Eps 6 Setan Harpa - Khu Lung Tjan Id
Baca online Setan Harpa - Khu Lung Tjan Id
Cersil Setan Harpa - Khu Lung Tjan Id.
Setelah melakukan perjalanan sekian lama, Ong Bun kim telah keluar dari hutan lebat itu dan berlarian menuju ke atas sebuah tebing curam didepan sana.
Sebuah bangunan megah yang indah telah muncul didepan mata sana, sesaat kemudian mereka-pun telah tiba dipintu gerbangb diluar dindingd pekarangan yanag tinggi.
Tanpab berpikir panjang.
Ong Bun kim segera berkelebat masuk ke dalam pekarangan rumah itu.
Mendadak dikala Ong Bun kim sedang menerjang masuk ke halaman itulah, serentetan suara tertawa dingin yang menggidikkan hati berkumandang memecahkan keheningan, dari balik kegelapan tahu-tahu muncul tiga orang manusia tanpa sukma.
Paras muka Ong Bua kim segera berubah hebat, segera hardiknya keras-keras.
"Siapa disitu?"
"Manusia tanpa sukma!"
"Mau apa kalian disana?"
Salah seorang diantara tiga orang Manusia tanpa sukma itu mendengus dingin, lalu sahutnya.
"Apakah kau tidak tahu kalau benteng Hong shia ini sudah menjadi tempat terlarang dari perguruan kami?"
"Daerah terlarang?"
"Benar, siapapun dilarang menaiki daerah Hong shia ini!"
Kontan saja Ong Bun kim tertawa dingin tiada hentinya.
"Maksud siapakah yang merubah tempat ini menjadi daerah terlarang...?"
Tegurnya.
"Buncu kami!"
"Yu-leng lojin?"
"Benar!"
Pelbagai pikiran segera melintas dalam benak Ong Bunkim, seandainya hal ini merupakan kenyataan, itu berarti terkurungnya Iblis cantik pembawa maut ada sangkut paut yang besar sekali dengan Yu-leng lojin.
Berpikir sampai disitu, dia lantas membentak keras.
"Minggir !"
Berbareng dengan bentakan dari Ong Bun kim, Hian-ihlihiap yang berada dibelakang nya sudah tak tahan lagi, tiba tiba ia pun membentak amat keras.
"Manusia tanpa sukma, serahkan nyawamu!"
Bayangan manusia berkelebat lewat, ia telah menerjang lebih duluan kearah Manusia tanpa sukma tersebut, sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan ketubuh lawan.
Ong Bun-kim membentak juga, secepat kilat ia menyusulkan pula sebuah pukulan yang tak kalah hebatnya.
Sungguh dahsyat serangan yang dilancarkan Hian ihlihiap serta Ong-Bun kim, bayangan manusia segera saling menyambar, ketigba orang manusiad tanpa sukma itaupun masing-masbing melancarkan sebuah pukulan.
Hian ih-lihiap tidak menaruh belas kasihan lagi terhadap lawannya, apalagi setelah berjumpa muka dengan musuh dahsyat, suatu jeritan ngeri yang menyayatkan hati bergema memecahkan keheningan, seorang manusia tanpa sukma tahu-tahu sudah terkena pukulan dan tergeletak mati diatas tanah.
Begitu berhasil merobohkan musuhnya, pendekar perempuan berambut hitam ini segera putar badan dan menerjang kearah Manusia tanpa sukma lainnya, suatu pukulan dahsyat ibaratnya gelombang dahsyat ditengah samudra segera meluncur ke muka.
Dalam pada itu, Tay khek Cinkun telah berteriak keras, dalam keadaan seperti ini timbul juga niatnya untuk beradu jiwa, bayangan manusia segera berkelebat lewat, dengan mengerahkan segenap tenaga dalam yang dimilikinya dia menghantam punggung seorang manusia tanpa sukma tersebut...
Jeritan ngeri yang menyayatkan hati kembali berkumandang memecahkan keheningan.
Sementara itu dua orang manusia tanpa sukma kembali roboh binasa oleh serangan serangan maut mereka..
Ditengah serunya pertarungan yang sedang berlangsung, tiba-tiba Ong Bun kim melompat kedepan dan langsung menerjang ke arah pintu gerbang-bangunan besar itu..
Didalam beberapa kali lompatan saja ia sudah tiba didepan pintu gerbang bangunan tersebut ternyata sudah kuno sekali, terbukti pintu bajapun sudah banyak karatan.
Diatas pintu baja itu terpancang sebuah papan nama besar, lamat-lamat masih bisa terbaca huruf-huruf emas yang sudah mulai luntur warnanya itu.
"BU-LIM HONG-SHIA". Kalau dilihat dari kekunoan dan keantikan bangunan berloteng tersebut, bisa diketahui bahwa bangunan itu sudah berdiri sejak beberapa generasi berselang, paling tidakpun sudah bersejarah ratusan tahun. Ong Bun kim memandang pintu baja yang berkarat itu sekejap, lalu sambil tertawa dingin siap melompat masuk kedalam Tapi pada saat itu juga, terdengarlah suara tertawa dingin yang menyeramkan berkumandang memecahkan keheningan. Bayangan hitam berkelebat disana sini, dalam waktu singkat muncul kembali belasan orang manusia tanpa sukma yang segera me ngurungnya rapat-rapat ditengah arena. Menyaksikan kejadian itu, paras muka Ong Bun-kim berubah hebat. Hian-ih lihiap rpun memperlihattkan perubahan wqajahnya, hawa nrapsu membunuh segera menyelimuti wajahnya. Terdengarlah salah seorang manusia tanpa sukma yang berkumandang tertawa dingin tiada hentinya, kemudian berkata.
"Sobat, sungguh tak kusangka kalian beberapa gelintir manusia yang sudah hampir mampuspun masih ada kegembiraan untuk menyelidiki rahasia benteng Hongshia, haaahh haaahhh haahhh."
"Minggir!"
Bentak Ong Bun kim.
"Tidak Segampang itu sobat, paling tidak kalian harus membayar dulu nyawa dari ketiga orang anggota perguruan kami yang telah kau bunuh barusan"
"Jadi kalian semua ingin mampus?"
Bentak Hian ih lihiap dengan geramnya.
"Aaah, belum tentu demikian!"
Hian in lihiap tak bisa membendung kemarahannya lagi, sambil membentak keras tubuhnya segera menerkam kedepan, sebuah pukulan yang maha dahsyat dilontarkan ke tubuh lawan.
Begitu Hian-lh lihiap mulai unjuk gigi, Ong bun kim pun tak mau Ketinggalan, ditengah bentakan nyaring, ia lepaskan harpa besinya dan menerkam ke muka sambil melepaskan sebuah serangan yang mengerikan.
Tay khek Cinkun tidak ambil diam pula, hawa murninya segera dihimpun sedemikian rupa untuk bersiap sedia melangsungkan suatu pertarungan mati-matian.
Setelah melepaskan sebuah pukulan tadi, Ong Bun-kim mengayunkan pula tangan kirinya untuk melepaskan sebuah pukulan dahsyat, arah sasarannya adalah salah seorang manusia tanpa sukma yang melakukan pengepungan disekitar situ.
Tindakan Ong Bun kim yang nekad dan siap beradu jwa ini memaksa tiga orang manusia tanpa sukma harus mundur cepat-cepat untuk menghindarkan diri, saat itulah tiba-tiba Ong Bun kim berkelebat dan menerjang kearah pintu gerbang.
Gerakan tubuh yang dilakukan anak muda tersebut sungguh teramat cepat, tampak bayangan ma nusia berkelebat lewat, tahu-tahu ia sudah tiba di depan pintu, tangan kirinya segera diayun ke muka menghantan pintu baja itu.
"Blaang !"
Termakan oleh pukulannya yang amat keras itu, terbukalah piatu gerbang baja itu.
Ketika itulah, lima orang manusia tanpa sukma telah menerjang tiba dari kiri dan kanan, pukulan-pukulan mereka ibaratnya angin puyuh yang berhembus lewat itu sungguh mengerikan hati.
Ong Bun kim membentak keras, sambil putar badan ia sambut datangnya tenaga gabungan tersebut.
Tapi mana mungkin baginya untuk membendung kelima gulung angin pukulan itu bersamaan waktunya?"
"Uuuaaakk....begitu bentrokan kekerasan terjadi anak muda itu mencelat kebelakang dan mundur sejauh beberapa puluh langkah, kemudian muntah-muntah darah segar. Hal ini membuktikan kalau isi perut Ong Bun kim sudah terluka akibat dari serangan gabungan tersebut. Demikianlah, ketika menyaksikan serangannya berhasil memaksa musuhnya muntah darah, secepat sambaran kilat lima orang manusia tanpa sukma itu meluncur kedepan dan menghampiri Ong Bun kim, rupanya mereka hendak membinasakan anak muda itu diujuog telapak tangannya. Tiba-tiba Tay khek Cinkun membentak keras, ia melompat kedepan dan sebuah pukulan dilontarkan untuk menyapu tubuh kelima orang manusia tanpa sukma tersebut. Jeritan ngeri yang menyayatkan hati segera berkumandang memecahkan keheningan... Dua orang manusia tanpa sukma termakan telak oleh hantaman keras itu hingga tergeletak ditanah dan tak berkutik lagi . Peristiwa ini mencengangkan tiga orang lainnya, mereka berdiri tertegun untuk sesaat. Tapi hanya sesaat kemudian, beberapa orang Manusia tanpa sukma kembali meluncur tiba dan memenuhi arena. Tay khek Cinkun gusar sekali, segera bentaknya.
"Bangsat rupanya kalian sudah bosan hidup...."
Ditengah bentakan tersebut sekali lagi ia lancarkan sebuah pukulan yang amat dahsyat.
Ketika angin pukulan itu berhembus lewat, kembali ada tiga orang Manusia tanpa sukma yang tewas terhajar serangan tersebut.
OOO0dw0OOO BAB 48 WALAUPUN serangan demi serangan selalu mendatangkan hasil yang gemilang, tapi siapa yang mampu mempertahankan diri setelah terluka parah harus melancarkan serangan yang begitu hebatnya?
Tak ampun lagi Tay-khek Cinkun muntah muntah darah segar.
Dalam keadaan demikian, kakek itu sadar bahwa keadaan mereka bertambah payah, kalau tidak segera mendapatkan tempat berlbindung, akibatndya mereka pastia akan tewas sembua.
Maka kepada Ong Bun-kim teriaknya.
"Cepat mengundurkan diri ke dalam loteng."
Ditengah bentakan keras dari Tay khek Cinkun tersebut, dua sosok bayangan manusia telah meluncur masuk kearah pintu gerbang dan menghadang jalan pergi mereka.
Menyusul kemudian tujuh bayangan manusia-ikut menerjang pula ke arah pintu-gerbang.
Ong-Bun kim segera membentak keras, telapak tangan kanannya diayun ke muka melancarkan sebuah pukulan.
Pada saat yang sama Tay khek Cinkun melepaskan juga sebuah pukulan yang tak kalah hebatnya, dua gulung tenaga pukulan yang maha dahsyat itu segera memaksa ke tujuh orang manusia tanpa sukma itu terdesak mundur kembali ke belakang.
Dengan napas tersengkal-sengkal, Ong Bun kim membentak keras.
"Hayo maju lagi, rasakan dulu beberapa, pukulan dahsyat ini!"
Diluar pintu gerbang, Hian ih lihiap sedang terlibat dalam suatu pertempuran yang amat seru melawan empat orang manusia tanpa sukma, sampai waktu itu sudah ada tiga orang manusia tanpa sukma yang lewas di tangannya.
"Ong Siau bi! cepat mundur!"
Tiba-tiba Tay khek Cinkun berteriak memperingatkan.
Tapi napsu membunuh yang berkobar dalam dada Hian ih Lihiap sudah tak terbendung lagi ditambah pula rasa dendamnya berkobar kobar, membuat perempuan ini menjadi mata gelap.
Bukan saja tidak berhenti melancarkan serangan, malahan sama sekali tidak menggubris terhadap teriakan dari Tay-khek Cinkun tersebut.
Dipihak lain, Ong Bun-kim telah memperhatikan sekejap bangunan berloteng itu, ia merasa ruangan tersebut amat luas, lebar tapi gelap.
Belum lagi selesai memperhatikan keadaan disitu, bentakan keras telah menggelegar diudara, manusia manusia tanpa sukma yang sedang memperhatikan kearah mereka dengan sorot mata tajam tersebut, telah melancarkan serangan lagi.
Serangan yang dilancarkan ketujuh orang manusia tanpa sukma saat ini boleh dibilang ibaratnya orang kalap, tujuh gulung angin pukulan yang maha dahsyat dengan hebatnya segera menyambar kemuka.
Tay khek Cinkun membentak keras, sekali lagi diapun melancarkan sebuah pukulan gencar.
Kendatipun pukulan yang dilancarkan itu sekali lagi berhasil memaksa mundur kawanan manusia tanpa sukma itu, tapi ia-pun muntah darah segar dan tubuhnya ikut terjungkal ke atas tanah.
Betapa terkejutnya Ong Bun kim menyaksi kau keadaan ini, tangan kirinya segera menyambar ke depan membopong tubuh Tay-khekb Cinkun yang seddang roboh ke taanah kemudian bberusaha membimbingnya untuk mundur.
Tapi pada saat itulah, ketujuh orang manusia tanpa sukma itu sudah menerjang kembali secara terpisah.
Setelah keadaan berubah menjadi begini, niat untuk beradu jiwa segera muncul dalam hati Ong Bun-kim, tibatiba ia membentak keras, harpa bajanya diputar untuk melindungi badan, kemudian dengan cepatnya ia menerjang masuk ketengah ruangan.
Sungguh cepat gerakan dari Ong Bun kim ini, bayangan manusia berkelebat lewat, tahu-tahu ia sudah tiba didepan ruang utama yang besar dan lebar itu.
Tujuh sosok bayangan manusia segera memburu dari belakang, salah seorang diantaranya membentak keras.
"Ong Bun-kim, sampai kapan kau baru akan menyerahkan diri?"
Angin pukulan yang maha dahsyat ibaratnya gulungan gelombang ditengah samudra menyambar lagi dengan hebatnya.
Tapi sekarang Ong Bun kim sudah tidak memikirkan mati hidupnya lagi, ia lari terus ke pintu ruang belakang.
Tapi belum lagi tubuhnya melejit kemuka...
"Blaang!"
Pukulan dahsyat itu sudah bersarang telak diatas tubuhnya, seperti layang-layang yang putus benang tubuhnya segera terlempar kedepan dan terjungkal diatas tanah.
"Blaang....!"
Agaknya tubuhnya terbanting ditanah, tapi dikala menyentuh permukaan tanah tersebut, agaknya tubuh itu sama sekali tidak berhenti, bahkan meluncur terus ke bawah.
Menyusul kemudian, terjadi kembali suatu benturan yang sangat keras, kali ini tubuhnya benar-benar tergeletak ditanah, darah yang muntah keluar dari mulutnya berhamburan dimana-mana, sementara ia sendiri jatuh tak sadarkan diri....
Entah berapa lama sudah lewat akhirnya pelan-pelan ia sadar kembali dari pingsannya.
Isi perut yang terluka kini makin bertambah parah, sedemikian hebatnya keadaan itu sehingga tenaga untuk menggeserkan badanpun hampir tidak dimiliki..
Pelan-nelan ia membuka matanya dan mencoba untuk memperhatikan keadaan di sekitarnya, tapi hanya kegelapan pekat yang menyelimuti sana, dibalik kegelapan bahkan secara lamat-lamat membawa kelembaban dan keseraman.
"Tempat apakah ini? Apakah aku sudah mati ? Mungkinkah aku sudah berada di akhirat."
Demikian gumannya.
Dia mencoba untruk meraba sekittarnya, ternyataq Tay khek Cinkurn masih tergeletak di sana, saat itulah dia baru tahu kalau belum mati, cuma jaraknya dengan kematianpun jelas sudah tak jauh lagi.
Ong Bun kim hanya bisa tertawa getir setelah berpikir sampai disitu yaa, apa lagi yang bisa ia lakukan?
Mendadak suatu rasa sakit yang luar biasa, ibaratnya tubuh disayat sayat dengan pisau menyerang seluruh tubuhnya, ternyata racun gila tak berwujud yang derada ditubuhnya sudan mulai kambuh.
Ditengah jeritan yang keras, sekujur tubuhnya menggigil keras karena kesakitan, tubuhnya berguling guling ditanah setengah sekarat, keadaannya mengenaskan sekali.
Menyusul kemudian, racun jahat yang me ngeram ditubuh Tay-khek Cinkun pun ikut bekerja.
Jeritan-jeritan keras yang memilukan hati dengan cepat memenuhi seluruh ruangan yang gelap gulita itu.
Sampai lama...
lama sekali teriakan tersebut baru berhenti.
Suasana disekitar tempat itupun pulih kembali dalam keheningan.
Setelah terluka parah, mana mungkin Ong Bun kim sanggup menahan bekerjanya racun jahat itu?
Seperti dua sosok mayat saja mereka tergeletak tak berkutik ditempat semula.
Kesadaran merekapun ikut lenyap.
Segala sesuatunya seakan-akan sudah terbang meninggalkan badan kasarnya.
Beberapa waktu kemudian, kesadarannya pelan-pelan baru pulih kembali, iapun memberitahu kepada dirinya sendiri.
"Ong Bun-kim wahai Ong Bun-kim, kau tak boleh mati...bagaimanapun juga, kau tak boleh mati."
Yaa, jiwanya mulai menjerit, ia tak boleh mati.
masih banyak persoalan yang harus diselesaikan olehnya, dendam sakit hati orang tuanya belum dibalas, tugas dari Kui jin suseng belum dilaksanakan, sakit hati dirinya belum dituntut, mana boleh ia mati dengan begitu saja?
Tapi, ia sudah berada ditepi jurang kematian, bagaimana mungkin tidak bisa mati?
Mengenai kabar mengatakan bahwa Iblis cantik pembawa maut tinggal dalam Hong shia, iapun tak berani terlalu memastikan, sebab benar atau tidaknya sama sekali tak diketahui olehnya, apalagi jika iblis cantik pembawa maut benar-benar berada dibangunan ini, tapi dibagian yang manakah dia?
Bagaimana caranya untuk menemukannya?
Semua persoalan tersebut merupakan masalah yang tak mungkin bisa diduga tapi Ong Bun kim bertekad bagaimanapun ju ga dia harus tetap melanjutkan hidupnya di dunia ini.
Berpikir sampai disitu, diapun mengerahkan sisa tenaga dalam yang dimiliki dan menarik tubuh Tay khek Cinkun untuk merambat maju dibalik kegelapan.
Tempat dimana ia lewat agaknya merupakan sebuah tanah lorong yang sempit tapi memanjang, jalannya berliku liku dan penuh dengan tikungan Entah berapa jauh Ong Bun kim telah merangkak, ia sendiripun tak tahu, tiba tiba....
Dari balik lorong sebelah depan sana berkumandang suara langkah kaki yang bergeser lirih, suara tersebut mirip suara langkah manusia, tapi seperti juga ada benda yang sedang bergerak Suara tersebut dengan cepat menimbulkan rasa bergidik dalam hati Ong Bun kim, ia mencoba untuk mendengarkan dengan seksama, ternyata suara gesekan itu kian lama kian bertambah dekat, kian lama suaranya kian ber-tambah mengerikan.
Akhirnya Ong bun-kim tak kuasa untuk menahan diri lagi, ia segera membentak keras.
"Siapa?"
Suara dengungan keras menggema dalam ruang bahwa tanah yang gelap gulita itu, tapi sesaat kemudian segalanya berubah kembali menjadi sepi dan hening, sementara gesekan tadi makin lama makin dekat, sedikitpun tak pernah berhenti Ong Bun kim menjadi bergidik sekali, kembali ia membentak keras.
"Siapa disitu?"
Belum juga terdengar suara jawaban.
Tiba-tiba dari balik ruang bawah tanah itu berkumandang suara petikan harpa yang memekikkan telinga suara tersebut sede-mikian seramnya hingga mendirikan bulu roma siapapun yang mendengarnya Menyusul berkumandangnya suara irama harpa tersebut, terdengar pula gelak tertawa seram menggelegar memenuhi keheningan.
-oo0dw0oo--
Jilid 16 SUARA petikan harpa dan gelak tertawa itu dengan cepat menciptakan serangkaian irama yang mengerikan hati, hampir pecah nyali Ong Bun kim menghadapi keadaan seperti itu.
Irama harpa masih bergema memecahkan keheningan.
Gelak tertawa seram masih berkumandang memekikkan telinga Lama, lama sekali, akhirnya irama harpa itu baru berhenti, suasanapun pulih kembali dalam keheningan.
Ong Bun-kim hanya bisa termangu-mangu saja disana, setelah melewatkan masa mengerikan yang merobek sukma ini; dia tak tahu apa yang musti dilakukan sekarang.
Luka dalam yang parah, hawa mubrni yang rusak dmembuat kesadaraannya mulai kabbur kembali, diantara sadar tak sadar, tiba tiba ia mendengar lagi suara langkah manusia tersebut....
Sreek!
Srek!
Sreek!
selangkah demi selangkah berjalan makin dekat ke arahnya maka ia pun mulai kehilangan kesadarannya Ketika mendusin kembali, dijumpai tubuhnya yang lemas sedang berbaring diatas sebuah pembaringan batu.
Ia membuka matanya untuk melihat sekitar sana tiba tiba ia menjerit keras, coba kalau tenaganya belum punah, mungkin ia sudah melompat bangun dari atas pembaringan.
Diantara lamat-lamatnya suasana, ia menyaksikan sesosok bayangan hitam berdiri di hadapannya.
Orang itu berambut panjang sekali dan menutupi wajahnya, sekilas pandangan mirip sekali dengan setan perempuan seperti cerita orang.
Berada dalam keadaan seperti ini.
tak urung berdiri juga seluruh bulu kuduknya, Ong Bun km merasakan sekujur badannya gemetar keras, tanyanya dengan lirih.
"Sii siapakah kau?"
Bayangan hitam itu masih belum juga bergerak, ia berdiri saja disitu bagaikan sesosok sukma gentayangan "Sii siapa kau?"
Sekali lagi Ong Bua kim bertanya dengan suara gemetar.
"Siapa pula kau?"
Tiba-tiba orang itu balik bertanya.
Suaranya dingin bagaikan salju, tapi dapat diketahui kalau suara itu adalah suara seorang perempuan.
Jantung Ong Bun-kim tiba-tiba bergetar lebih keras, jangan-jangan perempuan itu adalah Iblis cantik pembawa maut?
Berpikir sampai disitu, dengan suara gemetar ia menjawab.
"Aku bernama Ong Bun-kim, apakah kau... kau adalah Iblis cantik pembawa maut?"
"Benar! Darimana kau bisa tahu kalau aku adalah Iblis cantik pembawa maut?"
Kejut dan girang Ong-Bun kim setelah mengetahui akan hal ini, hampir saja jantungnya melompat keluar dari rongga dadanya, saking kaget dan girangnya, untuk sesaat dia sampai tak mampu mengucapkan sepatah katapun.
"Darimana kau bisa tahu kalau aku adalah Iblis cantik pembawa maut?"
Sekali lagi orang itu bertanya.
"Aku hanya menerkanya saja!"
"Siapa yang membertahukan hal bini kepadamu?"
D"Mata uang kemaatian."
"Apa? Kabu telah menjumpai mata uang kematian?"
"Benar!"
Mendadak orang itu tertawa geram, suara tertawanya dingin dan sedikit menyeramkan membuat Ong Bun kim menggigit keras dan memandang kearahnya dengan seram.
Setelah berhenti tertawa, ia menyingkap rambut panjangnya yang menutupi wajahnya itu, sekarang Ong Bun kim dapat melihat raut wajahnya yang cantik dengan sepasang biji matanya yang memikat hati.
Penghidupannya dalam ruang bawah tanah telah dilakuinya selama puluhan tahun, meski wajahnya telah menjadi tua, tapi dari garis-garis mukanya dapat diduga bahwa dahulu dia adalah seorang perempuan yang cantik jelita.
"Apakah mata uang kematian tersebut berada disakumu?"
Ia menegur dengan dingin.
"Tidak!"
"Apa? Tidak berada disakumu?"
"Benar!"
"Lantas berada dimana?"
Perada ditangan seorang nona...."
"Dimana gadis itu ?"
Saking bernapsunya ingin tahu, pertanyaan tersebut sampai diucapkan dengan suara gemetar penuh luapan emosi. Ong Bun-kim tidak menjawab pertanyaan itu, sebaliknya malah balik bertanya.
"Dimanakah temanku itu?"
"Tak usah kuatir, ia tak bakal mati!"
Setelah mendengar jawaban tersebut, Ong Bun kim baru merasakan hatinya amat lega, pelan-pelan ia menghembuskan napas panjang.
"Dimanakah nona itu?"
Kembali terdengar Iblis cantik pembawa maut bertanya dengan cemas.
"Dia berada diperguruan Yu leng bun "
"Apa? Dia berada diperguruan Yu leng bun ? Apakah dia adalah murid Yu leng lojin?"
"Benar!"
"Sungguh perkataanmu itu?"
"Benar, dimanakah tempatku itu? Sekarang ia berada dimana?"
La berada dalam ruangan batu yang lain, apakah kau ingin bertemu dengannya?"
Iblis cantik pembawa maut segera manggut-manggut, tangannya segera melancarkan sebuah totokan keatas tubuh anak muda tersebut.
Termakan oleh trenaga totokannyta uu, tiba tibaq saja Ong Bun krim merasakan segenap tenaga dalam nya telah pulih kembali seperti sedia kala....
Ia melompat turun dari atas pembariigan dan memberi hormat kepada Iblis cantik pembawa maut, serunya dengan penuh rasa terima kasih.
"Terima kasih banyak cianpwe, atas budi pertolonganmu itu!"
"Tak usah banyak adat lagi, mari ikutilah aku ke ruangan sebelah !"
Sehabis berkata ia berjalan lebih dulu meninggalkan ruangan itu, Ong Bun kim segera mengikuti dibelakangnya.
Dengan langkah lebar perempuan itu berjalan memasuki sebuah pintu batu dan berkelebat masuk...
Itulah sebuah ruangan yang lebar, diatas sebuah pembaringan berbaringlah Tay khek Cinkun.
Dengan penuh luapan emosi Ong Bun kim segera menubruk ke depan, lalu teriaknya.
"Locianpwe!"
Tampaknya luka yang diderita Tay khak Cin-kun belum sembuh sama sekali, dia hanya membuka matanya memandang sekejap ke arah Ong Bun kim, lalu tertawa getir, katanya.
"Rupanya kita telah menemukan kembali kehidupan kita ditengah keadaan yang kritis!"
"Yaa, Iblis cantik pembawa mautlah yang telah menolong kita berdua"
Tay khek Cinkun segera mengalihkan sorot matanya ke atas wajah iblis cantik pembawa maut, lama, lama sekali, ia baru menghela napas panjang.
"Maaf kalau lohu tak dapat memberi hormat kepadamu untuk menyampaikan rasa terima kasih kami atas budi pertolonganmu itu "
"Tidak usah?"
Tukas Iblis cantik pembawa maut cepat.
"Aaai... Betul betu! tak kusangka kalau kau memang terkurung ditempai ini, kalau dihitung dengan jari tentunya sudah ada dua puluh tahun bukan?"
"Benar sudah dua puluh tahun lebih! Tolong tanya siapakah diri locianpwe?"
"Lohu adalah Tay khek Cinkun!"
"Oooh...kiranya kau!"
Iblis cantik pembawa maut menjerit kaget.
"kejadian ini sungguh diluar dugaanku aai sudah dua puluh tahun lebih, sungguh tak kusangka ada juga orang yang berhasil membaca tulisan diatas mata uang kematian dan berhasil tiba ditempat ini."
Sewaktu bergumam sampai disitu, wajahnya berubah menjadi amat sedih dan murung. Terharu juga Ong Bun kim oleh kesedihan yang menyelimuti wajah perempuan itu, maka dia pun bertanya.
"Cianpwe, tolong tanya mengapa kau sampai terkurung ditempat ini"
"Aaai masalah ini panjang sekali untuk di-ceritakan rasanya masalah lalu itu tak usah dikenang kembali."
Dengan sinar mata yang memancarkan kesedihan, ia menatap wajah Tay khek Cinkun, kemudian katanya.
"Cianpwe, ada satu hal ingin sekali kutanyakan kepadamu, apakah kau bersedia untuk menjawabnya?"
"Katakan saja!"
"Apakah kau kenal dengan Ong See liat?"
Begitu pertanyaan tersebut diutarakan, baik Ong Bun kim maupun Tay khek Cinkun sama sama merasa terperanjat.
"Kau.... kau menanyakan soal Ong See liat?"
Seru Tay khek Cinkun kemudian dengan suara gemetar.
"Benar!"
"Kau...... apakah kau kenal dengannya?"
O000dw000O BAB 49 PELAN-PELAN Tay khek Cinkun membalikkan sinar matanya ke wajah Ong Bun kim lalu katanya.
"Dialah putranya Ong See liat!"
"Apa?"
"Iblis cantik pembawa maut menjerit kaget, paras mukanya berubah hebat, tanpa terasa ia mundur dua langkah dengan wajah tak percaya.
"Sungguhkah perkataanmu itu?"
Tanyanya dengan suara gemetar.
"Benar-See liat memang ayahku!"
Ong Bun kim segera menjawab.
"Dimana ia sekarang?"
"Sudah mati!"
"Apa? Dia... dia sudah mati?"
Dari sikapnya tersebut bisa diketahui bahwa ia merasa kaget bercampur tercekat, agaknya ia tak percaya kalau hal tersebut merupakan kenyataan, ditatapnya Ong Bun kim beberapa saat, kemudian dengan sedih ujarnya.
"Dia sudah mati...?"
"Yaa benar, ia sudah mati... mbati pada enam bdelas tahun bersaelang...."
Sahubt Ong Bun kim dengan hati yang pilu.
Walaupun Ong Bun kim telah lupa dengan "raut wajah ayahnya", tapi terhadap kematian ayahnya, mau tak mau diapun merasakan juga kepedihan yang luar biasa.
Mendadak...
ia menyaksikan dua titik air mata jatuh berlinang membasahi pipi Iblis cantik pembawa maut, sikapnya tampak amat sedih sekali, ini tentu membuat Ong Bun kim -serta Tay khek Cinkun merasa tertegun...
Mereka memandang ke arahnya dengan tatapan kosong, mulutnya terbungkam dalam seribu basa, seakan-akan mulutnya dijahit secara tiba-tiba.
"Sungguhkah kesemuanya ini...?"
Kembali perempuan itu bertanya.
"benarkah dia dia sudah mati?"
"Apa yang menyebabkan kematiannya."
"Dibunuh orang!"
"Siapa pembunuhnya? Siapa yang telah membunuh dirinya...?"
Suaranya penuh diliputi oleh luapan emosi dan hawa napsu membunuh yang sangat tebal, ini membuat Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim merasakan hatinya tercekat, ditatapnya perempuan itu dengan sinar mata kaget dan tercengang.
Ong Bun kim menghela napas panjang katanya.
"Panjang sekali ceritanya."
"Coba katakanlah kepadaku ceritakanlah semua kejadian itu kepadaku!"
Pinta Iblis cantik pembawa maut dengan suara gemetar.
Sekali lagi Ong Bun kim menghela napas panjang, secara ringkas ia menceritakan bagaimana ayahnya terbunuh.
Selesai mendengar kisah cerita itu, air mata jatuh bercucuran membasahi pipi Iblis cantik pembawa maut...
Ditinjau dari kejadian tersebut, tak salah bila Ong Bunkim berdua untuk menduga bahwa antara perempuan itu dengan Ong See-liat sebetulnya mempunyai hubungan cinta kasih yang mendalam.
Tay khek Cinkun agak tertegun, akhirnya ia bertanya juga.
"Apakah hubunganmu dengan Ong See-liat akrab sekali?"
"Benar!"
"Kau..."
"Aku adalah kekasihnya yang pebrtama!"
"Aaah !d"
Ong Bun-kim maenjerit tertahabn.
Tiba-tiba saja ia teringat dengan perkataan dari ibunya Coa Siak-oh tentang hal itu, ibunya pernah bilang bahwa ayahnya masih mempunyai seorang kekasih lagi, sungguh tak disangka olehnya kalau kekasihnya dalam cinta pertama adalah Iblis cantik pembawa maut Yaa, berbicara sesungguhnya, hal ini benar-benar merupakan suatu peristiwa yang sama sekali tak disangka olehnya.
"Aku adalah kekasihnya"
Kembali Iblis cantik pembawa maut berkata dengan sedih, aku dan dia telah punya anak."
"Apa? Kau..kau dengan ayahkupun punya anak?"
Bisik Ong Bun-kim terkesiap.
"Benar !"
Kembali peristiwa itu merupakan suatu kejadian yang mengejutkan hatinya, ternyata akibat dari hubungannya dengan Ong See-liat, telah lahir seorang bocah.
Lantas, dimanakah bocah itu?
Sudah mati?
Ataukah masih hidup?
Dengan sedih Iblis cantik pembawa maut kembali berkata.
"Jika putriku belum mati, dia tentu sebesar kau sekarang."
"Apakah putrimu bernama Yap Soh-cu?"
Tiba-tiba Ong Bun-kim berteriak keras. lblis cantik pembawa maut menjadi tertegun.
"Aku memang she Yap dan seharusnya diapun she Yap, mengenai namanya sampai saat terakhir aku belum sempat memberinya."
"Apakah kau telah menyerahkan putrimu kepada ketua perkumpulan Hui yan-pang?"
"Benar!"
"Ooh.... !"
Ong Bun-kim kembali menjerit kaget, menjerit karena diluar dugaan.
"Dia tidak menyangka kalau Iblis cantik pembawa maut bukan saja merupakan kekasih pertama ayahnya, bahkan akibat dari hubungan itu mereka telah mempunyai anak. Tak heran kalau banyak orang bilang wajah Yap Soh-cu amat mirip dengan wajahnya, sungguh tak disangka kiranya mereka saudara seayah lain ibu. Kalau dibicarakan sesungguhnya peristiwa ini memang benar-benar merupakan suatu kejadian yang sama sekali diluar dugaan.
"Bukankah mata uang kematianmu telah kau serahkan kepada putrimu ?"
Kembali Ong Bun-kim bertanya.
"Benar, apakah nona yang kau katakan telah bergabung dsngan perguruan Yu-leng bun itu, adalah putriku?"
"Benar!"
"Oh Thrian...! Mana botleh ia bergabunqg dengan pergurruan dari musuh besarnya!"
Ucapan itu diutarakan dengan suara yang amat pedih.
"Mengapa kau bisa disekap disini? Apakah kau tak sanggup keluar dari tempat ini?"
Tanya Ong Bun-kim.
"Yaa, aku memang tak sanggup keluar dari sini, maksudku meninggalkan mata uang kematian tersebut pada putriku adalah agar supaya ketua dari Hui yan pay pergi mencari ayahmu dan mengajaknya kemari, sungguh tak kusangka kalau ia telah pergi mendahuluiku."
"Bersediakah kau untuk menceritakan kisah pengalamanmu itu kepada kami?"
Tanya Ong Bun-kim dengan sedih.
"Bersedia saja."
Tapi belum habis Iblis cantik pembawa maut berkata, tiba-tiba suara harpa yang terdengar tadi berkumandang kembali dalam ruang bawah tanah yang gelap itu.
Suaranya masih tetap lengking dan amat menusuk pendengaran Ketika mendengar suara permainan harpa tersebut, tibatiba Iblis cantik pembawa maut tertawa terbahak babak seperti orang gila, tiba-tiba saja tubuhnya ikut menari dan bergerak mengikuti irama harpa tersebut.
Makin menari ia semakin menggila sehingga sepintas lalu seperti orang gila yang lagi kambuh penyakitnya.
Irama harpa yang mengerikan, tarian yang menggidikkan, dengan cepat menciptakan suatu pemandangan yang seram.
Tay khek Cinkun dibuat terbelalak dengan wajah tertegun oleh adegan seperti itu.
Ong Bun-kim pun bikin terkesiap sehingga untuk sesaat lamanya cuma melongo saja tanpa bisa berbuat apa-apa.
Ditengah permainan harpa yang amat nyaring iblis cantik pembawa maut tertawa seram, menari dengan gilanya seolah-olah perbuatan seseorang yang telah kehilangan akal budinya.
Ia seperti seorang dukun perempuan yang sedang membawakan tarian penyembahan terhadap setan.
Selama hidup, belum pernah Ong Bun kim menjumpai adegan seperti ini, saking terkejutnya muka sampai berubah menjadi pucat, sekujur badannya gemetar sangat keras..
Mendadak...permainan harpa itu terhenti.
Iblis cantik pembawa maut yang sedang menari dengan kalapnya itupun segera terhenti pula bagaikan seorang yang kehabisan tenaga, ia mendekam ditanah dan sama sekali tak berkutik lagi...
"See...sesungguhnya apa yang telah terjadi?"
Seru Ong Bun-kim kemudian dengan suara terkejut.
"Mungkin ia sudah terkena pengaruh sihir!"
Bisik Tay khek Cinkun pula dengan terperanjat.
"Kena pengaruh sihir?"
"Benar!"
Pada saat itulah, suara pembicaraan seseorang dingin dan berat berkumandang dari balik ruangan tersebut.
"Iblis cantik pembawa maut, kau sudah bisa mendengarkan perkataanku...?"
"Yaa, sudah kudengar! "jawab lblis cantik pembawa maut dengan suara yang amat lirih.
"Bersediakah kau untuk menyerahkan?"
"Tii.....tidak akan kuserahkan!"
Menyerahkan apa?
Suara yang membetot sukma itu tidak menjelaskan, sebab selewatnya dua patah kata yang lirih dan pendek tersebut!
suasana pulih kembali dalam keheningan.
Tay khek Cinkun dan Ong Bun kim segera berpaling bertatapan sekejap dengan wajah seram, untuk sesaat lamanya mereka tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
Tak lama kemudian, Iblis cantik pembawa maut baru merangkak bangun dari atas tanah, wajahnya pucat pias menyeramkan, ditatapnya sekejap wajah Tay khek Cinkun dan Ong Bun kim dengan sinar mata menyeramkan.
Ia berdiri tertegun disitu seperti seseorang yang kehilangan ingatannya.
"See sebenarnya apa yang telah terjadi?"
"Sudah kalian saksikan semuanya?"
Tanya Iblis cantik pembawa maut.
"Yaa, sudah kami saksikan semua!"
Perempuan itu kembali tertawa, tertawa dengan seramnya sehingga kembali mendatangkan perasaan ngeri bagi yang melihatnya.
"Irama harpa apakah yarg berbunyi tadi, sehingga membuat kau menari seperti orang gila?"
Kembali Ong Bun kim bertanya.
"Itulah Si sim ci (irama pembetot hati)!"
Ong Bun kim bergidik mendengar nama itu, kalau didengar dari namanya maka irama Si sim ci tidak sehebat dengan ilmu Kou hun ci (irama penggaet nyawa) miliknya tak nyana justru daya pengaruhnya ternyata jauh lebih dahsyat.
"Marilah kita duduk lebih dahulu, akan kuceritakan semua peristiwa yang telah menimpa kepadaku itu kepada kalian!"
"Katakanlah !"
Iblis cantik pembawa maut-segera menghela napas panjang, katanya.
"Beginilah kisahnya...."
Pada puluhan tahun berselang, aku dengan ilmu silatku yang tiada tandingannya didunia ini telah membuat gemparnya seluruh dunia persilatan pada waktu itu tiada seorang manusiapun didunia ini yang sanggup menerima tiga buah pukulanku, kecuali Ong See liat..."
"Aku sudah tahu, pernah mendengar kejadian ini"
Sela Ong Bun kim.
"Ya, sebelum berlangsungnya pertarungan tersebut, ayahmu telah berjanji kepadaku, seandainya aku tidak berhasil menangkan dirinya didalam tiga gebrakan, maka akn harus menjadi kekasihnya..
"Dan kaupun menyanggupi permintaannya itu?"
"Yaa, aku telah mengabulkan permintaannya, ternyata ayahmu memang benar-benar sanggup untuk menerima ketiga buah pukulanku. maka sejak itupun aku menjadi kekasihnya. Yaa meskipun kalau diceritakan hal inisesungguhnya mirip suatu adegan dalam sandiwara saja, akan tetapi memang begitulah kenyataannya yang telah terjadi tapi justru karena peristiwa ini, ayahmu telah membuat aku menjadi malu."
"Kenapa?"
"Karena ketidak mampuanku untuk merobohkan ayahmu dalam tiga jurus merupakan suatu peristiwa yang amat memalukan bagiku, maka akupun mulai berusaha untuk menghindarinya."
Suatu waktu, akhirnya aku berjumpa dengan ayahmu, dalam suatu adegan ciuman yang hangat terjadilah peristiwa yang tak diinginkan, tapi setelah kejadian itu, akupun pergi meninggalkannya."
"Kenapa kau harus berbuat demikian?"
Tanya Ong Bunkim "Yaa, sesungguhnya aku sedang mencari penyakit buat diriku sendiri, aku tahu bahwa ayahmu amat mencintaiku, dia berkelana kemana-mana mencari jejakku, tapi aku tak ingin berjumpa lagi dengannya.
Karena "perbuatan"
Yang hanya sekali itu, aku mengandung, pernah terlintas dalam ingatanku untuk menggugurkan kandunganku tersebut, tapi aku tak berani melakukannya, coba kalau bukan lantaran pikiran itu, tak nanti aku bisa terkurung disini.
Maka akupun pergi mencari Pak khek sin mo."
"Mau apa kau pergi mencarinya?"
Tanya Tay khek Cinkun dengan terperanjat.
"Aku ingin menggunakan pengaruh obat untuk menggugurkan kandunganku, tapi ketika kutemukan Pakkhek-sin-mo, kebetulan ia sedang menutup diri untuk melatih semacam ilmu, hal mana membuat aku gagal untuk berjumpa dengannya."
"Tiga bulan setelah kejadian tersebut, akhirnya ingatan jahat itu berhasil kuatasi tiba-tiba saja aku mulai berpikir, anak yang sama sekali tak bersalah itu kenapa harus kugugurkan? Tapi, pada saat itulah Pak-khek-sin-mo telah datang mencariku."
"Ia datang mencarimu? Apakah dia hendak membantumu untuk menggugurkan kandunganmu?"
Tanya Ong-Bun kim tanpa sadar.
"Benar! Padahal waktu itu kandunganku telah berumur delapan bulan, saat kelahiran pun sudah makin dekat, akupun memberitahukan kepadanya bahwa aku tidak jadi menggugurkannya.
"Tentu saja ia menyetujui pendapatku itu, bahkan memberi kuliah kepadaku bahwa anak itu tak bersalahdan sebagainya. Waktu itu. aku menganggap Pak khek-sin-mo adalah orang yang baik sekali. Siapa tahu kalau semua perbuatannya itu justru sedang melancarkan suatu rencana busuk nya. Hari itu, akhirnya peristiwa yang sangat mengerikan pun terjadi."
Berbicara sampai disini, ia seperti lagi menggigil keras karena merasa ngeri, sampai lama sekali ia baru lanjutkan kembali ceritanya;
"Ketika ia menjamuku dalam suatu perjamuan, ternyata secara diam-diam ia mencampurkan sejenis racun didalam arakku "Apakah ia hendak menggugurkan anak dalam kandunganmu ?"
Kembali Ong Bun-kim menukas.
"Tidak, obat racun tersebut adalah suatu jenis obat racun yang aneh sekali, setelah kuminum racun itu, sama sekali tidak kurasakan sesuatu yang aneh, tapi pada saat itulah tiba-tiba Pak-khek sin-mo mengeluarkar sebuah harpa dan memainkan irama harpa seperti apa yang telah kalian dengar tadi"
"Kenapa ia harus memetik irama harpa itu?"
"Karena setelah ia memainkan irama harpa tersebut, aku jadi seperti orang kesurupan, tiba-tiba saja dari dalam perutku muncul segulung napsu ingin menari yang tak bisa dicegah, maka akupun mulai menari-nari seperti orang gila."
"Peristiwa ini sungguh-sungguh merupakan suatu kejadian yang sama sekali tidak masuk diakal"
Pekik Ong Bun-kim dengan hati bergidik.
"Yaa, peristiwa ini memang merupakan suatu peristiwa yang menakutkan, tapi bagaimana pun juga aku adalah seorang yang sempurna dalam tenaga dalam, coba kalau racun itu berada ditubuh orang lain, setelah mendengar irama Si-sim-ci tersebut, niscaya semua akal budinya akan lenyap dan dia akan menggila terus sampai mati."
"Tapi aku tak sampai menjadi begitu rupa, dengan paksakan diri kukendalikan racun tersebut agar tak sampai menyambar ke mana-mana....aku berhasil memojokkan racun itu sehingga kekalapanku tak sampai membuat aku menjadi tak sadar atau mati"
Setelah menghela napas panjang, katanya lebih jauh.
"Ditengah aku sedang menari dengan kalap itulah, tibatiba ia bertanya kepadaku.
"Apakah kitab Hek-tao kengberada di tanganmu?"
"Aku menjawab Ya benar, memang kitab itu berada ditanganku."
Ia memaksa kepadaku untuk menyerahkan kitab itu kepadanya, dan saat itulah aku sadar dari pengaruh kalap itu, maka akupun bertekad untuk membunuhnya!
"Sudah barang tentu ilmu silat yang dimilikinya bukan tandinganku, ketika sudah mulai keteter hebat dan nyawanya mulai terancam bahaya maut, tiba-tiba ia gunakan kembali irama harpa tersebut untuk mengendalikan aku, dan semenjak itulah aku disekap disini." 00000OdwO00000 BAB 50 APAKAH kau tak sanggup untuk keluar dari sini dan mencarinya?"
Tanya Ong Bun Kim.
"Kau keliru besar, bukannya aku tak bisa keluar dari siat, adalah aku sendiri yang tak dapat meninggalkan tempat ini karena aku telah makan obat racun itu..."
"Mengapa demikian?"
"Aaai.! Kalau diceritakan mungkin saja kalian tidak percaya, setiap sepuluh jam satu kali. kalau tidak kudengar irama harpa tersebut maka racun yang berada dalam tubuh akan kambuh, ini mengakibatkan aku merasa amat tersiksa, beberapa kali aku ingin mati saja, tapi setiap kali irama harpa tersebut telah menolong jiwaku, ia tidak membiarkan aku mati karena dia berharap bisa mendapatkan kitab pusaka Hek mo-keng tersebut."
"Jadi kau tak dapat meninggalkan tempat ini, karena kau harus mendengarkan irann harpa tersebut?"
"Benar!"
"Sungguh suatu perbuatan yaag amat keji!"
Teriak Ong Bun kim sambil menggigit bibir.
"Benar aku betul betul ingin mati tak bisa, ingin hiduppun susah, terpaksa sepanjang tahun aku harus mendekam dalam ruangan ini dan hidup dijawab kendali orang lain....Dua bulan kemudian sejak peristiwa itu, putri ku pun lahir.
"Mata uang kematian adalah senjata rahasia andalanku, dalam keadaan begitulah aku mulai teringat kembali akan diri Ong See liat, aku pikir mungkin ia dapat menyelamatkan jiwaku.
"Tak lama setelah putriku dilahirkan, tiba-tiba seseorang muncul dalam ruang bawah tanah itu, orang itu adalah pangcu dari perkumpulan Hui-yan pang"
"Kuserahkan putriku kepadanya, akupun mengatakan kepadanya agar menyerahkan keenam biji mata uang kematian itu kepada Ong See liat, sebab aku telah mengukir tempat sekapanku ini di-atas mata uang tersebut."
"Sungguh kasihan pangcu dari Hui yan pang tersebut, dia telah mati dibunuh Pak khek sin mo bahkan semua jago Iihay dalam perkumpulannya ikut dibunuh semua sampai habis, beruntung sekali istrinya dan putriku berhasil melarikan diri..."
"Yaa, sesungguhnya hal mana sudah berada dalam dugaanku. Yu leng lojin pasti akan pergi mencarinya, sungguh kasihan dia dan para anggota per kumpulannya, mereka harus mati lantaran aku...."
Berbicara sampai disini, air matanya tak bisa dibendung lagi segera bercucuran dengan derasnya.
"Sesungguhnya Hek mo keng itu kitab macam apa?"
Tanya Ong Bun kim kemudian.
"Se
Jilid kitab pusaka ilmu silat peninggalan dari Hek mo im (bayangan Ibiis hitam)!"
"Kitab pusaka itu berhasil kau dapatkan?"
Tanya Tay khek Cinkun dengan terperanjat.
"Benar!"
"Lantas dimanakah pedang saktinya?"
Tanya Tay khek Cinkun lebih lanjut.
"Soal itu aku kurang begitu tahu!"
"Aaai ! Sungguh tak kusangka kalau perkataan diri Thian jian Cuncu ternyata bukan kata-kata kosong belaka, ketika ia mengatakannya kepadaku dulu, aku masih mengira hal itu sebagai sesuatu lelucon belaka, tak tahunya..."
"Apa yang telah dikatakan Thian jian Cuncu kepadamu?"
Tanya Ong Bun kim sambil menghela napas.
"Disaat pedang sakti muncul kembali, pembunuhan berdarah akan terjadi dalam dunia persilatan, dan..."
Dan apa? Iba tidak melanjudtkan kata-katanaya, selapis rasba sedih dan murung segera menyelimuti wajahnya. Sampai lama sekali ia batu bergumam kembali.
"Rahasia langit tak boleh bocor, kalau tidak sukar dilukiskan apa akibatnya, Thian jian Cuncu benar-benar seorang tokoh sakti yang tiada bandingannya didunia ini"
Ong Bun-kim tak tahu apa yang telah di-katakan Thian jian Cuncu kepada Tay khek Cinkun, tapi oleh sebab persoalan itu menyangkut rahasia langit, maka diapun tidak bertanya lebih jauh.
Ong-Bun-kim segera mengalihkan pokok penbicaraan itu ke soal lain, tanyanya kemudian.
"Apakah Yu-leng lojin sendiri yang memainkan irama harpa tadi?"
"Mungkin benar, kecuali seseorang yang memiliki tenaga dalam sempurna, jangan harap permainan harpa tersebut bisa dilakukan-bahkan dengan tenaga dalam yang kau miliki sekarangpun masih belum cukup!"
Ong-Bun-kim segera menggertak gigi menahan geramnya, ia berseru dengan penuh luapan emosi.
"Aku pasti akan melumat tubuhnya hingga menjadi berkeping keping, kalau tidak rasanya dendam kesumat ini sukar dihilangkan dari dalam hatiku...."
"Aku lihat ruangan ini agaknya diatur menurut suatu kedudukan ilmu barisan, apa benar begitu?"
Tiba-tiba Taykhek Cin kun bertanya.
"Benar, memang diatur menurut barisan Kiu-kiong yang mengandung unsur Pat-kwa"
Tay-khek Cinkun menggigit bibirnya seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian sambil tertawa dingin katanya.
"Aku harus pergi menjumpainya!"
"Menjumpai siapa?"
"Pak-khek sinmo Yu-leng-lojin...!"
Sinar matanya lantas dialihkan keatas wajah Iblis cantik pembawa maut, lalu tanyanya.
"Bagaimanakah keadaan lukamu sekarang?"
"Tidak terlalu bahaya, asal kusalurkan hawa murniku untuk penyembuhan, maka semua luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya."
"Kalau begitu, tolong bantulah aku sekali lagi!"
Lblis cantik pembawa maut manggut-manggut, diapun segera menepuk bebas tiga buah jalan darah penting ditubuh Tay khek Cinkun, lalu menyalurkan hawa murninya untuk membantu kakek itu menyembuhkan penyakitnya.
Cara pengobatan yang dilakukanb ternyata cepatd sekali, hanya adalam waktu sinbgkat pengobatan itu sudah selesai.
Tay-khek Cinkun yang memperoleh bantuan tenaga dari Iblis cantik pembawa maut pun segera mengerahkan tenaga sendiri untuk mengobati lukanya, sudah barang tentu luka tersebut menjadi sembuh kembali jauh lebih cepat daripada dihari biasa.
Ketika lukanya benar-benar telah sembuh Tay khek Cinkun segera menghela napas panjang, lalu katanya.
"Budi pertolonganmu ini rasanya tak perlu kuucapkan terima kasih, tapi budi itu pasti akan kubalas dikemudian hari."
"Tak usah sungkan sungkan!"
"Eee.h....baiknya aku menyebutkan dengan panggilan apa?"
Tiba-tiba Ong Bun-kim bertanya.
"Panggil saja aku dengan sebutan A-ih (bibi).!"
Ong Bun kim manggut-manggut .
"A-ih, tahukah kau kalau kami sudah terkena racun jahat tak berwujud.."
"Tak usah kuatir, racun itu sudah kuusir keluar dari dalam tubuh kalian, untung saja sebelum kejadian kalian sudah menelan sebutir pil penawar racun, kalau tidak, mungkin akupun tak sanggup untuk menyelamatkan jiwa kalian!"
"Aku akan pergi mencarinya sekarang juga !"
Tay-khek Cinkun kembali berkata dengan tiba-tiba.
"Mencari siapa? Yu leng-lojin?"
"Benar! Barisan Kiu-liong pat kwat-tin tak bakal bisa mengurungku disini!"
"Baik, mari kita pergi mencarinya!"
Sahut Ong Bun kim pula dengan dingin.
"Cianpwe, kau tak boleh berbuat demikian"
Cegah Iblis cantik pembawa maut secara tiba-tiba. Tay khek Cinkun segera tertawa.
"Bagaimanapun juga selembar nyawaku ini berhasil kupungut kemba'i sekalipun harus mati juga tak mengapa!"
Selesai berkata, ia lantas berjalan lebih duluan keluar dari ruangan itu.
"Tunggu sebentar!"
Bentak Iblis cantik pembawa maut.
"Pesan apa lagi yang hendak kau katakan?"
"Apakah kalian bersikeras hendak mencarinya?"
"Benar!"
"Permainan harpa itu belum berkumandang lagi, tahukah kalian sekarang dia berada dimana?"
Tay khek Cinkun merasa perkataan itu ada benarnya juga, sampai kini irama harpa belum berkumandang lagi, mana ia bisa tahu berada dimanakah iblis tua tersebut?
Maka setelah berrpikir sebentart sahutnya dingiqn;
"Baik, kita rnantikan beberapa jam lagi!"
Iblis cantik pembawa maut pun berpaling ke arah Ong Bun kim, lalu ujarnya.
"Ong Bun kim, sekalipun ayahmu tidak berjodoh denganku, tapi bagaimanapun juga kau adalah putranya, untuk membalas dendam, bersediakah kau mempelajari beberapa jurus silat yang akan kuajarkan kepadamu?"
Ong Bun kim merasa sangat gembira.
"Terima kasih banyak atas kebaikan A ih."
Sahutnya.
"Akan kuajarkan ilmu pukulan Hek mo sin ci ada (pukulan sakti iblis hitam) kepadamu, sebab ilmu pukulan itu hanya terdiri dari empat jurus, Walaupun begitu, aku rasa belum tentu ada seorang manusiapun dalam dunia persilatan dewasa ini yang sanggup menghadapinya, nah jurus pertama bernama Hek ya mo mi (bayangan setan ditengah kegelapan) jurus kedua bernama Mo im kui jiau (bayangan iblis cakar setan), jurus ketiga bernama Mo kui ci ong si (setan iblis berambut mayat) dan jurus terakhir adalah Mo hong su ki (angin iblis berhembus dari empat penjuru), sekarang perhatikanlah baik-baik, akan segera kuajarkan ilmu pukulan itu kepadamu!"
Demikianlah, selanjutnya perempuan itupun mewariskan ilmu pukulan silatnya sejurus demi sejurus kepada Ong Bun kim.
Dengan tekun dan penuh semangat Ong Bun kim mempelajarinya, betul hanya terdiri dari empat jurus belaka, ternyata tidak gampang untuk dipelajari, apalagi perubahan yang sedemikian banyaknya, coba pemuda itu tak berotak encer, niscaya kepandaian itu akan sulit untuk dipelajarinya.
Lima jam kemudian Ong Bun kim telah berhasil menguasahi ilmu pukulan maha sakti itu.
Menyaksikan kecerdasan dan kemampuan si anak muda itu, Iblis cantik pembawa maut menghela napas panjang.
"Aaaai ! Kecerdasanmu benar-benar tak kalah bila dibandingkan dengan ayahmu dimasa lampau, kejadian ini sungguh merupakan suatu kejadian yang patut digirangkan, duduklah..."
"Mau apa disuruh duduk?"
"Akan kuhadiahkan sepertiga dari tenaga dalam ku untukmu!"
"Aaah! Hal ini......hal ini mana boleh?"
"Jangan kuatir"
Ujar Iblis cantik pembawa maut.
"sekalipun sepertiga dari kekuatanku telah kuberikan kepadamu, hal tersebut sama sekali tak akan mempengaruhi diriku, tenaga kekuatan yang berada dalam tubuhku masih tetap sebesar seratus tahun hasil latihan"
Terhadap cinta kasih dari Iblis cantik pembawa maut ini, Ong Bun-kim benar-benar merasa terharu sekali sehingga tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
Akhirnya dengan air mata bercucuran karena terharunya, pemuda itu berkata.
"A-ih, aku tak tahu dengan cara apa harus menyatakan rasa terima kasihku kepadamu!"
"Sudahlah nak, ini belum terhitung seberapa, kau tak usah berterima kasih kepadaku, yang penting sekarang duduklah dengan tenang disitu, aku akan segera turun tangan"
Mendengar perkataan itu, Ong Bun kim segera menurut dan duduk diatas lantai.
Pelan-pelan Iblis cantik pembawa maut menempelkan telapak tangan kanannya keatas jalan darah Thian leng kay diubun-ubun Ong Bun-kim, segulung tenaga murni yang maha besar dengan cepatnya menyusup masuk lewat ubunubun dan segera menerjang kedalam tubuh anak muda itu.
Tay khek cinkun yang menyaksikan kejadian itu tak bisa berbuat lain kecuali berkemak-kemik bergumam seorang diri;
"Inilah yang dinamakan takdir..inilah yang benar-benar merupakan takdir..."
Kurang lebih satu jam kemudian, pengerahan tenaga itupun telah selesai, sambil bangkit berdiri kata Iblis cantik pembawa maut!
Tenaga dalam yang kau miliki sekarang paling tidak sudah berada diatas seratus tahun hasil latihan, jika dikombinasikan penggunaannya dengan ilmu pukulan Hek mo sin ciang yang ku hajarkan tadi, maka kepandaian silatmu sekarang sudah cukup untuk menjagoi dunia persilatan."
"Terima kasih banyak A-ih atas cinta kasihmu yang bersedia membawaku ke jalan kesuksesan "
Bisik Ong Bunkim dengan air mata bercucuran karena terharu.
"Tak usah berterima kasih kepadaku, asalkan kau bisa mencarikan putriku untuk berjumpa muka denganku, itu sudah lebih dari cukup."
"A-ih aku pastia kan membawanya datang kemari..."
Si anak muda itu berjanji.
Baru habis ia menyelesaikan kata katanya mendadak...
Irama maut Si sim ci ki yang mengalun merdu itu kembali berkumandang memenuhi seluruh ruangan, begitu mendengar iramba musik sepertid juga semula Ibalis cantik pembbawa maut segera tertawa tergelak gelak seperti orang gila, dan menari nari seperti orang yang sudah tak waras otaknya.
Tay khek Cinkun segera berbisik kepada Ong-Bun kim.
"Ong Bun kim hayo sekarang juga kita berangkat!"
Begitu selesai berkata, ia telah menerjang lebih dahulu ke arah pintu depan.
Selapis hawa napsu membunuh menyelimuti wajah Ong Bun kim, ketika Tay khek Cinkun menerjang keluar dari mulut gua tadi, diapun ikut pula di belakangnya menerjang keluar dari sana.
Irama harpa masih saja mengalun dengan merdunya diseluruh ruangan.
Gelak tertawa kalap dari Iblis cantik pembawa maut, berkumandang pula tiada hentinya...
Setelah berbelok kedalam sebuah lorong bawah tanah dan berjalan lebih kurang satu kaki lebih, tiba-tiba Tay khek Cinkun menghentikan langkahnya lalu bergumam seorang diri.
"Empat berubah menjadi delapan... delapan kembali menjadi empat, empat sembilan tiga puluh enam... benar, benar, pasti beginilah caranya-untuk memecahkan..."
Ia lantas menarik tangan Ong Bun-kim dan mulai berjalan kian kemari ditengah lorong yang gelap gulita itu, perjalanan dilakukan makin lama semakin cepat...
Mengikuti arah perjalanan mereka semakin cepat itu, suara permainan harpa yang mengalun merdu itu kedengaran kian lama kian bertambah dekat.
Tiba-tiba Ong Bun-kim bertanya.
"Locianpwe, jangan-jagan ruang bawah tanah ini berhubungan langsung dengan perguruan Yu-leng-bun?"
"Ehmm.... kemungkinan ini memang selalu ada."
"Yu leng Lojin betul betul berkepandaian hebat dan berkemampuan luar biasa."
Kata pemuda itu lagi dengan suara dingin.
"Benar, dia memang seorang manusia yang cerdas dan berkepandaian yang luar biasa, cuma sayang telah menempuh jalan yang sesat sehingga menimbulkan badai pembunuhan berdarah dalam dunia pesilatan, peristiwa ini sungguh pantas disesali dan disayangkan."
Dalam pada itu mereka telah tiba didepan sebuah ruangan batu, Ong Bun-kim memperhatikan sejenak suasana disekitar situ, lalu serunya.
"Locianpwe, suara irama harpa tersebut berasal dari dalam ruangan ini?"
"Betul!"
Tanpa berpikir panjang lagi Ong Bun-kim segera melompat ke depan pintu itu dan melancarkan sebuah pukulan dahsyat ke arahb pintu batu itud dengan tangan akirinya.
"Blaaabng !"
Suatu benturan keras yang memekikkan telinga berkumandang memecahkan keheningan, sebuah lubang yang amat besar segera muncul diatas batu itu, namun pintu itu sendiri sama sekali tidak bergeser dari posisinya semula.
Kenyataan tersebut sangat mengejutkan Ong Bun kim, segera pikirnya didalam hati.
"Suatu pintu batu yang betul betul amat tebal......"
Tay-khek Cinkun dengan cepat menghimpun tenaga dalamnya dan melancarkan pula sebuah pukulan kedepan, akan tetapi kenyataannya, pintu batu itu sama sekali tak bergeser juga dari tempat semula, sementara irama harpa mengalun keluar dari balik pintu itu.
"Pintu ini susah untuk dibuka"
Keluh Tay-khek Cinkun.
"mari coba kita cari disekitar tempat ini, siapa tahu kalau ada tombol khusus untuk membuka pintu tersebut!"
Ong Bun-kim segera mengalihkan sinar matanya untuk menyapu sekejap sekeliling tempat itu, tapi diluar ruang batu tersebut kosong melompong tiada suatu benda apapun, ini membuat anak muda itu menjadi melongo dan tertegun.
Sebaliknya sinar mata Tay-khek Cinkun segera dialihkan keatas sebuah patung batu berukiran yang berada lima depa dihadapan mereka dan menatapnya tak berkedip.
Tiba tiba ia maju menghampiri batu berukir tersebut, kemudaan diamatinya beberapa saat, setelah itu berusaha untuk menggeserkan patung itu dari sana.
tapi patung batunitu sedikttpun tidak bergeser dari posisinya semula Mendadak Tay-khek Cinkun menangkap bagian kepala dari patung tersebut dan memutarnya kesamping kiri.
Berbareng dengan diputarnya kepala patung tersebut, segera terdengarlah suara bergemerincing yang amat nyaring berkumandang memecahkan keheningan.
Benar juga, pintu batu itu segera membuka dengan sendirinya.
Ong Bun-kim menjadi sangat girang sekali, sementara Tay-khek Cinkun dengan suatu lompatan kilat telah menerjang masuk kebalik pintu itu, buru-buru Ong Bun-kim menyusul pula dari belakangnya Suasana dalam ruangan itu gelap dan lembab, disudut ruangan situ duduklah sesosok bayangan hitam sedang memetik senar harpa irama musik yang menyeramkan itupun berkumandang dari sana.
"Tahan!"
Bentak Ong Bun-kim dengan suara menggeledek.
Tapi orang itu sama sekali tidak menggubris bentakan itu, sebaliknya masih tetap duduk sambil memetik senar harpanya.
Ong Bun-kim memrbentak keras satmbil menerjang qke depan, dalamr gusarnya ia telah melancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah bayangan hitam yang sedang memetik senar harpa tersebut.
"Blaaang...!"
Suatu benturan yang amat keras menggelegar memecahkan keheningan Permainan harpa pun segera terhenti.
Ketika Ong Bun-kim mengalihkan kembali sorot matanya ke arah bayangan hitam itu, hampir saja ia berseru tertahan, ternyata orang yang memetik harpa itu bukanlah Yu-leng Lojin seperti yang diduganya semula, melainkan adalah seorang manusia aneh berambut panjang yang bentuk wajahnya amat menyeramkan.
Entah akibat dan pukulan Ong Bun-kim, ataukah pada dasarnya memang demikian paras muka manusia aneh itu pucat pias hingga tampak menyeramkan sekali, sepasang matanya yang dingin dan tajam tiba-tiba dialihkan kearah wajah Ong Bun-kim dan menatapnya lekat-lekat.
Dipandang secara begini rupa, diam-diam bergidik juga hati anak muda itu sehingga bulu kuduknya pada bangun berdiri.
Tay-khek Cinkun segera maju ke depan, tapi tiba tiba saja ia menjerit kaget setelah menjumpai paras muka orang itu.
"Haaah... Rupanya kau..."
Sambil menjerit kaget, paras muka Tay khek Cinkun berubah sangat hebat, kemudian dengan sempoyongan ia mundur tiga empat langkah lebar.
"Sii....siapakah dia?"
Tanya Ong Bun-kim dengan cepat. Tay khek Cinkun tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia hanya bergumam kembali dengan perasaan hampir tak percaya.
""Hal ini.....hal ini benar-benar tak masuk diakal... sungguh tak masuk diakal...."
"Sebenarnya siapakah dia?"
Sekali lagi Ong Bun-kim mengajukan pertanyaannya. Seperti baru tersadar kembali dari rasa kagetnya, Tay khek Cinkun gelengkan kepalanya berulang kali.
"Aaaai....! Kalau dibicarakan mungkin kau pun tak akan percaya.."
"Kenapa tak akan percaya? Sesungguhnya siapakah dia?"
Pelan-pelan Tay-khek Cinkun mengalihkan kembali sinar matanya ke atas wajah si kakek pemetik harpa itu, kemudian menegur.
"Sobat lama, masih kenal dengan aku orang she Can?"
Dengan sinar mata yang menggidikkan hati orang itu menuap wajah Tay khek Cinkun lekat-lekat, lama... lama sekali ia baru menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Apa? Kau tidak kenal lagi denganku?"
Seru Tay khek Cinkun terperanjat.
"Locianpwe, sebenarnya siapakah orang ini?"
Tanya Ong Bun kim lagi dengan perasaan terperanjat.
"Bu khek lojin, salah seorang diantara Bu lim sam lo!"
"Haah?"
Ong Bun kim menjerit kaget pula tanpa terasa, sebab kejadian itu benar-benar merupakan suatu peristiwa yang menggetarkan perasaan orang, sungguh tak disangka kalau kakek pemetik harpa ini tak lain adalah Bu khek lojin.
oooOdwOooo BAB 51
"JADI dialah yang bernama Bu khek lojin?"
Seru anak muda itu lagi dengan terperanjat.
"Benar!"
"Peristiwa peristiwa ini sungguh merupakan suatu peristiwa yang sama sekali tak masuk di-akal."
Berbicara sampai disini, tak tahan lagi Ong Bun kim bersin beberapa kali lantaran ngeri.
"Yaa, tidak kusangka kalau Yu leng lojin sedemikian lihay dan luar biasanya hingga diapun bisa ditariknya masuk ke dalam perguruan Yu leng bun, kejadian ini sungguh mengejutkan hati orang."
Pelan pelan Ong Bun kim mengalihkan kembali sinar matanya ke wajah Bu khek lojin, tampak dengan sorot mata yang menggidikkan dan penuh dengan pancaran hawa napsu membunuh kakek itu sedang menatap wajah Ong Bun kim lekat lekat.
"Siapa kalian?"
Tiba tiba ia menegur.
"Aku adalah Tay khek Cinkun!"
Buru-buru Tay-khek Cinkun memperkenalkan diri.
"Kau... kau adalah Tay khek Ciakun? Ya..! aku seperti teringat de......dengan nama ini."
"Sobat lama, apakah kau lupa ketika kita bermain catur ditengah salju dulu?"
"Lupa. ...lupa..."
Mendadak hawa napsu membunuh yang menggidikkan hati memancar keluar dari balik matanya, kemudian ia membentak keras keras.
"Siapa yang telah menghantam diriku tadi ?"
"Aku!"
Jawab Ong Bun kim dengan perasaan terkesiap.
"Bocah muda, rupanya kau sudahb bosan hidup?"
D"Aku tidak tahua kalau kau adalbah...."
"Kau anggap siapakah aku ini?"
"Yuleng lojin..."
"Kau berani turun tangan terhadap majikanku?"
"Apa? Yu leng lojin adalah majikanmu?"
"Benar!"
Tay-khek Cinkun dan Ong Bun kim saling berpandangan sekejap, kemudian mereka sama-sama merinding dibuatnya.. Dengan perasaan terkesiap Tay-khek Cinkun segera bertanya lagi.
"Mengapa kau bersedia menggabungkan diri dengan Yu leng lojin dan menjadi pembantunya?"
"Karena dia adalah seorang yang sangat baik!"
"Jadi kaupun sudah pernah merasakan ilmu hipnotis Gi sin tay hoatnya."
"Apa itu Gi sin tay hoat? Aku tidak tahu yang kalian maksudkan itu, cuma kalian begitu berani bersikap kurang ajar kepada ku, aku tak akan mengampuni kalian dengan begitu saja."
Begitu selesai berkata, tiba-tiba ia melompat ke hadapan Ong Bun kim, kemudian dengan harpa besinya yang disertai dengan tenaga dahsyat, ia hantam tubuh si anak muda itu.
Tampaknya sifat buas dari Bu khek lojin telah berkobar, serangan yang dilancarkan ke arah Ong Bun kim ini telah disertai dengan kekuatan yang luar biasa, tampaknya dia berniat untuk melenyapkan si anak muda itu dalam sebuah serangannya.
Pada saat Bu-khek lojin melancarkan serangannya tadi, Tay-khek Cinkun ikut melejit ke depan dan menerjang ke arah manusia aneh itu.sebuah pukulan segera dilancarkan ke arah Bu khek lojin seraya bentaknya keras-keras.
"Tahan..."
Oleh bentakan itu tanpa terasa Bu khek lojin menghentikan gerakan tubuhnya, dengan sinar mata yang tajam ia menatap wajah Tay-khek Ciakun tajam-tajam, lalu serunya.
"Ada urusan apa kau suruh aku berhenti menyerang?"
"Sobat lama, apakah kau sudah tidak mengindahkan lagi persahabatan kita yang dulu?"
"Persahabatan? Haahh haahh hah hakekatnya aku sama sekali tidak kenal dengan dirimu!"
Seraya berkata sekali lagi ia menerjang ke depan dengan amat dahsyatnya.
Paras muka Ong Bun-kim berubah hebat hawa amarahnya telah berkobar dalam dadanya, ia tak tahan menyaksikan keangkuhan dan kenekatan kakek aneh itu terhadap dirinya.
Pada saat itulah Tay khek Cinkun telah melancarkan pula sebuah pukulan dahsyat.
Tampaklnya Tay-khek Cinkun tidak ingin bertarung sendiri melawan Bu khek lojin, maka sekalipun dalam serangannya itbu telah disertadkan tenaga penuah, namun tidak bdisertai ancaman yang mematikan.
Sebaliknya kebuasan Bu-khek lojin telah berkobar, ditengah bentakan yang sangat keras, secara beruntun dia melancarkan empat buah serangan kilat yang keseluruhannya ditujukan ke bagian-bagian yang mematikan ditubuh Tay-khek Cinkun, sungguh suatu serangan yang keji dan mengerikan.
Berbicara dalam hal tenaga dalam, agaknya kepandaian Tay-khek Cinkun masih menang setingkat bila dibandingkan dengan Bu khek lojin, cuma dia tak ingin melukai sobat lamanya ini karena dia tahu Bu-khek lojin sudah terkena pengaruh ilmu hipnotis Gi-sin tay-hoat dari Yu-leng lojin.
Serangan demi serangan dilangsungkan berulang kali, pertarungan berjalan amat cepat, dalam waktu singkat sepuluh gebrakan sudah lewat tanpa terasa.
Tiba-tiba Ong Bun-kim membentak keras.
"Locianpwe, bekuk dirinya..."
Paras muka Tay khek Cinkun berubah hebat diapun sadar bila sobatnya ini tidak segera dibekuk, maka pertarungan yang berkepanjangan bukan merupakan suatu keuntungan bagi pihaknya.
Berpikir demikian, diapun membentak keras, tangan kirinya segera dibabat ke depan dengan kecepatan luar biasa.
Dua sosok bayangan manusia saling berputar ditengah udara lalu memisahkan diri menjadi selapis cahaya tajam, terasalah angin pukulan menderu-deru amat menyeramkan.
Sungguh pertarungan ini merupakan suatu pertarungan sengit yang jarang terjadi dalam dunia persilatan, sampai terbelalak Ong Bun kim menyaksikan jalannya pertarungan tersebut.
Mendadak terdengar suatu bentakan nyaring menggelegar di ruangan, menyusul kemudiar.
terjadinya suatu benturan keras, dua sosok bayangan manusia saling berpisah dan Bu khek lojin sambil muntah darah segera terjungkal ke atas tanah.
Tay khek Cinkun sendiripun mundur sejauh tujuh delapan langkah dari tempat semula, tak tahan diapun ikut muntah darah segar.
Dengan suatu langkah cepat Ong Bun kim menerjang maju ke depan dan mencengkeram tubuh Bu khek lojin, kemudian sambil mengangkatnya ke udara ia membentak.
"Bu-khek lojin, kenapa kau bersedia masuk menjadi anggota perguruannya Yu leng lojin?"
Bu-khek lojin,. melirik sekejap ke arah Ong Bun kim, lalu tertawa dingin tiada hentinya suara tertawanya masih tetap begitu sinis dan menyeramkan...
"Hayo cepat menjawab!"
Kembali Ong Bun-kim membentak.
"mengapa kau bersedia menjadi kaki tangannya rYu leng lojin dtan menjadi seorqang algojo disirni?"
"Kalian sendiri baru algojo-algojo yang jahat, kalau hendak membunuh diriku, hayolah cepat dibunuh"
Bentak Bu-khek lojin.
"Hmm! Tidsk sulit buat kami jika ingin membunuhmu, setiap saat nyawamu bisa ku-cabut!"
"Kalau begitu, hayolah cepat cabut nyawaku."
Ong Bunkim teramat gusar, telapak tangannya sudah diangkat ke udara siap membunuh kakek aneh tersebut. Tapi pida saat itulah tiba-tiba terdengar Tay khek Cinkun berseru dengan nyaring.
"Ong Bun kim, lepaskan dia!"
"Kenapa?"
Tanya Ong Bun kim dengan wajah tertegun.
"Sekalipun ia dibunuh juga tiada kegunaan apa-apa buat kita, lagi pula ia sudah terkena ilmu hipnotis Gi sin tay hoat dari Yu leng lojin sehingga kehilangan ingatannya, dia tak boleh dibunuh, kasihan dengan nyawanya."
"Jadi maksudmu?"
"Lepaskan dia!"
Ong Bun kim berpikir sebentar, lalu manggut-manggut.
"Baiklah!"
Ia membanting tubuh Bu khek lojin keatas tanah, setelah itu baru bertanya kepada Tay khek-Cinkun.
"Lukamu tidak terlampau serius bukan?"
"Masih untung agak mendingan, biar kusembuhkan dulu lukaku ini kemudian kita baru meninggalkan tempat ini!"
Seraya berkata ia berjalan lebih dulu keluar dari pintu batu tersebut.
Setelah keluar dari pintu, ia menggeserkan kembali kepala patung batu itu, maka pintu pun pelan pelan menutup kembali.
Setelah itu dengan wajah serius Tay khek Cinkun baru duduk bersila untuk menyembuhkan luka yang dideritanya.
Ong Bun-kim sendiripun merasakan juga suatu perasaan kaget yang luar biasa, sebab salah satu diantara Bu-lim-sam lo yaitu Bu-khek lojin telah menggabungkan diri dengan Yu leng lojin, dari sini dapat diketahui bahwa ambisi Yu leng lojin untuk merajai seluruh dunia persilatan memang telah direncanakan dengan masak-masak.
Tak lama kemudian Taykhek Cinkun telah selesai menyembuhkan luka yang dideritanya, pelan-pelan ia bangkit berdiri dan menengok sekejap ke arah si anak muda itu lalu katanya.
"Mari kita pergi!"
"Ke mana?"
"Meninggalkan tempat ini!"
Ong Bun kim manggut manggut.
"Kalau begitu kita beritahukan dulu niat ini kepada Iblis cantik pembawa maut!"
"Baik!! Maka dibawah pimpinan Tay khek Cinkun, mereka berjalan kembali menembusi barisan dalam lorong rahasia itu dan menuju ke ruangan dimana Iblis cantik pembawa maut disekap. Tak selang sesaat kemudian, mereka telah tiba kembali diluar ruangan batu itu.
"Apakah Ong Bun kim yang datang?"
Terdengar Iblis cantik pembawa maut menegur.
"Benar."
Ditengah sahutan tersebut mereka telan melihat kedatangan iblis cantik pembawa maut yang menyongsong kedatangan mereka.
"Siapakah pemetik harpa itu?"
Perempuan itu segera bertanya.
"Kalau dibicarakan mungkin kaupun tak akan percaya"
Kata Tay khek Cinkun.
"kau tahu, ternyata dia tak lain adalah Bu khek lojin, salah seorang diantara Bu lim sam lo?"
"Bu khek lojin....? Kenapa bisa dia? Jadi si pemetik harpa itu benar-benar adalah Bu khek-lojin?"
"Benar!"
Iblis cantik pembawa maut menjidi amat terperanjat.
"Aah, hal ini mana mungkin bisa terjadi?"
Serunya.
"Tapi kenyataannya memang dia!"
"Sungguh tak kusangka kalau ia sudah terjatuh ke tangan musuh!"
"Oleh sebab itulah peristiwa ini boleh dibilang merupakan suatu kejadian yang sama sekali tak disangka"
Kata Tay-khek Cin kun sambil menghela napas panjang, tiba-tiba ia bertanya lagi.
"dengan tenaga dalam yang kau miliki sekarang, sanggupkah kau untuk memecahkan pengaruh ilmu hipnotis Gi-sin tay-hoatnya itu?"
"Masih sulit untuk dilakukan, konon ilmu Gi-sin-tayhoat adalah suatu ilmu hitam yang bisa menghilangkan kesadaran maupun watak seseorang disamping dapat memancing berkobarnya hawa jahat serta kebuasan orang untuk melakukan hal hal yang tak diinginkan, menurut apa yang kuketahui, ilmu hitam tersebut bukannya bisa diatasi dengan bahan obat-obatan."
"Bagaimana kalau menggunakan tenaga dalam?"
"Tentang soal ini sulit untuk bdikatakan, daladm kitab Hek-mo-akeng pernah dibbicarakan tentang ilmu hitam tersebut, tapi dengan kemampuan Hek-mo im pribadi pun akhirnya tak berhasil menyimpulkan sesuatu."
"Jadi kalau begitu, orang yang sudah terpengaruh ilmu Gi sin tay hoatnya Yu leng lojin, maka selama hidup tiada kemungkinan untuk menjadi sembuh kembali?"
"Aku tidak maksudkan demikian, cuma aku masih belum berhasil menemukan sesuatu cara yang jitu untuk memecahkan hal ini!"
Sampai disitu, Tay khek Cinkun tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya, ia menghela napas berat. Ong Bun kim segera berkata.
"Kalau begitu, apakah racun yang kau derita masih bisa disembuhkan dengan sejenis obat?"
"Ya, benar."
"Iblis cantik pembawa maut mengangguk.
"Obat apakah yang bisa memunahkan racun ditubuhmu itu?"
"Buah Hiatli!"
"Buah Hiatli?"
"Betul, buah itu hanya ada didalam selat hiat-mo-shia dalam bukit Thian-mo san..."
"Apa? Buah itu hanya ada diselat Thian mo-shia diatas bukit Thian mo san?"
"Benar!"
Ong-Bun kim segera mengerutkan dahinya rapat-rapat, dia masih ingat markas besar perguruan San tiam bun letaknya justru diselat Thian mo shia, itu berarti usahanya untuk mencari buah Hiat li tersebut masih merupakan suatu tanda tanya besar yang sukar diramalkan hasilnya mulai saat ini.
Terdengar Iblis cantik pembawa maut berkata lagi.
"Buah Hiat li seperti juga tumbuhan buah li lainnya, batangnya amat pendek, paling tidak hanya dua depa saja dari permukaan tanah, buahnya kecil se ibu jari, tapi amat beracun sekali. .."
"Buah itu sangat beracun?"
Seru Ong Bun kim terkejut.
"Benar, oleh karena racun yang bersarang ditubuhku jauh berbeda dengan racun-racun lainnya, maka kecuali menggunakan sistim racun melawan racun rasanya tiada cara lain lagi yang bisa digunakan untuk memunahkan racun didalam tubuh itu"
Ong Bun kim menggigit bibir menahan luapan emosinya, lalu berseru.
"Semoga saja demikian, nah sekarang kau boleh pergi."
Ong Bun kim manggut manggut, bersama Tay-khek Cinkun ia putar bedan dan siap meninggalkan tempat itu.
Tapi bpada saat ituladh tiba tiba teradengar suara tebrtawa dingin yang menyeramkan barknmandang memecahkan keheningan.
Suara tertawa itu dingin sekali, sehingga menggidikkan hati siapapun yang mendengarnya.
"Siapa disitu?"
Tay khek Cinkun segera membentak keras "Sobat lama"
Suara dingin yang menggidikkan kembali menggema.
"tak kusangka kepandaianmu cukup hebat, ternyata kaupun seorang ahli ilmu barisan yang tak boleh dianggap remeh!"
Setelah mendengar perkataan itu paras muka Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim berubah hebat, sebab merela kenali orang itu sebagai Yu leng lojin, musuh besar mereka bersama.
Tay khek Cinkun segera tertawa dingin.
"Yu leng lojin kau jangan terlalu pandang rendah orang lain, jangan kau anggap hanya kau seorang yang mengerti tentang ilmu barisan, Hma! Kalau cuma ilmu barisan Kiu liong pat kwa tin sih masih belum cukup tangguh untuk mengurung diriku!"
"Benar-benar! perkataan itu memang benar! Tapi seandainya aku tutup pintu kehidupan tersebut?"
"Pintu kehidupan?"
"Benar! Setiap barisan tentu ada jalan tembus yang bisa dilewati, seandainya kututup pintu kehidupan tersebut, bukankah tempat itu akan segera berubah menjadi sebuah pintu kematian?"
"Benar, tapi aku percaya kau tak akan memiliki kemampuan tersebut!" -oo0dw0oo--
Jilid 17 TAY-KHEK CINKUN adalah seorang ahli dalam ilmu barisan, dalam kenyataannya dalam setiap barisan memang selalu terdapat jalan kehidupan yang bisa dilewati, akan tetapi kalau dikatakan jalan kehidupan itupun bisa disumbat, hal ini sungguh merupakan suatu kejadian yang sama sekali tak masuk diakal...
Terdengar Yu-leng lojin tertawa dingin tiada hentinya, kemudian berkata lagi.
"Adakah kemampuan bagiku untuk melakukan perbuatan tersebut, sebentar lagi bakal tahu sendiri, cuma sekarang aku sih ingin berbicara dulu dengan Iblis cantik pembawa maut. Iblis Cantik pembawa maut segera tertawa dingin, segera bentaknya.
"Persoalan apa lagi yang hendak kau bicarakan denganku?"
"Kitab pusaka Hek mo keng!"
"Heehh heehh heehh jangan bermimpi disiang hari bolong!"
Jengek Iblis cantik pembawa maut sambil tertawa dingin tiada hentinya.
Yu-leng lojin ikut tertawa dingin, terasa hembusan angin menyambar lewat, tahu-tahu ada dua sosok bayangan rhitam telah muntcul disana.
Ia qduduk diatas serbuah kursi, mukanya masih juga diliputi hawa sesat yang menggidikkan hati.
00000OdwO00000 BAB 52 MENCORONG sinar berapi api setelah Ong-Bun kim berjumpa dengan musuh besarnya ini, segera bentaknya.
"Yu leng lojin, rupanya kau adalah seorang manusia cacad!"
"Benar, aku memang seorang yang cacad, tapi kalau aku berhasil mendapatkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut, maka aku akan memperoleh harapan untuk sembuh kembali"
Tay khek Cinkun segera tertawa dingin.
"Tak heran kalau sampai sekarang kau masih belum melakukan pembantaian secara besar-besaran dalam dunia persilatan, rupanya sepasang kakimu lumpuh dan tak sanggup melakukan perjalanan sendiri."
Mendengar perkataan itu, Yu leng lojin sementara tertawa seram.
"Heeehhh heeehhh heeehhh....Iblis cantik pembawa maut! Hampir saja melupakan sesuatu hal yang amat berharga, ketahuilah bahwa putrimu telah terjatuh ketanganku."
"Apa? Kau..."
"Sekarang, aku hendak mempergunakan nyawa putrimu untuk ditukarkan dengan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut!"
Lanjut Yu-jeng lojin dengan dingin.
Ucapan tersebut segera membuat paras muka Iblis cantik pembawa maut berubah sangat hebat, rasa ngeri segera menyelimuti seluruh wajahnya, untuk sesaat ia menjadi tergagap dan tak sanggup mengucapkan sepatah katapun juga....
"Kau berani?"
Akhirnya setelah lewat, ia membentak dengan suara gemetar.
"Kenapa tidak berani? Jika kau bersedia akupun bisa memberi sebuah hadiah lain ke kepadaku, nyakni selembar nyawa dari Hian ih-lihiap (pendekar perempuan berbaju hitam) Ong Siau-bi!"
"Apa? Hian ih lihiap juga sudah jatuh ke tanganmu?"
Bentak Ong Bun kim dengan wajah berubah.
"Betul!"
Setelah berhenti sejenak, Yu leng lojin mengalihkan sinar matanya yang dingin menyeramkan itu ke atas wajah Iblis cantik pembawa maut, katanya lebih lanjut dengan dingin.
"Bagaimana keputusanmu?"
"Kalau aku tidak bersedia memenuhi keinginanmu itu?"
"Satu jam kemudian.. heeehhh... heeehhh heeehhh. kau bakal tahu sendiri akibatnya!"
Saking gusarnya sekujur tubuh Ong Bun kim sampai gemetar keras, ia tak sanggup berkata apa-apa. Mendadak Tay khek Cinkun bertanya.
"Seandainya kami bersedia untuk menyerahkan kitab Hek-mo-keng tersebut kepadamu?"
"Maka dua orang itu akan segera kuserahkan kepada kalian!"
"Tapi kau jangan lupa, Dewi mawar merah sudah terkena ilmu hipnotis Gi-sin tay hoat mu!"
"Aku sanggup untuk memunahkan pengaruh ilmu tersebut!"
"Tapi menurut apa yang kuketahui, kau masih belum berhasil memiliki cara untuk menarik kembali pengaruh ilmu Gi-sin tay hoat itu..."
Mendengar perkatanku itu paras muka Yu leng lojin agak berubah, dengan cepat dia berseru.
"Apa yang hendak kukatakan telah selesai kaucapkan, mau serahkan kitab itu atau tidak terserah pada keputusan kalian sendiri!"
Sehabis berkata, tiba tiba ia melayang kembali ke arah jalan semula.
"Berhenti!"
Bentak Ong Bun kim dengan keras. Mendengar bentakan tersebut, tiba-tiba saja Yu leng lojin menghentikan gerakan tubuhnya, ditatapnya sekejap wajah si anak muda itu, kemudian ujarnya dengan dingin.
"Masih ada pesan apa lagi yang hendak kau sampaikan?"
"Mau anggap bisa pergi dari sini dengan begitu mudah?"
Teriak pemuda itu dengan seramnya. Yu leng lojin segera tertawa dingin.
"Jadi kau hendak menahan aku disini?"
Balik bertanya.
"Benar!"
Kontan saja Yu leng lojin tertawa seram.
"Haaahhh haaahnn haaahhh kau anggap dengan kepandaianmu itu sudah mampu untuk menghalangi kepergianku...."
Belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, Ong Bun kim telah membentak keras, tiba-tiba tubuhnya bergerak maju kedepan dan melancarkan sebuah pukulan dahsyat ke tubuh Yu leng lojin.
Didalam melancarkan serangannya itu Ong Bun Kim telah mengerahkan segenap tenaga yang dimilikinya, sungguh suatu ancaman yang luar biasa hebatnya.
Buru-buru Yu leng lojin mengayunkan telapak tangan kanannya untuk menangkis datangnya ancaman tersebut.
Bersamaan waktunya ketika Yu leng lojin melancarkan serangannya tadi, dua sosok bayangan hitam secepat kilat telah menerjang pula ke arah Ong Bun kim, dua gulung angin pukulan yang tak kalah dahsyatnya ikut meluncur tiba.
"Blaaang...!"
Suatu benturan keras yang memekikkan telinga berkumandang memecah keheningan.
Akibat dari bentrokan kekerasan antara Ong Bun kim dengan Yu leng lojin itu, si anak muda itu terdesak mundur sejauh tujuh delapan langkah, sementara dua sosok bayangan hitam lainnya telah menerjang tiba.
Tay khek Cinkun buru-buru melancarkan pula sebuah pukulan untuk membendung datangnya serangan dari kedua sosok bayangan hitam itu, dalam waktu yang amat singkat itulah, ternyata Yu leng lojin telah memanfaatkannya untuk kabur ke dalam lorong rahasia yang gelap gulita itu.
Ong Bun kim bermaksud untuk mengejar dari belakang, sayang tindakannya itu terlambat selangkah.
Pada saat itulah dua sosok bayangan hitam itupun secara diam-diam telah mengundurkan diri pula dari situ.
Ong Bun kim menjadi marah sekali sehingga menggertak giginya kencang-kencang, teriaknya dengan penuh rasa mendongkol.
"Manusia licik yang tak tahu malu !"
Tay khek Cinkun pun berdiri dengan hawa napsu membunuh menyelimuti seluruh wajahnya, dengan gemas teriaknya.
"Perbuatannya itu betul-betul keji dan tak tahu malu!"
"Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Tanya Ong Bun kim kemudian. Tay khek Cinkun berpaling ke arah Iblis cantik pembawa maut, lalu tanyanya.
"Iblis cantik pembawa maut, betulkah kitab pusaka Hek mo keng tersebut berisikan ilmu sakti peninggalan dari Hek mo im?"
"Benar, ilmu sakti peninggalannya itu terdiri dari dua bagian, yang satu bagian untuk melatih ilmu sakti Sin kim kiam boh, sedangkan bagian yang lain merupakan ilmu silat maha sakti miliknya sendiri!"
"Tampaknya sebelum mendapatkan kitab tersebut, Yu leng lojin tak akan berpeluk tangan belaka, sekarang aku baru tahu, kiranya sampai kini ia belum meresmikan perguruannya oleh karena sepasang kakinya lumpuh dan tak sanggup berjalan, andaikata dalam kitab pusaka Hek mo keng tersebut benar-benar tercantum kepandaian sakti yang dapat menyembuhkan kelumpuhannya itu, maka hal ini harus kita pikirkan juga akibatnya."
"Betul, kalau kelumpuhan pada kakinya berhasil disembuhkan, maka akibatnya akan sukar lagi untuk dilukiskan dengan kata-kata, atau tegasnya sekali Yu leng lojin berhasil mendapatkan kitab pusaka Hek mo keng, banjir darah akan segera melanda seluruh dunia persilatan."
"Seandainya dia sampai membunuh kedua orang itu?"
Tanya Iblis cantik pembawa maut dengan perasaan kuatir.
"Aku rasa ia tak akan sampai berbuat demikian!"
"Kenapa?"
"Aku percaya tindakannya tak akan sampai sekeji ini!"
"Aku rasa hal ini sukar untuk dikatakan"
Ujar Ong Bun kim.
"seandainya ia sampai melakukan tindakan yang jauh lebih keji lagi, lantas bagaimana baiknya? Apakah kitab pusaka Hek mo keng tersebut harus diserahkan kepadanya?"
"Tentu saja tidak!"
"Kalau begitu lantas bagaimana baiknya?"
"Yaa, apa yang musti kita lakukan? Peristiwa ini benarbenar membuat orang merasa amat kuatir, sebab kalau kitab pusaka Hek mo keng tersebut sampai diserahkan kepadanya, jelas akibat yang bakal ditimbulkan akan sukar dilukiskan dengan kata-kata"
Sinar mata Tay khek Cinkun segera dialihkan ke atas wajah Iblis cantik pembawa maut yang diIiputi kemurungan itu lalu tanyanya.
"Bagaimana ilmu silat yang dimiliki Yu leng lojin?"
"Dia masih bukan tandinganku, kecuali sewaktu pertarungan sedang berlangsung, tiba-tiba ia mainkan irama Si sim-ci ki tersebut."
"Kalau memang demikian adanya, maka kita akan beradu jiwa dengan dirinya !"
"Hal ini jelas tak mungkin bisa dilakukan jangan lupa kalau kita masih mempunyai dua orang rekan yang terjatuh ditangannya!"
"Benar Dewi mawar merar dan Hian-ih lihiap telah berada ditangan lawan, itu berarti pihak musuh memiliki kondisi yang jauh lebih menguntungkan, salah-salah kemungkinan besar mereka akan membunuh Dewi mawar merah berdua lebih dulu.. Tidak menyerahkan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut jelas tak mungkin, mau diserahkan juga rasanya tak mungkin, apa lacur mereka pun tidak berhasil mendapatkan suatu cara yang jauh lebih baik lagi untuk menghadapi kejadian yang bisa berakibat fatal ini. Mereka jadi termenung dan termangu-mangu seperti orang bodoh.... Walaupun berlalu dalam suasana yang secara tegang dan mengerikan itu... Tiba-tiba Tay khek Cinkun berkata dengan suara berat, memecahkan keheningan yang mencekam.
"Tampaknya kita harus menghadapi masalah ini setelah saatnya tiba nanti ....."
"Benar, keadaan tersebut memang harus di tunggu sampai terjadinya perkembangan selanjutnya, kalau tidak, mereka tak akan berhasil mendapatkan cara lain yang jauh lebih baik untuk menghadapinya. Mendadak.. terdengar suara tertawa dingin yang menyeramkan berkumandang datang memecahkan keheningan, dari luar pintu berkelebat bayangan hitam, lalu tahu-tahu muncul belasan sosok bayangaa manusia didepan pintu batu tersebut. Sebagai pimpinan dari rombongan itu adalah Hu buncu dari perguruan Yu Ieng bun, sedangkan sisanya adalah Manusia-manusia tanpa sukma yang mengenakan kain cadar pada wajahnya. Mendadak terdengar kembali suara tertawa dingin untuk kedua kalinya berkumandang memecahkan keheningan, kawanan jago dari Yu leng bun yang berdiri didepan pintu serentak memisahkan diri, ke kedua belah samping. Bayangan hitam kembali berkelebat lewat, tiga Sosok bayangan manusia dengan kecepatan luar biasa telah menerobos masuk kedalam ruangan, ketiga orang ini ternyata bukan lain adalah Yu leng lojin serta utusan kiri dan kanan. Menyaksikan kesemuanya itu, hawa napsu membunuh yang mengerikan segera menyelimuti seluruh wajah Ong Bun kim sekalian bertiga, dengan penuh kegusaran mereka awasi Yu leng lojin yang dingin dan menyeramkan itu tanpa berkedip. Yu leng lojin tertawa seram.
"Heeehhh.heeehhh...heeehhh... satu jam yang di tetapkan sudah lewat, bagaimanakah pertimbangan kalian bertiga?"
Iblis cantik pembawa maut tertawa dingin.
"Heeehhh heeehhh heeehhh......kalian jangan bermimpi disiang hari bolong"
Teriaknya.
"aku tak akan menyanggupi permintaan dari kalian itu..."
"Benar-benar tidak menyanggupi?"
"Benar!"
Yu leng lojin menengadah lalu tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya.
"Petugas hukuman, dimana kau?"
Teriaknya.
"Tecu siap menjalankan perintah !"
"Gusur kemari Hian ih lihiap!"
"Baik!"
Ketika mendengar perintah tersebut, paras muka Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim segera berubah hebat, tanpa sadar mereka alihkan sorot matanya kedepan.
Dari balik kegelapan sana segera berkelebat lewat sesosok bayangan hitam, ditangannya ia mencengkeram tubuh Hian ih lihiap yang terluka itu.
Ong Bun kim yang menjumpai keadaan itu, paras mukanya untuk kedua kalinya berubah.
Dalam pada itu, bayangan hitam tadi telah menyerahkan Hian ih lihiap Ong Siau bi ke tangan Yu leng lojin.
Yu leng lojin segera tertawa dingin.
"Diakah yang bernama Hian-ih lihiap?"
Tanyanya.
"Apa yang hendak kau lakukan terhadap dirinya?"
Bentak Ong Bun-kim dengan marah.
"Soal ini sulit untuk dikatakan, sekarang jawab dulu! Sebenarnya kalian bersedia untuk menyerahkan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut kepadaku atau tidak?"
"Tidak!"
Yu leng lojin kembali tertawa dingin.
"Iblis cantik pembawa maut! Kau jangan lupa bahwa dia adalah tuan penolong putri mu"
Serunya keras.
"demi menyelamatkan jiwa putrimu, suamimu serta anggota perguruannya telah mati semua."
Air muka Iblis cantik pembawa maut mengalami perubahan yang sangat hebat, perasaannya benar-benar bergoncang keras, ini membuat paras muka perempuan itu berubah menjadi mengerikan sekali.
"Iblis cantbik pembawa mautd, sebetulnya kiatab itu hendak bkau serahkan kepadaku atau tidak?"
Desak Yu leng lojin lagi.
"Tidak!"
Paras muka Yu leng lojin yang pucat pasti tak berdarah itu tampak semakin menyeramkan, ia tertawa seram, tibatiba ia menepuk bebas jalan darah Hian-ih lihiap yang tertotok itu.
Ong Bun kim yang menyaksikan kejadian itu sungguh merasa mendendam, sepasang matanya berapi-api, kalau bisa dia ingin mener kam lawannya itu bulat-bulat.
Setelah jalan darahnya ditepuk bebas, pelan-pelan Hian ih-lihiap pun tersadar kembali, segera bertanya keras-keras.
"Yu-leng lojin, kalau kau punya kepandaian, hayolah bunuh aku sampai mati..."
"Jangan bicara dulu yang bukan-bukan"
Tukas Yu leng lojin sambil tertawa sinis.
"Coba kalau lihat dulu, siapakah yang berdiri dihadapanmu?"
Ketika sorot mata Hian ih lihiap bertemu dengan Ong Bun kim serta Tay khek Cinkus paras mukanya segera berubah hebat, tak terkirakan rasa kaget yang dialaminya saat ini.
Yu leng lojin kembali tertawa seram katanya "Aku rasa kau pasti sudah kenal bukan dengan Tay khek Cinkun maupun Ong Bun kim?
Maka akupun tak usah memperkenalkan dengan dirimu, lagi tapi perempuan yang itu, aku rasa kau masih belum tahu akan dirinya bukan?"
"Siapa dia?"
Tanya Hian ih lihiap tanpa terasa.
"Iblis cantik pembawa maut!"
"Apa..? Dia adalah Iblis cantik pembawa maut?"
Dengan sedih Iblis cantik pembawa maut manggutmanggut, dalam keadaan dan suasana seperti ini, ia betulbetul tak sanggup berbicara sepatah katapun juga.
Yu Jeng lojin kembali tertawa dingin katanya lagi.
"Sekarang, hanya dia seorang yang bisa menyelamatkan jiwamu, tapi ia tak bersedia menolongmu.
"Yu leng lojin permainan busuk apakah yang sebenarnya sedang kau persiapkan?"
Bentak Hian-ih lihiap gusar.
"Sederhana sekali! Asal ia bersedia menyerahkan kitab pusaka Hek mo keng kepadaku, maka akupun akan membebaskan dirimu, kalau tidak heeeh heeeh heeh.... ada kemungkinan aku hendak membinasakan dirimu."
Mendengar itu Hian ih lihiap segera mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.
"Haaahh haaah haaah, jangan kau menganggap aku Ong Siau bi adalah seorang manusia yang takut mati, sudah ada lima belbas orang anggotda perguruanmu yaang tewas ditanbganku, sekalipun aku mati, modalku juga telah kembali"
Hawa nafsu membunuh seketika menyelimuti seluruh wajah Yu leng lojin, pelan-pelan dia menatap wajah Iblis cantik pembawa maut itu lekat-lekat, kemudian tanyanya dengan dingin.
"Iblis cantik pembawa maut sekali lagi kuberi kesempatan kepadamu untuk membalas budi kepadanya."
"Jangan kau penuhi ancamannya itu ! Jangan! Jangan kau penuhi!"
Teriak Hian ih lihiap cepat-cepat.
Iblis cantik pembawa maut betul-betul dipengaruhi oleh pergolakan emosi yang sangat hebat, baginya Hian ih lihiap adalah tuan penolong yang menaruh budi sebukit kepadanya, sudah barang tentu ia tak akan membiarkan tuan penolongnya itu tewas secara mengerikan ditangan Yu leng lojin.
Akan tetapi kitab pusaka Hek mo keng yang dituntut mempengaruhi situasi dalam dunia persilatan, iapun tak ingin lantaran menolong jiwa Hian ih lihiap, ia sampai menimbulkan badai pembunuhan berdarah dalam dunia persilatan.
Mendadak, satu ingatan melintas dalam benaknya, pancaran sinar membunuh mencorong dari balik matanya, ia hendak turun tangan untuk beradu jiwa dengan Yu leng lojin.
"Hayo cepat dijawab, kau mengabulkan tidak permintaanku itu?"
Desak Yu leng lojin lagi lebih jauh.
"Jangan kau kabulkan permintaannya!"
Teriak Hian ih lihiap.
"Kurangajar, rupanya kau cari mampus!"
Teriak Yu leng lojin dengan geramnya.
Tiba-tiba tangan kanannya berkelebat lewat, jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan, ketika semua orang menengok ke arah arena, seketika itu juga mereka menjerit keras karena kaget dan ngerinya.
Tampaknya lengan kiri Hian ih lihiap, tahu-tahu sudah dirobek Yu leng lojin hingga kutung menjadi dua bagian.
Kekejamannya didalam melakukan perbuatan itu sungguh cukup mengejutkan setiap orang.
Iblis cantik pembawa maut tak tahan lagi menyaksikan kekejaman orang, mendadak ia membentak keras.
"Yu. leng lojin, aku akan beradu jiwa denganmu."
Bayangan manusia berkelebat lewat, dengan suatu kecepatan yang luar biasa ia menerjang ke arah Yu leng lojin.
Kegesitan maupun gerakan tubuh yang diguna kan betul betul jarang sekali dijumpai dalam dunia persilatarn.
0000OdwO0000 BAB 53 PADA saat ini Iblis cantik pembawa maut telah dipengaruhi oleh hawa napsu, sambil menerkam kedepan, sebuah pukulan yang amat dahsyat ikut pula dilontarkan ke depan.
Mimpipun Yu leng lojin tak menyangka kalau Iblis cantik pembawa maut bakal turun tangan kepadanya, dalam kejutnya buru-buru tangan kirinya dikebaskan ke depan melepaskan sebuah pukulan.
Tapi gerakan dari Iblis cantik pembawa maut sungguh amat cepat-sekali, bayangan hitam berkelebat beberapa kali, dua buah pukulan mematikan hampir bersamaan waktunya telah dilancarkan bersama.
Yu-leng lojin-berikut tempat duduknya segera melambung ke tengah udara, dengan gerakan beradu-jiwa ia sambut datangnya serangan dari Iblis cantik pembawa maut itu dengan keras lawan keras..
Tay-khek cinkun maupun Bun-kim tidak diam belaka, dikala Yu leng lojin melejit keudara, serentak mereka berdua ikut menerjang ke muka sambil masing-masing melepaskan sebuah pukulan dahsyat.
Gerakan tubuh dari Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim pun betul-betul amat cepat sekali tapi bayangan hitam berkelebat lewat tahu-tahu pengawal kiri dan kanan telah menghadang jalan pergi mereka berdua.
"Kalau kalian tidak segera menghentikan serangan, kubunuh Dewi mawar merah sekarang juga."
Mendadak terdengar seseorang membentak keras.
Begitu ancaman itu berkumandang, semua orang menjadi terkejut dan tercekat dihatinya, pertama-tama Iblis cantik pembawa maut yang menarik dulu serangannya sambil mundur kebelakang.
Ong Bun-kim serta Tay-khek Cinkun pun bersama-sama mundur pula sejauh satu kaki dari posisi semula.
Ketika mereka menengok kembali ke arah pintu ruangan, maka nampaklah dua orang manusia tanpa sukma sedang maju ke dalam ruangan sambil mencengkeram tubuh Dewi mawar merah.
Air muka Iblis cantik pembawa maut berubah hebat melihat itu.
Batinnya betul-betul bergolak keras, seperti juga setiap ibu yang selalu merindukan anaknya, tiba tiba saja berjumpa kembali dengan putra putrinya.
Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim merasakan juga pergolakan dalam hati kecilnya.
Darah kental tampak jatuh bercucuran dari ujung bibir Yu leng lojin, jelas didaIam pertarungan tadi ia telah menderita luka yang cukup parah.
Ini semua semakin membangkitkan hawa amarah dihatinya, hawa pembunuhan lebih tebal menyelimuti seluruh wajahnya.
la tertawa dingin tiada hentinya, kemudian berkata.
"Iblis cantik pembawa maut! Ternyata kehebatan ilmu silatmu sedikitpun tidak berkurang dari pada tahun lampau jika kau tidak mengabulkan lagi permintaanku, ini segera akan ku cabik-cabik keempat anggota badan Hian-ih lihiap sebelum pada akhirnya membereskan putrimu ini."
Dengan suara gemetar karena luapan emosi, Iblis cantik pembawa maut mengalihkan sinar matanya ke wajah Dewi mawar merah lalu bertanya.
"Apakah kau kau adalah Dewi mawar merah Yap Sohcu?"
"Benar!"
Jawab Dewi mawar merah.
"Putriku oh putrilu ksu abalah putriku."
Teriak Iblis cantik pembawa maut dengan emosi yang meluap-luap. Seperti orang gila ia hendak menubruk ke depan.
"Mundur!"
Bentak manusia tanpa sukma yang berada disebelah kiri dengan suara menggeledek.
"kalau tidak, jangan salahkan kalau segera ku bunuh putrimu ini!"
Dengan perasaan terkesiap, buru-buru Iblis cantik pembawa maut menarik mundur tubuhnya, dua titik air mata jatuh berlinang membasahi pipinya yang pucat.
"Tidak, tidak, dia bukan ibuku."
Jerit Dewi mawar merah seperti orang kalap.
"Apa.... apa kau bilang?"
Seru iblis cantik pembawa maut dengan suara gemetar.
"Kau bukan ibuku!"
"Tidak, aku adalah ibu kandungmu!"
"Jikalau kau adalah ibuku, kenapa tidak kau selamatkan Jiwaku?"
"Aku..."
"Tiada seorang ibu didunia ini yang tidak menyayangi putrinya, kenapa kau biar-kan aku mati tanpa berusaha untuk menolongnya..."
Merinding Tay-khek Cinkun dan Ong Bun kim setelah menyaksikan adegan tersebut, cara siasat yang digunakan Yu-leng lojin kbali ini benar-bdenar merupakan asuatu siasat yabng sangat keji, hal mana membuat Iblis cantik pembawa maut menjadi sangat menderita sekali, sehingga sekujur tubuhnya gemetar keras.
"Iblis cantik pembawa maut!"
Kembali Yu-leng lojin mengancam.
"jika kau tidak mengabulkan lagi permintaanku ini, jangan salahkan kalau kurobek pula lengan kanan Hian ih lihiap."
Sambil berkata, tangan Hian ih lihiap benar-benar di angkat keatas.
Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim yang menyaksikan kejadian itu menjadi gusar sekali hingga menggertak giginya kencang kencang, sekalipun demikian, mereka tak sanggup berbuat banyak terhadap diri Yu leng lojin.
Mendadak Yu leng lojin membentak keras, telapak tangannya dengan kecepatan luar biasa segera membacok kebawah.
"Tahan!"
Bentak Iblis cantik pembawa maut.
Bentakan tersehut jauh diluar dugaan siapapun juga, paras muka Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim pun ikut berubah hebat.
Yu leng lojin menghentikan gerakan tangannya, sekulum senyuman segera tersungging diujung bi birnya.
"Apakah kau mengabulkan permintaanku itu?"
Tanyanya. Iblis cantik pembawa maut mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.
"Benar, aku mengabulkan permintaanmu!"
Sahutnya.
"Apa? Kau mengabulkan permintaannya?"
Teriak Ong Bun kim tertahan.
"Benar!"
"Kau..."
Saking kagetnya, untuk sesaat lamanya Ong Bni-kim tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
Akhirnya Iblis cantik pembawa maut tak sanggup menghadapi jurus tangguh dari Yu-leng lojin, ia telah bersiap menyerahkan kitab pusaka Hek-mo keng tersebut kepada musuhnya.
Peristiwa ini benar-benar mengejutkan semua orang.
Yu leng lojin tertawa bangga, katanya.
"Oooh ...!"
Tadinya aku masih mengira kau sudah tidak mau lagi nyawa putri mu itu!"
Iblis cantik pembawa maut tertawa dingin.
"Yu leng lojin!"
Katanya.
"bila kuserahkan kitab pusaka Hek-mo keng tersebut kepadamu, apakah kaupun akan menyerahkan mereka berdua kepada kami?"
"Benar!"
"Kalau begitu, serahkan dulu mbereka berdua kedpadamu!"
"Tidaka, kau harus serbahkan dulu kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadaku!"
Sekali lagi Iblis cantik pembawa maut tertawa seram.
"Seandainya kitab pusaka Hek mo-keng telah kuserahkan kepadamu, tapi kau tak mau menyerahkan mereka berdua?"
"Oooh.....hal ini Jelas tak mungkin."
"Apa yang menjamin kebenaran perkataanmu itu?"
"Harga diriku!"
Sekali lagi Iblis cantik pembawa maut mendongakkan kepalanya sambil tertawa seram..
"Haaah....haaahh...haaahh.... Yu leng lojin masih punya harga diri-Hmm sungguh suatu kejadian yang sangat lucu, dan cukup mencopotkan gigi orang karena gelinya"
"Lantas bagaimana baiknya menurut pendapatmu?"
"Kau harus menyerahkan mereka lebih dulu kepadaku!"
"Jika. kau enggan menyerahkan kitab pusaka itu?"
"Selama hidup, aku Iblis cantik pembawa-maut belum pernah berbohong kepada siapa pun juga."
"Bagus sekali, aku tidak kuatir kau akan mengingkari janji, nah sambutlah mereka berdua!"
Sambil berkata ia melemparkan-tubuh Hian ih lihiap kearah Iblis cantik pembawa maut. Buru-buru perempuan itu menyambut datangnya lemparan tadi dan meletakkan tubuh Hian ih lihiap tanah.
"Lepaskan Yap tongcul"
Tiba-tiba Yu leng lojin membentak lagi. Dua orang manusia tanpa sukma itu sepeta melepaskan cengkeraman mereka.
"Yap tongcu!"
Ujar Yu leng lojin kembali.
"mulai sekarang aku akan menyerahkan kembali dirimu pada ibumu, cuma kalau ada kesempatan, aku masih tetap akan menerimamu kembali?"
Keadaan Dewi mawar merah amat layu dan sedih sekali, dengan kepala tertunduk ia berjalan mendekati Iblis cantik pembawa maut.
"Iblis cantik pembawa maut, kenapa kau masih belum menyerahkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadaku?"
Teriak Yu-leng lojin kemudian. Seperti baru sadar kembali dari lamunan, buru-buru Iblis cantik pembawa maut merogoh kedalam sakunya, dan mengeluarkan se
Jilid kitab kecil sepanjang tiga inci dan tebal satu inci, kemudian serunya."
"Sambutlah ini!"
Ia lantas melemparkan kitab pusaka Hsk m o-keng tersebut kedepan. Setelah menyambut kitab pusaka Hek mo keng tersebut, Yu leng lojin mendongakkan kepalanya dan tertawa terrbahak-bahak.
"Hahahh haah haahh benar-benar kitrab pusaka Hek mo keng haahh haahh..."
Ditengah gelak tertawa yang sangat keras, ia segera melayang pergi meninggalkan tempat itu.
Para anggota perguruannya segera mengikuti puIa dibelakangnya, mengundurkan diri dari sana.
Dalam waktu singkat, suasana didalam lorong bawah tanah itu pulih kembali dalam keheningan.
Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim berdiri tertegun seperti orang bodoh, semua kejadian yang barusan berlangsung betul-betul mengejutkan hati mereka sehingga untuk sesaat mereka tak tahu apa yang musti dilakukannya.
Tiba-tiba terdengar suara dari Yu leng lojin berkumandang kembali.
"Sobat lama Can, didalam adu kepandaian babak yang pertama ini akulah pemenangnya, bagaimana dalam pertarungan babak kedua nanti aku rasa menang kalah akan segera diketahui pula, nah nantikan saja sampai waktunya heeehh heeehh...heeehh."
Tay khek Cinkun mendengus dingin, tentu saja ia tahu yang dimaksudkan dengan pertarungan babak kedua adalah tindakannya menyumbat mati jalan kehidupan yang ada dalam barisan tersebut.
Dengan suara dalam Tay khek Cinkun segera tertawa dingin.
"Heeehh heeehh heeehh.... kalau begitu, kita jumpa lagi dalam pertarungan babak kedua nanti."
Yu leng lojin tidak memberi jawaban lagi, suasana dalam ruangan bawah tanahpun segera pulih kembali dalam keheningan. Entah berapa saat sudah lewat, tiba tiba Ong-Bun kim berseru dengan luapan emosi.
"Aah. kenapa kau serahkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadanya ?"
"Apakah kau suruh aku menjadi seorang manusia yang berdosa?"
Tanya Iblis cantik pembawa maut dengan suara tegas.
"Manusia dosa?"
Tak terkirakan besarnya budi yang telah diberikan Hian ih lihiap kepadaku, apakah aku harus membiarkan dia mati dihadapanku?"
Suaranya penuh diliputi luapan emosi.
"Yaa benar, bagaimanapun juga ia tak bisa membiarkan Hian-ih lihiap tewas secara mengerikan ditangan Yu leng lojin hanya dikarenakan se
Jilid kitab pusaka. Mendengar itu, Ong Bun-kim menghela napas panjang.
"Aaaai tapi selanjutnya, mungkin ada beratus-ratus bahkan beribu-ribu umat persilatan yang bakal tewas ditangannya!"
"Aku tak bisa berpikir sejauh ini, aku harus bertindak mengatasi kenyataan yang sedang kuhadapi sekarang."
Tay-khek Cinkun segera menghela napas panjang.
"Aaai.... Didalam persoalan ini. kita tak bisa menyalahkan dirinya"
Ia berkata.
"sebab apa yang dilakuksnnya sekarang, bukanlah suatu tindakan yang salah, aai..."
Setelah menghela napas panjang ujarnya kepada Iblis cantik pembawa maut.
"Serahkan Hian ih lihiap kepadaku, biar kuperiksa keadaan luka yang dideritanya itu."
Kemudian disambutnya tubuh Hian ih lihiap yang terpapas kutung sebilah tangannya itu, tampak olehnya perempuan itu berada dalam keadaan payah, paras mukanya pucat pias seperti mayat, maka ia salurkan hawa murninya untuk menyembuhkan lebih dulu luka yang dideritanya.
Pada saat itulah, tiba tiba Iblis cantik pembawa maut menubruk ke tubuh Dewi mawar merah sambil serunya keras keras.
"Oooh putriku !"
Dipeluknya tubuh Yap Soh cu dengan penuh kemesrahan, seakan-akan ia berhasil mendapatkan barang yang disayangnya isak tangis yang mengiringi perjumpaan itu sungguh membuat orang merasa terharu.
Tapi keadaan Dewi mawar merah ibaratnya sebuah patung yang terbuat dari kayu, sekalipun dipeluk mesrah oleh Iblis cantik pembawa maut, ia sama sekali tidak memberikan reaksi apapun, malahan sebaliknya rasa marah dan mendongkol jelas tercermin diatas wajahnya.
Diam-diam semua orang merasa amat terharu juga oleh cinta kasih Iblis cantik pembawa maut terhadap putrinya, namun merekapun merasa marah kepada Dewi mawar merah karena gadis itu sama sekali tak mau mengakui Iblis cantik pembawa maut sebagai ibunya.
Mendadak...
Disaat Iblis cantik pembawa maut sedang memeluk Dewi mawar merah sambil menangis tersedu-sedu itulah, tangan kanan si Dewi mawar merah yang berada dibelakang punggungnya itu di-angkat secara tiba-tiba, kemudian dihantamkan keras-keras ke atas jalan darah Mia bun hiat dari Iblis cantik pembawa maut.
"Bangsat, kau berani..."
Bentak Ong Bun kim dengan marah.
Secepat kilat ia menyambar tangan kanan Dewi mawar merah dan dicengkeramnya erat erat.
Tindakan dari Ong Bun kim yang dilakukan secara tiba tiba ini sangat mengejutkan Iblis cantik pembawa maut, buru-buru ia menbdorong tubuh Dedwi mawar merah ake belakang.
Tabngan kiri Ong Bun kim segara diayunkan ke bawah dan...
"Plok!"
Ia sudah menghadiahkan sebuah tamparan keras ke wajah gadis tersebut, bentaknya.
"Dewi mawar merah, sungguh tak kusangka kalau hatimu begitu keji dan tak berperasaan, apakah kau hendak membunuh ibumu sendiri?"
"Dia bukan ibuku!"
Teriak Dewi mawar merah."
Sambil menahan geramnya. Sekujur tubuh Iblis cantik pembawa maut bergetar keras, dengan suara gemetar ia berbisik.
"Apa apa kau bilang?"
"Kau bukan ibuku, ibuku telah mati, kau adalah orang yang mengaku-ngaku sebagai ibuku!"
Iblis cantik pembawa maut tak sanggup menerima kenyataan tersebut, saking sedihnya tiba-tiba ia menutupi wajah sendiri dengan kedua belah tangannya dan menangis tersedu-sedu.
Ong Bun-kim yang menyaksikan kejadian itupun ikut naik pitam, bentaknya dengan geram.
"Dia adalah ibu kandungmu mengerti? Bagaimanapun juga kau harus mengakuinya."
"Tidak, aku tak mau mangakuinya! Mau apa kau?"
Ong Bun-kim semakin naik darah.
"Kau ingin mampus?"
Teriaknya keras-keras. Hawa napsu membunuh yang bengis dan mengerikan sekali. Dewi mawar merah sama sekali tak menjadi jeri, dia malah tertawa dingin sambil menantang.
"Hei bangsat, kalau kau memang jagoan, hayo bunuhlah aku!"
Hampir meledak dada Ong Bun-kini karena gusarnya, sambil mengerang gusar ia mengayunkan tangannya siap menghajar gadis itu. Mendadak Tay khek Cinkun berteriak;
"Ong Bun-kim, lepaskan dia! Jangan lupa, dia adalah korban ilmu hipnotis Gi-sim-tay hoat!"
Mendengar itu, dengan gemas Ong Bun kim mendorong tubuh Dewi mawar merah ke belakang, sehingga membuat gadis itu mundur sejauh tujuh delapan langkah dengan sempoyongan.
Tay khek Cinkun menghela napas sedih kembali ujarnya.
"Iblis cantik pembawa maut, kaupun tak usah terlalu bersedih hati, inilah yang dinamakan sudah suratan takdir."
"Tapi tapi.... mengapakah Thian bersikap begitu tak adil kepadaku ?"
Keluh perempuan itu sambil menangis tersedusedu. Tay khek Cinkun merasa hatinya menjadi kecut bercampur sedih, katanya kemudian.
"Kami pasti mempunyai akal untuk membuatnya pulih kembali seperti sedia kala, cuma kitab pusaka Hek mo keng telah terjatuh ketangan musuh, bagaimanapun juga kita harus mencari suatu akal untuk menanggulangib persoalan ini d"
Iblis cantik apembawa maut sebgera berhenti menangis, ditatapnya wajah Tay khek Cinkun tajam-tajam, wajahnya segera menampilkan tekadnya yang membara. Tanya Tay khek Cinkun kemudian.
"Semua ilmu silat yang tercantum didalam kitab pusaka Hek mo keng tersebut apakah sudah kau pahami semua?"
"Tidak, hanya dua pertiganya saja, ilmu silat yang tercantum didalam kitab itu sangat mendalam sekali pelajarannya, bila orang memahami seluruh isi kitab pusaka itu, walaupun selama hidupnya berlatih terus pun belum tentu bisa tercapai keinginannya, sebab pelajaran tersebut bukan suatu pelajaran silat yang mudah dipahami"
"Dengan kemampuan yang dimiliki Yu-leng lojin, berapa lama yang dia butuhkan untuk memahami segenap ilmu silat yang tercantum didalam kitab pusaka itu?"
"Tentang soat ini rasanya sulit untuk dikatakan, sebab Yu leng lojm memiliki bakat alam yang sangat bagus, aku pikir dalam sebulan yang singkat, mungkin ia bisa memahami separuh bagian diantaranya"
Tay-khek Cinkun segera manggut-manggut.
"Kalau begitu itulah saatnya pedang sakti munculkan diri.... kita harus segera berangkat!"
Katanya kemudian. Ong-Bun kim memandang sekejap ke arah Hian ih lihiap yang tergeletak ditanah itu lalu tanyanya.
"Bagaimana dengan dia?"
"Aaaai bukan saja isi perutnya terluka parah, tubuhnya keracunan hebat, aku rasa sulit baginya untuk pulih kembali seperti sedia kala!"
Keluh Tay-khek Cinkun sambil menghela napas panjang.
"Biar kucoba untuk menyembuhkah lukanya itu!"
Kata Iblis cantik pembawa maut tiba-tiba.
"Baiklah!"
Maka Iblis cantik pembawa mautpun mengerahkan tenaga dalamnya ke dalam telapak tangannya, kemudian pelan-pelan duduk bersila ditanah, sepasang tangannya mencengkeram diatas jalan darah Hian ih lihiap dan mulai menyalurkan segumpal hawa murninya ke tubuh perempuan itu.
Lebih kurang setengah jam kemudian, pengobatan telah selesai dilakukan, Hian ih lihiap pun telah sadar kembali.
Sesudah menyapu sekejap sekeliling gelanggang, ia bertanya kepada Iblis cantik pembawa maut.
"Kau yang telah menyelamatkan jiwaku?"
"Benar!"
Perempruan itu manggutt-manggut.
"Danq kau telah menurkar jiwaku dengan kitab pusaka Hek-mo keng"
"Benar!"
"Aaaah! Hal ini mana boleh jadi?"
Keluh Hian ih lihiap kemudian sambil menangis.
"Aku telah berhutang budi setinggi bukit kepada diri hujin, apakah kau suruh aku berpangku tangan belaka membiarkan kau mati lantaran aku ? Apalagi lantaran putriku, suamimu dan segenap anggota perguruanmu telah dibantai orang."
"Itulah yang dinamakan takdir, kau mana boleh disalahkan?"
OoooOdwOoooo BAB 54 TAPI bagaimanapun juga aku merasa bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa ini"
Seru Iblis cantik pembawa maut. Hian ih lihiap menggertak giginya kencang-kencang menahan pergolakan emosi dalam hatinya setelah itu dia berseru.
"Selama aku masih bisa hidup didunia ini, aku bersampah akan menuntut balas atas sakit hari ini atas diri Yu leng lojin, lengan kiriku ini akan kutuntut kembali dengan sepuluh lembar nyawa manusia..."
"Sampai sekarang tubuhmu masih mengandung racun jahat."
Kata Iblis Cantik pembawa maut.
"oleh karena aku tidak memiliki obat pemunah racun maka aku tak sanggup menyelamatkan jiwanya"
"Aku merasa sangat berterima kasii sekali, budi kebaikanmu yang telah menyembuhkan luka dalamku."
Mendadak Ong Bun kim seperti menyadari akan sesuatu, kepada Tay khek Cinkun segera katanya.
"Locianpwe, bukankah kau memiliki obat pemunah racun yang berkasiat tinggi?"
"Tidak ada..."
Tay khek Cinkun segera menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Bukankah kau pernah memberi sebutir kepadaku?"
"Obat itu adalah pemberian orang lain, kebetulan sekali tinggal dua biji, tapi aku dapat membawanya untuk memohon pengobatan dari seseorang."
"Bagus sekali kalau begitu mari kita segera berangkat!"
"Baik. berangkatlah kalian"
Ucap Perempuan cantik pembawa maut.
"baik-baiklah merawat putriku!"
"Jangan kuwatir, pasti akan kami rawat putrimu dengan sebaik baiknya "
Tay khek Cinkun berjanji.
Sesuai berkata, ia membimbing bangun Hian-ih-lihiap yang berbaring ditanah dan berangkat lebih dulu meninggalkan tempat itu.
Ong Bun kim lantas berpaling ke arah Dewi mawar merah sembari serunya dengan dingin.
"Hayo, kaupun harus ikut berangkat!"
Mereka berempat dengan mengikuti dibelakang Tay khek Cinkun segera berangkat meninggalkan tempat tersebut.
Mendadak terdengar suara tertawa yang menyeramkan berkumandang memecahkan kesunyian dari balik tanah rahasia itu berkumandang suara gemerincing yang memekikkan telinga...
"Yu leng lojin telah menutup mati jalan kehidupan!"
Seru Ong Bun kim tanpa terasa. Paras muka Tay khek Cinkun berubah hebat.
"Betul!"
Sahutnya.
"cuma kau tak perlu kuatir kita masih tetap bisa keluar meninggalkan tempat ini!"
Seraya berkata, ia lantas beranjak dan berangkat lebih dulu meninggalkan tempat itu.
Sesudah berjalan putar kesana membelok kemari, sebentar berjalan sebentar berhenti, akhirnya lebih kurang setengah peminum teh kemudian Tay khek Cinkun baru menghentikan perjalanannya.
"Disinilah letak jalan keluarnya!"
Ia berkata.
"Apakah jalan itu sudah disumbat mati?"
Tanya Ong Bun kim.
"Betul!"
"Lantas apa yang musti kita lakukan?"
"Tak usah kuatir, dengan tenaga dalam yang kita miliki sekarang, aku rasa dinding batu ini masih belum bisa menyusahkan diri kita semua."
"Maksudmu, kita harus menjebolkan dinding batu ini untuk keluar dari kurungan?"
"Betul kecuali berbuat demikian, rasanya memang tiada cara lain yang lebih praktis"
"Baiklah kalau begitu!"
Setelah menjawab, Ong Bun kim segera menghimpun tenaga dalamnya ketangan kanan, lalu melepaskan sebuah pukulan sangat dahsyat ke arah dinding batu itu.
"Blaaam....!"
Ditengah ledakanb dahsyat yang mdemekikkan telinaga, hancuran babtu berhamburan ke mana-mana, diatas dinding batu itu segera muncul sebuah lubang yang besar sekali.
Tay-khek Cinkun menghimpun pula tenaga dalamnya ke dalam telapak tangan, lalu melepaskan pula sebuah babatan kilat kedepan.
"Blaam....! Blaam !"
Ledakan demi ledakan berkumandang memecahkan keheningan, tak lama kemudian, dinding batu setebal tiga depa itu sudah kena dihajar oleh tenaga gabungan mereka sehingga muncul sebuah lubang yang besar sekali.
Ong Bun kim menjadi sangat girang, segera teriaknya.
"Hooree.... sudah jebol!"
"Betul sudah jebol! Hayo kita terjang keluar dari tempat ini...!"
Seru Tay-khek Cinkun tak kalah girangnya.
Tidak membuang waktu lagu dia lantas berjalan lebih dulu meninggalkan lorong rahasia tersebut.
Setelah keluar dari lorong tanah itu, mereka berjalan menaiki anak tangga batu dan menerobos keluar dari gua itu, tak lama kemudian mereka sudah keluar dari dalam tanah, itulah suatu tempat dibelakang sebuah meja sembahyangan dalam ruang Istana sebelah belakang.
Tay-khek cinkun yang menyaksikan kejadian itu segera tertawa dingin tiada hentinya.
"Akhirnya kita berhasil juga lolos dari kurungan didalam ruangan bawah tanah!"
Sembari berkata, dia maju kedepan dan melangkah keluar dari ruangan Istana tersebut. Setelah keluar dari ruangan itu, tiba-tiba Tay-khek Cinkun menghentikan langkahnya dan berseru.
"Dewi-mawar merah, lebih baik kau pulang saja ke perguruan Yu leng bun."
"Kenapa?"
"Kami tidak membutuhkan dirimu lagi. lebih baik kau kembali ke samping Yu leng lojin saja !".
"Baiklah!"
Jawab Dewi mawar merah.
Kemudian tanpa membuang waktu lagi, ia melejit ke udara dan keluar dari pintu gerbang.
Ong Bun-kim yang menyaksikan kejadian itu menjadi amat terperanjat sekali serunya dengan cepat.
"Locianpwe, kenapa kau membiarkan dia pergi dari sini?". Dengan suara dalam Tay-khek Cin-kuni menjawab.
"Membiarkan ia berada disisi kita justru malah tidak menguntungkan, jangan lupa setiap saat dan kesempatan dia hendak membunuh kita semua, sedikit bertindak kurang hati-hati, bisa jadi kita semua akan tewas secara mbengenaskan ditadngannya, lebih abaik suruh sajab dia balik ke Yu-leng bun, kemudian baru mencari akal lain"
Setelah termenung sejenak Ong Bun-kim merasa apa yang dikuatirkan Tay khek Cinkun memang ada benarnya juga, maka diapun bertanya.
"Sekarang, kita hendak kemana?"
"Mencari seseorang, ikutilah aku!"
Setelah berkata, dia berkelebat lebih dulu menuju ke depan.
Selesai keluar dari kota Bu-lim hong-shia, Ong Bun kim dengan ketat mengikuti dibelakang Tay-khek Cinkun bergerak kedepan dalam waktu singkat mereka sudah berada satu li lebih.
Mendadak Tay khek Cinkun menghentikan perjalanannya, kemudian berseru tertahan.
"Aaaah.... tidak benar!"
"Aneh!"
Ong Bun kim merasakan pula sesuatu yang aneh.
Dua orang itu segera saling berpandangan sekejap dengan rasa terkesiap yang sukar dilukiskan dengan katakata.
untuk sesaat lamanya, mereka berdua hanya berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Beberapa saat kemudian, Tay khek Cinkun baru bertanya.
"Apakah kau merasakan isi perutmu kurang beres?"
"Benar, aku merasa dari dalam delapan nadi pentingku seakan-akan muncul segumpal hawa panas yang amat menyengat badan, bahkan makin lama kobaran api itu semakin tinggi dan bergerak cepat..."
"Akupun merasakan demikian pula!"
"Jangan-jangan kita..."
"Kita sudah terkena racun tanpa wujud lagi?"
Paras muka Ong Bun kim kontan saja berubah hebat. Sambil menggertak gigi menahan rasa benci yang meluap, Tay-khek Cinkun berkata kembali.
"Yu leng lojin betul-betul cukup keji, ternyata tanpa kita sadari ia telah melepaskan kembali racun jahatnya untuk meracuni kita berdua, dalam keadaan demikian, sekali pun kita berhasil lolos dari ruang bawah tanah, sulit juga untuk meloloskan diri dari kekejiannya, bahkan racun yang kita derita sekarang tampaknya jauh lebih lihay daripada yang lalu."
Ong Bun kim benar-benar merasa bencinya merasuk tulang, sepasang giginya sampat saling menggertak dan berbunyi gemerutukan...
"Kenapa kalian?"
Tanya Hian ih lihiap kemudian keheranan.
"Kami berdua surdah keracunan!"
"Keracunan... ?"
"Benar...."
Belum habis Tay khek Cinkun berkata, tiba-tiba berkumandang dua kali jeritan tertahan yang amat nyaring, menyusul kemudian bersamaan waktunya Ong Bun kim serta Tay khek Cinkun roboh terjengkang ke atas tanah dan berguling-guling.
Menyaksikan kejadian itu, Hian ih lihiap menjerit tertahan.
Tampak olehnya Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim sedang memegangi perut sendiri sambil berguling-guling penuh penderitaan, peluh sebesar kacang kedelai mengucur keluar tiada hentinya membasahi jidat mereka.
Kalau dilihat dari keadaan tersebut, bisa dibayangkan betapa menderitanya kedua orang itu.
Mendadak segumpal darah kental mengucur keluar dari ujung bibir Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim, menyaksikan kejadian itu Hian ih lihiap merasa terperanjat sekali sehingga sekujur tubuhnya gemetar amat keras.
Mendadak sesosok bayangan hitam berkelebat lewat dengan kecepatan luar biasa, bayangan itu langsung menuju ke arah Tay khek Cinkun dan Ong Bun kim menggeletak, setelah itu dengan suatu gerakan yang cepat ia menotok jalan darah kedua orang itu.
Begitu jalan darahnya tertotok kedua orang itu segera tertidur dengan nyenyaknya.
Dalam rasa kejut dan terkesiap yang luar biasa Hian ih lihiap segera tersadar kembali, ia memandang tajam pendatang tersebut, ternyata dia adalah seorang gadis berbaju hitam yang membawa sebuah pie-pa ditangannya.
Orang itu ternyata bukan lain adalah Bunga iblis dari neraka.
Dengan wajah yang diliputi kepedihan dia berkata.
"Kenapa mereka berdua?"
"Keracunan!"
"Terkena racun siapa?"
"Yu leng lojin!"
Paras muka Bunga iblis dari neraka segera berubah hebat, sambil menggigit bibirnya dia berseru.
"Jagalah mereka berdua baik-baik, aku akan mintakan obat pemunah bagi mereka."
Sehabis berkata dia lantas bergerak menuju ke arah markas besar perguruan Yu leng bun dengan kecepatan luar biasa.
"Tunggu sebentar!"
Teriak Hian ih lihiap tiba-tiba dengan suara lantang.
"Pesan apalagi yang hendak kau sampaikan?"
"Kau tak boleh kesitu!"
"Kenapa?"
"Tolong tanya bagaimanakah tenaga dalammu jika dibandingkan dengan dua orang ini?"
Mendengar perkataan itu, Bunga iblis dari neraka segera tertawa dingin tiada hentinya.
"Heehh....heehh...heeeh.. tentang soal ini kau tak perlu kuatir. Sehabis berkata, dia melompat kedepan dan dalam beberapa kali lompatan saja tubuhnya sudah lenyap beberapa kaki didepan sana. Menunggu Hian ih lihiap hendak mencegat si gadis lagi, keadaan sudah terlambat. Dalam anggapan Hian ih lihiap, kepergian Bunga iblis dari neraka kali ini pasti akan mengakibatkan kematian yang mengenaskan dari sigadis tersebut. Maka, Hian ih lihiap pun mencoba untuk meraba tubuh Ong Bung kim, tiba-tiba ia merasakan suhu badan pemuda tersebut meninggi sehingga sedemikian panasnya sampai menyengat badan rasanya.
"Apa dayaku sekarang ?"
Gumamnya kemudian sambil menggertak giginya kencang-kencang.
Lebih kurang selama setengah jam kemudian, Bunga iblis dari neraka tiba-tiba muncul kembali disana, kenyataan tersebut sangat mengejutkan Hian ih lihiap, karena hal itu sama sekali berada diluar dugaannya.
Dan dalam sakunya Bunga iblis dari neraka mengeluarkan dua butir pil berwarna putih kemudian masing-masing dijejalkan ke mulut Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim.
"Kau benar-benar telah berhasil mendapatkan obat pemunahnya?"
Tanya Hian ih lihiap dengan penuh pengharapan.
"Sekalipun bukan obat untuk memunahkan racun itu, tapi bisa membuat mereka mempertahankan diri selama satu jam tanpa mati."
"Dengan cara apakah kau berhasil mendapatkan nya ?"
"Sebentar akan kuceritakan hal ini kepadamu"
"Dikala pil mustika itu dinjejalkan ke mulut mereka berdua, bjrsamaaa waktunya pula menepuk bebas jalan darah kedua orang-itu, kemudian mulai menguruti jalan darah serta urat-urat nadinya Lebih kurang setengah perminum teh kemudian Bunga iblis dari neraka telah menyelesaikan pekerjaannya, sambil melompat bangun diapun berkata.
"Sebentar mereka akan mendusin kembali?"
"Dengan cara apakah kau berhasil mendapatkan obat pemunah tersebut.."
Desak Hian ih lihiap kembali.
"Kalau diceritakan sesungguhnya panjang sekali, cuma aku bisa memberitahukan hal ini secara ringkas kepadamu, ayahku sesungguhnya adalah sahabat karibnya Yu leng lojin, menurut Yu leng lojin katanya ibuku mengidap suatu penyakit yang aneh, kemudian ayah telah membunuh ibu, sedangkan berita ayahpun semenjak itu lenyap tak berbekas, Oleh karena itu, tampaknya Yu leng lojin merasa bersalah kepadaku, apa yang kuucapkan selamanya tak pernah dibantah olehnya, oleh sebab itu juga kita berhasil mendapatkan obat pemunah ini."
"Oooh kiranya begitu!"
"Cuma, obat pemunah yang telah mereka telan sebelumnya sama sekali bukan obat pemunah?"
"Kalau bukan, lantas apa?"
"Menurut Yu leng Io jin, racun yang bersarang di tubuh Tay khek Cinkun serta Ong Bun-kim adalah racun Ciu-simji-tok (racun pembakar hati) barang siapa terkena racun ini maka dalam satu jam kemudian seluruh badannya akan terasa bagaikan di bakar dengan api sebelum akhirnya tewas dia hanya tahu mempergunakan racun itu tapi belum tahu bagaimana cara untuk memunahkannya."
"Kalau begitu bukankah sama artinya dengan mereka sedang menunggu kematian?"
"Tidak, obat yang tadi mereka telan adalah semacam obat pemunah racun yang keras sekali, paling tidak mereka tak akan sampai mati secara mengenaskan."
"Selanjutnya..."
""Jika dalam sepuluh hari racun itu belum bisa dipunahkan, maka segenap tenaga dalam yang dimilikinya akan punah tak berbekas."
Dalam pada itu pelan-pelan Ong Bun kim dan Tay khek Ginkun telah sadar kembali dari pingsannya, dengan cepat pemuda itu mengalihkan sorot matanya menyapu sekejap sekeliling tempat itu, ketika menjumpai kehadiran kehadiran Bunga Iblis dari neraka disana, kontan saja paras mukanya berubah hebat.
Pada hakekatnya rasa cintanya terhadap Bunga iblis dari neraka, kini telah berubah menjadi kebencian.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia bangkit berdiri dari atas tanah.
"Bagaimana perasaanmu sekarang.,...?"
Tanya Bunga iblis dari neraka dengan sedih.
"Kaukah yang telah menyelamatkan jiwaku?"
Bentak Ong Bun kim dengan suara keras.
"Benar!.."
"Siapa yang suruh kau menolong jiwaku? Enyah kau dari hadapan mukaku.... !"
Hardik pemuda itu. Paras muka Bunga iblis dari neraka segera berubah menjadi pucat pias seperti mayat, hatinya amat sakit bagaikan diiris-iris dengan pisau, serunya.
"Apakah aku tak boleh menolong dirimu?"
"Aku tak sudi menerima pertolongan dari mu!"
Sekali lagi Bunga iblis dari neraka gemetar keras karena luapan emosi, katanya.
"Ong Bun kim, tidak kusangka kalau kau adalah seorang manusia yang lupa budi seperti ini.".
"Kurangajar, kau berani memaki aku?"
"Aku bukan hanya memakimu saja. aku-pun hendak membunuh kau manusia yang lupa budi, Ong Bun kim, dibagian manakah aku Tan Hong-hong telah merugikan dirimu?"
"Tidak ada!"
OoooOdwOoooo BAB 55
"KALAU tidak ada, kenapa pula tak mau menerima uluran pertolongan dariku?"
"Aku tak sudi menerima budi kebaikan darimu!"
"Apakah perkataanmu itu keluar dari dasar hatimu sendiri?"
"Benar!"
"Kalau begitu aku hendak membunuh kau!"
Tak terlukiskan luapan hawa amarah yang berkobar didalam dada Bunga Iblis dari neraka, sambil melompat ke depan, sebuah pukulan segera dilancarkan ke arah Ong Bun-kim.
Tenaga serangan yang disertakan didalam serangannya itu sungguh dahsyat dan kuat.
Ong Bun-kim melejit kesamping dan menghindarkan diri.
Walaupun dia adalah seorang yang keracunan hebat, akan tetapi bagaimanapun juga tenaga dalam yang dimilikinya jauh lebih lihay dibandingkan dengan Bunga iblis dari neraka, hanya sekali berkelebat saja, tubuhnya sudah berada satu kaki jauhnya dari tempat semula, Bunga iblis dari neraka segera melejit ke depan dan menyusul lebih lanjut.
"Tahan!"
Tay khek Cinkun segera membentak keras.
Dibentak oleh Tay khek Cinkun, mau tak mau terpaksa Bunga iblis dari neraka harus menahan gerakan tubuhnya, selapis hawa napsu membunuh yang tebal telah menyelimuti seluruh wajahnya.
Pelan-pelan Tay khek Cinkun mengalihkan sinar matanya ke wajah Ong Bun kim kemudian serunya.
"Kau toh tahu bahwa nona ini telah menyelamatkan jiwa kita berdua, kenapa kau tidak berterima kasih kepadanya?"
"Aku tak sudi menerima budi kebaikannya!"
Sahut Ong Bun kim dengan luapan emosi.
"Ong Bun kim kalau kau sampai bersikap demikian, maka hal ini merupakan kesalahanmu!"
"Membiarkan manusia tak kenal budi semacam ini hidup terus didunia ini, lebih baik kubunuh saja dirinya."
Bentak Bunga Iblis dari neraka dengan penuh kemarahan. Belum habis perkataan itu, suara, seorang perempuan telah menyambung dari belakang.
"Betul, bunuh saja dirinya."
Belum lagi ucapan tersebut selesai diucapkan, untuk kesekian kalinya Bunga Iblis dari neraka telah menerjang kembali ke arah Ong Bun-kim, senjata Pie-pa bajanya dengan membawa desingan angin tajam langsung diayunkan ke muka.
"Tan Hong-hong, kau benar-benar hendak mengajak aku turun tangan?"
Teriak Ong Bun kim sangat marah.
Bunga Iblis dari neraka tidak menjawab lagi, dengan suatu gerakan yang menggila dia telah melepaskan tiga kali serangan dahsyat.
Dalam keadaan demikian, keluar juga kemarahan Ong Bun kim, sambil membentak keras diapun melancarkan dua buah pukulan dahsyat.
Bagaimanapun juga, keadaan Ong Bun kim dewasa ini tak lebih hanya seorang manusia yang belum sembuh dari keracunan bebat, setelah melancarkan kedua pukulan itu, mendadak kepalanya merasa pening sekali, tubuhnya segera menjadi sempoyongan.
Menggunakan kesempatan itu, Bunga Iblis dari neraka menerjang maju kedepan dan telapak tangan kirinya melepaskan sebuah pukulan dahsyat...
"Blaaam !"
Suatu benturan terjadi, menyusul kemudian "Uaaak !"
Secepat kilat tubuh Ong Bun kim mencelat ke belakang sambil memuntahkan darah segar.
Kenyataan hi membuat Bunga Iblis daii neraka tertegun lalu berdiri kaku seperti orang bodoh.
Paras muka Tay khek Cinkun pun berubah hebat setelah menyaksikan kejadian ini.
Mendadak...
terdengar Bunga Iblis dari neraka tertawa tergelak-gelak, tubuhnya meluncur ke depan dengan cepat dan sekejap kemudian sudah lenyap dari pandangan mata, dari kejauhan hanya terdengar suara gelak tertawanya yang memekikkan telinga Tay khek Cinkun menjadi tertegun dan berdiri termangumangu seperti seseorang yang kehilangan ingatannya.
Pada saat itulah dari balik hutan pelan-pelan berjalan keluar seorang gadis baju abu-abu yang berambut panjang.
Menjumpai kemunculan gadis tersebut, Tay khek Cinkun segera menyapa.
"Nona Yu kiranya kau?"
"Benar, locianpwe!"
Ternyata orang yang munculkan diri itu tak lain adalah Yu Cing.
"Sebetulnya apa yang telah terjadi?"
Tanya Tay khek Cinkun tercengang dan tidak habis mengerti.
"Aku sendiripun kurang begitu tahu, cuma aku tahu bahwa mereka berdua pernah menjadi sepasang kekasih yang bahagia, tapi entah apa sebabnya kemudian ternyata Ong Bun kim merasa sedemikian bencinya terhadap Bunga iblis dari neraka." -oo0dw0oo--
Jilid 18 SEMENTARA itu.
pelan-pelan Ong Bun-kim sudah bangkit berdiri dari atas tanah, ia menyeka noda darah yang menodai ujung bibirnya, kemudian setelah melirik sekejap ke arah Yu Cing dan tertawa getir dia bertanya lirih.
"Nona, Yu, kenapa aku harus dibunuh?"
"Kau pantas dibunuh sampai mati!"
"Kenapa? Apakah kau bisa memberikan alasannya?"
"Kau betul betul seorang manusia yang tak tahu budi, seandainya tiada Bunga iblis dari neraka, kau anggap manusia yang bernama Ong Bun-kim masih bisa hidup sampai ini hari?"
Paras muka Ong Bun-kim berubah hebat setelah mendengar perkataan itu, katanya kembali.
"Apa maksudmu berkata demikian?"
Yu Cing tertawa dingin, sahutnya.
"Ong Bun kim, bukankah aku telah memberitahukan kepadamu agar baik-baik bersikap terhadap Bunga iblis dari neraka?"
"Benar!"
"Lantas apa yang telah kau berbikan kepadanya?d"
"Sebaliknya aapa pula yang teblah ia berikan kepadaku?"
Ong Bun kina balik bertanya.
"dia adalah seorang perempuan rendah yang setiap orang dapat menikmati kehangatan tubuhnya "
"Apa kau bilang ?"
Ditengah bentakan yang amat nyaring, mendadak ia melompat ke depan dan menerjang ke arah Ong Bun kim, kemudian sekali mengayunkan tangannya, ia menampar wajah si anak muda itu.
Mendadak ia menarik kembali gerakan tangannya, lalu dengan sinar mata memancarkan cahaya yang menggidikkan hati, bentaknya.
"Kau mengatakan Bunga iblis dari neraka adalah seorang perempuan rendah yang setiap orang dapat menikmati kehangatan tubuhnya?"
"Benar!"
"Siapa yang mengatakannya demikian?"
"Hiat-hay-longcu (laki-laki romantis dari samudra darah) Teng. Kun!"
Tiba-tiba Yu Cing mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak bahak, suaranya keras dan berkepanjangan. Menyaksikan keadaan tersebut, dengan wajah berubah hebat Ong Bun kim membentak.
"Hei, apa yang kau tertawakan?"
"Aku mentertawakan kau Ong Bun-kim, ternyata adalah seorang telur busuk besar, kau anggap perkataan dari Hiat hay longcu dapat dipercaya dengan begitu saja?"
"Memangnya perkataan orang itu bohong dan tidak bisa dipercaya ?"
Ong Bun kim balik bertanya.
"Ong Bun kim!"
Bentak Yu Cing.
"terus terang kuberitahukan kepadamu, ketika Bunga iblis dari neraka hendak menyelamatkan jiwamu tempo hari, ia telah mengorbankan kesucian tubuhnya kepada Hiat-hay longcu, demi bisa memperoleh mata uang kematian.."
"Apa....?"
Mendengar kisah tersebut, Ong Bun kim. menjerit keras, tubuhnya gemetar keras bagaikan disambar geledek, dengan suara gemetar tanyanya lagi.
"Sungguhkah perkataanmu itu?"
"Benar."
Serta merta diapun menceritakan apa yang telah terjadi itu kepada Ong Bun kim. Selesai mendengarkan perkataan itu, Ong Bun kim tak bisa mengendalikan emosinya lagi, ia menjerit keras.
"Oooh thian !"
Diiringi jeritan keras!
pemudab itu muntah dardah segar, kemudaian tubuhnya robboh terjengkang keatas tanah.
Walaupun ilmu silat yang dimilikinya merupakan seorang jagoan yang luar biasa bagaimanapun juga dia hanya seorang manusia biasa belaka, mana mungkin bisa menahan pukulan batin yang demikian beratnya ini?
Rasa sedih yang besar membuat hawa darah dalam dadanya menerjang naik keatas kepala, setelah muntah darah segar, tubuhnya segera roboh terjengkang ke atas tanah.
Padahal ia tak mau ditolong oleh Bunga iblis dari neraka bukan berarti ia tidak mencintainya malahan justru dia amat mencintai dirinya, tapi oleh karena dia tak ingin berhutang cinta kepada gadis itu maka sikapnya berubah menjadi begitu.
Pelan-pelan Yu Cing berjalan mendekati sisi tubuh Ong Bun kim.
kemudian mengeluarkan sebutir pil dan dimasukkan ke dalam mulut anak muda itu, lalu jalan darah disekeliling tubuhnya mulai diuruti dengan penuh seksama.
Tak lama kemudian, Ong Bun kim telah sadar kembali dari pingsannya.
Dengan termangu-mangu seperti orang bodoh, dia mengawasi Yu Cing tanpa berkedip, seakan-akan seseorang yang telah kehilangan ingatannya, kemudian seorang diri ia bergumam.
"Oooh Thian! Peristiwa ini sungguh merupakan suatu peristiwa yang sangat mengerikan."
Belum habis ia berkata, mendadak tubuhnya menerjang maju ke depan dan kabur meninggalkan tempat itu dengan secepat-cepatnya..."
Yu Cing yang menyaksikan kejadian itu menjadi amat terperanjat, ia segera melompat kedepan serta menghadang jalan perginya, kemudian membentak keras-keras.
"Apa yang hendak kau lakukan?"
"Minggir!"
Teriak Ong Bun kim keras-keras "Sebenarnya apa yang hendak kau lakukan"
"Aku hendak pergi mencarinya!"
"Mencarinya ?"
"Benar, aku hendak mencarinya, hanya cepat minggir!"
"Kau jangan bertindak seperti orang gila, kau tak akan menemukan dirinya..!"
"Aku bersikeras hendak mencarinya sampai ketemu, hayo cepat minggir!"
Ditengah bentakan nyaring sebuah serangan kilat telah dilancarkan ke arah Yu Cing.
Serangan yang dilancarkan dengan kekuatan yang luar biasa ini sungguh amat mengerikan, kehebatannya ibarat gulungan ombak yang menghantam tepian karang.
Yu Cing tidak brerdiam diri sajta, menghadapi sqerangan yang bergitu dahsyatnya, ia segera membentak keras.
"Ong Bun kim, kau sudah edan?"
"Blaaam !"
Ketika dua gulung tenaga pukulan saling membentur satu sama lainnya, segera terjadilah gulungan angin puyuh yang luar biasa dahsyatnya.
Yu Cing tak sanggup berdiri tegak lagi, secara beruntun ia mundur sejauh tujuh delapan langkah dengan sempoyongan.
Ong Bun-kim kembali menjerit keras seperti orang gila.
"Aku harus mencarinya sampai ketemu.. aku harus mencarinya sampai ketemu..."
Jeritan-jeritannya itu mendekati seperti jeritan orang kalap, suaranya mengerikan sekali, untuk kesekian kalinya dia kabur kembali kedepan.
Yu Cing segera membentak keras, ia menyusul dengan cepat dari belakang sambil melancarkan totokan kilat.
Dalam luapan rasa sedih dan duka yang amat besar, gerak gerik Ong Bun kim tidak segesit diwaktu-waktu biasa, ketika termakan oleh totokan Yu Cing tersebut, ia lantas mendengus tertahan dan roboh terjengkang ke atas tanah.
Selesai merobohkan si anak muda itu, Yu Cing baru menghela napas panjang dengan sedihnya.
Tay khek Cinkun ikut pula merasakan kesedihan yang meluap, setelah menghela napas panjang, katanya.
"Biarkanlah dia tidur sebentar!"
Yu Cing manggut-manggut, dengan pandangan kaku diawasinya Ong Bun kim yang terkapar ditanah itu dengan sinar mata termangu. Dalam pada itu. tiba-tiba Hian ih lihiap berkata.
"Cianpwe, walaupun kalian telah menelan pil penawar racun, tapi bukan berarti hawa racun di tubuh kalian telah punah sama sekali, jika dalam sepuluh hari kalian tidak berhasil untuk mendapatkan, obat penawar, maka semua tenaga dalam yang kalian miliki akan buyar dan lenyap tak berbekas."
"Mari kita berangkat untuk mencari pengobatan."
Ujar Tay-khek Cinkun kemudian, lalu sambil melirik sekejap kearah Yu Cing sembari dia berkata.
"Nona Yu, harap kau membawa serta diri Ong Bun-kim."
"Kukira lebih baik kau saja yang membopong Ong bunkim, biar aku membawa cianpwe-saja."
Seakan-akan teringat akan sesuatu hal, Tay khek Cinkun segera tertawa, katanya.
"Oya, aku lupa kalau antara laki-laki dan perempuan itu ada batasnya ..baiklah aku akan membawa Ong Bun-kim, silahkan kau membawa Ong cianpwe itu"
Demikianlah, Tay khek Cinkun serta Yu Cing masingmasing segera membopong tubuh Ong Bun kim serta Hian ih lihiap untuk melakukan perjalanannya kedepan, dalam waktu singkat beberapa li sudah dilewatkan tanpa terasa.
Setelah menuruni bukit Bwe-nia digunung Thian san mereka bergerak memasuki sebuah lembah yang sempit.
"Locianpwe, kita akan kemana?"
Tanya Yu Cing tibatiba.
"Sebentar kau akan tahu dengan sendirinya!"
Sahut Tay khek Cinkun cepat.
Dalam pada itu, mereka telah memasuki sebuah lembah yang sempit, disekeliling lembah tersebut penuh berserakan batu-batu cadas yang tak terhitung jumlahnya, batu-batu itu berbentuk sangat aneh, ada yang menyerupai naga sedang mementangkan cakarnya, ada yang mirip harimau siap menerkam, adapula yang berbentuk manusia.
Setelah menembusi hutan batu, mereka pun tiba diluar sebuah hutan yang amat rimbun, tiba-tiba Tay kbek Cinkun mempercepat gerakan tubuhnya menyusup masuk kedalam hutan itu.
Belum jauh mereka berdua masuk kedalam hutan, tibatiba terdengar suara bentakan nyaring berkumandang memecahkan keheningan.
"Berhenti!"
Mendengar perkataan itu dengan hati terkesiap Yu Cing segera menghentikan tubuhnya, sedangkan Tay khek Cinkun seakan-akan tidak mendengar bentakan tersebut, ia masih melanjutkan terus perjalanannya menuju ke dalam hutan.
Terdengar suara itu kembali berkumandang.
"Manusia dari manakah yang sudah bosan hidup, sehingga begitu berani memasuki hutan Tiang seng lim ini?"
"Hidung kerbau tua, kau tak usah berlagak sok"
Teriak Tay khek Cinkun sambil tertawa.
"siapa yang kuatir dengan hutan liang seng limmu ini.?"
Ketika mendengar perkataan itu, orang di balik hutan tersebut, segera tertawa terbahak-bahak.
"Haaah....haaahh....haaah....rbupanya kau si tdelur busuk tua ayang telah databng hayo keluar dari hutan, jangan merepotkan diriku lagi."
Tay khek Cinkun segera tertawa terbahak-bahak, kepada Yu Cing katanya.
"Ikutilah aku, jangan sampai salah jalan, hutan ini telah diatur menurut barisan Ngo heng khi.tin yang lihay..."
Selesai berkata, ia berjalan lebih dalam menuju ke depan sana.
Yu Cing mengikuti terus dibelakangnya dengan ketat, setelah berbelok ke sana kemari selama hampir setengah jam lamanya, mereka baru tiba ditengah hutan, disana tampaklah sebuah rumah kayu yang berdiri di kelilingi pepohonan lebat.
Dan didepan rumah tersebut tampak sebuah papan nama tergantung diatas pintu gerbang itu, pada papan nama tadi terpancanglah tiga huruf yang amat besar.
"TIANG SENG-KI"
Tay khek Cinkun kembali membentak dengan suara keras.
"Hidung kerbau tua, setelah tahu akan kedatanganku, kenapa kau tidak munculkan diri untuk menyambut kedatanganku ini?"
"Kali ini aku tidak suka menerima kedatanganmu itu!"
Jawab orang itu dari dalam ruangan.
"Tidak suka pun harus suka, hayo cepat sambut kedatanganku!"
Sambil berkata dia lantas menerjang masuk ke dalam ruangan. Yu Cing agak tertegun, ia tidak ikut masuk melainkan hanya berdiri saja didepan pintu.
"Nona Yu, silahkan masuk."
Seru Tay khek Cin kun keras-keras. Terpaksa Yu Cing ikut berjalan masuk ke depan, tampak olehnya ruangan dalam rumah kayu itu sederhana tapi amat bersih, nyaman sekali dalam penglihatan.
"Hei hidung kerbau tua, kalau kau tidak keluar, hati-hati kalau kulepaskan api untuk membakar kandang anjingmu ini!"
Bentak Tay khek-cinkun lagi.
"Huuh, sudah datang untuk mohon pertolongan, lagaknya masih galaknya bukan kepalang, sungguh tak tahu malu!"
Berbareng dengan selesainya perkataan itu, dari dalam ruangan segera berjalan keluar seorang sastrawan berbaju hijau yang berusia antara empat puluh tahunan.
Menjumpai kemunculan sastrawan tersebut, Yu Cing menjadi tertegun dan berdiri melongo.
Sebab ketika di dengar dari istilah "hidung kerbau tua"
Yang dipergunakan Tay khek Cinkun untuk memanggil rekannya ini, jelas usianya tak akan semuda ini, janganjangan dia adalah muridnya si "hidung kerbau tua?"
Dengan sinar mata yang tajam sbastrawan berbajdu hijau itu memaandang dua oranbg itu sekejap, kemudian katanya kepada Tay-khek Cinkun.
"Aku benar-benar merasa salah karena telah berteman dengan seorang sahabat seperti kau!"
"Kenapa kau berkata demikian?"
"Semua kerepotan telah kau limpahkan pada diriku semua."
"Hidung kerbau tua, apa kau benar-benar memiliki kepandaian meramal untuk meramalkan kejadian yang akan datang?"
"Kau terlalu memuji!"
Yu Cing yang mendengarkan pembicaraan mereka itu, mendadak seperti menyadari akan sesuatu, dia lantas berseru tertahan;
"Kau....kau adalah Tiang seng lojin?"
"Betul, hidung kerbau tua itulah orangnya!"
Tay khek Cinkun segera membenarkan.
Kenyataan ini segera menggetarkan kembali perasaan Yu Cing mimpipun ia tak menyangka kalau Tiang seng lojin sesungguhnya tidak tua, melainkan hanya seorang sastrawan yang berusia empat puluh tahunan.
"Locianpwe, aku memang sedang mencari dirimu!"
Serunya dengan luapan emosi. Tiang seng lojin tertawa ewa.
"Aku memang tahu kalau kau sedang mencariku, letakkan dulu kedua orang itu ditanah!"
Yu Cing serta Tay khik Cinkun segera meletakkan Hian ih Lhiap dan Ong Bun kim keatas tanah. Tiang seng lojin melirik sekejap ke arah Yu Cing, kemudian katanya pelan.
"Nona Yu, kau mencari aku apakah lantaran masalah yang menyangkut tentang ayahmu?"
"Benar!"
"Apa yang ingin kau ketahui?"
"Ayahku dan Ong See liat telah lenyap bersama waktu itu, ketika mereka lenyap dari dunia persilatan, pernahkah kau berjumpa dengan mereka berdua?"
"Pernah!"
"Apa sebabnya Ong See liat muncul kembali dalam dunia persilatan kemudian, sebaliknya ayah ku belum kembali juga? Apakah dia telah mati?"
"Mungkin belum mati!"
"Mungkin?"
Yu Cing berbisik Ooo-dw-ooO Bab 56
"YAA!"
Tiang seng lojin manggut-manggut.
"karena setelah terjadinya peristiwa itu, aku tak pernah berjumpar lagi dengan Ontg See liat, denqgan sendirinya rakupun tak yakin kalau ayahmu Giok bin hiap (pendekar berwajah pualam) telah mati atau belum, cuma menurut hasil ramalanku menurut ilmu perbintangan, aku rasa ayahmu masih hidup didunia ini...!"
"Kalau dia masih... masih hidup, kenapa tidak pulang ke rumah?"
Tanya Yu Cing.
"Tentang soal ini rasanya sulit untuk dikatakan, cuma andaikata ia belum mati, maka dalam beberapa waktu belakangan ini kalian pasti dapat berjumpa kembali."
"Terima kasih atas petunjuk dari locianpwe!"
Ia berterima kasih, itu belum terhitung seberapa setelah tertawa, ujarnya kepada Tay khek Cinkun.
"Saudara Can, bagaimana dengan perkataanku dulu? Seandal nya kau tidak menyimpan kedua butir pil mustikaku itu tempo hari, nyawamu sekarang mungkin sudah berpulang ke alam baka."
Tay khek Cinkun menghela napas panjang.
"Yaa, kali ini anggap saja aku merasa kagum sekali kepadamu"
"Tak usah merasa kagum kepadaku, masih ingat dengan perkataan dari Thian-jian Cuncu?".
"Masih ingat!"
"Apakah waktu pemunculannya sudah makin mendekat?"
"Agaknya memang sudah tak lama lagi!"
"Ketika Ong See liat dan Giok bin hiap datang mencarimu tempo dulu sesungguhnya apa maksud mereka berdua?"
"Panjang sekali hal ini untuk menceritakan, ketika Ong See liat dan Giok bin-hiap datang mencariku dulu, mereka menanyakan suatu tempat kepadaku."
"Tempat manakah itu?"
"Bertanya kepadaku, dimanakah letak Bu-cing tong?"
"Gua Bu cing tong?"
"Betul, aku memberitahukan letak gua Bu cing tong itu kepada mereka, sebelum mereka berpamit, aku telah berkata kepada Ong See liat sambil tertawa.
"Ong-See-liat, pohon yang besar lebih gampang mengundang angin, kau musti berhati-hati!"
"Apakah kau tahu mereka telah pergi ke mana?"
Tanya Tay-khek Cinkun kemudian.
"Tentu saja tahu, ia bertanya kepadaku lagi.
"Apakah sulit untuk pergi ke gua Bu cing tong?"
Jawabku kemudian.
"Ong See-liat, setiap persoalan tak boleh dipaksakan, sebab kalau tidak maka akan mudah mendatangkan bencana, kau musti berhati-hati!..."
Setelah berhenti sejenak, dia melanjutkan.
"Setelah dia pergi, mereka tak pernah kembali lagi untuk mencari diriku!"
"Sebenarnya mereka telah pergi kemana?"
"Gua Bu cing tong!"
"Benar pertama kali ini kudengar tentang nama gua tersebut!"
"Berbicara yang lebih jelas lagi, gua Bu-Cing tong bukan lain adalah tempat tirakat Hek-mo-im!"
Tiang-seng-lojin menerangkan.
"Oh, apakah kau maksudkan tempat tersimpannya pedang Sin-kiam tersebut?"
"Benar! Sayang sekali Ong See liat memang sudah ditakdirkan untuk mati muda, ia bukan pemilik pedang sinkiam yang sah, oleh karena itulah kuberi tahukan kepadanya bahwa semua persoalan tak bisa terlalu dipaksakan!"
"Lantas siapakah yang akan menjadi pemilik pedang sinkiam yang sah...?"
"Orang kedua yang bertanya kepadaku di manakah letak gua Bu-cing tong, dialah pemilik pedang Sin-kiam yang sah, pesan ini ditinggalkan oleh Thian-jian Cuncu sendiri, mengenai siapakah orang ini, sudah barang tentu aku tidak tahu"
"Kau tahu juga tentang Yu leng lojin?"
"Tahu! Kalian sudah menderita kerugian di tangannya bukan? untung saja, tenaga dalam yang kau miliki cukup sempurna, kalau tidak* sudah bisa dipastikan kaupun akan terpengaruh oleh ilmu hipnotis Gi-Sim-tayhoatnya yang lihay"
"Kau juga mengetahui tentang diri Bu khek lo jin?"
"Ya, tahu! Dia memang sudah ditakdirkan mengalami musibah semacam ini."
"Menurut pendapatmu, siapakah didunia ini yang sanggup-menghancurkan ilmu Gi sim tay hoatnya yang lihay itu?"
"Hal ini tak usah kau kuwatirkan sebab nanti pada waktunya pasti akan muncul orang semacam itu."
Hanya kau ini yang selamanya pintar, kenapa teIah bertindak bodoh?
Badai pembunuhan sudah mulai melanda dalam dunia persilatan, kau dan bocah ini sudah seharusnya memikul tanggung jawab yang amat besar ini."
"Apa maksud perkataanmu?"
"Aku ingin bertanya kepadamu, bbukankah kaliand telah berjumpaa dengan iblis cbantik pembawa maut?"
"Darimana kau bisa tahu? Apakah kau benar-benar memiliki kepandaian untuk mengetahui kejadian yang akan datang?"
"Terus terang saja kukatakan aku baru saja pulang setelah kedatangan kalian tadi, bahkan aku lelah membunuh manusia tanpa sukma, itulah sebabnya aku mengetahui jelas semua keadaan kalian!"
"Betul, kami memang sudah berjumpa dengannya"
Sahut Tay khek Cinkun kemudian.
"Bagaimanakah tenaga dalam yang dimilikinya?"
"Betul-betul lihaynya bukan kepalang, hakekatnya sudah mencapai puncak kesempurnaan!"
"Nah, itulah dia, bukankah akibat dari pengaruh racun didalam tubuhnya maka setiap satu jam ia harus mendengarkan irama Si sim ci ki?"
"Betul!"
"Tolong tanya, apakah bocah ini adalah seorang ahli dalam menggunakan ilmu harpa."
"Benar"
"Menurut dugaanku, kalau hanya irama Si sim ci ki saja, maka cukup mendengarkan sebanyak tiga kali, rasanya bocah ini sudah dapat menghafalkannya diluar kepala, bukankah demikian?"
"Benar, tapi apa hubungannya dengan masalah ini?"
"Sobat Can, apakah kau masih belum paham? Seandainya Ong Bun kim bisa menguasahi irama Si sim ci ki tersebut, bukankah Iblis cantik pembawa maut tak usah terkurung terus didalam ruang bawah tanah? Asalkan ia tidak terkurung dalam ruangan itu, bukankah dia bisa muncul kembali dalam dunia persilatan? Asalkan Ong Bun kim bisa mainkan irama Si sim ci ki satu kali untuknya setiap sepuluh jam, hal itu sudah lebih dari cukup."
"Benar, benar."
Seru Tay khek Cinkun berulang kali.
"Asal Ong Bun kim bisa mempelajari irama Si sim ci ki, rasanya pada saat ini tak mungkin ada kehidupan lagi bagi perguruan Yu leng bun"
Dari perkataan dari Tiang seag lojin tersebut, paras muka Tay khek Cinkun berubah hebat, kejadian ini benar-benar merupakan suatu persoalan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Benar, seandainya dia bisa berpikir sampai kesitu, bukan saja Iblis cantik pembawa maut bisa meloloskan diri dari kurungan, dengan kekuatan tenaga dalam yang dimilikinya, menghancurkan perguruan Yu leng bun rasanya bukan suatu pekerjaan yang terlampau menyulitkan.
Cuma mereka tak pernah menyangka kalau di-sebabkan berhasilnya Yu leng lojin mendapatkan kitab Hek mo keng tersebut, akibatnya mereka bakaI menanggung sedikit tanggung jawabnya.
Dengan penuh rasa menyesal diab berkata.
"Kenadpa aku tak pernaah berpikir sambpai ke situ?"
"Kalian telah menyia-nyiakan suatu kesempatan yang sangat baik"
Kata Tiang seng lojin lagi.
"Benar, kita harus kesana lagi!"
"Tak usah kesana lagi!"
"Kenapa? Apakah Iblis cantik pembawa msut telah ketimpa musibah?"
"Musibah sih tidak sampai, cuma ada kemungkinan besar ia sudah dipindahkan ke tempat Iain"
"Aai....!"
Dengan penuh kesedihan Tay khek-Cinkun menghela napas sedih.
"Mungkin inilah yang dinamakan takdir, dunia persilatan memang sudah digariskan untuk menerima bencana ini!"
Tay khek Cinkun yang membayangkan kejadian itu, yaa merasa mendongkol yaa merasa keki, katanya kemudian.
"Yaa, apa yang musti kita lakukan sekarang? Apa yang musti kita lakukan sekarang?"
"Kecuali pedang mustika Sim kiam muncul kembali kedalam dunia persilatan, rasanya kalau tidak sulit untuk terhindar dari bencana ini."
"Kalau begitu, coba lihatlah apikah racun yang mengeram ditubuh kami masih bisa tertolong atau tidak?"
Kata Tay khek Cinkun kemudian dengan suara dalam. Tiang-seng lojin segera manggut-manggut, sahutnya.
"Tentang racun Ciu-sim ci-tok yang mengeram dalam tubuh kalian berdua, aku memang tak sanggup untuk menyembuhkannya, tapi tentang racun yang mengeram di tubuh Hian ih lihiap, biar kuperiksa lebih dahulu"
Setelah menepuk bebas Hian-ih lihiap dan bercakapcakap sejenak.
Tiang seng lojin baru mulai menguruti jalan darah ditubuh perempuan tersebut.
Lama, lama sekali, Tiang-seng lojin baru bangkit berdiri seraya berkata.
"Keadaan yatg dideritanya tidak menjadi persoalan, aku sanggup untuk menolongnya."
Saking berterima kasihnya, air mata sampai bercucuran membasahi wajah Hian ih li hiap, serunya berulang kali.
"Terima kasih banyak cianpwe, atas budi pertolonganmu!"
Terdengar Taykhek Cinkun bertanya lagi.
"Apakah racun Ciu sim ci tok yang mengeram di tubuhku serta Ong Bun kim betul-betul tiada obat lain yang bisa membebaskannya?"
"Adanya sih ada, cuma sulit."
"Bagaimana sulitnya?"
"Disakuku hanyar ada separuh buttir obat pemunaqh, sedangkan serparuh yang lain tidak berada dltanganku!"
"Dimana?"
"Di Lamhay!"
"Apa? Di Lamhay?"
"Benar, di Lam-hay!"
Mendengar jawaban tersebut.
Tay khek Cinkun betulbetul menjadi bodoh, untuk sesaat lamanya ia berdiri tertegun dan tak tahu apa yang musti dilakukan.
Sementara itu, Tiong seng lojin telah menepuk bebas jalan darah dari Ong Bun kim, pelan-pelan si anak muda itu tersadar kembali dari pingsannya.
la memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu, kemudian dengan wajah agak termangu tanyanya.
"Dimanakah aku berada sekarang?"
"Di Pesanggrahan Tiang seng ki!"
"Dimanakah Iblis bunga dari nereka?"
Ketika kesadarannya pulih kembali, ia masih tetap menanyakan keadaan dari Bunga iblis dari neraka Tan Hong hong, dari sini bisa diketahui betapa gelisahnya pemuda tersebut.
Untuk sesaat, semua orang menjadi tertegun dibuatnya.
Belum lagi semua orang sempat menjawab, dia telah bergumam kembali.
"Oooh ya ! Aku teringat sudah kini, bukankah dia sudah pergi meninggalkan tempat ini?"
"Yaa dia sudah pasti"
Sahut Tay khek Cinkun.
"tenang, dikemudian hari kita akan mencarikan untukmu."
Ong Bun kim berdiri kaku dan manggut-manggut dengan penuh kesedihan, agaknya terhadap Bunga iblis dari neraka Tan Hong hong ia merasakan suatu penyesalan dan rasa kasih sayang yang tak terlukiskan.
Demi kepentingan dirinya, gadis itu telah mengorbankan sesuatu yang merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya bagi seorang gadis, sedangkang dia sendiri, apa pula yang telah diberikan kepadanya?
Balas budi apakah yang bisa ia bayar demi menebus kehilangan darinya?
Yaa, hakekatnya kehilangan tersebut tak akan terbayarkan untuk selamanya.
Teringat sampai kesitu, tanpa terasa Ong-Bun-kim bergumam kembali dengan lirih.
"Terlalu besar hutangku kepadanya...."
"Yaa, kau memang berhutang sangat banyak kepadanya"
Kata Yu Cing.
"asal kau bisa baik-baik bersikap kepadanya dikemudian hari, aku percaya hatinya yang hancur pasti dapat terhibur"
"Aaaai aku kuatir hal ini amat sulit!"
Keluh pemuda itu sambil menghela napas panjang.
"Persoalan tersebut lebih baik jangan dipikirkan dulu pada saat ini"
Kata Tay khek Cinkun tiba-tiba.
"hayo cepat bangun dan menjumpai Tiang-seng lojin Tu locianpwe!"
Mendengar disebutnya nama "Tiang seng lojin", Ong Bun-kim merasakan hatinya bergetar keras, mencorong sinar-tajam dari balik matanya, sambil menatap wajah Tiong seng lojin lekat-lekat, dia berseru.
"Kau adalah Tiong-seng lojin?"
"Betul, itulah lohu!"
"Kalau begitu..."
Tampaknya Ong Bun kim mempunyai beribu-ribu patah kata yang hendak ditanyakan, tapi untuk sesaat dia tak tahu darimana ia harus mulai bertanya, maka ia malah menjadi kebingungan sendiri.
Tampaknya Tiang-seng lojin dapat meraba isi hati pemuda itu, tiba-tiba ujarnya.
"Apakah kau hendak menanyakan soal ayahmu?"
"Benar!"
Pemuda itu mangut manggut, setelah melirik sekejap wajah Yu cing, ia melanjutkan.
"benarkah ayahku dan ayahnya Giok bin hiap telah datang mencarimu pada waktu itu?"
"Benar!"
"Ada urusan apa ia datang mencarimu?"
"Menanyakan letak suatu tempat setelah kuberitahukan kepada mereka, kedua orang itupun segera pergi, tapi semenjak itu ia tak pernah datang lagi kesini"
"Konon ayahku sedang mencari tempat tinggal Hek mo im, benarkah berita ini?"
"Mungkin!"
Ong Bun-kim termenung lagi beberapa saat lamanya, setelah menyapu pandang sekejap ke sekeliling arena, iapun berkata.
"Tahukah kalian bahwa orang persilatan selalu beranggapan bahwa ayahku telah meninggalkan semacam mustika ditubuhku?"
"Yaa. tahu!"
Ong Bun kim lantas berpaling kbearah Tiang sendg lojin seraya abertanya kembalbi.
"Locianpwe, bolehkah kuajukan satu pertanyaan kepadamu?"
"Boleh saja, coba utarakan!"
"Tahukah kau. dimana letaknya gua Bu-cing-tong?"
"Apa ?"
Hampir semua orang yang hadir disitu bersama-sama menjeritkan perkataan itu, termasuk juga Tiang seng lojin sendiri, sebab barusan ia telah berkata bahwa orang kedua yang bertanya kepadanya letak gua Bu cing tong, kemungkinan besar dialah pemilik dari pedang mustika Sinkiam.
Ketika menyaksikan semua orang menunjukkan perasaan kaget dan tertegun setelah mendengar pertanyaan itu, Ong Bun kim ikut tertegun dan merasa tidak habis mengerti.
"Ada sesuatu yang tidak beres?"
Tanyanya kemudian setelah termangu sejenak. Tiang seng lojin segera tersadar kembali dari rasa kagetnya, ia balik bertanya.
"Kau bertanya dimana letak gua Bu cing tong?"
"Benar!" 00000OdwO00000 BAB 57 TIANG-SENG LOJIN segera memperlunak sikapnya, derean lembut ia berkata;
"Ada persoalan apakah kau sampai menanyakan persoalan itu?".
"Sebab benda mestika yang sedang dicari orang-orang persilatan kemungkinan besar berada di tempat itu, karena ayahku telah mengukir tulisan tertebut diatas telapak kakiku!"
"Sungguh?"
Benar!"
Tiang-seng lojin melirik sekejap ke arah Tay khek Cinkun.
lirikan itu penuh mengandung maksud dan rasa murung yang tebal, karena pesan yang ditinggalkan Thian jian Cuncu akhirnya menjadi kenyataan.
Setelah menghela napas panjang, katanya.
"Sahabat Can, Thian jian Cuncu benar-benar seorang manusia sakti yang luar biasa!"
"Benar"
"Kau dan aku..."
"Yaa, kau dan aku..."
"Kau dan aku kenapa?"
Mereka tidak melanjutkan katakata tersebut, tapi dilihat dari mimik wajah mereka yang gelisah tak sulit untuk mengetahui persoalan ini meliputi juga diri mereka berdua.
"Sesungguhnya apa yangb telah terjidi?d"
Tanya Ong Buna kim setelah tebrtegun sejenak. Tiang seng lojin buru-buru tertawa.
"Aah, tidak apa apa!"
Sahutnya.
"Kalau begitu, di manakah letak gua Bu cing tong itu?"
"Gua Bu cing tong adalah tempat dimana Hek mo im bersemayam dahulu...!"
"Aaaah...!"
Tak kuasa lagi Ong Bun kim menjerit tertahan.
"sungguh perkataanmu itu?"
"Benar, sewaktu ayahmu datang kemari dulu, diapun menanyakan alamat dan tempat tersebut, pedang mustika Sin Kiam justru berada dalam istana gua Bu cing tong hu tersebut!"
Agaknya Ong Bun kira tidak mengira kalau gua Bu cing tong benar-benar adalah tempat Hek mo im bersemayan, untuk sesaat lamanya ia jadi berdiri tertegun ditempat semula. Kata Tay khek Cinkun kemudian.
"Jadi kalau begitu seharusnya Ong Bun kim adalah pemilik pedang Sin kiam yang sah."
"Betul, jika ramalan dari Thian jian Cuncu tidak meleset, kemungkinan besar memang begitulah keadaan yang sesungguhnya"
"Tapi racun Ciu sim ci-tok yang mengeram di tubuh kami bila tidak dipunahkan dalam sepuluh hari mendatang, bukankah segenap ilmu silat yang dimiliki akan punah?"
"Apa?"
Ong Bun kira yang mendengar perkataan itu segera menjerit tertahan.
"kami akan kehilangan segenap ilmu silat yang dimilikinya? Bukankah Tan Hong-hong telah membantu kita untuk memunahkan racun tersebut?"
"Tidak!"
Jawab Tay khek Cinkun.
"racun Cui sim ci tok dari Yu leng lojin hingga kini masih belum dapat dipunahkan."
Secara ringkas dia lantas menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Ong-Bun-kim.
Selesai mendengar keterangan tersebut Ong Bun-kim berdiri bodoh dan untuk sesaat tak mampu mengucapkan sepatah katapun.
Oh Thian!
Dalam sepuluh hari yang demikian singkat ini, apa yang bisa ia lakukan?
Jika tenaga dalamnya punah sampai kapan dendam sakit hatinya baru dapat terlampiaskan.
Teringat sampai kesitu.
tak tahan lagi ia menghela napas panjang, lalu katanya.
"Benarkah kami sudah tidak bisa ditolong lagi?"
"Obat penawarnya sih ada, cuma tidak gampang untuk mendapatkannya."
"Obat penawarnya berada dimana?"
"Di Lam hay!"
"Apa? Di Lam hary? Dari sini ket Lamhay entah bqerapa bulan yanrg dibutuhkan? Oya.... berada ditangan siapakah obat penawar itu"
"Lam hay Kaucu!"
"Apa? Lam-hay Kaucu?"
Ong Bun-kim menjerit keras.
Sebab ayah dari Hui mo taypangcu yang sekarang bukan lain adalah Lam hay Kaucu itu berarti jika obat mestika itu dimiliki oleh Lam-hay kau-cu, tay pangcu dari Hui mopang pun tentu memiliki pula.
Ketika ia pergi meninggalkan dirinya tempo hari, dia telah sesumbar dengan mengatakan tak akan memohon lagi kepadanya, sekarang jika dia harus memohon kepada gadis itu lantaran obat mestika tersebut, bukankah hal ini sama artinya dengan menjilat ludah sendiri?
Tak dapat disangkal, tay pangcu dari Hui mo-pang yakni Kim lo sat memang seorang-gadis yang cantik jelita, tapi ia merasa sangat tak puas oleh keangkuhan serta cara kerjanya yang kejam, diapun merasa amat penasaran karena pernah dikalahkan dalam tiga jurus pedangnya.
Ong Bun kim ada hubungan perkawinan dengannya, dalam hal ini dia tak ingin mengingkari, tapi dia hendak mempersunting gadis itu sebagai seorang pemenang, kalau tidak, maka peristiwa ini akan merupakan suatu peristiwa yang amat tak sedap bagi nama baiknya.
Semua orang menjadi tercengang.
ketika dilihatnya pemuda itu hanya berdiri termangu-mangu belaka.
"Kenapa kau?"
Tanpa terasa Tay khek Cinkun segera menegur. Ong Bun kim tertawa getir.
"Ooh tidak apa apa, Tu locianpwe! Aku ingin bertanya kepadamu, obat macam apakah yang terada ditangan Lam hay kaucu itu?"
"Ban nian hiat man san (Bubuk darah ikan lehi berusia sepuluh laksa tahun)!"
"Sesungguhnya Lam hay tidak terhitung suatu tempat yang terlampau jauh..."
"Apa maksud dari perkataanmu itu?"
"Karena Hui mo pangcu tak lain adalah putri-nya Lam hay kaucu!"
"Benarkah perkataanmu itu?"
Seru Tay khek Cinkun tanpa terasa.
"Benar, bahkan aku dan dia masih terikat oleh suatu tali perkawinan!"
"Suatu tali perkawinan?"
Semua orang menjepit kaget hampir berbareng saking kagetnya.
Secara ringkas Oag Bun kim segera mengisahkan bagaimana ayahnya dan Hiat hay khi khek telah mengikat tali perkawinan putra putri mereka dengan sebuah lencana liong hong bei, kemudian bagaimana kejadiannya setelah ia berjumpa dengan Kim Lo sat Selesai mendengarkan perkataan itu.
Tay khek Cinkun lantas berkata.
"Peristiwa ini sungguh merupakan suatu kejadian yang jauh diluar dugaan, cuma apakah kau akan memohon kepadanya?"
"Tidak !"
"Kalau begitu kau berencana membiarkan tenaga dalammu punah tak berbekas."
"Masalah ini bukan cuma suatu persoalan belaka"
Tiba tiba Yu Cing menimbrung, bahkan kalian masih belum tahu bukan tentang tindakan kejam yang dilakukan pihak Hui mo pang didalam dunia persilatan beberapa hari belakangan ini?"
Baca Juga: Legenda Bunga Persik 2
Baca Juga: Bentrok Rimba Persilatan 4