu Ling-feng tidak senang minum, sekarang dia minum hanya untuk menghilangkan kesedihan, dan dia mulai mabuk, melihat Su Hui Zhi terus menatapnya, tampak sorot matanya penuh dengan cinta kasih. Wu Ling-feng merasa dia kenal dengan sorot mata itu, karena dia sudah mabuk dia tidak bisa menahan diri lagi, begitu melihat Su Hui Zhi, dia menangkap tangannya, dengan suara gemetar dia berkata.
"Adik, kau benar-benar sangat cantik!"
Su Hui Zhi memberontak sebentar, akhrinya dia membiarkan Wu Ling-feng memegang tangannya, hawa panas mengalir melalui telapak tangan Wu Ling-feng, lalu menyebar ke seluruh tubuh Su Hui Zhi.
Dia merasa sangat senang.
Sejak kecil Su Hui Zhi sudah tidak punya ibu, ayahnya sangat menyayanginya.
Tapi selama setahun ini setiap kali saat dia sendirian melihat bunga atau bulan, di lubuk hatinya yang terdalam, dia merasa1104 sangat kesepian.
Sekarang rasa sepinya telah terganti oleh rasa indah.
Dunia ini terasa indah dan menyenangkan.
Wu Ling-feng terus mengigau.
"Adik!"
Dengan lembut Su Hui Zhi menjawab.
"Ada apa, Kak?"
Wu Ling-feng berkata dengan terpatah-patah.
"Aku.... aku.... ingin.... mencium matamu…."
Su Hui Zhi benar-benar merasa malu, tapi sifatnya memang lembut dan penurut, melihat Wu Ling-feng begitu berharap dia tidak tega untuk menolak.
Dia memejamkan matanya, dan menerima ciuman pertamanya.
Sekarang ini dia tidak membutuhkan apapun....
Dia merasa Wu Ling-feng terus mencium matanya.
"Dia benar-benar baik dan jujur, tapi apakah ini tidak terlalu kuno?"
Begitu membuka matanya Su Hui Zhi melihat Wu Ling-feng seperti sedang menikmatinya, Su Hui Zhi berpikir.
"Mungkin Kakak merasa terlalu senang."
Tiba-tiba di luar jendela ada seseorang yang menarik nafas, karena Wu Ling-feng sedang tenggelam dengan perasaannya, walaupun dia berilmu tinggi1105 tapi dia tidak mendengar kedatangan orang itu.
Sedangkan Su Hui Zhi sedang tenggelam dalam rasa bahagia, dia hanya berharap dunia ini jangan berputar lagi dan berhenti di sini saja.
Mana mungkin dia mendengar ada seseorang yang menarik nafas di luar jendela!
Ooo)*(ooO Di balik gunung buatan, duduk seorang gadis lemah, dia terus menangis, angin tanpa perasaan menghembusi wajahnya yang sudah basah oleh air mata, dia gemetar karena kedinginan....
rasa dingin ini datang dari hatinya.
Dia menangis sebentar, hatinya yang marah dan benci mulai meredup, perasaan rendah hati muncul di hatinya.
"Dia adalah putri walikota, sedangkan aku hanya seorang.... seorang gadis buta, mana mungkin aku bisa bersaing dengannya?"
Dia berpikir.
"Kakak, aku tidak membencimu, juga tidak akan menyalahkanmu karena aku memang tidak pantas bersanding denganmu! Kakak, tidak perlu mengingat-ingat lagi orang seperti diriku, lebih baik jika kau bersama dengan Nona Su!"
Dia begitu lemah, seumur hidupnya1106 selalu tinggal di desa sederhana, tidak pernah tertipu, sekarang mendengar orang yang dicintainya dan dianggapnya sebagai orang yang paling sempurna telah membohonginya, dan telah mencintai gadis lain, hatinya hancur dan sedih.
Seperti ada ular beracun yang terus menggerogotinya.
Cinta telah mengalahkan rasa cemburu, dia berpikir.
"Aku akan tetap mencintai kakak, asalkan kakak bahagia, apa yang akan kuminta lagi? Kakak dan Nona Su memang serasi, untuk apa aku menyelinap di antara kalian? Semua itu malah akan membuat kakak menjadi serba salah? Pergilah! Pergilah! Kuburkanlah tubuhmu ke tengah dunia yang luas ini!"
Dia berdiri lalu pergi dengan perlahan, sinar bulan terus menyinarinya, membuat bayangan tubuhnya menjadi panjang. Dia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tapi dia berpikir.
"Mulai hari ini, aku adalah seorang gadis kesepian dan hidup sendiri. Bayangan oh bayangan, hanya kau yang akan selalu menemaniku."
Dia berjalan jauh, membawa pikiran mulianya lalu menghilang di balik kegelapan....1107 Ooo)*(ooO Hari kedua pagi.
Wu Ling-feng berpamitan akan pergi untuk melanjutkan perjalanan.
Su Hui Zhi tahu Wu Ling-feng pergi untuk membalaskan dendam ayahnya, maka dia pun tidak berani melarang Wu Ling-feng pergi.
Tiba-tiba Wu Ling-feng berpikir.
"Ayah Nona Su adalah walikota, mengapa aku tidak menitip kepadanya mencari bibi dan A Lan?"
Dia segera mengungkapkan pikirannya Begitu Su Hui Zhi mendengar nama A Lan disebut, wajahnya terlihat penuh cinta dan sayang, hatinya merasa sedih.
Dia tampak berpikir sebentar, beberapa kali dia ingin mengatakan perasaannya, tapi rasa egoisnya melarang bicara.
Di dunia ini ada perasaan iri dan egois, rasa ini bisa membuat seorang gadis lembut dan pengertian berubah menjadi gadis kejam.
Hati Su Hui Zhi berperang.
Dia lahir dari keluarga bijak, sejak kecil ayahnya selalu mendidiknya harus mempunyai hati bijak.
Dia seorang gadis pintar, kemarin1108 melihat Wu Ling-feng berubah menjadi dingin dan seperti bingung.
Sekarang dia bisa menebak, jika dia mengatakannya pada Wu Ling-feng, maka kebahagiaan seumur hidupnya akan hilang.
Ajaran ayahnya terus terdengar di sisi telinganya, hal ini membuatnya serba salah.
Akhirnya dia telah mengambil keputusan, pikirannya yang bijak telah mengalahkan segalanya.
Dengan suara bergetar dia berta-nya.
"Apakah Nona A Lan bertubuh sangat mungil?"
Wu Ling-feng melihat Su Hui Zhi dengan lama, dia tidak bicara seperti sedang memikirkan sesuatu yang sulit dijelaskan.
Tiba-tiba dia bertanya, Wu Ling-feng mengira dia akan bertanya tentang ciri-ciri A Lan supaya memudahkan dia mencarinya.
Karena itu dengan sangat berterima kasih dia berkata.
"Adik Hui, tubuh A Lan memang seperti yang kau katakan tadi, aku berharap kau bisa membantuku mencarinya, dia gadis buta."
Su Hui Zhi membalikkan tubuhnya lalu berkata pada seorang pelayan.
"Panggil Nona A Lan untuk menemui Tuan Wu!" 1109 Kata-katanya baru selesai, Wu Ling-feng benar-benar terkejut. Dia seperti tidak percaya mendengar kata-kata Su Hui Zhi tadi dan bertanya.
"Adik.... kau.... kau mengatakan apa tadi?"
Pelayan seperti tidak mengerti apa yang dikatakan Su Hui Zhi tadi. Dia terus melihat Su Hui Zhi.
"Maksudku, panggilkan Nona A Lan kemari!"
Pelayan itu baru mengerti lalu segera berlari keluar.
Wu Ling-feng tidak sabar menunggu.
Dia mengikuti pelayan itu lari keluar.
Melihat sikap Wu Ling-feng begitu gembira dan penuh perhatian, Su Hui Zhi merasa kecewa, dia menutup wajahnya sambil berlari ke kamar tidurnya.
Ooo)*(ooO "Kapan dia....
dia pergi....?"
Tanya Wu Ling-feng.
"Kemarin malam,"
Jawab Xiao Fu.
"Mengapa dia bisa tiba-tiba pergi?"
"Aku tidak tahu. Sebelum pergi, dia memintaku memberikan surat ini kepada Tuan Wu, pengurus rumah ini. A Lan bukan pelayan, dia seorang yatim piatu, dia gadis yang ditolong tuan besar ketika tuan besar1110 sedang berpatroli memeriksa tempat yang terkena banjir. Karena itu tuan pengurus tidak mempunyai hak melarang A Lan pergi."
"Cepat bawa surat itu kemari!"
Wu Ling-feng tahu kalau A Lan masih hidup, dia benar-benar gembira.
Dia tidak terpikirkan mengapa A Lan meninggalkannya....
semua itu karena dia telah lupa apa yang telah dia lakukan semalam ketika dia sedang mabuk!
Wu Ling-feng mengambil surat itu dan ingin segera nenbukanya.
Tiba-tiba di belakangnya terdengar suara lembut.
"Kakak, kau harus bisa menjaga diri."
Terlihat wajah Su Hui Zhi penuh dengan air mata. Wu Ling-feng merasa tidak enak, tapi dia tetap ingin mencari A Lan, maka dia tidak sempat berpikir bagaimana cara menghibur Su Hui Zhi.
"Adik, kau sangat baik kepadaku, aku mengerti. Begitu aku menemukan A Lan, aku akan segera kembali."
Su Hui Zhi mengangguk. Setelah melambaikan tangan, dia berlalu dari sana. Su Hui Zhi berdiri di ambang pintu melihat sosok Wu Ling-feng yang menjauh.1111 Hatinya terasa kosong.
"Aku merasa puas dengan ciuman yang kau berikan semalam.... Walaupun dalam hati kau memikirkan perempuan lain, tapi aku sudah merasa sangat puas."
"Di waktu nanti, aku tidak akan merasa kesepian lagi. Ciuman itu cukup untuk memperindah kenanganku seumur hidup. Aku, aku., .harus terus bertahan hidup. Jalan kehidupanku ternyata memang seperti ini!"
Dari kedua matanya telah berlinang air mata.
Ooo)*(ooO BAB 33 Heng-he San-fu Gelombang besar.
Di pulau kecil itu, matahari pagi telah terbit.
Langit berwarna biru, gelombang berwarna kekuningan....
Sebuah perahu kecil diam-diam merapat di pulau itu.
Badan perahu mengenai pasir pantai tapi jarak perahu debgan pantai berwarna kuning masih sekitar 15 meter lagi.
Di perahu itu ada 2 orang.
Di depan perahu terlihat seorang biksu tua dengan1112 penampilan sangat aneh.
Di ujung perahu duduk seorang pemuda tampan juga gagah....
tidak perlu ditanya lagi, mereka adalah Pin Fan Shang-ren dan Xin Jie.
Di Gui Shan, Xin Jie berhasil mengalahkan pesilat tangguh India bernama Jinlul, nama Mei Xiang Shen Jian segera terkenal sampai ke pelosok dunia persilatan.
Di setiap tempat selalu terdengar pujian, tapi Xin Jie tidak mengetahui semua ini.
Karena setelah dia berhasil mengalahkan Jinlul, dia ditarik oleh Pin Fan Shang-ren pergi....
sekarang mereka telah tiba di Pulau Da Ji.
Xin Jie beberapa kali bertanya pada Pin Fan Shang-ren tapi dia selalu menjawab dengan misterius.
"Yang penting kau ikuti denganku. Dan kau akan mendapatkan kebaikan."
Atau dia hanya menjawab dengan tertawa senang.
Menghadapi orang yang telah mengajarkan ilmu silat kepadanya, Xin Jie selalu menaruh hormat.
Memang banyak hal yang harus diselesaikannya, tapi dia tidak berani mengung-kapkanya di depan Pin Fan Shang-ren.
Dia hanya ikut dengan Pin Fan1113 Shang-ren berlari sepanjang jalan.
Setelah perahu berlayar di laut, dia sadar selalu cemas pun tidak akan ada guna, karena itu semua masalah yang ingin dilakukannya terpaksa dibuang dulu jauh-jauh.
Pin Fan Shang-ren tidak mengajaknya bicara, dia hanya tertawa secara misterius, dan duduk di ujung terdepan perahu.
Xin Jie terpaksa duduk dengan bengong di perahu itu.
Jurus Jinlul sekali lagi berkelebat di otaknya.
Dia berpikir.
"Kemampuan Jinlul tidak berbeda jauh denganku, usianya paling-paling 30 tahunan tapi tenaga dalamnya sangat tinggi. Semenjak aku diberi tambahan tenaga dalam oleh Pin Fan Shang-ren, setiap kali bertarung tenaga dalamku pasti akan bertambah. Tapi aku tetap tidak bisa melawannya jika bukan karena Pin Fan Shang-ren sendiri yang tiba-tiba mengajarkan jurus beru.... benar juga, jurus ini benar-benar aneh. Jika digabung dengan jurus 'Da Yan Shi Shi', jurus yang dilancarkan benar-benar hebat. Mungkin jika ilmu silat Jinlul lebih tinggi sedikit lagi, dia akan terkena.... sedangkan aku1114 tidak...."
Tiba-tiba dia teringat kalau dia menang karena kaki Jinlul lemah.
Segera teringat lagi jika dia tidak menyerang kaki Jinlul dan mengubah jurusnya, dia bisa kalah.
Kesimpulan yang Xin Jie peroleh adalah siasat yang digunakan harus berbeda dengan orang lain.
Itu akan menjadikan sebuah tenaga dahsyat.
Karena merasa senang, dia berteriak lepas.
"Benar-benar bagus! Benar-benar bagus!"
Pin Fan Shang-ren menyambung.
"Masih ada yang lebih bagus lagi menanti di depan!"
Xin Jie melihat Pin Fan Shang-ren tersenyum melihatnya. Wajahnya penuh dengan kegembiraan. Dia terpaku melihatnya.... Pin Fan Shang-ren tertawa dan berkata.
"Anak, kau pasti sedang memikirkan ilmu yang baru saja aku ajarkan kepadamu. Ha, ha, ha! Masih adayanglebih bagus...."
Tiba-tiba perahu bergetar, tidak bisa maju lagi. Ternyata perahu telah mengenai pasir. Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Kita sudah sampai! Ayo Nak, kita turun!" 1115 Tubuh Pin Fan Shang-ren bergerak seperti seekor burung besar terbang ke permukaan pasir berwarna kuning sejauh 15 meter. Anehnya perahu tidak bergerak mundur karena dia terbang. Xin Jie berpikir.
"Sekali meloncat bisa sejauh 15-20 meter, dan perahu sama sekali tidak bergoyang. Ilmu meringankan tubuh tetua benar-benar membuat siapa pun tidak akan percaya. Aku.... apakah aku...."
Bila meloncat setinggi 2 meter....
dia yakin perahu pun tidak akan bergerak mundur kemudian tubuhnya baru condong ke depan.
Dia seperti sebuah panah dengan miring mendarat.
Dia mendarat di atas pasir berwarna kuning.
Ilmunya tidak sebagus Pin Fan Shang-ren, tapi tetap saja ilmunya tampak sangat tinggi.
Pin Fan Shang-ren tertawa.
"Anak, kau benar-benar pandai! Aku ingin bicara sesuatu denganmu...."
Xin Jie dengan bengong mengikutinya berjalan, berputar 2 kali, lalu di balik hutan itu tiba-tiba terlihat sebuah rumah terbuat dari kayu.
Rumah itu terbuat dari kayu dan bambu.
Rumah itu dibuat dengan cara dipaku ada yang dilapisi kayu, membuat rumah itu1116 terlihat jelek.
Pasti rumah itu buatan Pin Fan Shang-ren.
Setelah dekat, Pin Fan Shang-ren mendorong pintu untuk masuk.
Rumah itu dari luar terlihat jelek, tapi di dalam terasa sangat nyaman dan terang.
Lantai rumahnya terpasang karpet.
Xin Jie berteriak karena merasa terkejtit.
Pin Fan Shang-ren mengambil sebuah kursi berbentuk aneh.
"Meja ini buatanku, bagaimana menurutmu?"
"Sangat baik! Tapi...."
"Tapi apa?"
"Tapi terlalu kotor."
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak. Dia meletakkan kursi itu. Kursi dipenuhi dengan debu. Karena tadi dia memegang kursi, terlihat bekas jarinya.
"Tetua memanggilku ke sini ada keperluan apa?"
"Jangan banyak bertanya dulu, nanti aku akan menjelaskannya padamu.... Hei, Anak! Menurutmu di dunia ini siapa yang paling sulit dihadapi?"
Xin Jie merasa aneh, balik bertanya.
"Apa maksud Tetua?"
"Aku tanya, orang macam apa yang paling sulit dihadapi?" 1117 Xin Jie terpaku lalu menggelengkan kepalanya. Dengan serius Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Anak, aku katakan kepadamu, di dunia ini orang yang paling sulit dihadapi adalah perempuan...."
Xin Jie hampir tertawa geli. Dia bertanya.
"Mengapa mereka sulit dihadapi?"
Pin Fan Shang-ren tertawa tapi tidak menjawab. Xin Jie yang pintar dibuat bengong sekarang. Setelah terdiam lama Pin Fan Shang-ren tiba-tiba tertawa.
"Anak, menurutmu, bagaimana dengan ilmu kepalan dan tendangan kakiku?"
"Ilmu kepalan dan tendangan kaki Tetua paling bagus di dunia ini."
"Apakah itu benar? Coba kau lihat jurus ini...."
Lengan baju yang lebar dikibaskan.
Dua telapak tangan berkelebat kesana kesini.
Suara telapak dan suara lengan baju terus terdengar.
Anehnya Xin Jie yang berdiri kira-kira berjarak satu langkah dari Pin Fan Shang-ren, tidak merasakan ada angin.
Ilmu tenaga dalamnya begitu tinggi dan telah mencapai tahap tertinggi.
Xin Jie terus melihat aksi Pin Fang Shang-ren dan berpikir kemudian dia1118 berteriak.
"Aku mengerti sekarang...."
Pin Fan Shang-ren tertawa dan meloncat keluar dari pintu. Dia berteriak.
"Anak, keluarlah! Aku akan mengajarkan ilmu telapak ini!"
Xin Jie dengan senang ikut meloncat keluar, belum sempat mengucapkan terima kasih, Pin Fan Shang-ren sudah menjelaskan bagian terpenting dari jurus ini.
Xin Jie belum pernah mendengar ilmu ini.
Dengan keadaan Xin Jie sekarang, dia harus berlatih selama satu hari penuh baru bisa menguasainya dengan baik, itu pun hanya bisa 10 jurus.
Xin Jie memang sangat menyukai ilmu silat, sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan tapi sekarang di otak hanya ada ilmu silat, dia tidak bisa memikirkan hal lain lagi.
Pada hari kelima, Xin Jie sudah berhasil menguasai 60 jurus.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Apakah Pin Fan Shang-ren memanggilku ke sini hanya ingin mengajarkan jurus ini? Tapi dia melihatnya selalu tertawa misterius sepanjang perjalanan, sebenarnya ada apa di balik semua ini? Masih banyak hal yang harus kuselesaikan. Bagaimana mungkin aku1119 tinggal di sini terus...."
Dia berpikir lagi, Pin Fan Shang-ren begitu baik kepadanya, jika dia menjelaskan apa alasannya dia harus pergi dari sini, dia yakin Pin Fan Shang-ren pasti akan mengijinkannya kembali ke Zhong Yuan.
Tapi teringat pada ilmu telapak aneh itu, dia berpikir lagi.
"Ilmu ini terlalu aneh, jika aku kehilangan kesempatan mempelajarinya, bukankah ini sangat disayangkan!"
Di belakangnya terdengar satu suara tawa.
"Anak, kesulitan apa yang kau temui? Ilmu telapak ini bernama 'Kong Kong Zhang Fa' (Telapak kosong). Aku baru saja menciptakan jurus ini, sepertinya tidak ada satu ilmu pun yang bisa menahan 72 jurusku ini. Hhhh! Aku lupa mengatakan kalau tidak ada orang yang bisa menyambut 72 jurusku...."
"Bagaimana denganku?"
"Kau harus berlatih dulu baru akan tahu hasilnya."
Melihat wajah Pin Fan Shang-ren berseri-seri, Xin Jie segera berpikir.
"Aku tidak mau tahu persoalan lainnya, aku akan mempelajari 72 jurus ini dulu."
"Anak, jurus-jurus ini merupakan1120 jurus yang kuciptakan dengan menghabiskan waktu selama 1 bulan dengan tidak tidur. Baru saja aku memikirkan, jika kau sudah bisa menguasai jurus ini, dengan cara apa kau akan berterima kasih kepadaku?"
Dengan serius Xin Jie menjawab.
"Sebagai ucapan terima kasih, apa yang Tetua perintahkan, aku pasti akan menurutinya."
"Apakah kau akan setuju untuk melakukan satu hal untukku, dan kukatakan dari sekarang kalau hal ini tidak mudah dilakukan."
Xin Jie adalah orang yang menyukai tantangan. Dia segera menjawab.
"Jangankan satu hal, 10 hal pun akan kulakukan!"
"Baiklah, sekarang lebih baik kau berlatih dulu, kelak aku akan memberitahukannya padamu." 'Kong Kong Zhang Fa' berjumlah 72 jurus, tapi ilmu itu terus berubah-ubah, sebuah hasil karya Pin Fan Shang-ren yang hebat. Selama 10 hari Xin Jie baru bisa mengingat semua jurus-jurusnya. Tapi tidak semua jurus dia mengerti. Dia berlatih selama 5 hari lagi, tidak terasa Xin Jie sudah tinggal di Da-ji-dao1121 selama setengah bulan. Sebuah ilmu silat dahsyat telah berpindah tangan dari Pin Fan Shang-ren kepada Xin Jie. Suatu hari setelah makan malam, Pin Fan Shang-ren berkata.
"Anak, di dunia ini siapa yang paling sulit kita hadapi?"
Xin Jie terpaku dan berpikir.
"Kata-kata ini muncul kembali."
Dia melihat Pin Fan Shang-ren, dia terlihat sangat serius, segera dia tertawa dan menjawab.
"Pasti perempuan."
Pin Fan Shang-ren menepuk-nepuk kakinya tanda setuju.
"Benar! Perempuan membuat orang menjadi pusing. Jika berteman dengan perempuan, kita akan selalu dirugikan."
Xin Jie merasa aneh dan berpikir.
"Apakah Pin Fan Shang-ren pernah berteman dengan perempuan?"
Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Kau pernah bertemu dengan biksuni yang tinggal di Xiao-ji-dao. Biksuni ini paling menyebalkan di antara para perempuan. Bila aku bertaruh dengannya, aku belum pernah menang. Formasi kemarin yang kau hadapi, telah mengurungku selama 10 tahun. Untung Tuhan masih melindungiku, tidak membuatku1122 seumur hidup terkurung di sana. Tapi aku cukup dirugikan. Sejak itu aku telah bersumpah...."
"Tetua telah bersumpah apa?"
"Aku bersumpah tidak akan mau lagi bertarung dengan perempuan...."
Xin Jie tertawa.
"Itu tidakmungkin...."
"Mengapa tidak mungkin?"
"Jika Guru Hui datang dan mencari Tetua lalu mengajak Tetua bertarung, bukankah Tetua akan dirugikan kalau tidak menanggapi ajakannya?"
Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Benar, tebakanmu memang benar, beberapa hari lalu, biksuni itu mengirim surat melalui merpati pos dan mengajakku bertarung. Dia mengatakan kalau dia telah menemukan sebuah ilmu telapak baru dan mengajakku bertarung. Aku membalas surat itu dan mengatakan aku menolak ajakannya. Biksuni itu akhirnya mengatakan kalau aku takut kepadanya, semakin dipikir aku semakin marah, karena itulah aku mencarimu."
"Untuk apa Tetua mencariku?"
Dengan tertawa senang Pin Fan Shang-ren menjawab.
"Aku hanya ingin kau melakukan sesuatu untukku, mengajak1123 biksuni itu bertarung dengan ilmu yang telah kuajarkan kepadamu...."
"Itu tidak boleh...."
Dengan cepat Xin Jie menjawab.
"Tidak perlu takut, ilmu telapakku sengaja kubuat khusus menghadapi biksuni itu, kau pasti akan menang."
"Bukan maksudku menang atau kalahnya"
Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Apakah kau takut kepada biksuni tua karena ilmu silatnya tinggi? Kalau kau menghadapinya dengan ilmu yang telah kuajarkan, dalam 200 jurus biksuni tua itu pasti akan mengaku kalah."
"Bukan itu maksudku!"
"Lalu apa maksudmu?"
"Guru Hui pernah mengajarkan kepadaku ilmu Ji Mo Bu Fa', mana mungkin aku bertarung dengan beliau?"
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Aku kira apa, ternyata hanya itu, itu bukan masalah besar, karena kau tidak akan bertarung benar-benar juga tidak perlu mempertaruhkan nyawa! Bukankah kau telah setuju untuk melakukan apa pun demi diriku? Apakah kau akan mengingkari1124 janjimu sendiri?"
Xin Jie tidak bisa menjawab. Pin Fan Shang-ren memerintah.
"Besok kau harus pergi ke sana!"
Setelah itu dia diam tidak bicara lagi.
Ooo)*(ooO Batu-batu yang ada di Xiao-ji-dao berbentuk seperti tunas bambu, berdiri dengan tegak, seperti seorang raksasa yang berdiri di bawah langit biru.
Dari perahunya Xin Jie telah melihat batu-batu besar itu, dia teringat dulu ketika berada di pulau kecil itu telah menemukan banyak hal aneh.
Dan dia merasa banyak hal yang bisa dipikirkannya.
Dengan senang Pin Fan Shang-ren terus mengibaskan kedua lengan bajunya, supaya perahu melaju dengan kencang....
Setelah perahu itu mendarat, mereka segera turun dari perahu dan berjalan menuju tengah pulau itu, Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Biksuni tua, aku datang untuk menga-jakmu bertarung!"
Tidak lama kemudian dari balik bebatuan muncul bayangan seseorang, hanya beberapa kali turun naik, dia telah berada di hadapan mereka, dia tidak lain adalah1125 Guru Hui yang tinggal di Xiao-ji-dao.
Xin Jie segera memberi hormat, Guru Hui mengibaskan lengan bajunya, tenaga besar keluar dari tangan Guru Hui, dan Xin Jie pun terangkat ke atas, dia berkata dengan dingin.
"Tidak perlu!"
Xin Jie merasa tenaga yang datang dari Guru Hui sangat besar tapi tidak kencang.
Tenaga ini seperti mengangkatnya ke atas, Xin Jie menahan agar kedua kakinya tetap berlutut.
Dengan nada aneh Guru Hui berkata.
"Hei, tenagamu bertambah lagi!"
Kemudian dia berkata pada Pin Fan Shang-ren.
"Aku sudah tahu sejak kemarin, kau tidak membalas suratku tentu kau sedang mencari cara bagaimana menghadapiku, kau pasti terus mencari caranya."
Pin Fan Shang-ren membiarkan biksuni tua itu terus menertawakannya, setelah itu dia baru memberi hormat.
"Biksuni tua, aku beri hormat kepadamu.... aku datang menepati janji untuk bertarung denganmu, tapi pertarungan kali ini berbeda dengan biasanya...."
Dengan dingin Guru Hui menatapnya.1126 Pin Fan Shang-ren melanjutkan lagi.
"Aku tidak akan bertarung denganmu, karena semua ilmu baruku telah kuajarkan kepada anak ini, apakah kau berani bertarung dengannya?"
Guru Hui terdiam, lalu tertawa panjang, dia tidak meladeni perkataan Pin Fan Shang-ren. Pin Fan Shang-ren marah dan berkata.
"Kau menertawakan apa?"
"Kau tidak berani bertarung denganku, mengapa harus mencari bermacam-macam alasan? Biksu tua, hari ini aku baru tahu sifat aslimu."
Mendengar perkataan Guru Hui, Pin Fan Shang-ren hanya tertawa terbahak-bahak, Guru Hui dengan dingin menatapnya tapi tidak meladeninya.
Melihat Guru Hui tidak meladeni perkataannya, Pin Fan Shang-ren tertawa lagi, dengan tenaga dalamnya dia tertawa panjang dan keras, akhirnya terpaksa Guru Hui berta-nya.
"Apa yang kau tertawakan?"
Pin Fan Shang-ren berhenti tertawa dan menjawab.
"Kau tidak berani bertarung denganku, mengapa harus mencari bermacam-macam alasan? Biksuni tua, hari ini aku1127 baru tahu sifat aslimu."
Kalimatnya sama persis dengan perkataan yang dikeluarkan Guru Hui tadi, Guru Hui menjadi marah.
"Siapa yang tidak berani bertarung denganmu?"
Pin Fan Shang-ren menunjuk Xin Jie dan berkata.
"Apakah kau berani bertarung dengan anak ini?"
Guru Hui hanya diam dengan dingin, dia tidak melihat ke arah Xin Jie.
Pin Fan Shang-ren tidak mau bertarung dengan Guru Hui, dan Guru Hui tidak mau bertarung dengan Xin Jie, maka kedua belah pihak hanya diam terpaku.
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren dengan senang berkata.
"Aku punya ide! Aku punya ide!"
"Ide apa?"
Tanya Guru Hui.
"Aku punya ide yang lebih baik, aku sudah mengajarkan ilmu telapak tanganku kepadanya, kau juga harus mengajarkan ilmu telapakmu kepadanya, kemudian dengan ilmu telapakmu suruh dia bertarung denganku, lalu dengan ilmu telapakku, dia akan bertarung denganmu, dengan cara seperti itu nanti akan terlihat siapa yang lebih hebat!" 1128 Guru Hui dengan dingin berkata.
"Cara ini bagus sekali, tapi aku sudah susah payah menciptakan jurus ini, mana mungkin aku mengajarkan begitu saja pada anak ini?"
Pin Fan Shang-ren mendengar kalau ide yang sudah susah payah dipikirkannya ditolak begitu saja oleh Guru Hui, maka dia pun menjadi marah.
"Apakah kau takut dia akan lebih hebat darimu? Biksuni tua, ternyata pikiranmu sangat kerdil, sudahlah kita tidak usah bertarung lagi!"
Dia membalikkan badan dan bersiap pergi, dengan marah Guru Hui berkata.
"Baiklah, kita akan bertarung, anak, kemarilah, aku akan mengajarkan kepadamu ilmu telapakku.... Biksu bau, kau jangan mengintip!"
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak membutuhkan jurusmu, aku akan menjauh ke sana, jadi kau bisa tenang!"
Guru Hui membawa Xin Jie ke ujung pulau bagian barat, lalu dengan teliti mengajarkan semua ilmu telapaknya kepada Xin Jie.
Jurus-jurus Guru Hui juga sangat hebat, Xin Jie menghabiskan waktu 7 hari,1129 itu pun baru menguasai separuh jurus, Xin Jie menarik nafas.
"Aku baru tahu di dunia ini ada ilmu telapak begitu hebat, walau semua jurusku digabungkan dengan jurus Ji Mo Bu Fa'.
"Kong Kong Zhang' milik Pin Fan Shang-ren, belum tentu bisa mengalahkan ilmu telapak milik Guru Hui. Kalau Hai Wai San Xian bisa berkumpul dan meneliti ilmu silat mereka, bukankah mereka bisa membuat banyak ilmu yang bermanfaat untuk dunia persilatan?"
Sewaktu dia sedang berpikir tiba-tiba terlihat bayangan seseorang yang datang secepat kilat ke arah mereka, hanya sedetik dia sudah berada di depan mereka, dia adalah Pin Fan Shang-ren.
Guru Hui marah.
"Biksu bau, mau apa kau ke sini?"
Pin Fan Shang-ren menjawab dengan terburu-buru.
"Kita tidak perlu bertarung lagi, ternyata seseorang telah datang ke Da-ji-dao, aku harus cepat kembali...."
Dia mengangkat barang yang dibawanya, ternyata itu seekor burung elang mati, di tenggorokan elang itu menancap sebuah panah pendek.
Xin Jie tahu burung elang itu adalah1130 elang yang ada hidup di pulau Da Ji, mungkin elang itu terpanah kemudian terbang ke pulau ini setelah itu dia baru mati di sini, dia mendekat dan memeriksa panah itu.
Bentuk dan bahan panah itu sangat aneh, seperti bukan buatan Zhong Yuan, di bawah panah tertulis 3 huruf Han dengan tulisan kecil-kecil, setelah dilihat dengan teliti, ternyata itu adalah tulisan Jinlul.
Xin Jie segera memberikannya pada Pin Fan Shang-ren, dia tampak marah.
"Ternyata semua ini hasil perbuatannya, berani benar dia membunuh burung elangku...."
Dia membalikkan tubuh dan berlalu dari sana, Xin Jie berpikir kalau yang datang adalah Jinlul pasti dia datang untuk mencarinya untuk membalas dendam, segera dia berteriak.
"Tetua, tunggu! Aku ikut...."
Guru Hui meloncat beberapa meter lalu menghilang di balik bebatuan.
Pin Fan Shang-ren dan Xin Jie naik ke atas perahu lalu perahu berlayar dengan cepat, mereka semakin mendekati Da-ji-dao, dari jauh mereka telah melihat ada 2 perahu yang mendarat di sana.
Karena terburu-buru ingin sampai, Pin Fan Shang-1131 ren mengibaskan kedua lengan bajunya, dua tenaga besar keluar dari lengan baju.
Perahu bergerak seperti anak panah.
Akhirnya perahu telah mendarat di atas pasir, tapi masih terus berjalan beberapa meter.
Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Anak, cepatlah!"
Dia menarik Xin Jie, langkah kakinya bertambah cepat, tubuhnya terbang dan mendarat di atas sebuah pohon setinggi 20 meter.
Dari atas pohon itu Xin Jie bisa melihat ada yang sedang bertarung, ada sekitar 17-18 orang biksu sedang bertarung dengan 4 orang yang dandanannya sangat aneh.
Di antaranya ada 3 orang berbaju biksu berbaju merah.
Sedangkan seorang lagi mengenakan baju pelajar.
Mereka berempat bergiliran menyerang dengan telapak, benar-benar menggunakan tenaga dasyat.
Para biksu itu tidak ada yang berani mendekat.
Setelah melihat pelajar itu mengeluarkan tenaga telapaknya, Xin Jie berbisik kepada Pin Fan Shang-ren.
"Orang yang mengenakan baju pelajar itu adalah1132 Jinlul."
Pin Fan Shang-ren dengan dingin menjawab.
"Ketiga biksu itu adalah pesilat tangguh, pantas Jinlul begitu berani dan sok jago di Da-ji-dao, ternyata dia mendapat dukungan kuat."
Xin Jie melihat para biksu berbaju merah itu, salah satu dari mereka telah mengeluarkan telapaknya dan mulai menyerang, tapi biksu yang berada di depan dan berusia setengah baya berhasil menghindar.
Pohon cemara yang berada di dekat mereka karena terkena pukulannya, akhirnya tumbang.
Xin Jie terkejut dan berpikir.
"Ketiga biksu berbaju merah itu ternyata ilmu silatnya tidak berbeda jauh dengan Shi Wai San Xian, mereka pasti guru-guru Jinlul...."
Pin Fan Shang-ren masih terus melihat para biksu itu, wajahnya berekspresi aneh, Xin Jie pun merasa aneh, dia juga dengan teliti menatap para biksu itu.
Jumlah biksu itu ada 18 orang salah satu di antara mereka ada yang mengenakan baju biasa, setelah melihat dengan teliti, ternyata dia adalah 'Wu Lin Zi Xiu', Sun Qi-zhong.1133 Xin Jie baru mengerti.
"Ah, ternyata mereka dari Shao-lin-sie!" 17 biksu dan Sun Qi-zhong dengan lancar berhasil mengurung biksu berbaju merah dan Jinlul, hati Xin Jie bergetar lalu berpikir.
"Apakah itu adalah formasi 'Luo Han' yang terkenal itu?"
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata.
"Celaka, biksu India itu berniat akan membunuh mereka, biksu Shao-lin pasti akan kalah, kita harus cepat ke sana...."
Suaranya baru selesai, dia telah meloncat ke atas, Xin Jie yang tadinya hanya terpaku, ikut meloncat ke atas.
Dari tengah udara terdengar teriakan kaget, ternyata ketiga biksu berbaju merah itu dan Jinlul dari posisi bertahan menjadi posisi menyerang dan mereka terus menyerang.
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren telah bergerak seperti kuda terbang mendarat, kedua lengan bajunya tampak berkibar, dia menyambut serangan telapak dari salah satu biksu berbaju merah, terdengar BUG, biksu berbaju merah itu tampak tergetar dan dia pun mundur.
Kedua bahu Pin Fan Shang-ren tampak bergoyang, mereka berdua sangat1134 terkejut.
Kepala biksu berbaju merah itu sangat besar, dia marah melihat Pin Fan Shang-ren, kemudian melayangkan telapak dan mendorong lagi....
Pin Fan Shang-ren menyambut dengan tangannya, suara BUG terdengar lagi, masing-masing mundur setengah langkah!
Peristiwa ini dalam ratusan tahun belum pernah terjadi, selama ini Guru Hui dan Wu Hen-sheng selalu menghindar beradu telapak tangan dengan Pin Fan Shang-ren, tapi biksu India itu berani beradu telapak tangan dengan Pin Fan Shang-ren, tentu saja diam-diam Pin Fan Shang-ren juga merasa terkejut.
Biksu India itu pun terkejut, ilmu pukulannya di negara India adalah nomor satu, tapi sekarang dia telah digetarkan oleh Pin Fan Shang-ren, hal ini membuatnya sangat terkejut.
Jinlul menunjuk pada Xin Jie dan berteriak.
"Guru, bocah itu yang aku ceritakan kemarin!"
Biksu berbaju merah yang berada di paling belakang melihat Xin Jie lalu bicara dengan bahasa Han yang kaku dia berkata,1135
"Apakah kau adalah murid biksu ini?"
Dia menunjuk Pin Fan Shang-ren. Xin Jie ingin menjawab, tapi Pin Fan Shang-ren telah membentak.
"Anak, tidak perlu melayaninya!"
Biksu India itu melotot kepada Pin Fan Shang-ren, tiba-tiba dia tertawa.
"Aku yakin kau adalah Pin Fan Shang-ren, salah satu dari Hai Wai San Xian, kami 3 bersaudara beruntung bisa bertemu dengan para pesilat tangguh, benar-benar menyenangkan!"
Kemudian dia menunjuk biksu yang beradu telapak tangan dengan Pin Fan Shang-ren dan berkata.
"Dia adalah kakak seperguruanku, namanya adalah Logeda...."
Dia menunjuk biksu berwajah emas dan berkata.
"Dia adalah adik seperguruanku, namanya adalah Pandenful.... dan aku adalah Jin Bo-sheng, kami bertiga dijuluki 'Heng-he San-fu' (3 biksu dari Sungai Heng). Sebenarnya Sungai Heng hanya sebuah sungai kecil, kami bertiga berniat mengubahnya menjadi 'Huang He San Fu' rasanya itu baru seru! Kami datang ke Zhong Yuan, sebenarnya untuk dunia persilatan Zhong Yuan, dan akan banyak1136 mendapatkan kebaikan, orang-orang persilatan Zhong Yuan harusnya merasa senang.... hanya saja murid kami terlalu memaksa kalian, sebenarnya kami pun tidak berniat mengurusi hal ini, tapi pada saat kami mencari tahu, ternyata kau menjadi pendukung mereka, maka sekarang mau tidak mau kami harus mengurusi hal ini...."
Pertarungan yang terjadi tadi telah berhenti, para biksu yang dipimpin oleh seorang biksu tua menghampiri Pin Fan Shang-ren dan bersama-sama mereka berlutut, kata biksu tua itu.
"Aku adalah ketua Shao-lin generasi ke-14, namaku adalah Zhi Jing, aku membawa murid-murid Shao-lin ke sini dengan tujuan untuk mengunjungi Kakek Guru Ling Kong...."
Wajah Pin Fan Shang-ren tampak berubah, dia meloncat tinggi dan tangannya terus bergoyang.
"Biksu, kau salah orang, biksu tua ini bukan Ling Kong, Ling Kong sudah mati...."
Dandanan Pin Fan Shang-ren memang seperti biksu, tapi sudah lama dia tidak menganggap dia adalah biksu, maka sewaktu membicarakan tentang biksu, sikapnya menjadi kaku.1137 Generasi dalam Shao-lin Si adalah Ling, Qing, Ming, Zhi, Hong, dan sekarang pemimpin Shao-lin ini berada dalam urutan Zhi, maka dia menyebut Ling Kong adalah kakek guru karena Ling Kong berada 4 generasi di atasnya, yaitu dari urutan Ling.
'Heng-he San-fu' melihat para biksu itu tiba-tiba berlutut di hadapan Pin Fan Shang-ren mereka terkejut.
Xin Jie ingat beberapa waktu lalu, Sun Qi-zhong dan seorang biksu muda secara tiba-tiba mencarinya lalu mengajaknya bertarung, dia pun berpikir.
"Orang-orang Shao-lin tahu kalau 'Da Yan Shi Shi' adalah ciptaan Pin Fan Shang-ren, maka mereka pun mencariku dan mengajakku bertarung, ternyata biksu tua ini yang mengaku adalah Pin Fan Shang-ren ternyata adalah 'Ling Kong Zu Shi', apakah Pin Fan Shang-ren mempunyai hubungan dengan Shao-lin-sie?"
Kata Pin Fan Shang-ren lagi.
"Ling Kong sudah lama mati."
Berarti dia mengenal Ling Kong, apakah dia.... Guru Jinlul tampak sudah tidak sabar dan berkata.
"Guru Pin Fan, kami telah bicara jelas, hari ini Heng He San Fo ingin bertarung dengan HaiWai San Xian...." 1138 Hati Pin Fan Shang-ren sedang kacau, dia membalikkan tubuh dan berkata pada para biksu Shao-lin yang masih berlutut.
"Kalian salah cari orang, aku.... bukan Ling Kong."
"Kakek Guru, jangan menutup-nutupi lagi, ilmu pedang Kakek Guru Xin adalah ilmu Shao-lin yang sudah lama menghilang...."
Mungkin urutan ketua Shao-lin ini berada 4 generasi di bawah Ling Kong dan dia mengira Xin Jie adalah murid Pin Fan Shang-ren, maka dia pun memanggil Xin Jie dengan sebutan kakek guru.
Jin Bo-sheng sudah tidak sabar dan berkata.
"Kalau Pin Fan Shang-ren tidak berani bertarung, tidak apa-apa, asalkan mengijinkan kami membawa orang yang bermarga Xin ini pergi...."
Hati Pin Fan Shang-ren sedang kacau, mendengar Heng-he San-fu ingin membawa Xin Jie pergi, dia marah.
"Kentut!"
Karena kedua hal ini membuatnya bingung, dalam hati dia berpikir.
"Terpaksa aku harus kabur dari sini!"
Dia mencengkram tangan Xin Jie diam-diam mengeluarkan ilmu meringankan1139 tubuhnya yang tinggi, hanya sekejap mereka sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya.
Ooo)*(ooO BAB 34 Hua Yi Zi Zhan (perang antar bangsa) 'Heng-he San-fu' tidak menyangka kalau Pin Fan Shang-ren akan melarikan diri dari sana, mereka berteriak dan mengejarnya.
Kedelapan belas biksu itu masih tertinggal di sana, mereka masih berlutut dengan terpaku....
Pin Fan Shang-ren sangat menyukai Xin Jie, dia tahu kalau Heng-he San-fu akan membunuh Xin Jie, lalu dengan menggunakan kepala Xin Jie, mereka akan menekan dunia persilatan Zhong Yuan dan membalaskan dendam muridnya Jinlul.
Sambil berlari Pin Fan Shang-ren berkata pada Xin Jie.
"Orang-orang India itu menginginkan nyawamu, aku tidak akan mengijinkannya, tapi aku sendiri tidak mampu melawan mereka, terpaksa jalan inilah yang kutempuh...."
Xin Jie sangat pintar, dia berkata.
"Apakah kita akan pergi ke Xiao-ji-dao?"
"Benar, kita harus cepat pergi ke1140 sana!"
"Tapi, tapi...."
Kata Xin Jie.
"Tapi apa?"
"Aku takut Guru Hui tidak mau...."
"Bagaimanapun juga aku harus mengajaknya bergabung.... begitu tiba di Xiao-ji-dao, aku akan tunggu disana dulu, dan kau segera ke Wu Ji Dao mencari Wu Hen-sheng. 'Heng-he San-fu' sangat kuat, aku dan Guru Hui saja belum tentu bisa bertahan terhadap serangan mereka."
Begitu mendengar dia harus pergi ke Wu Ji Dao, hati Xin Jie bergetar, wajah Qing Er yang cantik terbayang-bayang di depan matanya.
Pin Fan Shang-ren menarik Xin Jie pergi ke pantai, jarak mereka dengan perahu kecil itu masih 20-30 meter, tapi Pin Fan Shang-ren sudah terbang, dan dia mendarat di perahu kecil itu.
Dengan tenaganya dia membuat perahu bergerak ke laut, lalu meminjam kekuatan gelombang laiit, perahu kecil itu telah berada di laut dan melaju dengan kencang.
Xin Jie segera mengambil dayung dan mulai mendayung, perahu kecil itu melaju dengan cepat.
Pin Fan Shang-ren berdiri di1141 atas perahu.
Kedua lengan bajunya yang lebar dikibarkannya, membantu supaya perahu bergerak lebih cepat.
Xin Jie tidak pandai mendayung, tapi tenaga tangannya besar dan kuat, hanya beberapa kali dayungan perahu telah berada di tengah laut.
Saat membalikkan kepala untuk melihat ke belakang, Heng-he San-fu dan Jinlul telah berada di pantai, mereka pun segera naik ke sebuah perahu besar berniat menyusul Xin Jie dan Pin Fan Shang-ren.
Dayung dipakai dan layar dibentangkan, kedua alat ini dipakai, maka perahu berlayar sangat cepat, sedangkan perahu yang ditumpangi Xin Jie kecil dan ringan, untuk sementara orang-orang India itu tidak bisa menyusul mereka.
Begitu Xin Jie membalikkan kepala, dia melihat 3 biksu berbaju merah berdiri di depan perahu, mereka mengibarkan lengan baju mereka dengan tujuan membuat perahu mereka bisa melaju lebih cepat.
Perahu besar itu semakin mendekat, Pin Fan Shang-ren membuka ikatan jangkar, begitu perahu besar mendekat, jangkar itu dilempar ke perahu besar itu....1142 Tenaga dalam Pin Fan Shang-ren sangat besar, jangkar itu melesat dengan suara besar dan Pin Fan Shang-ren melempar jangkar itu ke arah tiang kapal, ketiga tiang penyangga kapal langsung patah.
Kecepatan perahu besar langsung berkurang.
Kesempatan ini langsung digunakan oleh Xin Jie, dengan cepat dia mendayung, Xiao-ji-dao sudah terlihat.
Gelombang teru s menggulung....
Pin Fan Shang-ren berdiri di depan perahu, kedua lengan bajunya terus digerakkan ke depan dan ke belakang, tenaga dalamnya dikeluarkan, ditambah dengan dayungan Xin Jie yang kuat, maka perahu pun bergerak seperti kuda terbang, melaju sangat cepat.
Xin Jie terus membalikkan kepala untuk melihat situasi, perahu besar itu tetap mengejar mereka, ternyata kecepatannya juga cukup mengejutkan, jarak perahu besar semakin dekat.
Xiao-ji-dao telah berada di depan mereka, kedua lengan baju Pin Fan Shang-ren dikibaskan, perahu bergerak seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya.1143 Jarak dengan pantai tinggal 20 meter lagi.
Setelah perahu mengenai pasir, Pin Fan Shang-ren sudah meloncat tinggi lalu mendarat sekitar 25 meter dari sana.
Begitu kaki Pin Fan Shang-ren menginjak pantai, Xin Jie membalikkan perahu itu dan dengan cepat berlayar ke arah Wu Ji Dao.
Pin Fan Shang-ren baru mendarat di Xiao-ji-dao, perahu Heng-he San-fu telah mendekat, terlihat Heng-he San-fu terus mengibarkan lengan baju mereka, berkat tenaga dalam mereka, perahu besar itu melaju dengan cepat, tidak lama kemudian mereka pun turun ke darat.
Pin Fan Shang-ren bersiul, lalu tertawa.
"Sambutlah seranganku!"
Dia melihat Heng-he San-fu berada di atas dan dengan cepat dia menyerang mereka.
Kepalan tangan yang dilancarkan sangat dahsyat, angin kencang terus menyerang ketiga orang itu, karena masih berada di tengah udara, mereka berteriak.
Biksu berambut panjang terlihat marah, dia mengeluarkan kepalannya dan menyerang Pin Fan Shang-ren, Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak, serangan1144 pukulannya ditarik, begitu datang serangan dari biksu itu, kepalan kirinya telah dikeluarkan, jurus yang dipakai adalah keras melawan keras!
Karena biksu berambut panjang itu masih berada di tengah udara, kekuatan keras melawan keras membuatnyanya harus bersalto di tengah udara, kemudian dia pun mendarat di laut, tapi Pin Fan Shang-ren masih tampak kokoh seperti Tai Shan, hanya terlihat lengan bajunya sedikit berkibar.
Tiba-tiba dari perahu besar itu tampak sebuah papan dilempar dan jatuh tepat di bawah kaki biksu berambut panjang.
Begitu meloncat biksu itu telah berdiri di atas papan kemudian meloncat ke darat.
Lalu bayangan seseorang berlari keluar dari perahu.
Melihat dandanannya dia adalah Jinlul yang pernah bertarung di Gui Shan.
Pukulan Pin Fan Shang-ren berhasil mengalahkan salah satu dari Heng-he San-fu, dia tertawa dan berlari ke tengah pulau.
Heng-he San-fu pernah menyaksikan sendiri bagaimana hebatnya ilmu dari biksu Da-ji-dao, mereka tahu kalau bertarung masing-masing, mereka tidak akan bisa menang.
Sekarang mereka berempat telah1145 bergabung, mereka tidak ragu lagi dan mengejar hungga ke Da JiDao.
Pin Fan Shang-ren memang kuat, tapi kalau satu melawan tiga, dia pasti tidak akan bisa menang, maka dia pun memancing mereka ke Xiao-ji-dao.
Dia ingin bergabung dengan Guru Hui melawan mereka, karena itu Pin Fan Shang-ren telah berlari ke arah formasi 'Gui Yuan'.
Kecepatan lari Heng-he San-fu cukup kencang, Pin Fan Shang-ren baru saja masuk ke formasi bebatuan itu, mereka telah tiba di sana, sebenarnya Heng-he San-fu datang ke Zhong Yuan hanya ingin bertemu dengan pemuda yang telah mengalahkan murid mereka, tapi mereka malah bertemu dengan pesilat tangguh, apalagi tenaga dalam Pin Fan Shang-ren berada di atas mereka bertiga.
Karena mereka tidak bisa menerima keadaan ini maka rencana pun berubah.
Dan mereka bertiga sepakat untuk bertarung dengan Pin Fan Shang-ren.
Pandangan Heng-he San-fu sangat luas, begitu melihat letak bebatuan itu, mereka tahu kalau itu adalah susunan sebuah formasi, tapi mereka tidak tahu nama1146 formasi itu, karena mereka sangat sombong mereka tidak merasa takut, mereka memasuki formasi itu.
Jinlul pun ikut masuk.
Pin Fan Shang-ren pernah terkurung oleh formasi ini selama 10 tahun, karena petunjuk Xin Jie akhinnya dia berhasil keluar dari formasi ini.
Dia masih ingat jalan keluar dari formasi ini.
Berbelok ke kiri lalu ke kanan, dan dia telah keluar dari formasi itu.
Tapi keempat orang itu masih berputar-putar dalam formasi, kelihatannya mereka telah terjebak.
Hal ini membuat Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
Formasi Gui Yuan, selama 10 tahun Pin Fan Shang-ren tidak sanggup memecahkannya.
Heng-he San-fu mempunyai ilmu begitu tinggi, tapi tetap saja mereka terjebak di sana.
Pin Fan Shang-ren melihat ada orang yang terjebak seperti dirinya, dia merasa senang dan tertawa terbahak-bahak, kemudian dia berlari memasuki pulau dan mencari Guru Hui supaya Guru Hui bersedia membantunya menahan musuh.
Luas Xiao-ji-dao sekitar 10 kilometer persegi, sebentar saja dia telah berada di1147 tengah pulau, lalu pergi ke rumah Guru Hui.
Tapi Guru Hui tidak ada di sana, dia merasa kecewa, sekaligus cemas dan kaget.
Keinginan Pin Fan Shang-ren telah bulat, dia selalu bertaruh dengan Guru Hui merebut kemenangan.
Biasanya dia selalu menganggap kalau ilmunya yang paling tinggi.
Sekarang dengan datangnya 3 pesilat lain negara, dan ilmu silat mereka tidak berbeda jauh dengannya.
Selain itu mereka selalu mengatakan ingin mencaplok dunia persilatan Zhong Yuan.
Ilmu silat Pin Fan Shang-ren adalah ilmu silat Zhong Yuan, mana mungkin dia akan mengijinkan bangsa lain berpikiran tidak masuk akal seperti itu?
Apalagi Pin Fan Shang-ren mempunyai sifat selalu ingin menang, maka dia pun terpikir untuk mengumpulkan 'Hai Wai San Xian' dan bertarung dengan 'Heng-he San-fu'.
Dia ingin tahu apakah yang menang adalah ilmu silat Zhong Yuan atau ilmu silat bangsa asing?
Dia berencana seperti itu, tapi Guru Hui saat itu tidak berada di gunung.
Dengan ilmunya sendiri dia tidak akan sanggup melawa tiga orang India itu.
Kalau dia tidak bisa melawan Heng-he San-fu, maka1148 ilmu silat Zhong Yuan akan dikuasai oleh bangsa lain.
Dia tidak berpikir kalau saat itu Heng-he San-fu telah terjebak dalam formasi Gui Yuan, dia bisa saja lari dari sana, tapi dia sama sekali tidak berpikir sampai sana.
Dia membalikkan tubuh dan pergi.
Tiba-tiba....
Terdengar suara DUG, seperti ada benda berat terjatuh, sepertinya pulau kecil itu pun ikut bergetar.
Pin Fan Shang-ren terkejut, dia tahu kalau Heng-he San-fu tidak bisa keluar dari formasi itu, lalu mereka menggunakan tenaga mereka mendorong bebatuan itu hingga terjatuh.
Sewaktu dia terkurung, dia pun pernah mendorong batu-batu besar itu, dia tahu kalau tenaga untuk merusak formasi batu itu akan menguras tenaga dalam, dan tenaga dalamnya yang telah berusia 60 tahun akan hilang.
Kelihatannya Heng-he San-fu berniat melakukan hal yang sama, hanya saja mereka bertiga bersama-sama mendorong, itu akan meringankan tenaga yang keluar, mereka akan dengan mudah menghancurkan formasi kuno itu.1149 Formasi kuno itu disusun oleh Guru Hui dengan susah payah, dia membawa musuh masuk ke dalam formasi dengan tujuan menjebak mereka, kalau formasi itu dihancurkan oleh musuh itu akan membuat Pin Fan Shang-ren merasa tidak enak kepada Guru Hui.
Maka dia pun segera terbang dan mendarat di depan formasi itu.
Heng-he San-fu sedang bersiap-siap bergabung untuk menghancurkan batu kedua, Pin Fan Shang-ren segera berteriak.
"Kalau kalian sanggup, keluarlah dari formasi ini.... Salah satu dari Heng-he San-fu adalah guru Jinlul, dia tertawa terbahak-bahak.
"Kami lihat formasi ini sangat aneh, jujur bicara, formasi seperti ini tidak membuat kami takut...."
Dia bicara dengan bahasa Han yang kaku, tidak seperti muridnya Jinlul yang lebih fasih berbahasa Han. Tiba-tiba dari balik formasi itu ada seseorang yang berkata.
"Sombong sekali, coba kau lakukan kalau bisa!"
Heng-he San-fu terkejut, dengan kemampuan mereka, daun yang terjatuh dari jarak 30 meter pun bisa terdengar, sekarang1150 ada seseorang yang berjalan mendekat, mereka sama sekali tidak merasakannya, ilmu meringankan tubuhnya benar-benar sangat hebat.
Pin Fan Shang-ren tahu kalau yang datang adalah Guru Hui, dengan gembira dia berteriak.
"Biksuni tua, cepatlah, kau datang tepat pada waktunya...."
Guru Hui yang berada di balik batu tertawa dingin, hanya dalam waktu sekejap Guru Hui telah berada di depan Pin Fan Shang-ren.
Gerakan Guru Hui sangat aneh, ketiga biksu itu tidak melihat bagaimana Guru Hui bisa melewati mereka, ketiga biksu itu benar-benar terkejut.
Ternyata di dunia ini ada ilmu meringankan tubuh seperti itu, Pin Fan Shang-ren melihat reaksi mereka, diam-diam dia tertawa.
"Ji Mo Bu Fa milik biksuni tua ini di dunia ini tiada duanya, dan memang sangat aneh, jangankan Heng-he San-fu, aku sendiri pun kalah darinya!"
Guru Hui mendekati Pin Fan Shang-ren dan bertanya.
"Biksu bau, mengapa kau membuat keributan di sini?"
Pin Fan Shang-ren tahu kalau Guru Hui saat ini sedang marah dan ini bukan1151 pertanda baik, dia malah tertawa terbahak-bahak dan dengan serius menjawab.
"Biasanya biksuni jarang keluar, dan kau juga tidak mau tahu apa yang telah terjadi pada dunia persilatan bukan? Tapi hari ini mau tidak mau kau harus keluar untuk melihatnya...."
Dia bercerita tentang Heng-he San-fu berikut juga tentang muridnya, mereka berniat menguasai Zhong Yuan, melihat Pin Fan Shang-ren begitu serius, Guru Hui menekan amarah yang berkobar di hatinya.
Pin Fan Shang-ren melihat wajah Guru Hui seperti tidak percaya, dia mulai marah.
"Seumur hidupnya Biksu Pin Fan tidak pernah meminta tolong kepada siapa pun, hari ini demi kebaikan semua orang, aku dengan rendah hati meminta bantuan kepada biksuni tua, kalau kau tidak setuju, tidak apa, tapi setidaknya kau harus percaya padaku, masa aku berbohong padamu?"
Semakin dipikir dia semakin marah, tapi Guru Hui sampai saat itu belum mengambil keputusan apa pun, lalu Pin Fan Shang-ren tertawa dingin dan berkata.
"Tidak disangka, ketua Xiao-ji-dao adalah seorang penakut!"
Guru Hui marah dan berkata.
"Siapa1152 bilang aku takut? Aku harus mencari tahu dulu!"
Pin Fan Shang-ren tertawa sinis.
"Orang-orang itu telah menginjak-injak kepala 'Hai Wan San Xian', kau masih tidak mengerti...."
Guru Hui hanya tertawa dingin, karena Guru Hui hanya bereaksi seperti itu, maka Pin Fan Shang-ren mulai emosi, dan berkata.
"Kau kira aku tidak bisa mengalahkan mereka maka datang ke sini meminta bantuan kepadamu, begitu?"
"Kalau kau memang bisa, mengapa kau tidak seorang diri melawan mereka?"
Tanya Guru Hui. Kemudian dia menyambung lagi.
"Tenaga dalam mereka saat mendorong batu besar tadi sangat hebat, apakah kau yakin kau seorang diri bisa melawan mereka bertiga?"
Pin Fan Shang-ren berpikir.
"Aku memang tidak bisa melawan mereka."
Tapi bibirnya tetap keras dan berkata.
"Kalau aku memang bisa, lalu kenapa? Biksuni tidak mau ikut campur, lebih baik aku mencari Wu Hen-sheng."
Dia membalikkan tubuh berpura-pura1153 akan pergi dari sana, tiba-tiba Guru Hui berkata.
"Nanti dulu...."
Begitu Pin Fan Shang-ren membalikkan tubuh, dia berkata.
"Biksu bau, dulu kau telah membuatku marah dan kau juga selalu mengajakku bertarung, mulai hari ini kita lupakan saja...."
Kata-kata Guru Hui sudah dapat ditebak Pin Fan Shang-ren, dia yakin Guru Hui akan setuju dengan ajakannya, dia tersenyum dan berkata.
"Biksuni telah mengurungku selama 10 tahun, aku pun akan melupakan dendam itu"
Tiba-tiba Guru Hui mengulurkan tangannya.
Awalnya Pin Fan Shang-ren hanya terpana, tapi tidak lama kemudian dia pun mengerti, dia juga mengulurkan tangan kanannya dan dengan ringan menepuk-nepuk tangan Guru Hui, dia tertawa dan berkata.
"Inijanji seorang laki-laki...."
Guru Hui menjawab.
"Janji seorang laki-laki harus bisa dipegang...."
Orang-orang yang terjebak dalam formasi itu melihat mereka tidak habis-habisnya bicara, seperti tidak menganggap mereka sama sekali, mereka menjadi marah. Jinlul membentak.
"Hei, apakah kalian kira1154 kami tidak bisa keluar dari sini!"
Guru Hui tidak meladeni ucapan mereka, yang menjawab malah Pin Fan Shang-ren.
"Kalau memang betul, lalu kenapa?"
Salah satu biksu berbaju merah adalah guru Jinlul, dia berkata.
"Kami akan menggulingkan semua batu yang ada di sini...."
Pin Fan Shang-ren menjawab dengan dingin.
"Kalian boleh mencobanya!"
Ketiga biksu itu tidak sungkan lagi, dengan menggabungkan tenaga dalam, mereka bertiga segera mendorong sebuah batu besar, tiba-tiba Pin Fan Shang-ren mengeluarkan kepalannya dan memukul mereka.
Ilmu kepalan itu adalah ilmu 'Bai Bu Shan Quan', Pin Fan Shang-ren mengeluarkan kepalannya dengan ringan, tapi tenaga yang keluar mengandung kekuatan besar.
'Heng-he San-fu' tertawa dingin, mereka mengalihkan tenaga yang tadinya mendorong batu beralih kepada Pin Fan Shang-ren.
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren menarik kembali tenaga yang tadinya akan1155 dikeluarkan, ilmunya memang tinggi, dia bisa mengeluarkan atau menarik kembali tenaganya sesuai dengan keinginannya.
Pukulan dari kepalan sengaja diarahkan ke tanah kosong, di sana tidak ada batu besar, ketiga biksu itu berniat menarik kembali tenaga kepalan mereka, tapi sudah tidak keburu, mereka terpaksa memukul ke bawah.
Tanah disana kering dan berdebu menyebabkan debu beterbangan ke mana-mana karena hempasan tenaga kepalan tiga biksu itu, dari sana terlihat kalau tenaga mereka bertiga sangat dahsyat.
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak, bercampur dengan suara amarah dari 'Heng-he San-fu' membuat suasana Xiao-ji-dao terdengar kacau.
Guru Hui melihat formasi yang dibangunnya dengan susah payah dihancurkan begitu saja oleh ketiga biksu India itu.
Dia menjadi marah, tiba-tiba saja dia sudah meloncat ke atas sebuah batu dan berkata.
"Naiklah!" 'Heng-he San-fu' marah dan mereka bertiga naik ke atas batu itu. Hanya Jinlul yang masih berada di bawah, saat itu juga1156 Pin Fan Shang-ren meloncat ke atas batu dan berkata.
"Kita bertarung di atas batu!" 'Heng-he San-fu' yang merasa marah, mereka tidak menjawab tapi mereka sudah memasang kuda-kuda dan siap bertarung! Sementara itu setelah Xin Jie mengantar Pin Fan Shang-ren ke Xiao-ji-dao, dengan kecepatan tinggi dia mendayung ke Wu Ji Dao, letak Wu Ji Dao tidak jauh dari Xiao-ji-dao, hanya membutuhkan waktu 5-6 jam perjalanan. Xin Jie tahu hal ini sangat penting dan menyangkut nama baik dunia persilatan Zhong Yuan maka dia pun dengan sepenuh hati mendayung supaya bisa segera tiba di Wu Ji Dao. Cuaca saat itu sangat bagus, sinar matahari menyinari permukaan laut dan tampak berkilau, di kejauhan tampak laut seperti menyambung dengan langit, langit berwarna biru dan terang, kadang-kadang laut bergerak, membawa udara asin, perahu kecil Xin Jie dengan cepat melaju. Gelombang laut tidak begitu besar, terasa angin berhembus sepoi-sepoi, kadang-kadang gelombang sedikit besar. Air laut berwarna biru tua, langit berwarna biru muda, kedua tempat itu1157 seperti tidak berbatas, ditambah dengan cuaca cerah dan tidak berawan, membuat hati siapa pun merasa santai dan menikmatinya. Kadang-kadang terlihat burung laut terbang melewatinya. Mereka terlihat tenang dan terbang dengan perlahan. Posisi terbang mereka sangt indah, dan suasana yang tercipta begitu damai. Xin Jie dengan sekuat tenaga mendayung, membuat perahu bergerak seperti panah yang terlepas dari busurnya, ditambah dengan angin yang berhembus searah dengan laju perahu, menambah kecepatan perahu itu. Tidak lama kemudian terlihat ada bayangan yang tidak terlalu jelas, mungkin yang ada di depan sana adalah Wu Ji Dao. Letak Hai Wai San Xian adalah sebagai berikut, Da-ji-dao berada di paling depan, kedua adalah Xiao-ji-dao, dan Wu Ji Dao berada di urutan ketiga. Dan pulau yang terluas adalah Wu Ji Dao, letak pulaunya sangat strategis. Ketiga pulau ini membentuk posisi segitiga. Semakin mendekati bayangan itu Xin Jie bisa melihat dengan jelas kalau itu memang Wu Ji Dao. Perahu berjalan perlahan, gelombang semakin besar, mungkin1158 karena perahu mulai mendekati daratan. Sisi pulau ditumbuhi dengan pohon dan pohon-pohon itu tertata rapi, semua itu disusun oleh tangan manusia. Di bawah pohon terlihat jalan menuju ketengah pulau. Setelah turun dari perahunya, yang ada di sana hanya tampak pasir, gelombang lebih besar di sisi pulau dibandingkan saat di laut. Begitu dia mendaratkan kakinya di pulau itu, dia mulai menyusuri jalan itu. Xin Jie tidak menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Dia berjalan pelan-pelan, setelah tiba di ujung jalan, dia berbelok ke kiri. Pohon yang ada di sisi jalan mulai terlihat jarang, tapi di antara pepohonan banyak ditanami bunga dan rumput liar. Dari jauh terlihat warna merah, kuning, juga hijau. Semua sangat indah. Xin Jie pernah singgah di Da-ji-dao dan Xiao-ji-dao, ketua dari dua pulau itu adalah pesilat tangguh. Tapi keadaan di sana sangat berbeda dengan di sini. Xiao-ji-dao gersang dan banyak bebatuan, apalagi Da-ji-dao, di sana sangat kacau balau, hanya Wu Ji Dao yang tertata rapi. Di depan mata tampak hijaunya pohon1159 dan rumput, langit berwarna biru, menambah indah pemandangan pulau itu. Wu Ji Dao sangat luas, berjalan menyusuri jalan yang panjangnya satu kilometer baru tiba di ujung jalan. Di sana ada sebuah rumah, mungkin itu adalah tempat tinggal ketua Wu Ji Dao. Xin Jie membereskan bajunya kemudian berteriak ke arah rumah itu.
"Angkatan muda Xin Jie mohon mengunjungi Tetua Wu Hen-sheng, ada perlu ingin meminta...."
Tapi rumah itu tetap sepi, seperti tidak ada penghuninya.
Xin Jie berjalan mendekati rumah, berputar melewati semak-semak, baru tiba di depan rumah.
Xin Jie terkejut melihat keadaan di sana.
Ternyata ketua Wu Ji Dao mempunyai cita rasa seni yang tinggi.
Selama dia tinggal di Wu Ji Dao dia pasti telah menghabiskan waktunya menata Wu Ji Dao.
Rumah terlihat bersih walaupun sederhana.
Sepanjang jalan di pulau itu ditanami bunga, rumput, dan pohon.
Begitu memasuki tengah pulau keadaan di sana berbeda lagi.
Ada sebuah rumah kuno sederhana, didirikan di hamparan sebuah padang rumput1160 berwarna hijau, tidak ada bunga di sana, sebuah jalan kecil menyambung ke sebuah jalan besar.
Jalan kecil itu rata walau berkelok-kelok.
Di bagian timur ada sebuah sungai kecil, menurut perkiraan Xin Jie, sepertinya Wu Hen-sheng menaikkan permukaan air laut, karena kelihatannya sungai itu pun buatan manusia.
Lebar sungai sekitar 20-30 meter.
Air mengalir dengan tenang.
Di tengah sungai terlihat sebuah jembatan.
Suasana di sana begitu tenang dan indah, Xin Jie merasa hatinya menjadi sejuk.
Jarak dari sini ke pantai sangat jauh, tidak terdengar suara ombak yang terus memukul ke arah bibir pantai.
Di sekeliling tempat itu sangat sepi, seperti tidak ada siapa pun di sana.
Xin Jie tenggelam dalam suasana indah, sejak kecil dia selalu ikut dengan Mei Shan-ming, otomatis dia pun mempunyai cita rasa seni.
Melihat keadaan di sini dia merasa....
Tiba-tiba terdengar ada sesuatu yang berbunyi.
"Bocah tengik, kau berani datang ke pulau ini...." 1161 Dengan cepat Xin Jie membalikkan tubuh, dia melihat ketua Wu Ji Dao, Wu Hen-sheng berdiri di belakangnya. Kali ini Xin Jie datang ke Wu Ji Dao tidak lain adalah ingin meminta bantuan kepada Wu Hen-sheng. Begitu melihat Wu Hen-sheng berdiri di sana, dia merasa senang. Baru saja dia akan bicara, Wu Hen-sheng sudah mendahului-nya.
"ManaZhang Qing?"
Xin Jie terpaku tidak menjawab. Wu Hen-sheng membentak.
"Kau.... kau.... Hhhh!"
Karena marah Wu Hen-sheng sampai tidak bisa bicara. Xin Jie bertanya dengan bingung.
"Zhang Qing? Apakah yang Tetua maksud adalah putri Tetua?"
Wu Hen-sheng mengangguk, wajahnya terlihat pucat. Hati Xin Jie bergetar, dan bertanya dengan cemas.
"Bukankah dia ada di sini?"
Wu Hen-sheng menjawab dengan dingin.
"10 hari yang lalu, dia ribut ingin pergi mencarimu, sampai sekarang dia belum kembali...."
Xin Jie mendengar Zhang Qing berniat1162 mencarinya, dia merasa senang, tapi begitu memikirkan kalau Zhang Qing seorang gadis polos dan tidak berpengalaman di dunia persilatan, dia pun merasa cemas, dia berteriak.
"Selama beberapa hari ini aku terus berkelana, kemana dia akan mencariku...."
"Dia mengatakan akan pergi ke Zhong Yuan, QingEr masih kecil dan polos...."
Xin Jie menjawab.
"Aku sudah memikirkan hal ini, tapi sekarang ada hal yang lebih penting lagi, setelah masalah ini beres aku akan segera mencarinya, walaupun harus sampai ke pelosok dunia...."
Wu Hen-sheng melihat sepertinya Xin Jie tidak mencemaskan putrinya yang hilang, dan masih berani mengatakan setelah membereskan suatu masalah penting baru mencari Qing Er, dia telah mengambil keputusan kalau Xin Jie sudah tidak peduli lagi kepada putrinya, ternyata cinta putrinya hanya bertepuk sebelah tangan.
Semakin Wu Hen-sheng berpikir, dia semakin marah kemudian dia meraung, dia ingin sekali memukul Xin Jie dan berniat membunuh Xin Jie, tiba-tiba dia berpikir.
"Kalau aku memukulnya hingga mati, Qing1163 Er akan merasa sangat sedih, dan dia akan membenciku seumur hidup, hal ini tidak boleh terjadi...."
Dia membentak.
"Baiklah, bocah tengik! Aku akan mengusirmu dari pulau ini, dalam hitungan ketiga kau sudah harus keluar dari pulau ini, dan selamanya jangan muncul lagi di hadapanku...."
Xin Jie terpana tidak bisa menjawab.
"Satu.... dua...."
Wu Hen-sheng mulai berhitung. Xin Jie berteriak.
"Tunggu dulu, Tetua! Kalau aku tidak mempunyai hal penting, aku pasti tidak akan ke sini, dan hal ini menyangkut dunia persilatan Zhong Yu an...."
Xin Jie telah berkata seperti itu, dia berharap Wu Hen-sheng akan menanyakan hal penting seperti apa yang menyebabkan Xin Jie terpaksa datang ke Wu Ji Dao.
Tapi karena Wu Hen-sheng sedang marah besar, dia sama sekali tidak mendengar perkataan Xin Jie, dia tetap dingin melanjutkan berhitung.
"Tiga...."
Kemudian berkata lagi.
"Baiklah, ternyata kau sama sekali tidak mendengar apa yang kukatakan, aku akan mengusirmu dari pulau ini...." 1164 Dia menyerang Xin Jie dengan kepalannya. Xin Jie berdiri tegak, tidak bergerak sama sekali, hal ini membuat Wu Hen-sheng semakin gencar memukul, dia membentak.
"Bocah tengik, balas seranganku!"
Xin Jie berkata dengan suara besar.
"Mengenai ilmu silat, kemampuanku hanya sepersepuluh dari ilmu silat Tetua, tapi kalau Tetua dengan kehebatan ilmu silat berusaha menekanku, terpaksa aku akan mencoba menahannya!"
Xin Jie memang sombong, dia tidak pernah mau ditekan oleh siapa pun, sekarang karena Pin Fan Shang-ren berada di Xiao-ji-dao dan menginginkan Wu Hen-sheng datang membantunya, hal ini sangat penting, maka dia pun mencoba untuk bersabar.
Tapi karena putri kesayangan menghilang, Wu Hen-sheng kebingungan dan tidak memberikan kesempatan kepada Xin Jie untuk membela diri.
Xin Jie bukan orang lemah, begitu keluar kata-kata pembelaam dia sama sekali tidak menyesalinya, malah merasa beban di hatinya berkurang.
Wu Hen-sheng tidak menyangka kalau Xin Jie berani membantahnya, dia terpana1165 lalu berkata.
"Bocah tengik, kau memang bukan orang yang mudah ditekan, tapi kalau kau berani melawanku, kau harus berlatih lagi 10-20 tahun...."
Dia tertawa meremehkan.
Dari nada bicara Wu Hen-sheng terdengar kalau dia tidak memandang ilmu silat Xin Jie, tapi karena Xin Jie sadar kemarin ini begitu bertarung dengan Wu Hen-sheng dia langsung tertangkap, terlihat kalau dia menghina ilmu silat Paman Mei.
Karena itu Xin Jie marah dan dengan dingin berkata.
"Aku rasa tidak perlu membutuh-kan waktu begitu lama...."
Dia tertawa sinis. Wu Hen-sheng marah membentak.
"Kau boleh mencobanya...."
Wu Hen-sheng telah bergerak dan mengurung kepala Xin Jie dengan serangan tajam.
Melihat tangan Wu Hen-sheng membawa jurus tajam, Xin Jie yang sudah berpengalaman karena dulu pernah tertangkap oleh jurus ini mulai memasang kuda-kuda.
Jurus itu adalah jurus andalan ketua Wu Ji Dao, satu kali pernah tertipu, dia tidak akan terjebak oleh tipuan yang sama.
Apalagi ilmu silatnya terus meningkat1166 dan Pin Fan Shang-ren telah mengajarkan ilmu silat untuk menangkal ilmu silat Wu Hen-sheng.
Karena itu gerakannya pun tidak terburu-buru, kedua kakinya sedikit dibengkokkan, begitu kedua telapak tangan Wu Hen-sheng menghampirinya, dia baru berputar ke kiri dengan kekuatan penuh.
Wu Hen-sheng tertawa dingin, kedua telapak tangannya terpisah, dia menyerang lagi.
Xin Jie tampak tenang, dia memang menginginkan jurus itu keluar, tiba-tiba kedua telapaknya dibalikkan menghadap ke atas, kesepuluh jarinya sedikit melayang, tangan kirinya digoyangkan, tangan kanannya ikut masuk.
Ini adalah jurus-jurus yang diajarkan oleh Pin Fan Shang-ren kepada Xin Jie, jurus ini diajarkan untuk memecahkan jurus-jurus Wu Hen-sheng.
Tadinya Wu Hen-sheng mengira dengan satu kali pukul, langsung mengenai sasaran, tapi jurus yang dikeluarkan Xin Jie begitu aneh, jurus-jurus itu sepertinya sangat tepat memecah-kan semua ilmu silatnya, dia mulai terkejut.
Tangan kiri dan kanan Xin Jie tampak aneh, yang satu digoyangkan yang satu1167 dijulurkan, segera bisa mencairkan serangan dari Wu He Shang yang dilancarkan dari semua penjuru.
Xin Jie tahu kalau Wu Hen-sheng akan mengeluarkan jurus membunuh, maka Xin Jie tidak berani bertarung lama-lama, dia terus mundur, sambil melayangkan tangan kanannya.
"Huh!"
Karena jurus-jurus Wu Hen-sheng meleset, dia menarik tubuhnya ke belakang untuk menghindari serangan kepalan Xin Jie, Xin Jie pun mundur menjauh dari tempat itu dan berdiri di sana.
Semenjak Xin Jie berkelana di dunia persilatan ilmunya maju pesat, apalagi beberapa saat lalu ilmu silat Xin Jie telah mencapai puncaknya.
Gou Lou Yi Guai yang hebat pun, kalah di tangannya, tapi Wu Hen-sheng adalah salah satu dari Hai Wai San Xian, Xin Jie sadar kemampunannya masih jauh di bawah Wu Hen-sheng, karena itu dia tidak ingin bertarung dengannya, tapi Wu Hen-sheng terus mendesaknya.
Wu Hen-sheng memang membenci Xin Jie, otomatis jurus-jurus yang dikeluarkan sangat dahsyat.
Kelihatannya tenaga yang1168 dikeluarkan telah mencapai 70%.
Xin Jie tidak berani menyambut jurus Wu Hen-sheng, dia mundur beberapa meter.
Sewaktu dia akan bicara, tampak Wu Hen-sheng mengibaskan lengan bajunya dan sudah berada di depan Xin Jie.
"Tetua, silaukan dengar dulu...."
Tapi tenaga Wu Hen-sheng telah berada di depan dadanya, terpaksa Xin Jie mendorong kedua telapak tangannya....
Terdengar suara HU!
Tenaga ketua Wu Ji Dao disambutnya semua, karena Xin Jie telah mengerahkan seluruh tenaganya, dia tidak bisa menahannya lalu dia terjatuh ke depan....
Tangan Wu Hen-sheng hampir memukul punggung Xin Jie, dengan cepat dia menarik kembali sebagian tenaganya.
Xin Jie merasa punggunguya ada yang menekan, bebannya seberat gunung.
Tubuhnya condong ke pinggir, kedua telapaknya dibuka, yang satu dikeataskan, yang satu di arahkan kebawah.
Tangan yang berada di atas untuk menyambut tenaga Wu Hen-sheng yang menekannya, sedangkan tangan yang berada di bawah bertujuan menekan tanah.
Kemudian seperti sebuah anak panah dia1169 meluncur ke sisi.
Hal ini membuat Wu Hen-sheng bertambah marah, kedua telapaknya dibalikkan, dia seperti seekor burung elang terus menukik ke bawah....
Ilmu silat Xin Jie masih berada jauh di bawah Wu Hen-sheng, dia merasa cemas, tapi dia tidak bisa membuka mulut untuk bicara.
Dia terpaksa berputar-putar menghindari Wu Hen-sheng.
Setelah lewat 3 jurus, dia teringat pada Pin Fan Shang-ren yang masih berada di Xiao-ji-dao.
Hati Xin Jie seperti terbakar kobaran api, dia bersiul panjang, lalu dia pun mundur.
Kali ini ketua Wu Ji Dao tidak mengejarnya, Xin Jie terengah-engah berkata.
"Ketua, jangan marah dulu, kali ini aku datang ke sini karena diperintah oleh Pin Fan Shang-ren, beliau mengundang Ketua untuk datang ke Xiao-ji-dao. Ada hal yang beliau ingin rundingkan denganmu, begitu pula dengan Guru Hui...."
Dengan dingin Wu Hen-sheng membentak.
"Apa itu Pin Fan, Guru Hui, apakah nama Hai Wai San Xian pantas kau sebut-sebut?"
Xin Jie terpaku dan berpikir.
"Dia1170 pasti tidak percaya pada semua omonganku...."
Terdengar suara TING!
Xin Jie terpaksa mengeluarkan pedangnya, menggoyang tubuhnya, pedang dikeluarkan dengan miring.
Ujung pedang mengeluarkan suara CES, CES, bayangan pedang menutupi tempat itu.
Kedua kakinya bergerak ke depan dan ke belakang, lalu berputar.
Pedang Xin Jie telah mengeluarkan serangannya.
Ilmu pedang yang dikeluarkan Xin Jie adalah ilmu 'Da Yan Shi Shi', dan saat dia memutar kakinya, Xin Jie menggunakan jurus 'Ji Mo Bu Fa' yang diajarkan oleh Guru Hui, hal ini membuat Wu Hen-sheng terkejut!
Karena di dunia ini yang memiliki dua ilmu tertinggi hanya Xin Jie!
Sewaktu Wu Hen-sheng bertarung dengan Yu Gu-mo, dia pernah melihat Xin Jie menggunakan langkah 'Ji Mo Bu Fa'.
Waktu itu dia masih tidak terlalu percaya dengan penglihatannya.
Karena dia tahu sifat aneh Guru Hui, tapi kali ini Xin Jie melakukan langkah-langkah 'Ji Mo Bu Fa' dan ilmu pedangnya benar-benar mengeluarkan jurus 'DaYan Shi Shi'.
Tapi Wu Hen-sheng malah tertawa1171 dingin.
"Bocah, kau bisa menipu dua orang itu dengan kata-kata manismu, tapi kau tidak akan bisa membohongiku."
Xin Jie mulai marah tapi teringat pada tugas utamanya ke sini, dia menekan kemarahannya, dan memikirkan dengan cara apa Wu Hen-sheng percaya kepadanya dan mau pergi ke Xiao-ji-dao.
Xin Jie adalah berotak encer, segera dia bisa menemukan sebuah cara untuk membuat Wu Hen-sheng marah....
Karena itu Xin Jie tertawa terbahak-bahak, suaranya sangat besar.
"Bocah, kau menertawakan apa?"
Xin Jie tidak meladeninya, malah bicara sendiri.
"Hhhh! Ternyata Shi Wai San Xian hanya namanya saja yang terkenal...."
"Kau mengatakan apa?"
Wu Hen-sheng marah.
"Yang aku maksud adalah seseorang, ilmu silatnya lebih hebat darimu...."
Wu Hen-sheng tahu dengan cara ini Xin Jie berusaha membuatnya marah, tapi dia sudah tidak tahan dan bertanya.
"Siapa dia? Dia ada di mana?"
"Memberitahumu pun rasanya percuma1172 saja, karena kau tidak berani pergi ke sana...."
Kata-kata Xin Jie membuat Wu Hen-sheng marah, dia membentak.
"Katakan dia ada di mana?"
"Aku berani bertaruh, kau pasti akan kalah darinya."
"Baiklah, aku akan mengatakannya padamu. Sekarang orang itu ada di Xiao-ji-dao, aku berani bertaruh...."
"Kalau tebakanmu salah, bagaimana?"
Mata Xin Jie berkedip, dia mendapatkan sebuah ide, dia pun balas berteriak.
"Kalau aku salah, aku akan bertanggung jawab mencari Qing Er.... Aku bersahabat dengan Gai-bang, saudara-saudara Gai-bang tersebar di mana-mana, mereka pasti bisa membantuku mencarinya!"
Sebenarnya dalam hatinya dia berpikir.
"Tanpa bertaruh pun aku pasti akan tetap mencari Qing Er!"
Mendengar Xin Jie akan bertanggung jawab, Wu Hen-sheng berkata.
"Baiklah, kalau aku kalah...."
Xin Jie tahu tahu kalau Wu Hen-sheng menganggap kalau dia adalah orang yang licik, maka dengan sengaja dia tertawa1173 licik.
"Kalau Ketua kalah, aku akan meminta petunjuk dari Ketua!"
Wu Hen-sheng percaya dan berpikir.
"Pin Fan dan Guru Hui pasti telah terkena tipuannya, dan mereka mengajarkan ilmu mereka kepada bocah ini.... Hhhh...."
"Baiklah, aku setuju!"
Xin Jie berteriak.
"Janji seorang laki-laki...."
"Aku pasti akan menepati janji."
Ooo)*(ooO BAB 35 Bi Yu Duan Chang Pertarungan yang terjadi di Xiao-ji-dao semakin sengit, ketua Da-ji-dao dan ketua Xiao-ji-dao bergabung bertarung, tapi lawan mereka juga adalah pesilat tangguh.
Lima orang bertarung sengit, karena dari pihak lawan kelebihan satu orang, maka posisi mereka berada di atas angin.
Yang mending adalah ketua Xiao-ji-dao, dengan ilmu andalan....
Ji Mo Bu Fa, setiap kali menyerempet bahaya dia selalu bisa menghindar.
Sedangkan buat ketua Da-ji-dao, Pin Fan Shang-ren berbeda keadaannya, sifat dia aneh, dia ingin bertarung keras melawan keras dengan salah1174 satu Heng-he San-fu yang bernama Poloketa.
Sebenarnya ketua Da-ji-dao bisa membantu ketua Xiao-ji-dao dengan Ji Mo Bu Fa membunuh musuhnya, tapi karena setelah 3 kali menyerang tidak bisa membuat mereka mundur, maka ketua Da-ji-dao jadi marah, kedua kakinya berdiri kokoh di atas batu gunung.
Dia ingin bertarung keras melawan keras.
Karena Pin Fan Shang-ren sangat marah, maka serangan yang dilancarkan seperti angin badai, dalam sekejap 20 jurus lebih telah dilalui.
Tenaga dalam Pin Fan Shang-ren tetap berada di atas lawannya, Poloketa mulai merasakan tenaganya tidak sanggup melawan Pin Fan Shang-ren.
Karena pertarungan yang terjadi di antara mereka berdua sangat sengit, maka ketua Xiao-ji-dao memutuskan seorang diri akan menhadapi dua biksu India lainnya.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi dia terus menghindar dari serangan mereka.
Tapi kedua biksu India itu juga cerdik, berkali-kali membalikkan mereka membalikan tubuh untuk menyerang Pin Fan Shang-ren, membuat kedua ketua pulau itu bertambah lelah.1175 Pin Fan Shang-ren tetap dengan caranya, dia ingin bertarung keras melawan keras.
Guru Hui juga tidak ingin merobah cara bertarungnya, dia juga membantu Pin Fan Shang-ren.
Mereka berdua adalah Shi Wai San Xian, tapi keadaan mereka tetap berada di bawah angin.
Mereka berusaha mengimbangi ketiga biksu India itu.
Kondisi pertarungan terasa sangat berat, apalagi Jinlul yang berada di bawah batu besar itu teras menyaksikan mereka bertarung dengan mata melotot, siap membantu.
Semakin bertarung Pin Fan Shang-ren semakin marah, dia mulai bersiul panjang, kemudian kedua telapaknya digerakkan.
Berturut turut dia berhasil menangkis 10 jurus lebih serangan lawan dengan telapaknya, beberapa jurus itu Pin Fan Shang-ren melakukannnya dengan sepenuh hati, Poloketa menyambutnya dengan keras lawan keras, hampir saja Poloketa memuntahkan darah.
Pin Fan Shang-ren tertawa dingin, sebenarnya dalam hati dia pun merasa tegang, karena setelah menyerang sebanyak 10 jurus tadi, tenaga dalamnya tinggal separuh.1176 Jin Bo-sheng melihat tubuh kakak seperguruannya menjadi limbung, dia terkejut dan dengan cepat sudah berlari ke arah mereka.
Dia berniat menotok punggung Pin Fan Shang-ren.
Pin Fan Shang-ren tahu kedatangan Jin Bo-sheng dari suara angin bajunya, dia berdiri tegak, kedua lengan bajunya dikibaskan, kemudian dia mengeluarkan telapak tangan kiri dan kanannya, tanpa menoleh ke belakang jurus 'Shuang Chuang Zhang' sudah dilancarkan.
Jin Bo-sheng melihat Pin Fan Shang-ren dengan membelakangi menyerangnya, tubuhnya kokoh seperti Tai Shan.
Kedua telapaknya dilancarkan secepat kilat dan serangannya sangat tepat.
Semua gerakan ini tidak pernah dilihatnya, dengan melihat jurus ini, dia tahu kalau Pin Fan Shang-ren adalah pesilat tangguh, benar-benar membuat Jin Bo-sheng kagum karenanya.
Karena Poloketa menyambut langsung serangan Pin Fan Shang-ren, akhirnya dia terluka dalam, memang lukanya tidak berat, tapi tetap saja membuatnya marah, sekarang dia sedang mencoba mengatur nafasnya.1177 Kedua tangan Pin Fan Shang-ren sedang dijulurkan untuk menyerang lawannya.
Dia merasa kedua tangan musuh sedang membentuk sebuah lingkaran, lawannya pasti akan mengeluarkan serangan keras.
Dengan cepat dia menarik kembali tangan kirinya.
Dengan menggunakan tangan kanan yang telah dibalikkan, dia menepuk tapi tetap menggunakan jurus keras melawan keras.
Setelah tangan kiri yang ditarik, dengan cepat dia menjulurkan, lalu menarik kembali.
Di depan dan belakangnya sekarang ada musuh yang mengepung, Guru Hui melihat keadaan ini, dia terkejut karena Guru Hui tahu, Pin Fan Shang-ren berilmu silat tinggi tapi tetap saja tidak bisa melawan dua musuh kuat.
Karena itu Guru Hui meloncat dan hanya dalam waktu singkat dia melewati tubuh Pandenful.
Ini adalah jurus 'Ji Mo Bu Fa' dengan gerakan paling hebat.
Pandenful yang hebat melihat Guru Hui mendekatinya, langsung mengeluarkan dua pukulan, tapi kedua-duanya meleset.
Ilmu silat Guru Hui memang hebat, tapi tetap saja dia adalah seorang1178 perempuan.
Biasanya perempuan jarang beradau tenaga dalam dalam melawan jurus keras.
Tapi sekarang keadaan sudah sangat mendesak, jaraknya dengan Pin Fan Shang-ren masih ada 10 batu lebih, maka dia pun terpaksa mengeluarkan kedua kepalannya.
Dia menggunakan jurus 'Bai Bu Shen Quan'.
Guru Hui biasanya jarang menggunakan jurus ini, tapi sekarang pukulannya seperti gelombang terus menghantam secara bertubi-tubi.
Pukulan Guru Hui diarahkan ke Jin Bo-sheng, di hadapan Jin Bo-sheng ada Pin Fan Shang-ren sedang di belakangnya ada Guru Hui, karena itu dia terjepit di antara mereka.
Jin Bo-sheng membentak, tubuhnya dimiringkan ke sisi, tangan kirinya menyambut serangan Pin Fan Shang-ren, walaupun Pin Fan Shang-ren hanya menggunakan sebelah tangan tapi Jin Bo-sheng tetap merasakan seperti ada beban seberat ribuan kilogram yang menimpanya.
Tubuhnya limbung menahan serangan itu.
Jurus 'Bai Bu Shan Quan' segera akan mengenai punggung Jin Bo-sheng, tapi Guru Hui segera menarik kembali jurus ini1179 karena ketua Xiao-ji-dao ini tidak sudi dengan cara seperti ini menyerang musuhnya.
Melihat Pin Fan Shang-ren berhasil lolos dari bahaya maka dia pun hanya menepuk ke batu yang ada di hadapannya.
Tenaga ketua Xiao-ji-dao sangat besar, begitu dia memukul batu besar, batu itu hancur lebur.
Jurus ini adalah jurus Bai Bu Shen Quan, karena tenaganya diarahkan ke batu itu, maka batu besar yang kokoh pun hancur karenanya.
Jin Bo-sheng tidak bisa berdiri dengan tegak, dia terjatuh dari batu itu dan masuk kembali ke dalam formasi.
Pin Fan Shang-ren merasa tenaganya sudah tidak memadai, sekarang dia hanya menggunakan sebelah tangan beradu tenaga dalam dengan Poloketa, karena itu mereka berdua sama-sama tergetar.
Aliran darah Poloketa memang sudah tidak lancar, karena dia memaksakan diri melancarkan sebuah pukulan, lalu beradu dengan telapak tangan Pin Fan Shang-ren, jantungnya segera terasa panas.
Dia ingin membuat Pin Fan Shang-ren terjatuh dari1180 batu.
Pin Fan Shang-ren merasa tubuhnya pun mulai limbung, dia bersuara keras kemudian telapaknya secepat kilat memukul, tenaga yang dikerahkan sangat besar.
Tenaga besar ini memang aneh, dia bisa menahan tenaga yang dikeluarkan dari Poloketa, malah bisa membuat tenaga lawannya beralih ke pinggir.
Poleketa tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, dia terbawa berputar oleh tenaga ini.
Dia tidak bisa berdiri dengan tetap, dia mencoba bertahan dengan sekuat tenaga, supaya dia tidak terlempar jatuh dari batu.
Sebenarnya Pin Fan Shang-ren sedikit terkejut karena tenaga yang digunakan untuk menyerang keras melawan keras hampir terkuras habis.
Maka dia tidak berani bertindak ceroboh, dia duduk bersila di atas batu itu untuk mengatur nafas.
Sekarang lima orang di Xiao-ji-dao, hanya tinggal ketua Xiao-ji-dao dan Pandenful yang masih ada di atas batu.
Tiba-tiba tampak dua sosok terbang ke atas batu, setelah dilihat dengan teliti oleh Guru Hui, mereka adalah Jin Bo-sheng yang tadi terjatuh dan Jinlul.1181 Guru Hui tahu kalau Pin Fan Shang-ren telah kehabisan tenaga dan dia sedang mengatur nafas, paling cepat membutuhkan waktu setengah jam untuk memulihkan tenaganya.
Sekarang dia seorang diri harus melawan tiga orang biksu India itu.
Dengan Ji Mo Bu Fa dia masih bisa bertahan sebentar tapi selanjutnya dia tidak tahu, dia melihat Jin Bo-sheng tangan kirinya tampak terus diturunkan.
"Sepertinya hanya dia terluka ringan,"
Pikir Guru Hui.
"Pin Fan telah menyerangnya satu kali, dan dia bisa membuat kedua orang itu terluka, dia benar-benar hebat, apakah aku sendiri sanggup...."
Karena berpikir seperti itu, semangatnya jadi bertambah, dengan dingin dia berkata.
"Hei! Kelihatannya kau sudah terluka! Aku adalah ketua Xiao-ji-dao, aku menunggu...."
Kata-kata Guru Hui baru saja keluar, Jin Bo-sheng dengan dingin menjawab.
"He! He! He!"
Dia tinggal di India, dia hanya tahu di Dong Hai ada 'Shi Wai San Xian', ketiga biksu itu mengira dengan kepandaian mereka, siapa pun akan takut kepada mereka,1182 dan mereka tidak takut kepada 'Shi Wai San Xian', saat Jinlul berhasil dikalahkan oleh Xin Jie, mereka telah sepakat pergi ke Zhong Yuan.
Mereka tidak menyangka kalau Shi Wai San Xian mempunyai ilmu begitu hebat.
Memikirkan hal ini, dengan bahasa India dia berkata pada Jinlul, maksudnya adalah dia ingin adik seperguruannya, Pandenful bertarung terlebih dulu dengan Guru Hui.
Dia sendiri akan memeriksa luka kakak seperguruannya, Poloketa.
Tapi Guru Hui tidak mengerti maksudnya, dia masih terpaku.
Biksu Jin Bo-sheng meloncat ke tempat Poloketa dan Pin Fan Shang-ren yang sedang mengatur nafas.
Karena Guru Hui mengira Jin Bo-sheng berniat melukai Pin Fan Shang-ren maka dia berteriak dan mengejarnya.
Biksu Jin Bo-sheng tidak tahu kalau Guru Hui telah salah mengerti, dia tetap bergerak secepat anak panah berlari ke arah kakak seperguruannya.
Guru Hui tidak menyangka kalau ilmu meringankan tubuhnya begitu hebat, dia sangat terkejut.
Jin Bo-sheng masih berlari ke arah Poloketa untuk1183 memeriksa denyut nadinya.
Ilmu meringankan tubuh milik Guru Hui bisa dikatakan tiada duanya di dunia ini, apalagi bila disertai dengan 'Ji Mo Bu Fa', ilmu meringankan tubuhnya menjadi lebih hebat lagi.
Tapi bila dibandingkan dengan Jin Bo-sheng, sepertinya ilmu Guru Hui lebih lamban, Guru Hui pun terkejut melihat keadaan seperti ini.
Melihat Guru Hui mengikutinya, Biksu Jin Bo-sheng berkata dengan dingin.
"Kau anggap aku apa? Mana mungkin aku melukai orang yang sedang mengatur nafas?"
Dalam hati Guru Hui merasa terkejut.
"Ji Mo Bu Fa milikku sudah dikatakan cepat, tapi ternyata aku masih kalah darinya."
Begitu melihat ke arah Poloketa, Guru Hui tahu kalau semua ini hanya salah paham. Tiba-tiba ketua Da-ji-dao berkata pada Biksu Jin Bo-sheng.
"Jangan senang dulu, ilmu silat dari negara lain tidak akan lebih hebat dari ilmu silat Zhong Yuan, tunggu saja sebentar lagi.... hhh.... hhh...."
Kata Pin Fan Shang-ren yang belum pulih, nafasnya masih terengah-engah. Jin Bo-sheng seperti tidak mendengar.1184 Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Boleh dikatakan orang Tionghoa bertarung dengan bangsa asing. Kita lihat nanti siapa yang bakal menang...."
Dia memejamkan mata, mengatur nafas lagi.
Ooo)*(ooO Xin Jie dan Wu Hen-sheng telah meninggalkan Wu Ji Dao.
Dengan cepat perahu berjalan menuju Xiao-ji-dao.
Jarak Xiao-ji-dao dengan Wu Ji Dao tidak begitu jauh.
Sepanjang perjalanan mereka mendayung dengan sekuat tenaga.
Perahu melaju dengan kecepatan penuh, meninggalkan gelombang panjang dan besar.
Karena hal ini menyangkut hidup dan matinya dunia persilatan Zhong Yuan, maka Wu Hen-sheng tidak berani bertindak ceroboh.
Dengan sekuat tenaga dia terus mengibaskan lengan bajunya.
Satu kali kibasan, kecepatan perahu bertambah 20-30 meter.
Tidak lama kemudian Xiao-ji-dao sudah terlihat tapi masih belum begitu jelas.
Wu Hen-sheng, Pin Fan Shang-ren, dan Guru Hui dijuluki 'Shi Wai San Xian', tapi mereka jarang berhubungan satu sama lain.1185 Apalagi Wu Hen-sheng belum pernah datang ke Xiao-ji-dao, maka begitu melihat Xiao-ji-dao, dia terus melihatnya.
Setelah tiba di pulau itu, mereka segera berlari ke tengah pulau dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Ilmu meringankan tubuh Xin Jie sudah tinggi, tapi jika dibandingkan dengan Wu Hen-sheng, dia masih sedikit tertinggal.
Maka Wu Hen-sheng segera menarik Xin Jie berlari ke tengah pulau.
Di atas pasir berwarna coklat hanya terlihat 2 garis hitam yang berkelebat, hal ini benar-benar mengejutkan.
Luas Xiao-ji-dao hanya 10 kilometer persegi.
Dalam waktu singkat mereka telah berada di tempat formasi 'Gui Yuan'.
Tiba-tiba terdengar 2 orang bersiul panjang.
Suara seperti auman naga.
Teriakan itu rendah tapi kuat, berarti orang yang bersuara itu mempunyai tenaga dalam tinggi.
Wu Hen-sheng terpaku, tapi dia segera tahu dua siulan panjang dan kuat itu milik 2 pesilat tangguh yang baru selesai mengatur nafas dan bersiul panjang.
Berarti salah satu dari Da-ji-dao dan Xiao-ji-dao ada yang terluka....1186 Dia terbang ke atas batu.
Ketua Da-ji-dao, Pin Fan Shang-ren dan Ketua 'Heng-he San-fu' Poloketa, kedua-duanya telah mengatur nafas dan bersiul panjang.
Karena tenaga dalam mereka hampir seimbang, maka pulihnya juga dalam waktu bersamaan.
Mereka berdua berdiri dengan perlahan dan saling berhadapan.
Sepertinya mereka akan bertarung lagi.
Guru Hui yang berada di sebelah sana dengan menggunakan ilmu 'Ji Mo Bu Fa' nya.
Membuat Pandenful, Jinlul, dan Jin Bo-sheng tampak berputar-putar.
Guru Hui berada di bawah angin tapi dia tidak akan menyerah begitu saja.
Karena Pin Fan Shang-ren dan Poloketa pulih dalam waktu bersamaan, maka keadaan pun berubah, setelah Poloketa terluka, biksu Jin Bo-sheng tidak bisa menandingi Pin Fan Shang-ren.
Dengan cepat dia menyuruh Jinlul membantu paman gurunya menahan serangan Pin Fan Shang-ren.
Tiba-tiba dari atas batu, ada 2 bayangan berkelebat.
Jinlul terkejut.
Begitu melihat dengan jelas, 2 bayangan itu1187 datang, dia membentak.
Dengan sekuat tenaga memukul....
Jika orang lain, dia pasti akan berpikir dulu, yang datang bisa kawan atau lawan, tidak mungkin tanpa melihat langsung memukul.
Tapi karena Jinlul datang dari India, di Zhong Yuan dia tidak memiliki teman, maka dia yakin yang datang pasti musuhnya dan tidak banyak berpikir lagi dia langsung memukul.
Bayangan yang datang adalah Xin Jie dan Ketua Wu Ji Dao, Wu Hen-sheng.
tubuh Wu Hen-sheng sangat cepat lewat.
Yang berada di belakang Wu Hen-sheng adalah Xin Jie.
Dia tidak seperti Wu Hen-sheng lewat secepat kilat.
Dia tidak sungkan mengeluarkan kedua telapaknya menyambut serangan itu.
Karena diterjang, maka Jinlul pun mundur.
Ketika mundur, dia melihat Xin Jie yang pernah mengalahkannya di Gui Shan, sekarang sudah berada di hadapannya.
Dia sangat terkejut karena tidak menyangka ternyata kepandaian Xin Jie sudah bertambah maju lagi.
Wu Hen-sheng berlari ke belakang Poloketa dan berteriak.
"Lihat1188 seranganku...."
Dia menepis dengan miring.
Poloketa tidak mengerti Bahasa Han kata 'terima seranganku'.
Tapi begitu mendengar ada suara angin yang dikeluarkan oleh telapak tangan, dia tahu ada musuh yang menyerangnya.
Karena terlalu sombong dia hanya tertawa dingin.
Tangan dibalikkan untuk menepuk.
Wu Hen-sheng menyadari Poloketa sangat sombong, sambil tertawa dia berkata.
"Ilmu telapak yang bagus...."
Poloketa tidak menyangka di belakangnya ada pesilat tangguh yang kemampuannya tidak jauh dengannya.
Pikiran yang selalu menganggap remeh musuh, membuat tubuhnya terbawa angin telapak dari lawan, setelah berputar beberapa kali, dia berhadapan dengan Wu Hen-sheng.
Tanpa sengaja Poloketa telah dirugikan.
Karena marah, dia membentak dan menyerang dengan telapak tangannya.
Dua tenaga kuat beradu.
Tubuh Wu Hen-sheng bergerak, Poloketa bergetar dan hampir terdesak mundur.
Dalam hati dia benar-benar terkejut dan berpikir.
"Sungguh tidak disangka, di pulau kecil ini1189 bisa ada 3 orang pesilat tangguh. Tampaknya nama 'Heng-he San-fu' akan hancur di tangan mereka...."
Setelah memikirkan hal ini, dia merasa sedikit patah semangat. Pin Fan Shang-ren tertawa dan berkata kepada Wu Hen-sheng.
"Adik, sudah lama kita tidak bertemu! Kau masih sangat hebat...."
Dengan serius Wu Hen-sheng menjawab.
"Shang-ren jangan terlalu memuji...."
Di antara 'Shi Wai San Xian' Pin Fan Shang-ren dan Wu Hen-sheng lebih akrab.
Ketika Pin Fan Shang-ren berulang tahun yang ke-120, dia pernah memberikan sebuah kecapi kuno kepada Pin Fan Shang-ren.
Mereka jarang bertemu tapi tetap saling mengenal dengan baik.
Pin Fan Shang-ren berkata.
"Shi Wai San Xian telah berkumpul semua di sini. Heng-he San-fu yang ingin menaklukkan dunia persilatan Zhong Yuan harus berpikir dua kali. Sekarang posisinya adalah satu lawan satu, jangan sampai nama baik kita rusak...."
Dia bicara kepada Wu Hen-sheng, tapi sebenarnya dia sengaja berkata pada Guru Hui.
Tapi Guru Hui seperti tidak mengerti1190 maksud Pin Fan Shang-ren.
Dia hanya merasa tambah bersemangat.
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Adik, kau pergi ke sana dan berhadapan dengan orang yang berwajah penuh dengan keriput itu. Sekarang posisinya adalah satu lawan satu...."
Orang berwajah keriput adalah Pandenful. Maksud Pin Fan Shang-ren adalah dengan urutan Shi Wai San Xian, mereka pun memerangi Heng-he San-fu sesuai dengan urutan mereka. Wu Hen-sheng tertawa.
"Baiklah!"
Dia berjalan ke hadapan Pandenful.
Begitu melihat semua sudah berada di posisi masing-masing, Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
Tawanya membuat batu-batuan di sana terus mengeluarkan bunyi.
Kemudian dia berteriak.
"Mulai...."
Dia menyerang dengan kepalan tangan ke arah Poloketa.
Guru Hui dan Ketua Wu Ji Dao, masing-masing mulai bertarung.
Xin Jie yang berada di sisi melihat ada 6 pesilat tangguh ternama sedang bertarung, benar-benar membuatnya terbelalak kagum.
Tiba-tiba Jinlul menyerang Xin Jie dengan1191 telapak tangannya.
Mungkin dia masih ingat pada kekalahannya di Gui Shan, kemarahannya muncul kembali dan dia merasa jika dia bisa menelan Xin Jie itu akan sangat menyenangkan.
Angin yang dihasilkan telapak datang menyerangnya, membuat Xin Jie terkejut.
Tangan kanannya siap menyambut.
Terdengar suara BAG.
Xin Jie tergetar dan mundur setengah langkah.
Walaupun demikian, Jinlul sebenarnya merasa terkejut karena dia merasa Xin Jie ternyata lebih kuat dibandingkan satu bulan lalu.
Pukulan tadi mengingatkan Xin Jie kalau tenaga dalamnya berada di bawah Jinlul.
Dia segera memutar tubuhnya, kedua telapaknya berkelebat seperti angin.
Serangan ketiga telapak ini sepertinya mengambang tapi jurus lembutnya tetap tampak padat.
Jinlul melihat serangan Xin Jie, dia membalikkan tubuh dan menerjang kesamping.
Kedua telapaknya membentuk cakar dan mencengkram nadi Xin Jie.
Bila Xin Jie sedikit menghindar, pundak kanan Jinlul bisa menabrak nadi Xin Jie.
Xin Jie tidak menyangka kalau dia1192 akan mengeluarkan jurus-jurus aneh dan dia tidak mempunyai cara lain untuk menghindar.
Terpaksa langkah Ji Mo Bu Fa' yang diajarkan Guru Hui digunakannya saat itu.
Terdengar suara TING, ternyata Xin Jie sudah mengeluarkan pedangnya....
Melihat Xin Jie mengeluarkan pedang, Jinlul bertambah marah.
Dendam lama dan dendam sekarang berkumpul di dalam hatinya.
Tali panjang yang tersimpan di pinggangnya akhirnya dikeluarkan!
Pedang Xin Jie digerakkan dan langsung menyerang ke perut Jinlul.
Tali Jinlul pun menyerang dengan lurus dia mencoba menotok ke tengah alis Xin Jie....
Xin Jie tidak bergerak mundur, kepala dan lehernya yang menghindar.
Jurus pedang secara berturut-turut menyerang Jinlul sebanyak 5 jurus.
Semua adalah jurus terhebat dari 'Qiu Zhi Jian Fa'.
Tali Jinlul seperti naga yang baru keluar dari sarangnya.
Ketika berguling dia berhasil mencairkan serangan Xin Jie yang ganas.
Empat pasang pesilat tangguh bertarung dengan mati-matian di Xiao-ji-dao.
Matahari telah bergeser ke barat.
Satu1193 persatu bayangan bebatuan dari pendek menjadi memanjang.
Xin Jie dan Jinlul bertarung belum mencapai 100 jurus telah berhenti.
Ternyata mereka berdua lebih tertarik melihat pertarungan antara 'Heng-he San-fu' dan 'Shi Wai San Xian'.
Xin Jie meletakkan pedangnya dengan arah tegak lurus ke bawah, lalu dengan sepenuh hati melihat pertarungan itu.
Dia lebih tertarik melihat Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui, karena mereka pernah mengajarkan ilmu silatnya kepada Xin Jie, maka Xin Jie terus menatap kedua pesilat tangguh ini memperagakan kehebatan ilmu silatnya masing-masing dengan sangat sempurna.
Sampai mata Xin Jie tidak sempat berkedip.
Dulu Xin Jie pernah melihat Pin Fan Shang-ren bertarung dengan Guru Hui di Xiao-ji-dao.
Dia mendapatkan banyak manfaat.
Sekarang melihat mereka berdua bertarung dengan 2 orang dari Heng-he San-fu, dia merasa lebih banyak mendapatkan manfaat.
Tampak dua telapak Pin Fan Shang-ren tiba-tiba menunjuk dan tiba-tiba menepis.
Jurus 'Da Yan Shi Shi' bercampur dengan1194 'Kong Kong Quan Fa'.
Kadang-kadang menggunakan jurus aneh yang tidak diketahui namanya., semua dikeluarkan berdasarkan saat yang tepat.
Guru Hui yang bertarung di sebelah sana, jurus yang dipakainya adalah jurus yang telah dia ajarkan kepada Xin Jie, yang belum selesai mengajarkan jurusnya, kakinya juga telah menggunakan langkah 'Ji Mo Bu Fa' yang terkenal.
Ilmu meringankan tubuh Jin Bo-sheng memang hebat dan cepat, tapi tidak sehebat 'Ji Mo Bu Fa'.
Jinlul juga dengan sepenuh hati melihat pertarungan itu, yang diperhatikannya adalah gerakan guru dan paman gurunya.
Dia pun kagum melihat ilmu silat mereka!
Dari jurus-jurus paman guru Poloketa, Jinlul mulai mengerti banyak.
Tiba-tiba dia membentak.
Jurus ini segera digunakannya untuk menyerang Xin Jie.
Xin Jie yang sedang teliti memperhatikan jurus-jurus Pin Fan Shang-ren, tiba-tiba merasa ada angin kencang menyerangnya.
Dia tidak melihat lagi langsung membalikkan tangannya mencengkram.
Walau-pun jurus Jinlul aneh tapi dia terpaksa harus bergeser ke pinggir1195 setengah langkah.
Ini adalah jurus Pin Fan Shang-ren yang baru dilihatnya.
Begitu mereka bertarung, baru saja satu jurus dikeluarkan sudah berhenti karena mereka melihat lagi pertarungan 3 pasang pesilat tangguh.
Setiap kali mereka mengerti tentang satu jurus, segera mereka akan membalikkan bertarung untuk bertarung sesudah itu mereka berhenti lagi untuk berpikir.
Pertarungan hebat ini memberikan banyak keuntungan pada dua pesilat muda itu.
Tanpa terasa mereka berdua telah mendapatkan banyak manfaat yang biasanya tidak bisa mereka dapatkan.
Apalagi dengan Xin Jie, dia mendapatkan banyak sekali manfaat dari pertarungan para pesilat tangguh itu.
Setelah ribuan jurus dikeluarkan oleh 3 pasang pesilat tangguh, Xin Jie masih tidak merasakan kemampuannya bertambah sebaliknya Jinlul merasa terkejut.
Dia merasa setiap kali Xin Jie mengeluarkan serangan, tenaganya terus bertambah.
Jinlul sendiri terus memikirkan cara mengalahkan Xin Jie tapi tetap saja dia tidak bsa mengejar pikiran Xin Jie!
Di formasi bebatuan di sebelah timur,1196 ketua Wu Ji Dao, Wu Hen-sheng sedang bertarung dengan Pandenful.
Mereka masing-masing mengeluarkan kehebatan ilmunya.
Dan terus saling menyerang lawannya.
Usia Wu Hen-sheng di antara Hai Wai San Xian adalah yang termuda, tapi karena dia pernah memakan buah dewa, maka ilmu silatnya tidak berbeda jauh dengan Pin Fan Shang-ren.
Pandenful telah merobah menggunakan 7 jurus telapak tangannya, tapi tetap saja tidak bisa mendapatkan keuntungan dari Wu Hen-sheng.
Terdengar Wu Hen-sheng membentak, sebelah tangannya mengeluarkan jurus seperti angin....
Salah satu kaki Pandenful menapak di atas batu, tubuhnya berputar seperti pentungan besi, angin yang dihasilkan benar-benar kencang membuat baju Wu Hen-sheng terus terkibar.
"Sungguh hebat"
Wu Hen-sheng membentak, dia meloncat ke atas, kedua telapaknya diturunkan.
Begitu Pandenful mengangkat tangannya untuk bertahan, sebelah tangannya dengan cepat melancarkan pukulan....
Kaki Pandenful dengan sekuat tenaga1197 menendang Wu Hen-sheng.
Karena Wu Hen-sheng telah salah strategi, maka dia pun mendapatkan posisi yang membahayakan.
Pandenful telah menggeluti dunia persilatan selama 80 tahun lebih, tanpa berpikir lagi dia menotok nadi Gong Sun yang berada di pergelangan kaki Wu Hen-sheng.
'Gong Sun Xie' terletak di tulang pergelangan kaki, kalau sudah tertotok, kaki bisa menjadi cacat, walaupun Wu Hen-sheng dalam bahaya tapi tindakannya tidak terburu-buru.
Kakinya ditarik ke dalam untuk melindungi nadi 'Gong Sun', tapi ujung kakinya telah menghadap ke arah Pandenful.
Jurus yang dikeluarkan Wu Hen-sheng sangat aneh, karena pukulan Pandenful meleset dan jurusnya tidak bisa ditarik kembali, maka tangannya memukul ke arah sepatu Wu Hen-sheng.
Tubuhnya tampak limbung.
Dalam serangan berbahaya ini akhirnya dia bisa meloloskan diri dari bahaya, dengan marah Wu Hen-sheng memelototi Pandenful dan berkata.
"Baiklah.... he!" 1198 Kata-katanya baru selesai diucapkan, dia baru ingat kalau lawannya tidak mengerti bahasa Han, dia marah-marah juga percuma. Dalam hati dia malah jadi ingin tertawa. Belum pernah seumur hidup Wu Hen-sheng menghindarkan diri dengan cara yang begitu memalukan, karena itu api kemarahan di dalam hatinya meluap. Segera Jurus 'Pin Bu Qing Yun' dilancarkan, membuat tubuhnya melayang ke atas lalu berputar di di atas Pandenful, dengan jurus 'Tai Shan Ya Zhen', Wu Hen-sheng menekan ke bawah tapi dari sikap Wu Hen-sheng, Pandenful tahu kalau Wu Hen-sheng sangat marah. Mungkin jurus yang akan dikeluarkan adalah jurus membunuh, karena itu dia tidak berani bertindak ceroboh. Dengan sepenuh hati dia menunggu serangan Wu Hen-sheng. Setelah jurus itu dikeluarkan Wu Hen-sheng, Pandenful tertawa terbahak-bahak, kedua tangannya disatukan dan menyerang ke atas, melihat jurus yang dikeluarkan Pandenful, sangat mirip dengan jurus 'Chang Tian Pao' dari Zhong Yuan, tapi tenaga yang dikeluarkan sangat dasyat. Wu Hen-sheng yang bertarung dengan Pandenful1199 telah merasakan tenaga besar yang mengangkatnya. Tenaga yang disiapkannya untuk menyerang musuh seperti lenyap semua, dia malah balik dipukul. Jika dilihat tubuh Pandenful yang sedikit limbung, kelihatan keadaannya lebih parah dibandingkan dengan keadaan Wu Hen-sheng. Karena itu dia merasa bertambah bersemangat, dan tertawa keras, kemudian kedua telapaknya berputar, sekali lagi dia menekan ke bawah. Pandenful tahu kalau Wu Hen-sheng berniat bertarung dengannya di udara, kalau dia mengikuti keinginannya, lawan bisa membuat tubuhnya terus naik ke atas langit dan tidak bisa menghindarkan tenaga serangan yang datang, maka dia memutuskan akan menjadi seperti sebuah paku, terpaku hingga ke dalam tanah. Karena itu langkah kakinya bergerak seperti Ba Gua, bersamaan itu kedua kepalannya pun terus memukul ke atas untuk menahan kepalan Wu Hen-sheng yang terus dilancarkan untuk menekannya. Dengari cara sambil berjalan sambil memukul, dia berusaha mencairkan serangan1200 Wu Hen-sheng. Setelah beberapa kali terjadi seperti ini, Wu Hen-sheng membentak.
"Baiklah, terimalah satu serangan lagi!"
Kata-kata ini diucapkan Wu Hen-sheng bukan kepada Pandenful tapi kepada dirinya sendiri karena dengan bersuara dia bisa mengeluarkan tenaganya, maka suara yang keluar pun seperti bentakan.
Suara bentakan itu baru selesai, kepalan tangan kiri dan kanan Wu Hen-sheng secara bersama-sama memukul ke arah dua sisi kepala Pandenful.
Kedua tangan Pandenful disilangkan, seperti naga panjang yang keluar dari sarangnya, satu kali menutup satu kali membuka, dia berniat memukul nadi yang ada di kedua tangan Wu Hen-sheng.
Wu Hen-sheng tahu akan ada serangan dahsyat, maka secepat kilat dia menarik tangannya, kemudian tangan kiri diletakkan di depan dadanya, tangan kanan terutama jari tengahnya dikeluarkan dan membentuk seperti sebuah kantung lalu dengan cepat melewati Pandenful.
Jurus ini adalah jurus andalan Wu Hen-sheng yang bernama 'Bai Lu Gua Dai' (rusa putih menggantung kantung),1201 tenaganya sangat dahsyat, dengan cepat tangan kanan Wu Hen-sheng dikeluarkan, dengan posisi tangan kanan dibalik, dia menotok nadi yang ada di dada Pandenful.
Dalam buku ketentaraan (Sun Tsu) ada tercatat 'tahu keadaan sendiri, tahu keadaan musuh, baru bisa merebut kemenangan'.
Wu Hen-sheng tahu kalau Pandenful akan menyerangnya dengan tangan kanan dan kiri, maka dia terlebih dahulu mengeluarkan jurus dan menyerang Pandenful.
Pandenful sama sekali tidak menyangka kalau Wu Hen-sheng akan mengeluarkan jurus seperti itu.
Maka kedua tangannya segera dibuka dan dengan jurus andalannya dia terus menyerang.
Karena sudah tidak keburu menarik kembali serangannya, maka Pandenful hanya bisa pasrah menunggu pukulan dari Wu Hen-sheng seperti menunggu kematian.
Tapi orang berilmu tinggi seperti dirinya tidak mungkin mau menunggu kematian begitu saja, kedua kakinya diangkat, dia menendang kaki Wu Hen-sheng.
Wu Hen-sheng tertawa dingin, tangan kanannya masih menyerang, kedua kakinya1202 dinaikkan ke atas, dengan cara ini dia menghindari serangan Pandenful.
Karena harus menyerang musuh, maka mau tidak mau Pandenful harus memperhatikan kakinya sendiri, kalau Wu Hen-sheng tidak mempunyai ilmu tinggi, pasti dia tidak akan bisa melakukan hal seperti ini.
Wu Hen-sheng merasa kalau dia bisa memenangkan pertarungan ini.
Ketua Da-ji-dao dan ketua Xiao-ji-dao yang masih bertarung dengan dua biksu India itu.
Mereka belum bisa mendapat kemenangan, hatinya merasa tidak tenang, tiba-tiba dia merasa dadanya mengencang dan tenaganya seperti menghilang, dia merasa terkejut.
Dia berusaha mengumpulkan tenaganya, tenaga yang berusaha dikumpulkan di dadanya malah membuat dadanya terasa sakit.
Dia sudah tidak tahan, maka dia pun roboh.
Sebenarnya nyawa Pandenful tidak bisa tertolong lagi, tapi karena dia ingin bertahan hidup, dia berniat kalau memang harus kalah mereka harus kalah bersama.
Secara reflek tangannya dikeluarkan untuk menyentil dan menyerang ke arah1203 tenggorokan Wu Hen-sheng.
Jurus ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dan bisa digunakan untuk menolong nyawa sendiri untuk kabur.
Tenaga dalam dan ilmu silat Wu Hen-sheng tiba-tiba saja lenyap, musuh menyerang ke bagian tubuhnya yang penting, secara reflek tubuhnya bergeser ke belakang.
Terdengar suara HU, pukulan Pandenful meleset, pukulannya hanya mengenai baju Wu Hen-sheng.
Pandenful tidak tahu mengapa tiba-tiba saja Wu Hen-sheng berbuat seperti itu, semua ini karena Wu Hen-sheng menjaga gengsinya, dia tidak menyerang malah berdiri dengan terpaku.
Empat pasang pesilat yang sedang bertarung, semua langsung berhenti.
Wu Hen-sheng ambruk, dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
Beberapa kali dia berniat mengatur nafas, tapi ternyata tidak ada gunanya.
Keringat dingin terus menetes karena hatinya merasa cemas.
Pin Fan Shang-ren mendekatinya, dia memeriksa nadi tangan Wu Hen-sheng, tapi tidak ada kelainan, dia pun mengangkat1204 tangan.
Xin Jie dan Guru Hui pun merasa cemas.
'Heng-he San-fu' dan Jinlul terpaku, hanya otak Jin Bo-sheng yang masih berpikir dengan jernih.
Di antara Heng-he San-fu, Jin Bo-sheng lah yang paling berani, dia adalah adik seperguruan Poloketa, tapi dia yang paling banyak akal, bisa dikatakan kalau dia paling pintar di antara Heng-he San-fu.
Sekarang dia tampak ragu dan terus berpikir.
"Pelajar setengah baya yang tampan ini sepertinya telah terkena penyakit ayan, kalau kami menyerangnya sekarang.... Hhh!...."
Terpikirkan rencana ini wajahnya tampak tersenyum licik dan sinis, kemudian dia berpikir lagi.
"Jika kami menggunakan kesempatan ini untuk menyerangnya, paling hanya bisa membunuh pelajar setengah baya itu, dan pemuda bermarga Xin itu. Sedangkan dua ketua dari Da-ji-dao dan Xiao-ji-dao tetap tidak bisa kami kalahkan, dengan begitu nama baik kami bisa hancur, hal kecil ditukar dengan hal besar, sepertinya itu tidak seimbang...." 'Heng-he San-fu' tidak pernah peduli1205 dengan aturan dunia persilatan, tapi mereka sangat menjaga nama baik mereka. Maka wajah Jin Bo-sheng terlihat berubah terus. Ketua Da-ji-dao mencemaskan keadaan Wu Hen-sheng, dia memasukkan tenaga dalam ke tubuh Wu Hen-sheng, tapi hasil yang didapat malah sebaliknya. Membuat Wu Hen-sheng bertambah sakit, hal ini sama sekali tidak diduga oleh Pin Fan Shang-ren. Guru Hui yang berada di sisi terus melihat perubahan yang terjadi pada Wu Hen-sheng, melihat wajahnya yang pucat kehijauan dan agak menghitam, Guru Hui yang lebih berpengalaman tahu ada penyakit dalam yang tiba-tiba kambuh, tapi yang tidak dia mengerti mengapa Wu Hen-sheng yang mempunyai tenaga dalam hebat tidak tahu kalau dia ada luka dalam? Jin Bo-sheng terus memutar otaknya, kemudian dia berkata dengan suara besar.
"Hei! Pada pertarungan kali ini salah satu dari kalian ada yang jatuh sakit, karena itu kami Heng-he San-fu tidak bisa bertarung lagi dengan kalian. Hhh.... maka pertarungan kali ini...."
Kata-katanya belum selesai ketua Da-ji-dao sudah bisa menebak maksud mereka,1206 Pin Fan Shang-ren tahu kalau Jin Bo-sheng tidak mendapatkan hasil, dan mereka merasa lebih baik pergi dari sana.
Pin Fan Shang-ren menuruti kemauan mereka dan tertawa terbahak-bahak.
Jin Bo-sheng berhenti bicara dan berkata lagi.
"Pertarungan hari ini kita akhiri sampai di sini saja, bukankah ada kalimat dari Tiongkok yang berbunyi . gunung tidak berubah dan air sungai masih mengalir, kita masih ada kesempatan untuk berjumpa lagi. Kelak kami akan meminta petunjuk lagi. Hari ini kami merasa berterima kasih kepada kalian berempat, kami pamit dulu...."
Dia bicara dengan bahasa Han dan bahasa India secara selang seling, dia masih tertawa, tangan kanannya dilambaikan, dia berniat pergi dari sana bersama dengan teman-temannya.
Tiba-tiba Guru Hui tertawa dingin.
"Aku ingin tahu apakah kalian bisa keluar dari formasi ini...."
Jin Bo-sheng terpaku, dia melihat ke sekelilingnya, formasi 'Gui Yuan' benar-benar aneh, mereka memang berada dalam formasi ini, tapi mereka tidak tahu ke mana harus berjalan.1207 Guru Hui tertawa dingin, dia tidak mengatakan apa-apa lagi, lalu berjalan ke depan.
Biksu Jin Bo-sheng tahu kalau Guru Hui sedang membawa mereka keluar dari formasi ini.
Dia pun tidak berani berkata apa-apa lagi, lalu mengikutinya berjalan keluar dari formasi kuno ini.
Melihat lima bayangan orang itu, Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
Begitu mereka menjauh, dia baru berhenti tertawa dan berkata pada Wu Hen-sheng.
"Adik, apa yang terjadi...."
Sambil menahan sakit Wu Hen-sheng menjawab.
"Ini benar-benar aneh, aku sendiri pun tidak mengerti dengan tubuhku sendiri, tapi aku hanya berpikir satu hal, apakah Shang-ren pernah mendengar sejenis racun yang bisa tinggal di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu lama tapi tidak bereaksi apa-apa pada orang itu, begitu tiba waktunya racun ini akan kambuh?"
Pin Fan Shang-ren terus berpikir.
"Urusan lain mungkin aku tahu sedikit, tapi mengenai jenis racun ini, aku benar-benar tidak tahu...."
Sambil bicara dia terus berpikir,1208 tiba-tiba dia berteriak.
"Benar, memang ada racun sejenis itu, namanya adalah 'Bi Yu Duan Chang', racun itu memang bersifat seperti itu."
Wu Hen-sheng mengangguk.
"Apakah 'Bi Yu Duan Chang' berwarna hijau, tidak berwarna juga tidak berbau?"
Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Benar! Benar! Apakah kau telah terkena racun ini?"
Wu Hen-sheng mengangguk.
"Apakah Shang-ren tahu Yu Gu-mo'?"
"Aku tahu dia adalah ketua para perompak...."
Tentu kita masih ingat ketika Wu Hen-sheng bertemu dengan anak buah Yu Gu-mo yang bernama Cheng Yi-qing.
Ketua Wu Ji Dao ini pernah minum secangkir arak hijau pemberian Cheng Yi-qing....
Wu Hen-sheng menceritakan kejadian itu, lalu dia berkata.
"Aku mengira arak beracun yang ada di dalam cangkir itu, waktu itu setelah aku mengatur nafas, tubuhku juga terasa tidak masalah."
Pin Fan Shang-ren menggaruk-garuk kepala botaknya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Matahari telah tenggelam, sinar1209 matahari menyinari laut membuat gelombang laut tampak berkilauan.
Bebatuan yang ada di Xiao-ji-dao separuh berwarna ungu separuh lagi berwarna keemasan.
Diam-diam Wu Hen-sheng mengatur nafasnya, tapi selalu tidak berhasil.
Dia mulai merasa racun telah menyebar ke seluruh tubuhnya.
Pin Fan Shang-ren terpaku, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tiba-tiba Xin Jie berteriak kesenangan....
Ooo)*(ooO BAB 36 Du Jing Jie Ketua Da-ji-dao memang berilmu tinggi, tapi mengenai racun dia sama sekali tidak mengerti, apalagi Wu Hen-sheng terkena racun yang bukan sembarang racun.
Karena itu dia hanya bisa menyaksikan Wu Hen-sheng yang kesakitan tapi tidak bisa membantu sama sekali.
"Ada apa? Apakah ada obat penawarnya?"
Xin Jie menggelengkan kepalanya dan menarik nafas.
"Aku rasa benda ini bisa1210 membantu mencari penawarnya."
Dia mengeluarkan sebuah buku dari balik baju bagian dadanya dan berkata.
"Dalam buku ini tercatat semuajenis racun...."
Buku itu tidak lain adalah buku milik Du Jun Jin Yi-peng yang telah menghabiskan seluruh hidupnya menyusun buku itu.
Waktu itu putrinya yang bernama Jin Mei Ling memberikan Du Jing ini kepada Xin Jie.
Buku itu selalu dibawanya ke mana pun dia pergi.
Karena selama ini dia selalu mengalami hal-hal aneh dan selalu ada hal penting yang harus didahulukan, maka Xin Jie tidak mempunyai waktu membacanya, bahkan dia hampir lupa kalau dia mempunyai buku itu.
Sekarang dia baru ingat kalau dia mempunyai Du Jing, mungkin dari buku ini semua racun bisa diketahui penawarnya.
Ketua Da-ji-dao mengambil 'Du Jing' lalu melihat sampul depannya dan melafalkan-nya.
"Du Jing.... pengarangnya adalah Jin Yi-peng. Ah...."
"Waktu itu Tetua Jin dengan racun menyerang racun lagi untuk membunuh Yu Gu-mo. Buku ini adalah buku karangannya1211 yang disusunnya dengan menghabiskan seluruh hidupnya...."
Ketua Da-ji-dao terkejut mendengarnya. Xin Jie berkata lagi.
"Ilmu racun Tetua Jin tiada tandingannya di dunia ini...."
Xin Jie mengambil Du Jing dan mulai membacanya.
Dalam Du Jing ini tercantum berbagai macam jenis racun, setiap rumput beracun, ular beracun, dan semua jenis makhluk beracun semua tercantum di dalam buku ini, membuat Xin Jie terkejut saat membacanya.
Dia benar-benar kagum kepada pak tua yang ramah tapi gila itu....
Jin Yi-peng!
Xin Jie dengan cepat membaca buku itu, dalam Du Jing terkadang disertai gambar, semakin membaca buku itu Xin Jie merasa semakin tertarik.
Xin Jie memang senang mempelajari sesuatu, dia tidak menganggap kalau ilmu tentang racun adalah ilmu sesat, sambil membaca dia ingin lebih memperdalamnya.
Dia terus mencari di dalam buku itu, dia ingin tahu apakah di dalam buku itu tercantum tentang 'Bi Yu Duan Chang' dan bagaimana cara menawarkannya.1212 Ketua Wu Ji Dao hanya duduk dengan diam di sisi, dia terus mengatur nafasnya pelan-pelan.
Wajahnya tampak masa bodoh, malah Pin Fan Shan Ren yang cemas melihat Xin Jie, tidak lama kemudian Guru Hui telah kembali.
Xin Jie hampir selesai membaca buku itu tapi di sana tidak tercantum mengenai Bi Yu Duan Chang.
Buku Du Jing hanya tersisa beberapa lembar lagi, tiba-tiba mata Xin Jie tampak melotot, karena dia membaca tulisan 'contoh khusus'.
Yu Gu-mo dengan racun berusaha meracuni Wu Hen-sheng, pasti racun itu bukan racun biasa, dalam 'contoh khusus' ini pasti ada....
Xin Jie membaca dengan teliti.
Tiba-tiba terlihat 4 kata dengan huruf besar muncul di depan mata Xin Jie, 'Bi Yu Duan Chang'.
Xin Jie berteriak.
"Ada, di sini ada! Racun itu ternyata bukan racun biasa...."
Dia membaca lebih detil catatan tentang racun itu.
'"Bi Yu Duan Chang' adalah sejenis tumbuhan di Zhong Yuan yang sudah langka.
Terdiri dari 4 helai daun yang menyatu,1213 tidak berbuah, maka kalau tumbuhan ini diambil airnya...."
Dengan cepat Xin Jie membaca semua tulisan tentang 'Bi Yu Duan Chang', tulisan yang memperkenalkan tumbuhan ini diloncatnya beberapa baris, sekarang dia mencari bagaimana cara mengatasi racun ini, dia terus membaca.
".... racun ini sangat ganas, racun ini juga disebut 'Li Bu Duan Chang' atau 'Shuang Duan Chang'. Racun ini bisa bersemayam di dalam tubuh dalam jangka waktu lama, walaupun orang ini mempunyai ilmu silat tinggi, tapi tetap saja akan tahu kalau racun ini adalah racun terhebat dan terganas di dunia.... Cara pengobatannya hanya ada satu macam di dunia ini...."
Xin Jie membaca sampai sana, suaranya terdengar sedikit tegang, berarti dia sedang tegang, dia terus membaca....
"Hanya satu benda yang bisa menekan menyebarnya 'Bi Yu Duan Chang', benda itu bernama 'Huo Yu Bing Xin', benda ini adanya di gunung 'Bei Yan Ran'...."
Wajah Pin Fan Shang-ren terlihat berubah dia berkata.
"Jarak dari sini ke1214 Yan Ran Shan ada sekitar puluhan ribu kilometer, kita membutuhkannya sekarang, kalau kita pergi ke sana, meski kita bisa sampai di sana tapi belum tentu bisa mendapatkannya...."
Xin Jie membaca lagi.
"Masih ada satu cara lagi...."
Ternyata sewaktu Jin Yi-peng menulis buku ini, setiap racun dijelaskannya dengan teliti, ditambah pengalaman selama puluhan tahun, dia menuliskannya dengan detil.
'Bi Yu Duan Chang' adalah racun yang ditemukan Jin Yi-peng di masa tuanya, kecuali Huo Yu Bing Xin, sepertinya tidak ada cara lainnya lagi.
Jin Yi-peng tahu kalau 'Huo Yu Bing Xin' sulit didapatkan, maka dia pun mencari cara lain.
Karena selama hidupnya dia selalu berkecimpung dengan racun, ditambah dengan tenaga dalamnya yang tinggi disertai dengan bakatnya dalam bidang racun, maka dengan cepat dia berhasil menemukan cara lain.
Dan dia pun menuliskan cara ini di dalam buku Du Jing.
Dengan senang Xin Jie membacakan cara kedua, tapi Pin Fan Shang-ren telah berteriak dengan terkejut.
"Ahh!" 1215 Mungkin karena cara ini terlalu berbahaya. Ternyata racun yang bersemayam di dalam tubuh manusia sewaktu racun itu bereaksi penyebarannya sangat cepat. Kalau racun itu belum masuk ke dalam aliran darah dan nadi, hanya bersemayan di dalam tubuh, bisa dikeluarkan dengan bantuan seorang pesilat berilmu tinggi dengan cara memaksa racun itu keluar dari dalam tubuh. Tapi begitu 'Bi Yu Duan Chang' masuk ke dalam tubuh manusia, dia akan berkumpul di nadi penting di seluruh tubuh manusia, yaitu di kepala dan jantung. Kalau berniat memaksa racun itu keluar dari dalam tubuh, caranya adalah harus menekan kepala. Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui adalah pesilat tangguh, mereka tahu kalau memaksa racun itu keluar dari dalam tubuh, harus menepuk nadi 'Ni Wan' yang ada di kepala. Nadi Ni Wan adalah pusat dari semua nadi, kalau salah sedikit saja menepuk dengan telapak tangan, semua ilmu silat orang itu akan segera musnah, dan kembali menjadi orang biasa, dan itu akan sangat1216 menyakitkan. Ilmu silat orang yang terkena racun 'Bi Yu Duan Chang' akan musnah, dan racun dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh. Tapi kalau menepuk dengan tepat, kemudian memasukkan tenaga dalam ke tubuh orang itu, maka bisa memaksa racun keluar dari dalam tubuh. Nadi Ni Wan sangat penting, kalau tepukannya meleset, orang yang terkena racun akan mati, sedangkan kalau menepuk terlalu ringan, orang yang terkena racun akan merasa lebih sakit dari sebelumnya, dan juga akan merusak tubuhnya. Cara ini memang bisa digunakan tapi resikonya terlalu berat, karena itu Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui tidak berani mengatakan apa pun. Dulu Du Jun Jin Yi-peng tahu harus dengan cara ini mengeluarkan racun, tapi dia tidak tahu kalau di dunia ini tidak ada orang yang mempunyai ilmu silat setinggi itu, maka cara seperti ini pun tidak bisa dilakukan, tapi dia tetap menuliskannya ke dalam Du Jing. Dan ini menjadi hasil penelitiannya. Pin Fan Shang-ren sangat mengagumi Jin Yi-peng yang telah menciptakan Du1217 Jing. Dia begitu mengenal racun hingga orang sombong seperti Guru Hui pun dibuat kagum. Pin Fan Shang-ren tertawa kecut.
"Biksuni tua, ini adalah masalah rumit!"
Guru Hui mengangguk.
"Kalau kita berdua bergabung...."
"Mungkin tidak bisa, malah lebih berbahaya...."
Guru Hui mengangguk, Xin Jie tahu kalau mereka berdua bergabung, tapi kalau yang satu ilmunya tidak selancar yang lain malah lebih berbahaya keadaannya.
Kemampuannya masih berada di bawah kedua pesilat tangguh itu, maka dia hanya bisa diam.
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Sambil jalan kita lihat hasilnya, Biksuni tua, apakah kau mau membantuku?"
Guru Hui menggelengkan kepala dan menjawab.
"Sebenarnya di antara kita tidak perlu merasa sungkan lagi, jujur bicara tenaga dalamku berada di bawahmu, masih benar-benar jauh...."
Pin Fan Shang-ren terdiam dan berkata pada Wu Hen-sheng yang masih1218 duduk dengan diam.
"Adik, apakah kau merasa lebih baik....?"
Wu Hen-sheng tertawa dan menjawab.
"Shang-ren tidak perlu merasa cemas, aku masih bisa bertahan."
Sepertinya dia berusaha menutupi keadaannya tapi kata-kata terakhirnya terdengar bergetar, begitu pula dengan tawanya.
Pin Fan Shang-ren sangat mengetahui sifat Wu Hen-sheng dia tertawa terbahak-bahak.
"Adik, kau benar-benar hebat...."
Suaranya baru selesai, lengan baju sebelah kanan dikibaskan dan mengeluarkan tepukan.
Pin Fan Shang-ren sangat tahu kalau tepukan ini bukan hal mudah, kalau sedikit saja melakukan kesalahan, dia akan merasa menyesal seumur hidup.
Dia tahu dengan kemampuan ilmu silat Wu Hen-sheng, kalau dia menepuk Wu Hen-sheng maka dia akan mengeluarkan tenaga untuk melawan, walaupun tenaga yang dikeluarkan sangat kecil tetap akan membuat Pin Fan Shang-ren salah tingkah.
Maka dia pun mengajak Wu Hen-sheng mengobrol, dan tiba-tiba saja dia menepuk.1219 Tepukan itu hanya 30% dari tenaga Pin Fan Shang-ren, sedangkan 70% nya ditarik kembali.
Gerakannya cepat seperti kilat.
Lengan bajunya baru saja dikibaskan, tangannya sudah menepuk.
Pin Fan Shang-ren tahu yang mana yang harus ditepuk dengan tenaga berat, yang mana yang harus ditepuk dengan enteng, biasanya dia selalu bercanda dan tertawa, tapi sekarang tampak serius.
Setelah menepuk nadi 'Ni Wan' Wu Hen-sheng, dia berputar dengan cepat.
Begitu mengenai nadi Ni Wan, Pin Fan Shang-ren menarik semua tenaganya.
Wu Hen-sheng merasa kepalanya bergetar.
Semua tenaga di dalam tubuhnya dengan cepat keluar.
Tenaga dalamnya tidak mampu lagi menekan racun yang berada di dalam nadinya dan racun segera menyebar ke seluruh tubuh.
Pin Fan Shang-ren tidak berani bertindak ceroboh.
Tangan kirinya bergerak dan menotok dengan keduajarinya.
Dia menotok dua nadi yaitu nadi 'Zi Gong' dan nadi 'Zhang Men', tujuannya adalah ingin mencari tahu sampai di mana penyebaran racun di dalam tubuh Wu Hen-1220 sheng.
Jangankan Xin Jie, wajah Guru Hui yang biasanya terlihat selalu dingin dan bersifat seperti es pun tampak tegang dan dia mengepal kedua tangannya.
Pin Fan Shang-ren terus melihat Wu Hen-sheng.
Dia melihat wajah Wu Hen-sheng yang tampan terlihat kesakitan.
Pin Fan Shang-ren tahu kalau 'Bi Yu Duan Chang' mulai menyerang jantung Wu Hen-sheng.
Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren melotot.
Dia meraung seperti guntur....
hati Wu Hen-sheng bergetar mendengarnya.
Rasa sakit di wajahnya terlihat sedikit berkurang, tapi tangan kiri Pin Fan Shang-ren dengan cepat menepuk lagi.
Pin Fan Shang-ren menggunakan ilmu tertinggi ajaran agama Budha, suatu ilmu pernafasan yang disebut 'Shi Zi Hou' (auman singa).
Suara ini menggetarkan Wu Hen-sheng yang tidak sadar karena racun Bi Yu Dian Chang, kemudian mengambil kesempatan untuk menepuk lagi.
Xin Jie menahan nafas.
Dia tahu setelah tepukan ini, Pin Fan Shang-ren akan segera menyalurkan tenaga dalamnya1221 ke dalam tubuh Wu Hen-sheng.
Berhasil atau tidak, semua tergantung pada pertolongan ini.
Setelah memegang Wu Hen-sheng, Pin Fan Shang-ren pelan-pelan menarik nafas lalu menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh Wu Hen-sheng.
Dia berusaha menekan nadi 'Ni Wan' dengan tenaga dalamnya.
Tenaga Pin Fan Shang-ren sangat tepat.
Akhirnya kesulitan pun bisa dilewati.
Xin Jie dan Guru Hui bisa menarik nafas dengan lega.
Tapi Pin Fan Shang-ren sendiri sadar dengan tekanan telapaknya tadi, dan dia bisa menguasai keadaan, dia tidak boleh berbuat kesalahan.
Tenaga dalamnya masuk ke dalam tubuh Wu Hen-sheng dengan tujuan memaksa racun keluar dari dalam tubuh.
Apakah semua bisa berjalan lancar?
Sedetik semenit telah berlalu.
Di atas kepala Pin Fan Shang-ren terlihat asap putih.
Janggut putihnya walaupun tidak ada angin tapi tampak bergerak-gerak.
Wajahnya dingin seperti seperti es, dan juga tampak tegang.
Guru Hui tidak percaya dengan kejadian tadi, hal begitu sulit bisa dilakukan oleh Pin Fan Shang-ren dengan1222 lancar.
Dia merasa tidak tenang dan terus melihat Pin Fan Shan Ren.
Benar saja, Pin Fan Shang-ren seperti orang mabuk terus bergoyangan.
Xin Jie terkejut.
Dia segera meloncat untuk melihat.
Dia tahu tenaga dalam Pin Fan Shang-ren tidak cukup, dia berniat ingin membantu.
Tapi setelah dipikir-pikir, ilmu silatnya sendiri masih berada di bawah Pin Fan Shang-ren.
Jika dia tidak tepat menyalurkan tenaga dalamnya malah akan membuat Wu Hen-sheng celaka, Pin Fan Shang-ren, dan dia sendiri berada di posisi yang dirugikan.
Maka dia pun berhenti bergerak.
Tiba-tiba tampak bayangan seseorang melewatinya.
Tidak perlu dilihat lagi, Xin Jie tahu kalau orang itu adalah ketua Xiao-ji-dao.
Gerakan Guru Hui sangat cepat, hanya sekelebat mata dia sudah berada di depan Pin Fan Shang-ren.
Guru Hui tahu hal ini tidak bisa dilakukan dengan begitu mudah, karena itu dengan sepenuh hati dia terus memperhatikan keadaan Pin Fan Shang-ren.1223 Begitu melihat tubuh Pin Fan Shang-ren mulai limbung, dia tahu apa yang dia khawatirkan sejak tadi telah terjadi.
Dengan ilmu Ji Mo Bu Fa' dia telah berada di hadapan Pin Fan Shang-ren.
Tangan kiri Guru Hui dikeluarkan, jari telunjuknya dengan tepat berada di nadi 'Zhi Tang' milik Pin Fan Shang-ren.
Tenaga dalamnya disalurkan ke tubuh Pin Fan Shang-ren.
Semangat Pin Fan Shang-ren segera bertambah.
Udara kotor di dalam tubuhnya telah berganti.
Tenaga dalamnya terus masuk kembali ke dalam tubuh Wu Hen-sheng.
Xin Jie mengerti Pin Fan Shang-ren berhasil keluar dari bahaya, tapi jika tenaga dalam Guru Hui dan tenaga dalam Pin Fan Shang-ren tidak dipakai dengan baik, maka nyawa Wu Hen-sheng akan terancam.
Ketua Da-ji-dao dan Xiao-ji-dao pun akan terluka parah.
Xin Jie terlihat lebih tegang dibandingkan tadi.
Dia tidak bisa membantu, hanya bisa melihat mereka bertiga dari pinggir.
Xiao-ji-dao keadaan sangat sepi.
Di1224 sini jauh dari pantai maka tidak terdengar suara ombak yang mengenai bibir pantai.
Angin sepoi-sepoi menghembus ke arah keempat orang itu, membuat baju mereka berkibar dan mengeluarkan suara SHA, SHA tapi di suasana di sana terasa aman....
sebenarnya keadaan ini seperti senar yang ditarik sangat kencang.
Xin Jie terpaku melihat ketua Da-ji-dao menekan nadi 'Ni Wan' Wu Hen-sheng.
Jari Guru Hui menekan nadi Yin Tang' milik Pin Fan Shang-ren.
Wu Hen-sheng duduk bersila tapi sikapnya sangat aneh.
Dalam kurun waktu seratus tahun ini, Dong Hai San Xian tidak pernah bertemu dengan sengaja, tidak ada yang menyangka sekarang mereka berkumpul di sini dan bergabung untuk mengobati Wu Hen-sheng yang terluka.
Xin Jie terus berdoa berharap supaya Wu Hen-sheng bisa sembuh, waktu itu juga dia terus membaca 'Du Jing' yaitu bagian cara mengeluarkan darah dari orang yang terkena racun.
Pelan-pelan Xin Jie mendekati mereka dan melihat nadi Wu Hen-sheng yang sedang ditekan oleh Pin Fan Shang-ren.
Raut1225 kehitam-hitaman di wajah Pin Fan Shang-ren turun perlahan.
Xin Jie tahu tenaga dalam ketua Da Xiao-ji-dao telah mengalir lancar.
Hawa hitam semakin menipis.
Xin Jie terus melihat dan terus menunggu.
Dia tetap terlihat tegang.
Dia menatap Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui, wajah mereka terlihat sangat serius tapi tegang.
Sepertinya mereka telah menggunakan ilmu Budha sehingga mereka merasa tenang.
Di dunia ini siapa yang bisa melawan ketua Da Xiao-ji-dao?
Jika dua orang pesilat tangguh ini bergabung, hal apa yang tidak bisa mereka diselesaikan?
Seperti sekarang ada masalah begitu sulit, jika tenaga dalam mereka tidak kompak, mempunyai tenaga dalam hebat pun percuma saja.
Kabut hitam semakin menipis, kabut itu telah turun ke bagian tangan.
Tangan kanan Wu Hen-sheng diturunkan.
Udara hitam dipaksa berkumpul di jari tengah tangan kanan Wu Hen-sheng oleh tenaga dalam ketua Da Xiao-ji-dao.
Xin Jie mengeluarkan botol yang terbuat dari tembaga dari balik baju bagian1226 dadanya.
Melihat jari Wu Hen-sheng yang telah berwarna kehitamam seperi arang, dia tahu itu adalah Bi Yu Duan Hun yang telah menyebar di dalam tubuh Wu Hen-sheng.
Bi Yu Duan Hun adalah racun terganas di dunia ini.
Xin Jie tidak berani memegangnya.
Jarinya menekan di jari Wu Hen-sheng.
Karena jarinya ditekan Xin Jie, maka dari jari Wu Hen-sheng terbuka lubang yang tidak terlalu besar dan darah bisa keluar dari sana.
Gerakan Xin Jie sangat cepat.
Botol kecil itu didekatkan pada lubang di jari Wu Hen-sheng.
Dari lubang itu, tampak darah menetes keluar.
Darah yang sedang menetes adalah 'Bi Yu Duan Hun'.
Bi Yu Duan Hun berwarna hijau dan tampak berkilau.
Setetes demi setetes terus keluar, seperti sepotong demi sepotong batu giok, tampak sangat indah dan bagus.
Semua tetes Bi Yu Duan Chang keluar dari jari Wu Hen-sheng.
Setelah masuk ke dalam botol, masih bersuara, seperti ada emas yang jatuh bergulir ke dalam botol.
Tiap tetes yang masuk ke dalam botol mengeluarkan asap hitam, dapat dilihat kalau racun ini benar-benar ganas.1227 Xin Jie takut asap hitam itu mengandung racun, maka dia pun menahan nafas.
Melihat racun masuk ke dalam botol, dia merasa terkejut dan juga takut!
Racun menetes dengan sangat perlahan.
Sebanyak waktu yang dibutuhkan untuk makan, tetesan darah baru berhenti menetes setelah darah yang masuk ke dalam botol mencapai setengah botol.
Dan ternyata tampak sangat berat, benar-benar mengejutkan!
Dengan sangat hati-hati Xin Jie menutup botolnya dan memasukkan botol ke balik baju bagian dada.
Begitu tetes terakhir keluar, ketua Da-ji-dao baru berani menarik telapaknya dan menghembuskan nafas panjang.
Dia mundur ke pinggir.
Guru Hui juga diam-diam menarik telapak tangannya yang menempel di 'Yin Tang' Pin Fan Shang-ren.
Bersama-sama dengan Pin Fan Shang-ren, dia duduk untuk mengatur nafas.
Wu Hen-sheng yang sedang duduk bersila tampak membuka sedikit matanya.
Dia seperti biksu-biksu yang berilmu tinggi yang sedang duduk dengan diam.
Pelan-pelan tenaganya mulai kembali.
Dia pun mengatur nafas.1228 keadaan sulit berhasil dilewati.
Karena tenaga dalam Wu Hen-sheng kuat, maka tidak sampai membuat Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui terluka.
Malah Xin Jie yang berada di pinggir, melihat mereka mengatur nafas, tampak tegang.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama, 'Shi Wai San Xian' baru selesai memulihkan tenaganya.
Wu Hen-sheng meloncat bangun dan bersiul panjang menatap langit.
Siulan ini dilakukan dengan tenaga maka mengeluarkan suara sangat keras seperti guntur memecahkan langit, menyebar ke seluruh penjuru dan menggema kemana-mana.
Siulannya sangat panjang.
Mereka berempat adalah pesilat tangguh.
Dari siulan tadi saja bisa diketahui kalau tenaganya belum pulih 100%.
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Biksuni tua, akhirnya kita bisa menyelesaikan masalah sulit ini."
Guru Hui tersenyum, tapi tidak menjawab. Xin Jie melihat buku 'Du Jing' dan berkata kepada Wu Hen-sheng.
"Tetua,1229 menurut buku ini racun Tetua berhasil dikeluarkan. Tapi Tetua tetap harus beristirahat selama 2-3 bulan. Jika tidak akan, maka tenaga dalam Tetua akan terganggu...."
Wu Hen-sheng menjawab.
"He!"
Dia bukan orang yang tidak tahu diri.
Dulu dia pernah mengatakan kalau di Zhong Yuan tidak ada orang berbakat.
Setelah beberapa bulan berkelana di Zhong Yuan, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat ilmu silat Zhong Yuan sangat bervariasi dan banyak orang yang menguasai ilmu aneh.
Kali ini nyawanya berhasil dipungut kembali, tapi dia memang sangat angkuh karena pernah berkata di Zhong Yuan tidak ada orang berbakat, maka dia hanya menjawab 'He!'.
Sebenarnya dalam hati dia merasa sangat berterima kasih.
Dari suasana tegang menjadi santai.
Pin Fan Shang-ren terus tertawa, entah apa yang membuatnya begitu gambira.
Tiba-tiba Guru Hui berkata kepada Wu Hen-sheng.
"Tuan Zhang, coba kau pukul batu itu...."
Wu Hen-sheng tahu Guru Hui lebih teliti darinya.
Karena masih1230 mengkhawatirkan keadaannya, maka Guru Hui menyuruhnya mencoba memukul batu untuk mengetahui apakah racun Bi Yu Duan Chang telah keluar semua atau belum?
Dia merasa sangat berterima kasih karenanya.
Dengan tersenyum dia membalikkan tangannya dan memukul batu itu.
Pukulan Wu Hen-sheng dengan tenaga penuh.
Tenaga yang keluar sangat dahsyat.
Batu bergoyang ke kiri dan ke kanan tapi tidak roboh.
Wu Hen-sheng tersenyum.
"Nafasku lancar seperti biasanya...."
Guru Hui mengangguk. Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Kelihatannya dalam 10 hari atau 1 bulan ini, Adik akan pulih kembali."
Wu Hen-sheng mengangguk.
Lukanya sudah sembuh sebagian.
Biasanya dia tidak begitu dekat dengan ketua Da-ji-dao dan Xiao-ji-dao.
Jika terus berada di sini, dia merasa hal ini tidak begitu baik, maka dia pun berkata.
"Aku merasa berterima kasih kepada kalian berdua yang telah menolong nyawaku. Kelak aku akan membalas budi kalian...."
Dia sudah memberi hormat kepada Guru Hui dan Pin Fan Shang-ren lalu1231 membalikkan badan siap meninggalkan tempat.
Shi Wai San Xian terdiri dari orang-orang sangat angkuh.
Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui secara mati-matian menolong Wu Hen-sheng.
Dalam hati Wu Hen-sheng merasa sangat berterima kasih kepada mereka, tapi dia tidak mengungkapkannya lewat kata-kata, dia hanya memberi hormat dan berlalu dari sana.
Guru Hui dan Pin Fan Shang-ren tidak peduli pada sikapnya.
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah! Baiklah! Biksu ingin bermalas-malasan dulu sebentar dan tidak bisa mengantarmu...."
Wu Hen-sheng meloncat menjauh. Tiba-tiba Xin Jie bergerak. Dia sudah mengejar Wu Hen-sheng dan berteriak.
"Tetua, tunggu sebentar...."
Wu Hen-sheng berhenti melangkah. Dia membalikkan tubuh melihat Xin Jie. Dengan gugup Xin Jie berkata.
"Tentang taruhan itu, Tetua menang melawan Pandenful, aku pasti akan mencari putri Tetua...."
Pikir Wu Hen-sheng, dia memang menang dari Pandenful, karena racun1232 menyerangnya tiba-tiba maka pertarungan pun dihentikan.
Tapi sejak saat ini dia mulai menyukai Xin Jie dan terus melihatnya, setelah itu dia baru membalik-kan tubuhnya dan pergi.
Guru Hui juga berdiri, dia melihat Pin Fan Shang-ren, tanpa mengucapkan sepatah kata dia kembali ke tengah pulau.
Pin Fan Shang-ren tahu bagaimana sifat Guru Hui.
Dia tertawa terbahak-bahak sampai Guru Hui berbelok, dia baru menghentikan tawanya.
Setelah melihat Ketua Wu Ji Dao, Wu Hen-sheng pergi dari pulau itu, Diam-diam Xin Jie kembali ke formasi batu.
Melihat wajah Pin Fan Shang-ren yang aneh, dia terpaku dan segera duduk bersila di bawah.
Hari semakin gelap.
Malam sudah tiba.
Angin laut berhembus semakin kencang.
Baju biksu panjang putih Pin Fan Shang-ren terus berkibar mengikuti arah angin.
Melihat Pin Fan Shang-ren terdiam, Xin Jie tahu ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.
Karena Pin Fan Shang-ren hanya diam saja, Xin Jie pun tidak berani bertanya.
Dua jam yang lalu, di pulau ini terjadi pertarungan sengit.
Bangsa Hua1233 bertarung dengan bangsa luar, tapi semua ini seperti awan yang memencar mengikuti arah angin lalu menghilang.
Mungkin karena suasana di sana terlalu sepi, suara gelombang di kejauhan terdengar berkali-kali.
Xin Jie duduk dengan diam.
Hati tegang terasa lepas karena suasana tenteram ini.
Bintang pertama telah muncul di atas langit, memberi sedikit cahaya kepada langit....
Pin Fan Shang-ren duduk di atas batu menatap langit gelap.
Kedua alisnya yang telah memutih tampak berkerut menjadi satu.
Wajahnya yang merah terlihat sedikit sedih.
Xin Jie tidak mengerti melihat reaksi pak tua itu....
lebih tepat dikatakan kalau Xin Jie sedang menunggu Pin Fan Shang-ren membuka suara.
Setelah menunggu lama, Pin Fan Shang-ren baru membuka suara.
"Anak, aku, aku akan mengatakan sebuah cerita untukmu."
Xin Jie dengan aneh mendengar dan melihat Pin Fan Shang-ren.
Pin Fan Shang-ren menatap langit seperti sedang mencari1234 masa lalu yang hampir dilupakan di balik kegelapan langit.
Pelan-pelan dia mulai bercerita.
"Kira-kira 100 tahun yang lalu.... waktu itu, ketua dunia persilatan dipimpin oleh Shao-lin. Shao-lin-sie, kakek guru Da Mo menguasai bermacam-macam ilmu tinggi. Terkadang ilmu yang telah lama menghilang bisa ditemukannya kembali. Tidak ada satu perkumpulan pun yang mampu menandingi kehebatannya...."
Dia berhenti bicara, kemudian melanjutkan lagi.
"Tapi setelah sekian lama, Shao-lin tidak pernah memimpin lagi. Di dunia persilatan jarang terlihat ada biksu Shao-lin, hingga para biksu Shao-lin dihina karena tidak ada seorang pun yang mau menegakkan keadilan. Orang-orang hanya tahu kalau Shao-lin-sie sudah tidak mempunyai orang berbakat lagi maka nama Shao-lin menurun di dunia persilatan. Tapi tidak ada yang tahu apa alasannya, dan alasan ini sulit untuk diungkapkan."
Begitu mendengar Pin Fan Shan Ren bercerita tentang Shao-lin, Xin Jie sangat teliti mendengarnya. Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Waktu itu ketua Shao-lin1235 adalah Guru Ling Jing. Dia adalah adik seperguruan dari Ling Kong yang bertugas menjadi kepala penyimpanan kitab...."
Begitu mendengar Pin Fan Shang-ren menyebut 'Guru Ling Kong', Xin Jie segera berteriak.
"Ah!"
Pin Fan Shang-ren melihat Xin Jie dan berkata.
"Guru Ling Kong menjadi ketua bagian penyimpanan buku kitab suci. Setiap hari dia mencari, meneliti, dan juga melatih ilmu silat yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang Shao-lin. Kadang-kadang ilmu yang telah menghilang yang hanya menyisakan sedikit catatan bisa dikembangkannya dengan baik, dalam kurun waktu 30 tahun, ilmu ini bisa menjadi sebuah ilmu yang hebat. Maka banyak ilmu yang telah lama menghilang berhasil diserap Guru Ling Kong...."
Xin Jie bisa merasakan di balik mata tua yang dinaungi sepasang alis putih itu mengeluarkan cahaya berkilau. Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Terakhir.... karena satu hal, telah terjadi perubahan besar. Ketua Shao-lin dan Guru Ling Kong meninggalkan Shao-lin-sie. Murid tertua Ling Jing yang bernama Tai Jing akhirnya1236 diangkat menjadi ketua Shao-lin. Dia membuat sebuah peraturan baru, semua biksu Shao-lin-sie jika ketua tidak mengijinkan, maka para biksu tidak boleh meninggalkan Shao-lin-sie dan jika tidak terpaksa, para biksu tidak boleh bertarung dengan siapa pun.... karena itu pula maka para biksu Shao-lin jarang berkelana di dunia persilatan. Murid-murid Shao-lin tidak boleh bertarung. Orang-orang mengira di antara para biksu Shao-lin tidak ada seorang pun yang berbakat, nama Shao-lin akhirnya turun dengan drastis...."
"Guru Ling Kong dan Guru Ling Jing telah meninggalkan Shao-lin, otomatis mereka pergi dengan membawa banyak ilmu yang telah lama punah. Para biksu Shao-lin tidak ada seorang pun yang mengetahui ilmu silat yang diwariskan secara turun temurun...."
Xin Jie pintar, sebuah teka teki langsung berputar di otaknya.
Dia mulai mengerti apa yang terjadi....
Baca Juga: Pendekar Cacad 13
Baca Juga: Pendekar Setia 2